Powered By Blogger

Minggu, 25 Januari 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 25 Januari 2026

"Your greatest weaknesses can become your greatest strengths. Don't let society, social media, or your own self-doubt define what's possible for you."

Dean Graziosi

Dalam hidup, tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang punya kelemahan dan keterbatasan, sebagaimana setiap orang juga punya kekuatan dan potensi besar dalam dirinya. Namun, yang membedakan seseorang dengan orang lain bukanlah ada atau tidaknya kelemahan, melainkan bagaimana ia mengubah kelemahan itu sendiri.


Bagi Exponential Generation, sebuah konsep yang ditemukan oleh Azmi Fajri Usman, kelemahan bukanlah penghalang. Sebaliknya, kelemahan justru bisa menjadi bahan bakar untuk pertumbuhan yang berlipat ganda. Filosofinya sederhananya seperti matematika exponential yang berkembang pesat dari angka kecil, begitu pula manusia bisa melompat jauh jika tahu cara memanfaatkan kekurangannya.

1. Paradigma Baru: Kelemahan Bukan Aib

Dalam banyak budaya, kelemahan sering dianggap sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Namun, dari perspektif psikologi modern dan ajaran karakter jiwa di RQV Foundation, kelemahan justru adalah pintu masuk menuju kesadaran diri.

Kesadaran diri (self-awareness): mengenali kelemahan membuat kita lebih realistis.

Kerendahan hati (humility): menerima kelemahan menumbuhkan sifat rendah hati.

Motivasi untuk berkembang: kelemahan menjadi alasan untuk terus belajar.

Generasi exponential harus mengubah pola pikir dari “Aku lemah karena kekuranganku” menjadi “Aku tumbuh karena aku tahu di mana aku perlu berkembang.”

2. Teori Psikologi tentang Kekuatan dari Kelemahan

Psikologi positif yang dipelopori oleh Martin Seligman menyatakan bahwa manusia bisa membangun well-being dengan mengandalkan kekuatan personalnya. Tetapi, sering kali kekuatan itu lahir justru dari kelemahan.

Contoh nyata: Orang yang dulunya pemalu, bila berlatih komunikasi, bisa menjadi pendengar yang luar biasa baik.

Orang yang pernah gagal berulang kali dalam bisnis, jika belajar dari kesalahan, justru bisa menjadi mentor sukses bagi banyak orang.

Orang dengan keterbatasan fisik, sering kali justru memiliki kekuatan mental yang luar biasa dibanding orang lain.

Di sinilah prinsip transformasi kelemahan bekerja. Setiap kelemahan yang dihadapi dengan kesadaran dan latihan, bisa berubah menjadi ciri khas dan kekuatan unik.

3. Kelemahan sebagai Jalan Menuju Empati

Dalam karakter jiwa yang diajarkan di RQV Foundation, salah satu nilai terpenting adalah empati. Menariknya, empati justru lahir dari pengalaman merasakan kekurangan atau penderitaan.

Orang yang pernah jatuh miskin, biasanya lebih peka terhadap penderitaan orang lain.

Orang yang pernah gagal, lebih mampu memahami perjuangan orang yang sedang berusaha.

Orang yang pernah sakit, lebih bisa menghargai kesehatan dan mendukung orang lain untuk menjaga tubuhnya.

Dengan kata lain, kelemahan manusia bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga menjadi jembatan untuk membangun hubungan sosial yang lebih hangat dan penuh cinta.

4. Kelemahan sebagai Sumber Kedisiplinan

Dalam konsep Kedisiplinan exponential, kelemahan justru bisa melatih seseorang untuk hidup lebih tertata.

Contohnya: Orang yang mudah lupa akan berusaha membuat catatan, alarm, atau sistem pengingat yang akhirnya menjadikan hidupnya lebih rapi.

Orang yang tidak berbakat dalam matematika, jika tekun berlatih, akan menjadi pribadi yang disiplin dan konsisten.

Orang yang sering gagal, bila tetap berjuang, akan terbiasa menghadapi kesulitan tanpa menyerah.

Disiplin yang lahir dari kelemahan ini jauh lebih kuat dibanding disiplin yang lahir dari kenyamanan.

5. Filosofi Eksponensial: Dari Kecil Jadi Besar

Mengubah kelemahan jadi kekuatan sejalan dengan filosofi exponential: Angka 2 yang terus dilipatgandakan akan menjadi 4, lalu 8, 16, 32, hingga tak terhingga.

Demikian pula dengan kelemahan. Bila seseorang mengambil langkah kecil untuk menghadapinya setiap hari, kekuatan yang dihasilkan akan berkembang secara berlipat ganda.

Contoh sederhana: seseorang yang takut berbicara di depan umum. Bila setiap minggu ia melatih diri berbicara, dari kelompok kecil hingga panggung besar, rasa takut itu akan berubah menjadi keahlian komunikasi publik yang eksponensial.

6. Kelemahan dalam Perspektif Spiritualitas

Selain psikologi, spiritualitas juga mengajarkan bahwa kelemahan manusia adalah bagian dari rencana Tuhan.

Kelemahan membuat manusia lebih dekat kepada sang pencipta karena sadar tidak bisa hidup sendirian.

Kelemahan membuat manusia lebih rendah hati, tidak sombong dengan pencapaiannya.

Kelemahan mengingatkan bahwa hidup adalah proses belajar yang tidak pernah selesai.

Dalam konteks Exponential Generation, kelemahan bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dijadikan tangga menuju kekuatan spiritual, emosional, dan sosial.

7. Strategi Praktis Mengubah Kelemahan Jadi Kekuatan

Agar kelemahan bisa benar-benar berubah jadi kekuatan, ada beberapa langkah praktis:

  1. Kenali kelemahan secara jujur. Tulis daftar hal-hal yang menjadi keterbatasanmu.
  2. Cari potensi di balik kelemahan. Tanyakan, “Apa pelajaran atau kekuatan yang bisa lahir dari ini?”
  3. Latih kelemahan secara bertahap. Jangan langsung besar, lakukan langkah kecil yang konsisten.
  4. Ubah kelemahan jadi ciri khas. Jadikan ia bagian dari keunikan dirimu, bukan sesuatu yang memalukan.
  5. Jangan bandingkan diri dengan orang lain. Fokus pada pertumbuhanmu sendiri.
  6. Bangun jejaring dukungan. Teman, mentor, atau komunitas bisa membantu melewati keterbatasan.
  7. Syukuri perjalanan. Setiap kelemahan yang kamu hadapi adalah tanda kamu sedang bertumbuh.

Mengubah kelemahan jadi kekuatan adalah salah satu kunci utama dalam menjadi bagian dari Exponential Generation. Generasi ini bukan generasi yang sempurna, melainkan generasi yang tahu cara mengubah keterbatasan menjadi keunggulan.

                 -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase... Minggu ini cuaca Bandung sangat bersahabat. Tak seperti hari-hari sebelumnya yang seharian diguyur hujan. Hari ini cerah tapi tidak panas terik juga, jadi di dalam GOR ABA hawanya tidak terasa panas.

Dari hasil drawing untuk penyisihan grup. Admin memprediskikan ada 4 pasangan yang berpotensi melagkah lebih jauh di Turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ini. Pasangan-pasangan unggulan tersebut adalah: Desta dan Fatoni, Herman dan Fathur, Faisal R dan Rama Dhany, dan yang terakhir adalah Bagas dan Dena ZM.

Sesuai prediksi keempat unggulan diatas lolos ke semifinal setelah menjadi juara dan runner up grup di grupnya masing-masing.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Desta dan Fatoni Juara grup: , runner up grup: Herman dan Fathur

Grup B, Juara grup: Faisal R dan Rama Dhany, runner up grup: Bagas dan Dena ZM.

Berbeda dengan edisi tiga minggu sebelumnya, undian babak semifinal yang secara berturut mempertemukan para semifinalis secara menyilang. Di edisi minggu ke-4 Turnamen Mingguan Sparta, hasil undian semifinal mempertemukan kembali sesama pesaing grup masing-masing.

Pada bagan atas pertemuan Desta dan Fatoni VS Herman dan Fathur, secara mengejutkan Desta dan Fatoni  dikalahkan oleh Herman dan Fathur yang notabene merupakan runner up grup A. Padahal saat bertemu di fase penyisihan grup Desta dan Fatoni menang telak 42-30. Di babak semifinal Herman dan Fathur berhasil membalaskan kekalahan mereka di babak penyisihan, dan melaju ke final setelah menang 42-33.

Pada bagan bawah pertemuan Faisal R dan Rama Dhany VS Bagas dan Dena ZM, tanpa kesulitan berarti kembali dimenangkan oleh Faisal R dan Rama Dhany dengan skor 42-30.

Babak final mempertemukan Herman dan Fathur dengan Faisal R dan Rama Dhany. Set pertama Faisal R dan Rama Dhany langsung memegang kendali permainan. Perolehan poin mereka langsung melesat. Mulai dari memimpin 5-1, mereka tak memberi kesempatan lawannya untuk berkembang. Mereka terus memperlebar jarak perolehan poin. Tercatat beberapa kali mereka leading 10 hingga 12 poin. Hingga set pertama berakhir 21-10 untuk keunggulan sementara Faisal R dan Rama Dhany.

Tak ada perubahan signifikan di set ke-2. Faisal R dan Rama Dhany masih bermain agresif, melancarkan serangan bertubi-tubi ke  lawannya. Bahkan mereka sempat leading hingga 15 poin berkali-kali. Saat skor  39-24, Herman dan Fathur mulai menerapkan pola bermain menyerang. Mereka menambah 7 poin secara berturut-turut, mengubah skor menjadi 39-31. Perbedaan skor yang sangat jauh, membuat Herman dan Fathur kesulitan untuk menyusulnya. Ditambah dengan kondisi tangan Herman yang sakit, membuat pukulannya tidak akurat dan banyak membuat kesalahan sendiri. Akhirnya Faisal R dan Rama Dhany menyelesaikan babak final dengan skor 42-32, sekaligus menyegel gelar juara minggu ini.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 25 Januari 2026;

Juara 1 Faisal R dan Rama Dhany

Juara 2 Herman dan Fathur

Juara 3 Desta dan Fatoni / Bagas dan Dena ZM

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-4 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Kelemahan dapat diubah menjadi kekuatan dengan cara menerimanya, mengenali potensi di balik kekurangan tersebut, dan terus melatihnya. Fokus pada pengembangan diri dan syukur membantu mengubah rasa tidak aman menjadi sumber motivasi, bahkan menjadikan kelemahan sebagai kekuatan unik yang melengkapi kelebihan kita. 

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.


Minggu, 18 Januari 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 18 Januari 2026

 "Avoid crab mentality. Don't be insecure when you see someone is rising in his or her career or life, in general. Be inspired by what they accomplished. Don't pull them down." 

Venchito Tampon

Crab mentality adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang berusaha menghambat keberhasilan orang lain. Sikap ini mencerminkan bentuk persaingan yang tidak sehat dan dapat merugikan secara sosial maupun emosional.

Istilah ini berasal dari analogi perilaku kepiting dalam ember. Ketika salah satu kepiting mencoba keluar, kepiting lain akan mencapit dan menariknya kembali ke dalam, sehingga tidak ada yang berhasil keluar.

Di alam bebas, perilaku ini bisa jadi merupakan bentuk pertahanan diri. Namun, ketika diterapkan dalam konteks manusia, perilaku tersebut dimaknai sebagai bentuk egoisme atau rasa iri terhadap pencapaian orang lain. 

Individu dengan pola pikir ini cenderung berusaha “menarik turun” orang lain agar tetap berada pada tingkat pencapaian yang sama dengannya.

Crab Mentality dan Penyebabnya

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia secara alamiah cenderung hidup berkelompok. Hal ini akan memudahkan manusia dalam mencapai suatu tujuan. Dalam hidup berkelompok, sifat kompetitif adalah hal yang wajar dan bahkan bisa bermanfaat.

Namun, sifat kompetitif yang berlebihan justru bisa membuat seseorang mengalami crab mentality. Selain itu, rasa percaya diri yang rendah, iri hati, rasa putus asa, kelelahan mental, atau gangguan kepercayaan diri juga dapat mendorong munculnya sikap crab mentality. Bila disertai dengan gejala depresi klinis, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga profesional.

Pola pikir orang yang memiliki crab mentality umumnya tidak sehat. “Jika aku tidak bisa mendapatkan yang aku mau, kamu juga tidak boleh mendapatkannya.”

Orang tersebut padahal bisa saja berusaha lebih kuat untuk mencapai tujuannya, tetapi rasa putus asa dan kepercayaan diri yang rendah membuatnya berhenti berjuang dan berusaha menarik orang lain untuk tetap berada pada level yang sama.

Crab mentality juga bisa disebabkan oleh ketergantungan seseorang pada kehidupan berkelompok. Dalam beberapa situasi, kehilangan anggota yang berpengaruh bisa berdampak pada dinamika kelompok. Namun, respons terhadap perubahan ini berbeda-beda tergantung pada kemampuan adaptasi tiap kelompok.

Oleh karena itu, orang dengan crab mentality akan berusaha untuk menahan langkah temannya yang akan pergi agar ia tetap berada di dalam kelompok.

Cara yang dilakukan untuk menjatuhkan individu dari kesuksesan bisa bermacam-macam, misalnya memberi komentar yang mengejek atau menakuti orang lain agar enggan untuk meneruskan usahanya. 

Crab mentality juga banyak ditemukan di media sosial. Komentar negatif atau sindiran terhadap keberhasilan orang lain sering kali muncul di kolom komentar atau forum daring. Hal ini menunjukkan bahwa pola pikir ini tidak hanya terjadi di lingkungan fisik, tetapi juga di ruang digital.

Crab Mentality dan Cara Menghindarinya

Berada pada kelompok dengan orang yang memiliki sikap crab mentality bisa membuat kamu insecure, selalu merasa tertekan, tidak nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari, dan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara menghindari orang dengan sikap crab mentality agar bisa mencapai kesuksesan yang kamu inginkan. Cara-cara tersebut antara lain adalah:

1. Tetap gigih untuk mencapai kesuksesan

Agar bisa mencapai kesuksesan, kamu harus tetap optimis dan percaya pada diri sendiri, ya. Ketika ada orang lain yang memberikan komentar negatif, abaikan komentar negatif dan tetap fokus pada tujuanmu. Dengan begitu, kamu tidak akan memusingkan kritik atau sindiran orang lain terhadap apa yang kamu lakukan.

2. Terus kembangkan kemampuan diri sendiri

Cobalah untuk terus bersemangat dalam mengembangkan kemampuan, agar rasa percaya dirimu semakin meningkat dan tidak mudah terhasut oleh komentar orang lain. Kamu bisa mengembangkan keahlian atau mencoba hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya.

3. Mengevaluasi diri ketika merasa gagal

Mencapai suatu tujuan tidaklah luput dari kegagalan. Namun, jangan sampai kegagalan membuatmu menyerah dan menelan mentah-mentah komentar negatif orang lain yang justru bisa membuatmu semakin terpuruk.

Ingatlah bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran yang dapat diambil. Jadi, cobalah untuk mengevaluasi diri atas kegagalan yang kamu alami. Dengan begitu, rasa percaya dirimu akan bangkit, dan semangatmu pun akan tumbuh kembali untuk meraih kesuksesan..

4. Berkelompok dengan orang yang mendukung

Meninggalkan sebuah kelompok dengan orang yang memiliki sikap crab mentality, terlebih jika mereka adalah teman lama, memang tidak mudah. Namun, tetap berada dalam kelompok tersebut hanya akan menyulitkanmu untuk mencapai kesuksesan.

Nah, mulailah untuk mengurangi berkumpul dengan kelompok lama tersebut dan menambah teman-teman baru yang lebih mendukung. Jadi, ketika sedang melangkah mencapai kesuksesan, kamu punya kelompok lain yang mendukung sebagai penyemangatmu.

Crab mentality pada orang lain bisa berdampak besar pada dirimu, mulai dari menurunkan rasa percaya diri hingga menghambat kesuksesanmu. Sikap crab mentality bisa muncul tanpa disadari, sebagai respons atas pengalaman pribadi yang belum terselesaikan. 

Maka dari itu, penting untuk membangun kesadaran dan empati, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Namun, perlu diingat, kamu tidak perlu kesal atau marah kepada orang yang memiliki crab mentality, karena itu hanya membuang-buang waktu dan energimu saja.

Lebih baik fokus terhadap hal yang sedang kamu impikan dan biarkan mereka dengan masalah mereka sendiri. Tetaplah berpegang teguh dengan pendirianmu dan terapkan cara bertahan dari orang-orang dengan crab mentality seperti yang telah dipaparkan di atas.

Namun, bila kamu memang merasa perlakuan dari orang dengan crab mentality benar-benar menjatuhkanmu dan membuatmu ingin menyerah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.

                 -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase... Minggu, 18 Januari 2026 Kota Bandung diguyur hujan dari subih hingga pagi pukul 8.30.  Bahkan saat admin berangkat pukul 11.30 pun, hujan gerimis kecil masih mengiringi sepanjang jalan. Untungnya hujannya nyaris tak terasa karena saking kecilnya. jadi tak mmerlukan jas hujan di perjalanan.

Spartan yang hadir hari ini, better dibandingkan minggu lalu. Meskipun beberapa orang baru bergabung lagi, tapi yang minggu lalu bergabung malah ga datang. Kaya shif-shif-an saja mabar teh.

Hari ini entah mengapa beberapa orang ugal-ugalan telatnya. Admin mau mengingatkan agar jangan pada terlambat banget datangnya, karena merusak mood yang teman-teman yang harus menunggu lama. Hargai juga admin yang selalu standbye jam 12.00 di GOR ABA. Seharusnya disiplin itu datang dari niat diri sendiri, bukan karena terpaksa atau takut didenda.

Persaingan di grup B diisi oleh 2 pasang yang kuat dan 2 pasang yang lemah. Jadi secara perhitungan juga sangat mudah menentukan pasangan mana yang akan lolos dari grup A.  Hizkia Ken dan Fathur berhasil meraih posisi juara grup A, disusul oleh Reza A dan Bagas sebagai runner up-nya. Persaingan di grup B, sangat ketat. Ketiga pasangan di grup B hampir semuanya menang tipis dan kalah tipis. Dena/ZM dan Herman akhirnya berhasil menyabet juara grup B setelah menang 42-41 atas Faisal R dan Sidik. Menang lagi 42-35 atas Stefanus dan Barry. Sementara Faisal R dan Sidik harus puas berada di posisi runner up setelah menang 42-41 dari Stefanus dan Barry dan kalah 41-42 dari pasangan Dena/ZM dan Herman.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Hizkia Ken dan Fathur, runner up grup: Reza A dan Bagas 

Grup B, Juara grup: Dena/ZM dan Herman, runner up grup: Faisal R dan Sidik

Masih sama seperti 2 edisi minggu lalu, hasil undian untuk babak semifinal mempertemukan para semifinalis secara saling menyilang. Pada bagan atas Hizkia Ken dan Fathur yang bertemu dengan Faisal R dan Sidik, harus menelan pil pahit kekalahan 32-42 dari runner up grup B, Faisal R dan Sidik. Dan pada bagan atas Dena/ZM dan Herman yang bertemu dengan Reza A dan Bagas harus berjuang mati-matian dan melalui pertarungan yang sangat melelahkan. Mereka hampir-hampir kalah karena sebelumnya skor mereka sempat tertinggal cukup jauh. Namun dipenghujung set ke-2 mereka bisa membalikkan keadaan dan merebut kemenangan tipis 42-40 atas lawannya.

Berbeda dengan 2 edisi minggu lalu, dimana finalis berasal dari grup yang sama yaitu grup A, kali ini finalis masih berasal dari grup yang sama, tapi berasal dari grup B. Dena/ZM dan Herman VS Faisal R dan Sidik menjadi finalis minggu ini. 

Set pertama langsung dibuka oleh Faisal R dan Sidik dengan meraih beberapa poin secara berturut-turut. Mereka langsung leding 8-2. Dena/ZM dan Herman performanya sangat menurun. Mereka tidak tampil sebaik di babak penyisihan dan semifinal. Faktor kelelahan menjadikan tidak bisa menampilkan permainan terbaik mereka. Ditambah dengan kondisi kesehatan Herman yang kurang fit, karena kakinya sakit yang disebabkan asam uratnya kambuh, dan baru pulih setelah 2 minggu sebelumnya terserang gejala typhus. Banyak bola-bola mati sendiri karena unforced error dari Dena/ZM dan Herman. Momentum ini tentu saja dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Faisal R dan Sidik. Tak memerlukan waktu lama buat mereka untuk menutup set pertama dengan skor 21-10.

tak ada perubahan signifikan pada set ke-2. Faisal R dan Sidik malah makin mendominasi permainan. Mereka seolah-olah ingin membalaskan kekalahan mereka di babak penyisihan dengan cara lebih pedih. Terpantau Faisal R dan Sidik selalu leading dalam perolehan poin. bahkan mereka sempat leading hingga 15 poin! Pada kedudukan 31-16. Ketertinggalan skor yang sangat jauh membuat   Dena/ZM dan Herman sangat kesulitan untuk mengimbangi Faisal R dan Sidik  di set ke-2 ini. Akhirnya Faisal R dan Sidik membungkus gelar juara Turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ke-3 tahun 2026 dengan skor sangat meyakinkan 42-28.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 18 Januari 2026;

Juara 1 Faisal R dan Sidik

Juara 2 Dena/ZM dan Herman

Juara Hizkia Ken dan Fathur / Reza A dan Bagas 

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-3 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Untuk "membuang" atau mengatasi crab mentality (mentalitas kepiting), fokuslah pada pengembangan diri, membangun kepercayaan diri, mengubah mindset menjadi growth mindset, mencari lingkungan suportif, dan fokus pada tujuan pribadi, bukan membandingkan diri atau menjatuhkan orang lain, dengan menyadari bahwa kesuksesan orang lain tidak mengurangi peluang kita. 

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.




Minggu, 11 Januari 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 11 Januari 2026

"Resolutions are a wonderful thing if we can keep them, but many resolutions go by the wayside because we have not done anything different with our mindset."

Monica Johnson


Sudah seberapa banya resolusi yang kita buat setiap awal tahun? Sejauh mana resolusi itu terpenuhi? Adakah yang sudah tercapai?

Ya, sudah bukan rahasia kalau di awal tahun, membuat resolusi menjadi semacam kewajiban. Kita membuat daftar apa-apa saja yang ingin dicapai, yang ingin diubah, dan hal-hal lain dengan harapan kita menjadi pribadi yang lebih baik. Namu, menurut penelitian dari University of Scranton, 92% resolusi tahun baru gagal terealisasi. Dan, 80% resolusi itu mengalami kegagalan di bulan Februari (US Nes & World Report). Well, saya salah satunya.

Mengapa angka persentase untuk kegagalan resolusi bisa sangat besar? Saya coba jabarkan penyebabnya.

1. Tujuan belum cukup jelas

Ibarat ingin pergi ke luar kota atau luar negeri tapi kita masih belum memiliki tujuan yang spesifik. Apakah berwisata kuliner, berwisata alam, atau keliling ke pusat perbelanjaan. Hal ini membuat kita menjadi lelah seperti tidak berarah hingga akhirnya menyerah.

Resolusi yang ingin dicapai hendaknya selalu diiringi dengan tujuan yang jelas. Sedetil dan sespeseifik mungkin. Misal, ingin belajar bahasa Korea sebab di tahun yang sama ingin melancong ke Korea. Tujuan yang terdefinisi secara jelas akan membantu kita untuk memvisualkan aktivitas yang akan kita lakukan untuk mencapai resolusi itu.

2. Target terlalu berat

Siapa yang memiliki resolusi menurunkan berat badan? Biasanya, resolusi ini memiliki target angka yang cukup besar. Misal, dari 80 kg ingin langsung turun menjadi 65 kg sehingga kita sangat berusaha hingga merasa tersiksa dalam menggapai targetmu. Ujungnya, malah menjadi kehilangan semangat, merasa bahwa resolusi tersebut bak Mission Impossible.

Baiknya, kita memiliki resolusi yang terukur. Target yang dituju tidak terlalu besar dan berat. Contohnya saja, membiasakan diri untuk membaca 1 buku dalam 1 bulan. Bukan langsung mematok harus membaca sebanyak 50 buku dalam setahun.

3. Kurang motivasi

Seperti orang haus di padang pasir yang melihat segelas air, pasti sangat senang. Lalu ia menemukan gelas kedua. Apakah rasa senangnya masih sama? Atau malah berkurang? Di sinilah yang sebaiknya kita menjaga motivasi seperti pertama kali agar semangat tetap terjaga.

Bisa dimulai dengan breakdown target besar kita menjadi detil yang lebih kecil. Contohnya saja ingin dapat memahami percakapan dalam bahasa Inggris. Kita bisa membuat kegiatan kecil-kecil dengan mendengarkan podcast dalam bahasa Inggris yang berdurasi 5 menit. Apabila kita sudah mampu memahami podcast durasi pendek, berarti kita sudah berhasil dengan kemenangan kecil pertama. Tingkatkan kesulitan secara bertahap sehingga semangatnya akan tetap menyala.

4. Belum siap berubah

Pernah mendengar ungkapan, “No rain no rainbow?” Kalau kita ingin melihat pelangi, kita juga harus bersedia menyapa hujan. Kalau kita menginginkan hasil, maka kita harus mau berusaha. Prof. Rhenald Kasali pernah berujar, “Perubahan belum tentu menjadikan sesuatu lebih baik, tetapi tanpa perubahan, tak akan ada pembaruan. Tak akan ada kemajuan.”

Seringkali kita merasa takut melakukan dan mengalami perubahan itu sendiri. Kalau ingin berat badan turun, berarti kita harus mengubah pola makan. Ketakutan ini muncul salah satunya juga karena pola pikir yang dimiliki masih belum berupa growth mindset sehingga kita tidak terbuka dengan beragam kemungkinan yang bisa terjadi.

Ibarat kata, diri ini ingin menjadi lebih baik dari kemarin. Tetapi tidak mau meninggalkan zona nyaman dan berharap akan berubah dengan sendirinya tanpa kita melakukan usaha. Pola pikir fixed mindset seperti itu malah tidak akan membawa kita kemana-mana. Bahkan resolusi tahunan pun juga tidak akan bisa tercapai. Sebelum memasang target atau memperbarui resolusi, coba kita buka pikiran kita. Menjadi sosok yang growth mindset.

                 -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase... Memasuki minggu ke-2, turnamen mingguan Sparta masih belum begitu menggeliat. Beberapa orang loyalis Sparta masih belum bisa bergabung di tourney kali ini, dengan penyebab satu dan lain hal. 

Seperti minggu lalu, persaingan di grup A nampak lebih berat jika dibandingkan dengan grup B. Result fase penyisihan grup menghasilkan; Bagas dan Fathur sebagai juara grup A, diikuti oleh Fatoni dan Dumai sebagai runner up-nya. Sementara yang menjadi juara grup B adalah Faisal R dan Rizki A, disusul oleh Odod dan Peter sebagai runner up-nya.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Bagas dan Fathur, runner up grup: Fatoni dan Dumai 

Grup B, Juara grup: Faisal R dan Rizki A, runner up grup: Odod dan Peter 

Sama seperti minggu lalu, hasil undian untuk babak semifinal mempertemukan para semifinalis secara menyilang. Pada bagan atas Faisal R dan Rizki A VS Fatoni dan Dumai dimenangkan oleh pasangan Fatoni dan Dumai yang merupakan runner up grup A dengan skor 42-36.

Pada bagan bawah mepertemukan Bagas dan Fathur VS Odod dan Peter. Laga semifinal ini dimenangkan oleh pasangan Bagas dan Fathur dengan skor cukup meyakinkan. 42-26.

Sama juga seperti minggu lalu, finalis kali ini berasal dari grup yang sama, yaitu grup A. Babak final mempertemukan Fatoni dan Dumai dengan Bagas dan Fathur. Set pertama dibuka dengan saling susul menyusul poin. Salah satu pasangan tak pernah leading lebih dari 3 poin. Kedua pasangan ini bermain sangat apik, sehingga menciptakan tontonan yang seru. Keduanya tidak mau mengalah begitu saja. Saking ketatnya laga final kali ini, berjalan hingga set pertama ditutup dengan skor 21-20 untuk keunggulan sementara Fatoni dan Dumai

Pada set ke-2 pasangan Fatoni dan Dumai mencoba menjaga ritme permainan. Strategi mereka lumayan berhasil, hingga mereka bisa leading 25-21. Tapi Bagas dan Fathur tak tinggal diam, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 25-25. Bagas dan Fathur membalikkan keadaan leading 27-25. Skor kembar 27-27terjadi setelah disamakan oleh Fatoni dan Dumai. Setelah itu mereka selalu leading 1-3 poin. Lagi-lagi Bagas dan Fathur menyamakan kedudukan pada skor 35-35. Saling susul menyusul poin menyebabkan skor kembar 36-36, 37-37, dan 38-38. Di penghujung set ke-2 Fatoni dan Dumai berhasil menambah 4 poin, sementara Bagas dan Fathur hanya menambah 1 poin saja. Babak final berakhir dengan 42-39 untuk kemenangan pasangan Fatoni dan Dumai, sebagai Juara Turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ke-2 tahun 2026.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 11 Januari 2026;

Juara 1 Fatoni dan Dumai

Juara 2 Bagas dan Fathur

Juara Faisal R dan Rizki A / Odod dan Peter 

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-2 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Growth mindset membantu mencapai resolusi dengan mengubah cara pandang terhadap kegagalan menjadi pelajaran, fokus pada kemajuan kecil yang konsisten, menerima ketidaksempurnaan, dan melihat tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan alasan menyerah, dengan cara menghargai proses, belajar dari kritik, dan terus mengembangkan diri melalui usaha keras. 

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.


Minggu, 04 Januari 2026

Reportase Sparta Goes To Garut, 28 Desember 2025 dan Turnamen Mingguan Sparta, 4 Januari 2026

 “The secret of change is to focus all your energy not on fighting the old, but on building the new.”

                                                                          Socrates


Minggu terakhir  sebagai penutup tahun 2025, pada tanggal 28 Desember 2025 barudak SPARTA untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar kota untuk Friendly Match. Dan kali ini pilihannya adalah berkunjung ke markas SBS Garut di GOR SAS Pataruman, Tarogong Kidul - Garut.

Sebagian besar barudak SPARTA touring dengan sepeda motor sebagai sarana transportasinya, karena dirasa akan lebih efektif untuk menembus kemacetan lalu lintas yang sering terjadi pada suasana liburan panjang. Dan ada 4 orang yang perjalanannya menggunakan sebuah mobil.

Bukan barudak SPARTA namanya kalo tidak 'ngaret' (sebenarnya ini bukan image yang baik, tapi mau gimana lagi?). Dengan memakai titik kumpul di Ampera Parakan Muncang pukul 6.30, dan baru berangkat pada pukul 7.30.  Dengan 4 sepeda motor: Peter, Alwi, Chandra, Natha, Odod, dan Dena. Plus Denasebuah mobil yang berisi Bagas, Fajar, Fatoni dan Desta, kami meluncur menuju Garut. lalu lintas yang masih lengang dengan udara pagi yang segar membuat kami tiba di GOR SAS Pataruman - Garut pada pukul 8.30. Lebih cepat dari perkiraan kami. Bahkan lebih cepat dari tuan rumah. Jadi kami sarapan dulu nasi kuning dan lontong kari di depan GOR SAS Pataruman. 

O ya selain rombongan di atas, ada beberapa orang lagi yang berangkat mandiri dengan sepeda motor. Mereka adalah: Fathur dari Cijambe Ujung Berung, Fery dan istrinya dari Bandung, Azmi dari Jatinangor, Rafi dengan Pak Ahrianto, ibunya dan seseorang dari Majalaya yang berangkat ke Garut via Kamojang. dan yang terakhir adalah Rizaldi yang berangkat via Cijapati. Sementara Hizkia Ken, sudah standbye  di Garut sejak tanggal 22 Desember 2025.

Tak lupa moment ini diabadikan dengan foto bersama.



Sebanyak 19 laga Friendly Match berhasil digelar. Dengan hasil akhir 12-7 untuk keunggulan tuan rumah. Mungkin faktor kelelahan perjalanan dan main tidak ngotot membuat barudak Sparta menderita kekalahan. O ya, reportase tentang SPARTA GOES TO GARUT terlambat dibuat karena menunggu catatan result dari Friendly Match yang dibuat oleh Hizkia Ken, yang ternyata diberikan kepada Rahmat, admin SBS Garut dan berujung lupa nyimpan dan dinyatakan catatannya hilang.

Setelah beres Friendly Match, barudak SPARTA dijamu tuan rumah dengan sajian nasi liwet dengan segala lauk pauknya yang cukup lengkap. 

Setelah perut sudah full tank, agenda dilanjutkan dengan acara berendam di Nagara Hot Spirngs - Cipanas Garut. Barendam di air panas membuat badan kembali segar dan otot-otot yang lelah menjadi lebih relax. Yang ikutan berendam di Nagara Hot Springs adalah: Peter, Fatoni, Hizkia Ken, Odod, Fathur, Dena ZM, Desta, Alwi, Bagas, Fajar dan Azmi. Sementara Chandra, Natha, Fery (dan istrinya), Rizaldi, Rafi dan partner, Pak Ahrianto beserta istrinya, langsung pulang.




Setelah acara berendam kelar, perut terasa lapar lagi. Atas rekomendasi dari Hizkia Ken sebagai orang Garut, kami pun labjut kulineran makan di Baso Gotan. Dari 11 orang yang ikut berendam, hanya 9 orang yang lanjut ikutan makan baso. Fathur dan Azmi memutuskan pulang duluan karena takut terjebak macet.

Perut sudah dihangatkan oleh kuah baso, saatnya MARKIPUL alias mari kita pulang. Perjalanan pulang tidak secepat saat berangkat, karena lalu lintas lebih padat dan adanya sistem buka tutup. Puji Tuhan - Alhamdulillah kami tiba di rumah masing-masing dengan selamat. Next kita kemana lagi???

                 -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase... Minggu, 4 Januari 2026 menjadi episode pembuka Turnamen Mingguan Sparta di musim 2026. Suasana hari terakhir liburan membuat beberapa orang Spartan masih belum bisa bergabung di turney kali ini. Ada yang masih menghabiskan waktu berwisata dengan keluarga, ada juga yang masih di luar kota. 

Tidak banyak Spartan yang konfirmasi di turney kali ini. Tapi yang datang sebagian adalah para 'suhu' alias pemain-pemain terbaik di Sparta. Jadi sekalipun sedikit tapi persaingannya sangat sengit.

Grup A boleh dibilang adalah grup neraka, sehingga terjadi persaingan sangat ketat. Dena ZM dan Bagas berhasil menjadi juara grup, sementara Fathur dan Odod finish sebagai runner up-nya. Berbeda dengan yang terjadi pada grup B. Faisal R dan Firman N yang tersingkir di grup A, setelah 'hijrah' ke grup B, mereka justru keluar sebagai juara grup B. Noval dan Fani harus puas menjadi runner up grup B.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Dena ZM dan Bagas, runner up grup: Fathur dan Odod

Grup B, Juara grup: Faisal R dan Firman N, runner up grup: Noval dan Fani 

Hasil pengundian untuk babak semifinal, membuat pertemuan menyilang antar semifinalis. Pada bagan atas Dena ZM dan Bagas harus menjalani pertandingan super ketat dan sangat melelahkan terlebih dahulu, sebelum mereka berhasil memenangkan laga semifinal dengan skor tipis 42-40, atas lawannya Noval dan Fani.

Pada bagan bawah; runner up grup A, Fathur dan Odod berhasil menyingkirkan juara grup A, Faisal R dan Firman N dengan skor 42-32.

Babak final mempertemukan kembali sesama pesaing di grup A. Laga final Dena ZM dan Bagas VS Fathur dan Odod menjadi ajang pembuktian siapa yang terbaik di turney mingguan kali ini. Apakah Dena ZM dan Bagas akan mengulang kemenangan mereka? atau Fathur dan Odod yang berhasil membalas kekalahan mereka?

Set pertama dibuka dengan pertarungan cukup ketat. Saling susul menyusul poin terjadi hingga kedudukan 10-10. setelah itu Dena ZM dan Bagas selalu leading sepanjang set pertama. Hingga set pertama berakhir dengan 21-14 untuk keunggulan sementara Dena ZM dan Bagas atas lawannya,  Fathur dan Odod.

Pada set ke-dua Dena ZM dan Bagas masih mendominasi permainan. Kondisi stamina Odod yang sudah sangat terkuras, sempat menjadi bulan-bulanan dari Dena ZM dan Bagas yang membuatnya harus pontang-panting jatuh-bangun mengejar bola. Dena ZM dan Bagas  Berkali-leading hingga 5 poin, namun berkali-kali pula Fathur dan Odod mendekatkan skor hingga hanya selisih 1 poin saja. Di penghujung set ke-dua Fathur dan Odod tancap gas berhasil mendulang banyak poin, memanfaatkan momentum Dena ZM dan Bagas yang banyak melakukan kesalahan sendiri. Fathur dan Odod berhasil menyamakan kedudukan 41-41. Kalau sudah skor kaya begini, faktor siapa yang lebih fokus dan fakor keberuntungan, menjadi sangat penting. Akhirnya Dena ZM dan Bagas berhasil memenangkan laga final yang sangat melelahkan buat kedua finalis ini, dengan skor super ketat 42-41.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 4 Januari 2026;

Juara 1 Dena ZM dan Bagas

Juara 2 Fathur dan Odod

Juara Noval dan Fani / Faisal R dan Firman N

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-1 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya..