Powered By Blogger

Minggu, 07 Juni 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 7 Juni 2026

“Stay afraid, but do it anyway. What’s important is the action. You don’t have to wait to be confident. Just do it and eventually the confidence will follow.”

Carrie Fisher

Apakah kamu sering menunggu waktu yang tepat untuk memulai sesuatu? Mungkin kamu berpikir, “Nanti saja kalau kondisinya lebih baik” atau “Aku akan mulai ketika aku sudah punya kepercayaan diri.” Namun, tahukah kamu? Waktu yang tepat itu sebenarnya tidak akan pernah datang. Seringkali, kita terjebak dalam pemikiran bahwa ada waktu yang sempurna untuk memulai sesuatu, padahal kenyataannya, waktu itu hanya akan datang jika kita berani memulai. Jadi, apakah kamu siap untuk menghentikan penundaan dan mulai melangkah?


Mengapa Kita Selalu Menunggu Waktu yang Tepat?

Sebagian besar orang merasa lebih nyaman untuk menunggu waktu yang tepat, yang mereka anggap akan memberi mereka lebih banyak kesempatan atau mempermudah perjalanan mereka. Mungkin kamu merasa tidak siap atau belum cukup berkompeten untuk melangkah maju. Hal ini sangat wajar, tetapi jika kita terus menunggu waktu yang tepat, kita justru akan terjebak dalam rasa nyaman yang menghalangi kemajuan kita.

Tapi tahukah kamu bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana? Banyak hal yang tidak bisa diprediksi, dan kadang kita harus berani mengambil langkah meski tidak semuanya sempurna. Dalam kehidupan dan karier, tidak ada yang benar-benar sempurna. Jika kamu terus menunggu “waktu yang tepat”, kamu hanya akan semakin jauh dari tujuanmu.

Menunda Adalah Musuh Utama Kesuksesan

Kebiasaan menunda-nunda adalah salah satu hal yang paling merugikan ketika kita merasa ragu untuk memulai. Setiap kali kita berkata “nanti”, kita memberi ruang bagi rasa takut, keraguan, dan ketidakpastian untuk menguasai pikiran kita. Padahal, dengan memulai lebih awal, kita bisa belajar, berkembang, dan meningkatkan diri.

Jika kita terus menunggu waktu yang sempurna, kita akan selalu merasa tidak siap. Pada akhirnya, kita akan merasa semakin jauh dari tujuan kita dan merasa lebih tidak percaya diri. Padahal, yang sebenarnya dibutuhkan untuk sukses adalah tindakan dan komitmen untuk bergerak maju meskipun kondisi belum ideal.

Mengapa Kamu Tidak Bisa Menunggu Lagi?

1. Kesempatan Tidak Menunggu 

Kesempatan untuk sukses atau meraih impian bisa datang kapan saja, dan kesempatan itu sering kali tidak menunggu kita. Kalau kita terus menunda, kita bisa kehilangan peluang besar yang bisa mengubah hidup kita. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa besok akan ada kesempatan yang lebih baik. Waktu yang tepat mungkin tidak datang, dan justru yang penting adalah bagaimana kita merespons kesempatan yang ada saat ini.

2. Belajar dari Pengalaman

Setiap langkah yang diambil, meskipun itu langkah kecil, akan membawa kita lebih dekat kepada tujuan. Bahkan jika kita membuat kesalahan, itu adalah bagian dari proses belajar. Jangan khawatir untuk gagal; yang terpenting adalah kamu terus melangkah dan berkembang.

3. Keberanian untuk Mengambil Risiko

Keberhasilan sering kali datang dari kemampuan untuk mengambil risiko. Mengambil langkah meskipun tidak ada jaminan atau kepastian adalah hal yang diperlukan untuk maju. Kita harus berani melangkah meskipun belum ada jaminan kesuksesan. Di kampus ini, mahasiswa diberikan wawasan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan hidup dan karier dengan keberanian dan keyakinan.

4. Mengubah Pola Pikir

Perubahan dimulai dari pola pikir. Alih-alih menunggu waktu yang tepat, lebih baik kita mulai merubah cara berpikir kita. Mulailah berpikir bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk bertindak, dan setiap langkah yang kita ambil adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.

Bagaimana Cara Mengatasi Kebiasaan Menunggu Datangnya Rasa Percaya Diri?

1. Tetapkan Tujuan yang Jelas

Salah satu cara untuk mengatasi penundaan adalah dengan menetapkan tujuan yang jelas. Ketika kamu tahu apa yang ingin dicapai, kamu akan lebih mudah menemukan alasan untuk mulai bertindak. Tentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, dan buat rencana untuk mencapainya.

2. Ambil Langkah Kecil

Tidak perlu melakukan semuanya sekaligus. Mulailah dengan langkah kecil dan secara bertahap bangun momentum. Dengan mengambil tindakan kecil setiap hari, kamu akan mulai merasa lebih percaya diri dan lebih dekat dengan tujuanmu.

3. Ubah Perspektifmu tentang Waktu

Alihkan pandanganmu tentang waktu. Daripada melihat waktu sebagai hambatan, lihatlah waktu sebagai kesempatan untuk berkembang. Setiap momen adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh, dan semakin cepat kamu mulai, semakin banyak yang bisa kamu capai.

4. Jangan Takut untuk Gagal

Ketakutan akan kegagalan sering kali menjadi penyebab utama penundaan. Namun, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kita harus belajar untuk bangkit dari kegagalan dan terus berusaha. Seperti yang dijelaskan dalam artikel ini, kesuksesan datang dari kualitas diri dan integritas yang dibangun dengan konsistensi, bukan dari menunggu waktu yang sempurna.

5. Bersikap Proaktif

Tindakan proaktif akan membantu kita menghindari penundaan. Alih-alih menunggu kesempatan datang, kita harus menciptakan kesempatan dengan bertindak. Menjadi proaktif berarti mengambil kontrol penuh atas kehidupan kita dan tidak menunggu keadaan berubah.

Saatnya Mulai Sekarang!

Jangan menunggu waktu yang tepat, karena waktu yang tepat itu tidak akan pernah datang. Yang perlu kamu lakukan adalah mulai sekarang dan bertindak sesuai dengan tujuan yang sudah kamu tetapkan. Tidak ada jaminan bahwa setiap langkah akan mulus, tetapi setiap langkah yang kamu ambil akan membawa kamu lebih dekat dengan impian mu. Dan setelah kamu berhasil melaluinya, maka rasa percaya diri itu akan datang dengan sendirinya.

Waktu untuk berkembang adalah sekarang, bukan nanti. Jadi, jangan tunggu lagi! Ambil langkah pertama dan buat perubahan besar dalam hidupmu! Pede aja!!!

                 -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase... Tanpa terasa kita sudah memasuki bulan baru lagi, Bulan Juni 2026. Suhu udara terasa panas menyengat di dalam GOR ABA. Seperti biasa kalo suhu panas lantai lapangan akan terasa lebih licin. Dari pada terjadi yang tidak diinginkan, anak-anak Sparta sampai rela ngepel lapang. etelah dipel terasa keset dan lebih enak. Tapi itu tak berlangsung lama, karena lantai kembali licin lagi. Semprotan air gula juga efeknya hanya terasa singkat sekali, sehingga harus diulang berkali-kali.

Karena yang berpartisipasi di turney kali ini lumayan banyak, fase penyisihan grup dibagi menjadi 4 grup. Tentu saja kali ini jadi memakan waktu lebih panjang. Turney pun baru berakhir pada pukul 18.30. 

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak quarterfinal;

Grup A, Juara grup: Noval dan Rama Dhany. runner up grup: Fatoni dan Alvin S

Grup B, Juara grup: Ahrianto dan Redy, runner up grup: Dumai dan Fery

Grup C, Juara grup: Satya dan Adil. runner up grup: Peter dan Yudi H

Grup D, Juara grup: Fathur dan Alvan S, runner up grup: Rafi dan Razaq

Hasil pengundian babak quarterfinal menghasilkan 6 pasang quarterfinalis bertemu secara menyilang, dan 2 pasang kembali bertemu dengan sesama grupnya sendiri.

Pada bagan atas, Fathur dan Alvan S yang berhadapan dengan Dumai dan Fery, berhasil memenangi laga ini dengan skor 42-36 dan melaju ke babak semifinal. Satya dan Adil yang kembali bertemu dengan sesama pesaing di grup C, Peter dan Yudi H sukses mengulang kemenangan. Mereka membukukan kemenangan telak 42-28 atas lawannya.

Pada bagan bawah, Noval dan Rama Dhany yang merupakan juara grup A, harus takluk dari sang runner up grup D, Rafi dan RazaqRafi dan Razaq mencatatkan kemenangan sangat tipis 42-41 atas Noval dan Rama Dhany. Pada laga lainnya, Ahrianto dan Redy berhasil menumbangkan Fatoni dan Alvin S dengan skor sukup meyakinkan, 42-26.

Fathur dan Alvan S VS Satya dan Adil bertemu pada bagan atas laga semifinal. Laga ini dimenangkan oleh Satya dan Adil dengan skor 42-36. Sementara pada bagan bawah babak semifinal bertanding antara Rafi dan Razaq VS Ahrianto dan Redy. Laga Ayah VS Anak ini dimenangkan sang Ayah,  Ahrianto dan Redy dengan skor 42-30.

Babak final mempertemukan pasangan muda pendatang baru, Satya dan Adil dengan pasangan gado-gado veteran-senior, Ahrianto dan Redy. Set pertama dibuka dengan cukup imbang hingga menjelang akhir pertengahan set pertama. Namun setelah memasuki pertengahan set pertama Satya dan Adil tampil lebih impresif. Melakukan serangan-serangan smash mematikan. Mereka pun mulai leading dalam perolehan poin. rata-rata mereka leading4-6 poin. Set pertama ditutup dengan 21-13 untuk keunggulan sementara Satya dan Adil.

Pada set ke-2 Ahrianto dan Redy berusaha menyusul perolehan poin lawannya dengan mengubah pola permainan lebih melakukan placing dan serangan-serangan menyilang. Strategi ini terlihat cukup membuahkan hasil. Gap perbedaan poin pun berhasil didekatkan. Namun Satya dan Adil tak tinggal diam, mereka mencoba meningkatkan tensi permainan dan mengajak bermain bola-bola lebih cepat. Ahrianto harus beberapa kali rehat untuk minum dan mengatur nafas. Usia memang tidak bisa bohong. Menghadapi anak muda yang masih memiliki semangat dan tenaga yang tinggi, bukanlah perkara yang mudah. Redy juga beberapa kali terlihat keteteran saat mengcover lapangan. Tapi semangat Ahrianto dan Redy tak mau menyerah begitu saja. Malah dalam satu kali service tercatat mereka pernah mengumpulkan 6 poin secara berturut-turut. Laga final berakhir dengan 42-38 untuk kemenangan Satya dan Adil. Mereka berdua menyegel gelar juara Turnamen Mingguan Sparta menjadi milik mereka untuk pertama kalinya. 

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 7 Juni 2026;

Juara 1 Satya dan Adil

Juara 2 Ahrianto dan Redy

Juara Fathur dan Alvan S / Rafi dan Razaq

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-17 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
 
Anda memegang prinsip yang sangat tepat. Menunggu hingga merasa percaya diri sebelum memulai sering kali hanya menjebak kita dalam penundaan. Sebaliknya, kepercayaan diri yang sejati justru datang setelah kita mengambil tindakan. Lakukan saja langkah pertama, dan biarkan proses tersebut membangun keyakinan Anda.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya







Minggu, 31 Mei 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 31 Mei 2026

“Your talent determines what you can do. Your motivation determines how much you are willing to do. Your attitude determines how well you do it.”

Lou Holtz

Bakat, motivasi dan sikap ketiganya membentuk siklus yang saling menguatkan. Talent atau Bakat adalah potensi bawaan, motivasi adalah bahan bakar (dorongan) untuk mengasahnya, dan attitude (sikap) adalah fondasi moral yang memastikan potensi tersebut terarah pada tujuan yang benar.


Berikut adalah rincian korelasi antara ketiganya:

1. Bakat (Talenta) ⇨ Potensi

  • Definisi: Kecerdasan atau kemampuan alami seseorang untuk menguasai bidang tertentu dengan lebih cepat.
  • Korelasinya: Bakat ibarat benih unggul. Tanpa adanya motivasi dan sikap yang baik, bakat tidak akan berkembang dan hanya menjadi potensi yang terpendam.

2. Motivasi (Motivasi) ⇨ Penggerak

  • Definisi: Dorongan internal atau eksternal yang membuat seseorang terus berusaha, belajar, dan berkembang.
  • Korelasinya: Motivasi menentukan sejauh mana seseorang bersedia melatih bakatnya. Jika seseorang memiliki bakat musik tetapi malas berlatih, bakat tersebut akan ditinggalkan oleh orang yang mungkin kurang berbakat namun memiliki motivasi tinggi untuk belajar.

3. Attitude (Sikap) ⇨ Pengendali Arah 

  • Definisi: Pola pikir, nilai, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan maupun orang lain.
  • Korelasinya: Sikap menentukan apakah seseorang dapat menerima kritik saat berlatih, pantang menyerah, dan tetap rendah hati. Bakat hebat dan motivasi tinggi tanpa sikap yang baik seringkali membuat seseorang mudah sombong atau mudah hancur saat menghadapi kegagalan.

Hubungan Ketiganya dalam Siklus

  • Bakat + Motivasi = Menghasilkan kompetensi tingkat tinggi\(\rightarrow \)Menjadi pintar atau ahli.
  • Bakat + Attitude = Sumber daya keahlian yang berkarakter, etis, dan dapat dipercaya orang lain.
  • Motivasi + SAttitude = Membuka ruang untuk mempelajari hal baru meskipun seseorang tidak memiliki bakat alami di bidang tersebut.
Jadi manakah yang lebih penting? Bakat, Motivasi atau Sikap? 
  • Sikap (attitude) adalah faktor paling penting karena menjadi fondasi yang menentukan bagaimana Anda mengelola bakat dan mempertahankan motivasi. Bakat hanyalah potensi awal, motivasi memberikan dorongan, tetapi sikap menentukan konsistensi dan ketahanan Anda dalam menghadapi kegagalan.Peran masing-masing elemen dalam kesuksesan:Sikap (Attitude): Karakter, integritas, dan cara Anda merespons situasi. Sikap yang baik membuat Anda mudah beradaptasi, mau belajar, dan mampu bertahan melewati masa-masa sulit.
  • Motivasi (Motivation): Dorongan atau alasan kuat yang membuat Anda ingin bertindak. Motivasi memberikan energi, tetapi sifatnya sering naik-turun.
  • Bakat (Aptitude): Kemampuan bawaan atau potensi alami dalam bidang tertentu. Bakat akan menjadi sia-sia dan tidak berkembang tanpa adanya sikap disiplin.
                 -----oooOOOooo-----

Kembali ke reportase... Tanpa terasa kita baru saja menuntaskan turney mingguan Sparta edisi terakhir di Bulan Mei. Susana libur panjang kolaborasi antara Idul Adha, Hari Raya Waisak, dengan Hari lahir turut memberi dampak ke agenda mabar Sparta. Spartan yang biasanya rajin datang, banyak diantaranya menghilang sejenak untuk pulang kampung atau pergi liburan. It is what it is, The show must go on. Untunglah ketidakhadiran beberpa orang Spartan tergantikan oleh dua orang yang baru bergabung. Selamat datang dan Selamat bergabung untuk Satya dan Imba.

Turney  hari ini dimulai cukup telat, tapi berjalan dengan lancar dan selesai jauh sebelum jadwal mabar berakhir.

Result babak penyisihan grup memunculkan juara dan runner up grup di grupnya masing-masing. Pada grup A, kolaborasi sangat solid dari Stefanus dan Bagas membuat mereka keluar sebagai juara grup. Setelah secara mengejutkan berhasil mengalahkan seeding teratas di grupnya, yaitu Rama Dhany dan Herman. Hasil ini otomatis membuat Rama Dhany dan Herman harus puas berada di posisi runner up.
Untuk grup B, kekuatan tandem Fatoni dan Fathur tak terbentung. Mereka sukses memenangi semua laga di grup B yang menmbuat mereka menerima ganjaran sebagai juara grup. Sementara posisi runner up ditempati oleh pasangan muda pendatang baru Satya dan Imba.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Stefanus dan Bagas. runner up grup: Rama Dhany dan Herman

Grup B, Juara grup: Fatoni dan Fathur, runner up grup: Imba dan Satya

Hasil pengundian untuk babak semifinal kali ini, menghasilkan pertemuan saling menyilang antar keempat semifinalis. 

Pada bagan atas Fatoni dan Fathur dengan Rama Dhany dan Herman awalnya dianggap sebagai 'final kepagian', tapi rupanya tidak demikian. Kondisi fisik Herman yang kelelahan setelah staminanya terkuras habis, membuat pasangan Rama Dhany dan Herman tidak bisa berbuat banyak saat melawan Fatoni dan Fathur. Tanpa kesulitan yang berarti Fatoni dan Fathur sukses menundukkan lawannya dengan skor 42-25.

Sementara pada bagan bawah terjadi pertarungan sangat sengit antara  Stefanus dan Bagas VS Imba dan Satya. Pertandingan super ketat ini akhirnya dimenangkan oleh  Stefanus dan Bagas dengan skor 42-40.

Babak final kembali mempertemukan dua finalis minggu lalu, yaitu Fathur VS Stefanus. Tapi kali ini mereka berpartner dengan pasangan yang berbeda. Di babak final saling berhadapan antara  Fatoni dan Fathur dengan Stefanus dan Bagas.

Set pertama dibuka dengan dominasi pasangan Fatoni dan Fathur yang terlihat nyata. Mereka sepertinta tak mau memberi sedikitpun celah untuk  Stefanus dan Bagas mengembangkan permainan. Mereka langsung leading 8-2. Jarak 6 poin ini terus mereka pertahankan bahkan menjelang set pertama berakhir mereka menjauhkan perolehan poin sampai 10 poin. Set pertama pun akhirnya dituntaskan dengan 21-10 untuk keunggulan sementara Fatoni dan Fathur.

Pada set ke-2 Fatoni dan Fathur tak sedikitpun mengendurkan tensi permainan. Mereka masih bermain sangat solid, sekalipun diwarnai oleh sedekah poin berkali-kali akibat service error Fatoni. Kematangan mental bermain di lapangan membuat pasangan ini tampil lebih relax. Sebaliknya dengan Stefanus dan Bagas yang malah makin banyak melakukan unforced error. Tak mengherankan jika Fatoni dan Fathur  berhasil makin menjauhkan perolehan poin bahkan hingga 15 poin sejak pertengahan set ke-2. Dan babak final pun akhirnya dimenangkan oleh Fatoni dan Fathur dengan skor cukup jauh 42-27. Selamat kepada FaFa alias Fatoni dan Fathur sebagai juara minggu ini. Kepada Stefanus dan Bagas teruslah berproses. 

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 31 Mei 2026;

Juara 1 Fatoni dan Fathur

Juara 2 Stefanus dan Bagas

Juara Rama Dhany dan Herman / Imba dan Satya

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-16 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Bakat ibarat bahan bakar awal, namun motivasi adalah mesin yang menggerakkan, dan attitude adalah setir yang mengarahkannya ke tujuan yang tepat. Tanpa keduanya, bakat yang hebat sekalipun akan mandek, tidak berkembang, dan bahkan bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya





Minggu, 24 Mei 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 24 Mei 2026

 “Show respect to people even when they don't deserve it; not as a reflection of their character, but as a reflection of yours.”

Dave Willis

Tak semua orang bisa menyukai atau menerima kepribadian kita. Begitu juga dengan sikap kita yang tak bisa menyukai semua orang yang kita kenal. Karena satu dan lain hal, bisa jadi kita tak menyukai seseorang. Entah karena sikapnya, kebiasaannya, atau perlakuannya pada kita.

Meski begitu, kadang kita masih harus tetap menunjukkan rasa respek padanya. Sekalipun kita tak menyukai sikapnya, kita perlu menjaga hubungan baik dengannya. Misalnya, karena dia adalah orang yang masih memiliki ikatan darah dengan kita atau karena dia atasan kita di kantor. Tak mudah memang untuk memposisikan diri untuk tetap respek pada orang yang tak kita suka. Tapi selalu ada cara kita untuk mencoba.

Pahami Situasinya, Jangan Sampai Merugikan Orang Lain

Sebagai contoh, kamu membenci si A di kantormu. Sikapnya sering membuatmu jengkel dan sebal. Tapi kamu masih harus tetap menjaga komunikasi dengannya karena profesionalisme kerja harus tetap dijaga. Kalau kamu malah "perang dingin" dengan si A, bisa-bisa rekan kerjamu yang lain seperti si B dan si C kena getahnya. Jadi, selalu pahami situasinya dan jangan sampai kita terlalu egois dan merugikan lebih banyak orang.

Tak semua orang bisa menyukai atau menerima kepribadian kita. Begitu juga dengan sikap kita yang tak bisa menyukai semua orang yang kita kenal. Karena satu dan lain hal, bisa jadi kita tak menyukai seseorang. Entah karena sikapnya, kebiasaannya, atau perlakuannya pada kita.

Meski begitu, kadang kita masih harus tetap menunjukkan rasa respek padanya. Sekalipun kita tak menyukai sikapnya, kita perlu menjaga hubungan baik dengannya. Misalnya, karena dia adalah orang yang masih memiliki ikatan darah dengan kita atau karena dia atasan kita di kantor. Tak mudah memang untuk memposisikan diri untuk tetap respek pada orang yang tak kita suka. Tapi selalu ada cara kita untuk mencoba.

Terima Kenyataan Kalau Tak Ada Manusia yang Sempurna Tak bisa dipungkiri setiap orang punya sisi positif dan negatif. Ada kelebihan juga kekurangan yang dimilikinya. Boleh jadi kamu membenci seseorang karena perlakuannya yang buruk padamu. Tapi bisa jadi ia adalah sosok penting dalam keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Membenci Hanya Akan Membebani Diri Sendiri

Semakin lama kamu memendam sebuah kebencian, semakin tak tenang hidupmu. Kamu akan dibikin capek sendiri dengan rasa bencimu terhadap orang lain. Hal tersulit bukanlah bagaimana cara kita bersikap pada orang lain tapi cara kita berdamai dengan diri sendiri. Saat kita sudah bisa berdamai dengan diri sendiri, nantinya akan lebih mudah untuk menata sikap kita di depan orang lain.

Buat Dirimu Terlihat Lebih Baik Darinya

Membalas api dengan api hanya akan memperburuk masalahnya. Sebaliknya, coba untuk jadi air. Padamkan kebencian dengan keikhlasan. Jadikan dirimu terlihat lebih baik darinya. Tunjukkan bahwa kamu tetap bisa bahagia dan tersenyum. Nanti, kalau ia dengan sendirinya akhirnya sadar bakal menaruh respek padamu, kok.

Kita tak bisa hidup seorang diri di dunia ini. Ada hal-hal yang mungkin tak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Tapi kita selalu bisa berusaha untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri untuk melakukan yang terbaik di hidup kita.

Tetap semangat, ya guys! Jangan sampai kebencianmu pada seseorang malah membuat hidupmu tak tenang.

                 -----oooOOOooo-----

Kembali ke reportase... Minggu, 24 Mei 2026 jalanan di Bandung dipenuhi oleh para bobotoh Persib yang melakukan konvoi merayakan kemenangan. Euforia bobotoh menimbulkan kemacetan luar biasa di perempatan Jl. Muhammad Toha. Kendaraan admin stuck disana lebih dari 1 jam. Melihat lampu hijau dan lampu merah puluhan kali menyala tanpa makna. 

Setelah bisa lolos dari kepungan kemacetan Muhammat Toha, perjalanan admin selanjutnya terasa sangat lancar. Baru kali ini admin tiba di GOR jam 13.00 lebih! Di GOR ABA para Spartan sudah setia menunggu. Tanpa banyak basa-basi proses pengundian pun langsung dilakukan.

Karena para Spartan sudah datang dan siap tanding, maka jalannya turney terasa begitu lancar tanpa ada hambatan. Sehingga turney mingguan kali ini selesai sekitar pukul 16.00.

Result babak penyisihan di grup A 'melahirkan' pasangan muda Stephen dan Stefanus sebagai juara grup, disusul oleh Hizkia Ken dan Yudi H sebagai runner up-nya. Sementara di grup B, Fathur dan Rama Dhany merajai peta persaingan dan keluar sebagai juara grup.  Didampingi oleh Fatoni dan Noval yang menjadi runner up grup B.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Stephen dan Stefanus. runner up grup: Hizkia Ken dan Yudi H

Grup B, Juara grup: Fathur dan Rama Dhany, runner up grup: Fatoni dan Noval

Pertemuan saling menyilang antar semifinalis menjadi hasil pegundian babak semifinal kali ini.  Pada bagan atas pertemuan Fathur dan Rama Dhany VS Hizkia Ken dan Yudi H dimenangkan secara meyakinkan oleh Fathur dan Rama Dhany dengan skor sangat telak 42-21.

Sementara pada bagan bawah pertemuan Stephen dan Stefanus VS Fatoni dan Noval dimenangkan oleh Stephen dan Stefanus. Perolehan poin Fatoni dan Noval yang sudah memimpin jauh, tertikung di di penghujung set ke-2. Poin mereka tertahan di angka 40, karena Stephen dan Stefanus berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan laga semifinal dengan skor tipis 42-40.

Babak final kali ini mempertemukan pasangan senior Fathur dan Rama Dhany dengan pasangan junior Stephen dan Stefanus. Set pertama dibuka oleh Fathur dan Rama Dhany yang langsung mendominasi permainan. Tanpa basa-basi mereka langsung leading 2-3 poin dan menjaganya secara disiplin tanpa bisa disusul disamakan skornya oleh Stephen dan StefanusStephen dan Stefanus hanya sempat merapatkan selisih 1 poin lalu kembali tertinggal lagi, hingga set pertama berakhir dengan skor 21-19 untuk keunggulan sementara Fathur dan Rama Dhany.

Pada set ke-2 tak ada perubahan signifikan secara strategi maupun pola permainan dari kedua finalis kita kali ini. Fathur dan Rama Dhany masih bermain secara taktis dan menunggu momentum untuk melakukan serangan. Sementara Stephen dan Stefanus bermain lebih cepat dan powerful. Di set ke-2  Fathur dan Rama Dhany makin merenggangkan jurang skor. Mereka tercatat beberapa kali leading dengan skor cukup jauh, rata-rata mereka memimppin 6-8 poin. Kondisi angkle kaki Stephen yang sakit pada awal set ke-2, sangat berpengaruh terhadap performanya di lapangan. Akhirnya babak final minggu ini ditutup oleh Fathur dan Rama Dhany dengan skor 42-33. Gelar juara ini menghantarkan Rama Dhany menempati ranking teratas di Sparta. Rama Dhany berhasil menggeser posisi Herman sebagai ranking pertamaSparta selama berminggu-minggu. Rama Dhany berhasil menyandingkan gelar ranking pertama dan pemegang medali terbanyak di edisi Turnamen Mingguan Sparta kali ini.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 24 Mei 2026;

Juara 1 Fathur dan Rama Dhany

Juara 2 Stephen dan Stefanus

Juara Fatoni dan Noval / Hizkia Ken dan Yudi H

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-15 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Saat kamu tetap menghormati orang lain di tengah perlakuan buruk, kamu sedang menunjukkan kualitas diri dan kedewasaan emosi kamu sendiri. Kamu tidak membiarkan sikap negatif orang lain mendikte atau merusak karakter kamu.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.




Minggu, 17 Mei 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 17 Mei 2026

“Don't judge each day by the harvest you reap but by the seeds that you plant.”

Robert Louis Stevenson

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang terbiasa menilai segalanya dari hasil akhir. Kesuksesan sering diukur dari pencapaian, angka, atau pengakuan yang terlihat. Padahal, di balik setiap hasil, ada proses panjang yang penuh usaha, kegagalan, dan pembelajaran. Menghargai proses sama pentingnya dengan merayakan hasil.

Proses adalah tempat belajar sebenarnya

Dalam proses, kita belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan cara menghadapi tantangan. Kesalahan yang terjadi selama perjalanan memberi pelajaran berharga yang tidak selalu terlihat dari hasil akhir. Tanpa proses, perkembangan diri tidak akan terjadi secara utuh.

Proses membentuk karakter

Hasil bisa datang dan pergi, tetapi karakter yang terbentuk selama proses akan menetap lebih lama. Cara kita bertahan saat sulit, bangkit setelah gagal, dan tetap berusaha ketika keadaan tidak ideal adalah bagian penting dari pembentukan diri.

Tidak semua usaha langsung membuahkan hasil

Ada kalanya seseorang sudah berusaha keras, tetapi hasil yang diharapkan belum tercapai. Jika hanya fokus pada hasil, kondisi ini bisa menimbulkan rasa kecewa dan putus asa. Dengan menghargai proses, usaha yang dilakukan tetap memiliki makna, meski hasilnya belum terlihat sekarang.

Proses membantu menikmati perjalanan

Ketika terlalu terikat pada hasil, perjalanan sering terasa melelahkan dan penuh tekanan. Menghargai proses membantu kita lebih hadir dalam setiap langkah, menikmati kemajuan kecil, dan merasakan kepuasan dari usaha yang dilakukan hari demi hari.

Hasil bukan satu-satunya ukuran keberhasilan

Keberhasilan tidak selalu tentang pencapaian besar. Konsistensi, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus belajar juga merupakan bentuk keberhasilan yang sering luput disadari. Semua itu lahir dari proses, bukan semata dari hasil.

Mengurangi tekanan dan perbandingan

Fokus berlebihan pada hasil sering membuat kita membandingkan diri dengan orang lain. Dengan menghargai proses, perhatian beralih pada perjalanan pribadi masing-masing. Hal ini membantu mengurangi tekanan dan membuat langkah terasa lebih ringan.

Penutup

Menghargai proses berarti menghargai diri sendiri dan setiap usaha yang telah dilakukan. Hasil memang penting, tetapi proseslah yang memberi makna dan membentuk siapa kita sebenarnya. Dengan fokus pada proses, perjalanan hidup terasa lebih bermakna, tenang, dan penuh pembelajaran.

                 -----oooOOOooo-----

Kembali ke reportase... Minggu, 17 Mei 2026 sebenarnya secara teknis merupakan Turnamen edisi minggu ke-13. Tapi berhubung Minggu kemarin semua Spartan yang terlibat di acara Friendly Match diberikan poin 5040 sebagai penghargaan dan dicatat sebagai penambahan poin pada minggu ke-13, maka Minggu ini menjadi Turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ke-14.

Cuaca hari ini cukup terik, Namun pada pukul 14.30 wilayah sekitar GOR ABA diguyur hujan cukup deras tapi tidak berlangsung lama. 

Hasil drawing minggu ini sebenarnya kekuatannya cukup merata di masing-masing grup. dan tak bisa dipungkiri grup A merupakan grup neraka karena berisi pemain-oemain unggulan. Dari persaingan tersebut, pasangan Fatoni dan Herman harus terhempas dari grup A karena bermain kurang maksimal. Yang menjadi juara grup A adalah Faisal R dan Yudi H. Didampingi oleh Rizaldi dan Rama Dhany sebagai runner up-nya.

Peta persaingan yang terjadi di grup B berlangsung lebih sengit, karena ketiga pasangan saling mengalahkan. Sehingga semua  pasangan sama-sama mengantongi 1 kemenangan dan 1 kekalahan. Penghitungan selsisih poin pun jadi solusi akhir dalam menentukan siapa yang berhasil menjadi juara dan runner up grup B. Peter dan Hizkia Ken dengan hasil akhir unggul 10 poin berhasil melenggang ke babak semifinal. Pasangan Noval dan Dumai sekalipun hanya memiliki poin 0, tapi mereka berhak menjadi runner up grup B. Sementara Jordi dan Razaq harus puas menjadi juru kunci grup B karena mereka mengantongi poin -10. Kegagalan mereka tak lepas dari buah kekalahan mereka melawan dari pasangan Peter dan Hizkia Ken dengan skor cukup jauh.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Faisal R dan Yudi H. runner up grup: Rizaldi dan Rama Dhany 

Grup B, Juara grup: Peter dan Hizkia Ken, runner up grup: Noval dan Dumai

Hasil drawing babak semifinal mempertemukan keempat semifinalis secara menyilang. Pada bagan atas Faisal R dan Yudi H bertemu dengan Noval dan Dumai. Laga semifinal pada bagan atas dimenangkan oleh Faisal R dan Yudi H dengan skor 42-31. Sementara pada bagan bawah yang mempertemukan juara grup B Peter dan Hizkia Ken VS runner up gru A, Rizaldi dan Rama Dhany. dimenangkan oleh  Rizaldi dan Rama Dhany dengan skor 42-33.

Babak final kembali mempertemukan sesama rival dari grup A. Finalis kita kali ini adalah Faisal R dan Yudi H VS Rizaldi dan Rama Dhany. Pertandingan final kali ini berlangsung cukup alot. Setiap poin diperoleh melalui rally-rally panjang yang melelahkan. Awal set pertama berlangsung cukup ketat, dimana kedua finalis saling tak mau mengendurkan tensi permainan. Faisal R dan Yudi H  berkali-kali leading 1-3 poin, namun berkali-kali pula Rizaldi dan Rama Dhany berhasil menyamakan kedudukan. Bahkan sempat membalikan keadaan. namun sejak sepertiga terakhir set pertama Faisal R dan Yudi H bermain lebih solid, hingga mereka berhasil menutup set pertama dengan 21-16.

Pada set ke-2 tak ada perubahan strategi dan pola permainan dari kedua finalis. Faisal R dan Yudi H beberapa kali memperjauh jurang skor. Tercatat beberapa kali mereka leading 5 poin. Rizaldi dan Rama Dhany harus bekerja lebih keras untuk agar mereka tak tertinggal terlalu jauh. Dan mereka berhasil mengumpulkan 4 poin secara berturut-turut hingga skor mereka mendekat 27-28. Faisal R dan Yudi H tak tinggal diam, mereka kembali melesatkan perolehan poin mereka dan kembali leading 5 poin. Lagi-lagi  Rizaldi dan Rama Dhany berhasil mendapatkan poin beruntun yang mendekatkan skor mereka menjadi 34-35.  Untuk kedua kalinya pasangan ini kurang 1 poin saja untuk menyamakan kedudukan. Sejak itu perolehan poin Faisal R dan Yudi H tak terkejar lagi. Sebuah service tanggung dari Rama Dhany yang berhasil dimatikan oleh Faisal R dengan smash keras. Poin tersebut menjadi poin menutup babak final. Faisal R dan Yudi H  menyegel gelar juara minggu ini dengan skor 42-38. Setelah melalui sebuah babak final yang berlangsung cukup lama, yaitu sekitar 31 menit. Berbeda dari final-final biasanya, yang hanya memakan waktu maksimal 24 menit.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 17 Mei 2026;

Juara 1 Faisal R dan Yudi H 

Juara 2 Rizaldi dan Rama Dhany

Juara Noval dan Dumai / Peter dan Hizkia Ken

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-14 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta


Hasil adalah target, namun proses membentuk karakter, memberikan pembelajaran, dan membangun fondasi kemampuan. Tanpa proses yang benar, pencapaian akan sulit dipertahankan. Namun, idealnya keduanya harus seimbang; proses yang baik akan menghasilkan buah yang bermakna.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.

Senin, 11 Mei 2026

Reportase Friendly Match Sparta VS PB Blue Saphire, 10 Mei 2026

 "Olahraga mengajarkan arti sesungguhnya dari sebuah tim: Bekerja sama, saling percaya, dan tumbuh bersama."

Anonim

Minggu, 10 Mei 2026 Sparta kedatangan tamu PB Blue Saphire dari Bekasi. PB Blue Saphire memboyong 30an orang sebagai squad andalannya. Dengan 12 orang diandaranya bergender perempuan. Sementara Dari Sparta diperkuat oleh 34 orang, terdiri dari 27 laki-laki dan 7 orang perempuan.



Dengan menggunakan 3 lapang sebagai arena Friendly Match kali ini, namun tetap saja membuat antrian sangat panjang, khususnya buat pemain laki-laki. Karena para squad perempuan dari Sparta bermain rangkap, bisa dibilang mereka main sangat puas karena bisa bermain beberapa kali. Sementara dari para squad laki-laki hanya bisa bermain 1-2 kali saja.

Flyer FM Sparta VS PB Blue Saphire versi Sparta








Flyer FM Sparta VS PB Blue Saphire versi PB Blue Saphire

 

Meskipun tamu datang sekitar jam 12an lebih, tapi pada kenyataanya acara Friendly Match belum bisa langsung dimainkan, mengingat mereka baru beres makan siang, ditambah dengan lapangan juga belum siap.

Sebanyak 34 partai berhasil dituntaskan. Berhubung banyak yang belum puas bermain, maka diputuskan Hari Minggu kemarin, agendaTurnamen Mingguan Sparta ditiadakan. Namun para Spartan tak perlu kuatir, karena semua spartan yang hadir dan menjadi Squad andalan Sparta, diganjar dengan poin 5040.

Dari 34 partai laga Friendly Match, Sparta meraih 22 partai menang dan 12 partai kalah. Kemenangan bukanlah tujuan utama dari setiap event Friendly match. Karena admin yakin semua Spartan sudah berusaha yang terbaik yang bisa mereka lakukan.









Di setiap laga Friendly Match rasanya tak lengkap jika tidak ada sessi foto bersama. Dan dibawah ini foto kenangan manis yang tersaji di Friendly Match Sparta VS PB Blue Saphire Hari Minggu, 10 Mei 2026. 



Intan admin PB Blue Saphire memberikan bouquet Antangin dan Salonpas yang dirangkai dengan sangat cantik kepada Sparta, yang diwakili oleh admin Sparta. Hadiah yang sangat pas buat kaum vintage he he he... Setelah selesai acara Friendly match isi dari buquet tersebut langsung dibagi-bagikan. Karena admin lupa membawa mascot yang sudah disiapkan sebagai kenang-kenangan untuk PB Blue Saphire, maka hadiahnya akan dikirim melalui kurir. 



Pada kesempatan ini, ijinkan admin mengucapkan permohonan maaf bila ada yang merasa kurang puas terutama buat mereka yang hanya berkesempatan main 1 kali. Next kita gass lagi di Friendly Match berikutnya, yang masih akan di gelar pada bulan ini.

Pada kesempatan ini pula Sparta mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan keluarga besar PB Blue Saphire ke markas Sparta. Mohon maaf bila ada kekurangan atau ketidaknyamanan dari kami sebagai tuan rumah. Semoga nanti Squad Sparta bisa melakukan kunjungan balasan ke markas PB Blue saphire di Bekasi.

Berhubung Minggu, 10 Mei 2026 Turnamen Mingguan Sparta tidak bisa digelar, maka update yang tersedia hanya perubahan komposisi ranking setelah semua peserta Friendly match diganjar 5040 poin.

Update ranking Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...



Minggu, 03 Mei 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 3 Mei 2026

"Your words are like a mirror of your heart.  If you want to measure the essence of your character, record your words and listen to yourself." 

Carl Crouse

Di dunia yang serba cepat ini, di mana jari lebih dahulu bergerak sebelum hati sempat berpikir, kita hidup di zaman yang penuh suara tetapi minim makna. Orang berbicara dengan mudah—di ruang kelas, di media sosial, bahkan di mimbar-mimbar keagamaan—namun semakin jarang yang benar-benar mendengar. Di antara derasnya kata-kata itu, kita sering lupa satu hal yang paling sederhana namun paling penting: menjaga mulut.


Di dunia yang serba cepat ini, di mana jari lebih dahulu bergerak sebelum hati sempat berpikir, kita hidup di zaman yang penuh suara tetapi minim makna. Orang berbicara dengan mudah—di ruang kelas, di media sosial, bahkan di mimbar-mimbar keagamaan—namun semakin jarang yang benar-benar mendengar. Di antara derasnya kata-kata itu, kita sering lupa satu hal yang paling sederhana namun paling penting: menjaga mulut.

Menjaga mulut bukan sekadar menahan diri dari kata-kata kasar. Ia adalah cermin kedewasaan jiwa, kemampuan untuk menimbang makna sebelum bicara, dan kesadaran bahwa setiap kata yang keluar punya daya cipta: bisa menyembuhkan, bisa pula melukai. 

Dalam konteks sosial, mulut memiliki peran besar dalam membentuk iklim kehidupan. Data dari We Are Social tahun 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 79% masyarakat Indonesia aktif di media sosial, dengan rata-rata waktu penggunaan lebih dari 3 jam per hari. Di ruang digital itulah, “mulut” kini menjelma menjadi jari dan teks. Sekali mengetik, sekali mengunggah, sekali berkomentar—dampaknya bisa menjalar lebih cepat dari api di padang kering.

Kita menyaksikan banyak kisah tragis lahir dari ketidak terjagaan mulut: perundungan daring yang membuat remaja kehilangan semangat hidup, ujaran kebencian yang memecah belah persaudaraan, dan fitnah yang menghancurkan nama baik orang dalam sekejap. Semua bermula dari kalimat yang tak ditimbang, dari emosi yang tak dikendalikan. Di dunia maya, setiap orang merasa punya hak untuk berbicara, tetapi lupa punya tanggung jawab untuk berpikir.

Fenomena ini menandai krisis etika komunikasi yang kian dalam. Padahal, kata adalah energi. Ia bisa menenangkan yang gelisah, memberi arah pada yang tersesat, bahkan menghidupkan harapan bagi yang hampir putus asa. Namun ketika kata digunakan tanpa empati, ia berubah menjadi racun yang merusak peradaban.

Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga mulut juga berarti menjaga hubungan. Banyak keluarga retak bukan karena kekurangan harta, tetapi karena kelebihan kata. Banyak persahabatan hancur bukan karena perbedaan prinsip, tetapi karena kalimat yang salah tempat. Seorang ahli komunikasi dari Harvard, Dr. Albert Mehrabian, menyebut bahwa hanya 7% dari komunikasi manusia yang disampaikan melalui kata-kata, sementara 38% melalui intonasi suara, dan 55% melalui bahasa tubuh. Artinya, bukan hanya apa yang kita katakan yang penting, tetapi bagaimana kita mengatakannya.

Sayangnya, dalam kesibukan modern ini, orang sering terburu-buru bicara tanpa memperhatikan nada dan rasa. Kita ingin didengar, tapi enggan mendengar. Kita ingin dipahami, tapi jarang berusaha memahami. Padahal, mulut yang tidak dijaga sering kali lebih tajam daripada pedang. Luka dari senjata bisa sembuh, tetapi luka dari kata bisa mengendap bertahun-tahun dalam hati seseorang.

Menjaga mulut juga berarti menjaga integritas diri. Dalam dunia akademik, misalnya, betapa sering kita mendengar dosen, pejabat, atau bahkan tokoh publik berbicara lantang soal kejujuran, tetapi dalam tindakan justru sebaliknya. Lidah memang tidak bertulang, tetapi ia bisa menelanjangi karakter seseorang. Orang bijak pernah berkata, “Berilah aku waktu lima menit mendengar seseorang berbicara, maka aku tahu kualitas hidupnya.” Kata mencerminkan isi kepala, dan cara berbicara mencerminkan isi hati.

Namun, menjaga mulut di era kebebasan berekspresi sering dianggap kuno. Banyak orang merasa bahwa membungkam lidah sama dengan kehilangan hak berbicara. Padahal, diam bukan selalu tanda ketakutan, melainkan kadang justru bentuk kebijaksanaan. Filsuf Yunani kuno, Socrates, pernah memberi tiga saringan sebelum seseorang berbicara: apakah yang akan dikatakan itu benar, bermanfaat, dan perlu. Jika tidak memenuhi satu pun dari tiga hal itu, maka lebih baik diam.

Diam bukan berarti pasif. Diam adalah ruang untuk mendengar, merenung, dan menyaring niat. Dalam keheningan, seseorang belajar menimbang antara kata yang akan menyejukkan dan kata yang akan menyulut bara.

Di sisi lain, menjaga mulut juga erat kaitannya dengan kesehatan mental. Sebuah penelitian di Journal of Positive Psychology (2022) menunjukkan bahwa orang yang terbiasa mengendalikan kata-katanya cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan hubungan sosial yang lebih harmonis. Mengapa? Karena setiap kali kita menahan diri untuk tidak berkata kasar atau membalas dengan emosi, kita sebenarnya sedang menenangkan diri sendiri. Menjaga mulut adalah latihan mengelola hati.

Sayangnya, di tengah budaya “cepat dan instan”, refleksi seperti ini mulai ditinggalkan. Banyak orang lebih senang bereaksi daripada berefleksi. Padahal, bangsa besar tidak dibangun oleh suara yang keras, melainkan oleh tutur yang bijak. Kita bisa menengok kembali sejarah Nusantara yang penuh pepatah tentang kebijaksanaan berbicara. Orang Jawa mengenal ungkapan, “Ajining diri saka lathi, ajining rogo saka busono” harga diri seseorang terletak pada lisannya, sebagaimana tubuh dihargai dari pakaiannya. Sementara dalam budaya Minang dikenal nasihat, “Mulutmu harimaumu”, yang mengingatkan bahwa bencana terbesar sering lahir dari lidah sendiri.

Renungan tentang menjaga mulut sejatinya adalah renungan tentang kemanusiaan. Sebab manusia adalah satu-satunya makhluk yang diberi kemampuan berbahasa dengan makna. Kata-kata bisa menjadi doa, tetapi bisa juga menjadi dosa. Ia bisa membangun dunia, tetapi juga bisa menghancurkannya.

Menjaga mulut berarti belajar mengatur jarak antara pikiran dan ucapan, antara niat dan tindakan. Ia menuntut kesadaran bahwa setiap kata adalah benih yang akan tumbuh menjadi kenyataan. Ketika kita berbicara buruk tentang orang lain, kita sedang menanam kebencian di hati sendiri. Tetapi ketika kita menebar kata yang baik, kita sedang menyiram benih kebaikan yang suatu hari akan berbuah dalam kehidupan kita.

Akhirnya, menjaga mulut bukan berarti mengekang diri, melainkan membebaskan diri dari penyesalan. Sebab tidak ada yang lebih menyakitkan daripada menyadari bahwa luka yang kita buat pada orang lain berasal dari kata-kata kita sendiri.

Di era ketika dunia begitu bising, mungkin kebijaksanaan terbesar bukanlah berbicara lebih keras, tetapi berbicara lebih lembut—atau kadang, memilih diam dengan penuh makna. Sebab diam yang bijak lebih berharga daripada kata-kata yang gegabah.

Menjaga mulut adalah menjaga hati. Dan siapa yang mampu menjaga hatinya, dialah yang akan mampu menjaga dunia di sekelilingnya. Karena sejatinya, kata-kata yang keluar dari mulut hanyalah gema dari isi jiwa. Jika hati penuh kasih, maka tutur pun menyejukkan. Jika hati keruh, maka kata menjadi racun. Maka sebelum berbicara, tengoklah dulu ke dalam diri: apakah hatimu jernih atau berdebu?

Barangkali itulah makna terdalam dari menjaga mulut—bukan sekadar menahan lidah, tetapi mendidik jiwa untuk berbicara dengan kasih, mendengar dengan empati, dan diam dengan kebijaksanaan. Sebab pada akhirnya, bukan seberapa banyak kata yang kita ucapkan yang akan diingat orang, tetapi seberapa hangat mereka merasa setelah mendengarnya.

                 -----oooOOOooo-----

Setelah diganjar 2 hari libur (Mayday dan Hari Sabtu), Tanpa terasa Hari Minggu ini kita sudah menapakkan kaki di minggu pertama Bulan Mei. Tanggal 3 Mei 2026 merupakan turney Mingguan Sparta edisi minggu ke-12. 

Meskipun siang nan terik tapi tadi Bandung sempat diguyur hujan deras juga. Untunglah semua Spartan sudah berada di GOR ABA. Yang datang kehujanan hanya Dena ZM saja.

Turney minggu ini berjalan sangat lancar, terlihat dari babak final yang sudah bisa digelar pada pukul 16.00 WIB. Dan walktu yang tersisa bisa dimanfaatkan untuk mabar.

Dari hasil drawing, admin mencatat ada 3 pasang yang diunggulkan hari ini. Mereka adalah: Dena ZM dan Hizkia Ken, Barry dan Rama Dhany, lalu satu lagi adalah .

Dan benar saja ketiga pasangan unggulan diatas semuanya lolos ke semifinal. Namun sedikit yang mengejutkan yang terjadi di grup A adalah: Dena ZM dan Hizkia Ken hanya fisnish diposisi runner up grup. Karena mereka kalah dari pasangan Stephen dan Stefanus. Entah karena Dena ZM masih jet lag karena baru tiba di GOR ABA dan langsung disuruh main. Sementara di grup B masih sesuai prediksi. Apin dan Fathur keluar sebagai juara grup, disusul oleh Barry dan Rama Dhany sebagai runner up-nya.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Stephen dan Stefanus. runner up grup: Dena ZM dan Hizkia Ken

Grup B, Juara grup: Apin dan Fathur, runner up grup: Barry dan Rama Dhany

Hasil pengundian untuk babak final kali ini, berbeda dengan minggu-minggu lalu. Yang mempertemukan para semifinalis secara menyilang. Kali ini para semifinalis kembali bertemu dengan pesaing sesama grupnya.

Pada bagan atas Dena ZM dan Hizkia Ken sang runner up grup A, berhasil memenangi laga semifinal sebagai ajang pembalasan, setelah sebelumnya di babak penyisihan mereka kalah 36-42 dari Stephen dan Stefanus. Di semifinal mereka 'melunasi hutang kekalahannya' dengan menang 42-31.

Pada bagan bawah Apin dan Fathur berhasil mengulang kemenangan atas lawannya Barry dan Rama Dhany. Di fase penyisihan grup mereka menang 42-36, dan di semifinal mereka menang lagi dengan 42-37.

Babak final minggu ini menjadi babak final yang ideal, karena mempertemukan 2 unggulan teratas. Pertemuan Dena ZM dan Hizkia Ken dengan Apin dan Fathur menjanjikan tontonan laga final yang sangat menarik.

Set pertama dibuka dengan ketatnya susul menyusul poin. Saling menyamakan kedudukan terjadi secara berurutan hingga skor 8-8. Apin dan Fathur sempat leading 2-3 poin, namun kembali bisa disamakan oleh Dena ZM dan Hizkia Ken pada kedudukan 14-14. Konsistensi Apin dan Fathur menghasilkan pentutupan set pertama dengan skor 21-18, untukkeunggulan sementara pasangan ini. 

Pada set ke-dua strategi dan pola permainan dari kedua finalis tak banyak berubah. Apin dan Fathur yang bermain agresif kerap kali mendulang banyak poin dari serangan-serangan mereka. Sementara  Dena ZM dan Hizkia Ken yang merupakan kombinasi pemain attacker dengan pemain control/placing boleh dibilang perbaduan yang sangat baik. Namun pada set ke-dua ini mereka banyak membuat 'lubang' yang menjadi titik lemah untuk diserang lawannya. Pada satu kesempatan Apin dan Fathur pernah leading hingga 9 poin, pasa kedudukan 33-24. Berkali-kali didekatkan skornya oleh Dena ZM dan Hizkia Ken, namun berkali-kali juga mereka meninggalkan perolehan poin lawannya. Saat kedudukan 39-32, Dena ZM dan Hizkia Ken secara beruntun berhasil menambah poin dalam satu kali service. Tercatat 5 poin berhasil mereka raih. Tapi apa daya, Apin dan Fathur lebih dahulu berhasil menutup set ke-dua dengan 42-39. Dengan demikian Apin dan Fathur berhasil menjadi juara minggu ini. Hasil ini pula mencatatkan nama Apin dan Fathur meraih emas pertama mereka di musim 2026.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 3 Mei 2026;

Juara 1 Apin dan Fathur 

Juara 2 Dena ZM dan Hizkia Ken

Juara Stephen dan Stefanus / Barry dan Rama Dhany

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-12 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Jika seseorang sering mengucapkan perkataan yang baik, positif, dan membangun, itu sering kali menandakan hatinya yang bersih dan penuh kebaikan. Sebaliknya, perkataan kasar atau kotor dapat mencerminkan kondisi hati yang belum terjaga.
Karena kata-kata bisa melukai atau membangun, menjaga lisan adalah bentuk kebijaksanaan agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.