Powered By Blogger

Minggu, 04 Oktober 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 4 Oktober 2026

 “Pain is inevitable. Suffering is optional. Say you’re running and you think, ‘Man, this hurts, I can’t take it anymore. The ‘hurt’ part is an unavoidable reality, but whether or not you can stand anymore is up to the runner himself."

Haruki Murakami

Jika hidup adalah sebuah perjalanan. Lalu, sejauh kita melangkahkan kaki hingga saat ini, berapa kali kita jatuh? Berapa kali kita gagal? Berapa kali kita merasa terpuruk dan seakan tak bisa melangkah lagi?

Kegagalan, kesulitan, dan penderitaan adalah bagian dari pengalaman hidup manusia yang tidak dapat dihindari. Dari waktu ke waktu, kita akan berjumpa dengan peristiwa-peristiwa yang tidak terduga, dan mungkin saja membuat kita terjebak dalam keterpurukan. Begitulah roda kehidupan berjalan.

Setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam menanggapi peristiwa kemalangan. Sebagian orang terjebak dalam keterpurukan, tapi sebagian yang lain memilih untuk berusaha bangkit dari keterpurukan dan belajar dari pengalaman sulit itu. Perbedaan cara dalam bereaksi terhadap kemalangan dipengaruhi oleh sumber daya psikologis yang dimiliki oleh seseorang. Dalam bahasa psikologi, sumber daya psikologis yang mendorong seseorang untuk bangkit kembali dari keterpurukan, akrab disebut sebagai resiliensi.

“Seperti bola bekel, seseorang yang resilien akan memantul dan naik kembali dengan cepat saat terjatuh.”

Resiliensi diartikan sebagai sebuah kapasitas dinamis pada seseorang untuk bisa bertahan dan pulih dari tantangan yang mengancam stabilitas dan kelangsungan hidup. Resiliensi dapat juga dilihat sebagai kemampuan yang memengaruhi keberhasilan seseorang dalam mengatasi stres. Seseorang yang resilien memiliki peluang lebih besar untuk bisa menyesuaikan diri, bangkit, dan tetap berkembang meskipun berhadapan dengan situasi sulit atau terpuruk.

Seseorang yang resilien memiliki kecenderungan bahwa ia telah berdamai dengan emosi negatifnya sehingga ia merasa netral atau merasakan emosi positif meskipun berada dalam situasi stres. Emosi positif inilah yang membuat seseorang mampu bangkit dari situasi terpuruknya. Dampaknya, orang-orang dengan kemampuan resilien yang baik akan merasakan kesejahteraan dan kepuasan dalam hidup baik secara fisik, psikologi maupun spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dapat mencegah atau mengurangi tingkat keparahan kecemasan dan depresi saat seseorang berada dalam situasi penuh tekanan.

Resiliensi terdiri dari lima aspek yang menandakan seseorang memiliki kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan. Berikut ini adalah aspek-aspek resiliensi yang dijelaskan oleh Connor dan Davidson.

1. Kompetensi Personal, Standar yang Tinggi, dan Kegigihan

Saat berada dalam situasi sulit, seseorang yang resilien memiliki sikap optimis dan tidak putus asa dalam mencapai tujuan hidup yang telah direncanakan. Seseorang yang resilien juga senantiasa berusaha melakukan yang terbaik dalam menghadapi setiap tantangan dalam hidup.

2. Percaya terhadap Naluri, Toleransi terhadap Afek Negatif, dan Kuat Menghadapi Tekanan

Dalam situasi sulit, seseorang yang resilien memiliki keteguhan hati dan rasa percaya diri untuk mampu mengatasi tantangan hidup dengan kekuatan yang dimilikinya. Di sisi lain, resiliensi akan membantu seseorang untuk tenang, fokus, dan mampu membuat keputusan sulit saat berada di bawah tekanan.

3. Penerimaan Positif terhadap Perubahan dan Kemampuan Menjalin Hubungan yang Aman dengan Orang Lain

Seseorang yang memiliki resiliensi berusaha untuk menerima diri dan situasi hidup yang ada secara apa adanya. Hal ini membuat seseorang mudah menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang terjadi dalam hidup. Seseorang yang mudah menyesuaikan diri dengan perubahan akan mampu mengembangkan potensi positif dalam dirinya di berbagai situasi. Di sisi lain, seseorang yang resilien memiliki hubungan sosial yang hangat dengan orang-orang di sekitarnya. Ia juga tahu dengan pasti kapan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan apabila dirasa ia tisak mampu mengatasi kesulitannya sendiri.

4. Kontrol diri

Seseorang yang resilien berusaha berpikir jernih dan mengatasi pikiran-pikiran buruk yang datang saat ditimpa kesulitan. Resiliensi yang dimiliki juga dapat membantu seseorang untuk pulih secara emosional dan tidak larut dalam suasana hati yang kelam. Selain itu, seseorang yang resilien berusaha bertindak secara hati-hati dalam situasi apa pun. Ia memastikan segala yang dilakukan dibawah kontrol dan kesadaran diri yang penuh.

5. Spiritualitas

Spiritualitas adalah aspek resiliensi yang berkaitan dengan nilai-nilai ketuhanan. Seseorang yang resilien berpegang teguh pada nilai-nilai spiritual, sehingga senantiasa meyakini bahwa Tuhan akan menyertai, menolong, dan memberikan yang terbaik bagi setiap makhluk-Nya. Dengan spiritualitas, seseorang juga akan menemukan makna dan pelajaran di balik pengalaman hidup yang pahit. Makna dan pelajaran ini adalah bekal yang menjadikan seseorang lebih tangguh dan kuat untuk menjalani setiap fase kehidupan.

Jika kegagalan, kesulitan, dan penderitaan adalah kepastian dalam hidup, maka kita perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi-situasi di luar kendali diri kita. Karena, satu-satunya yang bisa kita kendalikan secara utuh hanyalah diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita perlu belajar untuk menjadi tangguh dan kuat. Belajar menjadi pribadi yang memiliki kapasitas untuk menyesuaikan diri, pulih secara emosional, dan tetap berkembang secara sehat saat menghadapi situasi sulit. Belajar untuk tetap menegakkan kepala, walaupun badai silih berganti menerpa.

                -----oooOOOooo----


Kembali ke reportase...  Perjalanan admin menuju GOR ABA dipayungi mendung sebagai pertanda akan turun hujan. Dan benar saja menjelang pukul 14.30 hujan turun dengan derasnya, seperti air yang ditumpahkan dari langit. Berisiknya suara hujan membuat polusi suara di dalam GOR ABA, tapi positifnya suhu udara di dalam GOR terasa lebih adem dan nyaman.

Saat proses drawing jumlah partisipan di tourney mingguan Sparta kali ini masih ganjil. Yang tentu saja akan membuat salah satu peserta dipastikan akan menjadi kontestan yang harus menunggu pasangan dari yang sudah gugur di grup sebelah. Dari hasil undian, Peter menerima takdir sebagai peserta yang masih 'menggantung' menunggu peserta yang tidak lolos dari grup A sebagai partnernya nanti.

Ditengah turney yang sudah berlangsung, Nongol-lah Fathur, yang seperti kebiasaannya datang tanpa konfirmasi (yang selama ini harus dimaklumi semua orang). Sesuai tradisi di turney mingguan Sparta, orang yang datang kemudian setelah proses drawing akan berpasangan dengan peserta yang belum punya pasangan. Yang artinya; hari ini dia harus berpasangan dengan Peter. Setelah diperhatikan dia hanya duduk-duduk saja main hp dan tidak kunjung bersiap, Peter pun menghimbau dia untuk segera bergegas untuk bertanding dengan peserta dari grup B. Tapi dia menolak dengan alasan hanya mau mabar saja. It's Okay! Tidak masalah. Namun yang menyampaikan kepada admin kalo dia tidak mau berpartner sama Peter, dengan alasan: Males buang-buang waktu!!!.  Padahal sepanjang mereka berpartneran hasilnya tidak buruk juga.  Minimal masuk semifinal, bahkan beberapa kali final. Yang perlu di-notice sama dia, sebenarnya selama ini justru banyak yang males berpartner sama dia dan minta ke admin supaya di-skip bila hasil drawing pasangannya adalah dia. Bukan masalah skill tapi lebih ke attitude di lapangan. Sekalian saja pada kesempatan ini admin perjelas ; 75% member Sparta tidak sudi partneran sama dia. Jadi sepanjang 2 tahun terakhir dia selalu dapat partner bagus atau partner yang legowo berpasangan dengan dia (termasuk bertukar peran menggantikan orang-orang yang tidak mau berpartneran sama dia). Dan perlu dicatat: Peter adalah segelintir orang yang selama ini masih bersedia menjadi 'tumbal' menggantikan orang-orang yang minta di-skip partneran sama dia. Mungkin selama ini dia tidak menyadari kalo dirinya adalah public enemy di Sparta. Banyak orang yang tidak mau datang lagi ke Sparta gara-gara ulah dia. Maaf bila admin menulis ini dalam keadaan emosi, dan supaya semuanya jadi terang benderang tentang problematika selama ini.

Balik lagi ke hasil turney... Akhirnya Peter berpartner dengan 2 orang yang berbeda: Odod dan Dumai dalam 2 kali pertandingan. Dikarenakan Odod dan Dumai sudah kelelahan di laga-laga sebelumnya. Ditambah karena sudah lama tidak mabar kondisi fisik mereka berdua juga jadi lumayan menurun. Intinya, Peter yang berpartner sama Odod dan Dumai hanya mengisi kekosongan drawing saja.

Result pertandingan fase penyisihan grup memunculkan nama-nama yang menjadi juara dan runner up grup. Pada grup A:  Amed dan Faisal R finish sebagai juara grup, disertai oleh Yudi H dan Fatoni sebagai runner up-nya. Sementara pada grup B, pasangan muda dan 'tak terpisahkan' Stefanus dan Stephen berhasil menjadi juara grup. Didampingi oleh Rama Dhany dan Herman yang harus puas menempati posisi runner up grup B.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Amed dan Faisal R. runner up grup: Yudi H dan Fatoni

Grup B, Juara grup: Stefanus dan Stephen, runner up grup: Rama Dhany dan Herman 

Lagi-lagi takdir pengundian babak semifinal kembali mempertemukan keempat semifinalis dengan sesama pesaing grupnya masing-masing. Pada bagan atas pertemuan ulang antara Amed dan Faisal R VS Yudi H dan Fatoni kembali dimenangkan oleh Amed dan Faisal R, dengan skor 42-33. 

Pada bagan bawah terjadi 'epik' balas dendam dari pasangan senior Rama Dhany dan Herman kepada pasangan juniornya, Stefanus dan Stephen yang sebelumnya mempecundangi mereka di babak penyisihan. Setelah di babak penyisihan Rama Dhany dan Herman menderita kekalahan 36-42 dari lawannya, di semifinal mereka membalikkan keadaan dengan memenangi laga ini 42-35.

Laga puncak minggu ini mempertemukan Juara grup A, Amed dan Faisal R dengan runner up grup B, Rama Dhany dan Herman. Set pertama dibuka dengan saling susul menyusul poin yang sangat imbang. Namun pertandingan sengit ini hanya berlangsung hingga pertengahan set pertama. Setelah kedudukan 9-9, Rama Dhany dan Herman penampilan mereka mulai menurun. Kondisi fisik mereka disinyalir menjadi penyebab utama menurunnya performa mereka. Hal ini disebabkan stamina mereka terkuras saat menghadapi Stefanus dan Stephen di laga semifinal. Dari pertengahan set pertama perolehan poin Amed dan Faisal R mulai jauh memimpin. Set pertama pun berakhir dengan 21-13.

Pada set ke-2, Amed dan Faisal R masih tampil konsisten dan dominan menguasai laga final. Mereka tanpa basa-basi langsung mendulang banyak poin awal set ke-2. Tercatat pertambahan 6 poin secara beruntun dalam satu kali service. Mereka terus menambah poin secara simultan. Berbeda terbalik kondisinya dengan Rama Dhany dan Herman yang selama set ke-2 hanya berhasil menambah 4 poin saja. Laga final berakhir untuk kemenangan Amed dan Faisal R dengan skor sangat jomplang, 42-17.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 4 Oktober 2026;

Juara 1 Amed dan Faisal R

Juara 2 Rama Dhany dan Herman

Juara 3 Yudi H dan Fatoni / Stefanus dan Stephen

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-31 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta


Hidup sering kali menghadapkan kita pada pilihan yang sulit, namun pilihan paling krusial yang bisa kita kendalikan adalah: memilih untuk bangkit atau tetap berada dalam penderitaan.
Memilih untuk bangkit bukan berarti melupakan rasa sakit, melainkan sebuah keputusan berani untuk mengambil kendali atas masa depan Anda sendiri.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya


Minggu, 27 September 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 27 September 2026

"A true winner is defined not by never failing, but by having the resilience to never give up."

 Bishop G.E. Patterson

Pantang menyerah adalah sikap tidak berputus asa dari terpaan masalah. Sikap pantang menyerah diikuti dengan keyakinan dapat bangkit dari keterpurukkan.


Pernah tidak mendengar orang berkata, “Aku tuh kaya emang begini orangnya” setiap kali menerima masukan dari orang lain. Tanpa sadar pemikiran tersebut didasari pada keyakinan bahwa kekurangan yang ada dalam diri tidak dapat diubah. Terbiasa untuk melabeli diri sendiri dengan hal-hal negatif, tetapi tidak berusaha untuk mengubahnya.

Jika seseorang percaya bahwa kita adalah orang yang tidak bisa berbicara di depan umum, maka ia sedang memanifestasikan dirinya untuk seperti itu selamanya. Ia tidak berusaha untuk mempelajari bagaimana cara lebih percaya diri berbicara di depan umum.

Akhirnya, orang itu jadi menghindari setiap kesempatan yang ada untuk berbicara di depan umum. Padahal, kemampuan kita dapat berkembang jika terus berusaha dan pantang menyerah.

Arti Pantang Menyerah

Pantang menyerah adalah sikap tidak mudah putus asa ketika mendapatkan tantangan. Seseorang yang memiliki sikap pantang menyerah tidak akan pasrah pada keadaan dan dapat bangkit dari keterpurukkan. Walaupun kehidupan seringkali penuh dinamika dan tidak selalu mudah untuk menghadapinya, seseorang yang pantang menyerah akan meyakini keadaan dapat berubah dan kemampuan diri dapat berkembang.

Meneladani salah satu sikap pantang menyerah dari founding father Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja yang mengatakan jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali. Artinya kesulitan apapun yang dihadapi, pasti bisa diatasi asal punya keinginan untuk berjuang.

Seorang konsultan sumber daya manusia asal Amerika Serikat bernama Paul G. Stoltz, Ph.D. selama belasan tahun meneliti kunci kesuksesan bagi para top manager di perusahaan terkemuka dunia. Hasil penelitian itu menghasilkan sebuah teori bernama “Adversity Quotient”.

Secara spesifik Stoltz mendefenisikan adversity quotient adalah sikap pantang menyerah seseorang saat menghadapi tantangan dalam setiap kondisi. Ia memiliki daya tahan tinggi dan tahan banting dalam menghadapi kesulitan, hambatan, tidak akan mengulangi kesalahan, dan bertanggungjawab atas apa yang telah dilakukannya.

Cara Agar Pantang Menyerah

Sikap pantang menyerah dapat dilatih dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut cara agar pantang menyerah yang bisa Anda praktekkan dalam keseharian:

1. Jangan sesali sebuah kegagalan

Kegagalan merupakan bagian dari proses kehidupan. Jadikan kegagalan sebagai pembelajaran agar tidak mengulangi hal yang serupa di kemudian hari.

2. Selalu optimis

Berpikir optimistis akan membantu pikiran kita untuk lebih tenang dalam menemukan jalan keluar dari setiap tantangan yang dihadapi. Kita bisa membangunnya dengan banyak cara, misalnya membaca buku, mendengar kata-kata motivasi, menonton film, atau hal positif lainnya.

3. Percaya pada kemampuan diri

Teruslah mengasah minat dan bakat yang dimiliki sehingga menjadi pribadi yang mahir, misalnya mengikuti pelatihan, webinar, atau bootcamp.

4. Berani mengambil tindakan

Tantangan yang ada di depan mata harus dihadapi, sehingga sikap pantang menyerah bukan sekadar wacana yang ditulis di buku catatan.

Kesimpulan

Walaupun akan terasa berat di awal, bila terus melatihnya dan melakukan dengan konsisten maka sikap pantang menyerah akan menjadi kebiasaan dalam diri sehari-hari. Yuk, mulai praktekkan sikap pantang menyerah mulai dari hari ini!

                 -----oooOOOooo----

Kembali ke reportase...  Awan hitam memayungi Bandung, seperti pertanda akan turun hujan. Dan benar saja sekitar pukul 14.00 WIB tetesan air dari langit turun beberapa saat menyejukkan daerah GOR ABA. Hujan yang lumayan deras baru turun sekitar pukul 18.00 WIB, dengan durasi cukup panjang.

Dari hasil pertandingan babak penyisihan grup A, pasangan Bagas dan Yudi H berhasil merajai grup A dan berhak menjadi juara grup. Didampingi oleh Amed dan Noval yang finish sebagai runner up.

Pada grup B Rama Dhany yang berpasangan dengan Fatoni mencuat menjadi pemuncak klasemen di grup B. Pasangan Rama Dhany dan Fatoni menjadi pasangan yang diunggulkan sejak awal berpasangan. Fatoni yang sudah tersingkir di grup A, berhasil bangkit dan bersinar di grup B.  Sementara pasangan muda Stephen dan Stefanus harus puas menempati posisi runner up.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Bagas dan Yudi H. runner up grup: Amed dan Noval

Grup B, Juara grup: Rama Dhany dan Fatoni, runner up grup: Stephen dan Stefanus 

Hasil pengundian babak semifinal kembali mempertemukan keempat semifinalis dengan sesama pesaing grupnya masing-masing. Pada bagan atas pertemuan antara Rama Dhany dan Fatoni  dengan Stephen dan Stefanus menjadi partai yang 'keras' dan sengit. Namun berkat kematangan dan pengalaman membuat Rama Dhany dan Fatoni berhasil memenangi laga ini. Setelah di babak penyisihan menang tipis 42-39, di semifinal kali ini mereka membukukan kemenangan dengan catatan skor yang lebih baik, 42-34.

Sementara pada bagan bawah pertemuan ulangan  Bagas dan Yudi H VS Amed dan Noval berjalan sama alotnya seperti di babak penyisihan. Skor akhirnya pun tak jauh berbeda. Bagas dan Yudi H menang dengan skor 42-38, setelah di babak penyisihan unggul 42-39.

Bertemunya para juara grup di babak final menjadikan final yang ideal. Final antara Rama Dhany dan Fatoni  VS Bagas dan Yudi H berlangsung cukup seru. Pada set pertama Bagas dan Yudi H langsung onfire, tanpa basa basi langsung unggul 3-0. Namun keunggulan itu tak berlangsung lama, karena Rama Dhany dan Fatoni berhasil membalikkan keadaan menjadi 6-3 dalam satu kali kesempatan service yang dilakukan oleh Rama Dhany. Trend unggul selisih 3 poin ini berlangsung lama, hingga set pertama berakhir dengan 21-17 untuk keunggulan sementara Rama Dhany dan Fatoni.

Pada set ke-2 Bagas dan Yudi H sedikit mengubah strategi permainan dan berhasil menyempitkan jarak perolehan poin menjadi 20-21. Tapi setelah itu lagi-lagi perolehan poin Rama Dhany dan Fatoni kembali menjauh. Bahkan sempat unggul dengan selisih 10 poin pada kedudukan 31-21. Setelah itu tercatat Bagas dan Yudi H beberapa kali mengejar perolehan poin lawannya. Mereka berhasil mempersempit jarak hingga hanya tertinggal 3 poin saja. Kematangan dan pengalaman Rama Dhany dan Fatoni lagi-lagi berbicara di babak final ini. Mereka sukses mengakhiri babak final minggu ini dengan skor 42-35.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 27 September 2026;

Juara 1 Rama Dhany dan Fatoni

Juara 2 Bagas dan Yudi H 

Juara 3 Amed dan Noval / Stephen dan Stefanus

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-30 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Pada akhirnya, kita harus tetap tangguh dalam menghadapi setiap tantangan dan pantang menyerah dalam mecapai tujuan. Teruslah melangkah, karena setiap kesulitan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya


Minggu, 20 September 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 20 September 2026

 “Resilience is the virtue that enables people to move through hardship and become better. No one escapes pain, fear, and suffering. Yet from pain can come wisdom, from fear can come courage, from suffering can come strength—if we have the virtue of resilience.”

Eric Greitens

Hidup ini penuh dengan tantangan dan cobaan. Kadang-kadang, kita merasa terjebak dalam situasi sulit yang tampaknya tak berujung. Namun, perlu diingat bahwa masa sulit hanya sementara! Jika kita memiliki motivasi yang kuat untuk tetap berjuang dan bangkit, kita pasti dapat menghadapi segala rintangan dengan kepala tegak.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan masa sulit dalam hidup kita. Mungkin kita mengalami kegagalan dalam pekerjaan atau bisnis, masalah dalam hubungan pribadi, atau bahkan kesulitan finansial. Namun, penting untuk diingat bahwa semua ini hanyalah bagian dari perjalanan hidup kita. Setiap orang pasti akan menghadapi masa sulit pada suatu titik dalam hidupnya.

Kunci untuk tetap berjuang dan bangkit adalah memiliki motivasi yang kuat. Ketika kita memiliki tujuan yang jelas dan tekad yang kuat, kita akan lebih mudah melewati masa-masa sulit ini. Motivasi adalah api yang membakar semangat kita dan memberi kita kekuatan untuk terus maju.

Salah satu motivasi terbesar dalam hidup adalah impian kita. Setiap orang memiliki impian dan ambisi mereka sendiri. Impian tersebut adalah tujuan hidup yang ingin dicapai. Ketika kita menghadapi masa sulit, ingatlah kembali pada impian kita. Ingatlah mengapa kita memulai perjalanan ini dan apa yang ingin kita capai. Impian kita harus menjadi bahan bakar yang mendorong kita untuk tetap berjuang.

Selain impian, orang-orang terdekat juga dapat menjadi sumber motivasi bagi kita. Keluarga, teman, atau pasangan hidup kita adalah orang-orang yang selalu ada di samping kita dalam masa sulit. Mereka adalah pendukung terbaik kita dan mereka akan selalu memberikan dukungan dan semangat. Jika kita merasa down dan putus asa, jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang-orang terdekat.

Tidak hanya itu, kita juga dapat mencari inspirasi dari orang-orang sukses di sekitar kita. Banyak tokoh inspiratif yang telah menghadapi masa sulit dalam hidup mereka dan berhasil bangkit. Mereka adalah bukti bahwa masa sulit hanyalah sementara dan kita juga bisa melewatinya. Melalui kisah-kisah mereka, kita dapat belajar tentang ketekunan, kegigihan, dan rasa percaya diri yang diperlukan untuk bangkit dari masa sulit.

Selain motivasi internal, kita juga perlu mencari motivasi eksternal. Motivasi eksternal dapat datang dari berbagai sumber seperti buku, film, musik, atau seminar motivasi. Membaca buku-buku inspiratif atau menonton film yang menginspirasi dapat memberikan kita pandangan baru tentang hidup dan memberi kita semangat baru. Musik juga dapat menjadi penghibur dan penyemangat saat kita menghadapi masa sulit. Jangan lupa untuk menghadiri seminar motivasi yang dapat memberikan wawasan dan energi positif kepada kita.

Selain memiliki motivasi yang kuat, penting juga untuk memiliki sikap yang positif. Ketika kita menghadapi masa sulit, mudah untuk terjebak dalam pikiran negatif dan putus asa. Namun, dengan sikap yang positif, kita dapat melihat setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan belajar. Sikap positif juga membantu kita menjaga semangat dan energi selama perjalanan sulit ini.

Selain itu, jangan lupa untuk bersyukur atas segala hal yang kita miliki. Kadang-kadang, kita terlalu fokus pada apa yang belum kita capai dan lupa menghargai apa yang telah kita miliki. Bersyukur adalah kunci untuk tetap bahagia dan bersemangat dalam hidup. Dengan bersyukur, kita akan lebih mudah melihat sisi positif dari setiap situasi dan tetap berjuang meskipun sedang menghadapi masa sulit.

Terakhir, jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman kita. Kadang-kadang, masa sulit adalah saat yang tepat untuk mencari perubahan dan mengejar impian baru. Jangan biarkan ketakutan atau keraguan menghalangi kita. Percayalah pada diri sendiri dan berani mengambil langkah-langkah baru. Siapa tahu, langkah tersebut dapat membawa kita ke arah yang lebih baik dan membantu kita bangkit dari masa sulit.

Masa sulit hanya sementara! Dengan motivasi yang kuat, sikap positif, dan dukungan dari orang-orang terdekat, kita pasti bisa melewati masa sulit ini. Ingatlah bahwa impian kita adalah bahan bakar yang mendorong kita untuk tetap berjuang. Jangan pernah menyerah dan teruslah bangkit!

                 -----oooOOOooo----

Kembali ke reportase...  Orang bilang: "Hidup adalah sebuah perjuangan, dan setiap hari adalah babak baru bagi kita untuk terus melangkah maju". Dan kita akan terus berjuang sampai pada titik TUHAN berkata: "Saatnya 'kamu pulang'.". Sebuah metafora kehidupan yang dialami semua orang dengan segala problematikanya. Termasuk dengan yang kita hadapi oleh kita akhir-akhir ini. 

Minggu siang ini matahari tak begitu terasa terik karena di langit bergelayutan awan stratus yang berpotensi menurunkan hujan ringan. Tak banyak Spartan yang datang minggu ini, tapi situasi ini tertolong dengan datangnya beberapa ABG orang yang mau menjajal turney di Sparta. Stephen yang sudah konfirmasi terpaksa harus mundur karena penyakitnya kambuh. Dia harus dilarikan ke IGD Rumah Sakit untuk mendapat bantuan medis. GWS ya, Stephen.

Berhubung yang pesertanya tidak banyak maka turney kali ini dibuat lebih simple, Seperti biasa semua pasangan akan saling bertemu. 2 peringkat teratas yang berhak melaju ke babak final. 

Babak penyisihan grup tanggal 19 Juli 2026 menghasilkan urutan sebagai berikut;

1. Yudi H dan Amed

2. Peter dan Stefanus

3. Fatoni dan Hasbi

4. Keanu dan Aldebaran

5. Rafa dan Ghani

Yudi H dan Amed berhasil memenangi semua laga penyisihan, sehingga tak mengherankan bila mereka menempati urutan pertama dan berhak melaju ke final. Berada dibawahnya, ada Peter dan Stefanus sebagai runner up, yang memiliki tiket finalis urutan ke-2.

Partai ulangan pertemuan Yudi H dan Amed VS Peter dan Stefanus di babak final, sama sengitnya seperti di babak penyisihan. Sehingga tak mengherankan bila skor akhirnya pun tak mengalami perubahan signifikan.

Set pertama diawali dengan dominasi Yudi H dan Amed.  Mereka dengan dengan cepat langsung mengepul poin dan langsung leading. Tak main-main, Yudi H dan Amed langsung leading 9-1.  Peter dan Stefanus seperti baru bangun tidur, 'nyawanya belum ngumpul'. Tampil tertekan diawal, membuat mereka selalu tertinggal jauh. Bahkan hingga set pertama berakhir dengan 21-15.

Set ke-dua terjadi perubahan strategi dari Peter dan Stefanus. Tercatat beberapa kali mereka meraup poin secara berturut-turut, bahkan pernah terjadi 5 poin secara beruntun. Namun sepanjang laga final, pasangan ini hanya berhasil menyempitkan selisih skor hanya 1 poin saja. Tak sempat menyamakan skor apalagi membalikkan keadaan. Seperti mesin diesel, panas menjelang akhir babak final membuat mereka tak berhasil menuntaskannya sebagai juara. Karena Yudi H dan Amed terlebih dahulu menutupnya dengan kemenangan tipis 42-40.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 20 September 2026;

Juara 1 Yudi H dan Amed

Juara 2 Peter dan Stefanus

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-29  tahun 2026;

Road to final

Update ranking


Akumulasi perolehan medali Sparta

Ketangguhan tidak lahir dari kehidupan yang selalu mudah, melainkan tumbuh dari keberanian kita melewati masa-masa sulit. Seperti pohon yang semakin kuat setelah diterpa angin dan badai, demikian pula manusia: setiap ujian, luka, dan kegagalan yang berhasil dilewati akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan mampu bertahan.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.

Minggu, 13 September 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 13 September 2026

"Courage isn't having the strength to go on – it is going on when you don't have strength."

Napoleon Bonaparte 

Saat alarm berbunyi pada pagi hari, apakah kamu langsung bangun dengan penuh semangat, atau justru menekan tombol tunda berkali-kali sambil bergumam "lima menit lagi"? Jika kamu memilih yang kedua, kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami hari-hari di mana semangat terasa menipis, di mana motivasi seperti lilin yang nyalanya hampir padam. Namun, inilah yang membedakan mereka yang berhasil dengan yang tidak. Kemampuan untuk tetap berjuang bahkan ketika semangat sedang tidak bersahabat.

Mengapa Kita Kehilangan Semangat ?

Sebelum berbicara tentang bagaimana mempertahankan semangat, mari kita pahami dulu mengapa kita kehilangannya. Kehilangan motivasi adalah hal yang sangat manusiawi. Kita bukan robot yang bisa bekerja dengan performa konstan setiap hari. Ada banyak faktor yang mempengaruhi : kelelahan fisik, tekanan mental, kegagalan yang berulang, atau bahkan ketiadaan hasil yang terlihat meski sudah berusaha keras.

Bayangkan seorang petani yang setiap hari membajak sawahnya, menyemai benih, dan menyiraminya dengan tekun. Namun, beberapa minggu berlalu dan tidak ada tunas yang muncul. Wajar jika ia mulai bertanya-tanya, "Apakah usahaku sia-sia?" Di sinilah ujian sesungguhnya dimulai. Bukan saat kita menanam benih, tetapi saat kita harus terus merawatnya tanpa tahu kapan hasilnya akan terlihat.

Semangat Bukan Perasaan, Tapi Keputusan

Inilah rahasia pertama yang harus dipahami: Semangat bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya dan harus kita tunggu. Semangat adalah pilihan. Motivasi sejati bukan tentang menunggu sampai kita "merasa" ingin melakukan sesuatu, tetapi tentang melakukannya bahkan ketika kita tidak merasa ingin.

Atlet profesional tidak berlatih hanya ketika mereka merasa bersemangat. Penulis sukses tidak menulis hanya ketika inspirasi datang. Pengusaha tidak bekerja hanya ketika mereka sedang mood. Mereka semua memahami bahwa disiplin adalah jembatan antara tujuan dan pencapaian. Mereka memutuskan untuk bersemangat, bukan menunggu semangat itu datang.

Ketika kita memahami ini, kita tidak lagi menjadi korban dari perasaan kita. Kita menjadi kapten yang mengendalikan kapal kita sendiri, tidak peduli seberapa besar ombak yang menghantam.

Ingat Mengapa Kita Memulai

Setiap perjalanan dimulai dengan sebuah alasan. Mungkin kamu memulai usaha karena ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga. Mungkin kamu kuliah karena ingin mengubah nasib. Mungkin kamu berolahraga karena ingin hidup lebih sehat. Apapun tujuan kamu, "mengapa" itulah bahan bakar yang membuat kamu terus bergerak.

Ketika semangat mulai pudar, kembalilah pada alasan awal kamu. Tulislah di kertas, tempelkan di tempat yang sering kamu lihat. Buatlah notes yang mengingatkan kamu akan impian-impian yang ingin diwujudkan. Ketika jalan terasa berat, pandanglah kembali tujuan di ujung sana. Ingatlah bahwa setiap langkah kecil yang kamu ambil hari ini adalah investasi untuk masa depan yang kamu inginkan.

Ada kisah inspiratif tentang seorang tukang batu yang ditanya apa yang sedang ia lakukan. Tukang batu pertama menjawab dengan lesu, "Saya sedang memotong batu." Tukang batu kedua menjawab, "Saya sedang mencari nafkah untuk keluarga." Namun tukang batu ketiga menjawab dengan mata berbinar, "Saya sedang membangun katedral!" Mereka bertiga melakukan pekerjaan yang sama, namun yang ketiga memiliki visi yang lebih besar dan visi itulah yang membuatnya tetap bersemangat.

Rayakan Kemenangan Kecil

Salah satu alasan mengapa kita kehilangan motivasi adalah karena kita terlalu fokus pada tujuan besar dan mengabaikan pencapaian-pencapaian kecil di sepanjang jalan. Kita ingin hasil instan, kesuksesan semalam, transformasi dramatis. Padahal, kehidupan tidak bekerja seperti itu.

Kesuksesan adalah akumulasi dari usaha-usaha kecil yang dilakukan secara konsisten. Setiap hari kamu bangun pagi adalah kemenangan. Setiap kali kamu memilih untuk belajar daripada bermalas-malasan adalah pencapaian. Setiap kali kamu bertahan saat ingin menyerah adalah bukti kekuatan kamu.

Buatlah kebiasaan untuk merayakan kemenangan-kemenangan kecil ini. Tidak perlu pesta besar, cukup akui dan hargai usaha kamu sendiri. Tuliskan dalam jurnal, beri diri sendiri tepukan di bahu, atau sekadar tersenyum dan berkata, "Hari ini aku sudah melakukan yang terbaik." Dengan merayakan proses, perjalanan menjadi lebih menyenangkan dan motivasi lebih mudah dipertahankan.

Bergaul dengan Orang-Orang yang Tepat

Pepatah mengatakan, "Tunjukkan teman-temanmu, dan aku akan tahu siapa dirimu." Lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap semangat dan motivasi kita. Jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang terus mengeluh, pesimis, dan tidak memiliki visi, lambat laun energi negatif itu akan menular kepada kita.

Sebaliknya, jika kita bergaul dengan orang-orang yang optimis, berorientasi pada tujuan, dan selalu mencari solusi, semangat mereka akan mengangkat kita. Mereka akan menginspirasi kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Ketika kita lelah, mereka akan menyemangati. Ketika kita ragu, mereka akan mengingatkan tentang potensi kita.

Pilihlah teman seperjuangan. Bergabunglah dengan komunitas yang memiliki visi dan nilai yang sama. Ikuti orang-orang inspiratif di media sosial. Baca buku-buku motivasi. Dengarkan podcast yang memberdayakan. Ciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan kamu. 

Jatuh Itu Wajar, Bangkit Itu Pilihan

Tidak ada perjalanan menuju kesuksesan yang mulus tanpa hambatan. Setiap orang yang berhasil pernah gagal, bahkan berulang kali. Bedanya, mereka tidak tinggal di kegagalan itu. Mereka belajar, bangkit, dan mencoba lagi dengan strategi yang lebih baik.

Thomas Edison gagal ribuan kali sebelum berhasil menciptakan bola lampu. Walt Disney pernah dipecat dari koran karena dianggap tidak memiliki kreativitas. J.K. Rowling ditolak oleh puluhan penerbit sebelum Harry Potter akhirnya diterbitkan. Mereka semua mengalami kegagalan, namun mereka tidak membiarkan kegagalan itu mendefinisikan siapa mereka.

Ketika kamu jatuh dan kamu pasti akan jatuh jangan berlama-lama di sana. Rasakan sakitnya, akui kekecewaannya, tetapi jangan berdiam diri. Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang bisa kupelajari dari ini? Bagaimana aku bisa menjadi lebih baik?" Setiap kegagalan adalah pelajaran berharga yang membawa kita selangkah lebih dekat pada kesuksesan.

Ada kutipan indah yang mengatakan, "Jatuh tujuh kali, bangun delapan kali." Bukan berapa kali kamu jatuh yang penting, tetapi berapa kali kamu memilih untuk bangkit.

Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Semangat dan motivasi tidak bisa dipisahkan dari kondisi fisik dan mental kita. Sulit untuk tetap bersemangat jika tubuh kita lelah, pikiran kita kacau, dan hati kita kosong. Inilah mengapa menjaga kesehatan adalah fondasi dari motivasi yang berkelanjutan.

Tidur yang cukup memberikan energi untuk menjalani hari. Olahraga teratur melepaskan endorfin yang membuat kita merasa lebih bahagia dan berenergi. Makan makanan bergizi memberi bahan bakar bagi otak dan tubuh. Meditasi atau doa memberikan ketenangan mental dan kejernihan pikiran.

Jangan abaikan tanda-tanda burnout. Jika kamu merasa sangat lelah, tidak produktif, dan kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya kamu sukai, mungkin saatnya untuk istirahat sejenak. Istirahat bukan berarti menyerah, tetapi mengisi ulang energi agar bisa kembali berjuang dengan lebih kuat.

Ingatlah bahwa kamu adalah aset terbesar dalam perjalanan kamu. Rawatlah diri sendiri dengan baik. Kamu tidak bisa menuangkan dari cangkir yang kosong.

Visualisasi dan Afirmasi Positif

Pikiran memiliki kekuatan yang luar biasa dalam membentuk realitas kita. Apa yang kita pikirkan secara konsisten akan mempengaruhi tindakan kita, dan tindakan kita akan menentukan hasil yang kita dapatkan. Inilah mengapa visualisasi dan afirmasi positif sangat penting.

Luangkan waktu setiap hari untuk membayangkan diri sendiri mencapai tujuan yang kamu inginkan. Rasakan emosinya, lihat detailnya, dengar suara-suara di sekitar kamu. Semakin jelas visualisasi yang kamu bayangkan, semakin kuat motivasi yang akan tumbuh.

Ucapkan afirmasi positif pada diri sendiri setiap hari. "Aku mampu menghadapi tantangan hari ini." "Aku semakin dekat dengan tujuanku." "Aku layak mendapatkan kesuksesan." Kata-kata ini mungkin terdengar sederhana, namun pengulangan yang konsisten akan memprogram ulang pikiran bawah sadar kamu untuk percaya dan bertindak sesuai dengan itu.

Kesimpulan: Api dalam Diri yang Tak Pernah Padam

Hidup ini adalah maraton, bukan sprint. Akan ada hari-hari ketika kita berlari cepat dengan penuh semangat, dan akan ada hari-hari ketika kita hanya bisa berjalan pelan sambil terengah-engah. Yang terpenting adalah kita tidak berhenti. Selama kita masih bergerak maju, sekecil apapun langkahnya, kita masih dalam permainan.

Semangat yang sejati bukan tentang selalu merasa hebat, tetapi tentang tetap berjuang bahkan ketika kita tidak merasa hebat. Motivasi yang autentik bukan tentang tidak pernah lelah, tetapi tentang memilih untuk bangkit setiap kali kita terjatuh.

Ingatlah bahwa dalam diri setiap orang, termasuk kamu, ada api yang tidak akan pernah padam selama kamu terus memberinya oksigen : oksigen berupa tujuan, keyakinan, dan tindakan konsisten. Jaga api itu tetap menyala. Teruslah berjuang. Karena pada akhirnya, mereka yang bertahan hingga akhirlah yang akan merasakan manisnya kemenangan.

Hari ini adalah hari yang baru. Kesempatan baru. Awal yang baru. Bangkitlah, dan tunjukkan pada dunia dan pada diri sendiri bahwa kamu lebih kuat dari apapun yang mencoba menjatuhkanmu.

“Teruslah berjuang. Teruslah bermimpi. Teruslah percaya. Karena yang terbaik masih akan datang!”

                 -----oooOOOooo----

Setelah 2 minggu 'rehat' tanpa turnamen mingguan karena satu dan lain hal (bukan karena meletusnya Anak Gunung Krakatau, tapi adminnya lagi refreshing ke luar kota sejenak). Minggu. 13 September menandai dimulainya kembali Turnamen Mingguan Sparta yang berlanjut ke episode minggu ke-28.

Awalnya, sebelum pengundian ada 3 pendatang baru: Dovan, Joji dan Imam. Setelah turnamen berjalan ada Fikri datang melengkapi drawing hari ini, untuk bertandem dengan Peter yang kebetulan belum punya partner di turney kali ini.

Fase penyisihan grup memunculkan Noval dan Yudi H sebagai juara grup A, didampingi oleh Imam dan Fatoni sebagai runner up-nya. Noval yang baru comeback, untuk kesekian belas kalinya mendapat undian berpasangan dengan Yudi H. Dan kali ini mereka sukses memenangi semua laga di grup A.

Pada grup B, pasangan muda Satya dan Stefanus sukses keluar sebagai juara grup. Sementara yang menjadi  runner up-nya adalah pasangan senior Odod dan Herman. Satya yang baru kembali dari kampung halamannya di Palu, berhasil mendapat hasil terbaik bersama Stefanus pada edisi turnamen mingguan Sparta kali ini.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Noval dan Yudi H. runner up grup: Imam dan Fatoni 

Grup B, Juara grup: Satya dan Stefanus, runner up grup: Odod dan Herman

Result drawing babak semifinal kembali mempertemukan keempat semifinalis dengan kompetitor grupnya masing-masing. Pada bagan atas Satya dan Stefanus yang kembali bertemu dengan Odod dan Herman lagi-lagi berhasil mengulang kemenangan mereka dengan skor 42-40. Setelah sebelumnya menmbukukan kemenangan 42-34 di babak penyisihan. Odod dan Herman sebenarnya cukup banyak meng-upgrade skor mereka, bahkan nyaris saja bisa memenangi laga semifinal, tapi takdir berkata lain. Langka mereka terhenti dengan selisih 2 poin saja.

Dan pada bagan bawah, Noval dan Yudi H pun kembali sukses mengulang kemenangan atas lawannya,  Imam dan Fatoni dengan skor 42-35, setelah di babak penysihina mengantongi kemenangan 42-30. sama seperti yang terjadi pada bagan atas, Imam dan Fatoni pun berhasil mencatatkan tambahan 5 poin dari skor sebelumnya di babak penysihihan.

Babak final mempertemukan 2 juara grup dari grup A dan grup B. Satya dan Stefanus VS Noval dan Yudi H menjadi finalis minggu ini. Set pertama dibuka dengan permainan ngotot dari kedua finalis. Noval dan Yudi H tanpa basa-basil langsung leading 4 poin pada kedudukan 8-4. Dan mereka berhasil mempertahankan keunggulan perolehan poin mereka beberapa saat. Pada skor 14-10, Satya dan Stefanus berhasil menambah 6 poin secara berturut-turun hingga mereka berbalik unggul 16-14. Sempat terjadi skor kembar 16-16, 17-17 dan 18-18 dalam drama susul menyusul poin di set pertama. Satya dan Stefanus berhasil lebih dulu mengunci kemenangan 21-18.

Pada set ke-2 Noval dan Yudi H berhasil menyamakan 21-21 secara cepat. Bahkan mereka sempat unggul 1-2 poin, merajai sepertiga set ke-2. Namun lagi-lagi tekanan dan serangan pemain muda Satya dan Stefanus berhasil merepotkan seniornya. Mereka kembali unggul dalam perolehan poin. Mereka tercatat secara konsisten menjaga jarak 3-4 poin di depan. Pada poin-poin akhir set ke-2, Satya dan Stefanus berkali-kali melakukan unforced error. Mereka yang sebenarnya sudah unggul cukup jauh 6 poin. Satya sempat beberapa kali harus jatuh bangun untuk mengejar bola. Peluang ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Noval dan Yudi H. Mereka menambah poin cukup banyak di poin-poin krusial, sementara lawannya, Satya dan Stefanus terkunci pada skor 40. Sebuah lob serang dari Stefanus yang jatuh di area base line, tidak terkejar oleh Noval dan Yudi H. Satu poin itu menjadi Championship poin untuk Satya dan Stefanus. 

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 13 Agustus 2026;

Juara 1 Satya dan Stefanus

Juara 2 Noval dan Yudi H

Juara 3 Odod dan Herman / Imam dan Fatoni

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-28 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Beberapa bulan terakhir ini admin merasa kehilangan semangat untuk berjuang mempertahankan Sparta. Bahkan sempat terpikir untuk menyerah. Namun mengingat perjalanan Sparta sudah sejauh ini, ditambah dengan suntikan semangat baru setelah refreshing keluar kota. Membuat semangat admin kembali menyala. Guys, mari kita jaga agar api semangat kita tetrus menyala, dan bisa kembali berkobar seperti api unggun yang menghangatkan. 

Keberanian bukanlah tentang memiliki kekuatan untuk terus melangkah, melainkan tetap melangkah maju ketika kamu sudah merasa tidak punya kekuatan lagi.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.



Minggu, 23 Agustus 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 23 Agustus 2026

“No matter how many goals you have achieved, you must set your sights on a higher one.” 

Jessica Savitch

Untuk mencapai sebuah keinginan bukanlah perkara yang mudah. Perlu perjuangan keras yang tidak gampang untuk dilalui. Kamu harus mampu melewati rintangan demi rintangan yang kerap menghadang. Melawan rasa malas dan putus asa pun harus bisa kamu taklukan. Karena semua hal itu bisa menjadi jembatanmu untuk menuju puncak impian.

Perjuangan yang begitu meletihkan akan terbayar jika kamu mampu mengalahkan semua tantangan. Berbanggalah kamu yang berhasil meraih apa yang diinginkan. Tetapi jangan pernah cepat merasa puas dengan hasil yang sudah kamu raih tersebut. Karena itu semua bukan akhir dari proses perjalananmu menuju titik puncak.

Jika kamu cepat merasa puas maka kamu hanya bisa menikmati kesuksesanmu dalam waktu yang singkat. Jadi pastikan kamu mampu menghalau rasa cepat puas tersebut agar kamu tidak merasakan 5 kerugian seperti berikut.

1. Kepuasan membuatmu terlena sehingga kamu tidak ingin melakukan hal yang lain

Pencapaian yang kamu dapatkan saat ini memang hal yang patut untuk diapresiasi. Namun jangan karena sudah berhasil mendapat apa yang kamu inginkan lantas membuatmu berhenti disitu karena telah merasa puas. Padahal jika kamu memilih untuk lanjut dan memenuhi rasa penasaran untuk mencoba hal baru maka kamu akan berada di titik yang lebih tinggi dari saat ini.

2. Muncul sifat sombong di dalam dirimu

Tak bisa dipungkiri bahwa rasa bangga pasti akan memenuhi perasaanmu saat kamu berhasil meraih apa yang diimpikan. Kerap memuji diri sendiri pun akan kamu lakukan sebagai bentuk penghargaan bagi dirimu yang telah berhasil melewati rintangan. Hingga akhirnya rasa bangga dan kebiasaan memuji diri sendiri akan membuatmu menjadi orang yang besar kepala. Hal itu terjadi karena kamu cepat merasa puas.

3. Kamu akan terkejar oleh yang lain hingga tak mampu mengunggulinya

Kesuksesan yang kamu raih akan menjadi hal yang luar biasa bagimu dan orang terdekatmu. Namun kesuksesan yang kamu raih juga bisa menjadi hal yang biasa saat kamu terkejar oleh yang lain hingga tak mampu mengunggulinya lagi karena sudah terlena dengan rasa puas. Kepuasanlah yang membuat semangatmu turun hingga merasa tak ada gairah lagi untuk mengejar ketertinggalan.

4. Rasa puas akan menyebabkanmu patah harapan

Saat kamu sudah merasa cukup puas dengan hasil yang kamu dapat disitulah rasa malas bisa merasuki dirimu. Karena ketika sudah merasa puas pasti kamu tak ingin melakukan hal lain lagi. Hingga akhirnya kamu akan merasa patah harapan untuk meraih kesuksesan yang sesungguhnya.

5. Menutup kesempatan untuk lebih mengembangkan potensi diri

Cepat merasa puas bisa saja menutup kesempatan kamu untuk mengembangkan potensi diri. Saat kamu menekuni sebuah bidang dan merasa cukup dengan hasil yang sudah diraih maka kamu tidak bisa merambah ke bidang lain yang sekiranya kamu memiliki potensi di dalamnya. Padahal sebenarnya saat kamu memutuskan untuk lanjut, bisa saja kamu akan lebih sukses saat mampu terjun ke hal yang baru karena ternyata kamu memiliki potensi di sana yang tidak pernah kamu ketahui sebelumnya.

Itulah 5 kerugian yang kamu dapat saat cepat merasa puas. Rasa puas memang terkadang kamu butuhkan agar bisa mensyukuri dan memuji pencapaianmu. Namun jangan berlama-lama merayakan kemenanganmu jika kamu ingin meraih sesuatu yang lebih baik lagi dari hari ini.

                 -----oooOOOooo----

Kembali ke reportase... Siang bolong di Kota Bandung hari ini terasa begitu menyengat. Terik matahari seolah tak memberi ampun, membuat udara panas menyelimuti setiap sudut kota. Di tengah hiruk-pikuk lalu-lintas kendaraan di jalan raya, panas yang membakar menjadi pengiring admin berangkat menuju GOR ABA.

Sekalipun masih banyak Spartan yang belum bisa bergabung lagi di turney mingguan Sparta kali ini, namun terobati dengan hadirnya beberapa orang yang sudah sekian lama tidak merapat ke Sparta, plus ada member Sparta yang baru bergabung untuk pertama kalinya.

Setelah proses pengundian yang berjalan cukup singkat, agenda turnamen pun bisa segera dimulai, mengingat para peserta turney di grup A sudah lengkap.  Sementara penghuni grup B sebagian masih dalam perjalanan.

Babak penyisihan grup menghasilkan pasangan Peter dan Angga sebagau juara grup A, yang didampingi oleh Odod dan Herman sebagai runner up-nya. Pada grup B keganasan Faisal R dan Yudi H masih belum terjinakan, sehingga mereka dapat dengan mudah menempati posisi juara grup B. Pasangan muda Stephen dan Stefanus berhasil menemati posisi runner up setelah mengalahkan pasangan seniornya Iwan dan Dumai di laga penyisihan.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Peter dan Angga. runner up grup: Odod dan Herman

Grup B, Juara grup: Faisal R dan Yudi H, runner up grup: Stephen dan Stefanus 

Hasil pengundian untuk babak semifinal mempertemukan para semifinalis secara menyilang. Pada bagan atas Faisal R dan Yudi H menang mudah 42-21 atas lawannya, Odod dan Herman. Hasil ini mengantarkan mereka melangkah ke babak final.

Pada bagan bawah pasangan juara grup A, Peter dan Angga gagal melangkah ke babak final setelah menderita kekalahan dari pasangan Stephen dan Stefanus 27-42.

Finalis yang muncul kali ini adalah Faisal R dan Yudi H VS Stephen dan Stefanus. Set pertama dibuka dengan permainan agresif pasangan muda Stephen dan Stefanus, yang bermain menekan dengan serangan-serangan tajam. Secara mengejutkan mereka langsung leading dalam perolehan poin. Bahkan mereka sempat memimpin cukup jauh 11-2. Namun berkat kematangan mental bertanding Faisal R dan Yudi H, mereka berhasil menyamakan kedudukan 16-16. Bahkan sempat membalikkan keadaan dan berbalik memimpin. Namun Stephen dan Stefanus kembali menyamakan skor 19-19 lalu 20-20. Set pertama berhasil ditutup oleh Faisal R dan Yudi H dengan keunggulan tipis 21-20.

Pada set ke-2 setelah terjadi pergantian shuttlelock, Faisal R dan Yudi H bermain makin solid dan mendominasi permainan. Perolehan poin mereka pun langsung menjauh. Sementara Stephen dan Stefanus telat beradaptasi dengan shuttlecock yang baru diganti. Smash, drive dan lob mereka kerap kali terlalu kencang sehingga membuat shuttlecock meluncur terlalu deras dan mendarat di luar lapangan lawan. Kondisi shuttlecock yang tidak bisa mereka kendalikan membuat frustrasi pasangan muda ini. Di set ke-2 Stephen dan Stefanus hanya sempat menambah 4 poin saja. Sebaliknya dengan Faisal R dan Yudi H yang berhasil mendulang banyak poin. Babak final pun berakhir dengan skor cukup jauh 42-24.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 23 Agustus 2026;

Juara 1 Faisal R dan Yudi H

Juara 2 Stephen dan Stefanus

Juara 3 Odod dan Herman / Peter dan Angga

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-27 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Dengan memasang target dan tujuan yang lebih tinggi setelah berhasil meraih berbagai pencapaian, kita akan terus terdorong untuk berkembang dan melangkah lebih jauh. Sebab, keberhasilan bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan motivasi untuk menjadi pribadi yang tidak cepat puas dan selalu berusaha mencapai hal-hal yang lebih besar.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.

Minggu, 09 Agustus 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 9 Agustus 2026

“Courage does not always roar. Sometimes courage is the quiet voice at the end of the day saying, 'I will try again tomorrow.”

Mary Anne Radmacher

Seringkali kita merasa, hidup kita saat ini sedang berada pada titik terbawah. “Sudah jatuh, tertimpa tangga pula”. Mungkin pepatah itulah yang sering kita alami. Namun yakinlah satu hal, bahwa semua proses ini akan membuat kita menjadi lebih kuat dan tegar dari sebelumnya. Seperti cerita inspiratif kali ini, yang menceritakan tentang Seekor Keledai, langsung saja kita simak.

Suatu hari keledai milik seorang petani terperosok jatuh ke dalam sumur tua yang kering. Hewan itu menangis memilukan selama berjam-jam.

Menyadari hal ini, petani pun mulai memutar otak memikirkan “nasib” keledai ini. Berbagai pertimbangan pun segera diambil, dan petani sampai pada sebuah keputusan, bahwa baik keledai maupun sumur itu sendiri tidak bisa diselamatkan. Sang keledai sudah tua dan tidak berguna lagi. Sementara sumur tua itu akan sangat membahayakan bila dibiarkan begitu saja. Petani kemudian memutuskan untuk mengangkut tanah dan menimbun sumur itu bersama dengan si keledai malang itu.

Si petani segera memanggil tetangga-tetangganya supaya bisa membantu dia. Para tetangga yang sudah berdatangan tidak menunggu lebih lama lagi. Dengan cangkul dan sekop di tangan, ada yang menggali tanah dan ada yang menyekopnya dan mulailah mereka menutupi sumur itu. Sementara itu, keledai malang yang ada di dalam sumur semula tampak sangat ketakutan. Dia sadar bahwa sebentar lagi dia akan mati perlahan-lahan, tertimbun oleh tanah. Dia sangat kebingungan.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian semua orang takjub karena si keledai menjadi diam.

Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara si petani dan tetangga-tetangganya terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik.

Segera saja semua orang kaget ketika si keledai meloncati tepi sumur dan berhasil membebaskan diri.

Nilai yang dapat diambil:

Dalam kehidupan; kegembiraan, kesulitan, kesedihan, selalu datang silih berganti. Semua memberikan peranan yang sama kepada kita, yaitu mengembangkan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Demikianlah, ibarat kehidupan ini yang terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita. Cara untuk keluar dari ‘sumur’ (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari ‘sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Seperti itulah seharusnya respon kita terhadap masalah yang kita hadapi.

Setiap masalah yang kita hadapi merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ‘sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah!

                 -----oooOOOooo----

Kembali ke reportase... Setelah beberapa minggu Bandung dilanda hawa dingin, kini suhu udara di Bandung terasa meningkat. Udara panas terasa sekali di dalam GOR ABA. 

Siang ini admin datang sedikit'terlambat' karena terkendala kemacetatan lalu-lintas di Leuwipanjang gara-gara ada mobil parkir sembarangan, diperparah dengan sepanjang perjalanan setiap melintas perempatan selalu mendapatkan lampu merah menyala.. Odod, Faisal R, Herman dan Fatoni sudah duluan tiba di GOR ABA. Tanpa menunggu lama proses pengundian pun dilakukan.

Result babak penyisihan grup minggu ini memunculkan Peter dan Fathur sebagai juara grup A, disusul oleh Fatoni dan Herman yang menempati posisi runner up.  Pada grup B, Yudi H dan Faisal R masih terlalu tangguh buat lawan-lawannya, sehingga tak mengherankan bila mereka menjadi juara grup B. sementara Rama Dhany dan Odod harus puas menjadi runner up grup tersebut.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Peter dan Fathur. runner up grup: Fatoni dan Herman

Grup B, Juara grup: Yudi H dan Faisal R, runner up grup: Rama Dhany dan Odod

Hasil undian babak semifinal lagi-lagi kembali mempertemukan sesama pesaing grup. Pada bagan atas partai ulangan Yudi H dan Faisal R VS Rama Dhany dan Odod  kembali dimenangkan oleh Yudi H dan Faisal R. Rama Dhany dan Odod berhasil memperbaiki catatan perolehan poin menjadi 38-42, setelah sebelumnya kalah 29-42. Namun skor itu tak cukup untuk bisa meloloskan mereka ke babak final.

Pada bagan bawah kembali terjadi pertarungan sengit antara  Peter dan Fathur dengan Fatoni dan Herman. Peter dan Fathur yang di babak penyisihan menang 42-38, kali ini menang lagi dengan skor mepet 42-40. Setelah di penghujung pertandingan mendapatkan skor penutup dari bola yang dilepas oleh Fatoni karena dikira bola keluar. Sebenarnya wasit memutuskan bola keluar, tapi Fatoni bersikap ksatria dengan menyatakan bahwa bola itu masuk.

Babak final mempertemukan kedua pasang juara grup dari grup A dan grup B. Sejujurnya, Yudi H dan Faisal R lebih difavoritkan yang akan menjadi juara minggu ini. Tanpa mengecilkan perjuangan dari  Peter dan Fathur.

Set pertama dibuka dengan sangat seru. Kedua pasangan finalis bermain ngotot. Terjadi drama saling susul menyusul poin. Tak sekejap pun kedua pasang finalis ini lengah dan membuat skor ada yang tertinggal jauh. Bahkan hingga set pertama pun harus berakhir dengan skor mepet 21-20 untuk keunggulan sementara pasangan Yudi H dan Faisal R.

Drama susul menyusul poin yang sangat ketat masih terjadi hingga pertengahan set ke-2. Setelah terjadi skor kembar 27-27, Peter dan Fathur mulai tertinggal perolehan poinnya. Skor mereka seolah-olah tersendat, sementara Yudi H dan Faisal R makin gacor mendulang poin-demi poin. Sikap Fathur  yang uring-uringan membuat mood Peter rusak. Setelah terjadi insiden melempar raket, Peter berkata: "Dengan sikap kaya gitu, ga akan merubah saya main jadi lebih bagus". Beberapa poin terlihat seperti sengaja dibuang oleh Peter sebagai bentuk masa bodo. Karena banyak mendikte dan menyalahkan partner, dari awal hingga akhir babak final, tak mengherankan malah dia yang lebih banyak melakukan unforced error. Ada perdebatan teori di lapangan karena salah kaprah. Salah satunya soal siapa yang seharusnya menerima bola setengah yang ditempatkan lawan ke area tengah belakang. Dia menuntut diambil oleh pemain depan, padahal seharusnya itu menjadi tanggungjawab pemain belakang. Karena pemain depan sekalipun bisa mengembalikan bola itu, hasilnya tidak akan sempurna (kemungkinan besar akan nanggung), karena posisi badannya tidak ideal untuk mengambil bola. Sementara kalo pemain belakang hanya butuh melangkah maju untuk menyelamatkan bola dengan sedikit effort. Situasi kemelut di lapangan ini jelas sangat menguntungkan lawan. Babak final akhirnya ditutup oleh Yudi H dan Faisal R dengan kemenangan dengan skor sangat meyakinkan, 42-30.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 9 Agustus 2026;

Juara 1 Yudi H dan Faisal R

Juara 2 Peter dan Fathur

Juara 3 Rama Dhany dan Odod / Fatoni dan Herman

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-26 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Pesan Moral: 

  • Jangan Menyerah pada Masalah: Masalah, kritik, atau kesulitan hidup diibaratkan seperti "tanah" yang dilemparkan kepada kita untuk menjatuhkan.
  • Jadikan Beban sebagai Pijakan: Alih-alih membiarkan diri kita "terkubur" oleh keputusasaan, kibaskan beban tersebut dan jadikan setiap masalah sebagai batu loncatan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.