“Pain is inevitable. Suffering is optional. Say you’re running and you think, ‘Man, this hurts, I can’t take it anymore. The ‘hurt’ part is an unavoidable reality, but whether or not you can stand anymore is up to the runner himself."
Haruki Murakami
Jika hidup adalah sebuah perjalanan. Lalu, sejauh kita melangkahkan kaki hingga saat ini, berapa kali kita jatuh? Berapa kali kita gagal? Berapa kali kita merasa terpuruk dan seakan tak bisa melangkah lagi?
Kegagalan, kesulitan, dan penderitaan adalah bagian dari pengalaman hidup manusia yang tidak dapat dihindari. Dari waktu ke waktu, kita akan berjumpa dengan peristiwa-peristiwa yang tidak terduga, dan mungkin saja membuat kita terjebak dalam keterpurukan. Begitulah roda kehidupan berjalan.
Setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam menanggapi peristiwa kemalangan. Sebagian orang terjebak dalam keterpurukan, tapi sebagian yang lain memilih untuk berusaha bangkit dari keterpurukan dan belajar dari pengalaman sulit itu. Perbedaan cara dalam bereaksi terhadap kemalangan dipengaruhi oleh sumber daya psikologis yang dimiliki oleh seseorang. Dalam bahasa psikologi, sumber daya psikologis yang mendorong seseorang untuk bangkit kembali dari keterpurukan, akrab disebut sebagai resiliensi.
“Seperti bola bekel, seseorang yang resilien akan memantul dan naik kembali dengan cepat saat terjatuh.”
Resiliensi diartikan sebagai sebuah kapasitas dinamis pada seseorang untuk bisa bertahan dan pulih dari tantangan yang mengancam stabilitas dan kelangsungan hidup. Resiliensi dapat juga dilihat sebagai kemampuan yang memengaruhi keberhasilan seseorang dalam mengatasi stres. Seseorang yang resilien memiliki peluang lebih besar untuk bisa menyesuaikan diri, bangkit, dan tetap berkembang meskipun berhadapan dengan situasi sulit atau terpuruk.
Seseorang yang resilien memiliki kecenderungan bahwa ia telah berdamai dengan emosi negatifnya sehingga ia merasa netral atau merasakan emosi positif meskipun berada dalam situasi stres. Emosi positif inilah yang membuat seseorang mampu bangkit dari situasi terpuruknya. Dampaknya, orang-orang dengan kemampuan resilien yang baik akan merasakan kesejahteraan dan kepuasan dalam hidup baik secara fisik, psikologi maupun spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dapat mencegah atau mengurangi tingkat keparahan kecemasan dan depresi saat seseorang berada dalam situasi penuh tekanan.
Resiliensi terdiri dari lima aspek yang menandakan seseorang memiliki kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan. Berikut ini adalah aspek-aspek resiliensi yang dijelaskan oleh Connor dan Davidson.
1. Kompetensi Personal, Standar yang Tinggi, dan Kegigihan
Saat berada dalam situasi sulit, seseorang yang resilien memiliki sikap optimis dan tidak putus asa dalam mencapai tujuan hidup yang telah direncanakan. Seseorang yang resilien juga senantiasa berusaha melakukan yang terbaik dalam menghadapi setiap tantangan dalam hidup.
2. Percaya terhadap Naluri, Toleransi terhadap Afek Negatif, dan Kuat Menghadapi Tekanan
Dalam situasi sulit, seseorang yang resilien memiliki keteguhan hati dan rasa percaya diri untuk mampu mengatasi tantangan hidup dengan kekuatan yang dimilikinya. Di sisi lain, resiliensi akan membantu seseorang untuk tenang, fokus, dan mampu membuat keputusan sulit saat berada di bawah tekanan.
3. Penerimaan Positif terhadap Perubahan dan Kemampuan Menjalin Hubungan yang Aman dengan Orang Lain
Seseorang yang memiliki resiliensi berusaha untuk menerima diri dan situasi hidup yang ada secara apa adanya. Hal ini membuat seseorang mudah menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang terjadi dalam hidup. Seseorang yang mudah menyesuaikan diri dengan perubahan akan mampu mengembangkan potensi positif dalam dirinya di berbagai situasi. Di sisi lain, seseorang yang resilien memiliki hubungan sosial yang hangat dengan orang-orang di sekitarnya. Ia juga tahu dengan pasti kapan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan apabila dirasa ia tisak mampu mengatasi kesulitannya sendiri.
4. Kontrol diri
Seseorang yang resilien berusaha berpikir jernih dan mengatasi pikiran-pikiran buruk yang datang saat ditimpa kesulitan. Resiliensi yang dimiliki juga dapat membantu seseorang untuk pulih secara emosional dan tidak larut dalam suasana hati yang kelam. Selain itu, seseorang yang resilien berusaha bertindak secara hati-hati dalam situasi apa pun. Ia memastikan segala yang dilakukan dibawah kontrol dan kesadaran diri yang penuh.
5. Spiritualitas
Spiritualitas adalah aspek resiliensi yang berkaitan dengan nilai-nilai ketuhanan. Seseorang yang resilien berpegang teguh pada nilai-nilai spiritual, sehingga senantiasa meyakini bahwa Tuhan akan menyertai, menolong, dan memberikan yang terbaik bagi setiap makhluk-Nya. Dengan spiritualitas, seseorang juga akan menemukan makna dan pelajaran di balik pengalaman hidup yang pahit. Makna dan pelajaran ini adalah bekal yang menjadikan seseorang lebih tangguh dan kuat untuk menjalani setiap fase kehidupan.
Jika kegagalan, kesulitan, dan penderitaan adalah kepastian dalam hidup, maka kita perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi-situasi di luar kendali diri kita. Karena, satu-satunya yang bisa kita kendalikan secara utuh hanyalah diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita perlu belajar untuk menjadi tangguh dan kuat. Belajar menjadi pribadi yang memiliki kapasitas untuk menyesuaikan diri, pulih secara emosional, dan tetap berkembang secara sehat saat menghadapi situasi sulit. Belajar untuk tetap menegakkan kepala, walaupun badai silih berganti menerpa.
-----oooOOOooo----
Kembali ke reportase... Perjalanan admin menuju GOR ABA dipayungi mendung sebagai pertanda akan turun hujan. Dan benar saja menjelang pukul 14.30 hujan turun dengan derasnya, seperti air yang ditumpahkan dari langit. Berisiknya suara hujan membuat polusi suara di dalam GOR ABA, tapi positifnya suhu udara di dalam GOR terasa lebih adem dan nyaman.
Saat proses drawing jumlah partisipan di tourney mingguan Sparta kali ini masih ganjil. Yang tentu saja akan membuat salah satu peserta dipastikan akan menjadi kontestan yang harus menunggu pasangan dari yang sudah gugur di grup sebelah. Dari hasil undian, Peter menerima takdir sebagai peserta yang masih 'menggantung' menunggu peserta yang tidak lolos dari grup A sebagai partnernya nanti.
Ditengah turney yang sudah berlangsung, Nongol-lah Fathur, yang seperti kebiasaannya datang tanpa konfirmasi (yang selama ini harus dimaklumi semua orang). Sesuai tradisi di turney mingguan Sparta, orang yang datang kemudian setelah proses drawing akan berpasangan dengan peserta yang belum punya pasangan. Yang artinya; hari ini dia harus berpasangan dengan Peter. Setelah diperhatikan dia hanya duduk-duduk saja main hp dan tidak kunjung bersiap, Peter pun menghimbau dia untuk segera bergegas untuk bertanding dengan peserta dari grup B. Tapi dia menolak dengan alasan hanya mau mabar saja. It's Okay! Tidak masalah. Namun yang menyampaikan kepada admin kalo dia tidak mau berpartner sama Peter, dengan alasan: Males buang-buang waktu!!!. Padahal sepanjang mereka berpartneran hasilnya tidak buruk juga. Minimal masuk semifinal, bahkan beberapa kali final. Yang perlu di-notice sama dia, sebenarnya selama ini justru banyak yang males berpartner sama dia dan minta ke admin supaya di-skip bila hasil drawing pasangannya adalah dia. Bukan masalah skill tapi lebih ke attitude di lapangan. Sekalian saja pada kesempatan ini admin perjelas ; 75% member Sparta tidak sudi partneran sama dia. Jadi sepanjang 2 tahun terakhir dia selalu dapat partner bagus atau partner yang legowo berpasangan dengan dia (termasuk bertukar peran menggantikan orang-orang yang tidak mau berpartneran sama dia). Dan perlu dicatat: Peter adalah segelintir orang yang selama ini masih bersedia menjadi 'tumbal' menggantikan orang-orang yang minta di-skip partneran sama dia. Mungkin selama ini dia tidak menyadari kalo dirinya adalah public enemy di Sparta. Banyak orang yang tidak mau datang lagi ke Sparta gara-gara ulah dia. Maaf bila admin menulis ini dalam keadaan emosi, dan supaya semuanya jadi terang benderang tentang problematika selama ini.
Balik lagi ke hasil turney... Akhirnya Peter berpartner dengan 2 orang yang berbeda: Odod dan Dumai dalam 2 kali pertandingan. Dikarenakan Odod dan Dumai sudah kelelahan di laga-laga sebelumnya. Ditambah karena sudah lama tidak mabar kondisi fisik mereka berdua juga jadi lumayan menurun. Intinya, Peter yang berpartner sama Odod dan Dumai hanya mengisi kekosongan drawing saja.
Result pertandingan fase penyisihan grup memunculkan nama-nama yang menjadi juara dan runner up grup. Pada grup A: Amed dan Faisal R finish sebagai juara grup, disertai oleh Yudi H dan Fatoni sebagai runner up-nya. Sementara pada grup B, pasangan muda dan 'tak terpisahkan' Stefanus dan Stephen berhasil menjadi juara grup. Didampingi oleh Rama Dhany dan Herman yang harus puas menempati posisi runner up grup B.
Grup A, Juara grup: Amed dan Faisal R. runner up grup: Yudi H dan Fatoni
Grup B, Juara grup: Stefanus dan Stephen, runner up grup: Rama Dhany dan Herman
Lagi-lagi takdir pengundian babak semifinal kembali mempertemukan keempat semifinalis dengan sesama pesaing grupnya masing-masing. Pada bagan atas pertemuan ulang antara Amed dan Faisal R VS Yudi H dan Fatoni kembali dimenangkan oleh Amed dan Faisal R, dengan skor 42-33.
Pada bagan bawah terjadi 'epik' balas dendam dari pasangan senior Rama Dhany dan Herman kepada pasangan juniornya, Stefanus dan Stephen yang sebelumnya mempecundangi mereka di babak penyisihan. Setelah di babak penyisihan Rama Dhany dan Herman menderita kekalahan 36-42 dari lawannya, di semifinal mereka membalikkan keadaan dengan memenangi laga ini 42-35.
Laga puncak minggu ini mempertemukan Juara grup A, Amed dan Faisal R dengan runner up grup B, Rama Dhany dan Herman. Set pertama dibuka dengan saling susul menyusul poin yang sangat imbang. Namun pertandingan sengit ini hanya berlangsung hingga pertengahan set pertama. Setelah kedudukan 9-9, Rama Dhany dan Herman penampilan mereka mulai menurun. Kondisi fisik mereka disinyalir menjadi penyebab utama menurunnya performa mereka. Hal ini disebabkan stamina mereka terkuras saat menghadapi Stefanus dan Stephen di laga semifinal. Dari pertengahan set pertama perolehan poin Amed dan Faisal R mulai jauh memimpin. Set pertama pun berakhir dengan 21-13.
Pada set ke-2, Amed dan Faisal R masih tampil konsisten dan dominan menguasai laga final. Mereka tanpa basa-basi langsung mendulang banyak poin awal set ke-2. Tercatat pertambahan 6 poin secara beruntun dalam satu kali service. Mereka terus menambah poin secara simultan. Berbeda terbalik kondisinya dengan Rama Dhany dan Herman yang selama set ke-2 hanya berhasil menambah 4 poin saja. Laga final berakhir untuk kemenangan Amed dan Faisal R dengan skor sangat jomplang, 42-17.
Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 4 Oktober 2026;
Juara 1 Amed dan Faisal R
Juara 2 Rama Dhany dan Herman
Juara 3 Yudi H dan Fatoni / Stefanus dan Stephen
Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-31 tahun 2026;

Road to final 
Bagan turnamen 
Update ranking Sparta
![]() |
| Akumulasi perolehan medali Sparta |



.jpg)




.jpg)



.jpg)













