Powered By Blogger

Minggu, 13 September 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 13 September 2026

"Courage isn't having the strength to go on – it is going on when you don't have strength."

Napoleon Bonaparte 

Saat alarm berbunyi pada pagi hari, apakah kamu langsung bangun dengan penuh semangat, atau justru menekan tombol tunda berkali-kali sambil bergumam "lima menit lagi"? Jika kamu memilih yang kedua, kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami hari-hari di mana semangat terasa menipis, di mana motivasi seperti lilin yang nyalanya hampir padam. Namun, inilah yang membedakan mereka yang berhasil dengan yang tidak. Kemampuan untuk tetap berjuang bahkan ketika semangat sedang tidak bersahabat.

Mengapa Kita Kehilangan Semangat ?

Sebelum berbicara tentang bagaimana mempertahankan semangat, mari kita pahami dulu mengapa kita kehilangannya. Kehilangan motivasi adalah hal yang sangat manusiawi. Kita bukan robot yang bisa bekerja dengan performa konstan setiap hari. Ada banyak faktor yang mempengaruhi : kelelahan fisik, tekanan mental, kegagalan yang berulang, atau bahkan ketiadaan hasil yang terlihat meski sudah berusaha keras.

Bayangkan seorang petani yang setiap hari membajak sawahnya, menyemai benih, dan menyiraminya dengan tekun. Namun, beberapa minggu berlalu dan tidak ada tunas yang muncul. Wajar jika ia mulai bertanya-tanya, "Apakah usahaku sia-sia?" Di sinilah ujian sesungguhnya dimulai. Bukan saat kita menanam benih, tetapi saat kita harus terus merawatnya tanpa tahu kapan hasilnya akan terlihat.

Semangat Bukan Perasaan, Tapi Keputusan

Inilah rahasia pertama yang harus dipahami: Semangat bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya dan harus kita tunggu. Semangat adalah pilihan. Motivasi sejati bukan tentang menunggu sampai kita "merasa" ingin melakukan sesuatu, tetapi tentang melakukannya bahkan ketika kita tidak merasa ingin.

Atlet profesional tidak berlatih hanya ketika mereka merasa bersemangat. Penulis sukses tidak menulis hanya ketika inspirasi datang. Pengusaha tidak bekerja hanya ketika mereka sedang mood. Mereka semua memahami bahwa disiplin adalah jembatan antara tujuan dan pencapaian. Mereka memutuskan untuk bersemangat, bukan menunggu semangat itu datang.

Ketika kita memahami ini, kita tidak lagi menjadi korban dari perasaan kita. Kita menjadi kapten yang mengendalikan kapal kita sendiri, tidak peduli seberapa besar ombak yang menghantam.

Ingat Mengapa Kita Memulai

Setiap perjalanan dimulai dengan sebuah alasan. Mungkin kamu memulai usaha karena ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga. Mungkin kamu kuliah karena ingin mengubah nasib. Mungkin kamu berolahraga karena ingin hidup lebih sehat. Apapun tujuan kamu, "mengapa" itulah bahan bakar yang membuat kamu terus bergerak.

Ketika semangat mulai pudar, kembalilah pada alasan awal kamu. Tulislah di kertas, tempelkan di tempat yang sering kamu lihat. Buatlah notes yang mengingatkan kamu akan impian-impian yang ingin diwujudkan. Ketika jalan terasa berat, pandanglah kembali tujuan di ujung sana. Ingatlah bahwa setiap langkah kecil yang kamu ambil hari ini adalah investasi untuk masa depan yang kamu inginkan.

Ada kisah inspiratif tentang seorang tukang batu yang ditanya apa yang sedang ia lakukan. Tukang batu pertama menjawab dengan lesu, "Saya sedang memotong batu." Tukang batu kedua menjawab, "Saya sedang mencari nafkah untuk keluarga." Namun tukang batu ketiga menjawab dengan mata berbinar, "Saya sedang membangun katedral!" Mereka bertiga melakukan pekerjaan yang sama, namun yang ketiga memiliki visi yang lebih besar dan visi itulah yang membuatnya tetap bersemangat.

Rayakan Kemenangan Kecil

Salah satu alasan mengapa kita kehilangan motivasi adalah karena kita terlalu fokus pada tujuan besar dan mengabaikan pencapaian-pencapaian kecil di sepanjang jalan. Kita ingin hasil instan, kesuksesan semalam, transformasi dramatis. Padahal, kehidupan tidak bekerja seperti itu.

Kesuksesan adalah akumulasi dari usaha-usaha kecil yang dilakukan secara konsisten. Setiap hari kamu bangun pagi adalah kemenangan. Setiap kali kamu memilih untuk belajar daripada bermalas-malasan adalah pencapaian. Setiap kali kamu bertahan saat ingin menyerah adalah bukti kekuatan kamu.

Buatlah kebiasaan untuk merayakan kemenangan-kemenangan kecil ini. Tidak perlu pesta besar, cukup akui dan hargai usaha kamu sendiri. Tuliskan dalam jurnal, beri diri sendiri tepukan di bahu, atau sekadar tersenyum dan berkata, "Hari ini aku sudah melakukan yang terbaik." Dengan merayakan proses, perjalanan menjadi lebih menyenangkan dan motivasi lebih mudah dipertahankan.

Bergaul dengan Orang-Orang yang Tepat

Pepatah mengatakan, "Tunjukkan teman-temanmu, dan aku akan tahu siapa dirimu." Lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap semangat dan motivasi kita. Jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang terus mengeluh, pesimis, dan tidak memiliki visi, lambat laun energi negatif itu akan menular kepada kita.

Sebaliknya, jika kita bergaul dengan orang-orang yang optimis, berorientasi pada tujuan, dan selalu mencari solusi, semangat mereka akan mengangkat kita. Mereka akan menginspirasi kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Ketika kita lelah, mereka akan menyemangati. Ketika kita ragu, mereka akan mengingatkan tentang potensi kita.

Pilihlah teman seperjuangan. Bergabunglah dengan komunitas yang memiliki visi dan nilai yang sama. Ikuti orang-orang inspiratif di media sosial. Baca buku-buku motivasi. Dengarkan podcast yang memberdayakan. Ciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan kamu. 

Jatuh Itu Wajar, Bangkit Itu Pilihan

Tidak ada perjalanan menuju kesuksesan yang mulus tanpa hambatan. Setiap orang yang berhasil pernah gagal, bahkan berulang kali. Bedanya, mereka tidak tinggal di kegagalan itu. Mereka belajar, bangkit, dan mencoba lagi dengan strategi yang lebih baik.

Thomas Edison gagal ribuan kali sebelum berhasil menciptakan bola lampu. Walt Disney pernah dipecat dari koran karena dianggap tidak memiliki kreativitas. J.K. Rowling ditolak oleh puluhan penerbit sebelum Harry Potter akhirnya diterbitkan. Mereka semua mengalami kegagalan, namun mereka tidak membiarkan kegagalan itu mendefinisikan siapa mereka.

Ketika kamu jatuh dan kamu pasti akan jatuh jangan berlama-lama di sana. Rasakan sakitnya, akui kekecewaannya, tetapi jangan berdiam diri. Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang bisa kupelajari dari ini? Bagaimana aku bisa menjadi lebih baik?" Setiap kegagalan adalah pelajaran berharga yang membawa kita selangkah lebih dekat pada kesuksesan.

Ada kutipan indah yang mengatakan, "Jatuh tujuh kali, bangun delapan kali." Bukan berapa kali kamu jatuh yang penting, tetapi berapa kali kamu memilih untuk bangkit.

Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Semangat dan motivasi tidak bisa dipisahkan dari kondisi fisik dan mental kita. Sulit untuk tetap bersemangat jika tubuh kita lelah, pikiran kita kacau, dan hati kita kosong. Inilah mengapa menjaga kesehatan adalah fondasi dari motivasi yang berkelanjutan.

Tidur yang cukup memberikan energi untuk menjalani hari. Olahraga teratur melepaskan endorfin yang membuat kita merasa lebih bahagia dan berenergi. Makan makanan bergizi memberi bahan bakar bagi otak dan tubuh. Meditasi atau doa memberikan ketenangan mental dan kejernihan pikiran.

Jangan abaikan tanda-tanda burnout. Jika kamu merasa sangat lelah, tidak produktif, dan kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya kamu sukai, mungkin saatnya untuk istirahat sejenak. Istirahat bukan berarti menyerah, tetapi mengisi ulang energi agar bisa kembali berjuang dengan lebih kuat.

Ingatlah bahwa kamu adalah aset terbesar dalam perjalanan kamu. Rawatlah diri sendiri dengan baik. Kamu tidak bisa menuangkan dari cangkir yang kosong.

Visualisasi dan Afirmasi Positif

Pikiran memiliki kekuatan yang luar biasa dalam membentuk realitas kita. Apa yang kita pikirkan secara konsisten akan mempengaruhi tindakan kita, dan tindakan kita akan menentukan hasil yang kita dapatkan. Inilah mengapa visualisasi dan afirmasi positif sangat penting.

Luangkan waktu setiap hari untuk membayangkan diri sendiri mencapai tujuan yang kamu inginkan. Rasakan emosinya, lihat detailnya, dengar suara-suara di sekitar kamu. Semakin jelas visualisasi yang kamu bayangkan, semakin kuat motivasi yang akan tumbuh.

Ucapkan afirmasi positif pada diri sendiri setiap hari. "Aku mampu menghadapi tantangan hari ini." "Aku semakin dekat dengan tujuanku." "Aku layak mendapatkan kesuksesan." Kata-kata ini mungkin terdengar sederhana, namun pengulangan yang konsisten akan memprogram ulang pikiran bawah sadar kamu untuk percaya dan bertindak sesuai dengan itu.

Kesimpulan: Api dalam Diri yang Tak Pernah Padam

Hidup ini adalah maraton, bukan sprint. Akan ada hari-hari ketika kita berlari cepat dengan penuh semangat, dan akan ada hari-hari ketika kita hanya bisa berjalan pelan sambil terengah-engah. Yang terpenting adalah kita tidak berhenti. Selama kita masih bergerak maju, sekecil apapun langkahnya, kita masih dalam permainan.

Semangat yang sejati bukan tentang selalu merasa hebat, tetapi tentang tetap berjuang bahkan ketika kita tidak merasa hebat. Motivasi yang autentik bukan tentang tidak pernah lelah, tetapi tentang memilih untuk bangkit setiap kali kita terjatuh.

Ingatlah bahwa dalam diri setiap orang, termasuk kamu, ada api yang tidak akan pernah padam selama kamu terus memberinya oksigen : oksigen berupa tujuan, keyakinan, dan tindakan konsisten. Jaga api itu tetap menyala. Teruslah berjuang. Karena pada akhirnya, mereka yang bertahan hingga akhirlah yang akan merasakan manisnya kemenangan.

Hari ini adalah hari yang baru. Kesempatan baru. Awal yang baru. Bangkitlah, dan tunjukkan pada dunia dan pada diri sendiri bahwa kamu lebih kuat dari apapun yang mencoba menjatuhkanmu.

“Teruslah berjuang. Teruslah bermimpi. Teruslah percaya. Karena yang terbaik masih akan datang!”

                 -----oooOOOooo----

Setelah 2 minggu 'rehat' tanpa turnamen mingguan karena satu dan lain hal (bukan karena meletusnya Anak Gunung Krakatau, tapi adminnya lagi refreshing ke luar kota sejenak). Minggu. 13 September menandai dimulainya kembali Turnamen Mingguan Sparta yang berlanjut ke episode minggu ke-28.

Awalnya, sebelum pengundian ada 3 pendatang baru: Dovan, Joji dan Imam. Setelah turnamen berjalan ada Fikri datang melengkapi drawing hari ini, untuk bertandem dengan Peter yang kebetulan belum punya partner di turney kali ini.

Fase penyisihan grup memunculkan Noval dan Yudi H sebagai juara grup A, didampingi oleh Imam dan Fatoni sebagai runner up-nya. Noval yang baru comeback, untuk kesekian belas kalinya mendapat undian berpasangan dengan Yudi H. Dan kali ini mereka sukses memenangi semua laga di grup A.

Pada grup B, pasangan muda Satya dan Stefanus sukses keluar sebagai juara grup. Sementara yang menjadi  runner up-nya adalah pasangan senior Odod dan HermanSatya yang baru kembali dari kampung halamannya di Palu, berhasil mendapat hasil terbaik bersama Stefanus pada edisi turnamen mingguan Sparta kali ini.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Noval dan Yudi H. runner up grup: Imam dan Fatoni 

Grup B, Juara grup: Satya dan Stefanus, runner up grup: Odod dan Herman

Result drawing babak semifinal kembali mempertemukan keempat semifinalis dengan kompetitor grupnya masing-masing. Pada bagan atas Satya dan Stefanus yang kembali bertemu dengan Odod dan Herman lagi-lagi berhasil mengulang kemenangan mereka dengan skor 42-40. Setelah sebelumnya menmbukukan kemenangan 42-34 di babak penyisihan. Odod dan Herman sebenarnya cukup banyak meng-upgrade skor mereka, bahkan nyaris saja bisa memenangi laga semifinal, tapi takdir berkata lain. Langka mereka terhenti dengan selisih 2 poin saja.

Dan pada bagan bawah, Noval dan Yudi H pun kembali sukses mengulang kemenangan atas lawannya,  Imam dan Fatoni dengan skor 42-35, setelah di babak penysihina mengantongi kemenangan 42-30. sama seperti yang terjadi pada bagan atas, Imam dan Fatoni pun berhasil mencatatkan tambahan 5 poin dari skor sebelumnya di babak penysihihan.

Babak final mempertemukan 2 juara grup dari grup A dan grup B. Satya dan Stefanus VS Noval dan Yudi H menjadi finalis minggu ini. Set pertama dibuka dengan permainan ngotot dari kedua finalis. Noval dan Yudi H tanpa basa-basil langsung leading 4 poin pada kedudukan 8-4. Dan mereka berhasil mempertahankan keunggulan perolehan poin mereka beberapa saat. Pada skor 14-10, Satya dan Stefanus berhasil menambah 6 poin secara berturut-turun hingga mereka berbalik unggul 16-14. Sempat terjadi skor kembar 16-16, 17-17 dan 18-18 dalam drama susul menyusul poin di set pertama. Satya dan Stefanus berhasil lebih dulu mengunci kemenangan 21-18.

Pada set ke-2 Noval dan Yudi H berhasil menyamakan 21-21 secara cepat. Bahkan mereka sempat unggul 1-2 poin, merajai sepertiga set ke-2. Namun lagi-lagi tekanan dan serangan pemain muda Satya dan Stefanus berhasil merepotkan seniornya. Mereka kembali unggul dalam perolehan poin. Mereka tercatat secara konsisten menjaga jarak 3-4 poin di depan. Pada poin-poin akhir set ke-2, Satya dan Stefanus berkali-kali melakukan unforced error. Mereka yang sebenarnya sudah unggul cukup jauh 6 poin. Satya sempat beberapa kali harus jatuh bangun untuk mengejar bola. Peluang ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Noval dan Yudi H. Mereka menambah poin cukup banyak di poin-poin krusial, sementara lawannya, Satya dan Stefanus terkunci pada skor 40. Sebuah lob serang dari Stefanus yang jatuh di area base line, tidak terkejar oleh Noval dan Yudi H. Satu poin itu menjadi Championship poin untuk Satya dan Stefanus

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 13 Agustus 2026;

Juara 1 Satya dan Stefanus

Juara 2 Noval dan Yudi H

Juara Odod dan Herman / Imam dan Fatoni

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-28 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Beberapa bulan terakhir ini admin merasa kehilangan semangat untuk berjuang mempertahankan Sparta. Bahkan sempat terpikir untuk menyerah. Namun mengingat perjalanan Sparta sudah sejauh ini, ditambah dengan suntikan semangat baru setelah refreshing keluar kota. Membuat semangat admin kembali menyala. Guys, mari kita jaga agar api semangat kita tetrus menyala, dan bisa kembali berkobar seperti api unggun yang menghangatkan. 

Keberanian bukanlah tentang memiliki kekuatan untuk terus melangkah, melainkan tetap melangkah maju ketika kamu sudah merasa tidak punya kekuatan lagi.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.



Minggu, 23 Agustus 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 23 Agustus 2026

“No matter how many goals you have achieved, you must set your sights on a higher one.” 

Jessica Savitch

Untuk mencapai sebuah keinginan bukanlah perkara yang mudah. Perlu perjuangan keras yang tidak gampang untuk dilalui. Kamu harus mampu melewati rintangan demi rintangan yang kerap menghadang. Melawan rasa malas dan putus asa pun harus bisa kamu taklukan. Karena semua hal itu bisa menjadi jembatanmu untuk menuju puncak impian.

Perjuangan yang begitu meletihkan akan terbayar jika kamu mampu mengalahkan semua tantangan. Berbanggalah kamu yang berhasil meraih apa yang diinginkan. Tetapi jangan pernah cepat merasa puas dengan hasil yang sudah kamu raih tersebut. Karena itu semua bukan akhir dari proses perjalananmu menuju titik puncak.

Jika kamu cepat merasa puas maka kamu hanya bisa menikmati kesuksesanmu dalam waktu yang singkat. Jadi pastikan kamu mampu menghalau rasa cepat puas tersebut agar kamu tidak merasakan 5 kerugian seperti berikut.

1. Kepuasan membuatmu terlena sehingga kamu tidak ingin melakukan hal yang lain

Pencapaian yang kamu dapatkan saat ini memang hal yang patut untuk diapresiasi. Namun jangan karena sudah berhasil mendapat apa yang kamu inginkan lantas membuatmu berhenti disitu karena telah merasa puas. Padahal jika kamu memilih untuk lanjut dan memenuhi rasa penasaran untuk mencoba hal baru maka kamu akan berada di titik yang lebih tinggi dari saat ini.

2. Muncul sifat sombong di dalam dirimu

Tak bisa dipungkiri bahwa rasa bangga pasti akan memenuhi perasaanmu saat kamu berhasil meraih apa yang diimpikan. Kerap memuji diri sendiri pun akan kamu lakukan sebagai bentuk penghargaan bagi dirimu yang telah berhasil melewati rintangan. Hingga akhirnya rasa bangga dan kebiasaan memuji diri sendiri akan membuatmu menjadi orang yang besar kepala. Hal itu terjadi karena kamu cepat merasa puas.

3. Kamu akan terkejar oleh yang lain hingga tak mampu mengunggulinya

Kesuksesan yang kamu raih akan menjadi hal yang luar biasa bagimu dan orang terdekatmu. Namun kesuksesan yang kamu raih juga bisa menjadi hal yang biasa saat kamu terkejar oleh yang lain hingga tak mampu mengunggulinya lagi karena sudah terlena dengan rasa puas. Kepuasanlah yang membuat semangatmu turun hingga merasa tak ada gairah lagi untuk mengejar ketertinggalan.

4. Rasa puas akan menyebabkanmu patah harapan

Saat kamu sudah merasa cukup puas dengan hasil yang kamu dapat disitulah rasa malas bisa merasuki dirimu. Karena ketika sudah merasa puas pasti kamu tak ingin melakukan hal lain lagi. Hingga akhirnya kamu akan merasa patah harapan untuk meraih kesuksesan yang sesungguhnya.

5. Menutup kesempatan untuk lebih mengembangkan potensi diri

Cepat merasa puas bisa saja menutup kesempatan kamu untuk mengembangkan potensi diri. Saat kamu menekuni sebuah bidang dan merasa cukup dengan hasil yang sudah diraih maka kamu tidak bisa merambah ke bidang lain yang sekiranya kamu memiliki potensi di dalamnya. Padahal sebenarnya saat kamu memutuskan untuk lanjut, bisa saja kamu akan lebih sukses saat mampu terjun ke hal yang baru karena ternyata kamu memiliki potensi di sana yang tidak pernah kamu ketahui sebelumnya.

Itulah 5 kerugian yang kamu dapat saat cepat merasa puas. Rasa puas memang terkadang kamu butuhkan agar bisa mensyukuri dan memuji pencapaianmu. Namun jangan berlama-lama merayakan kemenanganmu jika kamu ingin meraih sesuatu yang lebih baik lagi dari hari ini.

                 -----oooOOOooo----

Kembali ke reportase... Siang bolong di Kota Bandung hari ini terasa begitu menyengat. Terik matahari seolah tak memberi ampun, membuat udara panas menyelimuti setiap sudut kota. Di tengah hiruk-pikuk lalu-lintas kendaraan di jalan raya, panas yang membakar menjadi pengiring admin berangkat menuju GOR ABA.

Sekalipun masih banyak Spartan yang belum bisa bergabung lagi di turney mingguan Sparta kali ini, namun terobati dengan hadirnya beberapa orang yang sudah sekian lama tidak merapat ke Sparta, plus ada member Sparta yang baru bergabung untuk pertama kalinya.

Setelah proses pengundian yang berjalan cukup singkat, agenda turnamen pun bisa segera dimulai, mengingat para peserta turney di grup A sudah lengkap.  Sementara penghuni grup B sebagian masih dalam perjalanan.

Babak penyisihan grup menghasilkan pasangan Peter dan Angga sebagau juara grup A, yang didampingi oleh Odod dan Herman sebagai runner up-nya. Pada grup B keganasan Faisal R dan Yudi H masih belum terjinakan, sehingga mereka dapat dengan mudah menempati posisi juara grup B. Pasangan muda Stephen dan Stefanus berhasil menemati posisi runner up setelah mengalahkan pasangan seniornya Iwan dan Dumai di laga penyisihan.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Peter dan Angga. runner up grup: Odod dan Herman

Grup B, Juara grup: Faisal R dan Yudi H, runner up grup: Stephen dan Stefanus 

Hasil pengundian untuk babak semifinal mempertemukan para semifinalis secara menyilang. Pada bagan atas Faisal R dan Yudi H menang mudah 42-21 atas lawannya, Odod dan Herman. Hasil ini mengantarkan mereka melangkah ke babak final.

Pada bagan bawah pasangan juara grup A, Peter dan Angga gagal melangkah ke babak final setelah menderita kekalahan dari pasangan Stephen dan Stefanus 27-42.

Finalis yang muncul kali ini adalah Faisal R dan Yudi H VS Stephen dan Stefanus. Set pertama dibuka dengan permainan agresif pasangan muda Stephen dan Stefanus, yang bermain menekan dengan serangan-serangan tajam. Secara mengejutkan mereka langsung leading dalam perolehan poin. Bahkan mereka sempat memimpin cukup jauh 11-2. Namun berkat kematangan mental bertanding Faisal R dan Yudi H, mereka berhasil menyamakan kedudukan 16-16. Bahkan sempat membalikkan keadaan dan berbalik memimpin. Namun Stephen dan Stefanus kembali menyamakan skor 19-19 lalu 20-20. Set pertama berhasil ditutup oleh Faisal R dan Yudi H dengan keunggulan tipis 21-20.

Pada set ke-2 setelah terjadi pergantian shuttlelock, Faisal R dan Yudi H bermain makin solid dan mendominasi permainan. Perolehan poin mereka pun langsung menjauh. Sementara Stephen dan Stefanus telat beradaptasi dengan shuttlecock yang baru diganti. Smash, drive dan lob mereka kerap kali terlalu kencang sehingga membuat shuttlecock meluncur terlalu deras dan mendarat di luar lapangan lawan. Kondisi shuttlecock yang tidak bisa mereka kendalikan membuat frustrasi pasangan muda ini. Di set ke-2 Stephen dan Stefanus hanya sempat menambah 4 poin saja. Sebaliknya dengan Faisal R dan Yudi H yang berhasil mendulang banyak poin. Babak final pun berakhir dengan skor cukup jauh 42-24.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 23 Agustus 2026;

Juara 1 Faisal R dan Yudi H

Juara 2 Stephen dan Stefanus

Juara Odod dan Herman / Peter dan Angga

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-27 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Dengan memasang target dan tujuan yang lebih tinggi setelah berhasil meraih berbagai pencapaian, kita akan terus terdorong untuk berkembang dan melangkah lebih jauh. Sebab, keberhasilan bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan motivasi untuk menjadi pribadi yang tidak cepat puas dan selalu berusaha mencapai hal-hal yang lebih besar.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.

Minggu, 09 Agustus 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 9 Agustus 2026

“Courage does not always roar. Sometimes courage is the quiet voice at the end of the day saying, 'I will try again tomorrow.”

Mary Anne Radmacher

Seringkali kita merasa, hidup kita saat ini sedang berada pada titik terbawah. “Sudah jatuh, tertimpa tangga pula”. Mungkin pepatah itulah yang sering kita alami. Namun yakinlah satu hal, bahwa semua proses ini akan membuat kita menjadi lebih kuat dan tegar dari sebelumnya. Seperti cerita inspiratif kali ini, yang menceritakan tentang Seekor Keledai, langsung saja kita simak.

Suatu hari keledai milik seorang petani terperosok jatuh ke dalam sumur tua yang kering. Hewan itu menangis memilukan selama berjam-jam.

Menyadari hal ini, petani pun mulai memutar otak memikirkan “nasib” keledai ini. Berbagai pertimbangan pun segera diambil, dan petani sampai pada sebuah keputusan, bahwa baik keledai maupun sumur itu sendiri tidak bisa diselamatkan. Sang keledai sudah tua dan tidak berguna lagi. Sementara sumur tua itu akan sangat membahayakan bila dibiarkan begitu saja. Petani kemudian memutuskan untuk mengangkut tanah dan menimbun sumur itu bersama dengan si keledai malang itu.

Si petani segera memanggil tetangga-tetangganya supaya bisa membantu dia. Para tetangga yang sudah berdatangan tidak menunggu lebih lama lagi. Dengan cangkul dan sekop di tangan, ada yang menggali tanah dan ada yang menyekopnya dan mulailah mereka menutupi sumur itu. Sementara itu, keledai malang yang ada di dalam sumur semula tampak sangat ketakutan. Dia sadar bahwa sebentar lagi dia akan mati perlahan-lahan, tertimbun oleh tanah. Dia sangat kebingungan.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian semua orang takjub karena si keledai menjadi diam.

Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara si petani dan tetangga-tetangganya terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik.

Segera saja semua orang kaget ketika si keledai meloncati tepi sumur dan berhasil membebaskan diri.

Nilai yang dapat diambil:

Dalam kehidupan; kegembiraan, kesulitan, kesedihan, selalu datang silih berganti. Semua memberikan peranan yang sama kepada kita, yaitu mengembangkan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Demikianlah, ibarat kehidupan ini yang terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita. Cara untuk keluar dari ‘sumur’ (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari ‘sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Seperti itulah seharusnya respon kita terhadap masalah yang kita hadapi.

Setiap masalah yang kita hadapi merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ‘sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah!

                 -----oooOOOooo----

Kembali ke reportase... Setelah beberapa minggu Bandung dilanda hawa dingin, kini suhu udara di Bandung terasa meningkat. Udara panas terasa sekali di dalam GOR ABA. 

Siang ini admin datang sedikit'terlambat' karena terkendala kemacetatan lalu-lintas di Leuwipanjang gara-gara ada mobil parkir sembarangan, diperparah dengan sepanjang perjalanan setiap melintas perempatan selalu mendapatkan lampu merah menyala.. Odod, Faisal R, Herman dan Fatoni sudah duluan tiba di GOR ABA. Tanpa menunggu lama proses pengundian pun dilakukan.

Result babak penyisihan grup minggu ini memunculkan Peter dan Fathur sebagai juara grup A, disusul oleh Fatoni dan Herman yang menempati posisi runner up.  Pada grup B, Yudi H dan Faisal R masih terlalu tangguh buat lawan-lawannya, sehingga tak mengherankan bila mereka menjadi juara grup B. sementara Rama Dhany dan Odod harus puas menjadi runner up grup tersebut.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Peter dan Fathur. runner up grup: Fatoni dan Herman

Grup B, Juara grup: Yudi H dan Faisal R, runner up grup: Rama Dhany dan Odod

Hasil undian babak semifinal lagi-lagi kembali mempertemukan sesama pesaing grup. Pada bagan atas partai ulangan Yudi H dan Faisal R VS Rama Dhany dan Odod  kembali dimenangkan oleh Yudi H dan Faisal RRama Dhany dan Odod berhasil memperbaiki catatan perolehan poin menjadi 38-42, setelah sebelumnya kalah 29-42. Namun skor itu tak cukup untuk bisa meloloskan mereka ke babak final.

Pada bagan bawah kembali terjadi pertarungan sengit antara  Peter dan Fathur dengan Fatoni dan HermanPeter dan Fathur yang di babak penyisihan menang 42-38, kali ini menang lagi dengan skor mepet 42-40. Setelah di penghujung pertandingan mendapatkan skor penutup dari bola yang dilepas oleh Fatoni karena dikira bola keluar. Sebenarnya wasit memutuskan bola keluar, tapi Fatoni bersikap ksatria dengan menyatakan bahwa bola itu masuk.

Babak final mempertemukan kedua pasang juara grup dari grup A dan grup B. Sejujurnya, Yudi H dan Faisal R lebih difavoritkan yang akan menjadi juara minggu ini. Tanpa mengecilkan perjuangan dari  Peter dan Fathur.

Set pertama dibuka dengan sangat seru. Kedua pasangan finalis bermain ngotot. Terjadi drama saling susul menyusul poin. Tak sekejap pun kedua pasang finalis ini lengah dan membuat skor ada yang tertinggal jauh. Bahkan hingga set pertama pun harus berakhir dengan skor mepet 21-20 untuk keunggulan sementara pasangan Yudi H dan Faisal R.

Drama susul menyusul poin yang sangat ketat masih terjadi hingga pertengahan set ke-2. Setelah terjadi skor kembar 27-27, Peter dan Fathur mulai tertinggal perolehan poinnya. Skor mereka seolah-olah tersendat, sementara Yudi H dan Faisal R makin gacor mendulang poin-demi poin. Sikap Fathur  yang uring-uringan membuat mood Peter rusak. Setelah terjadi insiden melempar raket, Peter berkata: "Dengan sikap kaya gitu, ga akan merubah saya main jadi lebih bagus". Beberapa poin terlihat seperti sengaja dibuang oleh Peter sebagai bentuk masa bodo. Karena banyak mendikte dan menyalahkan partner, dari awal hingga akhir babak final, tak mengherankan malah dia yang lebih banyak melakukan unforced error. Ada perdebatan teori di lapangan karena salah kaprah. Salah satunya soal siapa yang seharusnya menerima bola setengah yang ditempatkan lawan ke area tengah belakang. Dia menuntut diambil oleh pemain depan, padahal seharusnya itu menjadi tanggungjawab pemain belakang. Karena pemain depan sekalipun bisa mengembalikan bola itu, hasilnya tidak akan sempurna (kemungkinan besar akan nanggung), karena posisi badannya tidak ideal untuk mengambil bola. Sementara kalo pemain belakang hanya butuh melangkah maju untuk menyelamatkan bola dengan sedikit effort. Situasi kemelut di lapangan ini jelas sangat menguntungkan lawan. Babak final akhirnya ditutup oleh Yudi H dan Faisal R dengan kemenangan dengan skor sangat meyakinkan, 42-30.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 9 Agustus 2026;

Juara 1 Yudi H dan Faisal R

Juara 2 Peter dan Fathur

Juara Rama Dhany dan Odod / Fatoni dan Herman

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-26 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Pesan Moral: 

  • Jangan Menyerah pada Masalah: Masalah, kritik, atau kesulitan hidup diibaratkan seperti "tanah" yang dilemparkan kepada kita untuk menjatuhkan.
  • Jadikan Beban sebagai Pijakan: Alih-alih membiarkan diri kita "terkubur" oleh keputusasaan, kibaskan beban tersebut dan jadikan setiap masalah sebagai batu loncatan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.

Senin, 27 Juli 2026

Reportase Turnamen Sparta Supreme Cup, 26 Juli 2026

"Gold medals aren't really made of gold. They're made of sweat, determination, and a hard-to-find alloy called guts." 

Dan Gable

Setelah sempat tertunda 1 minggu karena alasan satu dan lain hal, akhirnya perhelatan SPARTA SUPREME CUP 2026 terselenggara pada 26 Juli 2026. Turnamen event tahunan SPARTA yang selalu digelar setiap Bulan Juli ini, merupakan salah satu turnamen yang ditunggu-tunggu.

Perjalanan tak selalu mulus, ada kerikil-kerikil yang menghambat jalannya turnamen ini. Mundurnya beberapa orang dan terlambatnya peserta yang datang turut andil membuat molornya acara ini. Mungkin lain kali admin harus lebih tegas dengan mewajibkan seluruh peserta melunasi uang pendaftaran agar peserta tidak sembarangan cancel supaya uangnya tidak hangus. Pun dengan peserta yang datang seenaknya terlambat luar biasa, harus kena sanksi W.O.

Bukan SPARTA namanya kalo dalam setiap event tidak menyediakan medali yang indah. Kali ini  SPARTA SUPREME CUP  memperebutkan medali indah terbuat dari logam dengan kaca crystal dibagian tengahnya. Dilengkapi dengan box tempat medali berwarna merah. 

Gold Medal

Silver Medal

Bronze Medal

Turnamen SPARTA SUPREME CUP 2026 diikuti oleh 22 orang. Yang terdiri dari 7 pasang memilih partnernya sendiri, dan 4 pasang lainnya ditentukan melalui undian. Dari komposisi 11 pasang tersebut admin menilai kekuatannya sangat imbang.  Boleh dibilang tak ada pasangan yang terlalu menonjol, maupun terlalu lemah. 

Pada fase penyisihan grup A, Redy dan Rizaldi sukses menjadi juara grup, yang didampingi oleh Herman dan Apin sebagai runner up-nya. Ikhwal dan Fahmi harus tersingkir dari grup neraka ini.

Persaingan di grup B memunculkan Odod dan Fathur sebagai juara grup, dan yang menjadi runner up-nya adalah Yudi H dan Dena ZM. Pada grup ini yang harus mengubur mimpinya adalah Bagas dan Fajar A

Peter dan Faisal R sukses menjadi juara grup C, dibayang-bayangi oleh Rama Dhany dan Erwin yang menempati posisi runner up. Sementara pasangan muda Stephen dan Stefanus  harus angkat koper setelah 2 kali mengalami kekalahan.

Pertarungan di grup D karena berisi 2 pasang, maka diambil best of three dari 3 pasang yang sudah gugur di grup A, B dan C. Pasangan yang beruntung mendapat nyawa cadangan itu adalah Fahmi dan Ikhwal. Dan rupanya mereka berhasil belajar dari kesalahan. Mereka tampil lebih solid di grup D, sehingga secara mengejutkan mereka keluar sebagai juara grup D. Pada posisi runner up diduduki oleh Jordi dan Fery. Sementara duo 'rally panjang' Dumai dan Hizkia Ken harus rela tersingkir premature dari Turnamen ini.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak quarterfinal;

Grup A, Juara grup: Redy dan Rizaldi runner up grup: Herman dan Apin

Grup B, Juara grup:  Odod dan Fathur, runner up grup: Yudi H dan Dena ZM

Grup A, Juara grup: Peter dan Faisal R, runner up grup: Rama Dhany dan Erwin

Grup B, Juara grup: Fahmi dan Ikhwal, runner up grup: Jordi dan Fery

Hasil undian babak quarterfinal mempertemukan 2 pasangan secara menyilang dan 2 pasangan lainnya kembali bertemu dengan sesama pesaing grup-nya. 

Pada bagan atas terjadi pertemuan kembali antar penghuni grup B, Odod dan Fathur VS Yudi H dan Dena ZMYudi H dan Dena ZM yang di fase penyisihan grup kalah 36-42, kali ini berhasil membalikkan keadaan dengan memenangi laga quarterfinal 42-29.

Pada bagan atas lainnya pertarungan Peter dan Faisal R VS Jordi dan Fery, dimenangkan oleh Peter dan Faisal R dengan skor cukup meyakinkan 42-26.

Pada bagan bawah pertama, Fahmi dan Ikhwal yang baru bangkit dari kubur, berhasil menyingkirkan Rama Dhany dan Erwin dengan skor 42-22.

Sementara pada bagan bawah yang ke-2, pertarungan sesama penghuni grup A kembali dimenangkan oleh Redy dan Rizaldi dengan skor 42-31. Skor tersebut cukup untuk memulangkan pasangan Herman dan Apin.

Pada babak semifinal keempat pasangan bermain sangat baik. Hal itu ditunjukkan dengan skor yang cukup ketat. 

Pertemuan Yudi H dan Dena ZM VS Peter dan Faisal R berjalan sangat seru. Peter dan Faisal R yang sempat memimpin cukup jauh, pada poin-poin krusial melakukan unforced error secara beruntun yang membuat poin mereka terkunci di angka 39. Sehingga skor mereka berhasil ditikung oleh Yudi H dan Dena ZM dengan skor akhir 42-39. 

Pada semifinal lainnya Fahmi dan Ikhwal bertemu dengan Redy dan Rizaldi. Fahmi dan Ikhwal bermain lebih apik. Ikhwal yang lebih banyak ditempatkan di area depan lapangan membuat  Fahmi  leluasa mengcover lapangan. Formasi itu membuat Redy dan Rizaldi tampil tertekan. Terutama Rizaldi  yang banyak sekali melakukan service sangat tanggung yang dengan mudah bisa dimatikan lawannya. Fahmi dan Ikhwal memenangi laga semifinal ini dengan 42-37.

Laga final mempertemukan Yudi H dan Dena ZM VS Fahmi dan Ikhwal. Laga final ini dimpimpin oleh Fathur sebagai wasitnya.Set pertama dibuka cukup imbang. Fahmi dan Ikhwal tercatat leading 1-2 angka. Yudi H dan Dena ZM tak tinggal diam. Mereka berhasil menyamakan kedudukan 7-7. Namun setelah itu Yudi H dan Dena ZM melakukan 5 kali kesalahan secara beruntun yang membuat lawannya kembali diatas angin. Menjelang set pertama berakhir Yudi H dan Dena ZM berhasil mempersempit jarak perolehan poin. Set pertama pun berakhir dengan 21-19 untuk keunggulan sementara  Fahmi dan Ikhwal

Pada set ke-2 Yudi H dan Dena ZM berhasil menyamakan skor 22-22. Namun setelah itu lagi-lagi pasangan ini melakukan 4 kesalahan secara beruntun. Dan setelah itu Fahmi dan Ikhwal konsisten leading 2-3 poin. Di penghujung set ke-2 lagi-lagi Yudi H dan Dena ZM mengulang melakukan 4 kesalahan secara beruntun. Sehingga Fahmi dan Ikhwal berhasil memenangi laga final dengan 42-34.

Inilah nama-nama yang menjadi juara Turnamen SPARTA SUPREME CUP, 26 Juli 2026;

Juara 1 Fahmi dan Ikhwal

Juara 2 Yudi H dan Dena ZM

Juara Peter dan Faisal R / Redy dan Rizaldi 


Champion: Fahmi dan Ikhwal

Runner Up: Yudi H dan Dena ZM

Semifinalist:Peter dan Faisal R

Semifinalist: Rizaldi dan Redy

Para juara foto bersama

Para juara foto bersama dengan gaya bebas


Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen SPARTA SUPREME CUP 2026;


Road to final


Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...

Senin, 20 Juli 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 19 Juli 2026

“The purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived and lived well.”

Ralph Waldo Emerson


Pernah merasa hidup berjalan begitu saja tanpa ada sesuatu yang benar-benar bikin semangat? Bangun pagi, kerja, kuliah, atau sekolah, pulang, scroll medsos, tidur, dan besoknya diulang lagi? Kalau iya, mungkin kamu sedang mengalami fase di mana hidup terasa “gitu-gitu aja.” Nah, bisa jadi ini karena kamu belum menemukan makna hidup dan tujuan hidupmu.

Makna hidup adalah perasaan bahwa hidup kita bernilai, punya arah, dan berkontribusi bagi orang lain, masyarakat, Tuhan, kebaikan bersama. Sementara itu, tujuan hidup adalah arah yang kita tetapkan untuk diri kita sendiri, sesuatu yang ingin kita capai atau jalani dalam hidup.

Singkatnya, makna hidup adalah alasan kita merasa hidup itu berarti, sedangkan tujuan hidup adalah arah konkret yang kita ambil untuk mencapai makna itu. Makna bisa ditemukan dalam hubungan sosial, kontribusi terhadap orang lain, atau dalam kegiatan yang membuat kita merasa hidup lebih “penuh.” Sementara itu, tujuan hidup bisa berbentuk karir yang diimpikan, nilai-nilai yang dijalani, atau hal besar yang ingin diwujudkan.

Tanda Menemukan Makna dan Tujuan Hidup

Bagaimana kita tahu kalau kita sudah menemukan makna hidup dan tujuan hidup? Berikut beberapa tanda-tandanya:

  • Kamu merasa lebih bersemangat bangun pagi – Bukan berarti nggak pernah malas, tapi kamu punya alasan untuk menjalani hari.
  • Kamu nggak terlalu terobsesi dengan validasi orang lain – Karena kamu tahu apa yang kamu lakukan punya nilai bagi dirimu sendiri.
  • Kamu bisa menerima tantangan dan kegagalan dengan lebih tenang – Karena kamu melihatnya sebagai bagian dari perjalanan, bukan sekadar “gagal.”
  • Kamu merasa hidupmu bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain – Entah lewat pekerjaan, hobi, atau relasi sosial, kamu merasa punya dampak buat orang lain.
  • Kamu punya arah yang jelas, meski masih fleksibel – Tujuan hidup nggak harus permanen, tapi kamu punya gambaran mau ke mana dan apa yang penting buatmu.

Makna dalam Rutinitas

Rasa bosan sering kali muncul ketika kita merasa nggak ada hal baru atau menantang dalam hidup. Rutinitas yang monoton bisa membuat kita merasa kosong, seolah-olah hidup cuma sekadar “jalan” tanpa ada sesuatu yang benar-benar bermakna. Tapi sebenarnya, rutinitas nggak selalu buruk. Justru, kita bisa menemukan makna dalam aktivitas sehari-hari.

Misalnya, kalau kamu merasa bosan dengan kuliah atau pekerjaan, coba tanyakan ke diri sendiri: “Dari hal kecil apa aku bisa mendapatkan makna hari ini?” Bisa jadi dari membantu teman, belajar sesuatu yang baru, atau sekadar menikmati makanan sambil bersyukur. Hal ini penting karena makna nggak selalu datang dari hal besar, tapi juga dari pengalaman kecil yang kita hayati dengan lebih sadar.

Mulai Eksplorasi

Kalau kamu masih merasa belum menemukan makna hidup dan tujuan hidup, nggak apa-apa. Ini bukan sesuatu yang harus langsung ditemukan hari ini. Yang bisa kamu lakukan adalah mulai eksplorasi. Coba hal baru, refleksikan apa yang membuatmu merasa hidup lebih berarti, dan perhatikan momen-momen kecil yang membuatmu merasa “hidup.” Karena sering kali, makna hidup nggak ditemukan, tapi diciptakan.

                 -----oooOOOooo----

Kembali ke reportase... Sekalipun cuaca cerah tapi tak berarti turney mingguan Sparta menjadi cerah juga. Ada rasa sedih-sedihnya saat melihat yang hadir hanya sedikit. Kadang bertanya dalam hati, kenapa Spartan berhalangan hadirnya secara serempak? Dengan alasan hampir mirip juga. Dalam mengelola komunitas mabar, admin sudah kenyang makan 'ASAM GARAM' ups and downs SPARTA BADMINTON. Yang untungnya admin sometimes  hanya menderita ASAM LAMBUNG, tapi tidak DARAH TINGGI karena kebanyakan makan GARAM he he he... Jadi admin sudah khatam dalam menghadapi segala situasi. 

Situasi yang hampir sama yang terjadi pada tanggal 5 Juli 2026, dimana turney kali ini hanya dibuat menjadi satu grup saja.  Kehadiran Iwan dan Fachri A turut andil membuat turney kali ini menjadi berjalan dengan baik.

Babak penyisihan grup tanggal 19 Juli 2026 menghasilkan urutan sebagai berikut;

1. Faisal R dan Rama Dhany

2. Iwan dan Yudi H

3. Fachri A dan Fatoni

4. Peter dan Fachri A

Faisal R dan Rama Dhany sukses melibas semua lawan-lawannya di babak penyisihan, sehingga tak mengherankan bila mereka menempati urutan pertama. Berada dibawahnya, yaitu urutan ke-2, ada Iwan dan Yudi H.

Kali ini babak final adalah pengulangan pertemuan antara urutan pertama dan ke-2 di fase penyisihan grup. Yaitu Faisal R dan Rama Dhany VS  Iwan dan Yudi H. Dan perebutan medali 'virtual' Sparta kali ini hanya memperebutkan emas dan perak saja. 

Set pertama dibuka dengan gencarnya serangan Iwan dan Yudi H kepada Faisal R dan Rama DhanyIwan dan Yudi H bermain lebih agresif. Sepertinya mereka tidak mau mengulang kekalahan yang sama saat di fase grup. Jual beli serangan dan saling susul menyusul poin terjadi hingga skor 6-6. Setelah itu  Iwan dan Yudi H mulai mendominasi permainan. Mereka bahkan sempat leading 4-5 poin di depan. Tercatat pasangan ini sempat leading 17-11. Namun ketenangan Faisal R dan Rama Dhany mampu menetralisir keadaan dan bisa menyamakan skor 17-17, lalu berbalik leading bahkan mereka bisa memegang game poin duluan, 20-19. Iwan dan Yudi H tak tinggal diam, dengan cepat mereka membalikkan skor dan menuntaskan set satu dengan kemenangan 21-20. 

Awal set ke-2 permainan kembali imbang. Beberapa kali terjadi lagi drama saling susul menyusul poin. Iwan dan Yudi H mulai leading lagi. Menjelang set ke-2 berakhir, di poin-poin krusial, lagi-lagi Faisal R dan Rama Dhany menunjukkan kematangan mental bermain mereka. Mereka membalikkan keadaan skor disaat yang sangat tepat. Akhirnya final menjadi milik pasangan ini, yang berhasil menutupnya dengan skor 42-38.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 19 Juli 2026;

Juara 1 Faisal R dan Rama Dhany

Juara 2 Iwan dan Yudi H

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-23 tahun 2026;





Road to final

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta


Untuk menemukan kembali tujuan hidup kamu, mulailah dengan merefleksikan diri, mengidentifikasi hal yang nda sukai, dan menetapkan target kecil. Evaluasi prioritas kamu dan mulailah mengambil tindakan kecil hari ini.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya

Minggu, 12 Juli 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 12 Juli 2026

"Believe in yourself, take on your challenges, dig deep within yourself to conquer fears. Never let anyone bring you down. You got to keep going."

Chantal Sutherland

Percaya pada diri sendiri adalah fondasi yang kuat untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Ini adalah keyakinan yang memacu kita untuk berani mengambil risiko, melangkah maju, dan mengatasi tantangan. Seiring waktu, ketika kita terus bekerja keras dan mempercayai diri sendiri, akan datang suatu hari ketika orang lain tidak punya pilihan selain memercayai kita. Artikel ini akan membahas mengapa keyakinan pada diri sendiri adalah salah satu kunci utama keberhasilan.

1. Keyakinan Membawa Keberanian

Keyakinan pada diri sendiri adalah motor keberanian. Saat kita yakin dengan kemampuan dan potensi kita, kita menjadi lebih berani untuk mengejar impian kita tanpa ragu. Kami tidak akan tergoda oleh keraguan diri atau pendapat negatif orang lain. Keberanian ini adalah apa yang membedakan mereka yang sukses dari mereka yang hanya berharap.

2. Keberhasilan Menciptakan Bukti

Ketika kita mulai beraksi berdasarkan keyakinan pada diri sendiri, kita mulai mencapai hasil. Setiap pencapaian kecil adalah bukti bahwa keyakinan kita tidak salah. Orang lain mulai melihat hasil kerja keras kita, dan ini adalah saat ketika mereka mulai mempercayai kita. Keberhasilan menciptakan bukti nyata yang memperkuat keyakinan pada diri sendiri dan memenangkan dukungan orang lain.

3. Menulari Keyakinan

Keyakinan adalah sifat menular. Ketika kita memancarkan keyakinan dan tekad, orang lain yang berada di sekitar kita mulai merasakannya. Mereka merasa yakin untuk mendukung kita karena mereka melihat komitmen kita dan hasil yang kita capai. Ini adalah saat ketika kita menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

4. Membuka Peluang Baru

Ketika kita memercayai diri sendiri, kita menjadi lebih terbuka terhadap peluang baru. Kita menjadi lebih percaya diri dalam mencoba hal-hal baru, menjajaki bidang-bidang yang belum kita kenal, dan bekerja dengan orang-orang yang mungkin tidak akan memberi kita kesempatan sebelumnya. Keyakinan pada diri sendiri membuka pintu-pintu yang sebelumnya terkunci.

5. Mengatasi Rintangan dengan Lebih Mudah

Tidak ada perjalanan menuju keberhasilan yang tidak ada rintangannya. Namun, ketika kita memiliki keyakinan pada diri sendiri, kita menghadapi rintangan dengan lebih mudah. Kami memiliki mentalitas yang kuat dan kemampuan untuk menemukan solusi untuk setiap tantangan yang muncul. Kita tidak akan menyerah saat menghadapi kesulitan.

Kesimpulan: Keyakinan pada Diri Sendiri Membawa Keberhasilan

Keyakinan pada diri sendiri adalah kunci utama menuju keberhasilan yang tak terbantahkan. Saat kita mempercayai diri sendiri dan bekerja keras untuk mencapai tujuan kita, orang lain akan ikut percaya pada kita. Mereka akan melihat bukti dalam hasil yang kita raih dan komitmen kita yang kuat. Jadi, jangan pernah ragu untuk mempercayai diri sendiri, karena suatu hari nanti, orang lain tidak punya pilihan selain memercayai Anda.

                 -----oooOOOooo----


Kembali ke reportase... Demam sepakbola sangat terasa efeknya, termasuk pada aktivitas member Sparta. Terlihat dari yang konfirmasi untuk mengikuti turney hari ini. Kebanyakan terlihat menunggu partai Argentina VS Swiss beres dulu.  Makanya menjelang pukul 11.00 WIB notifikasi pesan dari member Sparta di HP admin bermunculan secara berturut-turut.

Fase penyisihan grup turney kali ini menghasilkan Rama Dhany dan Fathur keluar sebagai juara grup A, didampingi oleh Yudi H dan Redy sebagai runner up-nya. 

Persaingan di grup B berjalan sangat ketat. Karena ketiga pasang kontestan sama-sama mengantongi 1 kali menang dan 1 kali kalah. Jadi mau tak mau solusi penghitungan selisih poin harus diambil untuk menentukan juara dan runner up grup B. Dari hasil penghitungan selisih poin yang menjadi juara grup B adalah Herman dan Fatoni yang mengantongi selisih poin 3. Disusul oleh Bagas dan Ikhwal sebagai runner up grup B, setelah mengantongi selisih poin -1. Sementara Rizaldi dan Odod harus tersingkir karena hanya mengantongi selisih poin paling bontot, yaitu -2. Sempat terjadi kesalahan penghitungan yang menyebabkan Bagas dan Ikhwal dinyatakan gugur, dan mereka lanjut mabar. Tapi setelah dilakukan penghitungan ulang, hasilnya Bagas dan Ikhwal yang lolos. Mereka pun menghentikan mabar dan lanjut ke babak semifinal.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Rama Dhany dan Fathur. runner up grup: Yudi H dan Redy

Grup B, Juara grup: Herman dan Fatoni, runner up grup: Bagas dan Ikhwal 

Hasil undian babak semifinal kembali mempertemukan sesama pesaing grup. Pada bagan atas partai ulangan Rama Dhany dan Fathur VS Yudi H dan Redy kembali dimenangkan oleh Rama Dhany dan Fathur dengan skor 42-34.

Pada bagan bawah terjadi pertarungan yang sangat ketat. Bagas dan Ikhwal yang di fase penyisihan grup kalah 36-42 dari Herman dan Fatoni, pada laga semifinal berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan dengan skor super tipis 42-41.

Babak final mempertemukan Rama Dhany dan Fathur VS Bagas dan IkhwalBagas dan Ikhwal yang baru comeback main di Turnamen Mingguan Sparta lagi, langsung melaju ke partai puncak. Set pertama Rama Dhany dan Fathur langsung bermain menekan dan tidak mau memberi kesempatan lawannya untuk berkembang. Mereka leading dalam perolehan poin, bahkan sempat leading hingga 8 poin pada kedudukan 10-2. Bagas dan Ikhwal belum bisa bermain all out pada set pertama. Hingga set pertama berakhir dengan 21-9 untuk keunggulan sementara Rama Dhany dan Fathur.

Tak ada perubahan signifikan dari Bagas dan Ikhwal. Mereka masih tampil under perform. Kombinasi permainan bola cerdik dari Rama Dhany dan serangan tajam dari Fathur benar-benar menyulitkan pasangan ini. Dengan cepat Rama Dhany dan Fathur leading makin jauh 10, 12, 14, 16, 18 poin dan berujung genap leading 20 poin pada kedudukan 40-20. Akhirnya babak final ditutup dengan skor sangat meyakinkan, 42-21 oleh Rama Dhany dan Fathur. Pasangan ranking 1 dan 2 Sparta dan pemilik koleksi medali terbanyak juga urutan pertama dan ke-dua ini, benar-benar seperti apotik tutup alias ga ada obat! Rama Dhany dan Fathur makin memperkokoh posisi mereka di peta persaingan Turnamen Mingguan Sparta musim 2026.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 12 Juli 2026;

Juara 1 Rama Dhany dan Fathur

Juara 2 Bagas dan Ikhwal

Juara Yudi H dan Redy Herman dan Fatoni

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-22 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta


Kepercayaan diri adalah fondasi mental yang membuat kamu berani mengambil tindakan dan tidak takut menghadapi rintangan. Sikap ini sangat krusial karena membantu kamu berpikir tenang, mengambil keputusan dengan tepat, dan bangkit dari kegagalan saat menghadapi tantangan hidup. Memiliki keyakinan yang kuat pada potensi diri sendiri akan memberikan berbagai manfaat luar biasa bagi kehidupan kamu.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya