“Permit yourself to change your mind when something is no longer working for you.”
Nedra Glover Tawwab
Kita semua pasti pernah mengalami kekecewaan atas susuatu dalam kehidupan tidak sesuai dengan harapan atau rencana kita. lalu apa apa yang harus kita lakukan jika kita menghadapi masalah itu? Satu langkah penting yang harus kita lakukan adalah mengubah arah pikiran kita.
Lantas bagaimana cara mengubah pikiran kita saat hidup tak sesuai harapan? berikan diri Anda izin untuk menerima rasa kecewa sejenak. Lalu, fokuslah pada kendali Anda hari ini: alihkan energi untuk menyusun rencana realistis yang baru dan syukuri hal-hal kecil di sekitar Anda.
Berikut adalah panduan praktis untuk mengubah pola pikir Anda:
1. Validasi Emosi Anda
Jangan pendam kekecewaan Anda. Menangis atau merasa sedih adalah hal yang sangat manusiawi. Menerima emosi ini justru membantu Anda pulih lebih cepat daripada harus berpura-pura baik-baik saja.
2. Fokus pada Apa yang Bisa Dikendalikan
Anda tidak bisa mengatur masa lalu atau tindakan orang lain. Fokuskan tenaga Anda pada hal yang sepenuhnya berada dalam kendali Anda, seperti:
- Reaksi dan respons Anda terhadap masalah.
- Waktu dan tenaga yang Anda investasikan setiap hari.
- Batasan diri untuk menjaga kesehatan mental.
3. Evaluasi Ekspektasi Anda
Terkadang, yang menyakiti kita bukanlah kenyataannya, melainkan ekspektasi kita sendiri. Coba tinjau kembali harapan tersebut. Apakah ekspektasi tersebut realistis untuk situasi saat ini? Sesuaikan ekspektasi agar lebih seimbang dengan kondisi.
4. Cari Hikmah atau Pelajaran
Setiap kegagalan adalah ruang untuk belajar. Ubah pola pikir dari "Mengapa ini terjadi pada saya?" menjadi "Apa yang bisa saya pelajari dari situasi ini agar lebih tangguh ke depannya?"
5. Tetap Lakukan "Self-Care" dan Bersyukur
Beri jeda sejenak dari beban pikiran. Lakukan rutinitas perawatan diri seperti beristirahat cukup, berolahraga, atau melakukan hobi yang menyenangkan. Praktikkan rasa syukur harian untuk menghargai apa yang sudah Anda miliki saat ini.
Jika perasaan tertekan, cemas, atau kecewa tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang terpercaya atau berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental.
-----oooOOOooo-----
Kembali ke reportase... Menjadi admin komunitas mabar badminton harus memiliki tingkat kesabaran 'level dewa' agar bisa lapang dada menghadapi dinamika dalam menjalankan roda mabar mingguan agar tetap bisa berjalan. Whatsapp pribadi admin (bukan broadcast) yang berisi ajakan mabar, kadang seperti dianggap sampah. Hanya dibaca tapi tidak dipedulikan. Boro-boro dibalas. Entah karena luar biasa sibuk atau karena tidak pernah belajar adab/etika dalam hal 'respect each other'. Ribuan whatsapp berakhir di tong sampah. Padahal tak sulit hanya sekedar menjawab: "Maaf, hari tidak bisa"atau "Off dulu", bahkan cukup dibalas: "Nggak dulu" atau "Tidak". Tanpa perlu memberikan penjelasan secara panjang lebar apapun alasannya.
Admin dituntut untuk bisa memutar otak mencari solusi dari hari ke hari agar mabar tetap bisa berjalan. Kadang ada pertanyaan: "Hari ini banyakan ga? Kalo banyakan saya mau datang". Kalo sudah banyakan mah ga usah ngajak-ngajak lagi kali, ya. Dan ga butuh orang lagi he he he... Sudah dulu ah curhatnya :).
Hari ini Tourney mingguan Sparta diramaikan oleh kedatangan 4 orang member PB KROCO TANGSEL yang lagi liburan di Bandung. Mereka adalah: Raka, Santos, Ilham dan Rian. Juga ada newcomer, Rido yang dibawa oleh Gilang H.
Sama seperti minggu lalu, fase penyisihan grup di turney kali ini dibagi menjadi 4 grup. Dan tuntasnya pada pukul 18.30. Guys, tolong lebih diperhatikan supaya kita tidak terlalu banyak buang waktu, karena otomatis akan membuang uang juga untuk bayar\ over time.
Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak quarterfinal;
Grup A, Juara grup: Rama Dhany dan Herman. runner up grup: Fatoni dan Ahrianto
Grup B, Juara grup: Dumai dan Rafi, runner up grup: Peter dan Redy
Grup C, Juara grup: Ilham dan Rian. runner up grup: Rizal dan Noval
Grup D, Juara grup: Fathur dan Gilang H, runner up grup: Rido dan Raka
Hasil pengundian babak quarterfinal menghasilkan 4 pasang quarterfinalis kembali saling bertemu dengan sesama grupnya sendiri. dan 4 pasang lainnya bertemu secara menyilang lintas grup.
Pada bagan atas bertemunya kembali sesama penghuni grup A, Rama Dhany dan Herman VS Fatoni dan Ahrianto hanya merupakan pengulangan kisah, dimana Rama Dhany dan Herman kembali memenangi laga quarterfinal ini, setelah sebelumnya di fase penyisihan grup menang 42-40. Kali ini mereka membukukan kemenangan 42-37.
Pertarungan di bagan atas lainnya mempertemukan juara grup C, Ilham dan Rian dengan runner up grup D, Rido dan Raka. Ilham dan Rian sukses melibas lawannya dengan skor cukup meyaknkan, 42-29.
Dumai dan Rafi yang kembali bertemu dengan pesaing grupnya di grup B, Peter dan Redy di bagan bawah, kembali menyajikan pertandingan yang seru. Menegangkan tapi tetap penuh canda tawa. Akhirnya pertarungan super ketat ini kembali dimenangkan oleh Dumai dan Rafi dengan skor 42-40, setelah sebelumnya di babak penyisihan mengantongi kemenangan dengan skor 42-37.
Pada bagan bawah lainnya Fathur dan Gilang H yang merupakan juara grup D, dikalahkan oleh Rizal dan Noval yang merupakan runner up grup C dengan skor 42-29.
Bagan atas semifinal bertarung super ketat antara Rama Dhany dan Herman dengan Ilham dan Rian. Permainan tangan kidal Ilham kerap kali membuahkan poin karena berhasil mengecoh lawannya. Laga semifinal ini dimenangkan oleh Ilham dan Rian dengan skor 42-35.
Sementara semifinal pada bagan bawah, Dumai dan Rafi yang merupakan juara grup B, dikalahkan oleh Rizal dan Noval yang merupakan runner up grup C, dengan skor 42-31. Laga ini juga merupakan pertarungan antar saudara kandung Rafi dengan Rizal.
Babak final kembali mempertemukan sesama kontestan grup C. Pertemuan Ilham dan Rian VS Rizal dan Noval di babak final menyajikan pertandingan yang seru dan asyik untuk ditonton.
Set pertama dibuka oleh penampilan Ilham dan Rian yang sangat mengesankan. Mereka tanpa banyak basa-basi langsung leading 8-2. Rizal dan Noval yang awalnya terseok-seok dalam menghadapi lawannya, berhasil mengumpulkan poin demi poin hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan 14-14, bahkan sempat leading 16-14, namun kembali disamakan menjadi 16-16 oleh Ilham dan Rian. Rizal yang matang secara mental di lapangan, mampu membimbing dan mengcover Noval untuk bisa bermain lepas. Akhirnya perjuangan membuahkan hasil dengan menutup set pertama dengan 21-18.
Pada set ke-2 Ilham dan Rian tampil dengan inisiatif menekan duluan. Strategi ini membuahkan hasil. Mereka berhasil menyamakan kedudukan pada 24-24. Selepas dari skor tersebut, kedua pasangan ini menyajikan drama saling susul menyusul poin sampai menjelang set ke-2 berakhir. Dengan selisih poin tak pernah lebih dari 2 poin. Sungguh pertandingan yang layak untuk disimak. Noval yang sering nervous saat melakukan service, kerap kali menyumbang poin cuma-cuma untuk lawannya. Rizal terlihat dengan sabar menyemangati Noval supaya 'lebih berani'. Untunglah setiap Noval sedekah poin ke pasangan Ilham dan Rian, dia seringkali berhasil menebus kembali poin yang hilang itu dengan dengan serobotan, placing, netting tipis dan smash-smashnya. Rizal bermain lebih taktis. Dia menahan diri tidak melakukan serangan membabi-buta. Dia lebih sabar menunggu momentum menyerang. Kerap kali dia hanya melakukan placing-placing dan drive serang dengan meminimalisir mengangkat bola, yang diakhiri dengan eksekusi smash keras.
Permainan makin menegangkan saat kedudukan 40-40. Sebuah dropshot dari Rizal ke arah tengah lapang lawan, tidak berhasil diselamatkan oleh Ilham dan Rian, yang membuat pasangan Rizal dan Noval berada di atas angin, karena match poin lebih dulu. Saat kedudukan 41-40 dan tinggal meraih 1 championship poin, yang mendapat giliran service adalah Noval. Dari bangku penonton terdengar suara yang menyemangati Noval agar lebih tenang saat melakukan service. Terdengar juga suara 'pait-pait' dari Herman yang berada di bangku penonton. Sebeuah service yang sebenarnya sangat tanggung dari Noval, disergap oleh Rian dengan smash keras, namun sayangnya smash tersebut bersarang di net. Usaha memang tidak akan mengkhianati hasil. Akhirnya Rizal dan Noval memenangi laga final dengan skor 42-40, sekaligus menyegel gelar juara minggu ini menjadi milik mereka. Kemenangan ini pula menjadi pembalasan yang manis untuk kekalahan mereka sebelumnya di fase penysihihan grup 22-42. Selamat untuk medali emas pertama Rizal dan Noval di tahun 2026.
Juara 1 Rizal dan Noval
Juara 2 Ilham dan Rian
Juara 3 Rama Dhany dan Herman / Dumai dan Rafi
Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-18 tahun 2026;
![]() |
| Road to final |
![]() |
| Bagan turnamen |
![]() |
| Update ranking Sparta |
![]() |
| Akumulasi perolehan medali Sparta |





































.jpg)

