"Resolutions are a wonderful thing if we can keep them, but many resolutions go by the wayside because we have not done anything different with our mindset."
Monica Johnson
Sudah seberapa banya resolusi yang kita buat setiap awal tahun? Sejauh mana resolusi itu terpenuhi? Adakah yang sudah tercapai?
Ya, sudah bukan rahasia kalau di awal tahun, membuat resolusi menjadi semacam kewajiban. Kita membuat daftar apa-apa saja yang ingin dicapai, yang ingin diubah, dan hal-hal lain dengan harapan kita menjadi pribadi yang lebih baik. Namu, menurut penelitian dari University of Scranton, 92% resolusi tahun baru gagal terealisasi. Dan, 80% resolusi itu mengalami kegagalan di bulan Februari (US Nes & World Report). Well, saya salah satunya.
Mengapa angka persentase untuk kegagalan resolusi bisa sangat besar? Saya coba jabarkan penyebabnya.
1. Tujuan belum cukup jelas
Ibarat ingin pergi ke luar kota atau luar negeri tapi kita masih belum memiliki tujuan yang spesifik. Apakah berwisata kuliner, berwisata alam, atau keliling ke pusat perbelanjaan. Hal ini membuat kita menjadi lelah seperti tidak berarah hingga akhirnya menyerah.
Resolusi yang ingin dicapai hendaknya selalu diiringi dengan tujuan yang jelas. Sedetil dan sespeseifik mungkin. Misal, ingin belajar bahasa Korea sebab di tahun yang sama ingin melancong ke Korea. Tujuan yang terdefinisi secara jelas akan membantu kita untuk memvisualkan aktivitas yang akan kita lakukan untuk mencapai resolusi itu.
2. Target terlalu berat
Siapa yang memiliki resolusi menurunkan berat badan? Biasanya, resolusi ini memiliki target angka yang cukup besar. Misal, dari 80 kg ingin langsung turun menjadi 65 kg sehingga kita sangat berusaha hingga merasa tersiksa dalam menggapai targetmu. Ujungnya, malah menjadi kehilangan semangat, merasa bahwa resolusi tersebut bak Mission Impossible.
Baiknya, kita memiliki resolusi yang terukur. Target yang dituju tidak terlalu besar dan berat. Contohnya saja, membiasakan diri untuk membaca 1 buku dalam 1 bulan. Bukan langsung mematok harus membaca sebanyak 50 buku dalam setahun.
3. Kurang motivasi
Seperti orang haus di padang pasir yang melihat segelas air, pasti sangat senang. Lalu ia menemukan gelas kedua. Apakah rasa senangnya masih sama? Atau malah berkurang? Di sinilah yang sebaiknya kita menjaga motivasi seperti pertama kali agar semangat tetap terjaga.
Bisa dimulai dengan breakdown target besar kita menjadi detil yang lebih kecil. Contohnya saja ingin dapat memahami percakapan dalam bahasa Inggris. Kita bisa membuat kegiatan kecil-kecil dengan mendengarkan podcast dalam bahasa Inggris yang berdurasi 5 menit. Apabila kita sudah mampu memahami podcast durasi pendek, berarti kita sudah berhasil dengan kemenangan kecil pertama. Tingkatkan kesulitan secara bertahap sehingga semangatnya akan tetap menyala.
4. Belum siap berubah
Pernah mendengar ungkapan, “No rain no rainbow?” Kalau kita ingin melihat pelangi, kita juga harus bersedia menyapa hujan. Kalau kita menginginkan hasil, maka kita harus mau berusaha. Prof. Rhenald Kasali pernah berujar, “Perubahan belum tentu menjadikan sesuatu lebih baik, tetapi tanpa perubahan, tak akan ada pembaruan. Tak akan ada kemajuan.”
Seringkali kita merasa takut melakukan dan mengalami perubahan itu sendiri. Kalau ingin berat badan turun, berarti kita harus mengubah pola makan. Ketakutan ini muncul salah satunya juga karena pola pikir yang dimiliki masih belum berupa growth mindset sehingga kita tidak terbuka dengan beragam kemungkinan yang bisa terjadi.
Ibarat kata, diri ini ingin menjadi lebih baik dari kemarin. Tetapi tidak mau meninggalkan zona nyaman dan berharap akan berubah dengan sendirinya tanpa kita melakukan usaha. Pola pikir fixed mindset seperti itu malah tidak akan membawa kita kemana-mana. Bahkan resolusi tahunan pun juga tidak akan bisa tercapai. Sebelum memasang target atau memperbarui resolusi, coba kita buka pikiran kita. Menjadi sosok yang growth mindset.
-----oooOOOooo-----
Kembali ke reportase... Memasuki minggu ke-2, turnamen mingguan Sparta masih belum begitu menggeliat. Beberapa orang loyalis Sparta masih belum bisa bergabung di tourney kali ini, dengan penyebab satu dan lain hal.
Seperti minggu lalu, persaingan di grup A nampak lebih berat jika dibandingkan dengan grup B. Result fase penyisihan grup menghasilkan; Bagas dan Fathur sebagai juara grup A, diikuti oleh Fatoni dan Dumai sebagai runner up-nya. Sementara yang menjadi juara grup B adalah Faisal R dan Rizki A, disusul oleh Odod dan Peter sebagai runner up-nya.
Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;
Grup A, Juara grup: Bagas dan Fathur, runner up grup: Fatoni dan Dumai
Grup B, Juara grup: Faisal R dan Rizki A, runner up grup: Odod dan Peter
Sama seperti minggu lalu, hasil undian untuk babak semifinal mempertemukan para semifinalis secara menyilang. Pada bagan atas Faisal R dan Rizki A VS Fatoni dan Dumai dimenangkan oleh pasangan Fatoni dan Dumai yang merupakan runner up grup A dengan skor 42-36.
Pada bagan bawah mepertemukan Bagas dan Fathur VS Odod dan Peter. Laga semifinal ini dimenangkan oleh pasangan Bagas dan Fathur dengan skor cukup meyakinkan. 42-26.
Sama juga seperti minggu lalu, finalis kali ini berasal dari grup yang sama, yaitu grup A. Babak final mempertemukan Fatoni dan Dumai dengan Bagas dan Fathur. Set pertama dibuka dengan saling susul menyusul poin. Salah satu pasangan tak pernah leading lebih dari 3 poin. Kedua pasangan ini bermain sangat apik, sehingga menciptakan tontonan yang seru. Keduanya tidak mau mengalah begitu saja. Saking ketatnya laga final kali ini, berjalan hingga set pertama ditutup dengan skor 21-20 untuk keunggulan sementara Fatoni dan Dumai.
Pada set ke-2 pasangan Fatoni dan Dumai mencoba menjaga ritme permainan. Strategi mereka lumayan berhasil, hingga mereka bisa leading 25-21. Tapi Bagas dan Fathur tak tinggal diam, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 25-25. Bagas dan Fathur membalikkan keadaan leading 27-25. Skor kembar 27-27terjadi setelah disamakan oleh Fatoni dan Dumai. Setelah itu mereka selalu leading 1-3 poin. Lagi-lagi Bagas dan Fathur menyamakan kedudukan pada skor 35-35. Saling susul menyusul poin menyebabkan skor kembar 36-36, 37-37, dan 38-38. Di penghujung set ke-2 Fatoni dan Dumai berhasil menambah 4 poin, sementara Bagas dan Fathur hanya menambah 1 poin saja. Babak final berakhir dengan 42-39 untuk kemenangan pasangan Fatoni dan Dumai, sebagai Juara Turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ke-2 tahun 2026.
Juara 1 Fatoni dan Dumai
Juara 2 Bagas dan Fathur
Juara 3 Faisal R dan Rizki A / Odod dan Peter
Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-2 tahun 2026;

Road to final 
Bagan turnamen 
Update ranking Sparta
![]() |
| Akumulasi perolehan medali Sparta |

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar