Powered By Blogger

Minggu, 01 Februari 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 1 Februari 2026

“Silence isn't always agreement. Sometimes people no longer argue because they no longer care.”

Joyce Rachelle

Perbedaan pendapat itu sebenarnya adalah hal yang sangat lumrah karena manusia hidup juga dengan pola pikir yang berbeda antara satu dengan yang lain. Karena perbedaan itu biasanya akan muncul sebuah perdebatan. 

Perdebatan adalah kegiatan saling beradu argumen antara beberapa pihak dengan mengedepankan pola pikirnya masing-masing. Kalau tujuan dari perdebatan adalah untuk mencari solusi terbaik dari sebuah permasalahan, tentu sah-sah saja dilakukan. Namun jika perdebatan terjadi hanya karena ego diri masing-masing pihak, itu akan berdampak tidak baik. Perdebatan, mengenai apapun itu, hanya akan membuat suasana memburuk. Perdebatan juga akan banyak memakan korban perasaan.

Akibatnya akan sangat fatal karena bisa mengganggu hubungan silaturahmi. Seringkali, orang yang berdebat tidak menghasilkan solusi apa-apa. Justru hanya akan menuai luka. Malah ada banyak kasus yang melahirkan permusuhan karena sebuah perdebatan. Orang yang dulunya selalu berteman baik, mendadak saling menjauh hanya karena sakit hati karena perdebatan. Orang yang dulunya kemana-mana bersama, justru kini saling menghindar dan tidak saling sapa karena baru saja berdebat. Padahal perbedaan itu adalah hal yang sangat wajar. Namun, manusia yang memiliki sikap egois tidak akan mudah menerima pendapat orang lain. Dalam perdebatan, juga sebenarnya tidak ada istilah menang dan kalah. Yang ada hanya merasa menang dan merasa kalah.

Jika kau berada pada posisi dimana ada seseorang yang tidak sepakat denganmu, tinggalkan perdebatan itu. Hal itu akan lebih baik, daripada melayani seseorang yang tidak sependapat denganmu. Walau kau tahu bahwa kau benar, lebih baik tinggalkan saja perdebatan itu. Semua itu lebih baik daripada kita harus kehilangan hubungan baik dengan mereka. Toh, hal-hal yang kita perdebatkan juga tidak benar-benar penting untuk dibahas. 

Daripada kita berdebat akan sebuah masalah, bukankah kita beraksi untuk menyelesaikan masalah itu dengan cara kita sendiri? Ingatlah jika waktu itu sangat berharga dan tidak bisa kembali lagi. Daripada menggunakan waktu untuk memperdebatkan sesuatu, lebih baik menggunakan waktu untuk hal yang lebih nyata dan bermanfaat.

Jangan merasa kita akan kalah karena menghindari sebuah perdebatan. Kita mengalah bukan karena kita kalah. Bukan berarti dia yang mengajak kita berdebat itu menang karena kita menolak. Kita menghindar bukan karena kita salah, melainkan karena kita tahu bahwa berdebat dengan seseorang yang tidak bisa menghargai orang lain akan sangat sia-sia. Lagi pula, terlihat kalah belum tentu benar-benar kalah. 

Ada kalanya kita akan menang dengan cara yang lain. Dengan cara yang lebih nyata, bukan hanya dengan aksi yang hanya di bibir saja, sementara sumbangsih kita pada dunia akan sia-sia belaka jika kita hanya bisa bicara dan berdebat. Pengetahuan kita lebih baik kita salurkan dengan cara yang lebih baik daripada hanya dengan berdebat yang tujuannya tidak begitu jelas.

                 -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase...  Mengawali minggu pertama bulan baru yaitu Februari, beberapa orang Spartan tdak enak badan sehingga harus istirahat di rumah dan tidak bisa bergabung di tourney kali ini.

Dari hasil drawing untuk fase penyisihan grup di turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-5 ini, nampak kalau grup A merupakan grup neraka. Karena berisi para langganan juara di turnamen Sparta. Berbeda dengan grup B yang nampak sedikit lebih santai, sekalipun pada kenyataanya persaingan mereka tak kalah ketat dari grup A.

Dari grup A, Peter dan Faisal R menempati posisi juara grup, disusul oleh Fatoni dan Gilang sebagai runner up-nya. Fathur dan Odod harus tersingkir dari arena persaingan, karena menderita dua kali kekalahan.

Sementara di grup B, Fathur yang awalnya di grup A tersingkir, setelah hijrah ke grup B dan berpasangan dengan Dumai berhasil memperbaiki nasibnya. Alhasil Dumai dan Fathur sukses menjadi juara grup B. Dan yang menempati posisi runner up grup B adalah Hizkia Ken dan Yudi H. Noval dan Herman harus puas berada di posisi juru kunci grup, setelah dua kali menelan kekalahan.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Peter dan Faisal R, runner up grup: Fatoni dan Gilang

Grup B, Juara grup: Dumai dan Fathur, runner up grup: Hizkia Ken dan Yudi H

Sama seperti minggu lalu, undian babak semifinal kembali mempertemukan sesama juara dan runner up grup masing-masing. 

Pada bagan atas Peter dan Faisal R berhasil untuk kedua kalinya mengalahkan Fatoni dan Gilang dengan skor 42-29. Setelah sebelumnya di fase penyisihan grup menang 42-31.

Begitu juga yang terjadi pada bagan bawah. Dumai dan Fathur sukses mengulang kembali kemenangan atas  Hizkia Ken dan Yudi H dengan skor 42-35. Di fase grup mereka menang juga dengan skor 42-38.

Babak final mempertemukan dua pasangan juara grup dari grup A, Peter dan Faisal R dan grup B, Dumai dan Fathur. set pertama dibuka dengan cukup imbang. Dumai dan Fathur sempat leading pada kedudukan 5-3 dan 7-4. Namun kondisi ini tidak berlangsung lama karena Peter dan Faisal R berhasil menyamakan kedudukan menjadi 7-7 dan 8-8. Setelah itu Peter dan Faisal R secara beruntun mendapatkan poin hingga mereka mulai unggul 14-9. Empat poin beruntun di penghujung set pertama membuat Peter dan Faisal R menutuo set pertama dengan skor 21-14.

Pada set ke-2 lagi-lagi mereka langsung mendulang poin secara berturut-turut dan mereka leading 10 poin, pada kedudukan 24-14. Setelah itu secara konsisten Peter dan Faisal R menjaga jarak aman 10 poin. Sekalipun beberapa kali Dumai dan Fathur 1-3 poin secara beruntun, tapi lagi-lagi Peter dan Faisal R meninggalkan perolehan poin lawannya. Malah Pada kedudukan 34-28, secara brutal mereka manambah 7 poin menjadi 41-28. Masing-masing finalis berhasil menambahkan satu poin. Service dari Dumai yang tanggung berhasil didorong dengan drive serang oleh Peter, yang tidak sempat diamankan oleh Fathur, membuahkan kemenangan untuk Peter dan Faisal R yang berhasil menutupnya dengan skor 42-29.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 1 Februari 2026;

Juara 1 Peter dan Faisal R

Juara 2 Dumai dan Fathur 

Juara 3 Fatoni dan Gilang / Hizkia Ken dan Yudi H

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-5 tahun 2026;


Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Terkadang diam dan berupura-pura bodoh lebih baik daripada melawan argumen orang bodoh yang berpura-pura pintar.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar