Powered By Blogger

Minggu, 24 Mei 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 24 Mei 2026

 “Show respect to people even when they don't deserve it; not as a reflection of their character, but as a reflection of yours.”

Dave Willis

Tak semua orang bisa menyukai atau menerima kepribadian kita. Begitu juga dengan sikap kita yang tak bisa menyukai semua orang yang kita kenal. Karena satu dan lain hal, bisa jadi kita tak menyukai seseorang. Entah karena sikapnya, kebiasaannya, atau perlakuannya pada kita.

Meski begitu, kadang kita masih harus tetap menunjukkan rasa respek padanya. Sekalipun kita tak menyukai sikapnya, kita perlu menjaga hubungan baik dengannya. Misalnya, karena dia adalah orang yang masih memiliki ikatan darah dengan kita atau karena dia atasan kita di kantor. Tak mudah memang untuk memposisikan diri untuk tetap respek pada orang yang tak kita suka. Tapi selalu ada cara kita untuk mencoba.

Pahami Situasinya, Jangan Sampai Merugikan Orang Lain

Sebagai contoh, kamu membenci si A di kantormu. Sikapnya sering membuatmu jengkel dan sebal. Tapi kamu masih harus tetap menjaga komunikasi dengannya karena profesionalisme kerja harus tetap dijaga. Kalau kamu malah "perang dingin" dengan si A, bisa-bisa rekan kerjamu yang lain seperti si B dan si C kena getahnya. Jadi, selalu pahami situasinya dan jangan sampai kita terlalu egois dan merugikan lebih banyak orang.

Tak semua orang bisa menyukai atau menerima kepribadian kita. Begitu juga dengan sikap kita yang tak bisa menyukai semua orang yang kita kenal. Karena satu dan lain hal, bisa jadi kita tak menyukai seseorang. Entah karena sikapnya, kebiasaannya, atau perlakuannya pada kita.

Meski begitu, kadang kita masih harus tetap menunjukkan rasa respek padanya. Sekalipun kita tak menyukai sikapnya, kita perlu menjaga hubungan baik dengannya. Misalnya, karena dia adalah orang yang masih memiliki ikatan darah dengan kita atau karena dia atasan kita di kantor. Tak mudah memang untuk memposisikan diri untuk tetap respek pada orang yang tak kita suka. Tapi selalu ada cara kita untuk mencoba.

Terima Kenyataan Kalau Tak Ada Manusia yang Sempurna Tak bisa dipungkiri setiap orang punya sisi positif dan negatif. Ada kelebihan juga kekurangan yang dimilikinya. Boleh jadi kamu membenci seseorang karena perlakuannya yang buruk padamu. Tapi bisa jadi ia adalah sosok penting dalam keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Membenci Hanya Akan Membebani Diri Sendiri

Semakin lama kamu memendam sebuah kebencian, semakin tak tenang hidupmu. Kamu akan dibikin capek sendiri dengan rasa bencimu terhadap orang lain. Hal tersulit bukanlah bagaimana cara kita bersikap pada orang lain tapi cara kita berdamai dengan diri sendiri. Saat kita sudah bisa berdamai dengan diri sendiri, nantinya akan lebih mudah untuk menata sikap kita di depan orang lain.

Buat Dirimu Terlihat Lebih Baik Darinya

Membalas api dengan api hanya akan memperburuk masalahnya. Sebaliknya, coba untuk jadi air. Padamkan kebencian dengan keikhlasan. Jadikan dirimu terlihat lebih baik darinya. Tunjukkan bahwa kamu tetap bisa bahagia dan tersenyum. Nanti, kalau ia dengan sendirinya akhirnya sadar bakal menaruh respek padamu, kok.

Kita tak bisa hidup seorang diri di dunia ini. Ada hal-hal yang mungkin tak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Tapi kita selalu bisa berusaha untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri untuk melakukan yang terbaik di hidup kita.

Tetap semangat, ya guys! Jangan sampai kebencianmu pada seseorang malah membuat hidupmu tak tenang.

                 -----oooOOOooo-----

Kembali ke reportase... Minggu, 24 Mei 2026 jalanan di Bandung dipenuhi oleh para bobotoh Persib yang melakukan konvoi merayakan kemenangan. Euforia bobotoh menimbulkan kemacetan luar biasa di perempatan Jl. Muhammad Toha. Kendaraan admin stuck disana lebih dari 1 jam. Melihat lampu hijau dan lampu merah puluhan kali menyala tanpa makna. 

Setelah bisa lolos dari kepungan kemacetan Muhammat Toha, perjalanan admin selanjutnya terasa sangat lancar. Baru kali ini admin tiba di GOR jam 13.00 lebih! Di GOR ABA para Spartan sudah setia menunggu. Tanpa banyak basa-basi proses pengundian pun langsung dilakukan.

Karena para Spartan sudah datang dan siap tanding, maka jalannya turney terasa begitu lancar tanpa ada hambatan. Sehingga turney mingguan kali ini selesai sekitar pukul 16.00.

Result babak penyisihan di grup A 'melahirkan' pasangan muda Stephen dan Stefanus sebagai juara grup, disusul oleh Hizkia Ken dan Yudi H sebagai runner up-nya. Sementara di grup B, Fathur dan Rama Dhany merajai peta persaingan dan keluar sebagai juara grup.  Didampingi oleh Fatoni dan Noval yang menjadi runner up grup B.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Stephen dan Stefanus. runner up grup: Hizkia Ken dan Yudi H

Grup B, Juara grup: Fathur dan Rama Dhany, runner up grup: Fatoni dan Noval

Pertemuan saling menyilang antar semifinalis menjadi hasil pegundian babak semifinal kali ini.  Pada bagan atas pertemuan Fathur dan Rama Dhany VS Hizkia Ken dan Yudi H dimenangkan secara meyakinkan oleh Fathur dan Rama Dhany dengan skor sangat telak 42-21.

Sementara pada bagan bawah pertemuan Stephen dan Stefanus VS Fatoni dan Noval dimenangkan oleh Stephen dan Stefanus. Perolehan poin Fatoni dan Noval yang sudah memimpin jauh, tertikung di di penghujung set ke-2. Poin mereka tertahan di angka 40, karena Stephen dan Stefanus berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan laga semifinal dengan skor tipis 42-40.

Babak final kali ini mempertemukan pasangan senior Fathur dan Rama Dhany dengan pasangan junior Stephen dan Stefanus. Set pertama dibuka oleh Fathur dan Rama Dhany yang langsung mendominasi permainan. Tanpa basa-basi mereka langsung leading 2-3 poin dan menjaganya secara disiplin tanpa bisa disusul disamakan skornya oleh Stephen dan StefanusStephen dan Stefanus hanya sempat merapatkan selisih 1 poin lalu kembali tertinggal lagi, hingga set pertama berakhir dengan skor 21-19 untuk keunggulan sementara Fathur dan Rama Dhany.

Pada set ke-2 tak ada perubahan signifikan secara strategi maupun pola permainan dari kedua finalis kita kali ini. Fathur dan Rama Dhany masih bermain secara taktis dan menunggu momentum untuk melakukan serangan. Sementara Stephen dan Stefanus bermain lebih cepat dan powerful. Di set ke-2  Fathur dan Rama Dhany makin merenggangkan jurang skor. Mereka tercatat beberapa kali leading dengan skor cukup jauh, rata-rata mereka memimppin 6-8 poin. Kondisi angkle kaki Stephen yang sakit pada awal set ke-2, sangat berpengaruh terhadap performanya di lapangan. Akhirnya babak final minggu ini ditutup oleh Fathur dan Rama Dhany dengan skor 42-33. Gelar juara ini menghantarkan Rama Dhany menempati ranking teratas di Sparta. Rama Dhany berhasil menggeser posisi Herman sebagai ranking pertamaSparta selama berminggu-minggu. Rama Dhany berhasil menyandingkan gelar ranking pertama dan pemegang medali terbanyak di edisi Turnamen Mingguan Sparta kali ini.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 24 Mei 2026;

Juara 1 Fathur dan Rama Dhany

Juara 2 Stephen dan Stefanus

Juara Fatoni dan Noval / Hizkia Ken dan Yudi H

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-15 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Saat kamu tetap menghormati orang lain di tengah perlakuan buruk, kamu sedang menunjukkan kualitas diri dan kedewasaan emosi kamu sendiri. Kamu tidak membiarkan sikap negatif orang lain mendikte atau merusak karakter kamu.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar