Powered By Blogger

Minggu, 21 Juli 2019

Reportase Turnamen Sparta Supreme Cup II, 21 Juli 2019


"Self Confidence is small lamp in a dark tunnel. It does not show everything at once, BUT gives enough light for the next step.

To Be Successful you need family & friends. BUT To Be Very Successful, you need enemies and competitors." 

Anonimous


Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun  terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa – karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri. 



Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional, diantaranya adalah : 
  • Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau pun rasa hormat orang lain
  • Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok
  • Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain – berani menjadi diri sendiri
  • Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil)
  • Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan orang lain)
  • Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi di luar dirinya
  • Memiliki harapan yang realistis terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.
Kepercayaan diri adalah jalan untuk mencapai kemenangan dalam hidup. Kepercayaan diri adalah kekuatan untuk menemukan sukses. Orang-orang yang percaya diri mampu menjaga sikap positif, sehingga selalu dipercaya oleh orang lain untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar.

Tanggal 21 Juli 2019, digelar Sparta Supreme Cup jilid II. Seperti biasa, turnamen ini hanya sebagai ajang hiburan dan silaturahmi diantara para Spartan.

Acara turnamen dibuka dengan doa bersama  yang dipimpin oleh Hadi, Acara doa ini sekaligus mendoakan Zacky yang telah berpulang Hari Senin, tanggal 15 Juli 2019 kemarin.

Flyer Supreme Cup II

Flyer Sparta Supreme Cup II

Medali Sparta Supreme Cup II

Hadiah Turnamen Sparta Supreme  Cup II
Babak penyisihan dibagi menjadi 4 grup. Tiap grup berisi 3 dan 4 pasangan. Grup A adalah grup neraka paling jahanam ha ha ha... karena berisi talenta-talenta muda berbakat. Pertandingan pun harus dilalui susul-menyusul poin dan harus diakhiri dengan poin-poin ketat.

Hadiah yang menarik tentu saja menjadi salah satu magnet para Spartan untuk berpartisipasi dalam turnamen kali ini. Yang hadir minggu ini ada 31 orang; 28 orang menjadi peserta, dan 3 orang hanya mabar,

Banyak kejutan terjadi di Turnamen Sparta Supreme Cup II ini.  Pasangan-pasangan unggulan berguguran di round 2. Semuanya rontok tak tersisa satu pun. Pasangan Alex/Ramzie, Rama/Revin dan Iyan/Rere harus menelan pil pahit kekalahan. Semua prediksi admin  siang tadi, meleset  jauh. jauuuuh sekali.

Inilah nama-nama Juara, yang menjadi Bintangnya Turnamen Sparta Supreme Cup II;

Juara 1 Fauzi dan Olsen
Juara 2 Iwan dan Fatoni
Juara 3 Adith dan Rinal / Eko dan Roganda

Juara , Fauzi dan Olsen

Juara 2, Iwan dan Fatoni

Juara 3, Adith dan Rinal

Juara 3, Eko dan Roganda

Para juara foto bersama

Para juara foto bersama dengan menyesuaikan tinggi badan :)

Dibawah ini adala catatan lengkap result Turnamen Sparta Supreme Cup II, beserta update ranking Sparta;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
Tak ada gading yang tak retak, tak ada perhelatan yang sempurna dari sebuah turnamen. Admin mohon maaf bila ada ketidakpuasan dari peserta, Pengunduran diri Willy di babak quarter final meninggalkan pasangannya, Eyi, Cukup merepotkan kami sebagai penyelanggara turnamen. Grup D  terpaksa harus mengulang babak penyisihan dan menganggap pasangan Willy dan Eyi tidak pernah mengikuti turnamen Sparta Supreme Cup II.

Sekian reportase dari Sparta Supreme Cup II. Semoga kita selalu dilimpahkan kesehatan dan berkah. Nantikan reportase-reportase di turnamen-turnamen berikutnya. PAIN is Temporary, PRIDE is Forever. See you...

Minggu, 14 Juli 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 14 Juli 2019

“Doing easily what others find difficult is talent; doing what is impossible with talent is genius.” 

Henri Frederic Amiel


Kita mungkin sudah tak asing lagi dengan kata “jenius”. Kata ini bahkan sudah kita dengar semenjak masih anak-anak dan bermakna sesuatu kecerdasan yang super di atas rata-rata kecerdasan manusia pada umumnya. Ya, itu adalah pengertian umum dari kata jenius. Secara ilmiah, kata jenius sendiri sebenarnya masih belum memiliki definisi atau ruang lingkup yang baku. Sebagian orang mengaitkan jenius dengan kemampuan berpikir kreatif atau out of the box. Ini adalah pendekatan yang digunakan dalam dunia motivasi. Pendekatan psikologi yang berusaha mendefinisikan kejeniusan dengan cara yang objektif menghantarkannya pada terciptanya suatu alat ukur kecerdasan yang disebut dengan IQ (Intellectual Quotient).

Sejak dikembangkannya IQ, tingkat kecerdasan individu khususnya kecerdasan intelektual dimana tingkatan tertingginya disebut sebagai jenius, diukur dengan alat ukur IQ ini. Sejak itu, para peneliti psikologi menjadikan skor IQ tertentu sebagai batasan kejeniusan seseorang. Skala IQ untuk menentukan kejeniusan pertama kali digunakan oleh Lewis Terman yang memilih untuk menggunakan istilah “mendekati jenius” atau “jenius” sebagai nama klasifikasi bagi kelompok tertinggi pada tes IQ Stanford Binet buatannya di tahun 1916. Pada alat ukur ini, seseorang yang mencapai skor IQ 140 ke atas disebut sebagai mempunyai intelektual jenius.

Namun demikian, para pakar memiliki perbedaan pendapat dalam memahami kejeniusan. Dalam buku “The Early Mental Traits of  300 Geniuses – Genetic Studies of Genius Volume 2”, seorang yang jenius didefinisikan sebagai orang yang menunjukkan kemampuan intelektual yang luar biasa, yang ditunjukkan dalam hasil kerja yang kreatif dan orisinal. Sementara Immanuel Kant mengatakan bahwa Jenius adalah bakat untuk menghasilkan sesuatu dimana tidak ada aturan tertentu yang dapat diberikan, bukan sebuah kemampuan yang mengandung suatu keterampilan untuk sesuatu yang dapat dipelajari dengan mengikuti aturan-aturan atau lainnya.



Berdasarkan hasil penelitian Dr. Linda Silverman direktur Gifted Development Center di Canada, ciri-ciri genius adalah sebagai berikut:

1. Mempunyai kemampuan bernalar yang bagus
2. Bisa belajar dengan cepat
3. Memiliki perbendaharan kata yang luas
4. Mempunyai kemampuan mengingat yang baik
5. Bisa berkonsentrasi lama pada hal-hal yang menarik bagi dirinya
6. Sensitif perasaannya dan mudah merasakan emosi (emphatic)
7. Cepat menunjukkan rasa peduli
8. Perhatian terhadap rasa keadilan
9. Bisa mengambil keputusan dengan matang untuk yang seusianya
10. Suka mengamati
11. Gemar berimajinasi
12. Perfeksionis
13. Intensif (mempunyai keseriusan akan sesuatu)
14. Mempunyai kepekaan moral
15. Mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi
16. Mempunyai minat yang kuat
17. Mempunyai stamina yang bagus
18. Lebih suka bergaul dengan yang lebih tua atau lebih dewasa
19. Mempunyai banyak minat di beberapa hal
20. Lucu dan menggelikan hati
21. Suka membaca
22. Memiliki banyak akal
23. Cenderung suka mempertanyakan otoritas
24. Mempunyai kecakapan dalam berhitung
25. Bagus dalam permainan jigsaw puzzles atau yang semisalnya

“Melakukan dengan mudah apa yang orang lain anggap sulit adalah bakat; melakukan apa yang mustahil dengan bakat adalah jenius".

Turnamen minggu ke-24 diikuti oleh 20 orang Spartan. Babak penyisihan dengan 4 kali tanding itu seru sekaligus melelahkan. Di grup A untuk menentukan juara dan runner up grup harus diakhiri dengan drama hitung poin untuk 3 pasangan; Iyan/Eko, Andre/Roganda dan Aditya/Olsen. Begitu juga di grup B, untuk menentukan runner up grup harus dituntaskan dengan penghitungan selisih poin antara 3 pasangan; Redy/Dena, Hadi/Rama dan Rinal/Alex.

Sesuai prediksi admin; Fajri dan Fatoni berhasil menjadi Juara, setelah membabat habis lawan-lawannya dengan kemenangan yang gemilang. Di babak final mereka mengalahkan pasangan Andre dan Roganda. Fajri sebagai pendatang baru yang pada dasarnya punya materi permainan bagus, diuntungkan oleh hasil drawing berpasangan dengan Fatoni.

Inilah nama-nama Juara kita kali ini;

Juara 1 Fajri dan Fatoni
Juara 2 Andre dan Roganda
Juara 3 Iyan dan Eko / Redy dan Dena

Dan berikut ini adalah hasil turnamen edisi minggu ke-24 dalam bentuk tabel dan bagan;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
Sekian reportase kita kali ini, sampai jumpa lagi di Reportase Sparta Supreme Cup II yang akan digelar minggu depan. Take the BADminton with the GOOD!!!





Minggu, 07 Juli 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 7 Juli 2019

“Just try to be the best you can be; never cease trying to be the best you can be. That’s in your power.”

John Wooden


John Robert Wooden (14 Oktober 1910 - 4 Juni 2010) adalah seorang pemain bola basket Amerika dan pelatih kepala di University of California, Los Angeles. Dijuluki "Wizard of Westwood ," ia memenangkan sepuluh kejuaraan nasional NCAA dalam periode 12 tahun sebagai pelatih kepala di UCLA , termasuk rekor tujuh berturut-turut. Tidak ada tim lain yang memenangkan lebih dari empat kali berturut-turut di Divisi 1 bola basket pria atau wanita. Dalam periode ini, timnya memenangkan rekor basket putra NCAA 88 pertandingan berturut-turut.

John Wood adalah Salah satu pelatih paling dihormati dalam sejarah olahraga, Wooden dicintai oleh mantan pemainnya, di antaranya Lew Alcindor (yang kemudian berganti nama menjadi Kareem Abdul-Jabbar) dan Bill Walton. Wooden terkenal karena pesan inspirasionalnya yang pendek dan sederhana kepada para pemainnya. Wooden membuat tabel "Piramida Kesuksesan". Yang sering diarahkan pada bagaimana menjadi sukses dalam hidup maupun dalam bola basket. Karier pelatihan Wooden selama 29 tahun dan pujian kritis yang sangat positif telah menciptakan warisan yang sangat menarik bukan hanya pada olahraga, tetapi juga dalam bisnis, kesuksesan pribadi, dan kepemimpinan organisasi juga


Piramida Kesuksesan

Salah satu quote-nya yang terkenal adalah: "Cobalah untuk menjadi yang terbaik yang kamu bisa; jangan pernah berhenti berusaha menjadi yang terbaik yang bisa kamu lakukan. Itu kekuatanmu."

Memasuki semester ke-2 tahun 2019, tourney mingguan kita minggu ini hanya dihadiri oleh 15 orang Spartan. Sebenarnya ada Baden datang tapi dia tidak mau dimasukin drawing.

Sesuai prediksi admin; pasangan Achmad dan Rere, berhasil merebut posisi teratas, setelah di final menang mudah atas Roganda dan Olsen. Dari awal penyisihan mereka memang selalu berhasil unggul jauh dari lawan-lawannya.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Achmad dan Rere
Juara 2 Roganda dan Olsen
Juara 3 Andre dan Rinal / Eyi dan Eko

Dari ranking dan akumulasi perolehan medali sampai dengan pertengahan tahun 2019, sejauh ini Rere masih berada di posisi puncak. Rere juga berhasil mengkoleksi Medali Emas dan Medali Perak terbanyak di Sparta, dengan 6 Emas dan 5 Perak. Sementara yang peraih  Medali Perunggu terbanyak dipegang oleh Rinal, dengan 7 Medali Perunggu.


RERE 6 EMAS

RERE 5 PERAK

RINAL 7 PERUNGGU
Dan dibawah ini adalah catatan lengkap hasil turnamen edisi minggu ke-23, tanggal 7 Juli 2019;

Road to final

Bagan turnamen

update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
Sekian reportase kita kali ini. Ayo kita jelang turnamen-turnamen selanjutnya dengan lebih semangat. Ambition is needed to fly high. See you next week!!!

Minggu, 30 Juni 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 30 Juni 2019

“Sports can do so much. It’s given me confidence, self-esteem, discipline, and motivation.”

Mia Hamm


“Olahraga dapat melakukan banyak hal. Memberi saya kepercayaan diri, harga diri, disiplin, dan motivasi". begitulah kira-kira terjemahan bebas sebuah quote dari Mia Hamm, mantan atlet sepakbola wanita dari Amerika Serikat.

Memang benar, olahraga selain menyehatkan fisik juga bisa menyehatkan mental. Olahraga dapat menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan disiplin dan menambah motivasi. Unsur rekreasi dari beberapa cabang olahraga permainan (seperti bulutangkis, bola basket, bola volly dll) juga mampu menghilangkan stress, membuat hati bahagia, meningkatkan rasa solidaritas dll..

Menurut American Psychological Association (APA), olahraga memiliki efek meningkatkan suasana hati dengan cepat, biasanya sekitar lima menit setelah kita berkeringat. Berkeringat saat berolahraga membuat produksi endorfin meningkat dan membuat kita merasakan hal yang luar biasa.


Inilah yang membuat olahraga memiliki efek jangka panjang pada kesehatan mental. APA melaporkan jika olahraga dilakukan secara konsisten, maka dapat membantu mengurangi perasaan depresi dan kecemasan jangka panjang, dan pada gilirannya, dapat membantu kita mempertahankan rasa percaya diri yang positif.

Selain itu, riset tahun 2000 yang diterbitkan dalam The International Journal of Sport Psychology menemukan bahwa aktivitas fisik secara teratur adalah cara yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan diri bagi orang-orang yang konsisten berolahraga selama enam bulan.

Memasuki minggu ke-22 turnamen mingguan Sparta, minggu ini dihadiri oleh 20 orang Spartan Sebetulnya yang sudah konfirmasi ada 21 orang, tapi hingga babak penyisihan hampir berakhir masih belum muncul juga. Awalnya drawing dibikin menjadi 4 grup tapi harus dibongkar dan diubah menjadi 2 grup, karena ketidakhadiran 1 orang. FOR YOUR ATTENTION: Seandainya batal datang, KASIH KABAR sebelum jam 11.00, biar tidak dimasukkan drawing.

Dari hasil drawing, admin sudah memperkirakan pasangan Ari A dan Yopi bakal menjadi juara minggu ini. Admin sempat ragu dengan prediksi diatas, karena melihat pasangan ini harus terseok-seok di babak penyisihan. Dan harus mengalami drama penghitungan selisih poin untuk menentukan runner up grup, dengan 2 pasangan lainnya.  Dibabak final pasangan ini mengalah kan pasangan Fatoni dan Agung K.
Minggu ini rupanya menjadi hari keberuntungan para runner up grup. Karena di semifinal para runner up berhasil mengalahkan para juara grup.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Ari Adrimanyu/Yopi
Juara 2 Fatoni dan Agung Kurnia
Juara 3 Peter dan Reza / Romi dan Roganda

Dibawah ini adalah catatan dari hasil turnamen mingguan Sparta edisi ke-22 tahun 2019;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
Demikian Reportase kita minggu ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Tetap semangat!!









Minggu, 23 Juni 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 23 Juni 2019

"Continuous effort - not strength or intelligence - is the key to unlocking our potential."

-Liane Cordes


Potensi diri adalah kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal oleh seseorang.

Potensi diri juga dapat diartikan sebagai kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang masih terpendam didalam dirinya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan dari manusia. Potensi diri adalah 'harta karun' yang harus kita temukan.



Adapun ciri-ciri dari orang yang memahami potensi dirinya adalah sebagai berikut;
1. Suka belajar dan mau melihat kekurangan dirinya
2. Memilki sikap yang luwes
3. Berani melakukan perubahan secara total untuk perbaikan
4. Tidak mau menyalahkan orang lain maupun keadaan
5. Memilki sikap yang tulus bukan kelicikan
6. Memiliki rasa tanggung jawab
7. Menerima kritik saran dari luar
8. Berjiwa optimis dan tidak mudah putus asa.

Namun yang tak kalah penting adalah konsistensi dalam menjaga dan melanjutkan kedelapan hal di atas. Menurut Liane Cordes dalam quote-nya; "Upaya terus menerus - bukan kekuatan atau kecerdasan - adalah kunci untuk membuka potensi diri kita". Intinya; kecerdasan dan kekuatan memang penting tapi untuk membuka potensi diri kita diperlukan usaha yang terus menerus dan berkesinambungan.

Kembali ke reportase. Turnamen minggu ini diikuti oleh 18 orang Spartan + 1 orang spartan mabar biasa. Suhu udara Bandung minggu ini terasa lebih dingin yaitu sekitar 17 derajat celsius. Bahkan siang hari pun kadang masih terasa dingin. Tapi tidak berlaku di GOR ABA, karena hawa di dalam ruangannya terasa panas.

Iwan dan Rere berhasil menjadi kampiun minggu ini, setelah di final secara mengejutkan mampu mengalahkan Ariq dan Rama, yang merupakan unggulan 1 versi admin. Padahal di poin-poin awal Ariq dan Rama sempat memimpin terus dengan selisih sekitar 3 sampai 5 poin. Titik balik terjadi di poin 34, pasangan Iwan dan Rere berhasil menyamakan kedudukan 34-34. Bahkan secara perlahan tapi pasti mulai meninggalkan poin Ariq dan Rama. Dan akhirnya Final ditutup dengan poin 42-38 untuk kemenangan Iwan dan Rere. Perjuangan yang tak kenal menyerah, membuahkan kemenangan, sekaligus menghasilkan medali emas pertama untuk Iwan prok...prok...prok...

Inilah nama-nama juara Turnamen Mingguan Sparta minggu ke-21;

Juara 1 Iwan dan Rere
Juara 2 Ariq dan Rama
Juara 3 Adi Putra dan Anton / Roganda dan Rinal

Dan dibawah ini laporan singkat turnamen minggu ini, update ranking dan akumulasi perolehan medali Sparta dalam bentuk tabel dan bagan

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Tak ada pertemuan tanpa perpisahan... Minggu ini adalah minggu terakhir Adi Putra dan Ariq tinggal di Bandung. Adi Putra mutasi kerja ke Karawang, sementara Ariq balik ke Bontang dan bekerja di sana. Selamat jalan sobat!! Semoga sukses selalu menyertai kalian. Aamiin... Kalo Adi Putra, admin yakin masih bisa sesekali datang ke Sparta. Mengingat jaraknya tidak terlalu jauh. Semoga.

Sekian reportas kali ini. Play like a Champion and stay humble!!










Minggu, 16 Juni 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 16 Juni 2019

"I would say that it is the explosiveness that I possess in my game. Like a crouching tiger waiting to pounce on it preys. ”

 -Lee Chong Wei


Lee Chong Wei adalah salah satu atlet bulutangkis terbesar di dunia. Beberapa hari yang lalu dengan berurai air mata, dia mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia perbulutangkisan profesional yang telah membesarkan namanya. Atlet kelahiran Penang, Malaysia 21 Oktober 1982 ini, disinyalir harus menyerah karena penyakit kanker hidung yang dideritanya (berhenti bermain bulutangkis atas saran dokter)  dan harus menguburkan ambisi terbesarnya untuk menutup kariernya dengan medali emas olimpiade Tokyo 2020.


Lee Chong Wei terkenal dengan sebutan Sang raja tanpa mahkota, karena selama kariernya yang gemilang itu, dia tidak pernah berhasil meraih medali emas olimpiade (3 kali hanya mampu meraih perak) dan tidak pernah berhasil menjadi juara dunia (3 kali meraih gelar runner up). Sekali pun dia menjadi pemegang ranking 1 dunia selama 348 minggu, meraih 47 kali juara super series dan mengantongi gelar-gelar juara lainnya.
Karena deretan prestasi itulah, hingga Pemerintah malaysia menganugerahkan gelar Dato' di depan namanya.



Lee Chong Wei adalah raja super series, dia merupakan salah satu pemain elite dunia yang dikenal dengan sebutan The Big Four; bersama Taufik Hidayat (Indonesia), Lin Dan (China), dan Peter Gade (Denmark). Dia dan Lin Dan yang terakhir masih berkiprah di bulutangkis profesional. Sementara Taufik Hidayat dan Peter Gade sudah lama gantung raket.

Ketenangan yang dimilikinya ibarat harimau yang sedang meringkuk tapi dibalik ketenangannya punya daya serang yang mematikan ketika menermukan mangsanya. "Saya akan mengatakan bahwa itu adalah ledakan yang saya miliki dalam permainan saya. Seperti seekor harimau yang meringkuk menunggu untuk menerkam mangsanya".

Tak bisa dipungkiri, Lee Chong Wei adalah salah satu pemain bulutangkis dunia yang memiliki attitude yang baik. Saat dia dikalahkan oleh Lin Dan di babak final Olimpiade Beijing 2012, dia tampak tenang dan saat pengalungan medali dia terlihat mengusap air matanya. Sikap berlebihan Euforia Lin Dan kala itu memunculkan komentar komentator ESPN; "LCW is such a great guy, but Lin Dan is a bit arrogant. Skills win you medals, but attitude wins hearts". (LCW adalah pria yang hebat, tapi Lin Dan agak sombong. Keterampilan memenangkan medali, tapi sikap memenangkan hati).

Postingan blog dan Broadcast turnamen mingguan Sparta minggu ini didedikasikan untuk menghormati pengunduran diri sang legenda, Lee Chong Wei. Happy Retirement Dato' Lee Chong Wei.

Turnamen edisi minggu ke-20 dihadiri oleh 17 orang. 16 orang turun di turnamen dan 1 orang hanya mabar.

Yang keluar sebagai juara minggu ini adalah pasangan Anton dan Ari, setelah di final mengalahkan kompetitornya di grup B, Roganda dan Andre. Roganda dan Andre yang di babak penyisihan menjadi runner up, harus puas kembali menjadi runner up lagi di babak final.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1 Anton dan Ari
Juara 2 Roganda dan Andre
Juara 3 Reza dan Fatoni / Rere dan Alex


Berikut ini adalah catatan result turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-20 tahun 2019;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
Atitude yang baik harus dimiliki oleh seorang atlet, baik didalam maupun diluar lapangan. Skills win you medals, but attitude wins hearts. Sekian dan sampai jumpa lagi.

Minggu, 09 Juni 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 9 Juni 2019

"At a young age winning is not the most important thing... the important thing is to develop creative and skilled players with good confidence." 

Arsene Wenger


Arsene Wenger yang dikenal dengan julukan 'The Professor', adalah seorang manajar klub sepakbola yang sangat handal. Ditangannya Arsenal sukses berkali-kali menjadi kampiun di Premiere League, FA Cup dan FA Community Shield. Begitu juga  sebelumnya saat dia memegang Monaco dan Nagoya Grampus, dia mampu membawa klubnya meraih trophy di beberapa kejuaraan sepak bola.
Selain itu Arsene Wenger juga pernah meraih beberapa penghargaan sebagai Manajer klub sepak bola terbaik

Arsene Wenger

Salah satu quote-nya yang terkenal adalah yang mengatakan; "Di usia muda, menang bukanlah hal yang terpenting... yang penting adalah mengembangkan pemain-pemain yang kreatif dan terampil dengan kepercayaan diri yang baik".

Kembali ke reportase. Turnamen minggu ini merupakan turnamen pembuka setelah vacum selama sebulan penuh, dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Kehadiran 17 orang tidaklah buruk, mengingat masih banyak Spartan yang belum balik dari mudiknya. Sebetulnya yang konfirmasi datang ada 18 orang, tapi karena satu dan lain hal 1 orang tidak jadi datang. Akhirnya diputuskan Anton bermain rangkap. 

Mengingat turnamen mingguan Sparta menyangkut kepentingan orang banyak, maka buat yang merasa pernah kontirmasi tapi tidak jadi datang tanpa kabar yang jelas. Mohon maaf jika lain kali tidak akan dimasukkan ke daftar drawing kecuali sudah ada di GOR sebelum proses drawing.

Yang berhasil menjuarai turnamen mingguan kali ini adalah pasangan Iyan dan Alex, setelah di final mereka berhasil mengalahkan pasangan Peter dan Rere. Sebetulnya admin mengunggulkan pasangan Harry dan Libert sebagai juara, tapi mereka kandas di tangan  Peter dan Rere di babak semifinal. Mungkin karena pertarungan keras di Semifinal dengan Harry dan Libert, menyebabkan performa Peter dan Rere menurun karena kelelahan. Hingga di final harus puas menjadi runner up.

Inilah nama-nama juara kita kali ini;

Juara 1 Iyan dan Alex
Juara 2 Peter dan Rere
Juara 3 Harry dan Libert / Shandy dan Anton

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen mingguan Sparta edisi 9 Juni 2019;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase turnamen mingguan Sparta kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase berikutnya. Tetap semangat. Smash it and win it!!!