Powered By Blogger

Minggu, 22 September 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 22 September 2019

“Individually, we are one drop. Together, we are an ocean.”

Ryƫnosuke Satoro


Manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, ia memiliki karakter yang unik, berbeda satu dengan yang lain, bahkan orang kembar pun memiliki karakter, pikiran dan kehendaknya masing-masing.

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya. Semua itu adalah dalam rangka saling memberi dan saling mengambil manfaat.
Orang kaya tidak dapat hidup tanpa orang miskin yang menjadi pembantunya, pegawainya, sopirnya, dan seterusnya. Demikian pula orang miskin tidak dapat hidup tanpa orang kaya yang mempekerjakan dan mengupahnya.

Demikian juga penerapannya dalam bermain bulutangkis. Setiap pasangan double mempunyai keterikatan dan ketergantungan satu sama lain. Karena faktor menang ataupun kalah bukan hanya disebabkan oleh satu orang. Setiap orang punya kontribusi dalam setiap kemenangan maupun kekalahan. Dan kemenangan tidak melulu tentang seberapa hebat skill seseorang. Kerjasama dan komunikasi yang baik dapat meningkatkan performa. Tapi sebaliknya jika kerjasama dan komunikasinya buruk maka akan merusak penampilan seseorang karena timbulnya rasa  ketidaknyamanan.
Mark Sanborn pernah berkata; “In teamwork, silence isn’t golden, it’s deadly"(Dalam kerja team, diam bukan emas, itu mematikan). 
SILENT is GOLD but SPEAK UP is DIAMOND. Saat di lapangan ada kendala, sebaiknya dibicarakan baik-baik dengan partner, bukan bicara sama orang lain. Jangan menyimpan ganjalan di hati dan mendiamkannya. Bicarakan tak tik dan strategi secara secara baik-baik, tidak dengan emosi.

Sesungguhnya dua individu yang berpartner sebagai pasangan ganda  dalam bermain bulutangkis, adalah sebuah team. Sebuah team kecil.
Kata TEAM merupakan singkatan dari Teamwork, Excellence, Achieving dan Moving Forward.
Teamwork = kerja tim atau kerjasama
Excellence = hasil yang prima atau unggul/keunggulan
Achieving = pencapaian target
Moving Forward = dinamis/bergerak terus-menerus melangkah lebih maju kedepan


Yang akan kita soroti sekarang adalah tentang Teamwork. Mungkin saat melihat hasil drawing turnamen, kadang kita merasa kecewa; "Ah kok sama dia sih?" atau bisa juga merasa senang; "Yes!! pasti bisa juara kalo sama dia mah."
Padahal pada kenyataannya tidak selalu sama dengan yang kita perkiraan. Contohnya: kadang kita melihat pasangan yang kedua-duanya biasa aja, bahkan cenderung lemah. Diprediksi banyak orang akan gugur di babak penyisihan tapi ternyata mampu melaju sampai babak semifinal. Pada kasus lain ada pula yang secara skill individu kedua-duanya bagus tapi tidak mampu melaju lebih jauh. Tahukah penyebab krusial dari 2 kasus diatas? Yup!!! komunikasi dan kerjasama!!

Yang harus menjadi catatan dalam bekerja sama dalam sebuah team adalah poin-poin sebagai berikut;

  • Filosofi teamwork: ‘Saya mengerjakan apa yang anda tidak bisa dan anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa’.
  • Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi harus disingkirkan (tidak merasa lebih bagus, lebih kuat dll).
  • Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan target individual.
  • Perbedaan karakter individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
  • Saling pengertian terhadap karakter masing-masing akan menjadi modal sukses bersama sebagai team.
  • Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork dalam mewujudkan pencapaian hasil maksimal.
  • Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung ketidaknyamanan masing-masing.
  • Ingatlah selalu bahwa: ‘Teamwork makes the dream work’.
Ingatlah saat bersinergi, berarti total kekuatan team akan jauh lebih besar dari kekuatan masing masing individu. Si lemah jika bersatu dengan si lemah lainnya pasti akan mampu menggandakan kekuatan mereka. Sebuah team yang bersinergi dengan baik, bisa menghasilkan perhitungan 1+1 = 11.

Tourney Mingguan Sparta edisi minggu ke-34 dikuti oleh 18 orang Spartan plus 1 orang yang mabar aja. Awalnya yang konfirmasi ada 16 orang. Baru saja drawing selesai, Olsen konfirmasi mau datang. Awalnya kita tolak soalnya jumlah yang datang nantinya akan jadi ganjil, dan dengan pembagian grup yang hanya 2 grup akan mengakibatkan yang pemain bermain rangkap pasti kelelahan. Tidak lama kemudian Ei juga konfirmasi mau datang. Akhirnya diputuskan Ei dan Olsen boleh ikutan dan mereka dipasangkan. Dan mereka berhasil menjadi juara!! Untuk lain kali, harap konfirmasi sebelum pukul 11,00 WIB. Lebih dari waktu itu hanya bisa mabar aja. Kecuali kondisi jumlah pesertanya ganjil dan/atau atas rekomendasi/pertimbangan bersama.

Dari babak penyisihan grup, semifinal, dan final, pasangan Ei dan Olsen melaju dengan lancar dengan menyapu bersih lawan-lawannya. Hingga di babak final mereka bertemu dengan Dena dan Rinal, dan mereka menang dengan score 42-31.
Diluar dugaan pasangan Ari dan Rama yang digadang-gadang oleh admin sebagai pasangan terkuat, mereka harus menelan 2 kali kekalahan dari Dena dan Rinal (dibabak penyisihan grup dan babak semifinal). Sementara satu pasangan unggulan lainnya, yaitu Alex dan Fatoni nasibnya malah lebih tragis. Secara mengejutkan mereka tersingkir di babak penyisihan grup.

Inilah nama-nama juara Turnamen Mingguan Sparta, Minggu ke-34;

Juara 1 Ei dan Olsen
Juara 2 Dena dan Rinal
Juara 3 Ari dan Rama / Iyan dan Romi

Dan dibawah ini catatan selengkapnya dari hasil turnamen kali ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sesuai dengan quote minggu ini; “Secara individual, kita setetes. Bersama-sama, kita adalah samudera". Mari kita jaga terus kebersamaan dan kekompakkan kita sebagai Team SPARTA. Saat kita bersatu kita adalah SAMUDERA LUAS TANPA BATAS.

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa!!!








Minggu, 15 September 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 15 September 2019

"Self talk is the most powerful form of communication because it either empowers you or it defeats you."

Unknown

Mungkin kita sering melihat Carolina Marin sering bergumam atau bicara sendiri dan berteriak saat dia bertanding. Sebenarnya dia sedang mendorong dan memotivasi dirinya sendiri secara verbal.
Dia melakukannya untuk menambah rasa PERCAYA DIRI, Tetap ANTUSIAS, bermain LEBIH BAIK dan LEBIH BAIK LAGI untuk memenangkan pertandingan yang sedang dihadapinya. Yang dilakukan oleh Marin itu, sering juga disebut sebagai self talk.

Self talk adalah berbicara dengan diri sendiri. Lebih tepatnya, self talk adalah berbicara dengan pikiran-pikiran yang ada dalam diri kita. Mungkin keliatannya aneh atau dianggap remeh, tapi sebenarnya kekuatan self talk ini besar sekali manfaatnya. Tentu saja selama self talk tersebut tentang hal-hal yang bersifat positif.



Self talk mempengaruhi alam bawah sadar, mempengaruhi tindakan, memunculkan kebiasaan, dan tumbuh menjadi karakter.

Self talk menimbulkan sugesti yang mempengaruhi alam bawah sadar kita hingga mampu mewujudkannya kedalam realita

Ketika kita akan maju ke depan kelas, ke atas panggung mau menyanyi, ke podium untuk presentasi, atau apapun yang ada kaitannya dengan tampil di depan muka umum, kita suka bergumam: “Aku pasti bisa, Aku pasti berhasil tampil dengan baik”. Nah, itu sudah merupakan penerapan self talk.

Sebuah riset yang dilakukan di University of Michigan menemukan bahwa orang-orang yang terkadang berbicara pada diri mereka sendiri menjelang presentasi atau rapat penting, biasanya berprestasi lebih baik dan lebih jarang mengalami kecemasan atau meragukan diri sendiri.

Manfaat lainnya dari Self talk atau berbicara sendiri yaitu:

  • Menyalurkan emosi. Ketika kita sedang kesal atau marah, seperti di jalan raya yang macet misalnya, lalu kita berbicara atau teriak-teriak sendiri, secara tidak kita sadari, lama-lama kita akan tenang sendiri. Ya, itulah manfaatnya, membuat emosi jadi tersalurkan.
  • Jadi lebih fokus. Saat seseorang menulis sambil membaca apa yang ditulis, perlahan akan membuat otak jadi lebih fokus pada satu hal. Artinya, ini juga membuat kemampuan otak untuk mengingat jadi meningkat.
  • Memotivasi diri. Ketika kita sedang mempersiapkan diri menghadapi sesuatu, seperti sidang akhir skripsi misalnya, kemudian kita berbicara sendiri, itu bisa meningkatkan motivasi kita dan menghilangkan kecemasan yang sebelumnya menggerogoti kita.
  • Membuat kita mampu mengatur jadwal. Yang ada di pikiran kita kadang memang terlalu banyak sampai kita berpikir dan bicara sendiri: habis ini harus ngapain, melakukan apa, dan setelah itu bikin apa, dan sebagainya. Dengan berbicara sendiri, pelan-pelan kita akan mulai belajar mengatur jadwal diri kitaa sendiri dan mengorganisir apa yang harus kita lakukan.
  • Mampu menganalisis masalah sendiri. Kadang saat punya masalah, kita biasa curhat dengan teman atau pasangan. Namun, dengan berbicara pada diri sendiri, kita justru akan lebih mampu menganalisis situasi masalah kita sendiri. Kita juga akan berbicara dengan suara hati kita sendiri dan menemukan apa yang benar-benar kita inginkan.




Edisi minggu ke-33, Turnamen mingguan Sparta dihadiri oleh 21 orang Spartan. Seperti biasa jika peserta yang hadir diatas 20 orang, maka babak penyisihan grup dibagi menjadi 4 grup. Tentu saja salah satu grup yang penghuninya tidak lengkap, harus menunggu 'peserta wildcard' dari pemain-pemain grup lain yang  sudah gugur.

Sesuai prediksi admin, kali ini Reza akhirnya bisa menembus jadi juara, setelah 4 minggu sebelumnya langkahnya terjegal oleh Rere di babak final. Reza yang tadi berpasangan dengan Fatoni, sukses mengubur ambisi Roganda dan Anton, dan keluar sebagai juara. Saling susul menyusul poin terjadi sejak set pertama. bahkan di set ke-2 Reza dan Fatoni sempat tertinggal cukup jauh. Namun di pertengahan set ke-2, mereka bisa membalikkan keadaan. Dan menuntaskan permainan dengan score 42-33.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Reza dan Fatoni
Juara 2 Roganda dan Anton
Juara 3 Ari dan Alex / Rere dan Peter

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap dari hasil turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-33, disertai dengan update ranking terbaru;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
Demikian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase Sparta berikutnya. “ Once you replace negative thoughts with positive ones, you'll start having positive results”. Tetap semangat ya guys!!!

Minggu, 08 September 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 8 September 2019

“Discipline is the bridge between goals and accomplishment.”

Jim Rohn

Setiap orang pasti menginginkan hidupnya sukses. Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan apakah semua orang mengetahui apa makna sukses itu sebenarnya? Sukses bukan berarti orang yang hartanya melimpah, memiliki mobil banyak, rumah mewah, atau yang lainnya. Namun, tidak dipungkiri bahwa orang yang hidupnya sukses semua kebutuhan hidupnya terpenuhi. Sukses tidak hanya dalam bentuk materi saja, tapi juga dalam bentuk nonmateri. Sukses dapat diartikan sebagai tujuan atau keinginan-keinginan yang telah tercapai yang diraih dengan kerjakeras dan sungguh-sungguh. Selain itu, dapat bermanfaat baik untuk diri sendiri, orangtua, masyarakat, bahkan bangsa dan negara.

Kesuksesan tidak akan datang begitu saja. Sukses diraih melalui proses yang panjang dan membutuhkan waktu, strategi, usaha, keinginan yang kuat, pengorbanan yang tidak mudah, dan yang terpenting kita harus fokus. Sebenarnya kesuksesan merupakan upaya yang dilakukan untuk membangun sebuah kebiasaan. Kebiasaan yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang menganggap dirinya selalu gagal. Orang yang sukses tidak pernah menunggu keberuntungan atau kesempatan mendatanginya, tapi kesuksesan itu harus diciptakan. Ia tidak mengenal kata menyerah, selalu berusaha untuk meraih apa yang diinginkan dan selalu bersifat dinamis dengan perubahan yang ada.
Bukan orang sukses namanya apabila tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidup. Kegagalan bagi orang sukses dianggap sebagai langkah awal menuju keberhasilan, ia menjadikan kegagalan tersebut untuk berintrospeksi diri. Dapat kita lihat orang-orang sukses yang terkenal hingga seluruh dunia, seperti  penemu bola lampu, Thomas A. Edison. Sebelum ia berhasil menyalakan lampu pertamanya, ia melakukan ribuan kali eksperimen yang selalu berakhir dengan kegagalan, namun ia tidak pernah berhenti dan menyerah begitu saja.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meraih kesuksesan. Setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda-beda dalam meraih kesuksesan. Secara umum, kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan seperti disiplin diri, pantang menyerah, berpikir positif, yakin pada diri sendiri, ulet, mempunyai komitmen, berani untuk melangkah, mensyukuri apa yang didapatkan, dan masih banyak kebiasaan lain yang dapat dilakukan.


Satu dari sekian banyak kebiasaan dari orang sukses yang terpenting yaitu disiplin diri. Orang yang menginginkan kesuksesan, tapi malas untuk mendisiplinkan diri maka akan mustahil jika ia akan sukses. Sukses tidak selalu berpihak kepada orang-orang yang pintar atau jenius, bahkan kejeniusan itu akan menjadi biasa-biasa saja apabila ia tidak memiliki kekuatan disiplin diri, lain halnya dengan orang yang memiliki kemampuan biasa tapi memiliki komitmen untuk membiasakan hidup disiplin.

Sebelum membahas lebih dalam mengenai disiplin diri, kita harus memahami sebenarnya apa yang dimaksud dengan disiplin diri. Disiplin berasal dari bahasa Inggris yaitu “disciple” yang berarti pengikut atau murid. Disiplin dapat diartikan melatih batin dan watak agar perbuatan yang dilakukan menaati tata tertib yang berlaku, sedangkan disiplin diri berarti melatih diri melakukan segala sesuatu dengan tertib dan teratur secara berkesinambungan untuk meraih impian dan tujuan yang ingin dicapai dalam hidup. Disiplin diri dapat berupa disiplin dalam pikiran, perkataan, sikap, tindakan, dan waktu.

Semua orang sukses pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Dalam proses pencapaian diperlukan rancangan yang matang untuk melangkah. Rancangan tersebut harus dilakukan secara konsisten dan diperlukan disiplin diri yang kuat agar dapat memetik hasil dari perbuatan yang telah dilakukan. Disiplin terhadap diri sendiri dalam melakukan langkah-langkah sesuai jadwal yang telah dibuat untuk meraih kesuksesan itu merupakan hal yang mendasar. Ketidakdisiplinan, kemalasan, atau sikap menunda-nunda akan menjauhkan diri dari sasaran yang ingin dicapai.

Disiplin diri merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh orang yang menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Usaha kecil yang dilakukan dengan disiplin akan memberikan manfaat yang luar biasa. Hal itu dapat kita temukan pada tetesan air yang dapat membuat batu yang keras menjadi berlubang, sepintas peristiwa tersebut mustahil terjadi karena tetesan air yang menetes begitu lembut dibanding dengan batu yang keras. Namun, tetesan air berjatuhan secara teratur itulah yang mengakibatkan batu  menjadi berlubang.

Disiplin diri erat kaitannya dengan manajemen waktu. Orang yang mampu memanfaatkan waktunya dengan baik kemungkinan besar ia akan sukses. Pada umumnya, orang yang seperti ini tidak suka menunda-nunda pekerjaan, selalu berusaha tepat waktu dalam setiap kegiatan, tidak menyia-nyiakan waktu apabila ada waktu luang, dan bijak membagi waktu antara bekerja, menuntut ilmu, dan istirahat. Kebanyakan orang gagal disebabkan ketidakmampuannya dalam memanajemen waktu dengan baik. Sebenarnya kemampuan kita untuk selalu efektif dan efisien dalam memanfaatkan waktu yang dimiliki akan menjadi kekuatan untuk menguasai manajemen waktu dengan optimal. Ini tercipta dari disiplin yang kuat dalam memanfaatkan setiap detik waktu yang tersedia untuk hal-hal yang telah direncanakan.

Penting bagi kita untuk mengontrol tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap apa yang  kita pikirkan dan lakukan akan membawa akibat berupa kebaikan atau keburukan. Hal itulah yang akan membawa kita ke tempat yang akan dicapai atau hanya diam di tempat tanpa ada perubahan.
Kesuksesan tidak dapat diraih secara instant. Seorang pemain sepakbola kelas dunia saja membutuhkan waktu latihan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk belajar menguasai seluruh teknik dalam permainan sepakbola, diperlukan kesungguhan dan disiplin diri yang kuat hingga menjadi pemain kelas dunia. Begitu juga dengan seorang anak yang sedang belajar berjalan. Dimulai dari merangkak ia belajar untuk berdiri, jatuh bangun hingga kadang ia terluka,  tapi ia tetap terus berusaha, tiada hari tanpa berlatih hingga akhirnya ia mampu untuk berjalan sendiri. Sama halnya dengan perenang, juru masak, ilmuwan, pengusaha, dan lain sebagainya.

Tentu tidak mudah untuk menerapkan disiplin dalam hidup kita. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan disiplin dalam diri, seperti menetapkan target jangka pendek untuk dicapai dalam waktu dekat, mengurutkan prioritas yang ingin segera dilakukan, membuat jadwal tertulis mengenai hal-hal yang ingin dikerjakan, berusaha untuk selalu hidup disiplin dalam berbagai program yang telah disusun.

Kembali ke reportase. Sparta Weekly Tourney minggu ke-32 dihadiri oleh 25 orang Spartan. Ari yang baru konfirmasi sesaat setelah drawing selesai terpaksa harus menunggu partnernya dari pasangan yang gugur di penyisihan. O ya mulai minggu ini, karena alasan efisiensi waktu; Jika peserta turnamen berjumlah ganjil, maka peserta yang tidak mempunyai partner, maka kandidat partnernya diambil dari salah satu grup yang telah diundi dari awal. Jadi hanya diambil dari salah satu grup, tidak menunggu babak penyisihan selesai.

Minggu ini, Rere kembali membukukan kemenangannya dan berhasil menciptakan quintrick atau 5 kali juara secara berturut-turut. Malam sebelumnya, di grup whatsapp Sparta; Rere berharap dapat berpasangan dengan Roganda. Takdir rupanya berpihak kepada Rere, karena dari hasil drawing Rere mendapatkan Roganda sebagai partnernya.

Minggu ini adalah minggunya para runner up grup, dimana kedua finalisnya adalah runner up di grupnya masing-masing. Di babak final Rere dan Roganda berhasil mengalahkan Rudi dan Fatoni dengan score 42-31. Selamat kepada Rere dan Roganda sebagai kampiun minggu ini. Rere sekaligus memecahkan record perolehan medali emas sebanyak 11 buah sepanjang sejarah Sparta. Record sebelumnya dipegang oleh Hasan, dengan 10 medali emas. Tidak tertutup kemungkinan Rere masih akan menambah koleksi medali emasnya. Buat yang lain, ayo semangat. Buktikan kalo kalian juga bisa.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1 Rere dan Roganda
Juara 2 Rudi dan Fatoni
Juara 3 Anton dan Rilan / Ari dan Arka

Dan dibawah ini adalah result turnamen beserta dengan update ranking Sparta minggu ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
"It doesn't matter whether you are pursuing success in business, sports, the arts, or life in general: The bridge between wishing and accomplishing is discipline."

Harvey Mackay

"Tidak masalah apakah Anda mengejar kesuksesan dalam bisnis, olahraga, seni, atau kehidupan secara umum: Jembatan antara berharap dan berprestasi adalah disiplin."

Sekian reportase kali ini. Salam olahraga!!!











Minggu, 01 September 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 1 September 2019

“Strong minds suffer without complaining; weak minds complain without suffering.”

Lettie Cowman


“Pikiran yang kuat menderita tanpa mengeluh; pikiran yang lemah mengeluh tanpa menderita. ”

Pikiran adalah hasil olah antara mata & otak, ketika kita melihat sesuatu baik itu benda atau masalah, otak kita langsung bekerja secara otomatis untuk memproses/menganalisa dari sesuatu yang kita lihat, hasil dari penilaian itulah yang disebut Pikiran, hasilnya bisa positif atau negatif tergantung sudut pandang dari orang tersebut yang memberi penilaian dari sesuatu yang dilihat & dirasakan olehnya.

Berpikir positif atau optimis adalah suatu pandangan yang menilai bahwa tiap masalah memiliki solusi. Optimisme tidak menjadikan seseorang menghabiskan waktu untuk menggerutu dan mengeluh, melainkan senantiasa berusaha mencari jalan keluar terbaik untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih baik. Mengambil manfaat berpikir positif akan memicu seseorang untuk memiliki etos kerja dan kegigihan yang lebih tinggi dalam menghadapi rintangan.

Kebalikan dari optimisme adalah pesimisme. Seseorang yang pesimis memiliki kecenderungan untuk memandang sesuatu dari sisi buruknya saja. Dia tidak memiliki harapan kepada kebaikan dan biasanya meragukan masa depannya sendiri.

Untuk menentukan apakah kita pada dasarnya cenderung berpikir positif atau berpikir negatif, bisa kita cari tahu dengan mudah dari kata hatimu. Kata hati muncul secara spontan sebagai reaksi dari keadaan yang kita lihat atau alami. Misalnya saat ada seorang teman mengungkapkan sebuah gagasan baru di organisasi tempat kita bernanung (Jadi curcol flashback waktu masih di PB sebelum Sparta he he he...) ;
Pikiran Positif: Merasa tertarik, lalu ingin mengajaknya berdiskusi di lain kesempatan untuk meminta penjelasan lebih lanjut dengan berharap pada akhirnya dapat bermanfaat dan makin mengembangkan organisasi.
Pikiran Negatif: Merasa dipusingkan dengan gagasan tersebut, segera mengakhiri percakapan dengan mengatakan bahwa sistem yang berjalan sejauh ini sudah bagus dan tidak perlu diperbaiki.


Karena "Manusia Adalah Apa Yang Dipikirkannya" atau "Kita Adalah Apa Yang Kita Pikirkan". Pikiran ini jika kita asah terus menerus dapat kita gunakan sebagai senjata bagi kehidupan kita, misalnya;
Untuk kebaikan: Ahli terapist membantu menyembuhkan penyakit orang, pedagang atau marketing untuk berjualan, paranormal, dll.
Untuk kejahatan: Dukun santet mengirimkan sugesti negatif terhadap orang yg mau disantet secara jarak jauh hanya dengan kekuatan pikirannya, tukang hipnotis/gendam untuk memperdayai korbannya hanya dengan kekuatan Pikiran negatif, dll.

Pikiran positif tidak muncul dengan sendirinya, melainkan perlu dipahami secara logika terlebih dahulu. Seseorang yang pernah terpuruk, kemudian bangkit dengan belajar dari kesalahan, pada akhirnya bisa memaknai optimisme jika dibarengi dengan niat untuk berkembang lebih baik lagi.

Welcome September!!! Bulan September datang, tak lengkap bila tak mendengarkan lagu 'September Ceria'...





September Ceria 
Ciptaan: James F Sundah
Dipopulerkan oleh: Vina Panduwinata / La Luna

Di ujung kemarau panjang
Yang gersang dan menyakitkan
Kau datang menghantar berjuta kesejukan

Kasih,
Kau beri udara untuk nafasku
Kau beri warna bagi kelabu jiwaku

Tatkala butiran hujan
Mengusik impian semu
Kau hadir di sini
Di batas kerinduanku

Kasih,
Kau singkap tirai kabut di hatiku
Kau isi harapan baru
Untuk menyongsong
Masa depan bersama

September ceria
September ceria
September ceria
September ceria 
Milik kita bersama

Ketika rembulan tersenyum di antara mega biru
Kutangkap sebersit isyarat di matamu

Kasih,
Kau sibak sepi di sanubariku
Kau bawa daku berani dalam asmara
Dan mendamba bahagia

September ceria
September ceria
September ceria
September ceria
Milik kita bersama

Sejak lagu ini diluncurkan pada tahun 1982 oleh Vina Panduwinata, nampaknya lagu ini jadi lagu wajib setiap kali Bulan September datang. Musik orkestra indah garapan Addie MS, membuat lagu ini nuansanya makin indah.
Pada tahun 2002, La Luna mengcover lagu ini dengan nuansa yang lebih ringan tapi tetap masih enak untuk didengarkan.

Berlanjut ke reportase. Minggu tanggal 1 September 2019 dihadiri oleh 21 orang Spartan. Persaingan ketat terjadi di grup B. Sesuai perkiraan admin, yang melaju ke babak final adalah pasangan Rere/Rudi dan Reza/AndreReza dan Andre harus mengarungi jalan terjal untuk sampai ke final. Di babak penyisihan mereka berhasil keluar sebagai juara grup (termasuk dengan mengalahkan Rere dan Rudi). Di babak Quarter Final mereka harus berjibaku menghadapi Ari dan Fatoni. Demikian juga di babak Semifinal mereka harus berjuang keras menghadapi Rama dan Roganda.
Tanpa mengecilkan lawan-lawannya, admin menilai rintangan menuju final Rere dan Rudi, jalannya lebih mulus... Itulah takdir dari sebuah turnamen. Jalan susah atau mudah hasil drawing, harus diterima dengan lapang dada.

Di babak final fisik Andre menurun, dia mengalami kram dan harus beristirahat sejenak. Dia masih memaksakan diri melanjutkan pertandingan hingga tuntas, sekalipun dengan kakinya yang sakit, kaku, dan susah digerakkan. Itulah jiwa pejuang, pantang menyerah sampai dititik akhir. Salut!!!
Pertandingan di babak ke-2 sudah tidak imbang lagi karena, Reza harus kerja keras pontang-panting mengcover lapangan sendirian. Akhirnya  Reza dan Andre harus menyerah dari Rere dan Rudi dengan score 30-42. 

Inilah nama-nama juara minggu ke-31;

Juara 1 Rere dan Rudi
Juara 2 Reza dan Andre
Juara 3 Eko dan Olsen / Rama dan Roganda

Dan dibawah ini adalah hasil selengkapnya dari Turnamen kita minggu ini;


Road to final

Bagan Turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Sebagai penutup admin mengutip sebuah quote dari seorang perdana menteri Inggris.

“A pessimist sees the difficulty in every opportunity; an optimist sees the opportunity in every difficulty.”
Winston Churchill

"Seorang pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan; seorang yang optimis melihat peluang dalam setiap kesulitan.”

Jadilah orang yang optimis, jangan jadi orang yang pesimis. Sampai jumpa!!!


Minggu, 25 Agustus 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 25 Agustus 2019

"The will to win, the desire to succeed, the urge to reach your full potential... these are the keys that will unlock the door to personal excellence."

Confucius



Mari kita perhatikan gambar berikut ini;


Manakah yang lebih kuat antara anak kecil pemegang tali tipis atau kerbau jantan yang besar dan gagah? Sang kerbau sebenarnya dapat dengan mudah membuat anak kecil itu terpental dengan serudukan tanduknya, atau bahkan dia sanggup membuat anak kecil itu terluka bahkan tewas dengan injakan kakinya yang kuat. Tapi mengapa si kerbau menurut saja saat digiring oleh anak kecil tak berdaya itu?
Masalahnya adalah sugesti si kerbau yang meyakini saat manusia mencucuk hidungnya dia terkekang seumur hidupnya.

Sama halnya dengan kehidupan kita, Terkadang ada orang lain merengut keyakinan diri kita (entah itu orangtua, kakak, guru, senior, boss, atasan kita dll).  Berikutnya, mereka meyakinkan kita bahwa kita tidak berdaya mengubah nasib kita, selanjutnya mereka akan membuat kita bergantung pada mereka, dan pada akhirnya kita akan jadi seorang yang sangat lemah. Padahal semuanya dimulai dari mimpi, kemauan dan kekuatan dari dalam diri kita.

Sebenarnya kita disebut kuat bukan karena badan kita kuat, bukan juga karena otot kita yang kekar, tapi karena kemauan kita yang kuat. Kemauan adalah awal dari kekuatan kita. Sehingga kemauan kita untuk mendapatkan sesuatu itu lebih penting daripada kekuatan kita untuk mendapatkan sesuatu.

Setiap orang memiliki keinginan, tujuan, dan kebutuhan untuk dicapai. Jelas, diperlukan kemauan, tekad, kerja keras, dan disiplin agar keinginan, tujuan, dan kebutuhan tersebut terpenuhi dengan baik. Jadi, saat kita memiliki keinginan, tujuan, dan kebutuhan; maka, kita harus memiliki disiplin yang hebat untuk membangun energi kemauan dan tekad di dalam diri, kemudian secara konsisten fokus pada apa yang kita inginkan dengan sepenuh hati dan totalitas.

Ketika kita berada di dalam zona nyaman dan semua keadaan hidup kita berjalan secara normal, maka kita sulit menemukan kekuatan tekad dan kemauan yang hebat. Sebab, kita akan tidur secara mental dan emosi, karena semua hal berjalan normal dan tidak ada tantangan yang menggugah jiwa kita, untuk bangkit dan melakukan perubahan. Perubahan itu terjadi bila muncul tantangan yang luar biasa sampai kita tidak mampu menghadapinya, sehingga kita membutuhkan kekuatan tekad, kemauan, kerja keras, disiplin, dan kebiasan-kebiasaan hebat agar kita bisa mengatasi tantangan tersebut.

Selama kita memiliki kesadaran untuk perubahan, maka kesadaran itu bisa menjadi cahaya yang menerangi proses perubahan. Jadi, bila hari ini, kita masih memiliki kebiasaan-kebiasaan yang merugikan kehidupan kita, maka kita bisa menghentikannya atau mencegahnya tumbuh dan berkembang di dalam diri kita. Kita harus memiliki tekad, kemauan, disiplin, dan kerja keras yang hebat untuk menghentikan dan mencegah kebiasaan buruk tersebut tumbuh di dalam diri kita. Kita harus memiliki kemauan yang kuat dan tekad yang hebat agar mampu melepaskan kebiasaan-kebiasaan yang menghambat kita untuk mencapai tujuan hidup kita.

Kembali ke reportase. Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-30 diikuti oleh 20 orang Spartan. Awalnya yang konfirmasi 20 orang, Tapi setelah drawing selesai Revin datang. Alhasil yang awalnya dibagi menjadi 2 grup harus dipecah menjadi 4 grup. Dengan catatan yang kalah di grup lain masih diberi kesempatan bertanding lagi di grup C dan D. Tapi berhubung Angga tidak muncul" sementara jam sudah menunjukkan lebih dari pukul 13.00, dan demi efisiensi waktu, maka diputuskan Revin menggantikan posisi Angga. Dan penyisihan grup dikembalikan menjadi 2 grup. Angga yang datang hampir pukul 14.00, akhirnya terpaksa harus mabar aja, tidak bisa mengikuti turnamen kali ini.

Dari awal admin sudah mengunggulkan Rere sebagai favorit juara, baik saat drawing berpasangan dengan Angga, maupun saat pasangannya diganti menjadi Revin. Awalnya Rere dan Revin hanya menempati runner up grup. Secara mengejutkan mereka kalah dari pasangan Dena dan Olsen, yang kemudian menjadi juara grup A. Tapi di semifinal Rere dan Revin berhasil mengalahkan juara grup B, Rudi dan Fatoni, dan melaju ke babak final, setelah Rudi mengalami sedikit cidera angkle.
Sementara Alex dan Reza yang menempati posisi runner up grup B, berhasil membungkam Dena dan Olsen di babak semifinal.
Babak final antara Rere dan Revin VS Alex dan Reza, yang dari awal saling susul menyusul poin, harus berakhir dengan dramatis. Dan dituntaskan dengan poin menyesakkan dada 42-41.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1 Rere dan Revin
Juara 2 Alex dan Reza
Juara 3 Rudi dan Fatoni / Dena dan Olsen

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap hasil turnamen minggu ini, disertai dengan update ranking dan perolehan medali Sparta;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase Sparta Weekly Tournament kali ini. Confucius pernah berkata: "Keinginan untuk menang, keinginan untuk sukses, dorongan untuk mencapai potensi penuhmu... itulah kunci yang akan membuka pintu menuju keunggulan pribadi". Sampai jumpa lagi dan salam olahraga!!!

Minggu, 18 Agustus 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 18 Agustus 2019

"Attitude is a little thing that makes a big difference."

Winston Churchill


Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah bertemu dengan orang yang pintar, kaya dan sempurna secara fisik tetapi tidak disukai oleh teman-teman dan lingkunganya. Hal itu mungkin  saja terjadi karena sikap, sifat, tingkah laku dan perbuatan orang itu tidak menyenangkan. Alias Attitude-nya tidak baik.

Attitude adalah sikap dan perilaku yang kita tunjukan sehari-hari. Cara berbicara, bertindak, memperlakukan orang lain, semua itu adalah cerminan dari apa yang Anda pikirkan. Percaya tidak percaya, attitude kita dapat memengaruhi kesuksesan kita di masa depan.


Pada dasarnya, kesuksesan dapat diraih dengan mengasah tiga hal berikut ini: skill (keterampilan), knowledge (pengetahuan), dan attitude (sikap). Skill dan knowledge merupakan komponen yang dapat Anda kembangkan dengan banyak membaca, banyak belajar, dan praktik. Tetapi, attitude adalah komponen yang paling penting dalam membentuk karakter Anda. Tentu saja, attitude yang baik dapat dipelajari dan dilatih.

Admin suka tergelitik dengan orang yang memposting Status, kalimat berikut ini di media-sosialnya;

  • Ketika orang membicarakanmu di belakang itu artinya kamu ada jauh DI DEPAN mereka. 
  • Ketika ada yang merendahkanmu itu artinya kamu jauh LEBIH TINGGI dari mereka. 
  • Ketika orang iri padamu itu artinya kamu jauh LEBIH SUKSES dari mereka. 
  • Dan saat ada yang bicara buruk kepadamu itu artinya hidupmu LEBIH BAIK dari mereka.


Hellooooowww!!! inilah ciri orang yang ga ngaca atau tidak mau bercermin untuk introspeksi.  Merasa paling benar sendiri dan  menyalahkan lingkungannya. Kalau kata Bang Mandra mah: SHOMBONG AMATTT!!!
Padahal kita tak lepas dari yang namanya Hukum Aksi-Reaksi. Karena setiap Reaksi yang kita terima dari lingkungan, adalah refleksi dari Aksi yang telah kita perbuat kepada lingkungan.

Ada dua kata, yaitu CAN ( kemampuan ) dan WILL ( kemauan) . banyak orang yang mempunyai kemampuan untuk mewujudkan sesuatu, tetapi tidak mempunyai kemauan karena sikap yang negatif.  Jadilah pribadi yang MAMPU dan MAU memiliki Attitude yang baik, ya guys.

Admin sengaja menampilkan sosok Viktor Axelsen sebagai icon sarana informasi mabar Sparta minggu ini, karena admin berpendapat kalo dia adalah sosok yang mempunyai attitude yang bagus saat dia berada di lapangan maupun di luar lapangan.

Kembali ke reportase. Minggu ini adalah edisi ke-29 Turnamen mingguan Sparta, yang dihadiri oleh 18 orang Spartan. Admin memang tidak hadir di minggu ini, tapi dari hasil drawing sebenarnya admin  mengunggulkan pasangan Ari dan Angga. Dibabak penyisihan mereka berhasil mengalahkan Rere dan Fatoni. Tapi di Babak Semi Final keadaan berbalik. Mereka dibungkam oleh Rere dan Fatoni dengan 42-25.

Dena dan Reza di babak penyisihkan membukukan kemenangan sempurna, sekalipun ada di grup yang dihuni oleh 5 pasang spartan. Sementara Rere dan Fatoni jalannya lebih pendek dengan menderita 1 kali kekalahan dan meraih 2 kemenangan (1 kali kemenangan dengan retired dari lawan).
Di babak final Dena dan Reza tidak berhasil melengkapi kemenangan-kemenangan mereka di babak-babak sebelumnyal. Rere dan Fatoni masih cukup tangguh. Rere dan Fatoni berhasil menjadi juara minggu ini.

Inilah nama-nama yang mencatatkan dirinya menjadi juara minggu ini;

Juara 1 Rere dan Fatoni
Juara 2 Dena dan Reza
Juara 3 Ari dan Angga / Libert dan Roganda

Dan berikut ini adalah catatan selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta edisi ke-29;

Road to final 

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
Demikian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase berikutnya. Jaga kekompakkan dan miliki attitude yang baik. Salam Olahraga!!!


Minggu, 11 Agustus 2019

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 11 Agustus 2019

“Believe in yourself. You are braver than you think, more talented than you know, and capable of more than you imagine.” 

Roy T. Bennett



"Percayalah pada dirimu sendiri. Kamu lebih berani dari yang kamu kira, lebih berbakat dari yang kamu tahu, dan mampu lebih dari yang kamu bayangkan.”

Percaya diri adalah satu keharusan dalam diri masing-masing orang. Mengapa? Jika bukan kita yang percaya pada diri kita sendiri, lantas siapa lagi? Selain itu, memiliki rasa percaya diri membawa manfaat yang jarang kita duga. Pertama, memiliki rasa percaya diri membuat kita mampu menunjukkan siapa diri kita. Percaya diri tidak sama dengan sombong, tetapi kesombongan bisa terlihat dari percaya diri yang berlebihan. Memiliki rasa percaya diri mempermudah kita untuk berinteraksi dengan banyak orang baru di lingkungan baru. Bayangkan jika kita selalu pesimis dengan diri kita sendiri, orang lain pun akan berpikir dua kali untuk berkenalan dan mempercayai diri kita.

Manfaat kedua dari memiliki kepercayaan diri adalah menjadikan kita sebagai pribadi yang tidak mudah terpengaruh. Mengapa? Rasa percaya diri muncul dari keyakinan pada diri sendiri, ditambah jika kita memiliki pemikiran yang teguh dan realistis. Jika pondasi dalam diri sudah kuat, godaan seperti apapun tidak akan mudah memengaruhi kita. Selain itu, percaya pada diri sendiri terbukti membuat kita menjadi pribadi yang optimis, berpikir luas bahwa kita mampu melakukan hal seperti yang orang lain lakukan. Pada akhirnya, kita cenderung terbuka untuk melakukan hal baru dan tidak takut gagal. Sekalipun gagal, kita bisa berpikir bahwa ini adalah batu loncatan untuk mencapai kesuksesan selanjutnya.

Tidak berhenti sampai di situ, memiliki rasa percaya diri terbukti mampu menghilangkan keraguan. Semakin kita percaya pada diri sendiri, alam akan membantu kita mewujudkannya. Hal ini selaras dengan ungkapan ‘Anda adalah apa yang Anda pikirkan.‘ Kepercayaan diri yang penuh (bukan berlebihan) akan membuat kita menjadi pribadi yang realistis. Waktu kita untuk mengerjakan hal tidak terbuang dengan pikiran negatif dan khayalan yang belum tentu atau malah sama sekali tidak mungkin terjadi.


Untuk mendapatkan dan/atau meningkatkan rasa percaya diri dalam diri Anda, Anda bisa mencoba beberapa Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri berikut.

1. Jangan Takut Mengambil Tantangan
2. Berhenti Membandingkan, Tonjolkan Kelebihan Anda
3. Catat Prestasi, dan Evaluasi Setiap Kesuksesan
4. Kenakan Pakaian dengan Nyaman
5. Perbaiki Postur Tubuh
6. Kemauan untuk Menambah Wawasan dalam Pergaulan
7. Membentuk Tubuh Bugar dan Ideal untuk Menunjang Penampilan
8. Memberanikan Diri untuk Membuka Obrolan
9. Selalu Mencari dan Menambah Teman Baru
10. Ikuti Kata Hati, Yakini Kebenarannya
11. Lawan Pikiran Negatif, Jangan Iri Terhadap Hal Buruk
12. Terus Belajar dari Kesalahan dan Memperbaikinya
13. Asah Terus Ketrampilan dan Wawasan
14. Selalu Bersyukur dan Berfikir Positif

Kembali ke reportase... Tanggal 11 Agustus 2019 yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, sungguh diluar dugaan! Ternyata Spartan yang hadir di turnamen mingguan Sparta minggu ini cukup banyak, yaitu ada 24 orang.

Di turnamen edisi ke-28 ini, salah satu pasangan unggulan, Rinal dan Revin rontok dibabak penyisihan. Sungguh diluar dugaan admin.
Di babak final Rere dan Anton berhasil memenangkan pertarungan melawan Rudi dan Roganda, setelah melalui persaingan sengit, dimana sejak awal Rudi dan Roganda selalu  pemimpin perolehan poin. Di poin 31-31 Roganda mengalami kram kaki kanan. Insiden itulah yang kemudian menjadi titik balik Rere dan Anton dapat menuntaskan permainan dengan gemilang.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Rere dan Anton
Juara 2 Rudi dan Roganda
Juara 3 Alex dan Ari  / Andre dan Libert

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap turnamen kita minggu ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kali ini. Sebagai penutup ada sebuah quote dari MC lawas Almarhun Kang Ebet Kadarusman yang mengatakan; "It's nice to be important but it's more important to be nice", Memang baik menjadi orang penting, tapi jauh lebih penting  menjadi orang baik.
Kemenangan itu membanggakan, tapi tak ada kebanggaan jika kemenangan itu diperoleh dengan kecurangan. Mari selalu menjaga dan menjunjung tinggi sprotivitas. Salam Sportivitas!!