Powered By Blogger

Minggu, 15 Maret 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 5 Maret 2020


"You have power over your mind - not outside events. Realize this, and you will find strength."

Marcus Aurelius

Tidak jarang emosi-emosi negatif seperti kecewa dan marah menguasai, sehingga Anda menjadi tidak dapat berkonsentrasi. Bahkan, Anda melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Ini mengapa penting untuk tahu cara mengendalikan emosi.

Penelitian menemukan bahwa respons emosional manusia berasal dari cara mereka menilai pengalaman tertentu.  Emosi adalah ekspresi normal atas berbagai hal yang terjadi dalam keseharian, seperti tertawa karena kejadian lucu hingga merasa kesal setelah terjebak macet. Mengekspresikan emosi secara tepat dan mengetahui cara mengendalikan emosi akan membuat Anda merasa lebih baik.




Meski begitu, tidak jarang emosi-emosi negatif membuat Anda menjadi berperilaku negatif juga. Marah, sedih, kecewa memang tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikelola. Ekspresi emosi negatif bahkan dapat membahayakan hubungan pertemanan, pekerjaan, dan bahkan kesehatan Anda sendiri. Hal inilah yang membuat Anda perlu belajar cara mengendalikan emosi. Panduan di bawah ini diharapkan dapat membantu Anda.
  • Setiap kali Anda akan bereaksi negatif, tenangkan diri dengan mengambil napas panjang dan menutup mata.
  • Anda tidak dapat mengubah situasi tertentu, tetapi dapat mengubah pola pikir Anda dari sudut pandang yang membuat marah atau frustasi menjadi sudut pandang yang membuat Anda merasa lebih baik.
  • Ubah fokus Anda. Jika Anda lebih sering merasa rendah diri karena menganggap orang lain lebih hebat, ubah fokus pada diri sendiri, apa yang ingin Anda kerjakan, dan kemampuan yang ingin Anda tingkatkan, sehingga membuat Anda lebih percaya diri.
  • Hindari situasi yang membuat Anda mudah merasakan emosi negatif. Sebagai contoh, jika Anda mudah kesal saat terburu-buru, maka Anda dapat mengatur waktu untuk berangkat lebih awal. Dengan begitu, kemacetan atau pun pengguna jalan yang lambat tidak akan terlalu membuat Anda terganggu atau bahkan dapat dihindari.
  • Jalin komunikasi dengan orang-orang di sekitar Anda seperti keluarga, teman, tetangga yang membuat Anda nyaman. Anda perlu sahabat dan keluarga sebagai tempat Anda berbagi permasalahan yang bersedia mendengarkan dan tidak membiarkan Anda sendiri.
  • Temukan aktivitas yang membuat Anda senang dan dapat menjadi bagian positif dari keseharian Anda seperti bersepeda, bermain sepak Mengerjakan hobi yang Anda sukai membuat Anda merasa rileks dalam dunia Anda sendiri. Selain itu, olahraga dapat menjadi sarana untuk mengelola stres.
  • Memberi dapat membuat Anda senang. Berikan waktu, bantuan, atau pun senyum Anda untuk orang lain, misalnya mengikuti bakti sosial.
  • Pelajari kemampuan baru seperti bahasa baru atau pun alat musik, dapat membangkitkan kepercayaan diri dan berfungsi sebagai cara mengendalikan emosi.
  • Sadarilah keberadaan Anda saat ini, perasaan dan pikiran Anda, termasuk sekitar Anda. Ini dapat membuat Anda lebih sadar dan bersikap positif merespons segala sesuatu.
  • Menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu cara mengendalikan emosi dan kesehatan mental. Cobalah untuk mengkonsumsi makanan sehat yang kaya nutrisi dan dengan porsi yang tidak berlebihan.
  • Yoga dan meditasi dapat menjadi metode manajemen stres dan melatih Anda mengendalikan emosi.
  • Kelola waktu dengan mengatur jadwal dan membuat rencana hal-hal yang perlu dilakukan. Perencanaan akan membantu Anda mengurangi stres.
  • Belajar mengatakan “tidak” terutama pada hal yang sebenarnya memang sudah tidak dapat Anda kelola, atau acara yang memang benar-benar tidak dapat Anda hadiri.
  • Jaga agar tubuh selalu mendapat istirahat cukup sehingga masalah tidak dengan mudah menyulut emosi.
Kesehatan tidak hanya tentang tubuh yang sehat, tetapi juga pikiran yang sehat yang mempengaruhi emosi. Sehat secara emosional berarti dapat mengelola masalah sehari-hari seperti stres, mengubah kebiasaan buruk, berkreasi, menjalin hubungan pertemanan, dan semua hal lain yang dapat berdampak pada kesehatan jiwa dan raga.

Menjaga kesehatan emosional sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh, karena keduanya saling memengaruhi. Kesehatan emosional yang terganggu dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan seperti nyeri dada dan tekanan darah tinggi. Orang yang pikiran dan emosinya sehat akan lebih mudah menghadapi persoalan hidup besar seperti perpisahan atau pun kematian.

Namun, waspadai jika ternyata yang Anda rasakan bukan sekadar fluktuasi emosi, melainkan pertanda depresi. Kenali gejala depresi yang dapat ditandai dengan tanda-tanda seperti mood buruk lebih dari dua minggu, merasa putus asa, kelelahan, tidak dapat berkonsentrasi, hilang nafsu makan atau sebaliknya makan terlalu banyak, susah tidur atau pun terus ingin tidur, dan terpikir untuk mengakhiri hidup.

Cobalah menerapkan berbagai cara mengendalikan emosi di atas untuk mendapatkan kesehatan fisik dan mental. Jika gejala depresi mulai muncul, jangan ragu untuk segera berkonsultasi pada dokter.

Kembali ke reportase; Fluktuasi kehadiran Spartan di minggu ke 11, masih hampir sama seperti minggu sebelumnya, yaitu diikuti oleh 14 orang Spartan plus 1 orang yang mabar aja.
Pasangan Andre dan Rama berhasil memuncaki bagan turnamen kali ini. Mereka menjadi juara setelah di final mengalahkan pasangan Fatoni dan Alex dengan poin dramatis 42-41. Poin dramatis 42-41 ini terjadi pula di babak semifinal, ketika Andre dan Rama berhadapan dengan Iyan dan Nura Audy.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Andre dan Rama
Juara 2 Fatoni dan Alex
Juara 3 Iyan dan Nura Audy / Rinal dan Romi

Dan dibawah ini adalah hasil selengkapnya dari Turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ke-11;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
Sekian reportase kita kali ini, salam olahraga dan sampai jumpa. Keep calm and smash hard!!!

Minggu, 08 Maret 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 8 Maret 2020

“While we are free to choose our actions, we are not free to choose the consequences of our actions.”

Steven Covey


Dalam kehidupan, kita bebas membuat pilihan-pilihan. Namun, walaupun kita bebas untuk memilih  tindakan kita, kita terikat dengan konsekuensi. Kita tidak bebas untuk memilih konsekuensi dari tindakan kita. Konsekuensi dari pilihan-pilihan kita mengikuti hukum alam. Seseorang bisa memutuskan untuk terjun dari monas, namun ia tidak bisa memutuskan apa yang terjadi setelah ia melakukan itu.

Seorang pengusaha bisa memutuskan untuk berlaku curang dalam bisnisnya, Seorang siswa bisa memutuskan untuk berbuat curang dalam ulangan, namun mereka tidak bisa memutuskan apa konsekuensi dari perbuatannya. Konsekuensi tergantung pada faktor-faktor lain. Seorang siswa yang mencontek  dalam ulangan misalnya, bila ketahuan bisa saja dipermalukan oleh guru atau teman-temannya, atau bisa saja tidak ketahuan tetapi ia akan terus merasa bersalah. Seorang pengusaha curang bisa berurusan dengan aparat hukum bila ketahuan. Semua itu tergantung fatktor luar.

Tindakan kita diatur oleh prinsip. Hidup yang selaras dengan prinsip membawa konsekuensi positif. Sedangkan hidup yang tidak selaras dengan prinsip membawa konsekuensi negatif. KIta bebas memilih respons kita terhadap situasi apapun, namun dalam pilihan-pilihan itu terkandung hal yang tidak bisa kita pilih yaitu konsekuensi.


Ketika kita memilih respons yang membawa konsekuensi  yang tidak kita inginkan, pilihan itu mungkin menyebabkan penyesalan bagi kita. Bila kita sampai pada kondisi demikian, kita perlu sadari adalah kesalahan masa lalu termasuk dalam hal-hal yang diluar kekuasaan kita. Satu-satunya yang bisa kita lakukan terhadap masa lalu adalah menyadari serta belajar dari pengalaman itu sehingga bisa memperbaikinya ketika ada persoalan yang sama di masa depan. Keberhasilan adalah ujung lain dari kegagalan.

Respons terhadap kesalahan akan mempengaruhi kualitas  kita berikutnya. Orang yang belajar dan mengakui kesalahan akan mudah memperbaiki diri, namun orang yang tidak mengakui kesalahan akan berusaha menutupinya dengan kebohongan-kebohongan. Kebohongan terhadap kesalahan akan memberikan kektuatan tambahan pada kesalahan sebelumnya sehingga lama-kelamaan menjadi karakter. Hal itulah yang terjadi pada seseorang yang menjadi penipu. Berhati-hatilah dengan pilihan anda.

Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya;
  • Ketika kita makan terlalu banyak dan berlebihan, secara tidak sadar kita telah membuat pilihan untuk menjadikan diri kita menjadi kelebihan berat badan. 
  • Ketika kita bermain telepon genggam sambil mengemudi, berarti kita telah memilih untuk terbunuh atau membunuh orang lain dalam suatu kecelakaan.
  • Ketika kita menyakiti orang lain, berarti kita telah memilih untuk diperlakukan buruk kembali. 
  • Ketika kita berburuk sangka terhadap orang lain, berarti kita telah memilih untuk hidup penuh kecurigaan dan kehilangan rasa damai di hati.
  • Ketika kita tidak peduli terhadap orang lain, berarti kita memilih untuk diacuhkan pula oleh mereka. 
  • Ketika kita merokok, berarti kita juga memilih untuk menderita serangan kanker. dll.
Setiap pilihan memiliki konsekuensi dibelakangnya. Hal yang paling penting untuk dimengerti adalah bahwa kita semua diberikan kebebasan dalam membuat setiap pilihan hidup. Namun perlu disadari, bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi dibelakangnya. Jadi setelah kita membuat pilihan, maka pilihan tersebutlah yang selanjutnya akan megontrol kehidupan kita ke arah sesuai konsekuensinya, baik itu konsekuensi yang baik ataupun konsekuensi yang buruk. Perlu disadari bahwa di kehidupan ini, kita memiliki banyak pilihan yang harus dipilih dengan bijaksana.

Ada pepatah yang mengatakan “Pelaut yang ulung tidak pernah terlahir dari laut yang tenang”. Kenapa? Karena laut tenang diibaratkan seperti kehidupan yang datar-datar saja. Biasa saja. Atau bahkan monoton. Tidak ada tantangan yang mewarnai kehidupan. Sedang laut yang selalu bergelombang, bergemuruh, dan terkadang diimbangi dengan cuaca yang buruk bersama badai, akan menciptakan sebuah tantangan bagi sang pelaut untuk mencari cara bagaimana mengahadapinya dengan segala keberanian tanpa takut dan pantang menyerah.

Begitu pun dalam hidup tidak seru jika tidak ada masalah. Bukannya kita mengharapkan masalah selalu datang, tapi dengan adanya masalah-masalah dalam hidup bisa menjadikan kita lebih dewasa dalam mengambil keputusan dan menyikapi suatu hal.

Seorang motivator pernah berkata, “Hidup adalah permainan, tapi jangan main-main dalam hidup, maka jadilah pemenang dalam permainan ini”. Kita juga harus sadar diri bahwa kita adalah pemenang! Kalau jadi pemenang, jadilah pribadi yang aktif.

Kembali ke reportase. Turnamen mingguan Sparta minggu ini cukup sepoi-sepoi alias sepi, but it's okay. Perjalanan ga selalu mulus, perjuangan ga selalu mudah. Yang penting kita tidak kehilangan semangat.

Sesuai prediksi admin yang berhadapan final adalah Hadi M dan Fatoni melawan Roganda dan Andre. Kedua pasangan ini cukup mulus melaju ke babak final tanpa mengalami kekalahan satu kali pun. Di babak pamungkas Hadi M dan Fatoni berhasil menyisihkan Roganda dan Andre dengan 42-39. Permainan sengit dan apik tersaji dari ke dua pasangan ini. Perolehan poin pun saling susul menyusul dengan sangat ketat. Namun akhirnya Roganda dan Andre harus puas berada di posisi runner-up.
Kemenangan Hadi M dan Fatoni kali ini, sekaligus mencatatkan nama mereka untuk pertama kalinya sebagai peroleh medali emas di tahun 2020.

Inilah nama-nama Juara Turnamen Mingguan Sparta tanggal 8 Maret 2020;

Juara 1 Hadi M dan Fatoni
Juara 2 Roganda dan Andre
Juara 3 Rinal dan Alex / Eyi dan Olsen

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen kali ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reortase kita kali ini. Tetap semangat dan selalu junjung tinggi sportivitas. Dalam sebuah permainan, menang dan kalah adalah hal biasa. Jangan sampai sebuah kekalahan membuat hubungan persaudaraan kita menjadi renggang. Karena tujuan kita pada hakikatnya adalah untuk berkumpul, berolahraga bersama dan menjalin silaturahmi. Salam olahraga!!!

Minggu, 01 Maret 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 1 Maret 2020

"Self-control is strength. Right thought is mastery. Calmness is power."   

James Allen


Pengendalian diri atau Penguasaan diri (Self Regulation) merupakan satu aspek penting dalam kecerdasan emosi (Emotional Quotient).

Aspek ini penting sekali dalam kehidupan manusia sebab musuh terbesar manusia bukan berada di luar dirinya, namun justru berada di dalam dirinya sendiri.
Dengan demikian, kemana pun seseorang pergi, maka orang tersebut selalu diikuti oleh“Musuh” nya.

Pengendalian diri atau penguasaan diri adalah aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari langit, melainkan diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan orang-orang sekitar.

Bahkan dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota”. Diri yang kita bawa-bawa sekarang ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau malah menjadi lawan. Tergantung pilihan kita menjalani hidup ini.


Pengendalian diri merupakan sikap, tindakan atau perilaku seseorang secara sadar baik direncanakan atau tidak untuk mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku. Mengendalikan diri tidaklah mudah, namun memberikan banyak manfaat.

Tips-tips pengendalian diri;

Tips pertama
Mengendalikan diri dengan menggunakan prinsip kemoralan. Seperti menjaga sikap, ucapan, maupun menjaga dari pikiran-pikiran negatif terhadap apapun yang dihadapi. Setiap agama pasti mengajarkan kemoralan, misalnya tidak mencuri, tidak membunuh, tidak menipu, tidak berbohong, tidak mabuk-mabukan, tidak melakukan tindakan asusila. Saat ada dorongan hati untuk melakukan sesuatu yang negatif, coba larikan ke rambu-rambu kemoralan. Apakah yang kita lakukan ini sejalan atau bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama?

Tips kedua
Mengendalikan diri dengan menggunakan kesadaran. Kita sadar saat suatu bentuk pikiran atau perasaan yang negatif muncul. Pada umumnya orang tidak mampu menangkap pikiran atau perasaan yang muncul. Dengan demikian mereka langsung lumpuh dan dikuasai oleh pikiran dan perasaan mereka. Misalnya, seseorang menghina atau menyinggung kita, kita marah. Kalau kita tidak sadar atau waspada maka saat emosi marah ini muncul, dengan begitu cepat, tiba-tiba kita sudah dikuasai kemarahan ini.
Jika kesadaran diri kita bagus maka kita akan tahu saat emosi marah ini muncul. Kita akan tahu saat emosi ini mulai mencengkeram dan menguasai diri kita. Kita tahu saat kita akan melakukan tindakan ”bodoh” yang seharusnya tidak kita lakukan. Saat kita berhasil mengamati emosi maka kita dapat langsung menghentikan pengaruhnya. Kalau masih belum bisa atau dirasa berat sekali untuk mengendalikan diri, larikan pikiran kita pada prinsip moral. Biasanya kita akan lebih mampu mengendalikan diri. Bagaimana jika sudah melakukan jurus satu, prinsip moral, dan jurus dua, kesadaran, ternyata kita tetap sulit mengendalikan diri? Lakukan cara ketiga!

Tips ketiga
Mengendalikan diri dengan perenungan. Saat kita sudah benar-benar tidak tahan, mau ”meledak” karena dikuasai emosi, saat kita mau marah besar, coba lakukan perenungan. Tanyakan pada diri
sendiri pertanyaan, misalnya, berikut ini:
Apa sih untungnya saya marah?
Apakah benar reaksi saya seperti ini?
Mengapa saya marah ya? Apakah alasan saya marah ini sudah benar?
Kalau saya marah dan sampai melakukan tindakan yang ”bodoh”, nanti reputasi saya rusak, kan saya yang rugi sendiri.
Dengan melakukan perenungan kerap kali maka kita akan mampu mengendalikan diri. Prinsip kerjanya sebenarnya sederhana. Saat emosi aktif maka logika kita tidak akan jalan. Demikian pula sebaliknya. Jadi, saat kita melakukan perenungan atau berpikir secara mendalam maka kadar kekuatan emosi atau keinginan kita akan menurun.

Tips keempat 
Mengendalikan diri dengan menggunakan kesabaran. Emosi naik, turun, timbul, tenggelam, datang, dan pergi seperti halnya pikiran. Saat emosi bergejolak sadari bahwa ini hanya sementara. Usahakan tidak larut dalam emosi. Gunakan kesabaran, tunggu sampai emosi ini surut, baru berpikir untuk menentukan respon yang bijaksana dan bertanggung jawab. Oh ya, tahukah Anda bahwa kata bertanggung jawab itu dalam bahasa Inggris adalah responsibility, yang bila kita pecah menjadi response-ability atau kemampuan memberikan respon? Kalau sudah menggunakan kesabaran masih juga belum bisa, bagaimana? Lakukan cara kelima.

Tips kelima
Menyibukkan diri dengan pikiran atau aktivitas yang positif. Pikiran hanya bisa memikirkan satu hal dalam suatu saat. Ibarat layar bioskop, film yang ditampilkan hanya bisa satu film dalam suatu saat. Nah, film yang muncul di layar pikiran inilah yang mempengaruhi emosi dan persepsi kita. Saat kita berhasil memaksa diri memikirkan hanya hal-hal yang positif maka film di layar pikiran kita juga berubah. Dengan demikian pengaruh dari keinginan atau suatu emosi akan  mereda.

Hindarilah berbicara tidak sopan atau sering menggunakan kata-kata kasar. Seseorang yang sering
menggunakan kata-kata kasar akan otomatis mengeluarkan kata-kata kasar tersebut ketika ia sedang dalam keadaan emosi dan secara otomatis pula emosinya justru akan terus berkobar.

Tanpa kita sadari, meskipun terlihat sederhana, namun upaya-upaya untuk mengendalikan tersebut mampu menuai banyak manfaat apabila kita berhasil untuk mengendalikan diri.
Manfaat yang diperoleh dari keberhasilan seseorang dalam mengendalikan dirinya antara lain:

1. Kita jadi mampu untuk meningkatkan kesabaran. Karena jika kita sedang dalam keadaan marah, kita tidak sabar, tawakal, bersyukur.dll. dapat meningkatkan komunikasi positif di lingkungan masyarakat sehingga diperoleh suasana tenang.

2. Akan lebih dapat menimbangkan pencukupan kebutuhan hidup  yang sesuai dengan kemampuan diri dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang di berikan oleh Tuhan kepadanya

3. Dapat  mengurangi rasa gelisah,cemas,iri dan tidak puas yang terjadi pada diri kita.

Kembali ke reportase... Kita sudah memasuki bulan baru, Bulan Maret 2020. Turnamen edisi minggu ke-9 diikuti oleh 18 orang Spartan. Sesuai prediksi admin, 2 unggulan teratas mampu melaju sampai ke partai final. Mereka adalah pasangan Reza dan Iyan yang sekaligus menjadi juara kali ini, serta pasangan Roganda dan Alex yang berhasil menjadi runner up kali ini. Pasangan Reza dan Iyan melaju dengan mulus, nyaris tanpa hambatan mulai dari babak penyisihan hingga final. Mereka hanya terganjal dan nyaris kalah dari pasangan Andre dan Peter, tapi di poin krusial mereka berhasil membalikkan keadaan, dan menang dengan poin 42-41. Sementara pasangan Roganda dan Alex , kalah menderita satu kekalahan di babak penyisihan oleh pasangan Hadi dan Ari A. Dan mereka diuntungkan dengan mundurnya pasangan Anton dan Rizaldi (karena Rizaldi sakit).
Dibabak final Reza dan Iyan menang atas Roganda dan Alex dengan poin tipis 42-39.
Dengan hasil pertandingan kali ini. Posisi ranking pertama Nura Audy, kembali tergeser oleh Alex. Sementara di akumulasi perolehan medali, Roganda makin mengukuhkan dirinya sebagai peraih medali terbanyak.

Inilah nama-nama juara kali ini;

Juara 1 Reza dan Iyan
Juara 2 Roganda dan Alex
Juara 3 Dena dan Rinal / Revin dan Fatoni 

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari Turnamen mingguan Sparta kali ini;

Road to final

Bagan turnamen
  

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kali ini. Selalu sehat, Tetap semangat dan raih prestasi lebih tinggi lagi. Salam olahraga!!!

Minggu, 23 Februari 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 23 Februari 2020

"The most important thing about a person is that you know who you are and what you want. You should be capable of introspection and evaluate yourself."

Louis van Gaal


Introspeksi merupakan proses pengamatan terhadap diri sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), introspeksi diri merupakan peninjauan atau koreksi terhadap perbuatan, sikap, kelemahan, serta kesalahan dari diri sendiri.

Sebuah kapal yang akan berlayar pasti membutuhkan petunjuk arah. Namun tak kalah pentingnya adalah selalu mengetahui posisi yang benar ketika di lautan lepas. Karena sedikit kekeliruan membuat kapal tersesat dan kehilangan arah. Demikian halnya kehidupan kita. Secara berkala kita perlu evaluasi. Ada banyak peristiwa di mana kita harus belajar dan membiasakan introspeksi diri. Bercermin untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan pribadi, agar dapat mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Introspeksi diri sangat diperlukan karena : Proses tidak selalu berjalan konstan. Pengalaman yang serupa tidak selalu memberi hasil yang sama. Selalu ada keterbatasan dan perbedaan sudut pandang. Tiap masalah memiliki titik kritis tersendiri.


Melalui introspeksi diri kita akan mampu menemukan makna dari setiap tujuan yang kita miliki dan akan semakin memastikan, apakah tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya sudah terarah atau belum. Karena Sering kita melihat kesalahan orang lain bahkan mengkritik kesalahan yang dibuat orang lain, sadarkah kita bahwa kita pun sering berbuat salah, melalu cara intropeksi diri sendiri kita dapat memahami kekurangan dan kelebihan yang kita miliki.

Rasanya lebih enak mengomentari orang ya... banyak komentator atau belum lagi banyak pemerhati yang menanggapi tentang orang lain ini tanpa mengetahui bahwa orang yang mengomentari orang lain dirinya belum tentu dalam keadaan lebih baik dari orang yang di komentari.

Introspeksi Diri juga perlu dalam melihat jauh ke dalam diri anda, menanyakan langsung ke diri anda apakah anda sudah berhasil mencapai apa yang anda inginkan, apakah cita-cita anda sudah terlaksana, apakah diri anda sudah dalam track yang benar. dengan introspeksi diri kita bisa tau apakah kita sudah melakukan sesuatu, melakukan perubahan yang lebih baik, menyadari tindakan kita sudah tepat. Terkadang kita terlena dalam pemikiran “Santai Aja nanti juga akan terlaksana sendiri ” atau ” Kan saya sudah baik” tanpa pernah mau benar-benar memikirkan keadaan yang sebenenarnya terjadi dalam diri anda.

Dengan Intropeksi diri anda dapat mengevaluasi, Kata-kata, Impian kita, Sikap kita, Tindakan kita, dan Pemikiran kita ke arah yang lebih baik, dan hal-hal tersebut memiliki kekuatan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik dalam hidup anda. Apa yang anda katakan, pikirkan, dan kerjakan. Itu yang Anda dapatkan dalam hidup anda.

Jangan pernah ragu untuk instropeksi diri anda, karena anda memang membutuhkan hal itu, dengan introspeksi diri anda seperti berdiri diatas cermin, melihat keadaan diri anda sendiri, dan coba lah untuk jujur saat anda melakukan introspeksi diri anda, agar anda mendapat gambaran yang sesungguhnya dari diri anda.

Perlu diingat pemikiran anda akan lebih menarik pengalaman-pengalaman untuk membenarkan apa yang anda percayai, bukan apa yang anda miliki konsep introspeksi dirilah sebagi controler dalam kehidupan anda. Introspeksi diri yang paling baik adalah yang paling jujur. Soal teknik, intinya kita harus tau dulu apa yang benar, baru bisa mengenali apa yang salah, lalu bagaimana cara melakukan introspeksi diri,

Memahami kelemahan pribadi. Introspeksi diri diawali dengan sikap rendah hati. Menyadari bahwa kita tidak luput dari kekeliruan atau kesalahan. Orang yang sombong tidak mau melakukan evaluasi diri karena selalu merasa benar. Akibatnya tidak ada pertumbuhan pribadi, karena hanya bersikap menyalahkan orang lain, situasi atau bahkan Tuhan. Memahami titik kritis berarti memiliki sikap waspada dan antisipasi. Kemampuan untuk menjaga diri dan mewaspadai situasi sebelum terjadi hal-hal yang fatal.



Agenda introspeksi. Kapan dan apa saja dalam diri kita yang perlu dievaluasi?

Pertama, sebelum melakukan sesuatu. Ada pepatah mengatakan bahwa orang yang mau membangun menara pasti akan memperhitungkan anggaran biayanya. Introspeksi dalam hal langkah awal yang harus dilakukan, bagaimana rencana dan kesanggupan atau sumber-sumber yang kita miliki.

Kedua, ketika sedang melakukan sesuatu. Introspeksi diperlukan untuk mencegah agar tidak terlanjur lebih jauh lagi jika ternyata ada kekeliruan. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah metode dan cara, asumsi dan pandangan, pengetahuan dan keahlian yang digunakan. Proses antisipasi titik kritis dan langkahlangkah perbaikan jika diperlukan.

Ketiga, recovery jika terjadi kekeliruan. Atau menjadi pembelajaran agar kelak kita tidak mengulang kesalahan yang sama.
setelah melakukan sesuatu. Pengalaman selalu merupakan guru yang terbaik. Introspeksi diri berguna untuk tindakan perbaikan atau

Proses menuju pribadi yang lebih baik. Introspeksi diri bukan berarti bersikap menghakimi atau menyalahkan diri sendiri. Tetapi bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan mengembangkan diri sendiri. Orang yang sulit melakukan introspeksi diri cenderung bersikap kekanak-kanakan. Karena kedewasaan dan kematangan pribadi lahir dari keterbukaan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri sendiri.

Instropeksi diri adalah melihat ke dalam diri sendiri, Nah pada waktu melihat diri sendiri inilah kita harus benar-benar jujur untuk menghasilkan introspeksi diri yang tepat. Dan setelah itu mulailah hidup baru perbaiki kesalahan lalu, berpikirkan ke depan dengan segala sesuatu yang baik. Maka jadikan hari ini sebagai momentum diri menjadi pribadi yang sukses dan benar dengan introspeksi diri.

“Jujurlah pada diri sendiri, Salah katakan salah, dan benar katakan benar, lakukan introspeksi untuk kebaikan diri anda bukan orang lain”


Turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ke-8 tahun 2020, yang diikuti oleh 22 orang Spartan ini, terjadi beberapa kejutan. Dimana unggulan pertama Alex dan Rama serta unggulan ke-2 Rinal dan Iyan rontok di babak quarter final. Lalu ada pasangan kuda hitam Giffary dan Dena yang dibabak penyisihan terseok-seok, dibabak-babak berikutnya mereka mampu menunjukkan permainan terbaiknya, dan berhasil merebut posisi runner up. Sementara pasangan Roganda dan Agung K, yang merupakan unggulan ke-3 minggu ini, bermain sangat gemilang dengan melibas semua lawan-lawannya.
Di babak final sebenarnya pasangan Giffary dan Dena bermain cukup apik, dengan memenangkan babak pertama kengan poin 21-16. Hingga pertengahan babak ke-2 pasangan ini masih mampu menjaga ritme permainan, dan masih unggul dengan selisih antara 3-5 poin. namun di Poin 31 pasangan Roganda dan Agung K berhasil menyamakan kedudukan, dan kemudian berhasil membalikkan keadaan serta memegang kendali permainan. Roganda dan Agung K mengakhiri babak puncak kali ini dengan poin akhir 42-34. Selamat kepada Agung K, yang berhasil meraih Juara untuk pertama kalinya.

Minggu ini Nura Audy dengan raihan poin Juara ke-3nya, kembali merebut posisi ranking 1 Sparta. Yang memaksa Alex harus lengser ke ranking 2. Sementara di akumulasi perolehan medali Sparta, Roganda berhasil mereput posisi nomor wahid dengan 5 medali emasnya, dan Nura Audy terpaksa harus turun ke posisi ke-2.

Inilah nama-nama Juara Minggu ini;

Juara 1 Roganda dan Agung K
Juara 2 Giffary dan Dena
Juara 3 Fatoni dan Romi / Peter dan Redy

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari Turnamen Mingguan Sparta kali ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

“Knowing yourself is the beginning of all wisdom.” -Aristotle

Sekian reportase kita kali ini. Tetap semangat dan tunjukkan hasil terbaik. Tak ada usaha yang menghianati hasil. Sampai jumpa!!!

Minggu, 16 Februari 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 16 Februari 2020

“Your beliefs become your thoughts, your thoughts become your words, your words become your actions, your actions become your habits, your habits become your values, your values become your destiny.”

Mahatma Gandhi


Bagi yang akrab dengan mitologi Yunani, tokoh Pygmalion bukanlah nama yang asing. Pygmalion adalah seorang pematung yang sangat terkenal akan karya-karya indahnya. Ia tidak mau menikah karena memandang perempuan di sekitarnya tak ada yang memenuhi syarat seperti impiannya. Akhirnya, energi sensualitasnya ia kerahkan untuk membuat sebuah patung perempuan dari gading dengan kecantikan sempurna sesuai dengan hasratnya yang ia beri nama Galatea.

Galatea menjadi puncak karya Pygmalion. Ia sangat mengagumi dan mencintai karyanya sendiri. Galatea ia perlakukan dengan lembut, penuh kasih mesra seperti pada istrinya. Ia kalungkan bunga di lehernya, membalutkan selendang sutera dan mutu manikam disekujur tubuhnya. Setiap hari, Pygmalion menatapnya dan bercengkerama dengannya. Ia berbicara dengan Galatea, seolah-olah Galatea hidup. Dan malam hari Galatea ia rebahkan ke peraduan dengan bantalan bulu angsa.


Pada saat ada pesta di Cyprus untuk memuja Venus, dewi keindahan, dimana semua penduduk disana berdoa dan memberi persembahan. Pygmalion tak ketinggalan untuk datang dan berdoa di altar. “Oh Dewa, Engkau mampu melakukan sesuatu, berikan kepadaku melalui persembahan ini, demi istriku. Istriku yang tampak seperti perawan gading." Pymalion tidak mengatakan kalimat “patung” ia menganggap Galatea nyata.

Ucapan ini didengar oleh dewi Venus yang dapat merasakan kesepiannya seorang seniman. Akhirnya dewa Zeus meniupkan api asmara. Venus memberi kekuatan hidup bagi Galatea. Dan alangkah kagetnya, ketika ia pulang dan mencium bibir Galatea, ia merasakan hanganya bibir Galatea. Ia tidak sedang bermimpi. Galatea benar-benar hidup. Pasangan itu akhirnya ia memperoleh putra yang bernama Paphos yang diabadikan menjadi nama kota bangsa Hellenik untuk memuja Venus.

Pygmalion Effect

Kisah Pygmalion menjadi inspirasi psikolog dalam mengembangkan persepsi, stigma serta konsep diri manusia. Keyakinan Pygmalion bahwa Galatea hidup dan seolah-olah hidup menjadikan Galatea benar-benar hidup.

Jadi, jika kita mempersepsi putra kita bodoh, maka ia akan menjadi bodoh. Karena kita tidak memiliki energi dan kepercayaan yang cukup kuat bahwa ia adalah anak pintar. Akhirnya kita akan mentreatment-nya dengan cara yang bodoh pula.
Karena itu, betapa penting bagi setiap orang tua memberikan stigma positif kepada anak-anaknya agar mereka kemudian lahir dengan konsep diri dan kepribadian yang kuat serta asertif. Karena kehidupan, seperti yang dikatakan Epictetus, adalah yang dihasilkan oleh pikiran kita. You are what you think, kata para psikolog.


Mahatma Gandhi pun memiliki keyakinan yang serupa, bahwa orang menjadi apa seperti yang diyakininya sendiri. Menurutnya Gandhi,jika saya selalu mengatakan kepada diri saya bahwa saya tidak dapat melakukan sesuatu, mungkin saja saya memang tidak bisa melakukannya. Sebaliknya, jika saya yakin mampu melakukannya, saya pasti mendapat kemampuan untuk melakukannya meskipun pada awalnya mungkin saya tidak memilikinya.

Para ahli komunikasi menerjemahkan Pygmalion Effect ini dengan istilah ramalan pemenuhan diri atau nubuat yang dipenuhi dengan sendirinya. Contohnya: jika kita berpikir, orang lain tidak menyukai kita. Maka pikiran kita akan mengatur bahasa verbal dan non verbal kita menjadi kata dan gerakan yang memang akan membuat orang tak suka. Akhirnya memang kita benar-benar nyebelin.

Citra kehidupan ini kita jalani seperti citra dalam pikiran kita. Tafsir-tafsir kepada kehidupan, positif maupun negatifkita lalui seperti model mental kita. Sudut pandang kita membentuk lanskap keindahan dan kemuraman, kebahagiaan dan kesengsaraan, putus asa dan harapan dan mewujud dalam realitas kita menjalani kehidupan.

Bagi orang-orang yang lokus dirinya baik, menurut Kris Cole, mereka membawa cuaca sendiri. Mereka tidak perlu menerima pelayanan yang hebat agar suasana hatinya baik, dan layanan buruk tidaklah membuat suasana hati mereka juga buruk. Ia tidak membiarkan orang lain mengendalikan dan menentukan apakah mereka akan gembira atau sedih, senang atau tidak senang. Orang ini tak akan menyerahkan lokus control mereka ditangan orang lain.

Akhirnya kisah Pygmalion mengajarkan kita pentingnya akan sebuah keyakinan untuk memelihara pikiran-pikiran positif dalam jiwa kita.

Edisi minggu ke-7 Turney Mingguan Sparta dikuti oleh 18 orang Spartan. 3 orang diantaranya adalah pendatang baru di Sparta; Fajar Ibrahim, Maqbul dan Alan. Welcome to Sparta guys!!
Sesuai prediksi admin, lagi-lagi pasangan Roganda dan Redy berhasil meraih satu kemenangan lagi sebagai pasangan. Hampir saja prediksi admin meleset, dimana pada saat final mereka kedodoran menghadapi pasangan Rinal dan Alex. Sebenarnya Rinal dan Alex dari babak pertama hingga poin 34, selalu memimpin dengan selisih 3 hingga 5 poin. Di poin 34-29 pasangan Roganda dan Redy berhasil menyusul dan membalikkan keadaan. Hingga babak kedua berakhir dengan 42-37 untuk kemenangan Roganda dan Redy. Untuk kesekian kalinya Rinal tertikung di poin-poin krusial oleh Redy. Di poin-poin kritis faktor mental memang lebih berperan penting dibanding sekedar skill. Tetap semangat Rinal! Next time must be better!!!

Inilah nama-nama juara Turnamen Mingguan Sparta kali ini;

Juara 1 Roganda dan Redy
Juara 2 Rinal dan Alex
Juara 3 Hadi M dan Dena / Maqbul dan Alan

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen Mingguan Sparta, edisi 16 Februari 2020;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Konklusi kali ini tentang Pygmalion Effect: “Keyakinan mempengaruhi persepsi, persepsi mempengaruhi cara berpikir, cara berpikir mempengaruhi cara bertindak, dan cara bertindak mempengaruhi hasil akhirnya.”

Sekian reportase kita kali ini. Sampai berjumpa lagi di reportase-reportase berikutnya. See you!!!

Minggu, 09 Februari 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 9 Februari 2020

“Believe in yourself and all that you are. Know that there is something inside you that is greater than any obstacle.”

Christian D. Larson

Benarkah pada setiap Tekanan atau masalah yang kita hadapi terdapat Kekuatan yang tersembunyi? Jika benar, bagaimana caranya membangkitkan kekuatan tersebut?

Sebelum kita membahas lebih dalam bagaimana caranya, ada baiknya kita kaji empat jenis kekuatan yang selalu tersimpan pada setiap tekanan atau stres yang Anda rasakan.

Kekuatan pertama yaitu No coincident atau tidak ada yang kebetulan. Pastikan mulai saat ini anda yakin dan kuat menggenggam dengan kepercayaan yang tidak terbantahkan lagi, bahwa tidak ada yang kebetulan jika ternyata ada yang terus mengusik kita sehingga kita menjadi tertekan atau stres.

Barangkali menurut kita sebagai manusia biasa yang tidak punya kendali dalam kehidupan alam semesta ini, menganggap kebetulan menerima kondisi yang membuat stress itu. Namun tidak bagi Sang Maha Perkasa yang mengatur segala sesuatu, semua sudah sesuai kehendakNya, lalu bagaimana cara kita mengetahui apa maksud dari kehendak tersebut?

Mudah saja yaitu dengan menjalani kehendak itu, dalam hal ini adalah tegar mengatasi dan mengelola tekanan itu.

Kekuatan kedua adalah Every Stress is Learning atau setiap tekanan mengandung pembelajaran. Kekuatan yang kedua ini perlu anda miliki dalam rangka menjinakkan tekanan dan mengubahnya menjadi kekuatan, yaitu percayalah bahwa setiap Tekanan selalu mengandung pembelajaran atau hikmah, mengapa ini terjadi? Bukankah tekanan itu tetap saja suatu masalah?

Disinilah letak rahasianya, berkaitan atau sesuai dengan kekuatan yang pertama, bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, maka sebagai implikasinya semua tekanan dan masalah  atau bahasa awamnya adalah cobaan yang terjadi telah didesain oleh Sang Maha Mengatur.

Apakah mungkin Sang Maha Mengatur menciptakan segala kejadian di dunia ini hanya untuk main-main? Hanya untuk kesia-siaan? Tentu tidak!

Salah satu bukti bahwa setiap tekanan mengandung kekuatan pembelajaran adalah bahwa, mereka yang berhasil atau sukses paripurna, selalu lahir dan dibesarkan dengan kesulitan dan tantangan, bukan dengan kemudahan.

Kekuatan yang ketiga ialah No matter how bad or difficult the stress must be handling, it’s your best choice. Berkaitan dengan 2 kekuatan pada paragraf sebelumnya, kita lanjutkan perjalanan kita untuk menemukan 4 kekuatan yang kami anjurkan untuk bekal mengubah stress menjadi strength.

Kita berjalan menuju kekuatan yang ketiga, yaitu seberapa sulit dan hebohnya tekanan atau stress itu, kita mesti menghadapi dan menyelesaikannya, karena hanya ini pilihan yang terbaik diantara pilihan yang buruk.

Ketika kita berusaha menghindar dari tekanan, atau stress, percayalah dia akan terus membayangi dan membuat hari-hari menjadi kelabu, maka sungguh kita akan termasuk kedalam orang-orang yang merugi, karena mengisi hari dengan pelarian dari masalah dan tekanan.

Berdasarkan catatan sejarah, Thomas Alva Edison dalam menemukan bohlam lampu, beliau telah mengalami kegagalah sebanyak 10.000 kali dalam percobaannya untuk membuat bohlam lampu berpijar.

Wow 10.000 kali suatu angka yang tidak sedikit dan sulit dipercaya jika ada seseorang yang mampu menanggung kegagalan sebanyak itu.

Namun apa kata pak Thomas saat diwawancarai bagaimana rasanya gagal hingga 10.000 kali, Thomas menjawab, “Saya tidak gagal, saya hanya menemukan 9.000 sekian cara yang tidak bisa digunakan untuk membuat bohlam lampu.”


Kisah klasik di atas membuktikan bahwa apapun yang terjadi hadapilah tekanan itu, terimalah setiap tantangan yang membuat kita tertekan, sehingga dengan keberanian menghadapinya kita akan tumbuh berkembang, jadi pilih kekuatan ini!

Kekuatan yang keempat adalah Unconditional Happiness and Just Released it, atau Kebahagiaan Tanpa Syarat dan Ikhlaskan saja!

Adanya kesalahan dalam memilih keyakinan yaitu menempatkan Kebahagiaan dengan suatu syarat atau standar tertentu, misalnya “Saya akan bahagia jika saya kaya raya, banyak uang, banyak harta, jadi saya bahagia karena saya kaya, saya banyak harta, dan saya memiliki banyak uang.” 

Ini artinya jika syarat atau standar di atas tidak ada atau belum terjadi, maka tentulah seseorang yang memilih keyakinan itu, tidak akan pernah bahagia, jika tidak bahagia apa pilihannya, pasti tidak jauh dengan kondisi Stress atau tertekan.

Maka sebagai implikasinya bahwa bahagia seharusnya tidak boleh dilekatkan pada standar atau syarat tertentu, anda wajib mengganti self talk Anda dengan,“Saya tetap dan akan bahagia, meskipun, walaupun, walau apapun terjadi.” 

“Saya bahagia meskipun masih berjuang,” dan “Saya bahagia walaupun belum memiliki keturunan,” dan lain sebagainya.

Maka dengan menggunakan 4 kekuatan di atas, kita telah sanggup menemukan kekuatan yang tersimpan pada setiap tekanan.

Memasuki minggu ke-6 Sparta weekly tourney, pertandingan minggu ini hanya diikuti oleh 14 orang Spartan + 1 orang yang hanya mabar. Rupanya selain ada beberapa orang yang berhalangan hadir, juga ada beberapa orang Spartan yang malah ikutan tourney di PB LITBANG. Admin hanya menghimbau, di jadwal yang sama sebaiknya lebih memprioritaskan PB sendiri. Jika bukan kita yang peduli dengan PB milik kita sendiri, lantas siapa lagi? Harus ada sense of belonging alias rasa memiliki. Biarkan PB lain dengan urusannya mereka sendiri. Dan tugas kita adalah membesarkan PB milik kita, yaitu SPARTA. Karena di sinilah Rumah Kita yang sebenarnya.
Cukup 1 orang saja yang jadi penghianat dan berdust hanya demi ego-nya, yang akhirnya jadi malu sendiri untuk bergabung kembali ke SPARTA, you nnow who-lah ya siapa, tanpa harus menyebutkan namanya.

Kembali ke reportase; Sesuai prediksi admin, pasangan Roganda dan Alex sukses memuncaki bagan turnamen minggu ini. Di babak final mereka memupus asa Fatoni dan Romi untuk menjadi juara.

Inilah nama-nama yang keluar sebagai juara minggu ini;

Juara 1 Roganda dan Alex
Juara 2 Fatoni dan Romi
Juara 3 Rama dan Peter / Andre dan Hadi

Dan berikut ini adalah catatan selengkapnya dari Turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ke-6;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kali ini, sampai jumpa lagi dan salam olahraga!!

“Everything is within your power, and your power is within you.” Janice Trachtman

Minggu, 02 Februari 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 2 Februari 2020

"The right decisions are always the hardest to make it. But they must be made in order to live the life you deserve." 

Trent Shelton

Setiap hari Anda harus mengambil ratusan keputusan, dan tidak jarang Anda merasa mengambil sebuah keputusan yang salah. Misalnya sakit perut, gara-gara memaksa menambahkan sambal ke dalam menu makanan Anda karena terlihat menggiurkan. Atau, salah memilih rute jalan ke kantor klien yang menyebabkan perjalanan Anda semakin panjang.


Menyesali keputusan yang telah Anda ambil tentu hanya membuang-buang waktu, apalagi bila menyesalinya seumur hidup. Agar tidak menyesal belakangan, ikuti tips dari para ahli mengenai pengambilan keputusan yang lebih cerdas.

1. Pikirkan apa yang paling penting untuk Anda 
Semua orang membuat keputusan dengan berbagai alasan, termasuk alasan kehabisan waktu, tidak ingin mempertimbangkan alternatif, atau hanya ingin mengikuti kemauan kita saja.  Tapi menurut Sheena Iyengar, PhD, penulis buku The Art of Choosing, dan profesor bidang studi bisnis di Columbia University, ketika dihadapkan dengan keputusan apapun, yang harus dipertimbangkan adalah "Apakah yang paling penting untuk Anda". Walaupun keputusan yang Anda lakukan merupakan keputusan kecil, memastikan  apakah sesuatu yang Anda pilih penting atau tidak adalah hal yang sifatnya mendasar.

“Tidak berarti satu keputusan akan mengubah hidup Anda seluruhnya,” jelas Iyengar. Namun, keputusan-keputusan kecil tersebut akan bertambah dan berdampak dalam hidup Anda, apakah Anda akan lebih baik atau sebaliknya.

Langkah selanjutnya adalah memutuskan apakah keputusan tersebut mendukung tujuan hidup Anda atau tidak. Misalnya, setelah bekerja Anda diajak untuk pergi keluar bersama seorang teman, putuskan apakah pertemanan atau kesehatan yang paling mempengaruhi dan mendukung hidup Anda. Dengan membuat pilihan tersebut, Anda dapat lebih mudah untuk mengambil keputusan.

2. Jaga emosi Anda
Apakah Anda pernah "maksa" mengorek tabungan untuk membeli sepatu idaman Anda, padahal saldo di rekening sudah menipis? Banyak dari kita yang mendahulukan perasaan daripada otak. Maksudnya, Anda memutuskan sesuatu berdasarkan emosi (keinginan) bukan berdasarkan atas pemikiran matang Anda. Keputusan berdasarkan emosi seringkali hanya akan berakhir sebagai penyesalan. Contohnya, Anda akhirnya menyesal telah membeli sepatu tersebut ketika akhirnya butuh membiayai perawatan orangtua Anda di rumah sakit.

William Helmreich, PhD, penulis What Was I Thinking? The Dumb Things We Do and How to Avoid Them, dan profesor sosiologi di program pasca sarjana CUNY, menyarankan siapapun yang mengalami situasi emosional tersebut untuk menunggu lima jam sebelum membuat keputusan akhir. Dengan cara ini Anda dapat menenangkan emosi Anda ke tingkat yang wajar, dan mulai berpikir dengan jelas tentang konsekuensi dari setiap pilihan serta keputusan yang akan Anda ambil.

3. Cari rencana alternatif
Jika keputusan yang Anda pilih ternyata salah, atau Anda akhirnya menyadari bahwa keputusan tersebut tidak seperti yang Anda inginkan, jangan buang waktu untuk berpikir “kalau saja saya....”. Sebaliknya, buatlah keputusan alternatif yang akan menghapus penyesalan Anda. “Bukan tugas Anda untuk menyesal. Tugas Anda adalah membuat pilihan-pilihan baru,” jelas Iyengar.

Jika Anda tidak yakin mengenai langkah selanjutnya, Iyengar menyarankan untuk membayangkan jalan raya. Ketika Anda terjebak dalam kemacetan, ambil jalan keluar pertama yang Anda lihat, dan cari cara baru untuk mencapai tujuan Anda. Atau, jika Anda telah memutuskan untuk pergi  berlibur ke suatu tempat, setelah sampai hotel ternyata di luar sedang turun hujan. Hal tersebut biasanya mengharuskan Anda untuk tinggal hotel. Akan tetapi Anda juga dapat membuat liburan di hotel lebih menyenangkan dengan mencari tahu apakah ada acara-acara seru yang diadakan pihak hotel di dalam ruangan, atau berkeliling hotel untuk melihat-lihat fasilitas yang tersedia.

4. Evaluasi proses pengambilan keputusan Anda
Penasaran apakah Anda sudah banyak mengambil keputusan yang benar atau sebaliknya? Iyengar menyarankan untuk menjaga pilihan tersebut dengan membuat buku harian selama satu bulan. Catat semua keputusan yang telah Anda ambil setiap harinya, bagaimana Anda membuat keputusan tersebut, dan bagaimana pengaruh keputusan tersebut bagi hidup Anda.

Dengan begitu Anda dapat melihat pola dalam proses pengambilan keputusan Anda. Misalnya, apakah Anda membuat keputusan berdasarkan saran orang lain? Apakah keuangan Anda memainkan faktor utama dalam keputusan Anda? Dengan mencari tahu apa yang mendorong pilihan Anda, Anda akan lebih mudah melihat perubahan yang harus Anda buat, atau memastikan bahwa semua keputusan yang Anda  ambil sudah benar.

Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-5 di tahun 2020, bertepatan juga dengan tanggal cantik 02022020. Turney kali ini dihadiri oleh 17 orang Spartan. Spartan yang main rangkap kali ini adalah Rizaldi. Lumayan melelahkan karena harus main 7 kali di babak penyisihan. Luar biasa!

Seperti prediksi admin, yang berhasil menjadi juara minggu ini adalah pasangan Anton dan Reza. Di babak final mereka berhasil meghentikan perlawanan pasangan Iwan dan Romi dengan score menang tipis 42-39.
Pasangan Romi dan Iwan adalah pasangan kuda hitam, yang tanpa diduga berhasil menyeruak dan muncul sebagai finalis. Dengan perpaduan permainan yang kompak, solid dan apik, mereka berhasil menyingkirkan salah satu unggulan admin. Di babak semifinal secara mengejutkan mereka berhasil mengalahkan pasangan Redy dan Alex.
Di babak semifinal lainnya juga terjadi pertarungan sengit antara Anton dan Reza melawan Rinal dan Rama. Rinal dan Rama harus puas menjadi juara ke 3 setelah tunduk dari Anton dan Reza, dengan score 38-42.

Inilah nama-nama yang berhasil menjadi kampiun Sparta minggu ini;

Juara 1 Anton dan Reza
Juara 2 Iwan dan Romi
Juara 3 Redy dan Alex / Rinal dan Rama

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap turnamen beserta dengan update ranking Sparta;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
Sekian reportase kita kali ini. “The 3 C’s of life: CHOICES, CHANCES, CHANGES. You must make a choice to take a chance or your life never change.” 
Sampai jumpa di reportase minggu depan. See you!!!