Powered By Blogger

Minggu, 23 Agustus 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 23 Agustus 2026

“No matter how many goals you have achieved, you must set your sights on a higher one.” 

Jessica Savitch

Untuk mencapai sebuah keinginan bukanlah perkara yang mudah. Perlu perjuangan keras yang tidak gampang untuk dilalui. Kamu harus mampu melewati rintangan demi rintangan yang kerap menghadang. Melawan rasa malas dan putus asa pun harus bisa kamu taklukan. Karena semua hal itu bisa menjadi jembatanmu untuk menuju puncak impian.

Perjuangan yang begitu meletihkan akan terbayar jika kamu mampu mengalahkan semua tantangan. Berbanggalah kamu yang berhasil meraih apa yang diinginkan. Tetapi jangan pernah cepat merasa puas dengan hasil yang sudah kamu raih tersebut. Karena itu semua bukan akhir dari proses perjalananmu menuju titik puncak.

Jika kamu cepat merasa puas maka kamu hanya bisa menikmati kesuksesanmu dalam waktu yang singkat. Jadi pastikan kamu mampu menghalau rasa cepat puas tersebut agar kamu tidak merasakan 5 kerugian seperti berikut.

1. Kepuasan membuatmu terlena sehingga kamu tidak ingin melakukan hal yang lain

Pencapaian yang kamu dapatkan saat ini memang hal yang patut untuk diapresiasi. Namun jangan karena sudah berhasil mendapat apa yang kamu inginkan lantas membuatmu berhenti disitu karena telah merasa puas. Padahal jika kamu memilih untuk lanjut dan memenuhi rasa penasaran untuk mencoba hal baru maka kamu akan berada di titik yang lebih tinggi dari saat ini.

2. Muncul sifat sombong di dalam dirimu

Tak bisa dipungkiri bahwa rasa bangga pasti akan memenuhi perasaanmu saat kamu berhasil meraih apa yang diimpikan. Kerap memuji diri sendiri pun akan kamu lakukan sebagai bentuk penghargaan bagi dirimu yang telah berhasil melewati rintangan. Hingga akhirnya rasa bangga dan kebiasaan memuji diri sendiri akan membuatmu menjadi orang yang besar kepala. Hal itu terjadi karena kamu cepat merasa puas.

3. Kamu akan terkejar oleh yang lain hingga tak mampu mengunggulinya

Kesuksesan yang kamu raih akan menjadi hal yang luar biasa bagimu dan orang terdekatmu. Namun kesuksesan yang kamu raih juga bisa menjadi hal yang biasa saat kamu terkejar oleh yang lain hingga tak mampu mengunggulinya lagi karena sudah terlena dengan rasa puas. Kepuasanlah yang membuat semangatmu turun hingga merasa tak ada gairah lagi untuk mengejar ketertinggalan.

4. Rasa puas akan menyebabkanmu patah harapan

Saat kamu sudah merasa cukup puas dengan hasil yang kamu dapat disitulah rasa malas bisa merasuki dirimu. Karena ketika sudah merasa puas pasti kamu tak ingin melakukan hal lain lagi. Hingga akhirnya kamu akan merasa patah harapan untuk meraih kesuksesan yang sesungguhnya.

5. Menutup kesempatan untuk lebih mengembangkan potensi diri

Cepat merasa puas bisa saja menutup kesempatan kamu untuk mengembangkan potensi diri. Saat kamu menekuni sebuah bidang dan merasa cukup dengan hasil yang sudah diraih maka kamu tidak bisa merambah ke bidang lain yang sekiranya kamu memiliki potensi di dalamnya. Padahal sebenarnya saat kamu memutuskan untuk lanjut, bisa saja kamu akan lebih sukses saat mampu terjun ke hal yang baru karena ternyata kamu memiliki potensi di sana yang tidak pernah kamu ketahui sebelumnya.

Itulah 5 kerugian yang kamu dapat saat cepat merasa puas. Rasa puas memang terkadang kamu butuhkan agar bisa mensyukuri dan memuji pencapaianmu. Namun jangan berlama-lama merayakan kemenanganmu jika kamu ingin meraih sesuatu yang lebih baik lagi dari hari ini.

                 -----oooOOOooo----

Kembali ke reportase... Siang bolong di Kota Bandung hari ini terasa begitu menyengat. Terik matahari seolah tak memberi ampun, membuat udara panas menyelimuti setiap sudut kota. Di tengah hiruk-pikuk lalu-lintas kendaraan di jalan raya, panas yang membakar menjadi pengiring admin berangkat menuju GOR ABA.

Sekalipun masih banyak Spartan yang belum bisa bergabung lagi di turney mingguan Sparta kali ini, namun terobati dengan hadirnya beberapa orang yang sudah sekian lama tidak merapat ke Sparta, plus ada member Sparta yang baru bergabung untuk pertama kalinya.

Setelah proses pengundian yang berjalan cukup singkat, agenda turnamen pun bisa segera dimulai, mengingat para peserta turney di grup A sudah lengkap.  Sementara penghuni grup B sebagian masih dalam perjalanan.

Babak penyisihan grup menghasilkan pasangan Peter dan Angga sebagau juara grup A, yang didampingi oleh Odod dan Herman sebagai runner up-nya. Pada grup B keganasan Faisal R dan Yudi H masih belum terjinakan, sehingga mereka dapat dengan mudah menempati posisi juara grup B. Pasangan muda Stephen dan Stefanus berhasil menemati posisi runner up setelah mengalahkan pasangan seniornya Iwan dan Dumai di laga penyisihan.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Peter dan Angga. runner up grup: Odod dan Herman

Grup B, Juara grup: Faisal R dan Yudi H, runner up grup: Stephen dan Stefanus 

Hasil pengundian untuk babak semifinal mempertemukan para semifinalis secara menyilang. Pada bagan atas Faisal R dan Yudi H menang mudah 42-21 atas lawannya, Odod dan Herman. Hasil ini mengantarkan mereka melangkah ke babak final.

Pada bagan bawah pasangan juara grup A, Peter dan Angga gagal melangkah ke babak final setelah menderita kekalahan dari pasangan Stephen dan Stefanus 27-42.

Finalis yang muncul kali ini adalah Faisal R dan Yudi H VS Stephen dan Stefanus. Set pertama dibuka dengan permainan agresif pasangan muda Stephen dan Stefanus, yang bermain menekan dengan serangan-serangan tajam. Secara mengejutkan mereka langsung leading dalam perolehan poin. Bahkan mereka sempat memimpin cukup jauh 11-2. Namun berkat kematangan mental bertanding Faisal R dan Yudi H, mereka berhasil menyamakan kedudukan 16-16. Bahkan sempat membalikkan keadaan dan berbalik memimpin. Namun Stephen dan Stefanus kembali menyamakan skor 19-19 lalu 20-20. Set pertama berhasil ditutup oleh Faisal R dan Yudi H dengan keunggulan tipis 21-20.

Pada set ke-2 setelah terjadi pergantian shuttlelock, Faisal R dan Yudi H bermain makin solid dan mendominasi permainan. Perolehan poin mereka pun langsung menjauh. Sementara Stephen dan Stefanus telat beradaptasi dengan shuttlecock yang baru diganti. Smash, drive dan lob mereka kerap kali terlalu kencang sehingga membuat shuttlecock meluncur terlalu deras dan mendarat di luar lapangan lawan. Kondisi shuttlecock yang tidak bisa mereka kendalikan membuat frustrasi pasangan muda ini. Di set ke-2 Stephen dan Stefanus hanya sempat menambah 4 poin saja. Sebaliknya dengan Faisal R dan Yudi H yang berhasil mendulang banyak poin. Babak final pun berakhir dengan skor cukup jauh 42-24.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 23 Agustus 2026;

Juara 1 Faisal R dan Yudi H

Juara 2 Stephen dan Stefanus

Juara 3 Odod dan Herman / Peter dan Angga

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-27 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Dengan memasang target dan tujuan yang lebih tinggi setelah berhasil meraih berbagai pencapaian, kita akan terus terdorong untuk berkembang dan melangkah lebih jauh. Sebab, keberhasilan bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan motivasi untuk menjadi pribadi yang tidak cepat puas dan selalu berusaha mencapai hal-hal yang lebih besar.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.

Minggu, 09 Agustus 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 9 Agustus 2026

“Courage does not always roar. Sometimes courage is the quiet voice at the end of the day saying, 'I will try again tomorrow.”

Mary Anne Radmacher

Seringkali kita merasa, hidup kita saat ini sedang berada pada titik terbawah. “Sudah jatuh, tertimpa tangga pula”. Mungkin pepatah itulah yang sering kita alami. Namun yakinlah satu hal, bahwa semua proses ini akan membuat kita menjadi lebih kuat dan tegar dari sebelumnya. Seperti cerita inspiratif kali ini, yang menceritakan tentang Seekor Keledai, langsung saja kita simak.

Suatu hari keledai milik seorang petani terperosok jatuh ke dalam sumur tua yang kering. Hewan itu menangis memilukan selama berjam-jam.

Menyadari hal ini, petani pun mulai memutar otak memikirkan “nasib” keledai ini. Berbagai pertimbangan pun segera diambil, dan petani sampai pada sebuah keputusan, bahwa baik keledai maupun sumur itu sendiri tidak bisa diselamatkan. Sang keledai sudah tua dan tidak berguna lagi. Sementara sumur tua itu akan sangat membahayakan bila dibiarkan begitu saja. Petani kemudian memutuskan untuk mengangkut tanah dan menimbun sumur itu bersama dengan si keledai malang itu.

Si petani segera memanggil tetangga-tetangganya supaya bisa membantu dia. Para tetangga yang sudah berdatangan tidak menunggu lebih lama lagi. Dengan cangkul dan sekop di tangan, ada yang menggali tanah dan ada yang menyekopnya dan mulailah mereka menutupi sumur itu. Sementara itu, keledai malang yang ada di dalam sumur semula tampak sangat ketakutan. Dia sadar bahwa sebentar lagi dia akan mati perlahan-lahan, tertimbun oleh tanah. Dia sangat kebingungan.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian semua orang takjub karena si keledai menjadi diam.

Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara si petani dan tetangga-tetangganya terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik.

Segera saja semua orang kaget ketika si keledai meloncati tepi sumur dan berhasil membebaskan diri.

Nilai yang dapat diambil:

Dalam kehidupan; kegembiraan, kesulitan, kesedihan, selalu datang silih berganti. Semua memberikan peranan yang sama kepada kita, yaitu mengembangkan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Demikianlah, ibarat kehidupan ini yang terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita. Cara untuk keluar dari ‘sumur’ (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari ‘sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Seperti itulah seharusnya respon kita terhadap masalah yang kita hadapi.

Setiap masalah yang kita hadapi merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ‘sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah!

                 -----oooOOOooo----

Kembali ke reportase... Setelah beberapa minggu Bandung dilanda hawa dingin, kini suhu udara di Bandung terasa meningkat. Udara panas terasa sekali di dalam GOR ABA. 

Siang ini admin datang sedikit'terlambat' karena terkendala kemacetatan lalu-lintas di Leuwipanjang gara-gara ada mobil parkir sembarangan, diperparah dengan sepanjang perjalanan setiap melintas perempatan selalu mendapatkan lampu merah menyala.. Odod, Faisal R, Herman dan Fatoni sudah duluan tiba di GOR ABA. Tanpa menunggu lama proses pengundian pun dilakukan.

Result babak penyisihan grup minggu ini memunculkan Peter dan Fathur sebagai juara grup A, disusul oleh Fatoni dan Herman yang menempati posisi runner up.  Pada grup B, Yudi H dan Faisal R masih terlalu tangguh buat lawan-lawannya, sehingga tak mengherankan bila mereka menjadi juara grup B. sementara Rama Dhany dan Odod harus puas menjadi runner up grup tersebut.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Peter dan Fathur. runner up grup: Fatoni dan Herman

Grup B, Juara grup: Yudi H dan Faisal R, runner up grup: Rama Dhany dan Odod

Hasil undian babak semifinal lagi-lagi kembali mempertemukan sesama pesaing grup. Pada bagan atas partai ulangan Yudi H dan Faisal R VS Rama Dhany dan Odod  kembali dimenangkan oleh Yudi H dan Faisal R. Rama Dhany dan Odod berhasil memperbaiki catatan perolehan poin menjadi 38-42, setelah sebelumnya kalah 29-42. Namun skor itu tak cukup untuk bisa meloloskan mereka ke babak final.

Pada bagan bawah kembali terjadi pertarungan sengit antara  Peter dan Fathur dengan Fatoni dan Herman. Peter dan Fathur yang di babak penyisihan menang 42-38, kali ini menang lagi dengan skor mepet 42-40. Setelah di penghujung pertandingan mendapatkan skor penutup dari bola yang dilepas oleh Fatoni karena dikira bola keluar. Sebenarnya wasit memutuskan bola keluar, tapi Fatoni bersikap ksatria dengan menyatakan bahwa bola itu masuk.

Babak final mempertemukan kedua pasang juara grup dari grup A dan grup B. Sejujurnya, Yudi H dan Faisal R lebih difavoritkan yang akan menjadi juara minggu ini. Tanpa mengecilkan perjuangan dari  Peter dan Fathur.

Set pertama dibuka dengan sangat seru. Kedua pasangan finalis bermain ngotot. Terjadi drama saling susul menyusul poin. Tak sekejap pun kedua pasang finalis ini lengah dan membuat skor ada yang tertinggal jauh. Bahkan hingga set pertama pun harus berakhir dengan skor mepet 21-20 untuk keunggulan sementara pasangan Yudi H dan Faisal R.

Drama susul menyusul poin yang sangat ketat masih terjadi hingga pertengahan set ke-2. Setelah terjadi skor kembar 27-27, Peter dan Fathur mulai tertinggal perolehan poinnya. Skor mereka seolah-olah tersendat, sementara Yudi H dan Faisal R makin gacor mendulang poin-demi poin. Sikap Fathur  yang uring-uringan membuat mood Peter rusak. Setelah terjadi insiden melempar raket, Peter berkata: "Dengan sikap kaya gitu, ga akan merubah saya main jadi lebih bagus". Beberapa poin terlihat seperti sengaja dibuang oleh Peter sebagai bentuk masa bodo. Karena banyak mendikte dan menyalahkan partner, dari awal hingga akhir babak final, tak mengherankan malah dia yang lebih banyak melakukan unforced error. Ada perdebatan teori di lapangan karena salah kaprah. Salah satunya soal siapa yang seharusnya menerima bola setengah yang ditempatkan lawan ke area tengah belakang. Dia menuntut diambil oleh pemain depan, padahal seharusnya itu menjadi tanggungjawab pemain belakang. Karena pemain depan sekalipun bisa mengembalikan bola itu, hasilnya tidak akan sempurna (kemungkinan besar akan nanggung), karena posisi badannya tidak ideal untuk mengambil bola. Sementara kalo pemain belakang hanya butuh melangkah maju untuk menyelamatkan bola dengan sedikit effort. Situasi kemelut di lapangan ini jelas sangat menguntungkan lawan. Babak final akhirnya ditutup oleh Yudi H dan Faisal R dengan kemenangan dengan skor sangat meyakinkan, 42-30.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 9 Agustus 2026;

Juara 1 Yudi H dan Faisal R

Juara 2 Peter dan Fathur

Juara 3 Rama Dhany dan Odod / Fatoni dan Herman

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-26 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Pesan Moral: 

  • Jangan Menyerah pada Masalah: Masalah, kritik, atau kesulitan hidup diibaratkan seperti "tanah" yang dilemparkan kepada kita untuk menjatuhkan.
  • Jadikan Beban sebagai Pijakan: Alih-alih membiarkan diri kita "terkubur" oleh keputusasaan, kibaskan beban tersebut dan jadikan setiap masalah sebagai batu loncatan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.