Powered By Blogger

Minggu, 18 Januari 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 18 Januari 2026

 "Avoid crab mentality. Don't be insecure when you see someone is rising in his or her career or life, in general. Be inspired by what they accomplished. Don't pull them down." 

Venchito Tampon

Crab mentality adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang berusaha menghambat keberhasilan orang lain. Sikap ini mencerminkan bentuk persaingan yang tidak sehat dan dapat merugikan secara sosial maupun emosional.

Istilah ini berasal dari analogi perilaku kepiting dalam ember. Ketika salah satu kepiting mencoba keluar, kepiting lain akan mencapit dan menariknya kembali ke dalam, sehingga tidak ada yang berhasil keluar.

Di alam bebas, perilaku ini bisa jadi merupakan bentuk pertahanan diri. Namun, ketika diterapkan dalam konteks manusia, perilaku tersebut dimaknai sebagai bentuk egoisme atau rasa iri terhadap pencapaian orang lain. 

Individu dengan pola pikir ini cenderung berusaha “menarik turun” orang lain agar tetap berada pada tingkat pencapaian yang sama dengannya.

Crab Mentality dan Penyebabnya

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia secara alamiah cenderung hidup berkelompok. Hal ini akan memudahkan manusia dalam mencapai suatu tujuan. Dalam hidup berkelompok, sifat kompetitif adalah hal yang wajar dan bahkan bisa bermanfaat.

Namun, sifat kompetitif yang berlebihan justru bisa membuat seseorang mengalami crab mentality. Selain itu, rasa percaya diri yang rendah, iri hati, rasa putus asa, kelelahan mental, atau gangguan kepercayaan diri juga dapat mendorong munculnya sikap crab mentality. Bila disertai dengan gejala depresi klinis, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga profesional.

Pola pikir orang yang memiliki crab mentality umumnya tidak sehat. “Jika aku tidak bisa mendapatkan yang aku mau, kamu juga tidak boleh mendapatkannya.”

Orang tersebut padahal bisa saja berusaha lebih kuat untuk mencapai tujuannya, tetapi rasa putus asa dan kepercayaan diri yang rendah membuatnya berhenti berjuang dan berusaha menarik orang lain untuk tetap berada pada level yang sama.

Crab mentality juga bisa disebabkan oleh ketergantungan seseorang pada kehidupan berkelompok. Dalam beberapa situasi, kehilangan anggota yang berpengaruh bisa berdampak pada dinamika kelompok. Namun, respons terhadap perubahan ini berbeda-beda tergantung pada kemampuan adaptasi tiap kelompok.

Oleh karena itu, orang dengan crab mentality akan berusaha untuk menahan langkah temannya yang akan pergi agar ia tetap berada di dalam kelompok.

Cara yang dilakukan untuk menjatuhkan individu dari kesuksesan bisa bermacam-macam, misalnya memberi komentar yang mengejek atau menakuti orang lain agar enggan untuk meneruskan usahanya. 

Crab mentality juga banyak ditemukan di media sosial. Komentar negatif atau sindiran terhadap keberhasilan orang lain sering kali muncul di kolom komentar atau forum daring. Hal ini menunjukkan bahwa pola pikir ini tidak hanya terjadi di lingkungan fisik, tetapi juga di ruang digital.

Crab Mentality dan Cara Menghindarinya

Berada pada kelompok dengan orang yang memiliki sikap crab mentality bisa membuat kamu insecure, selalu merasa tertekan, tidak nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari, dan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara menghindari orang dengan sikap crab mentality agar bisa mencapai kesuksesan yang kamu inginkan. Cara-cara tersebut antara lain adalah:

1. Tetap gigih untuk mencapai kesuksesan

Agar bisa mencapai kesuksesan, kamu harus tetap optimis dan percaya pada diri sendiri, ya. Ketika ada orang lain yang memberikan komentar negatif, abaikan komentar negatif dan tetap fokus pada tujuanmu. Dengan begitu, kamu tidak akan memusingkan kritik atau sindiran orang lain terhadap apa yang kamu lakukan.

2. Terus kembangkan kemampuan diri sendiri

Cobalah untuk terus bersemangat dalam mengembangkan kemampuan, agar rasa percaya dirimu semakin meningkat dan tidak mudah terhasut oleh komentar orang lain. Kamu bisa mengembangkan keahlian atau mencoba hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya.

3. Mengevaluasi diri ketika merasa gagal

Mencapai suatu tujuan tidaklah luput dari kegagalan. Namun, jangan sampai kegagalan membuatmu menyerah dan menelan mentah-mentah komentar negatif orang lain yang justru bisa membuatmu semakin terpuruk.

Ingatlah bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran yang dapat diambil. Jadi, cobalah untuk mengevaluasi diri atas kegagalan yang kamu alami. Dengan begitu, rasa percaya dirimu akan bangkit, dan semangatmu pun akan tumbuh kembali untuk meraih kesuksesan..

4. Berkelompok dengan orang yang mendukung

Meninggalkan sebuah kelompok dengan orang yang memiliki sikap crab mentality, terlebih jika mereka adalah teman lama, memang tidak mudah. Namun, tetap berada dalam kelompok tersebut hanya akan menyulitkanmu untuk mencapai kesuksesan.

Nah, mulailah untuk mengurangi berkumpul dengan kelompok lama tersebut dan menambah teman-teman baru yang lebih mendukung. Jadi, ketika sedang melangkah mencapai kesuksesan, kamu punya kelompok lain yang mendukung sebagai penyemangatmu.

Crab mentality pada orang lain bisa berdampak besar pada dirimu, mulai dari menurunkan rasa percaya diri hingga menghambat kesuksesanmu. Sikap crab mentality bisa muncul tanpa disadari, sebagai respons atas pengalaman pribadi yang belum terselesaikan. 

Maka dari itu, penting untuk membangun kesadaran dan empati, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Namun, perlu diingat, kamu tidak perlu kesal atau marah kepada orang yang memiliki crab mentality, karena itu hanya membuang-buang waktu dan energimu saja.

Lebih baik fokus terhadap hal yang sedang kamu impikan dan biarkan mereka dengan masalah mereka sendiri. Tetaplah berpegang teguh dengan pendirianmu dan terapkan cara bertahan dari orang-orang dengan crab mentality seperti yang telah dipaparkan di atas.

Namun, bila kamu memang merasa perlakuan dari orang dengan crab mentality benar-benar menjatuhkanmu dan membuatmu ingin menyerah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.

                 -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase... Minggu, 18 Januari 2026 Kota Bandung diguyur hujan dari subih hingga pagi pukul 8.30.  Bahkan saat admin berangkat pukul 11.30 pun, hujan gerimis kecil masih mengiringi sepanjang jalan. Untungnya hujannya nyaris tak terasa karena saking kecilnya. jadi tak mmerlukan jas hujan di perjalanan.

Spartan yang hadir hari ini, better dibandingkan minggu lalu. Meskipun beberapa orang baru bergabung lagi, tapi yang minggu lalu bergabung malah ga datang. Kaya shif-shif-an saja mabar teh.

Hari ini entah mengapa beberapa orang ugal-ugalan telatnya. Admin mau mengingatkan agar jangan pada terlambat banget datangnya, karena merusak mood yang teman-teman yang harus menunggu lama. Hargai juga admin yang selalu standbye jam 12.00 di GOR ABA. Seharusnya disiplin itu datang dari niat diri sendiri, bukan karena terpaksa atau takut didenda.

Persaingan di grup B diisi oleh 2 pasang yang kuat dan 2 pasang yang lemah. Jadi secara perhitungan juga sangat mudah menentukan pasangan mana yang akan lolos dari grup A.  Hizkia Ken dan Fathur berhasil meraih posisi juara grup A, disusul oleh Reza A dan Bagas sebagai runner up-nya. Persaingan di grup B, sangat ketat. Ketiga pasangan di grup B hampir semuanya menang tipis dan kalah tipis. Dena/ZM dan Herman akhirnya berhasil menyabet juara grup B setelah menang 42-41 atas Faisal R dan Sidik. Menang lagi 42-35 atas Stefanus dan Barry. Sementara Faisal R dan Sidik harus puas berada di posisi runner up setelah menang 42-41 dari Stefanus dan Barry dan kalah 41-42 dari pasangan Dena/ZM dan Herman.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Hizkia Ken dan Fathur, runner up grup: Reza A dan Bagas 

Grup B, Juara grup: Dena/ZM dan Herman, runner up grup: Faisal R dan Sidik

Masih sama seperti 2 edisi minggu lalu, hasil undian untuk babak semifinal mempertemukan para semifinalis secara saling menyilang. Pada bagan atas Hizkia Ken dan Fathur yang bertemu dengan Faisal R dan Sidik, harus menelan pil pahit kekalahan 32-42 dari runner up grup B, Faisal R dan Sidik. Dan pada bagan atas Dena/ZM dan Herman yang bertemu dengan Reza A dan Bagas harus berjuang mati-matian dan melalui pertarungan yang sangat melelahkan. Mereka hampir-hampir kalah karena sebelumnya skor mereka sempat tertinggal cukup jauh. Namun dipenghujung set ke-2 mereka bisa membalikkan keadaan dan merebut kemenangan tipis 42-40 atas lawannya.

Berbeda dengan 2 edisi minggu lalu, dimana finalis berasal dari grup yang sama yaitu grup A, kali ini finalis masih berasal dari grup yang sama, tapi berasal dari grup B. Dena/ZM dan Herman VS Faisal R dan Sidik menjadi finalis minggu ini. 

Set pertama langsung dibuka oleh Faisal R dan Sidik dengan meraih beberapa poin secara berturut-turut. Mereka langsung leding 8-2. Dena/ZM dan Herman performanya sangat menurun. Mereka tidak tampil sebaik di babak penyisihan dan semifinal. Faktor kelelahan menjadikan tidak bisa menampilkan permainan terbaik mereka. Ditambah dengan kondisi kesehatan Herman yang kurang fit, karena kakinya sakit yang disebabkan asam uratnya kambuh, dan baru pulih setelah 2 minggu sebelumnya terserang gejala typhus. Banyak bola-bola mati sendiri karena unforced error dari Dena/ZM dan Herman. Momentum ini tentu saja dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Faisal R dan Sidik. Tak memerlukan waktu lama buat mereka untuk menutup set pertama dengan skor 21-10.

tak ada perubahan signifikan pada set ke-2. Faisal R dan Sidik malah makin mendominasi permainan. Mereka seolah-olah ingin membalaskan kekalahan mereka di babak penyisihan dengan cara lebih pedih. Terpantau Faisal R dan Sidik selalu leading dalam perolehan poin. bahkan mereka sempat leading hingga 15 poin! Pada kedudukan 31-16. Ketertinggalan skor yang sangat jauh membuat   Dena/ZM dan Herman sangat kesulitan untuk mengimbangi Faisal R dan Sidik  di set ke-2 ini. Akhirnya Faisal R dan Sidik membungkus gelar juara Turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ke-3 tahun 2026 dengan skor sangat meyakinkan 42-28.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 18 Januari 2026;

Juara 1 Faisal R dan Sidik

Juara 2 Dena/ZM dan Herman

Juara Hizkia Ken dan Fathur / Reza A dan Bagas 

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-3 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Untuk "membuang" atau mengatasi crab mentality (mentalitas kepiting), fokuslah pada pengembangan diri, membangun kepercayaan diri, mengubah mindset menjadi growth mindset, mencari lingkungan suportif, dan fokus pada tujuan pribadi, bukan membandingkan diri atau menjatuhkan orang lain, dengan menyadari bahwa kesuksesan orang lain tidak mengurangi peluang kita. 

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar