“Courage does not always roar. Sometimes courage is the quiet voice at the end of the day saying, 'I will try again tomorrow.”
Mary Anne Radmacher
Seringkali kita merasa, hidup kita saat ini sedang berada pada titik terbawah. “Sudah jatuh, tertimpa tangga pula”. Mungkin pepatah itulah yang sering kita alami. Namun yakinlah satu hal, bahwa semua proses ini akan membuat kita menjadi lebih kuat dan tegar dari sebelumnya. Seperti cerita inspiratif kali ini, yang menceritakan tentang Seekor Keledai, langsung saja kita simak.
Suatu hari keledai milik seorang petani terperosok jatuh ke dalam sumur tua yang kering. Hewan itu menangis memilukan selama berjam-jam.
Menyadari hal ini, petani pun mulai memutar otak memikirkan “nasib” keledai ini. Berbagai pertimbangan pun segera diambil, dan petani sampai pada sebuah keputusan, bahwa baik keledai maupun sumur itu sendiri tidak bisa diselamatkan. Sang keledai sudah tua dan tidak berguna lagi. Sementara sumur tua itu akan sangat membahayakan bila dibiarkan begitu saja. Petani kemudian memutuskan untuk mengangkut tanah dan menimbun sumur itu bersama dengan si keledai malang itu.
Si petani segera memanggil tetangga-tetangganya supaya bisa membantu dia. Para tetangga yang sudah berdatangan tidak menunggu lebih lama lagi. Dengan cangkul dan sekop di tangan, ada yang menggali tanah dan ada yang menyekopnya dan mulailah mereka menutupi sumur itu. Sementara itu, keledai malang yang ada di dalam sumur semula tampak sangat ketakutan. Dia sadar bahwa sebentar lagi dia akan mati perlahan-lahan, tertimbun oleh tanah. Dia sangat kebingungan.
Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian semua orang takjub karena si keledai menjadi diam.
Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara si petani dan tetangga-tetangganya terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik.
Segera saja semua orang kaget ketika si keledai meloncati tepi sumur dan berhasil membebaskan diri.
Nilai yang dapat diambil:
Dalam kehidupan; kegembiraan, kesulitan, kesedihan, selalu datang silih berganti. Semua memberikan peranan yang sama kepada kita, yaitu mengembangkan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Demikianlah, ibarat kehidupan ini yang terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita. Cara untuk keluar dari ‘sumur’ (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari ‘sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Seperti itulah seharusnya respon kita terhadap masalah yang kita hadapi.
Setiap masalah yang kita hadapi merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ‘sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah!
-----oooOOOooo----
Kembali ke reportase... Setelah beberapa minggu Bandung dilanda hawa dingin, kini suhu udara di Bandung terasa meningkat. Udara panas terasa sekali di dalam GOR ABA.
Siang ini admin datang sedikit'terlambat' karena terkendala kemacetatan lalu-lintas di Leuwipanjang gara-gara ada mobil parkir sembarangan, diperparah dengan sepanjang perjalanan setiap melintas perempatan selalu mendapatkan lampu merah menyala.. Odod, Faisal R, Herman dan Fatoni sudah duluan tiba di GOR ABA. Tanpa menunggu lama proses pengundian pun dilakukan.
Result babak penyisihan grup minggu ini memunculkan Peter dan Fathur sebagai juara grup A, disusul oleh Fatoni dan Herman yang menempati posisi runner up. Pada grup B, Yudi H dan Faisal R masih terlalu tangguh buat lawan-lawannya, sehingga tak mengherankan bila mereka menjadi juara grup B. sementara Rama Dhany dan Odod harus puas menjadi runner up grup tersebut.
Grup A, Juara grup: Peter dan Fathur. runner up grup: Fatoni dan Herman
Grup B, Juara grup: Yudi H dan Faisal R, runner up grup: Rama Dhany dan Odod
Hasil undian babak semifinal lagi-lagi kembali mempertemukan sesama pesaing grup. Pada bagan atas partai ulangan Yudi H dan Faisal R VS Rama Dhany dan Odod kembali dimenangkan oleh Yudi H dan Faisal R. Rama Dhany dan Odod berhasil memperbaiki catatan perolehan poin menjadi 38-42, setelah sebelumnya kalah 29-42. Namun skor itu tak cukup untuk bisa meloloskan mereka ke babak final.
Pada bagan bawah kembali terjadi pertarungan sengit antara Peter dan Fathur dengan Fatoni dan Herman. Peter dan Fathur yang di babak penyisihan menang 42-38, kali ini menang lagi dengan skor mepet 42-40. Setelah di penghujung pertandingan mendapatkan skor penutup dari bola yang dilepas oleh Fatoni karena dikira bola keluar. Sebenarnya wasit memutuskan bola keluar, tapi Fatoni bersikap ksatria dengan menyatakan bahwa bola itu masuk.
Babak final mempertemukan kedua pasang juara grup dari grup A dan grup B. Sejujurnya, Yudi H dan Faisal R lebih difavoritkan yang akan menjadi juara minggu ini. Tanpa mengecilkan perjuangan dari Peter dan Fathur.
Set pertama dibuka dengan sangat seru. Kedua pasangan finalis bermain ngotot. Terjadi drama saling susul menyusul poin. Tak sekejap pun kedua pasang finalis ini lengah dan membuat skor ada yang tertinggal jauh. Bahkan hingga set pertama pun harus berakhir dengan skor mepet 21-20 untuk keunggulan sementara pasangan Yudi H dan Faisal R.
Drama susul menyusul poin yang sangat ketat masih terjadi hingga pertengahan set ke-2. Setelah terjadi skor kembar 27-27, Peter dan Fathur mulai tertinggal perolehan poinnya. Skor mereka seolah-olah tersendat, sementara Yudi H dan Faisal R makin gacor mendulang poin-demi poin. Sikap Fathur yang uring-uringan membuat mood Peter rusak. Setelah terjadi insiden melempar raket, Peter berkata: "Dengan sikap kaya gitu, ga akan merubah saya main jadi lebih bagus". Beberapa poin terlihat seperti sengaja dibuang oleh Peter sebagai bentuk masa bodo. Karena banyak mendikte dan menyalahkan partner, dari awal hingga akhir babak final, tak mengherankan malah dia yang lebih banyak melakukan unforced error. Ada perdebatan teori di lapangan karena salah kaprah. Salah satunya soal siapa yang seharusnya menerima bola setengah yang ditempatkan lawan ke area tengah belakang. Dia menuntut diambil oleh pemain depan, padahal seharusnya itu menjadi tanggungjawab pemain belakang. Karena pemain depan sekalipun bisa mengembalikan bola itu, hasilnya tidak akan sempurna (kemungkinan besar akan nanggung), karena posisi badannya tidak ideal untuk mengambil bola. Sementara kalo pemain belakang hanya butuh melangkah maju untuk menyelamatkan bola dengan sedikit effort. Situasi kemelut di lapangan ini jelas sangat menguntungkan lawan. Babak final akhirnya ditutup oleh Yudi H dan Faisal R dengan kemenangan dengan skor sangat meyakinkan, 42-30.
Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 9 Agustus 2026;
Juara 1 Yudi H dan Faisal R
Juara 2 Peter dan Fathur
Juara 3 Rama Dhany dan Odod / Fatoni dan Herman
Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-26 tahun 2026;
![]() |
| Road to final |
![]() |
| Bagan turnamen |
![]() |
| Update ranking Sparta |
![]() |
| Akumulasi perolehan medali Sparta |
Pesan Moral:
- Jangan Menyerah pada Masalah: Masalah, kritik, atau kesulitan hidup diibaratkan seperti "tanah" yang dilemparkan kepada kita untuk menjatuhkan.
- Jadikan Beban sebagai Pijakan: Alih-alih membiarkan diri kita "terkubur" oleh keputusasaan, kibaskan beban tersebut dan jadikan setiap masalah sebagai batu loncatan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi
Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar