Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label september. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label september. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2022

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 25 September 2022

"Don't depend too much on anyone in this world because even your own shadow leaves you when you are in darkness."

Ibn Taymiyyah


Memang pada hakikatnya manusia itu makhluk sosial yang senantiasa saling membutuhkan. Namun ingat guys bahwa segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan itu gak baik. Apalagi jika terlalu kbergantung pada orang lain, kamu pasti akan merasakan akibat buruknya.


Jika kamu masih mau bertahan pada kondisi seperti itu, simak kelima alasan di bawah ini deh sebagai pertimbangan! Mulai mandiri dari sekarang, yuk!

1. Terlalu bergantung kepada orang lain itu mencerminkan dirimu yang belum dewasa

Jika terlalu bergantung pada orang lain, kamu akan susah untuk tumbuh menjadi manusia dewasa. Hal itu karena kamu terlalu menggantungkan segalanya kepada orang lain yang sejatinya tidak paham terkait bagaimana dirimu.

Ingatlah kalau manusia itu harus bersikap adaptif agar tetap hidup. Oleh karena itu, mulai sekarang berhenti aja deh dari kebiasaan suka bergantung kepada orang lain.

2. Yang bisa menciptakan kebahagiaan diri adalah kamu sendiri

Kamu pasti menginginkan hidup yang dipenuhi kebahagiaan, bukan? Kebanyakan dari kalian pasti susah untuk mendapatkan hal itu karena terlalu bergantung pada kehidupan orang lain. Ingatlah bahwa yang bisa menciptakan kebahagiaan diri adalah kamu sendiri.

Stop menggantungkan diri dengan orang lain karena itu hanya menimbulkan kebahagiaan sementara. Berani berubah?

3. Kamu tidak akan bisa hidup jika orang tersebut telah pergi

Coba bayangkan deh ketika orang yang kamu andalkan itu tiba-tiba pergi. Pasti kamu akan susah untuk beradaptasi di kehidupan yang independen. Hal itu tentunya akan membuat hidupmu menjadi susah untuk bangkit akibat sikapmu yang terlalu berlebihan.

Sebelum hal itu terjadi, coba deh untuk melatih kemandirian mulai dari sekarang. Ingatlah bahwa kamu itu perlu meningkatkan kualitas diri agar bisa survive di kehidupan yang cukup memberatkan ini.

4. Dengan terlalu bergantung, kamu rawan dimanfaatkan

Ingatlah bahwa tidak semua manusia itu pasti bersikap baik. Pasti ada orang-orang yang memiliki niat buruk untuk menjatuhkanmu. Hal itu akan semakin besar risikonya jika kamu terlalu menggantungkan hidup kepada orang lain.

Mereka pasti akan menganggap bahwa dirinya telah berjasa sehingga memperlakukanmu seenaknya. Agar hal itu gak terjadi, mending mulai sekarang berhenti aja deh!

5. Kamu akan susah untuk tumbuh menjadi manusia seutuhnya

Setiap orang memang dituntut untuk bisa mengembangkan skill dan kualitas dirinya. Hal itu bertujuan agar kamu bisa menjadi manusia seutuhnya. Manusia seutuhnya di sini itu memiliki arti ketika kamu sudah bisa memahami terkait seluk beluk kehidupan.

Hal tersebut tentunya tidak akan didapatkan jika kamu terlalu banyak bergantung pada orang lain. Kamu pasti akan terjebak di zona nyaman yang tidak menuntunmu untuk bisa mengembangkan diri. Yakin kamu mau seterusnya seperti itu? Berubah aja deh mulai dari sekarang!

Meskipun manusia itu memang diciptakan untuk saling menolong, namun ingatlah bahwa semua ada takarannya. Jika kamu merasa bahwa diri kamu terlalu bergantung kepada orang lain, alangkah lebih baik hal tersebut disudahi saja agar gak ada dampak buruknya.


Kembali ke reportase.....  Dari drawing hari ini, terpampang jelas the one and only pasangan unggulan terkuat dan yang paling berpotensi untuk menjadi juara hari ini adalah Andre dan Anton. Tanpa bermaksud mengecilkan pasangan unggulan lainnya, sekalipun potensi tetap ada namun akan cukup sulit menjebol duo kuat dan lincah ini. Yup, itu terbukti dengan poin maksimal yang diperoleh lawan-lawannya semuanya lebih kecil atau sama dengan 26 poin saja,

O ya hari ini Sparta kedatangan 2 member baru. Mereka adalah Kevin Immanuel, seorang mahasiswa baru yang berasal dari Palu dan Muhammad Iqbal, seorang karyawan, yang berasal dari Cirebon.

Lanjut ke hasil turnamen hari ini.... Pada babak penyisihan grup A, menghasilkan: Andre dan Anton sebagai juara grup, lalu Alvian dan Iyan sebagai runner up-nya. Dan di grup B: Pasangan Peter dan Apin sukses menjadi juara grup, diikuti oleh Iwan I dan Kevin sebagai runner up grup.

Drawing semifinal mentakdirkan sesama pesaing grup saling berttemu lagi. Tak ada kejutan dan perubahan yang berarti. kedua pasangan juara grup, sukses kembali menyisihkan para runner up-nya. Andre dan Anton menang lagi atas Alvian dan Iyan dengan 42-23. Dan dibagan lainnya Peter dan Apin kembali berhasil  unggul dari kompetitornya  Iwan I dan Kevin dengan skor 42-35. Walaupun menang, Peter harus berjuang keras melawan dirinya sendiri karena badannya lagi kurang fit.

Hasil babak final sudah terbaca dari, kalau Andre dan Anton mendominasi permainan serta bakal menjadi kampun hari ini. Tanpa kesulitan berarti, mereka suksesu nggul atas pasangan Peter dan Apin. Kondisi kesehatan Peter yang sudah makin drop makin mempermudah jalan Andre dan Anton untuk menjadi juara. Namun sebaliknya, justru menambah beban berat partnernya, yaitu Apin. Karena dia harus mengeluarkan effort yang lebih besar untuk mengimbangi permainan lawannya sekaligus harus mengcover partnernya. Babak final ditutup dengan 42-25.

Inilah nama-nama Juara kita minggu ini;

Juara 1 Andre dan Anton

juara 2 Peter dan Apin

juara 3 Iwan I dan Kevin / Alvian dan Iyan 

Dan dibawah ini adalah hasil selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke 31 tahun 2022;

Road to final
Bagan turnamen


Update ranking Sparta 

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sebagai penutup admin kembali mengutip quotes diatas, yang artinya kurang lebih; "Jangan terlalu bergantung pada siapapun di dunia ini karena bayanganmu sendiri pun akan meninggalkanmu saat berada di kegelapan." Sebaiknya dan seharusnya kita jangan menggantungkan diri kita (apalagi nasib) kepada orang lain. 

Sekian reportase kita kali ini, sampai jumpa lagi di reportase-reportase berikutnya. Tetap semangat dan Jadilah hebat!!! 


Minggu, 18 November 2018

Reportase Turnamen Mingguan Sparta & Cheese Cool 18 November 2018

“Sport has the power to change the world. It has the power to inspire. It has the power to unite people in a way that little else does. It speaks to youth in a language they understand. Sport can create hope where once there was only despair. It is more powerful than government in breaking down racial barriers.”.

Nelson Mandela


Nama lengkapnya adalah Nelson Rolihlahla Mandela. Beliau dilahirkan di Mvezo, 18 Juli 1918 dan meninggal pada tanggal 05 Desember 2013. Nelson Mandela adalah presiden Afrika Selatan pertama yang berkulit hitam, dia menjabat sebagai presiden pada tahun 1994 hingga 1999.

Mandela sejak muda sudah menjadi aktivis yang vocal. Dia sempat di keluarkan dari universitas tempatnya menimba ilmu karena menentang kebijaksanaan kampus, hingga dia harus berpindah universitas. Yang sangat terkenal dari Mandela adalah karena kegigihannya menentang politik Apartheid. Politik Apartheid sendiri adalah politik pemisahan/pembedaan hak-hak warga negara berdasarkan warna kulit. Seperti kita ketahui Afrika Selatan berada di benua hitam, tapi penduduknya bahkan penguasanya banyak yang berkulit putih.
Karena perjuangannya menentang Politik Apartheid, Mandela harus menerima ganjaran penjara selama 27 tahun. Tak diragukan lagi, beliau adalah tokoh yang sangat memahami betapa pahitnya diskriminasi.



Mandela menyatakan bahwa olehraga punya kekuatan yang luar biasa dahsyat yang dapat menyatukan segala perbedaan. Dalam salah satu quotenya dia mengatakan; “Olahraga memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Ia memiliki kekuatan untuk menginspirasi. Ia memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dengan cara yang tidak dimiliki orang lain. Itu berbicara kepada pemuda dalam bahasa yang mereka pahami. Olahraga bisa menciptakan harapan dimana dulu hanya ada keputusasaan. Ini lebih kuat dari pemerintah dalam merobohkan penghalang rasial.”

Sparta badminton Club terdiri dari banyak anggota dengan latar belakang yang sangat berbeda. Baik dari suku bangsa, bahasa, budaya, agama, profesi, usia dan lain-lain. Tapi justru disitulah letak kekuatan Sparta. Karena kita bersatu tanpa memandang perbedaan.

Memasuki minggu ke-41, Sparta kedatangan tamu PB Cheese Cool dari Bandung. Ini adalah untuk kedua kalinya Cheese Cool menyambangi markas Sparta.  Turnamen berlangsung dengan format sparing rasa turnamen. Dihadiri oleh 12 orang Spartan. Tadinya 14 orang, berhubung yang satu orang tidak muncul, maka Olsen teraksa tidak bisa turun karena jumlahnya ganjil, sementara drawing sudah dilakukan (sebagai penghargaan, Olsen tetap diberi poin 3600). dari Cheese Cool juga rencananya 8 orang yang hadir, tapi mangkir 2 orang. Apa boleh buat, drawing yang tadinya sudah dibuat menjadi 4 grup, harus dirombak jadi 2 grup. Kendala itu menyebabkan turnamen kemaren sedikit molor.
Buat Spartan dihimbau agar memberi kabar jika batal datang, supaya tidak menghambat jalannya turnamen. 

Pasangan Ari dan Rama berhasil menjuarai turnamen, setelah mengalahkan pasangan Andre dan Rinal di babak final. Dibawah ini adalah nama-nama juara kita minggu ini.

Juara 1 Ari dan Rama
Juara 2 Andre dan Rinal
Juara 3 Redy dan Syarif / Kasmana dan Shelby

Berikut ini adalah data selengkapnya dari result turnamen Sparta & Cheese Cool minggu kemarin.

Road to final

Bagan turnamen

Update Ranking

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi dan salam olahraga!!!


Minggu, 11 November 2018

Reportase Turnamen First Anniversary Sparta 11 November 2018

"Unity is strength... when there is teamwork and collaboration, wonderful things can be achieved."

 Mattie Stepanek


Dalam rangka menyambut HUT Pertama SPARTA yang jatuh pada tanggal 12 November 2018, Minggu tanggal 11 November 2018 kemarin digelar Turnamen Fisrt Anniversary Sparta. Namanya ulang tahun, banyak keseruan yang terjadi di turnamen intern Sparta kali ini. Mari kita simak.

Usia Sparta baru seumur jagung, masih sangat muda, Tapi dalam soal semangat dan kekompakkan admin acungkan 10 ibu jari!!! Bukan berarti jari admin jempol semua ya he he he... Member Sparta yang didominasi anak milenial yang berusia muda, menjadikan Sparta sebuah PB yang berbeda. Karena mengedepankan silaturahmi dan kekompakkan. Sparta dikelola secara santai tapi tetap serius. Keakraban sangat terasa bila kamu mulai bergabung, tidak ada jarak antara senior dan junior. Semuanya melebur jadi satu.



Sebanyak 30 orang Spartan turut bergabung dalam turnamen ini. Bahkan Hasan menyempatkan untuk datang dari Indramayu. Tidak sia-sia dia datang jauh-jauh karena  dia berhasil menyabet sebagai juara pertama, bersama partnernya Roganda. Thanks ya Hasan buat waktunya. makasih juga buat oleh-olehnya,  mangga gedong dari Indramayu.

Namanya juga ulang tahun, semua harus gembira (dan kenyang he he he...), jadi kemarin  semua Spartan yang hadir tidak pulang  dengan tangan kosong, bahkan ada yang pulang bawa banyak hadiah pula lho.
Setiap Spartan yang hadir mendapat;
- Gelang komunitas Sparta limited edition masing-masing 2 buah.
- Doorprize; Jam tangan, T-shirt, Buku agenda, Voucher gratis mabar, Kaos kaki, Pulpen raket, dan Susu greenfield (tiap orang memperoleh 1-2 buah hadiah)
- Konsumsi; Snack (dari Fatoni,) mangga gedong Indramayu (dari Hasan) dan mangga arumanis (dari Rinal).

Gelang komunitas Sparta


Yang paling beruntung pulang membawa banyak hadiah di acara kemarin adalah Fauzi. Selain mendapatkan Jaket + piagam hadiah juara 3, dia juga mendapatkan door prize kaos kaki dan jam tangan plus merchandise 2 buah gelang Sparta.



Turnamen ditutup dengan menghasilkan nama-nama juara;

Juara 1 Hasan dan Roganda
Juara 2 Fatoni dan Willy
Juara 3 Iwan dan Redy / Tatang dan Fauzi

Adapun hadiah yang diterima oleh para juara adalah sebagai berikut;
Juara 1 memperoleh Piagam, Jam tangan dan buku agenda.
Juara 2 memperoleh Piagam dan Jam tangan.
Juara 3 memperoleh Piagam dan Jaket

Turnamen First Anniversary Sparta terdokumentasi dalam beberapa foto di bawah ini;

Juara 1 Hasan dan Roganda

Juara 2 Fatoni dan Willy
Juara 3 Redy dan Iwan

Juara 3 Tatang dan Fauzi

Para Juara foto bersama

Dan berikut ini adalah rangkuman dari result turnamen First Anniversary Sparta;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking

Akumulasi perolehan medali Sparta

Inti dari turnamen kita kali ini persatuan. Seperti quotes kita minggu ini yang mengatakan bahwa Persatuan adalah kekuatan. Semoga kita selalu bersatu dan makin kuat dari waktu ke waktu. Aamiiiin...






Minggu, 04 November 2018

Reportase Turnamen Mingguan Sparta 4 November 2018

"If you give up then there is no one that can help you, but if you want to keep building your future, then no one can’t stop you either."

Liliyana Natsir

Liliyana Natsir lahir di Manado, Sulawesi Utara, 9 September 1985, adalah pemain bulu tangkis ganda Indonesia yang berpasangan dengan Tantowi Ahmad dalam nomor ganda campuran. Liliyana merupakan anak bungsu dari pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis alias Auw Jin Chen.



Meskipun berdarah Chinese - manado, Liliyana Natsir punya nama panggilan Butet (butet adalah nama panggilan anak perempuan Suku Batak). Bersama Tontowi Ahmad, mereka lebih dikenal dengan pasangan Owi - Butet. Rupanya panggilan Butet didapatnya waktu dia tergabung dengan PB Tangkas Jakarta. Nama itu diberikan oleh seniornya Muhrini yang berdarah Batak. Karena waktu itu Liliyana Natsir menjadi pemain paling muda/junior, maka dberikanlah nama panggilan kesayanga Butet.

Dalam perjalanan kariernya, selain berpasangan dengan Tontowi Ahmad, dia juga pernah berpasangan dengan Nova Widianto (ganda campuran) dan Vita Marisa (ganda putri).





Deretan panjang prestasinya menjadi catatan emas sejarah perbulutangkisan Indonesia. Berpasangan dengan Nova Widianto dia pernah menduduki ranking pertama IBF dan meraih banyak kejuaraan, diantaranya adalah menjadi juara beberapa super series,  juara dunia,dan meraih medali perak pada olimpiade Beijing tahun 2008. Begitu juga setelah berpasangan dengan Tontowi Ahmad, prestasinya makin cemerlang. Mereka pernah menjadi ranking pertama IBF, menjuarai banyak super series, juara dunia, juara All England dan meraih medali emas Olpimpiade Rio 2016.

Liliyana Natsir terkenal sebagai pribadi yang disiplin. Dia pernah mengungkapkan sebuah quotes; "If you give up then there is no one that can help you, but if you want to keep building your future, then no one can’t stop you either." yang admin terjemahkan secara bebas; "Jika kamu menyerah maka tidak ada lagi yang dapat menolong kamu, tetapi jika kamu mau terus membangun masa depan kamu, maka tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan kamu juga".

Beralih ke reportase, Hari Minggu kemarin Turnamen Mingguan Sparta dihadiri oleh 22 Spartan. Ada sedikit trouble yang cukup mengganggu, hingga babak penyisihan jadi terhambat dan berlangsung lebih lama. Hal itu disebabkan oleh Beberapa Spartan yang datang terlambat dan ada yang tiba-tiba cancel, padahal turnamen sudah berlangsung. Tapi ya sudahlah... Admin hanya menghimbau agar para Spartan lebih disiplin lagi, menghargai waktu dan lebih menghargai teman-temannya juga (yang harus dibuat menunggu).

Memasuki minggu ke-39 bersamaan juga dengan memasuki awal bulan baru, Bulan November. Welcome November!!! November adalah bulan kelahiran SPARTA. Sparta lahir pada tanggal 12 November 2017, Jadi dalam hitungan hari Sparta akan merayakan anniversary-nya yang pertama. Nantikan dan jangan lewatkan rangkaian acara perayaan anniversary Sparta.

Sesuai dengan prediksi admin setelah (melihat drawing). Pasangan Roganda dan Fatoni berhasil menjadi juara setelah di Final mengalahkan pasangan Anton dan Tatang. Dua pasangan ini memang diunggulkan menjadi juara, dan terbukti mereka berhasil memasuki babak final. O ya minggu ini juga menjadi catatan penting untuk Fajar, karena untuk pertama kalinya dia berhasil masuk babak semifinal dengan pasangannya Agung. Selamat ya Fajar!!!

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Roganda dan fatoni
Juara 2 Anton dan Tatang
Juara 3 Reza dan Zacky / Agung dan Fajar

Dan dberikut ini adalah catatan selengkapnya dari Turnamen Sparta minggu ke-39;

Road to final

Bagan turnamenn

Update ranking

Akumulasi perolehan medali Sparta

Di tempat lain, Minggu, tanggal 4 November 2018, Revin berpasangan dengan Ago berhasil meraih medali emas, setelah menjadi Juara Pertama ganda putra pada Turnamen SAEED SEA GAMES di Kampusnya,  UIN Sunan Gunung Djati - Bandung.  Selamat ya Revin dan Ago. Terimakasih juga sudah mengharumkan nama Sparta.

Revin dan Ago Juara 1 SAEED SEA GAMES, UIN - Bandung

Orang mentigi mengail tenggiri
Dijual orang di pasar ikan
Admin pergi memohon diri 
Khilaf dan salah mohon maafkan

Sampai jumpa lagi dan Salam olehraga!!!



Minggu, 28 Oktober 2018

Reportase Turnamen Mingguan Sparta 28 Oktober 2018

"It doesn't matter if you are number one or number two. You have to prepare for everything."

Chen Long


Chen Long lahir di Distrik Shashi, Jingzhou, Hubei, 18 Januari 1989. Sebelum masa kejayaan Viktor Axelsen, hanya ada tiga nama pemain tunggal putra yang mendominasi di kancah perbulutangkisan. Lin Dan, Lee Chong Wei, dan Chen Long. Banyak sekali torehan prestasi dari pria bertinggi badan 187cm ini. Namun tentu saja prestasi terbaiknya adalah dengan  menjadi peraih medali emasi di Omlipiade Rio 2016, setelah mengalahkan rival bebuyutannya Lee Cong Wei dengan 21-18, 21-18 dalam 1 jam 14 menit. Kemenangan itu sekaligus membalas kekalahannya dari Lee Chong Wei pada babak semifinal di Olipmiade London 2012, Waktu itu Chen Long harus puas dengan medali perunggu.

Sesaat setelah menjuarai Australia Open 2015, dengan mengalahkan Viktor Axelson, dalam sesi wawancara dia mengungkapkan;"Hari-hari tunggal putra sekarang ini sangat sulit. Jika Anda yang pertama kehilangan, Kamu mungkin kehilangan segalanya. Tidak masalah jika kamu nomor satu atau nomor dua. Kamu harus mempersiapkan semuanya."


Chen Long

Terkadang dalam sebuah pertandingan kita terpaku dengan melihat peringkat diri sendiri dan peringkat lawan sehingga kita mengambil kesimpulan siapa yang lebih baik dan siapa yang lebih buruk. Siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah. Padahal tidak selamanya underdog itu akan kalah dan tidak selamanya master itu akan selalu menang. Karena penentuan hasilnya setelah pertandingan usai. Jadi, teruslah berjuang. Buatlah sesuau yang dianggap mustahil menjadi mungkin.

Hal itu dibuktikan oleh pasangan Adi Putra dan Anton di turnamen Hari Minggu kemaren. Mereka berhasil mengkandaskan pasangan favorit juara; Fatoni dan Redy di babak semifinal. Padahal Adi Putra dan Anton terseok-seok dan hampir terhempas di babak penyisihan. Sebuah perjuangan yang patut diapresiasi, sekalipun mereka harus puas hanya menjadi runner up setelah kalah dari pasangan Andre dan Agung di babak final. Yang menjadi catatan penting dan harus digaris bawahi adalah, yang menjadi finalis turnamen mingguan episode ke-38 ini adalah sama-sama runner up di penyisihan grup. Saatnya kita merefresh mindset kita, Ubahlah IMPOSSIBLE menjadi  I'M POSSIBLE.



Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Andre dan Agung
Juara 2 Adi Putra dan Anton
Juara 3 Roganda dan Iwan / Fatoni dan Redy

dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari hasil Turnamen mingguan Sparta, minggu ke-38;

Road to final

Bagan turnamen

Updtae ranking

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sebagai penutup reportase kali ini, admin menyampaikan sebuah sisindiran (pantun berbahasa Sunda);

Saninten buah saninten
Dibawa ka parapatan
Hapunten abdi hapunten
Bilih aya kalepatan

Ini versi translate-nya, khusus buat yang tidak mengsuasai Bahasa Sunda 😃

Saninten buah saninten
Dibawa ke perempatan
Maafkan saya maafkan
Kalau asa kesalahan

Sayonara, Adios, Amigos, Permiooooossss... 😁😁😁

Senin, 22 Oktober 2018

Reportase Turnamen Mingguan Sparta 21 Oktober 2018

"Winning or losing is a dynamic process of being a world class champion. Winning is an attitude, and keeping it is a commitment".

Taufik Hidayat


Taufik Hidayat adalah salah satu pemain tunggal putra berprestasi yang pernah dimiliki Bangsa Indonesia. Pria yang berasal dari Pangalengan kabupaten Bandung, kelahiran 10 Agustus 1981 ini sudah banyak sekali menorehkan prestasi di ajang bulutangkis dunia, salah satu prestasi tertingginya adalah dengan menjadi peraih medali emas pada Olimpiade di Athena Yunani.

Dia pernah menceritakan kalo banyak suka duka dan pengorbanan yang harus dia lalui untuk meraih mimpinya. Tak ada yang mudah, tapi bukan berati hal itu mustahil untuk diwujudkan.


Memasuki minggu ke-37 Turnamen mingguan Sparta dihadiri oleh 20 orang Spartan (sebelumnya tercatat ada 23 orang yang konfirmasi, namun setelah diundi menjadi 4 grup, ada 3 orang yang cancel, sehingga proses drawing harus diulang).
Itulah dinamika dalam sebuah komunitas badminton. Tapi bagaimanapun turnamen harus tetap berjalan.

Minggu kemarin Rama dan Redy berhasil menjadi juara, setelah mengandaskan pasangan Ari dan Reza di final. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan Redy menjadi ranking ke-2 Sparta  menggeser posisi Hasan (dengan jumlah poin 208.760). Dalam perolehan medali pun Redy berada di posisi ke-2 dengan mengumpulkan 7 emas, 5 perak dan 8 perunggu. Bravo Redy!!!

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Rama dan Redy
Juala 2 Ari dan Reza
Juara 3 Zacky dan Anton / Fatoni dan Alex

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap result dari turnamen kemarin.

Road to final

Bagan turnamen

Updae ranking

Akumulasi perolehan medali Sparta
Menurut Taufik hidayat: Kemenangan adalah attitude, dan menjaganya adalah commitment. Tak ada yang selamanya jadi juara dan tak ada yang selamanya jadi pecundang. So, keep your spirit up and make a breakthrough. See you next week!!!


Minggu, 14 Oktober 2018

Reportase Turnamen Mingguan Sparta 14 Oktober 2018

"That's my character. That's how i am. It gives me power and confidence on court. Some people say they like my screams. Sometimes I've to control it, but i think it's a way for me of telling opponents that they don't stand a chance against me."

Carolina Marin


Carolina Maria Marin Martin atau yang lebih dikenal dengan Carolina Marín, lahir di Huelva, Spanyol, 15 Juni 1993, merupakan pemain bulu tangkis yang berasal dari Spanyol. Di era ini, ia adalah satu-satunya pemain Eropa yang pernah bercokol di rangking 1 peringkat dunia BWF dan menjadi juara dunia bulu tangkis tunggal putri pada tahun 2014 dan 2015. Gadis bertinggi badan 172cm ini juga melengkapi gelarnya dengan meraih medali emas olimpiade di Rio De Janeiro, Brasil pada tahun 2016.

Carolina Marin

Selain pembawaannya yang ekspresif di lapangan, satu hal lagi yang menjadi ciri khas dari Carolina Marin adalah teriakan-teriakannya yang melengking saat dia bertanding. Dia menuturkan; "Itu karakter saya. Begitulah saya. Ini memberi saya kekuatan dan kepercayaan diri di lapangan. Beberapa orang mengatakan mereka menyukai teriakan saya. Terkadang saya harus mengendalikannya, tapi saya pikir itu cara bagi saya untuk memberitahu lawan bahwa mereka tidak memiliki kesempatan melawan saya".

Sebuah teriakan bisa menjadi semacam self talk untuk menyemangati diri sendiri, sekaligus sebagai pelepas ketegangan saat bertanding. Jadim ga usah ragu untuk berteriak di lapangan. Selama teriakan itu tidak bersifat mengintimidasi lawan.

Memasuki minggu ke 36, Hari Minggu tanggal 14 Oktober kemarin, Markas Sparta kedatangan 13 orang tamu pemain BBC dari Bekasi. Karena kedatangan mereka mendadak maka dibuatlah Sparing dengan format turnamen. Dari Sparta sendiri tidak menurunkan pemainnya secara full team, karena banyak yang berhalangan hadir. Tapi bagaimanapun acara harus tetap berjalan.

Dengan pemain yang ada, Sparta masih mampu menempatkan satu pasangan di babak final. Pasangan Fatoni dan Ari menjadi satu-satunya amunisi terakhir Sparta. Mereka berhasil menjadi runner up turnamen bersama BBC kemarin. Di babak ke-2 Ari mengalami kram di betisnya, padahal dalam kondisi poin bersaing ketat. Insiden ini cukup membuat Ari kesakitan sehingga mengganggu performa dia di lapangan (sekalipun telah beristirahat beberapa saat). Dan akhirnya pasangan Fatoni dan Ari harus menyerah dengan poin 28-42 dari pasangan Dhika dan Yudi dari BBC.

Minggu ini pula untuk pertama kalinya dalam sejarah Sparta, Ranking 1 yang selama ini dipegang oleh Hasan selama 18 minggu berturut-turut (dari tanggal 6 mei 2018 - 7 Oktober 2018), berhasil digeser oleh Fatoni. Selamat kepada Fatoni yang sudah menjadi ranking Sparta terbaru!!

Inilah nama-nama juara kita kali ini;

Juara 1 Dhika dan Yudi (BBC)
Juara 2 Fatoni dan Ari (Sparta)
Juara 3 Zaelani dan Fendy / Sapri dan Ilham

Dan inilah catatan selengkapnya dari turnamen minggu ini, beserta dengan update ranking;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking

Akumulasi perolehan medali Sparta



Senin, 08 Oktober 2018

Reportase Turnamen Mingguan Sparta 7 Oktober 2018

"It is all about consistency, believing in your self, and hard practice. And also believing that you are doing the right things."

Viktor Axelsen


Viktor Axelsen lahir pada tanggal 4 Januri 1994 di Odense, Denmark. Pemuda bertinggi badan 194cm ini, bisa dikatakan satu-satunya pemain tunggal putera Eropa yang mampu bersing diantara dominasi tangguhnya pemain-pemain Asia. Bahkan dia bertahan cukup lama bertengger di ranking 1 dunia versi BWF.

Viktor Axelsen


Dalam quote-nya, dia menyampaikan ada 3 rahasia sukses dirinya: Konsistensi, Percaya diri, dan Latihan keras. Dan yang terpenting dari semuanya adalah dia percaya sudah melakukannya dengan benar.

Tanpa terasa kita sudah memasuki minggu pertama Bulan Oktober, yang merupakan minggu ke 35 turnamen mingguan Sparta. Bulan oktober juga adalah bulan ke-11 kebersamaan kita. Yupz!! Bulan depan Sparta akan merayakan anniversary-nya yang pertama.

Turnamen Sparta minggu kemaren dihadiri oleh 14 orang. Banyak spartan yang berhalangan hadir. Tapi untunglah ada 2 orang baru (Ganjar dan David) dan 2 orang yang jarang hadir (Anton dan fajar), kemarin muncul turut meramaikan turnamen.

Turnamen kemaren dijuarai oleh Alex dan Roganda. Dalam turnamen kemarin Adi Putera mampu masuk ke semifinal. Sekalipun langkahnya terhenti di semifinal tapi dia berhasil naik 2 tingkat dari ranking 14 ke ranking 12, setelah memaksa turun Ramdan dan Iwan. Buat Spartan yang lain, admin ingatkan kalo pengumpulan poin sudah tidak terlalu lama lagi. Jangan sampai kamu terhempas dari rangking 16 besar menjelang Sparta Super series Finals 2018.

Inilah nama-nama juara kita klai ini;

Juara 1 Alex dan Roganda
Juara 2 Fatoni dan Anton
Juara 3 Andre dan Adi Putera / Redy dan Olsen

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking 

Akumulasi perolehan medali Sparta

Menangkap ikan dengan jaring
Ikan dimasak lalu dimakan
Semangat berlatih itu penting
Agar meraih yang diinginkan

Ayo semangat Spartan!!! minggu depan saatnya kita membuktikan. Siapapun bisa.

Sekian reportase kali ini, See you later and bye-bye!!!