Powered By Blogger

Minggu, 31 Juli 2022

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 31 Juli 2022

 "Only limitless thinking and dreaming can manifest limitless abilities and success."

Tavi Castro


Mimpi…

Pernah ada yang berkata: “Udah deh… jangan ngimpi. Mana mungkin???”

Sebuah perkataan singkat dan sederhana – mungkin dilontarkan pula dalam canda atau santai kepada kita – tapi perkataan itu dapat menjadi sangat menyakitkan. Yah, setidaknya bagi saya. Karena sering pernyataan seperti itu membuat saya sendiri jadi minder dan akhirnya melepaskan mimpi. Siapa yang pernah mengalami hal yang sama seperti saya?


Tapi membaca kutipan di blog David Sihombing dengan foto langit yang indahnya dan mengatakan: “When you see the sky, you see how big the world really is and how small you are there. See? Sky has no limit, so does a dream.”, membuat saya berpikir. Hey… benar juga. Langit itu luas. Tak ada batasan. Begitu juga dengan mimpi saya. Tak terbatas. Yang membatasi adalah lingkungan sekitar kita dan diri kita sendiri. Itulah kenyataan yang terjadi dalam kehidupan siapapun saat ini.

Sikap kita, cara berpikir kita… itulah yang sebenarnya membatasi mimpi kita menjadi orang yang lebih baik dalam hal apapun itu. Dan mungkin, tanpa kita sadari, kita juga telah membatasi mimpi orang lain, melalui tindakan ataupun ucapan kita. Sekarang, apakah kita harus berhenti bermimpi ataupun menghentikan orang lain untuk bermimpi?

Please don’t… keep on dreaming and (seperti kata Agnes Monica) MAKE IT HAPPEN.…

Kesalahan terbesar dalam bermimpi adalah membatasi mimpi itu dengan pikiran-pikiran negatif. Sedangkan dalam salah satu 7 Kebiasaan Efektif, kita diajak untuk selalu berpikir positif dengan tujuan akhir – Begin with the end of mind. Bagi saya, habit ke-2 ini adalah kata lain dari bermimpi. Tentukanlah tujuan akhir kita… dan pusatkan pikiran dan tindakan kita untuk mencapai tujuan akhir itu. Seperti dalam tulisan saya Menjemput Impian, mimpi itu tak lain dan tak bukan adalah untuk diri kita sendiri kok. Kita yang menikmatinya. Jadi kenapa kita harus berhenti bermimpi dan membatasi mimpi kita itu?

Tapi… kita kan punya keterbatasan? Masa kita bermimpi membabi buta?

Hei… i’m not saying that we should do that. Bermimpilah tanpa batas – tapi bukan membabi buta. Tentunya, saat kita bermimpi, kita juga tahu dong tentang diri kita. Siapa kita. Dan apa saja yang dapat kita lakukan ataupun kembangkan. Ibaratnya saat berperang, kita mengetahui dulu medan laga kita. Dalam bermimpi pun seperti itu. Kita harus tahu medan laga mimpi kita. Sampai mana kemampuan kita, apa saja yang harus kita perbaiki dari diri kita, langkah-langkah apa saja yang perlu kita lakukan.

Dalam Begin with the end of mind itu, saya tuliskan juga bagaimana menciptakan visi yang baik – berdasarkan Stephen R. Covey dalam bukunya itu. Dapat juga digabungkan dengan GOAL SETTING yang baik untuk bermimpi – saya selalu mengkaitkan mimpi dengan tujuan – tujuan hidup saya. Dalam membuat GOAL yang baik, kita harus tetap SMART, Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Time Bound. Dalam postingan Goal Setting, saya tuliskan dengan detail pertimbangan yang perlu kita lakukan dalam bermimpi ini.

Inti dari postingan saya ini adalah seperti kutipan di atas… Bermimpilah setinggi langit… jangan membatasinya. Tapi lakukan apa yang perlu dilakukan untuk bermimpi dengan baik. Dan terakhir, agar sukses, kita harus konsisten dalam menjalankannya. Janganlah hanya bermimpi – yang tak terbatas – tapi wujudkan dengan penuh konsistensi dan ketekunan. Pasti kita akan sukses suatu hari nanti dengan semua impian kita telah ada dalam genggaman.

Mari… Bermimpi dan mewujudkannya.


Kembali ke reportase....

Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ini, banyak Spartan yang biasa hadir berhalangan datang, tapi Thanks God tertutup dengan kehadiran member baru, member yang hampir tidak pernah datang, jarang atau yang sudah lama tidak hari minggu, dan 3 orang tamu dari Jakarta. Ditambah ada Alex yang langsung meluncur dari GOR BSD setelah gugur di turnamen Putra Cup.

Dari hasil drawing sebenarnya admin masih belum bisa menentukan mana yang pasangan unggulan, dikarenakan peta kekuatannya masih gelap, berhubung beberapa pemain belum terdeteksi skill bermain badmintonnya. Tapi setelah dilangsungkan parta-partai awal, admin sudah bisa menarik kesimpulan: Nathan dan Alex adalah favorit juara minggu ini. Boleh dibilang grup A peta persaingannya sangat merata. Beda dengan grup B yang sangat random.

Nathan dan Alex mulai menunjukkan dominasinya dari partai-partai awal. Mereka nyaris selalu menang dengan angka telak. Hanya saat berhadapan dengan Aditya dan Firman saja mereka terlihat beranding dengan kekuatan seimbang, yang mengkahirinya dengan 42-39. Selebihnya, mereka menuntaskan permainan dengan memberi poin lawan dibawah 26, bahkan ada yang hanya diberi poin, 10 poin saja. Tak heran bila mereka keluar sebagai juara grup B. Disusul oleh Apin dan Rizaldi sebagai runner up-nya. Sementara di grup A, Juara dan runner up grup ditempati oleh oleh Nugi dan Fatoni, lalu Tommy dan Adi N.

Sperti sudah dibawah diatas, duo Nathan dan Alex memang tak terbendung. Di semifinal mereka kembali mengalahkan seteru grup-nya, Apin dan Rizaldi dengan 42-26, setelah sebelumnya di babak penyisihan grup menang telak 42-10. Di bagan bawah, Nugi dan Fatoni berhasil mengalahkan  Tommy dan Adi N untuk yang kedua kalinya.

Di partai final, pertandingan terlihat tidak seimbang. Nathan dan Alex sangat mendominasi pertandingan. Mereka memegang kendali dan tancap gas sejak poin-poin awal. Sebenarnya Nugi dan Fatoni secara skil tidak kalah, tapi merek tidak mempu keluar dari tenanan, sehingga permainan mereka di lapangan tidak bisa berkembang, dan membuat mereka harus menelan pil pahit kekalahan. Set pertama ditutup dengan score jomplang 21-5. Pada set ke-2 Nugi dan Fatoni mampu mulai mengembangkan permainannya. Namun, perolehan poin yang terlalu jauh di set pertama, membuat mereka kesulitan untuk mengejarnya. Babak final ditutup dengan 42-21 untuk kemenangan Nathan dan Alex.

Inilah nama-nama juara Turnamen Mingguan Sparta kali ini;

Juara 1 Nathan dan Alex

Juara 2 Nugi dan Fatoni 

Juara 3 Apin dan Rizaldi / Tommy dan Adi N

Dan dibawah ini adalah resulte selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta minggu ke-24 tahun 2022;

Road to final

Bagan turnamen

Update ramking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa dan salam olahraga!!



Minggu, 17 Juli 2022

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 17 Juli 2022

 "First do what is necessary. Then do what is possible. And before you know it you are doing the impossible." 

Saint Francis Assisi

 

Setiap orang memiliki masalah. Baik itu masalah pribadi maupun masalah kelompok. Namun satu yang pasti, setiap masalah hadir untuk ditemukan solusinya dan sesegera mungkin memecahkan masalah tersebut. kesalahan yang biasa orang lakukan adalah terlalu fokus kepada masalah yang ada, namun lupa untuk memikirkan cara penyelesaiannya. 

Dari sekian banyak masalah yang ada, tentunya ada yang harus diselesaikan secara cepat dan masalah yang masih bisa diselesaikan dengan tidak terburu-buru. Berikut tips menentukan prioritas yang masalah yang perlu dipecahkan.

1. Buat list masalah yang harus dipecahkan

Untuk kalian yang jarang membuat list karena terlalu malas, harus mulai melawan rasa malas itu mulai sekarang. List yang dibuat harus mudah untuk dilihat dan konsisten dalam melakukannya. Jika masih terasa kesulitan untuk melakukannya, mintalah bantuan teman-teman terdekatmu untuk mengingatkanmu selalu.

Misal kamu akan membuat list masalah berdasarkan lokasi, maka akan dituliskan pembabakan seperti “masalah rumah”, “masalah pekerjaan”, “masalah percintaan”, dan lain lain. setelah tiap-tiap pembabakan tertulis, maka bisa dirunut per bagian. Contohnya dalam “masalah pekerjaan” akan ada masalah seperti “deadline tugas 1”, “interview peserta magang”, dan lain lain.

2. Merinci tiap-tiap masalah

Mulai untuk menjabarkan masalah-masalah yang ada menjadi sub-sub komponen penyebab masalah. Contohnya, kamu mempunyai bisnis berjualan makaroni. Lalu, terdapat masalah di bagian profit, yang terbagi ke masalah pendapatan dan masalah cost yang harus dikeluarkan. Proses ini akan menciptakan struktur kepada cara menyelesaikan masalahmu, kamu pun bisa mempermudah analisamu terhadap masalah yang tengah dihadapi.

3. Urutkan yang paling penting terlebih dahulu

Setiap masalah memiliki deadline nya masing-masing. Maka dari itu, tentukan masalah mana yang perlu sesegera mungkin untuk diselesaikan dan pisahkan masalah yang masih bisa diundur waktu penyelesaiannya. Ingat, lebih penting untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan banyak orang dibandingkan masalah yang pribadi.

4. Selesaikan setiap masalah satu per satu secara konstan

Semua masalah sudah tertulis dengan rapih, yang tinggal kamu lakukan hanya menyelesaikannya satu persatu, secara perlahan namun pasti. Jangan tiba-tiba kamu merasa malas untuk menyelesaikannya dan menunda-nunda pekerjaanmu, karena secara tidak sadar kamu akan kedatangan masalah baru dan akan semakin menumpuk jika dibiarkan begitu saja.

Dengan metode pemecahan masalah diatas, kamu bisa menentukan mana masalah yang penting dan tidak terlalu penting untuk segera diselesaikan. Waktu yang tersisa pun bisa dimanfaatkan secara produktif dan lebih fungsional. Selamat mencoba!

Kembali ke reportase... Dari melihat drawing hari ini, sudah nampak jelas ada 2 pasangan yang diunggulkan. Ujang dan Rama menempati urutan pertama prediksi admin. Dan pasangan Adi Putra dan Fatoni difavoritkan admin sebagai urutan kedua. Tapi apa hendak dikata ternyata yang menjadi jawara minggu ini justru Adi Putra dan Fatoni. Ujang dan Rama harus puas di posisi runner up, itu pun setelah mereka terseok-seok di babak penyisihan grup, karena kalah secara telak 22-42 dari pasangan Alex dan Iwan. Padahal pasangan ini merupakan pasangan reinkasrnasi he he he... Karena sebelumnya Iwan sudah gugur di grup A. Namun ia dihidupkan kembali oleh kesempatan kedua, dan berpasangan dengan Alex.

Babak penyisihan grup menghasilkan 4 pasangan semifinalis. Dari grup A Adi Putra dan Fatoni sukses sebagai juara grup dan dan pasangan senior alias gaek :), Peter dan Deni sebagai runner up-nya. lalu di grup B pasangan Alex dan Iwan menyabet gelar juara grup B, sementara Ujang dan Rama menjadi runner up-nya. 

Hasil drawing semifinal kembali mempertemukan para pesaing grupnya masing-masing. Adi Putra dan Fatoni kembali mengalahkan Peter dan Deni untuk kedua kalinya dengan 42-31. Sementara Alex dan Iwan gagal mempertahan kan momentum mereka yang sebelumnya sedang onfire. Mereka harus merelakan posisi finalis kepada runner up grupnya Ujang dan Rama, karena mereka kalah 31-42 di semifinal.

Pada babak final tersaji pertandingan seru antara Adi Putra dan Fatoni VS Ujang dan Rama. Set pertama dibuka dengan saling susul menyusul poin dengan jarak sangat tipis, yaitu 1 hingga 2 poin saja. namun paru sepertiga akhir set pertama, Adi Putra dan Fatoni perolehan poinnya mulai tertinggal agak jauh. Set pertama ditutup dengan 21-16 untuk kemenangan Ujang dan Rama. Pada set kedua Ujang dan Rama masih menjaga ritme permainan dan selalu unggul dalam perolehan poin, bahkan mereka sempat memimpin 29-18. Karakter pantang menyerah dari pasangan Adi Putra dan Fatoni secara ajaib mampu menyamakan kedudukan 29-29. Mulai dari poin 29 sama tersebut, terjadilah drama susul menyusul poin dengan jarak sangat tipis yaitu 1-2 poin. Adi Putra dan Fatoni mampu tampil lebih konsisten di poin-poin krusial. Hingga kemenangan menjadi hak mutlak mereka. Babak final ditutup dengan 42-38.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Adi Putra dan Fatoni 

Juara 2 Ujang dan Rama

Juara 3 Peter dan Deni / Alex dan Iwan

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-23 tahun 2022;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini, sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Sampai jumpa dan salam olahraga!!


Minggu, 10 Juli 2022

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 10 Juli 2022

“Dreams don't work unless you take action. The surest way to make your dreams come true is to live them.”

Roy T. Bennett


Mimpi penting bagi setiap orang tapi tanpa kemauan kuat dan tindakan nyata, maka kita hanya akan menjadi pemimpi (panjang angan-angan). Ada tiga hal yang mempengaruhi seseorang dalam mewujudkan mimpinya, yakni akal atau pikiran, hati, dan nafsu atau emosi. Akal dan hati dapat diwujudkan dengan sikap diam, sedangkan nafsu atau emosi merupakan usaha yang harus dijalankan. Karena itu, ketiga faktor ini harus seimbang. Impian tidak harus berbentuk secara fisik, tapi bisa pula berbentuk kepuasan dalam hidup karena hidup terus berubah.


Banyak orang tidak memiliki mimpi karena takut tidak dapat meraihnya alias gagal. Tidak memiliki mimpi bisa juga karena pengalaman kegagalan masa lalu dalam menggapai mimpi. Memiliki mimpi berarti memiliki tujuan dalam hidup. Akan kemana hidup ini diarahkan, itulah mimpi kita. Biasanya mimpi berkaitan dengan tujuan hidup jangka panjang.

Bagaimana caranya mewujudkan mimpi?

Pertama, mimpi harus dirubah menjadi cita-cita. Mimpi dan cita-cita memiliki perbedaan, karena cita-cita merupakan impian dengan batas waktu tertentu dan lebih spesifik. Cita-cita juga harus didasarkan dengan niat baik, semuanya untuk ibadah kepada Allah. Kita juga harus memahami antara cita-cita dan harapan. Menurut Frank D.McKinney (2002), harapan adalah impian samar – samar yang kita harapkan terjadi pada kita. Sedangkan cita-cita adalah gambaran jelas yang menjadi prestasi karena kita membuat itu terjadi. Cita-cita merupakan blue print bagi kehidupan kita mendatang.

Kedua, memiliki alasan yang kuat untuk meraih mimpi dan cita-cita. Carilah alasan-alasan yang kuat mengapa kita harus meraih cita-cita itu. Ruginya apa bila kita tidak meraihnya dan untungnya apa bila kita dapat meraihnya;

Ketiga, segera memulai, bertindak sekarang juga. Setelah memiliki alasan yang kuat, kita harus segera melakukan tindakan untuk mewujudkannya. Inilah yang membedakan antara orang yang berhasil mewujudkan impiannya dengan orang yang gagal.

Banyak orang sudah memiliki cita-cita dan alasan kuat tetapi tidak melakukan tindakan apa pun, karena tidak tahu bagaimana memulainya atau masih ragu-ragu. Mereka masih terus berputar-putar dan berfikir untung rugi, terus-menerus mencari berbagai pertimbangan, tanpa tindakan nyata. Agar kita dapat memulai tindakan, kita harus mulai dari hal yang terkecil. Ibarat kita disuruh memakan gajah, tentu tidak langsung semuanya kita makan. Bagi orang yang tidak tahu, pasti bingung. Tapi bagi yang sudah tahu, maka ia akan memotong kecil-kecil dan memakannya sedikit demi sedikit. Demikian juga dalam melakukan tindakan, sedikit demi sedikit dan konsisten;

Keempat, evaluasi. Lakukan evaluasi (monitoring) secara rutin, apakah bulanan, tahunan, atau lima tahunan. Terserah kita. Tetapi lebih baik dilakukan evaluasi tahunan dan setiap bulannya dievaluasi cara-cara yang telah kita gunakan dan perkembangan hasilnya. Bila tidak dilakukan evaluasi, maka bahayanya adalah kita tidak akan pernah tahu sampai dimana perkembangan cita-cita yang kita inginkan. Mendadak kita kehabisan waktu atau umur kita semakin tua sementara kita belum dapat mencapainya.

Kelima, fleksibel dalam cara meraihnya, bukan mimpi atau cita-cita yang dibuat fleksibel atau mudah berubah-ubah. Apabila cara yang digunakan belum mengarah pada cita-cita kita, maka harus dicari cara baru atau menyempurnakan cara yang sudah ada. Salah besar apabila kita sudah menyakini bahwa cara kita salah namun tetap menggunakannya;

Keenam, berdo’a. Setelah kita melakukan segala daya dan upaya, maka berdo’a kepada Tuhan harus dilakukan karena apa pun yang kita lakukan tidak akan artinya jika Tuhan tidak memberikan kemudahan.

Kembali ke reportase... Hari Minggu tanggal 10 Juli 2022, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Maka admin tidak berharap terlalu tinggi kalau Turnamen Mingguan Sparta kali iniakan diikuti oleh banyak Spartan, mengingat mayoritas member Sparta adalah beragama Islam. Tapi admin bersyukur, rupanya jumlah Spartan yang hadir masih normal seperti minggu-minggu sebelumnya. Rata-rata beralasan daripada gabut di rumah atau kostan, mendingan ke GOR.

Turnamen mingguan edisi minggu ke-22, rupanya menjadi milik pasangan Iyan dan Fatoni. Mereka sukses mencapai gelar juara minggu ini, dengan kemenangan sempurna. Mereka tak sekali pun mengalami kekalahan.

Iyan dan Fatoni keluar sebagai juara grup A setelah melibas semua pesaingnya, sementara El dan Alex harus puas diposisi runner up grup B. Di grup tetangga, yaitu grup B, pasangan Agung K dan Nugi sukses memenangi semua laga, hingga mereka menempati posisi juara grup B. Lalu pasangan Peter dan Rama menjadi runner up-nya.

Pada babak semifinal, hasil drawing mempertemukan semua kompetitor secara menyilang. Iyan dan Fatoni berhadapan dengan Peter dan Rama. Kemudian Agung K dan Nugi bertemu dengan El dan Alex.

Rupanya pertandingan di babak semifinal menjadi milik  kedua pasangan yang berasal dari grup A. Iyan dan Fatoni menangan atas Peter dan Rama yang notabene adalah runner up grup B, dengan 42-32. Lalu sang runner up grup A El dan Alex melibas juara grup B Agung K dan Nugi, dengan 42-32 juga.

Pada babak final mempertemukan kembali Iyan dan Fatoni dengan El dan Alex. El dan Alex yang pada babak penyisihan grup harus menelan kekalahan dengan poin mepet 39-42 dari Iyan dan Fatoni. Set pertama dibuka dengan serangan dan penempatan bola-bola cantik dari Iyan dan Fatoni.   Iyan dan Fatoni langsung gaspol dan tanpa belas kasihan meninggakan perolehan poin lawan mereka dengan selisih cukup jauh. Tercatat mereka dengan konsisten menjaga jarak antara 5 hingga 7 poin. Set pertama ditutup dengan 21-15 untuk keunggulang pasangan Iyan dan Fatoni. Pada awal set ke-2 Iyan dan Fatoni masih konsisten menjaga jarak keunguulan poin mereka. Namun karena kelengahan mereka, secara cepat dan tak terduka poin mereka ditikung oleh lawannya. El dan Alex sempat unggul 35-32. Namun keadaan itu tidak berlangsung lama. Iyan dan Fatoni kembali memegang kendali permainan dan kembali memimpin perolehan poin, bahkan rentang jarak poinnya makin jauh. Babak final ditutup dengan 42-31 untuk kemenangan Iyan dan Fatoni. Rupanya El dan Alex tidak mampu merubah takdir mereka. Mereka harus puas di posisi runner up, berada dibawah bayang-bayang kemenangan Iyan dan Fatoni.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Iyan dan Fatoni 

Juara 2 El dan Alex

Juara 3 Peter dan Rama / Agung K dan Nugi

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-22 tahun 2022;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sebagai penutup reportase, ada sebuah quotes keren dari Wishnutama; "Masa depan itu , milik mereka yang percaya akan mimpinya dan bekerja sepenuh hati untuk mewujudkanya".

Sekian reportase kita kali ini, sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Sampai jumpa.



Minggu, 03 Juli 2022

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 3 Juli 2022

 “The goal is not to be better than the other man, but your previous self.”

Dalai Lama XIV


Bagai ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Peribahasa tersebut sering dimaknai sebagai level tertinggi dalam kehidupan, saat kualitas diri seseorang sampai pada tingkat kebijaksanaan. Sebuah tingkatan yang hanya bisa diperoleh melalui pembelajaran hidup demi menjadi pribadi yang lebih baik.

Istilah pribadi yang lebih baik sendiri sangat erat kaitannya dengan perkembangan kepribadian seorang individu. Jika sebelumnya ia memiliki temperamen tinggi dan mudah marah, orang yang berhasil melalui jalan panjang pengembangan diri akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih cakap dalam mengelola emosi. Kualitas dirinya meningkat. Perlahan namun pasti, ia pun semakin dekat dengan kebijaksanaan.


Pentingnya Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Kualitas diri seseorang dapat dilihat dari kepribadian yang dimiliki. Mereka yang memiliki pribadi yang baik cenderung lebih disukai orang lain. Mereka dipandang sebagai panutan sekaligus pribadi yang menyenangkan. Mungkin karena alasan ini jugalah, menjadi pribadi yang lebih baik juga kerap diasosiasikan dengan menjadi pribadi yang menyenangkan.

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan menjadi pribadi yang lebih baik. Selain memiliki hubungan baik dengan orang lain, mereka yang secara konsisten memperbaiki diri juga cenderung lebih mengenal diri sendiri, lebih sehat secara mental, mampu mengambil keputusan dengan baik dan lebih mencintai diri sendiri. Di samping itu, kepribadian yang lebih baik juga membuka kemungkinan untuk mengatasi kelemahan dan meningkatkan kekuatan dalam diri.

Hal-Hal yang Menghambat Usaha Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Setiap orang atau setidaknya sebagian besar dari kamu tentu ingin menjadi pribadi yang menarik dalam pergaulan. Namun saat keinginan sudah ada, usaha yang dilakukan seakan tidak membawa kemajuan. Muncul satu pertanyaan besar. Apa yang membuat setiap usaha yang dilakukan tidak membawa hasil seperti yang diharapkan?

Sebelum memutuskan untuk berhenti berusaha, ada baiknya kamu istirahat sejenak. Siapa tahu hal-hal berikut ini masih ada dalam dirimu.

● Sifat Apatis
Tidak akan pernah ada kata menjadi pribadi yang lebih baik jika di dalam dirimu masih ada pikiran-pikiran negatif, khususnya apatis. Pikiran seperti ini seperti racun yang akan menggerogoti mental hingga menjauhkanmu dari cita-cita yang ingin diraih. Sifat apatis akan mengikis motivasi. Usaha yang dilakukan seakan tidak berarti dan tanpa gairah.

Jika kondisi seperti ini dibiarkan tanpa solusi, kamu akan semakin terjerumus pada sifat malas. Perspektif negatif juga akan menyusul hingga membuatnya menjadi hal pertama yang selalu mendapat perhatian lebih. Jadi coba pikirkan kembali. Apa mungkin kamu menjadi pribadi yang lebih baik jika kamu sendiri tidak memiliki motivasi dan tidak peduli?

● Suka Menyepelekan
Kalau ingin hidup tenang dan bahagia, hidup sebaiknya dibawa santai. Statement seperti ini memang tidak sepenuhnya salah. Namun kamu juga harus hati-hati. Kalau sampai kebablasan, kamu bisa terjerumus pada kecenderungan suka menyepelekan. Sifat suka menyepelekan bisa membuat usahamu untuk menjadi pribadi yang lebih menyenangkan kandas di tengah jalan.

Semua hal dianggap enteng, hingga puncaknya, semua hal yang disepelekan tidak ditindaklanjuti dan dianggap selesai begitu saja. Kalau usaha yang dilakukan seakan tidak membawa hasil, coba introspeksi. Mungkin saja selama ini kamu masih memiliki sifat suka menyepelekan.

● Suka Menunda
Menjadi pribadi yang lebih baik tidak bisa terwujud tanpa usaha. Selama belum ada tindakan nyata, kamu tidak akan sampai ke mana-mana. Keinginan tersebut hanya akan menjadi mimpi yang tidak jelas kapan terwujudnya. Entah karena malas atau alasan lainnya, orang terkadang memilih untuk menunda. Alih-alih melakukan apa yang bisa dilakukan pada saat itu juga, banyak dari mereka yang justru diam dan memilih waktu lain untuk mengambil langkah nyata. Semakin lama menunda, hasil yang diharapkan juga akan ikut tertunda. Jadi jika kamu masih memiliki kebiasaan seperti ini, pastikan untuk segera mengakhirinya.

● Foya-foya
Kualitas diri seseorang dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengendalikan keinginan, termasuk dorongan untuk berfoya-foya. Kesenangan sementara seperti foya-foya pada dasarnya tidak membangun, terlebih mendekatkan dirimu pada pengembangan diri. Kebiasaan suka berfoya-foya juga memiliki dampak serius pada kondisi keuangan.

Kesulitan dalam membedakan antara kebutuhan dengan keinginan bisa menguras isi dompet. Jika dilihat dari sisi pengembangan diri, foya-foya justru akan menciptakan pribadi yang lebih didorong oleh keinginan. Hal tersebut jelas bertolak belakang dengan tujuan dari pribadi yang lebih baik.

● Menyia-nyiakan Waktu
Waktu merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Jika sudah hilang, tidak ada kesempatan untuk mengulang. Inilah yang gagal dipahami oleh mereka yang memiliki kebiasaan menyia-nyiakan waktu. Padahal, kecenderungan untuk membuang waktu demi bersenang-senang justru menjauhkan diri dari pengembangan pribadi.

Waktu yang ada seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin. Bukan berarti tidak boleh bersenang-senang. Hanya saja, kamu harus bisa mengendalikan diri dan tahu batasan. Setidaknya, waktu yang dimiliki harus didominasi untuk mengembangkan diri.

● Lingkungan yang Tidak Mendukung
Jika kelima penghambat yang telah disebutkan diatas terlahir dari dalam diri, beda halnya dengan yang satu ini. Lingkungan merupakan faktor eksternal yang berada di luar kendali. Meski demikian, perannya begitu besar dalam usaha mengembangkan diri. Kamu mungkin tidak apatis, tidak suka menyepelekan dan juga menghargai waktu.

Namun jika berada di lingkungan yang kurang kondusif, menjadi pribadi yang lebih baik jelas akan terasa sulit. Dalam kondisi seperti ini, ada baiknya kamu memperbarui lingkaran pertemanan dan mengelilingi diri dengan orang-orang yang positif. Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang memiliki kemauan kuat untuk terus berkembang. Dengan demikian, motivasi mereka akan menular dan menjaga semangatmu untuk terus berusaha.

Cara Tepat untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Upaya memperbaiki diri dapat dimulai dari memahami penyebab gagalnya usaha yang telah dilakukan selama ini. Namun tidak cukup sampai disitu saja, kamu juga harus melengkapinya dengan implementasi cara menjadi pribadi yang menarik yang aplikatif. Untuk lebih jelasnya, berikut tips menjadi pribadi yang menarik yang bisa mulai kamu terapkan.

● Introspeksi Diri
Untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mulailah dengan introspeksi diri. Kenali diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Kelebihan yang ada bisa dijadikan sebagai aset untuk kemudian dikembangkan lebih lanjut. Di sisi lain, kekurangan yang ada dapat dijadikan acuan perihal apa saja yang perlu diperbaiki.

Saat introspeksi diri, tidak ada salahnya meminta pendapat dan penilaian dari orang yang dapat dipercaya. Penilaian mereka mungkin tidak selalu objektif. Namun satu hal yang pasti, penilaian tersebut bisa memberimu perspektif baru.

● Bentuk Karakter yang Baik
Apa yang baik harus ditingkatkan dan semua yang buruk harus diperbaiki atau setidaknya lebih dikendalikan. Inilah inti dari pengembangan diri. Kamu juga harus tahu karakter seperti apa yang ingin kamu bangun. Dengan mengetahui karakter apa yang diinginkan, kamu akan lebih mudah dalam mengambil tindakan.

Selanjutnya bentuk karakter yang lebih baik melalui tindakan dan usaha yang berkesinambungan. Mulailah dengan melakukan hal-hal baik dan sederhana. Ubah hal tersebut menjadi kebiasaan. Dengan konsistensi, karakter baik yang kamu inginkan akan terbentuk secara alami.

● Terus Belajar
Jangan menganggap bahwa belajar adalah pekerjaan seorang pelajar. Selama nafas masih berhembus, selama itu juga proses belajar harus terus dilakukan. Menjadi pribadi yang lebih baik adalah perjalanan seumur hidup. Karena itulah, kamu harus terus belajar. Proses belajar dapat dilakukan dengan banyak cara. Selain membaca buku pengembangan diri, kamu juga bisa ikut seminar atau berdiskusi dengan orang lain. Dengan cara ini, proses belajar akan terasa lebih hidup dan menyenangkan.

● Berpikiran Positif dan Terbuka
Jika ada satu kesamaan di antara orang-orang sukses dan berkepribadian menarik, hal tersebut pastilah kecenderungan mereka dalam berpikir positif. Orang-orang seperti ini memahami bahwa pikiran positif akan menarik hal-hal positif lain ke dalam dirinya. Untuk menjadi pribadi yang lebih menarik, kamu juga harus memiliki pikiran yang terbuka.

Pikiran seperti inilah yang akan membantu menyerap hal-hal baru yang baik untuk dirimu. Tanpa pikiran yang terbuka, kamu akan terjebak pada kondisi saat ini. Mengembangkan diri akan terasa sangat sulit, bahkan mustahil.

● Selalu Ramah
Bersikap ramah bisa mengubah banyak hal. Bukan hanya untuk memberi impresi positif kepada orang lain, keramahtamahan juga menunjukkan kualitasmu sebagai seorang individu. Jika dilakukan secara berkelanjutan, impresi tersebut akan tumbuh menjadi karakter dan berkembang menjadi kepribadian.

Sikap ramah bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana. Dimulai dari senyum dan bertutur kata dengan cara yang santun, hal-hal sederhana seperti ini akan membentuk pribadi yang lebih baik. Tentu saja, kamu juga harus konsisten dalam mengaplikasikannya.

● Berpikir ke Depan dan Memiliki Tujuan
Menjadi pribadi yang lebih baik adalah perjalanan panjang yang butuh waktu seumur hidup untuk menjalaninya. Hal tersebut bisa diraih hanya dengan terus melangkah. Namun agar tidak sampai salah langkah, kamu juga harus berpikir ke depan. Disisi lain, kamu juga harus tahu tujuan yang ingin dicapai. Tujuan inilah yang menggerakkanmu untuk terus berusaha. Disamping itu, tujuan yang kamu miliki juga bisa menjadi acuan tentang pencapaianmu.

● Selalu Bersyukur
Tidak cepat berpuas diri adalah kunci untuk mengembangkan diri. Meski demikian, hal tersebut juga harus diimbangi dengan bersyukur. Rasa syukur inilah yang akan menjadi pemberhentian untuk mengistirahatkan diri. Bersyukur bisa mengingatkanmu bahwa setiap usaha yang dilakukan sejatinya tidak ada yang sia-sia. Semua ada manfaat dan hasilnya. Tanpa rasa syukur, hidup akan terasa melelahkan. Disamping itu, bersyukur juga membantu melihat setiap pencapaian kecil yang sudah dicapai.

Menjadi pribadi yang lebih baik juga harus dibarengi dengan keyakinan kuat untuk berubah. Bukan sekedar keyakinan tak berdasar, kamu juga harus memiliki alasan yang mendasari kenapa ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Alasan tersebut harus terus diperbaharui seiring dengan pencapaian yang berhasil kamu raih.

Perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Selama prosesnya, tantangan akan datang silih berganti. Pada satu waktu, ada kalanya kamu dituntut untuk mengerahkan segala daya upaya. Untuk itulah, tips menjadi pribadi yang menarik juga harus didukung dengan kesabaran.


Kembali ke reportase....
Welcome July!! The month of perfection!!! Orang di negara sub tropis menyebut Bulan July adalah bulan terpanas. Semoga Bulan July membawa kesempurnaan dalam hidup kita para Spartan. Dan membuat Sparta semakin HOT dan selalu jadi yang terdepan he he he....

Turnamen mingguan Sparta kali ini, menggulirkan takdir yang sama buat Apin. Dia bak mendapat durian runtuh untuk yang kedua kalinya, karena mendapatkan partner yang bagus, yaitu Canggih untuk kedua kalinya. Dan mereka sesempurna itu mengulang sejarah bertandem menjadi juara turnamen mingguan Sparta untuk kedua kalinya. Kualitas permainan Apin yang sudah sangat mumpuni, menjadi kekuatan ganda saat dipadukan dengan skill Canggih. Tak diragukan lagi dari hasil drawing mereka adalah unggulan teratas.

Sebagai unggulan kedua pasangan Anjar dan Harya, semulus itu menjemput takdirnya sebagai runner up minggu ini. Perjalanan pasangan ini tak terkalahkan di babak penyisihan grup hingga semifinal. Tapi apa daya di final mereka harus menyerah ditangan Canggih dan Apin dengan poin 42-34.

Ada 2 pasangan lagi yang admin unggulkan akan menempati posisi 4 besar. Mereka adalah pasangan Alex dan Fatoni, lalu pasangan El dan Hendy. Tapi El dan Hendy malah rontok di penyisihan grup. Sebenarnya ada pasangan tak begitu diperhitungkan justruyang justru lolos ke semifinal, yaitu Vero dan Peter. Bahkan boleh dibilang mereka adalah lawan yang paling tangguh buat  Canggih dan Apin. Mereka hampir saja membuat Canggih dan Apin ngesot di babak semifinal. Namun sayang di posisi poin 40-40, dan pasangan Vero dan Peter lagi giliran service, namun karena lawan meminta break karena adzan ashar berkumandang. Saat pertandingan berlanjut Vero dan Peter seperti kehilangan momentum, dan mereka harus kalah secara tragis dengan 40-42.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Canggih dan Apin

Juara 2 Anjar dan Harya

Juara 3 Alex dan Fatoni / Vero dan Peter 

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta kali ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Just be a better version of yourself. Just be you!! Sekian reportase Sparta kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Bye...
 

Minggu, 26 Juni 2022

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 26 Juni 2022

 "Sincerity makes the very least person to be of more value than the most talented hypocrite."

Charles Spurgeon

Salah satu unsur yang penting dalam kehidupan  untuk dilatih dan dikembangkan adalah Ketulusan. Ketulusan adalah milik semua orang dan semua orang memiliki potensi ketulusan. 

Ketulusan adalah kesungguhan, kejujuran, bersih hati dan benar-benar keluar dari hati sanubari.  Perbuatan tulus, baik melalui pikiran, ucapan, maupun tindakan niscahya mendatangkan pengaruh positif bagi diri sendiri secara khususnya dan memberikan rasa senang bagi orang lain secara umumnya. 

Kata ketulusan dalam bahasa Inggris adalah sincerity. Menurut Dictionary.com, ketulusan atau sincerity adalah freedom from deceit, hypocrisy or duplicity; probity in intention or in communicating earnestness yang berarti bebas dari ketidakjujuran, kemunafikan atau sifat bermuka dua; kebersihan hati dalam niat atau dalam menyampaikan dengan kesungguhan. Dalam realita sehari-hari, kita semakin sulit menemukan orang yang melakukan segala sesuatu dengan ciri-ciri tersebut. Semakin banyak orang yang melakukan suatu perbuatan baik karena didorong oleh motif-motif tertentu.

Teng Hui, Motivator sekaligus penulis buku Kunci Kebahagiaan, mengatakan sering kita beranggapan keliru, bahwa ketulusan itu harus berasal dari penilaian atau pengakuan orang lain. Ketulusan tidak tergantung penilaian ataupun pengakuan orang lain, tetapi ada atau tidak adanya ketulusan itu, diri kita sendirilah yang mengetahui dengan jelas dan pasti jenjang ketulusan kita.

Di sisi lain, kita juga perlu menerima dan menghargai ketulusan orang lain.  Poin ini pun mampu mendatangkan pengaruh sangat positif bagi diri kita. Ketulusan itu berlaku untuk diri sendiri, untuk orang lain dan untuk lingkungan. 

Kita tulus kepada diri sendiri, di antaranya:

1. Tulus dalam mengakui dan menerima kekurangan diri sendiri, dengan berpikir bahwa umumnya setiap orang memiliki kekurangannya masing-masing, punya jenjangnya sendiri-sendiri.

2. Tulus dalam memuji diri sendiri di saat telah melakukan suatu hal yang terpuji atau di saat sedang melakukan perbuatan kebajikan yang mendatangkan pahala untuk diri sendiri. 

3. Tulus dalam menunaikan tugas-tugas pribadi, baik dalam hal duniawi, berupa mencari kebutuhan hidup dan bermasyarakat, maupun hal spiritual yaitu meminimalkan sisi-sisi buruk diri sendiri dan mengembangkan nilai-nilai kebajikan. 

4. Tulus dalam bersikap, bertutur kata, ataupun memberi barang materi, jasa, pengetahuan, dan nasihat kepada orang lain. 

5. Tulus dalam menerima dan menyikapi realita hidup. 


Kita tulus kepada orang lain, di antaranya:

1. Tulus menerima sikap, tutur kata, ataupun barang materi, jasa, pengetahuan, nasihat dan sebagainya dari orang lain. 

2.Tulus dalam mengakui dan menerima keterbatasan dan kekurangan orang lain.

3. Tulus dalam memuji sisi positif ataupun keberhasilan orang lain. 

Kita harus tulus kepada lingkungan, di antaranya tulus menghargai keberadaan satwa, tanaman, dan segenap alam semesta.  

Orang bijak menjunjung tinggi ketulusan kepada diri sendiri, kepada orang lain, dan kepada lingkungan, baik sebagai pihak yang memberi maupun menerima. 

Ketulusan orang bijak tidak tergoyahkan oleh apapun, apalagi sekadar oleh perolehan materi, kekuasaan, ketenaran, kenikmatan duniawi. 

Teng Hui mengatakan, mata batin kita senantiasa melihat, mendengar, merasakan, dan menyadari ketulusan kita.  Mata batin bertindak untuk menilai, mengakui, menghargai, dan menghormati ketulusan kita sendiri. 

Ketulusan itu mempunyai kekuatan yang luar biasa, karena bisa menciptakan perjuangan menjadi konsisten dan terbebas dari keluhan.  Mulianya ketulusan memiliki kekuatan melebihi kekayaan harta menteri, kekuasaan, dan ketenaran


Kembali ke reportase....  Turnamen mingguan edisi minggu ke-20 tahun 2022, diikuti oleh 18 orang Spartan. Jujurly, admin sempat was-was yang hadir di turnamen mingguan Sparta minggu ini akan sedikit banget, karena beberapa orang yang biasanya rajin datang, tadi pada berhalangan. Rupanya perkiraan jauh dari kenyataan, syukurlah.

Drawing untuk fase grup minggu ini dibagi menjadi 2 grup; Grup A dihuni oleh 5 pasang dan grup B dihuni oleh 4 pasang. Dua orang Spartan yang tidak jadi hadir di turnamen mingguan boleh dibilang merubah kekuatan persaingan. Karena ada 2 pasang yang terpaksa bertukar pasangan. Kehadiran Fatoni yang tadinya hanya bertujuan untuk mabar saja karena lagi cidera. Sangat membantu kelancaran berjalannya turnamen minggu ini. Dengan jurus bujuk rayu admin, akhirnya dia bersedia untuk menggantikan orang yang batal hadir.

Dari hasil drawing, admin memprediksikan pasangan Romy P dan Iyan akan menjadi kandidat terkuat sebagai pemuncak turnamen minggu ini. Unggulan  berikutnya adalah pasangan Ferry dan Fatoni. Fatoni sekalipun dalam kondisi cidera tapi menurut admin dia masih cukup berbahaya.

Namun prediksi admin sedikit meleset. Karena Romy P dan Iyan terjegal langkahnya di final, dan harus puas sebagai runner up. Lalu Ferry dan Fatoni harus puas menjadi semifinalis saja. Rama dan Rizaldi membuat kejutan dengan menjadi kampiun minggu ini. 

Hasil penyisihan grup A menempatkan Rama dan Rizaldi sebagai juara grup, lalu El dan Peter sebagai runner up-nya. Sementara di grup B, Romy P dan Iyan sukses menjadi juara grup, lalu Ferry dan Fatoni sebagai runner up-nya.

Hasil drawing semifinal kembali mempertemukan sesama pesaing di masing-masing grup. Dan tanpa balas, para juara grup kembali mengalahkan runner up-nya di semifinal. Romy P dan Iyan menang atas Ferry dan Fatoni dengan 42-36. Sementara di bagan bawah Rama dan Rizaldi mengalahkan El dan Peter dengan 42-34.

Pada babak final permainan Romy P dan Iyan nampak sangat menurun, padahal di fase penyisihan grup, mereka sukses melibas semua lawan-lawannya dengan poin dibawah 30. Namun di final mereka seperti kehilangan touch permainan mereka. Bonding keduanya di lapangan sepertinya mulai kendor. Rama dan Rizaldi 'menggila'. Mereka ngegas mulai dari set pertama. Mereka langsung melesat meninggalkan perolehan poin lawannya. Bahkan jarak perolehan poin pernah mempimpin dengan selisih 7 poin. Romy P dan Iyan beberapa kali mempersempit selisih poin hinggal 3 poin, namun dengan segera melebar lagi. Set pertama ditutup dengan 21-15. Pada set ke-2, tempo permainan menjadi lebih cepat. Rally-rally panjang, adu drive dan saling gempur dengan smash sering membuahkan poin buat kedua pasangan finalis ini secara bergantian. Di poin-poin jelang akhir set ke-2 Romy P dan Iyan nampak mengeluarkan efforts yang lebih dalam menjangkau dan mengembalikan bola ke lawan mereka. Perolehan poin pun semakin mendekat. Tapi sayang upaya-upaya Romy P dan Iyan itu belum berbuah menjadi juara. Mereka kalah tipis 40-42 dari Rama dan Rizaldi. Rama dan Rizaldi minggu ini mencatatkan nama mereka sebagai juara yang tak terkalahkan, mulai dari fase grup hingga ke final. Selamat Rama dan Rizaldi yang sudah berhasil menjadi juara minggu ini.

Inilah nama-nama juara pada turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-20 tahun 2022;

Juara 1 Rama dan Rizaldi

Juara 2 Romy P dan Iyan

Juara 3 Ferry dan Fatoni / El dan Peter

Dan dibawa ini adalah catatan selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta kali ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Di sekeliling kita masih banyak orang yang memiliki hati yang tulus, Jika kamu tidak menemukannya; jadikanlah diri kamu salah satunya. Sekian reportase Sparta kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Ciao....


 

Minggu, 19 Juni 2022

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 19 Juni 2022

“Self-Improvement and success go hand in hand. Taking the steps to make yourself a better and more well-rounded individual will prove to be a wise decision.“

Frank Long

Pernahkah Anda mendengar pepatah yang berbunyi, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”? Pepatah tersebut bukanlah membicarakan tentang cuaca kemarin dan hari ini, melainkan diri Anda sekarang dengan yang lalu. Nah, dari pepatah ini juga terselip pelajaran hidup mengenai self improvement. Sebenarnya, apa itu self improvement dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut.


Apa itu self improvement?

Sebagian dari Anda mungkin paham dengan istilah ini, tapi kesulitan untuk menjelaskannya dalam kata-kata. Secara sederhana, Anda bisa mengartikan self improvement sebagai peningkatan diri.

Versi lengkapnya, self improvement adalah upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas diri agar menjadi orang yang lebih baik. Ini bisa meliputi pengembangan bakat dan potensi dalam mewujudkan impian, meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan, serta meningkatkan kesadaran dan identitas diri.

Peningkatan diri sebenarnya tidak hanya diterapkan pada seorang individu saja, tapi juga diterapkan organisasi pada sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.

Pentingnya self improvement dalam diri Anda

Ada banyak alasan kenapa peningkatan diri itu penting bagi hidup Anda.

Pertama, peningkatan diri bisa meningkatkan kesadaran diri. Pasalnya, hal baik maupun buruk pasti akan Anda hadapi setiap harinya. Nah, dengan adanya peningkatan diri, Anda jadi lebih mengenal kepribadian, cara berpikir, dan perasaan yang Anda rasakan ketika dihadapkan hal baik maupun buruk.

Kedua, peningkatan juga bisa membantu Anda mengenal apa saja kemampuan yang dimiliki dan seberapa besar batasnya. Hal ini akan memberi Anda pemahaman yang lebih baik untuk menetapkan tujuan dan cara mewujudkannya.

Ketiga, self improvement ternyata memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Anda tidak akan termenung meratapi kegagalan, tidak lagi membenci diri sendiri, dan belajar untuk mencintai diri sendiri.

Bukan hanya pada diri sendiri saja, Anda juga akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitar. Secara langsung, ini bisa menghindari Anda dari stres berat dan penyakit mental yang perlu pengobatan.

Bagaimana cara memulai self improvement?

Peningkatan diri dapat Anda libatkan dalam menjalani aktivitas setiap hari. Berikut ini adalah beberapa contoh kecil yang bisa Anda ikuti untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin.

1. Berusaha untuk tidur lebih baik

Menonton film atau bermain ponsel hingga larut malam, bahkan begadang, bisa mengurangi waktu tubuh untuk beristirahat. Keesokannya Anda akan mengantuk, mudah marah, dan akhirnya suasana hati jadi keruh. Kondisi ini tentu akan membuat Anda tidak bisa menjalani hari dengan baik, bukan?

Jika sudah punya self improvement, Anda tentu akan berpikir bahwa, “Wah, aku begini karena begadang kemarin. Hari ini dan seterusnya aku harus tidur tepat waktu.”

Pikiran seperti ini timbul karena Anda sudah mengenal perilaku yang Anda lakukan itu salah dan menyadari bahwa tubuh Anda perlu dijaga kesehatannya. Anda bisa memperbaiki kualitas tidur dengan menghindari hal-hal yang mengganggu tidur, tidak minum kopi di sore hari, dan mandi air hangat sebelum tidur untuk melemaskan otot-otot tubuh yang menegang karena beraktivitas seharian.

2. Lebih peka terhadap sekeliling

Sebelumnya, Anda mungkin tipe orang yang cuek. Akan tetapi, setelah ada peningkatan dalam diri, Anda akan merasa bahwa sikap ini perlu diubah. Pasalnya, untuk meningkatkan diri, Anda harus lebih peka dengan kondisi dan orang-orang di sekeliling.

Anda akan berusaha mengenali orang-orang di sekitar, mungkin dengan memberi sapaan “hai” atau “selamat pagi” saat masuk ke kantor, atau dengan menggangguk dan tersenyum ketika bertatapan mata dengan teman kantor.

Dengan menerapkan contoh self improvement ini, kemungkinan besar orang lain akan merasakan kehadiran Anda. Di samping itu, koneksi antara Anda dengan yang lain juga akan tercipta, meskipun Anda tidak memiliki hubungan dekat dengan mereka.

3. Berbuat baik pada orang lain dan diri sendiri

Selain menjadi pribadi yang lebih ramah, peningkatan diri juga bisa diwujudkan dengan berbuat baik pada orang sekitar. Kenapa? Berbuat baik kepala orang lain membuat perasaan Anda juga jadi lebih baik dan bahagia, bukan? Di samping itu, tindakan ini juga menjadi tanda bahwa Anda bersyukur dengan apa yang Anda miliki dan rasakan.

Berbuat baik dapat mencakup banyak hal, contoh memberikan donasi kepada yang membutuhkan, memberikan tempat duduk di transportasi umum kepada prioritas, membuang sampah pada tempatnya, mendonorkan darah, atau memberi makan kucing jalanan.

Berbuat baik tidak hanya pada orang lain saja, tapi juga pada diri sendiri. Caranya adalah membuat diri Anda menjadi lebih sehat dan bahagia lewat langkah-langkah yang sehat. Anda bisa meningkatkan ketentraman hati dengan lebih rajin beribadah, meningkatkan kesehatan dengan menjaga pola makan, dan self-reward atas keberhasilan yang dicapai.

4. Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain

Setiap manusia pasti pernah berbuat salah, termasuk Anda dan orang di sekitar Anda. Setelahnya, Anda pasti merasakan perasaan bersalah dan ada pula yang merasakan kebencian.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa hidup dengan penuh penyesalan, rasa sakit hati, dan kebencian pada diri sendiri maupun orang lain, pada akhirnya akan merugikan diri sendiri.

Anda jadi lebih mudah berpikiran buruk, suasana hati juga memburuk, dan ini bisa menyebabkan stres, menurunkan sistem imun, dan meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti dilansir dari situs yang dikelola University of Minessota.

Dengan self improvement, Anda tidak akan berdiam diri dan terpuruk dalam penyesalan. Anda akan bangkit dan mencoba berdamai dengan diri sendiri dan orang lain yang pernah membuat Anda kecewa. Melepaskan semua tekanan tersebut membantu Anda melangkah maju.


Kembali ke reportase....  Memasuki minggu ke-3 Bulan Juni, turnamen mingguan Sparta yang digelar hari ini adalah edisi minggu ke-19 tahun 2022. Di turnamen mingguan kali ini kita kedatangan 2 orang  pendatang baru, mereka adalah Faisal R dan Canggih. Jadi sebuah catatan penting dimana Canggih yang baru pertama bergabung dan berpartner dengan Apin  langsung sukses melesat menjadi juara minggu ini.

Dibabak penyisihan pasangan Apin dan Canggih hanya menempati posisi runner up grup A karena kalah dari Anton dan Adi Putra, yang keluar sebagai juara grup. Sementara di grup B secara mengejutkan pasangan Dian Tsauri dan Fatoni menempati posisi juara grup, mengalahkan pasangan-pasangan lain yang secara diatas kertas lebih diunggulkan. Sementara pasngan Nugi dan Andre, menjadi runner up-nya.

Hasil drawing babak semifinal mempertemukan lawan secara menyilang. Pada bagan atas ada  Dian Tsauri dan Fatoni  VS  Apin dan Canggih. Dan pada bagan bawah berhadapan Anton dan Adi Putra VS Nugi dan Andre. 

Di semifinal Dian Tsauri mengalami muntah-muntah karena kecapean, ditambah belum makan dari pagi. Hal ini menyebabkan pasangan Dian Tsauri dan Fatoni harus retired dari lawannya, pasangan Apin dan Canggih pada posisi score 18-25. Lalu pada laga semifinalis lainnya;  Anton dan Adi Putra secara gemilang menghentikan langkah Nugi dan Andre dengan 42-30.

Pada babak final kondisi kesehatan Adi Putra yang mulai ngedrop, keadaan tersebut boleh dibilang justru menjadi advantage buat pasangan Apin dan Canggih. Tapi memang tak bisa dipungkiri Apin dan Canggih memang tampil lebih bagus dari pertemuan sebelumnya di babak penyisihan dengan pasangan Anton dan Adi Putra. Mereka mulai dari set pertama langsung tancap gas, meninggalkan perolehan poin lawannya. Rentang jarak perolehan poin cukup jauh. Set pertama ditutup dengan 21-11. Pada set ke-2, Apin dan Canggih makin solid. Mereka  melesat menambah pundi-pundi perolehan poin hingga terentang jarak 17 poin. Anton dan Adi Putra beberapa kali mengumpulkan poin demi poin, mencoba mendekati perolehan poin lawannya. Namun apa daya, jarak yang terlalu jauh sepertinya mustahil untuk disusul. Babak final ditutup dengan 42-25 untuk kemenangan  Apin dan Canggih.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Apin dan Canggih

Juara 2 Anton dan Adi Putra

Juara 3 Dian Tsauri dan Fatoni / Nugi dan Andre

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta kali ini, disertai dengan update ranking dan akumulasi perolehan medali Sparta; 

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase Sparta kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Zaman selalu berubah dan berkembang dengan cepat. Jika kita hanya berdiam diri ditempat maka kita akan jauh tertinggal. Self improvement akan menjadi self armour kita dalam menghadapi kehidupan ini.

Minggu, 12 Juni 2022

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 12 Juni 2022

 “You will achieve what you want to achieve, only if you can cope with the theory of altruism.”

Michael Bassey Johnson

Altruisme merupakan istilah modern dari kata Empati, kata ini sendiri pertama kali diciptakan oleh seorang filsuf bernama Auguste Comte. Kata altruisme ini berasal dari bahasa Perancis yaitu Autrui atau dalam bahasa Latin disebut juga sebagai Arteri yang memiliki arti orang lain. Dari sini dapat dipahami bahwasannya kata ini menggambarkan orang lain di luar dirinya sebagai fokus utama. Altruisme sebagai perilaku yang dilakukan seseorang, semata-mata untuk kebahagiaan orang lain. Sifat dan perilaku ini diperkuat dengan keinginan serta tekad yang dimiliki seseorang dalam mencapai suatu tujuan mensejahterakan orang lain.

Bagi beberapa orang hal ini sulit dipahami, sebab apa yang akan seseorang dapatkan dengan berlaku demikian. Terlebih jika seseorang melakukan perilaku ini semata membantu dan bukan karena merasa bahwa hal ini sebagai sebuah kewajiban, altruisme juga dikenal sebagai perilaku yang dilakukan tanpa pamrih atau tanpa mengharapkan imbalan.

Altruisme dapat menjadi keadaan pikiran sesaat atau menjadi perilaku permanen dan value hidup seseorang. Pada intinya altruisme merupakan suatu pikiran yang baik dan didorong oleh perasaan prihatin terhadap orang lain. Kepedulian besar yang dimiliki seseorang untuk mensejahterakan kehidupan orang lain, serta dalam beberapa kasus tertentu, ditemukan bahwa perilaku ini dapat membahayakan Kesehatan dan kesejahteraan dirinya sendiri. Sebab bahwa hal yang berlebihan tak akan berdampak baik, begitu juga dengan perilaku ini. Mengapa seseorang dapat begitu mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan dirinya sendiri?

Hal ini biasanya terjadi tanpa disadari, sebenarnya kehidupan sehari-hari dipenuhi dengan tindakan altruistik kecil yang berulang, dari menahan pintu untuk orang asing hingga memberikan uang kepada orang yang membutuhkan. Kisah-kisah dalam berita juga sering kali berfokus pada kasus-kasus altruistik yang lebih besar lagi, seperti Ketika seorang pria yang menyelam ke sungai yang sedingin es hanya untuk menyelamatkan orang asing yang tenggelam atau seorang pemberi dana yang memberikan uang jutaan rupiah kepada badan amal setempat. Beberapa contoh lain yang mencerminkan sifat Altruisme diantaranya:

  • Saat seseorang melakukan sesuatu dalam membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan.
  • Saat seseorang melupakan hal-hal yang dapat membawa keuntungan pribadi jika menimbulkan biaya bagi orang lain.
  • Saat seseorang membantu seseorang meskipun terdapat biaya atau risiko pribadi yang harus ditanggung
  • Berbagi sumber daya dengan orang lain bahkan saat diri sendiri sedang menghadapi kesulitan bahkan kelangkaan.
  • Menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain.

Teori Altruisme

Berikut ini adalah berbagai teori mengapa seseorang melakukan altruisme:

1. Teori Evolusi

Dahulu kala, ketika seleksi alam masih sangat kuat, tiap spesies kemudian melakukan berbagai cara untuk dapat bertahan hidup serta mempertahankan garis keturunannya. Terdapat salah satu cara yang mereka lakukan diantaranya dengan saling menolong diantara para anggota keluarganya. Seiring dengan adanya evolusi, mekanisme pertahanan ini tersisa dalam diri manusia dalam bentuk altruisme.

2. Teori Lingkungan

Sebuah studi juga menunjukkan bahwa interaksi dan hubungan baik dalam suatu lingkungan memiliki pengaruh besar dalam mendorong tindakan altruisme pada orang-orang di lingkungan tersebut. Misalnya pada anak yang orang tuanya memberi contoh sikap altruisme dalam lingkungan rumah kemungkinan besar akan menjadi altruis di kehidupannya, baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

3. Teori Norma Sosial

Orang-orang tentunya akan lebih tertarik dalam bekerja sama dengan orang yang suka menolong. Pada sisi lainnya, sikap ini juga akan membuka utang budi. Jadi, suatu saat ketika seorang altruis membutuhkan pertolongan, orang lain tidak akan segan dalam membantu seseorang.

4. Teori Penghargaan

Altruisme sendiri kemudian akan menghasilkan imbalan atau penghargaan. Namun, di alam bawah sadar, ada imbalan berbentuk rasa bahagia dan puas terhadap diri sendiri yang kemudian muncul setelah berbuat kebaikan. Perasaan seperti ini kemudian akan membuat seseorang mau melakukan sikap altruisme. Selain yang telah disebut di atas, masih terdapat beberapa teori di balik mengapa seseorang mau melakukan altruisme. Sebuah teori mengatakan altruisme dapat melepaskan perasaan negatif dan stres dalam diri seseorang, karena ia jadi dapat membuat seseorang merasa bersyukur saat melihat ada orang yang lebih kesulitan dari darinya. Altruisme kemudian sering dihubungkan dengan rasa empati. Seseorang kemudian akan lebih terdorong untuk melakukan altruisme jika melalui kemampuan berempatinya kuat. Rasa empati pada anak kecil yang bau berkembang pesat di usia 2 tahun ke atas. Hal ini sebabnya sebabnya anak usia di bawah 2 tahun masih sering bersikap posesif dan tidak mau berbagi.

Apakah Altruisme Itu Penting?

Pada dasarnya, segala kebaikan yang dilakukan tanpa pamrih dalam membantu orang lain adalah bentuk tindakan terpuji. Dari beberapa penjelasan juga sudah diketahui bahwa tindakan ini akan mendatangkan keuntungan juga bagi para pelakunya, baik itu secara sosial atau psikis. Selain itu, altruisme juga dikaitkan dengan kesehatan fisik dan yang lebih baik, serta angka harapan hidup yang lebih tinggi. Meski demikian, perlu diingat bahwa naluri menolong orang lain harus diimbangi dengan naluri untuk bertahan hidup. Ketika altruisme dijalankan tanpa rem, bisa-bisa sikap ini malah akan berdampak buruk pada diri sendiri. Misalnya jika kamu tidak dapat berenang, tetapi memaksakan diri ingin membantu orang yang tenggelam.

Sikap altruisme di sini kemudian termasuk berlebihan dan tidak bijak. Korban yang ingin diselamatkan jadi tidak tertolong dan kamu pun turut menjadi korban. Jika kamu merasa pernah atau bahkan sering berakhir merugi karena menolong orang lain, mungkin kamu perlu mengubah pola pikir. Ingat bahwa dirimu sendiri juga penting dan perlu diutamakan dibanding orang lain. Namun, jika kebiasaan ini sulit dihentikan atau bahkan orang lain hingga mengingatkan bahwa kamu juga perlu memperhatikan diri sendiri, sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan tenaga professional. Dengan demikian diharapkan tindakan altruisme yang kamu lakukan tetap berbuah positif, tanpa merugikan diri sendiri.

Mengapa Seseorang Selalu Bersikap Baik

Mengapa seseorang kemudian dapat selalu berbuat baik terhadap orang lain? Berikut ini beberapa faktor diantaranya:

1. Respon Otak

Ternyata, ketika seseorang menolong melakukan perilaku altruisme, otak kemudian akan memberikan respon yang membuat seseorang merasa bahagia, karena perilaku ini sangat mempengaruhi afeksi kita. Karenanya area otak yang aktif ketika menolong orang lain adalah korteks dan amigdala prefrontal. Area otak ini kemudian akan bertanggung jawab dalam mengatur emosi yang dimiliki oleh seseorang. Ketika seseorang akhirnya melakukan perilaku altruisme maka bagian otak ini akan memunculkan perasaan euforia atau disebut juga helper’s high dan mengaktifkan pusat reward di otak. Hal ini didukung oleh penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli neurobiologi yang menemukan bahwa ketika seseorang berperilaku altruisme seseorang kemudian membuat pusat kesenangan di otak menjadi aktif. Respon otak ini kemudian akan membawa perasaan candu terhadap seseorang.

2. Lingkungan

Sebuah studi yang dilakukan di sebuah universitas ternama, yaitu Stanford University menunjukkan bahwa interaksi dan hubungan dengan orang lain kemudian memiliki pengaruh besar pada perilaku altruisme. Ternyata hal ini kemudian menjadi sesuatu yang telah banyak diperdebatkan oleh para peneliti khususnya psikolog, mereka kemudian mempertanyakan apakah seseorang dapat terlahir dengan kecenderungan dalam menolong orang lain, namun sebuah studi kemudian menemukan bahwa lingkungan sosial kemudian memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku altruisme pada anak-anak. Anak-anak kemudian akan mengamati menolong dan tidak menirunya. Meniru perilaku altruisme dapat mendorong melakukan hal serupa terlebih pada anak-anak yang memang mudah sekali meniru perilaku orang lain.

3. Norma Sosial

Salah satu hal penting yang juga dapat mempengaruhi munculnya perilaku altruisme pada seseorang adalah norma, aturan, dan ekspektasi masyarakat sekitar. Manusia kemudian akan cenderung merasa merasa tak enak, atau merasa “harus” membantu orang lain jika orang tersebut telah melakukan sesuatu untuknya, hal ini merupakan contoh dari norma timbal balik. Perasaan ini kemudian dapat memunculkan keinginan untuk menolong orang lain. Namun perlu disadari bahwa sikap altruisme juga sebagai perilaku yang dilakukan tanpa pamrih atau mengharapkan sesuatu sebagai timbal balik.

4. Imbalan secara Kognitif

Sebelumnya telah disebutkan bahwa perilaku altruisme merupakan perilaku menolong orang lain tanpa imbalan atau tanpa mengharap timbal balik apapun. Namun terdapat imbalan secara kognitif. Imbalan ini dapat berupa pandangan kita terhadap diri kita sendiri setelah membantu orang lain. Kita akan memandang diri kita sebagai orang berempati, baik dan tentunya hal ini akan memberikan perasaan yang nyaman dan diri kita sendiri. Imbalan ini pun dengan respon otak yang muncul ketika kita menolong orang lain.

5. Empati

Orang biasanya juga cenderung lebih terlibat dalam perilaku altruistik ketika mereka merasakan empati terhadap orang yang mengalami kesusahan, sebuah sugesti yang dikenal sebagai hipotesis empati-altruisme. Anak-anak juga cenderung menjadi lebih altruistik saat rasa empati mereka berkembang.

6. Membantu Meredakan Perasaan Negatif

Tindakan altruistik juga dapat membantu dalam meringankan perasaan negatif yang terkait saat seseorang saat melihat orang lain dalam kesusahan, sebuah gagasan yang disebut sebagai model bantuan saat dalam keadaan negatif. Pada dasarnya, melihat orang lain dalam kesulitan akan membawa perasaan kesa, tertekan dan tidak nyaman, tetapi membantu mereka mengurangi perasaan negatif ini.

Altruisme erat juga kaitannya dengan sesuatu yang banyak terjadi saat ini di sekitar kita, yaitu sulitnya mengatakan “tidak” atau yang dikenal juga sebagai people pleaser. Apakah kamu termasuk satu diantaranya? Pertanyaanya adalah kamu melakukannya dengan perasaan nyaman? Atau mungkin kamu melakukannya hanya karena takut dijauhi, takut tidak disukai serta dikucilkan dari pergaulan hingga membuatmu merasa tidak nyaman.

Selain itu kamu juga perlu menyadari dulu hal ini, apakah yang kamu lakukan benar-benar perilaku altruisme atau hanya karena kamu adalah people pleaser. Tentunya menjadi seseorang people pleaser bukanlah hal yang baik untuk dirimu, perilaku menolong yang seharusnya memberikan Bahagia, rasa nyaman, malah membuatmu merasa tidak berdaya bahkan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Karenanya kenali dahulu apa yang sesungguhnya kamu rasakan, tidak ada yang salah ketika kita memang selalu ingin membantu orang lain atau berbuat baik kepada orang-orang disekitar kita, namun kamu tetap harus memperhatikan diri sendiri, jangan sampai untuk berlaku baik kepada orang lain, kita malah tidak berbuat buruk terhadap diri sendiri.


Kembali ke reportase...  Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-18, diramaikan oleh 18 orang Spartan. Suatu kebetulan yang  menyandingkan angka 1818. O ya turnamen kali ini kita kedatangan 3 member baru, tiga orang mahasiswa. Mereka adalah Alvian, Iqbal dan Agun. Selamat datang dan selamat bergabung ya guys!

Admin mengantongi prediksi beberapa pasang unggulan. Namun beberapa unggulan ada yang rontok di R1. Dan malah ada yang hanya lolos sebagai runner up grup, tapi justru mereka bisa merubah takdir mereka, dari runner up, melaju ke final setelah menundukkan Apin dan Peter yang merupakan juara grup B, dan keluar menjadi juara miggu ini. Mereka adalah pasangan Adi Putra dan Andre. Pasangan unggulan lainnya Alex dan Romy P justru kebalikannya. Mereka jadi juara grup dan difavoritkan akan menjadi juara, justru rontok di semifinal di tangan pasangan runner up grup B, Rama dan Harya. Boleh dibilang hari ini adalah harinya para runner up yang berjaya.

Di babak final sebenarnya duet Rama dan Harya cukup apik, mereka pasangan yang seringkali mengeluarkan bola-bola cantik, dan penempatan-penempatan bola yang susah dijangkau lawannya. Harya juga tercatat dalam beberapa minggu ini sedang onfire. Namun permainan cepat dan keras Adi Putra dan Andre mampu meredam dan membungkam lawannya. Lawannya terlihat terbawa pola permainan Adi Putra dan Andre. Pada awal-awal set pertama Adi Putra dan Andre unggul memimpin dengan rata-rata beda 2 poin. Di pertengahan set pertama Rama dan Harya sempat menyamai bahkan unggul 2 poin. Tapi di paruh terakhir set pertama  Adi Putra dan Andre kembali membalikkan keadaan, hinggal set pertama ditutup dengan 21-17. Pada set ke-2, Adi Putra dan Andre makin 'menggila'. Mereka memperjauh jarak perolehan poin hingga 10 poin. Sekali pun beberapa kali perolehan poin lawan mulai mendekat, tapi tetap bisa terjaga dengan beda 4 poin. Final ditutup dengan 42-31 untuk kemenangan Adi Putra dan Andre.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Adi Putra dan Andre

Juara 2 Rama dan Harya 

Juara 3 Alex dan Romy P / Apin dan Peter


Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta kali ini; 

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sampai disini dulu reportase Sparta kali ini. Samapi jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Altruism : selfless concern for the well-being of others. See you...