Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label jkomunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jkomunitas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Februari 2026

Reportase Turnamen Sparta Prosperity Fun Games, 15 Februari 2026

"Your own positive future begins in this moment. All you have is right now. Every goal is possible from here." 

Lao Tzu

Tahun Baru Imlek, atau dikenal sebagai Sin Cia dalam dialek Hokkien, bukan sekadar perayaan pergantian tahun. Perayaan ini merupakan puncak dari kalender lunar Tionghoa yang sarat dengan makna filosofis, spiritual, dan sosial. Malam sebelum perayaan, yang disebut Chúxī (除夕), memiliki arti harfiah “malam penghabisan tahun”, menjadi momen sakral berkumpulnya keluarga.

Bagi masyarakat Tionghoa, baik yang beragama Konghucu, Buddha, maupun tradisi kepercayaan leluhur, Imlek dianggap sebagai momen terpenting untuk melakukan refleksi. Ini adalah waktu untuk bersyukur atas pencapaian setahun yang telah berlalu dan menyucikan hati serta rumah untuk menyambut datangnya keberuntungan, kemakmuran, dan permulaan baru.

Tahun Baru Imlek: Hari Raya Agama atau Budaya?

Pertanyaan ini sering muncul. Pada dasarnya, Tahun Baru Imlek berakar dari tradisi dan budaya masyarakat agraris Tiongkok kuno yang menghormati leluhur dan dewa-dewa. Perayaan ini sangat kuat kaitannya dengan ajaran Konghucu yang menekankan bakti kepada orang tua dan harmoni sosial. Ritual sembahyang kepada leluhur menjadi bagian inti.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Imlek adalah perayaan budaya yang memiliki dimensi spiritual yang kuat. Ia dirayakan oleh berbagai kalangan, tidak terbatas pada pemeluk agama tertentu saja, dan telah menjadi warisan budaya global yang diakui UNESCO.

Berikut versi yang sudah diperbaiki berdasarkan data kalender Tionghoa / astrologi Cina terbaru untuk bagian penanggalan dan penamaan tahun Imlek 2025–2026:

Penanggalan dan Penamaan Tahun: Imlek 2025 & 2026 (Tahun 2576–2577 Kongzili)

Sistem penanggalan Imlek menggunakan kalender lunar (lunisolar), yang ditentukan berdasarkan siklus bulan dan matahari. Tahun baru Imlek selalu jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin, sehingga tanggalnya berbeda setiap tahun dalam kalender Gregorian.

Dalam tradisi Tionghoa, nama setiap tahun tidak hanya mengikuti urutan hewan shio (12 hewan), tetapi juga dipadukan dengan lima elemen (Kayu, Api, Tanah, Logam, Air) yang membentuk siklus 60 tahunan yang dikenal sebagai Ganzhi.

Imlek 2025

Tahun Baru Imlek 2025 jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025 (tanggal 1 bulan zhēngyuè kalender Cina).

Tahun kalender tradisional ini adalah 2576 Kongzili.

Shio untuk tahun ini adalah Ular Kayu (Wood Snake). “Ular” adalah urutan keenam dalam siklus hewan 12 shio, sedangkan “Kayu” adalah unsur yang menyertainya dalam siklus elemen.

Imlek 2026

Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.

Tahun kalender tradisional ini adalah 2577 Kongzili.

Shio dan elemen untuk tahun ini adalah Kuda Api (Fire Horse). “Kuda” merupakan shio ketujuh dalam siklus 12 shio, dan “Api” merupakan unsur yang menyertainya dalam siklus 10 batang langit.

Tradisi Inti Tahun Baru Imlek di Indonesia

Di Indonesia, perayaan Tahun Baru Imlek telah berakulturasi dengan budaya lokal dan dilestarikan secara turun-temurun. Setiap tradisi yang dijalankan memiliki makna filosofis yang mendalam, baik secara spiritual maupun sosial.

1. Bersih-bersih Rumah (Cuci Cia)

Tradisi membersihkan rumah dilakukan beberapa hari sebelum Imlek. Kegiatan ini melambangkan upaya membuang kesialan, energi negatif, dan hal-hal buruk dari tahun yang lama. Pada hari pertama Imlek, aktivitas menyapu, mengepel, dan membuang sampah dihindari karena dipercaya dapat menghilangkan rezeki dan keberuntungan yang baru datang.

2. Warna Merah yang Dominan

Merah menjadi warna utama dalam perayaan Imlek. Warna ini melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, kesejahteraan, serta diyakini mampu menangkal energi negatif.

3. Sembahyang Leluhur dan Ungkapan Syukur

Ritual sembahyang merupakan inti spiritual dalam perayaan Imlek. Keluarga melakukan persembahan di altar leluhur atau kelenteng sebagai bentuk penghormatan, doa, dan rasa syukur atas perlindungan serta rezeki yang diterima.

4. Makan Malam Reuni (Nian Ye Fan)

Makan malam keluarga pada malam Tahun Baru Imlek merupakan tradisi penting. Hidangan yang disajikan memiliki makna simbolis, seperti ikan yang melambangkan kelimpahan, mi panjang sebagai simbol umur panjang, dan kue keranjang sebagai harapan peningkatan rezeki dan keharmonisan.

5. Berbagi Angpao (Hongbao)

Angpao berupa amplop merah berisi uang diberikan oleh mereka yang sudah menikah atau berpenghasilan kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah. Tradisi ini melambangkan berbagi rezeki dan doa keberuntungan.

6. Kunjungan Silaturahmi (Bai Nian)

Pada hari pertama dan kedua Imlek, keluarga saling berkunjung untuk mempererat hubungan, menyampaikan ucapan selamat, serta mendoakan kebaikan di tahun yang baru.

7. Atraksi Barongsai dan Liong

Pertunjukan barongsai dan liong bukan sekadar hiburan, melainkan simbol pengusir energi negatif dan pembawa keberuntungan melalui gerakan yang dinamis dan penuh semangat.

8. Petasan dan Kembang Api

Bunyi petasan dan cahaya kembang api secara tradisional dipercaya dapat mengusir roh jahat serta menyambut tahun baru dengan suasana meriah dan penuh harapan.

Rangkaian perayaan Imlek berlangsung selama 15 hari dan ditutup dengan Cap Go Meh (Festival Lentera) pada malam bulan purnama pertama, yang menandai berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek.

                 -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase...  Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577, Sparta kembali merayakannya dengan Turnamen internal Sparta Prosperity Fun Games. Hanya turnamen sederhana. 

Karena berbarengan dengan menyambut datangnya Bulan Ramadhan, banyak Spartan yang tidak bisa berpartisipasi di turney Sparta Prosperity Fun Games kali ini.




Babak penyisihan grup menghasilkan Rizaldi dan Dena ZM sebagai juara grup A, didampingi oleh Rama Dhany dan Herman sebagai runner up-nya.  Sementara pada grup B memunculkan Fatoni dan Dumai debagai juara grup, dikuntit oleh Yudi H dan Azmi sebagai runner up-nya.

Grup A, Juara grup: Rizaldi dan Dena ZM, runner up grup: Rama Dhany dan Herman

Grup B, Juara grup:Fatoni dan Dumai, runner up grup: Yudi H dan Azmi 

Hasil undian untuk babak semifinal mentakdirkan pertemuan saling menyilang antar grup. Babak semifinal kali ini boleh dibilang sebagai harinya para runner up grup. Pada bagan atas Rama Dhany dan Herman yang merupakan runner up grup A, berhasil menyingkirkan pasangan juara grup  B, Fatoni dan Dumai dengan skor cukup mencolok 42-30.

Begitu pun juga yang terjadi di bagan bawah, Yudi H dan Azmi, yang merupakan runner up grup B, secara mengejutkan berhasil menang atas sang juara grup A, Rizaldi dan Dena ZM setelah melalui pertarungan sengit dan hampir-hampir kalah. Namun di poin-poin akhir mereka melesat dan memanfaatkan momen kepanikan lawannya. Akhirnya mereka sukses menutup semifinal dengan 42-39.

Seperti dibahas di atas, babak final mempertemukan para runner up grup, Rama Dhany dan Herman VS Yudi H dan Azmi. Set pertama dibuka dengan sat set oleh Rama Dhany dan Herman sehingga tanpa basa basi mereka langsung unggul 9-1. Mereka bermain dominan dan menekan Yudi H dan Azmi yang membuat permainan lawannya ini tidak bisa berkembang.  Sangking dominannya penampilan Rama Dhany dan Herman dengan cepat berhasil menutup set pertama, unggul 21-12.

Tak ada perubahan strategi yang signifikan dari kedua finalis. Yang satu makin menekan, begitu pula sebaliknya dengan yang satunya lagi makin tertekan. Kesalahan-kesalahan sendiri kerap terjadi. Rama Dhany dan Herman dengan percaya diri berhasil menjauhkan perolehan poin. Mereka dengan disiplin menjaga jarak 8-12 poin pada kedudukan 37-25. Permainan cepat di depan net yang ditampilkan oleh  Rama Dhany kerap kali membuat lawannya tidak berkutik. begitu pula dengan power dan kecerdikkan Herman dalam menempatkan bola seringkali menyulitkan Yudi H dan Azmi. Akhirnya duet Rama Dhany dan Herman berhasil menutup babak final dengan gemilang, 42-28. 

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 15 Februari 2026;

Juara 1 Rama Dhany dan Herman

Juara 2 Yudi H dan Azmi.

Juara 3 Fatoni dan Dumai / Rizaldi dan Dena ZM

Champion: Rama Dhany dan Herman


Runner Up: Azmi dan Yudi H

Semifinalist: Fatoni dan Dumai

Semifinalist: Dena ZM dan Rizaldi

Para juara berfoto bersama

Para juara berfoto bersama

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result  Sparta Prosperity Fun Games yang juga merupakan Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-7 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta





Minggu, 31 Juli 2022

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 31 Juli 2022

 "Only limitless thinking and dreaming can manifest limitless abilities and success."

Tavi Castro


Mimpi…

Pernah ada yang berkata: “Udah deh… jangan ngimpi. Mana mungkin???”

Sebuah perkataan singkat dan sederhana – mungkin dilontarkan pula dalam canda atau santai kepada kita – tapi perkataan itu dapat menjadi sangat menyakitkan. Yah, setidaknya bagi saya. Karena sering pernyataan seperti itu membuat saya sendiri jadi minder dan akhirnya melepaskan mimpi. Siapa yang pernah mengalami hal yang sama seperti saya?


Tapi membaca kutipan di blog David Sihombing dengan foto langit yang indahnya dan mengatakan: “When you see the sky, you see how big the world really is and how small you are there. See? Sky has no limit, so does a dream.”, membuat saya berpikir. Hey… benar juga. Langit itu luas. Tak ada batasan. Begitu juga dengan mimpi saya. Tak terbatas. Yang membatasi adalah lingkungan sekitar kita dan diri kita sendiri. Itulah kenyataan yang terjadi dalam kehidupan siapapun saat ini.

Sikap kita, cara berpikir kita… itulah yang sebenarnya membatasi mimpi kita menjadi orang yang lebih baik dalam hal apapun itu. Dan mungkin, tanpa kita sadari, kita juga telah membatasi mimpi orang lain, melalui tindakan ataupun ucapan kita. Sekarang, apakah kita harus berhenti bermimpi ataupun menghentikan orang lain untuk bermimpi?

Please don’t… keep on dreaming and (seperti kata Agnes Monica) MAKE IT HAPPEN.…

Kesalahan terbesar dalam bermimpi adalah membatasi mimpi itu dengan pikiran-pikiran negatif. Sedangkan dalam salah satu 7 Kebiasaan Efektif, kita diajak untuk selalu berpikir positif dengan tujuan akhir – Begin with the end of mind. Bagi saya, habit ke-2 ini adalah kata lain dari bermimpi. Tentukanlah tujuan akhir kita… dan pusatkan pikiran dan tindakan kita untuk mencapai tujuan akhir itu. Seperti dalam tulisan saya Menjemput Impian, mimpi itu tak lain dan tak bukan adalah untuk diri kita sendiri kok. Kita yang menikmatinya. Jadi kenapa kita harus berhenti bermimpi dan membatasi mimpi kita itu?

Tapi… kita kan punya keterbatasan? Masa kita bermimpi membabi buta?

Hei… i’m not saying that we should do that. Bermimpilah tanpa batas – tapi bukan membabi buta. Tentunya, saat kita bermimpi, kita juga tahu dong tentang diri kita. Siapa kita. Dan apa saja yang dapat kita lakukan ataupun kembangkan. Ibaratnya saat berperang, kita mengetahui dulu medan laga kita. Dalam bermimpi pun seperti itu. Kita harus tahu medan laga mimpi kita. Sampai mana kemampuan kita, apa saja yang harus kita perbaiki dari diri kita, langkah-langkah apa saja yang perlu kita lakukan.

Dalam Begin with the end of mind itu, saya tuliskan juga bagaimana menciptakan visi yang baik – berdasarkan Stephen R. Covey dalam bukunya itu. Dapat juga digabungkan dengan GOAL SETTING yang baik untuk bermimpi – saya selalu mengkaitkan mimpi dengan tujuan – tujuan hidup saya. Dalam membuat GOAL yang baik, kita harus tetap SMART, Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Time Bound. Dalam postingan Goal Setting, saya tuliskan dengan detail pertimbangan yang perlu kita lakukan dalam bermimpi ini.

Inti dari postingan saya ini adalah seperti kutipan di atas… Bermimpilah setinggi langit… jangan membatasinya. Tapi lakukan apa yang perlu dilakukan untuk bermimpi dengan baik. Dan terakhir, agar sukses, kita harus konsisten dalam menjalankannya. Janganlah hanya bermimpi – yang tak terbatas – tapi wujudkan dengan penuh konsistensi dan ketekunan. Pasti kita akan sukses suatu hari nanti dengan semua impian kita telah ada dalam genggaman.

Mari… Bermimpi dan mewujudkannya.


Kembali ke reportase....

Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ini, banyak Spartan yang biasa hadir berhalangan datang, tapi Thanks God tertutup dengan kehadiran member baru, member yang hampir tidak pernah datang, jarang atau yang sudah lama tidak hari minggu, dan 3 orang tamu dari Jakarta. Ditambah ada Alex yang langsung meluncur dari GOR BSD setelah gugur di turnamen Putra Cup.

Dari hasil drawing sebenarnya admin masih belum bisa menentukan mana yang pasangan unggulan, dikarenakan peta kekuatannya masih gelap, berhubung beberapa pemain belum terdeteksi skill bermain badmintonnya. Tapi setelah dilangsungkan parta-partai awal, admin sudah bisa menarik kesimpulan: Nathan dan Alex adalah favorit juara minggu ini. Boleh dibilang grup A peta persaingannya sangat merata. Beda dengan grup B yang sangat random.

Nathan dan Alex mulai menunjukkan dominasinya dari partai-partai awal. Mereka nyaris selalu menang dengan angka telak. Hanya saat berhadapan dengan Aditya dan Firman saja mereka terlihat beranding dengan kekuatan seimbang, yang mengkahirinya dengan 42-39. Selebihnya, mereka menuntaskan permainan dengan memberi poin lawan dibawah 26, bahkan ada yang hanya diberi poin, 10 poin saja. Tak heran bila mereka keluar sebagai juara grup B. Disusul oleh Apin dan Rizaldi sebagai runner up-nya. Sementara di grup A, Juara dan runner up grup ditempati oleh oleh Nugi dan Fatoni, lalu Tommy dan Adi N.

Sperti sudah dibawah diatas, duo Nathan dan Alex memang tak terbendung. Di semifinal mereka kembali mengalahkan seteru grup-nya, Apin dan Rizaldi dengan 42-26, setelah sebelumnya di babak penyisihan grup menang telak 42-10. Di bagan bawah, Nugi dan Fatoni berhasil mengalahkan  Tommy dan Adi N untuk yang kedua kalinya.

Di partai final, pertandingan terlihat tidak seimbang. Nathan dan Alex sangat mendominasi pertandingan. Mereka memegang kendali dan tancap gas sejak poin-poin awal. Sebenarnya Nugi dan Fatoni secara skil tidak kalah, tapi merek tidak mempu keluar dari tenanan, sehingga permainan mereka di lapangan tidak bisa berkembang, dan membuat mereka harus menelan pil pahit kekalahan. Set pertama ditutup dengan score jomplang 21-5. Pada set ke-2 Nugi dan Fatoni mampu mulai mengembangkan permainannya. Namun, perolehan poin yang terlalu jauh di set pertama, membuat mereka kesulitan untuk mengejarnya. Babak final ditutup dengan 42-21 untuk kemenangan Nathan dan Alex.

Inilah nama-nama juara Turnamen Mingguan Sparta kali ini;

Juara 1 Nathan dan Alex

Juara 2 Nugi dan Fatoni 

Juara 3 Apin dan Rizaldi / Tommy dan Adi N

Dan dibawah ini adalah resulte selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta minggu ke-24 tahun 2022;

Road to final

Bagan turnamen

Update ramking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa dan salam olahraga!!



Minggu, 17 Oktober 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 17 Oktober 2021

 “Good manners reflect something from inside-an innate sense of consideration for others and respect for self.”

Emily Post

Setiap orang yang dilahirkan pasti memiliki mulut. Mulut adalah salah satu bagian pada tubuh manusia.  Mulut memiliki fungsi tersendiri yang berbeda dengan fungsi tubuh lainnya. Tidak ada bagian tubuh lain yang bisa menggantikan fungsi mulut selain mulut itu sendiri. Mulut memiliki peran dan kelebihan secara khusus. 


Tetapi mulut bukan yang terpenting pada sebuah tubuh. Bagian tubuh lain pun memiliki kepentingan dan kelebihan tersendiri. Jadi setiap bagian tubuh saling menopang dan menjaga keseimbangan. Apabila salah satu bagian tubuh tersakiti, maka bagian tubuh lain ikut merasakan. 

Apabila bagian tubuh tertentu melakukan tugasnya, maka bagian tubuh lainnya ikut mendukung. 

Fungsi mulut 

Fungsi utama mulut menjadi jalan masuknya makanan dan minuman ke dalam tubuh agar tubuh sehat dan kuat. Makan dan minum dilakukan setiap hari sesuai kebutuhan. 

Selain itu, mulut pun berfungsi utama dalam berbicara. Berbicara di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Berbicara menjadi alat komunikasi antarmanusia dan alat pergaulan sehari-hari sebagai makhluk sosial.

Mulut yang dipakai untuk berbicara  berkaitan erat dengan hati dan pikiran. Luapan dari hati dan pikiran ini keluar berupa ucapan atau perkataan. 

Mulut pun bisa mewakili hati yang sombong atau hati yang merendah. Ucapan atau perkataan ini ada yang sifatnya membangun ada pula yang sifatnya menjatuhkan. Ada yang manis ada pula yang pahit. 

Ucapan positif dan negatif 

Pernah mendengar orang mengeluh pada diri sendiri? ”Hadeuh, hidup kok makin lama makin susah aja!” atau “Pesaingnya berat, kayaknya aku gak mungkin lolos...” atau ada juga orangtua yang tega mengatakan pada anaknya begini,”Dasar anak bego! Tolol!” 

Tanpa disadari ucapan mulut negatif ini sama dengan memupuk kutukan pada diri sendiri atau orang lain. Tetapi banyak orang terbiasa dengan mengucapkan kalimat negatif tersebut karena emosi, marah, dan rasa putus asa. 

Sama halnya dengan ucapan atau perkataan bernada positif, misalnya, “Wah, luar biasa, kamu memang hebat!” atau memperkatakan pada diri sendiri: “Aku pasti berhasil! Orang lain bisa, aku pun pasti bisa!” 

Ucapan positif seperti ini sama dengan memberikan harapan masa depan yang cerah.  Tanpa disadari bahwa  kata-kata yang keluar dari mulut sesungguhnya memiliki kuasa. Bukan mustahil ucapan tersebut bisa menjadi kenyataan. 

Oleh karena itu, mulut yang baik adalah mulut yang memperkatakan hal-hal yang optimistis, membangun, dan penuh keyakinan. 

Menjaga mulut 

Kita dapat mengukur seseorang melalui lontaran ucapannya yang kerap keluar. Ucapan seseorang bisa jadi cermin dirinya sendiri. 

Melalui ucapannya akan terlihat bagaimana pola hati dan pikirannya, seperti ucapan yang sembrono sampai ucapan yang dipertimbangkan baik-baik. Akibatnya, melalui ucapannya seseorang akan dibenarkan atau dipersalahkan.   

Seseorang yang tidak dapat menjaga mulutnya mengeluarkan kata-kata yang tak bermanfaat, memaki, mencela, menghina, memfitnah, berkata kotor, menghujat, meleter. 

Bahkan, orang yang “lancang mulut” biasanya sok tahu, senang menuding orang lain dan mengurai kekurangan orang tertentu dari segi negatifnya saja. Model seperti ini hanya memicu perselisihan saja. 

Peribahasa mengatakan “karena mulut badan binasa” ini berarti mendapat musibah akibat perkataannya sendiri. Perkataan yang sembrono dan tak dipikirkan segala akibatnya menuai masalah baru. 

Lisan menggambarkan isi hati

Lalu apa yang memiliki andil besar dalam mengatur ucapan lisan? Jawabannya adalah hati. Ingat, hati itu ibarat raja. Sedangkan anggota tubuh, termasuk lidah/lisan adalah prajuritnya. Akan tunduk kepada segala titah. Tak peduli itu baik atau buruk.

Dalam sebuah hadits, Nabi menggambarkan hati ini seperti segumpal daging yang putih, apabila orang itu berbuat dosa maka akan muncul nuqtah (titik) hitam dalam hatinya, ketika ia bertaubat maka nuqtah itu akan hilang. Jika dia berbuat dosa lagi maka nuqtah itu akan muncul lagi semakin banyak dia berbuat dosa, maka nuqtah hitam itu akan semnakin banyak hingga menutupi hatinya.

Lalu apa kaitannya hati dengan lisan. Yahya bin Muadz bekata: “Hati ini adalah periuk yang memasak segala sesuatu yang ada di dalamnya. Dan lisan adalah penutupnya. Maka lihatkah orang itu ketika ia berbicara. Karena lisannya menggambarkan apa yang ada dalam hatinya, yang manis yang asam lisannya akan menggambarkan isi hatinya. Sebagaimana halnya lidah dapat dapat merasakan hakikat dan rasa makanan yang ada di dalam periuk.”

Dengan demikian, lisan bisa menjadi cermin amalan keseluruhan seseorang. Persis yang diuraikan Yunus bin Ubeid: ”Tidaklah aku mendapatkan seorang yang rusak pada lisannya, melainkan aku dapatkan pada seluruh amalannya, jika perkataannya rusak maka rusak juga amalnya”.

Ada adab, tatakrama atau manner dalam berbicara kepada orang lain. Menjaga mulut atau memelihara mulut (lisan) adalah tindakan bijak. Demi kebaikan diri sendiri dan orang lain. Bagaimana dengan mulut Anda?  

Kembali ke reportase... Minggu ini sama dengan minggu lalu. Jumlah partisipan turnamen mingguan Sparta hanya diisi oleh 10 orang Spartan. Jumlah segitu tidak berarti persaingan lebih mudah. Terlihat dari Top 3 juara minggu ini harus diselesaikan dengan  penghitungan poin. Karena ketiga pasangan ini, masing-masing mengantongi 3 kemenangan dan 1 kekalahan. 

Redy dan Peter mengalahkan Roganda dan Andre. Roganda dan Andre mengalahkan Hadi M dan Alex. Sementara Hadi M dan Alex mengalahkan  Redy dan Peter. Terjadi drama saling mengalahkan diantara ketiga pasangan ini. 

Dari hasil penghitungan selisih poin maka didapatlah nama-nama juara sebagai berikut;

Juara 1 Hadi M dan Alex 

Juara 2 Roganda dan Andre.

Juara 3 Redy dan Peter 

Dibawah ini adalah catatan lengkap dari result tunamen Sparta minggu ini;

Result Turnamen Mingguan Sparta, minggu ke-37
 
Update ranking Sparta



Akumulasi perolehan medali Sparta

Marilah kita tekatkan diri untuk menjaga hati, guna menyelamatkan lisan dari ucapan yang membahayakan diri. Sekian reportase kita kali ini. See you next episode!!