Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunitas. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2026

Reportase Friendly Match Sparta VS PB Blue Saphire, 10 Mei 2026

 "Olahraga mengajarkan arti sesungguhnya dari sebuah tim: Bekerja sama, saling percaya, dan tumbuh bersama."

Anonim

Minggu, 10 Mei 2026 Sparta kedatangan tamu PB Blue Saphire dari Bekasi. PB Blue Saphire memboyong 30an orang sebagai squad andalannya. Dengan 12 orang diandaranya bergender perempuan. Sementara Dari Sparta diperkuat oleh 34 orang, terdiri dari 27 laki-laki dan 7 orang perempuan.



Dengan menggunakan 3 lapang sebagai arena Friendly Match kali ini, namun tetap saja membuat antrian sangat panjang, khususnya buat pemain laki-laki. Karena para squad perempuan dari Sparta bermain rangkap, bisa dibilang mereka main sangat puas karena bisa bermain beberapa kali. Sementara dari para squad laki-laki hanya bisa bermain 1-2 kali saja.

Flyer FM Sparta VS PB Blue Saphire versi Sparta








Flyer FM Sparta VS PB Blue Saphire versi PB Blue Saphire

 

Meskipun tamu datang sekitar jam 12an lebih, tapi pada kenyataanya acara Friendly Match belum bisa langsung dimainkan, mengingat mereka baru beres makan siang, ditambah dengan lapangan juga belum siap.

Sebanyak 34 partai berhasil dituntaskan. Berhubung banyak yang belum puas bermain, maka diputuskan Hari Minggu kemarin, agendaTurnamen Mingguan Sparta ditiadakan. Namun para Spartan tak perlu kuatir, karena semua spartan yang hadir dan menjadi Squad andalan Sparta, diganjar dengan poin 5040.

Dari 34 partai laga Friendly Match, Sparta meraih 22 partai menang dan 12 partai kalah. Kemenangan bukanlah tujuan utama dari setiap event Friendly match. Karena admin yakin semua Spartan sudah berusaha yang terbaik yang bisa mereka lakukan.









Di setiap laga Friendly Match rasanya tak lengkap jika tidak ada sessi foto bersama. Dan dibawah ini foto kenangan manis yang tersaji di Friendly Match Sparta VS PB Blue Saphire Hari Minggu, 10 Mei 2026. 



Intan admin PB Blue Saphire memberikan bouquet Antangin dan Salonpas yang dirangkai dengan sangat cantik kepada Sparta, yang diwakili oleh admin Sparta. Hadiah yang sangat pas buat kaum vintage he he he... Setelah selesai acara Friendly match isi dari buquet tersebut langsung dibagi-bagikan. Karena admin lupa membawa mascot yang sudah disiapkan sebagai kenang-kenangan untuk PB Blue Saphire, maka hadiahnya akan dikirim melalui kurir. 



Pada kesempatan ini, ijinkan admin mengucapkan permohonan maaf bila ada yang merasa kurang puas terutama buat mereka yang hanya berkesempatan main 1 kali. Next kita gass lagi di Friendly Match berikutnya, yang masih akan di gelar pada bulan ini.

Pada kesempatan ini pula Sparta mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan keluarga besar PB Blue Saphire ke markas Sparta. Mohon maaf bila ada kekurangan atau ketidaknyamanan dari kami sebagai tuan rumah. Semoga nanti Squad Sparta bisa melakukan kunjungan balasan ke markas PB Blue saphire di Bekasi.

Berhubung Minggu, 10 Mei 2026 Turnamen Mingguan Sparta tidak bisa digelar, maka update yang tersedia hanya perubahan komposisi ranking setelah semua peserta Friendly match diganjar 5040 poin.

Update ranking Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...



Minggu, 03 Mei 2026

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 3 Mei 2026

"Your words are like a mirror of your heart.  If you want to measure the essence of your character, record your words and listen to yourself." 

Carl Crouse

Di dunia yang serba cepat ini, di mana jari lebih dahulu bergerak sebelum hati sempat berpikir, kita hidup di zaman yang penuh suara tetapi minim makna. Orang berbicara dengan mudah—di ruang kelas, di media sosial, bahkan di mimbar-mimbar keagamaan—namun semakin jarang yang benar-benar mendengar. Di antara derasnya kata-kata itu, kita sering lupa satu hal yang paling sederhana namun paling penting: menjaga mulut.


Di dunia yang serba cepat ini, di mana jari lebih dahulu bergerak sebelum hati sempat berpikir, kita hidup di zaman yang penuh suara tetapi minim makna. Orang berbicara dengan mudah—di ruang kelas, di media sosial, bahkan di mimbar-mimbar keagamaan—namun semakin jarang yang benar-benar mendengar. Di antara derasnya kata-kata itu, kita sering lupa satu hal yang paling sederhana namun paling penting: menjaga mulut.

Menjaga mulut bukan sekadar menahan diri dari kata-kata kasar. Ia adalah cermin kedewasaan jiwa, kemampuan untuk menimbang makna sebelum bicara, dan kesadaran bahwa setiap kata yang keluar punya daya cipta: bisa menyembuhkan, bisa pula melukai. 

Dalam konteks sosial, mulut memiliki peran besar dalam membentuk iklim kehidupan. Data dari We Are Social tahun 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 79% masyarakat Indonesia aktif di media sosial, dengan rata-rata waktu penggunaan lebih dari 3 jam per hari. Di ruang digital itulah, “mulut” kini menjelma menjadi jari dan teks. Sekali mengetik, sekali mengunggah, sekali berkomentar—dampaknya bisa menjalar lebih cepat dari api di padang kering.

Kita menyaksikan banyak kisah tragis lahir dari ketidak terjagaan mulut: perundungan daring yang membuat remaja kehilangan semangat hidup, ujaran kebencian yang memecah belah persaudaraan, dan fitnah yang menghancurkan nama baik orang dalam sekejap. Semua bermula dari kalimat yang tak ditimbang, dari emosi yang tak dikendalikan. Di dunia maya, setiap orang merasa punya hak untuk berbicara, tetapi lupa punya tanggung jawab untuk berpikir.

Fenomena ini menandai krisis etika komunikasi yang kian dalam. Padahal, kata adalah energi. Ia bisa menenangkan yang gelisah, memberi arah pada yang tersesat, bahkan menghidupkan harapan bagi yang hampir putus asa. Namun ketika kata digunakan tanpa empati, ia berubah menjadi racun yang merusak peradaban.

Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga mulut juga berarti menjaga hubungan. Banyak keluarga retak bukan karena kekurangan harta, tetapi karena kelebihan kata. Banyak persahabatan hancur bukan karena perbedaan prinsip, tetapi karena kalimat yang salah tempat. Seorang ahli komunikasi dari Harvard, Dr. Albert Mehrabian, menyebut bahwa hanya 7% dari komunikasi manusia yang disampaikan melalui kata-kata, sementara 38% melalui intonasi suara, dan 55% melalui bahasa tubuh. Artinya, bukan hanya apa yang kita katakan yang penting, tetapi bagaimana kita mengatakannya.

Sayangnya, dalam kesibukan modern ini, orang sering terburu-buru bicara tanpa memperhatikan nada dan rasa. Kita ingin didengar, tapi enggan mendengar. Kita ingin dipahami, tapi jarang berusaha memahami. Padahal, mulut yang tidak dijaga sering kali lebih tajam daripada pedang. Luka dari senjata bisa sembuh, tetapi luka dari kata bisa mengendap bertahun-tahun dalam hati seseorang.

Menjaga mulut juga berarti menjaga integritas diri. Dalam dunia akademik, misalnya, betapa sering kita mendengar dosen, pejabat, atau bahkan tokoh publik berbicara lantang soal kejujuran, tetapi dalam tindakan justru sebaliknya. Lidah memang tidak bertulang, tetapi ia bisa menelanjangi karakter seseorang. Orang bijak pernah berkata, “Berilah aku waktu lima menit mendengar seseorang berbicara, maka aku tahu kualitas hidupnya.” Kata mencerminkan isi kepala, dan cara berbicara mencerminkan isi hati.

Namun, menjaga mulut di era kebebasan berekspresi sering dianggap kuno. Banyak orang merasa bahwa membungkam lidah sama dengan kehilangan hak berbicara. Padahal, diam bukan selalu tanda ketakutan, melainkan kadang justru bentuk kebijaksanaan. Filsuf Yunani kuno, Socrates, pernah memberi tiga saringan sebelum seseorang berbicara: apakah yang akan dikatakan itu benar, bermanfaat, dan perlu. Jika tidak memenuhi satu pun dari tiga hal itu, maka lebih baik diam.

Diam bukan berarti pasif. Diam adalah ruang untuk mendengar, merenung, dan menyaring niat. Dalam keheningan, seseorang belajar menimbang antara kata yang akan menyejukkan dan kata yang akan menyulut bara.

Di sisi lain, menjaga mulut juga erat kaitannya dengan kesehatan mental. Sebuah penelitian di Journal of Positive Psychology (2022) menunjukkan bahwa orang yang terbiasa mengendalikan kata-katanya cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan hubungan sosial yang lebih harmonis. Mengapa? Karena setiap kali kita menahan diri untuk tidak berkata kasar atau membalas dengan emosi, kita sebenarnya sedang menenangkan diri sendiri. Menjaga mulut adalah latihan mengelola hati.

Sayangnya, di tengah budaya “cepat dan instan”, refleksi seperti ini mulai ditinggalkan. Banyak orang lebih senang bereaksi daripada berefleksi. Padahal, bangsa besar tidak dibangun oleh suara yang keras, melainkan oleh tutur yang bijak. Kita bisa menengok kembali sejarah Nusantara yang penuh pepatah tentang kebijaksanaan berbicara. Orang Jawa mengenal ungkapan, “Ajining diri saka lathi, ajining rogo saka busono” harga diri seseorang terletak pada lisannya, sebagaimana tubuh dihargai dari pakaiannya. Sementara dalam budaya Minang dikenal nasihat, “Mulutmu harimaumu”, yang mengingatkan bahwa bencana terbesar sering lahir dari lidah sendiri.

Renungan tentang menjaga mulut sejatinya adalah renungan tentang kemanusiaan. Sebab manusia adalah satu-satunya makhluk yang diberi kemampuan berbahasa dengan makna. Kata-kata bisa menjadi doa, tetapi bisa juga menjadi dosa. Ia bisa membangun dunia, tetapi juga bisa menghancurkannya.

Menjaga mulut berarti belajar mengatur jarak antara pikiran dan ucapan, antara niat dan tindakan. Ia menuntut kesadaran bahwa setiap kata adalah benih yang akan tumbuh menjadi kenyataan. Ketika kita berbicara buruk tentang orang lain, kita sedang menanam kebencian di hati sendiri. Tetapi ketika kita menebar kata yang baik, kita sedang menyiram benih kebaikan yang suatu hari akan berbuah dalam kehidupan kita.

Akhirnya, menjaga mulut bukan berarti mengekang diri, melainkan membebaskan diri dari penyesalan. Sebab tidak ada yang lebih menyakitkan daripada menyadari bahwa luka yang kita buat pada orang lain berasal dari kata-kata kita sendiri.

Di era ketika dunia begitu bising, mungkin kebijaksanaan terbesar bukanlah berbicara lebih keras, tetapi berbicara lebih lembut—atau kadang, memilih diam dengan penuh makna. Sebab diam yang bijak lebih berharga daripada kata-kata yang gegabah.

Menjaga mulut adalah menjaga hati. Dan siapa yang mampu menjaga hatinya, dialah yang akan mampu menjaga dunia di sekelilingnya. Karena sejatinya, kata-kata yang keluar dari mulut hanyalah gema dari isi jiwa. Jika hati penuh kasih, maka tutur pun menyejukkan. Jika hati keruh, maka kata menjadi racun. Maka sebelum berbicara, tengoklah dulu ke dalam diri: apakah hatimu jernih atau berdebu?

Barangkali itulah makna terdalam dari menjaga mulut—bukan sekadar menahan lidah, tetapi mendidik jiwa untuk berbicara dengan kasih, mendengar dengan empati, dan diam dengan kebijaksanaan. Sebab pada akhirnya, bukan seberapa banyak kata yang kita ucapkan yang akan diingat orang, tetapi seberapa hangat mereka merasa setelah mendengarnya.

                 -----oooOOOooo-----

Setelah diganjar 2 hari libur (Mayday dan Hari Sabtu), Tanpa terasa Hari Minggu ini kita sudah menapakkan kaki di minggu pertama Bulan Mei. Tanggal 3 Mei 2026 merupakan turney Mingguan Sparta edisi minggu ke-12. 

Meskipun siang nan terik tapi tadi Bandung sempat diguyur hujan deras juga. Untunglah semua Spartan sudah berada di GOR ABA. Yang datang kehujanan hanya Dena ZM saja.

Turney minggu ini berjalan sangat lancar, terlihat dari babak final yang sudah bisa digelar pada pukul 16.00 WIB. Dan walktu yang tersisa bisa dimanfaatkan untuk mabar.

Dari hasil drawing, admin mencatat ada 3 pasang yang diunggulkan hari ini. Mereka adalah: Dena ZM dan Hizkia Ken, Barry dan Rama Dhany, lalu satu lagi adalah .

Dan benar saja ketiga pasangan unggulan diatas semuanya lolos ke semifinal. Namun sedikit yang mengejutkan yang terjadi di grup A adalah: Dena ZM dan Hizkia Ken hanya fisnish diposisi runner up grup. Karena mereka kalah dari pasangan Stephen dan Stefanus. Entah karena Dena ZM masih jet lag karena baru tiba di GOR ABA dan langsung disuruh main. Sementara di grup B masih sesuai prediksi. Apin dan Fathur keluar sebagai juara grup, disusul oleh Barry dan Rama Dhany sebagai runner up-nya.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Stephen dan Stefanus. runner up grup: Dena ZM dan Hizkia Ken

Grup B, Juara grup: Apin dan Fathur, runner up grup: Barry dan Rama Dhany

Hasil pengundian untuk babak final kali ini, berbeda dengan minggu-minggu lalu. Yang mempertemukan para semifinalis secara menyilang. Kali ini para semifinalis kembali bertemu dengan pesaing sesama grupnya.

Pada bagan atas Dena ZM dan Hizkia Ken sang runner up grup A, berhasil memenangi laga semifinal sebagai ajang pembalasan, setelah sebelumnya di babak penyisihan mereka kalah 36-42 dari Stephen dan Stefanus. Di semifinal mereka 'melunasi hutang kekalahannya' dengan menang 42-31.

Pada bagan bawah Apin dan Fathur berhasil mengulang kemenangan atas lawannya Barry dan Rama Dhany. Di fase penyisihan grup mereka menang 42-36, dan di semifinal mereka menang lagi dengan 42-37.

Babak final minggu ini menjadi babak final yang ideal, karena mempertemukan 2 unggulan teratas. Pertemuan Dena ZM dan Hizkia Ken dengan Apin dan Fathur menjanjikan tontonan laga final yang sangat menarik.

Set pertama dibuka dengan ketatnya susul menyusul poin. Saling menyamakan kedudukan terjadi secara berurutan hingga skor 8-8. Apin dan Fathur sempat leading 2-3 poin, namun kembali bisa disamakan oleh Dena ZM dan Hizkia Ken pada kedudukan 14-14. Konsistensi Apin dan Fathur menghasilkan pentutupan set pertama dengan skor 21-18, untukkeunggulan sementara pasangan ini. 

Pada set ke-dua strategi dan pola permainan dari kedua finalis tak banyak berubah. Apin dan Fathur yang bermain agresif kerap kali mendulang banyak poin dari serangan-serangan mereka. Sementara  Dena ZM dan Hizkia Ken yang merupakan kombinasi pemain attacker dengan pemain control/placing boleh dibilang perbaduan yang sangat baik. Namun pada set ke-dua ini mereka banyak membuat 'lubang' yang menjadi titik lemah untuk diserang lawannya. Pada satu kesempatan Apin dan Fathur pernah leading hingga 9 poin, pasa kedudukan 33-24. Berkali-kali didekatkan skornya oleh Dena ZM dan Hizkia Ken, namun berkali-kali juga mereka meninggalkan perolehan poin lawannya. Saat kedudukan 39-32, Dena ZM dan Hizkia Ken secara beruntun berhasil menambah poin dalam satu kali service. Tercatat 5 poin berhasil mereka raih. Tapi apa daya, Apin dan Fathur lebih dahulu berhasil menutup set ke-dua dengan 42-39. Dengan demikian Apin dan Fathur berhasil menjadi juara minggu ini. Hasil ini pula mencatatkan nama Apin dan Fathur meraih emas pertama mereka di musim 2026.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 3 Mei 2026;

Juara 1 Apin dan Fathur 

Juara 2 Dena ZM dan Hizkia Ken

Juara 3 Stephen dan Stefanus / Barry dan Rama Dhany

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-12 tahun 2026;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Jika seseorang sering mengucapkan perkataan yang baik, positif, dan membangun, itu sering kali menandakan hatinya yang bersih dan penuh kebaikan. Sebaliknya, perkataan kasar atau kotor dapat mencerminkan kondisi hati yang belum terjaga.
Karena kata-kata bisa melukai atau membangun, menjaga lisan adalah bentuk kebijaksanaan agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya.









Minggu, 14 Desember 2025

Reportase Friendly Match Sparta VS Bintang Harapan Bekasi Minggu, 14 Desember 2025

“Friendship is the hardest thing in the world to explain. It's not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything.”

Muhammad Ali


Minggu siang, 14 Desember 2025 SPARTA kedatangan teman-teman SUDIRMAN BADMINTON SQUAD dari Garut, yang lebih familiar disebut SBS. Seperti biasa, kedatangan tamu dengan agenda Friendly Match. SPARTA VS SBS merupakan friendly Match jilid ke-3. Yup!! SBS dalam 3 tahun terakhir setiap Bulan Desember bertandang ke Markas SPARTA.

Saat admin tiba di GOR, sudah ada Pak Heri yang tiba paling duluan di GOR ABA. Dia datang seorang diri karena dia tinggal di Soreang. Dari team Sparta sudah ada Peter, Faisal, Hizkia Ken, Fathur, Odod, Rahmat, Fatoni, Noval, Jefin dan Fery saat rombongan mobil pertama team SBS tiba di GOR ABA. Untuk menghemat waktu acara Friendly Match pun dimulai, tanpa harus menunggu seluruh squad dari kedua team lengkap. Benar saja, untung Friendly Match dimulai dengan orang-orang yang sudah tiba duluan. Sebuah keputusan yang tepat karena 3 mobil lainnya, rombongan dari SBS Garut terjebak macet. Mereka baru tiba di GOR ABA pada pukul 14.30!.

Dalam acara Friendly Match kali ini, banyak Spartan yang absen. Bahkan beberapa orang yang sudah konfirmasi akan hadir, cancel mendadak. Jadilah squad SPARTA dengan materi pemain 14 orang saja. Sementara dari team SBS Garut memboyong 16 orang plus membawa official dan team horenya.

Mengingat schedule acara Friendly Match. SPARTA VS SBS waktunya diperhitungkan akan sangat molor, karena Team SBS terkendala macet. Maka diputuskan kalo minggu ini, TUrnamen Mingguan Sparta edisi minggu terakhir ditiadakan. Dengan pertimbangan sudah tidak akan mengubah komposisi TOP 16 lagi. Berbeda bila  Aciel hadir, karena dia membayang-bayangi posisi Dena ZM yang belum benar-benar aman di TOP 16. Dena ZM sendiri berhalangan hadir karena dia harus mewakili kampusnya berlaga di turnamen yang digelar di Kota Malang.

Setiap Spartan rata-rata turun 3-4 kali bertanding. Hari yang sangat melelahkan. Untunglah tidak dilanjut dengan Turnamen Mingguan Sparta. Karena fisik para Sparta sudah terkuras habis

Sebanyak 22 partai selesai dimainkan. Materi pemain dari team SBS kali ini, relatif lebih baik daripada saat Fiendly Match tahun 2023 dan 2024. Sekalipun Sparta menang telak 17-5, tapi banyak partai yang harus diselesaikan dengan sangat menguras tenaga. banyak pertandingan berjalan super ketat dan berakhir dengan skor menang tipis. Berikut adalah catatan singkat dari result Friendly Match. SPARTA VS SBS jilid ke-3;







Tak lupa acara Friendly Match kali ini diabadikan dengan foto bersama,


Buat para TOP 16, siapkan fisik dan mental untuk berlaga di Turnamen Best of The Best Sparta tahun 2025. Rebut gelarnya dan adilah yang terbaik.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya..


Minggu, 02 November 2025

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 2 November 2025

“The best way to not feel hopeless is to get up and do something. Don’t wait for good things to happen to you. If you go out and make some good things happen, you will fill the world with hope, you will fill yourself with hope.”

Barack Obama


Sudah menjadi hakikat manusia ingin selalu hidup bahagia dan akrab dengan keberhasilan. Padahal kenyataannya, hidup tak selamanya di atas, sebab ada kalanya juga kita harus di bawah. Tak bisa dipungkiri bahwa keberhasilan dan kegagalan menjadi satu paket yang tak terpisahkan dalam pencapaian hidup.


Menyikapi keberhasilan tentu lebih mudah dibandingkan menghadapi kegagalan. Namun, berlarut-larut dalam keputusasaan tak akan mengubah apapun. Kita harus menemukan motivasi agar dapat segera bangkit. Berikut lima hal yang dapat kamu lakukan untuk bangkit dari rasa putus asa.

1. Ambil jeda

Ketika putus asa tentu kamu merasa kehilangan motivasi untuk terus hidup. Hal ini akan menjadikan hidupmu menjadi tak tearah. Jangan terburu-buru, bangkitlah secara perlahan. Anggaplah masa sulit sebagai masa jeda untuk mengistirahatkan pikiran.

Mulailah dengan menenangkan pikiran melalui berbagai aktivitas seperti meditasi, olahraga, travelling atau mendengarkan musik klasik. Lakukan aktivitas yang sekiranya membuatmu tenang, dan menyenangkan. Percayalah banyak hal baik yang akan terjadi ketika kamu memiliki pikiran yang tenang.

2. Ikhlaskan masa lalu

Ketika rasa putus asa menghampiri, kita cenderung akan menyesalkan hal-hal dimasa lalu yang belum berjalan dengan baik. Kita berharap bisa kembali kemasa lalu dan merubahnya. Kenyataannya pemikiran seperti ini tidak akan menghasilkan apapun, justru hanya akan menghambat langkahmu.

Kamu harus belajar berhenti mengeluhkan apa yang tidak bisa kamu ubah dimasa lalu. Masa lalu bukan untuk diratapi, melainkan untuk diikhlaskan dan diambil pelajaran. Fokuslah dengan masa sekarang, dan mulailah untuk merencanakan masa depan yang akan kamu raih.

3.Belajar mensyukuri hal-hal kecil

Setelah sukses mengikhlaskan masa lalu, mulailah untuk mengungkapkan rasa terimakasih kepada hal-hal kecil. Cobalah untuk mensyukuri kesempatan hidup, kemampuan melihat, memiliki teman yang baik, rezeki yang cukup dan lain sebagainya. Satu hal yang paling penting, jangan lupa untuk berterimakasih kepada diri sendiri.

Kedengarannya sederhana, tetapi bersyukur dan berterimakasih pada hal-hal sederhana ini perlahan akan membuatmu lebih bahagia. Suasana hati yang baik akan mengembalikan hidupmu menjadi lebih bermotivasi. Sudahkah kamu bersyukur hari ini?

4. Kenali dirimu

Kamu boleh putus asa, tetapi jangan terlalu lama. Kamu harus kembali menemukan motivasi hidup. Untuk menemukannya, kamu perlu tahu apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan dimasa depan. Mulailah mengenali dirimu sendiri. Jujurlah pada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup.

Tatap tujuan hidupmu sesuai dengan apa yang kamu inginkan, bukan mengikuti apa kata orang lain. Jika kamu telah memiliki tujuan, maka kamu akan lebih fokus dan bersemangat dalam menjalani hidup. Sebaliknya, jika kamu tidak memiliki tujuan maka kamu akan semakin kehilangan arah dan berpeluang lebih mudah untuk menyerah.

5. Mulailah langkah kecil

Setelah kamu sudah memahami diri sendiri dan tahu apa yang ingin kamu lakukan, maka langkah selanjutnya adalah mulai melangkah kembali. Tentu sangatlah sulit sebab ketika putus asa, otomatis segala keinginan terasa mustahil untuk dicapai. Seringkali justru berakhir dengan kebingunan bahkan memilih menyerah sebelum mencoba. Padahal untuk bangkit, kamu hanya perlu lebih berani untuk mengambil langkah pertama, kemudian melanjutkannya secara konsisten.

Tentu tidak semudah seperti kedengarannya, tapi jika kamu mengusahakan untuk terus berjuang, bukan tidak mungkin keinginanmu jadi nyata. Kunci dari sukses adalah terus bergerak maju. Berusahalah untuk fokus dalam mencapai tujuan yang telah kamu tetapkan.

Demikianlah lima hal yang bisa kamu lakukan saat putus asa. Hidup terus berjalan, tenggelam dalam rasa putus tak akan menghasilkan apa-apa. Di balik kegagalan, tiap manusia punya kesempatan yang sama untuk bangkit dari keterpurukan. Semoga tips di atas dapat membantumu bangkit dari putus asa. Ayo bangkit, dan tetap semangat!

                  -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase...  Hari Minggu pertama di Bulan November 2025. Dihiasi mendung yang menggelayut di Kota Bandung. Di perjalanan menuju GOR ABA, admin diguyur air hujan. Untunglah jarak ke GOR sudah dekat, jadi tidak berlama-lama di jalanan. Hujan deras hanya sebentar yang dilanjutkan dengan geimis berkepanjangan. Buat pencinta badminton sejati, hujan bukanlah halangan. Terobos saja.

Tak ada prediksi juara dari admin untuk kali ini. Berhubung belum hafal permainan sebagian orang-orang yang berpartisipasi di tourney kali ini.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Odod dan Yudi H, runner up grup: Dumai dan Imat

Grup B, Juara grup: Peter dan Risman, runner up grup: Anwar dan Hendi

Hasil pengundian untuk babak semifinal kali ini, mentakdirkan keempat semifinalis tidak saling bertemu kembali alias undiannya menyilang.  Pada bagan atas Odod dan Yudi H bertemu dengan Anwar dan Hendi. Laga ini dimenangkan oleh Odod dan Yudi H Dengan skor meyakinkan 42-27. Pada bagan bawah Peter dan Risman yang merupakan juara grup B, harus takluk di tangan sang runner up grup B, Dumai dan Imat dengan skor cukup jauh, 42-25.

Babak final mempertemukan kembali Odod dan Yudi H VS Dumai dan Imat,  yang merupakan sesama pesaing di grup A. Set pertama dibuka dengan pertarungan ketat. Saling susul menyusul poin terjad. Namun setelah kedudukan 11-11, perolehan poin Odod dan Yudi H mulai menjauh. Sedikit demi sedikit mereka merenggangkan jarak perolehan poin dari lawannya.Hingga set pertama ditutup dengan skor 21-15. Keunggulan sementara diprgang oleh Odod dan Yudi H.

Tak ada perubahan signifikan pola permainan dari kedua finalis ini. Odod dan Yudi H masih mendominasi permainan. Sebaliknya dengan Dumai dan Imat terlihat makin tertekan, karena banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri yang  tidak perlu. Perolehan poin Odod dan Yudi H leading makin jauh. Akhirnya babak final ditutup dengan 42-30. Odod dan Yudi H memastikan gelar juara minggu ini menjadi milik mereka setelah kemenangan laga final mereka kantongi.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 2 November 2025;

Juara 1 Odod dan Yudi H

Juara 2 Dumai dan Imat

Juara 3 Peter dan Risman / Anwar dan Hendi

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-38 tahun 2025;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta


Jauhkan putus asa. Ingatlah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. Tetap fokus pada langkah kecil untuk memulihkan diri. 

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya..

Minggu, 21 September 2025

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 21 September 2025

“But self-abasement is just inverted egoism. Anyone who acts with genuine humility will be as far from humiliation as from arrogance.”

Stephen Mitchell


Pemakaian istilah “rendah hati” dan “rendah diri” sering tertukar. Walaupun secara umum banyak dari kita telah memahami perbedaan kedua istilah tersebut, tetapi tidak jarang yang masih berpikir bahwa kedua istilah itu memiliki makna yang sama. Sepintas kedua kata tersebut terdengar serupa, padahal makna keduanya bertolak belakang. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, “rendah hati” dan “rendah diri” memiliki arti yang berbeda. Kata “rendah diri” memiliki arti merasa dirinya kurang; sedangkan “rendah hati” memiliki arti tidak sombong atau tidak angkuh. Berdasarkan makna kata tersebut, “rendah diri” memiliki nuansa negatif, sedangkan “rendah hati” memiliki rasa bahasa lebih positif.


Psikologi juga memandang konsep “rendah hati” dan “rendah diri” sebagai dua konstruk konsep psikologis yang berbeda. “Rendah hati” mengarah pada konsep kerendahan hati (humility), sedangkan “rendah diri” merujuk pada konsep penghargaan diri yang rendah (low self-esteem).

Davis, D. M., dan Hook, J. N. (2014) memaknai kerendahan hati sebagai kemampuan individu untuk secara akurat menilai diri sendiri, termasuk kelemahan dan kekuatan, tanpa merasa sombong ataupun rendah diri. Kemampuan ini membuat individu memiliki kesadaran diri yang realistis, bersikap terbuka, mau belajar, memiliki moral yang teguh, sederhana, dan bersedia memberi perhatian kepada orang lain. Jika memandang kerendahan hati sebagai sikap, maka rendah hati adalah sikap menyadari diri sendiri secara realistis, tanpa disertai rasa angkuh ataupun kecil hati. Individu yang rendah hati bisa jadi menyadari bahwa dirinya memiliki kelebihan dibanding orang lain, tetapi kesadaran itu tidak membuat mereka besar kepala dan menyombongkan diri.

Individu yang rendah hati bisa jadi menyadari bahwa banyak individu lain yang lebih hebat daripada dirinya, tetapi kesadaran itu tidak membuat diri mereka rendah diri dan berkecil hati. Pribadi yang rendah hati tidak saja menjadi tidak "besar" karena kelebihannya, tetapi juga tidak menjadi "kecil" karena kekurangannya. Berbeda dari “kerendahan hati”, “harga diri yang rendah” atau “rendah diri” memiliki makna negatif. Konsep ini berakar dari konsep “penghargaan diri” (self-esteem). Menurut Rosenberg (1965), penghargaan diri adalah perasan positif atau negatif tentang diri sendiri; dimana perasaan ini muncul akibat penilaian subjektif atas penampilan fisik, kemampuan yang dimiliki, prestasi, relasi sosial, dan nilai-nilai yang dianut.

Merujuk pada konsep “penghargaan diri”, maka “harga diri yang rendah” adalah penilaian negatif individu atas diri mereka sendiri.

Individu dengan harga diri yang rendah dapat merasa dirinya tidak berharga, tidak layak, tidak mampu, ataupun tidak dicintai. Pribadi yang rendah diri akan sulit menjadi "besar", karena perhatiannya terfokus pada kelemahan yang membuat diri menjadi kerdil. Rendah hati dan rendah diri, sama-sama berangkat dari perilaku membandingkan diri. Hanya saja, setelah membandingkan diri, individu yang rendah hati dan individu yang rendah diri memiliki pola pemikiran berbeda. Individu yang rendah hati berpikir bahwa diri mereka tidak cukup hebat untuk diagungkan, dan tidak cukup lemah untuk dikecilkan. Sedangkan individu yang rendah diri berpikir bahwa dirinya adalah sosok yang paling lemah, hina, atau paling buruk jika dibandingkan individu lain.

Penelitian menunjukkan bahwa kerendahan hati terkait dengan empati dan kasih sayang. Semakin rendah hati, individu akan semakin empatik dan semakin mampu memberikan kasih sayang kepada orang lain. Terkait dengan rendah diri, penelitian menunjukkan bahwa rendah diri berhubungan dengan narsisme dan rasa malu.

Pribadi yang rendah diri bisa jadi bersikap narsis (berperilaku agar menjadi pusat perhatian). Pilihan lainnya, pribadi yang rendah diri bisa memiliki rasa malu yang besar sehingga menarik diri dari relasi sosial.

Sebagai bangsa yang besar, dan memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika, setiap warga bangsa Indonesia perlu memiliki kerendahan hati dan belajar untuk tidak rendah diri. Kerendahan hati membuat persatuan antar warga bangsa yang beragam ini menjadi semakin kuat; sedangkan menghindari rendah diri membantu warga bangsa menghargai setiap perbedaan yang ada.

                  -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase... Musim pancaroba merupakan transisi pergantian musim yang sering kali membuat banyak orang sakit. Begitu juga pada Minggu, 21 September 2025, tercatat beberapa orang Spartan terserang berbagai macam penyakit yang menyebabkan harus absen dari arena Turnamen Mingguan Sparta edisi kali ini.

Putaran pengundian selalu menemukan para Spartan takdirnya masing-masing. Dari hasil drawing kali ini, ada 3 kandidat kuat yang admin perkirakan bakal jadi jawara minggu ini.pasangan-pasangan unggulan tersebut adalah; Peter dan Faisal R, Fathur dan Dito, lalu yang berikutnya ada Apin dan Fatoni.

Sesuai prediksi ketiga pasangan diatas, tanpa kesulitan melaju ke babak semifinal. Peter dan Faisal R menempati juara grup A, disusul oleh Fathur dan Dito sebagai runner up-nya. Demikian juga Apin dan Fatoni yang sukses menjadi juara grup B, berdampingan dengan Stefanus dan Yudi H yang menjadi runner up-nya.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Peter dan Faisal R, runner up grup: Fathur dan Dito

Grup B, Juara grup: Apin dan Fatoni, runner up grup: Stefanus dan Yudi H

Undian babak semifinal tak membawa arah perubahan, karena keempat semifinalis bertemu kembali dengan sesama pesaing grupnya. Pada bagan atas Apin dan Fatoni bertemu kembali dengan  Stefanus dan Yudi H yang lagi-lagi dimenangkan oleh Apin dan Fatoni dengan skor 42-36. begitu juga yang terjadi pada bagan bawah, Peter dan Faisal R berhasil mengulang kemenangan atas  Fathur dan Dito dengan skor 42-36 juga.

Babak final kali ini sebenarnya merupakan babak final yang ideal, karena bertemunya 2 pasangan yang merupakan juara grup. Tapi babak final kali ini terasa antiklimaks karena salah satu finalisnya, yaitu Peter sudah terkuras habis fisiknya. Hal itu tak mengherankan karena Peter sedang mengalami diare. Sehingga tidak bisa tampil optimal pada laga final. Faisal R yang harus pontang panting mengcover lapangan juga mengalami kelelahan luar biasa.

Set pertama Apin dan Fatoni langsung tampil mendominasi permainan. Mereka tak terbendung 'menjajah' partai final kali ini. Perolehan poin pun langsung menjauh, hinggal set pertama berakhir dengan 21-11 untuk keunggulan sementara pasangan ini.

Tak ada perubahan signifikan pada set ke-2. Performa Peter dan Faisal R  yang makin menurun, berhasil dimanfaatkan oleh Apin dan Fatoni. Mereka tak mau kehilangan momentum, sehingga dengan membabi buta, memombardir lawannya dengan serangan-serangan mematikan. Diujung set ke-2 Apin dan Fatoni berhasil membukukan kemenangan dengan skor cukup jauh 42-25.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 21 September 2025;

Juara 1 Apin dan Fatoni

Juara 2 Peter dan Faisal R

Juara 3 Stefanus dan Yudi H / Fathur dan Dito

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-32 tahun 2025;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta


Rendah diri berfokus pada perasaan kurangnya nilai diri dan ketidakpercayaan diri, sehingga berdampak negatif dan menghambat perkembangan, sementara rendah hati adalah sikap tidak sombong, menghargai orang lain, dan memiliki kepercayaan diri yang sehat, yang membawa dampak positif pada hubungan dan pertumbuhan diri. 

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...

Minggu, 14 September 2025

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 14 September 2025

 “Hurtful words are deep cuts in the heart. They may heal over time, but the scars never completely disappear.”

Anoir Ou-Chad


Jika kamu menyakiti hati orang lain, pertanggung jawabannya akan berat. Waktu sudah lama berlalu dan dirimu lupa pernah mengatakan apa saja atau tentang seseorang. Namun, orang yang tersakiti oleh lisanmu boleh jadi seumur hidup akan tetap mengingatnya dan merasa terluka.

Bila demikian keadaannya, boleh jadi keburukannya juga memengaruhi hidupmu. Tanpa orang itu membalasmu dengan cara apa pun, hidupmu bisa berjalan penuh hambatan. Kamu sampai bingung mencari penyebabnya, karena merasa telah melakukan berbagai hal sebaik mungkin. 

Padahal, itu mungkin dipengaruhi oleh seringnya ucapannya menyakiti hati orang-orang. Belajarlah buat lebih menjaga lisan dengan siapa pun dirimu berkomunikasi. Kata-kata yang sudah terucap gak akan bisa ditelan kembali. Sadari enam kesalahan bicara di bawah ini yang kerap membuat orang lain sakit hati dengan ucapanmu.

1. Ucapan dijadikan senjata untuk melukai hati

Bisa berkata-kata adalah anugerah. Maka seharusnya kemampuan berbicara digunakan hanya untuk kebaikan. Bukan justru dipakai buat menyakiti perasaan orang lain. Seumur hidup, kamu barangkali tidak pernah berkelahi

Namun, ucapan yang dijadikan senjata buat menyakiti perasaan orang tak kalah berbahaya dari duel fisik. Bahkan, akibatnya dapat melebihi luka yang ditimbulkan oleh perkelahian, tergantung dari kata-kata yang dipilih. Intropeksi dan mulai ubah caramu berbicara dengan siapa pun.

Berusahalah agar setiap perkataanmu menjadi penyejuk bagi orang lain. Baik nada bicara maupun pilihan katamu mesti bisa membuat orang lain merasa tentram, terinspirasi, atau termotivasi. Bukan malah telinga mereka menjadi merah serta hati panas. Gak usah menjadikan perkataanmu sebagai senjata buat melukai siapa pun.

2. Kalau lagi marah gak menunggu tenang dulu

Mana yang lebih penting antara mengekspresikan kemarahan dengan menenangkan diri terlebih dahulu? Jika orientasimu hanya pada kepuasan pribadi dalam jangka pendek, maka marah-marah menjadi tindakan yang diambil. Namun, apabila kamu menginginkan kebaikan dalam jangka panjang, kendalikan dulu emosimu.

Menenangkan diri bukan berarti kamu gak boleh marah oleh apa pun. Justru karena dirimu sudah diliputi kemarahan, maka kamu bergegas menenangkan diri. Bila tidak, setiap kata yang terucap pasti seperti hujan peluru bagi lawan bicara. Sebagian besarnya bahkan bakal disesali di kemudian hari.

Ketika kamu menyadari, bahwa ucapanmu gak terkontrol serta menyakiti hati orang lain, semuanya telah terlambat. Mengobati perasaannya tak semudah saat dirimu memuntahkan beragam kalimat negatif tersebut. Gak apa-apa kamu marah bila ada penyebab yang kuat. Namun, hindari reaktif dan diam dulu lebih baik, sampai dirimu bisa memastikan kata-kata yang terucap sudah terseleksi dengan baik.

3. Berhadapan dengan manusia, tapi menyamakannya dengan binatang

Semarah apa pun kamu, ingat dengan siapa sedang berhadapan. Dirimu bertatap muka dengan sesama manusia. Maka dari itu, jangan pernah sekali pun merendahkan martabatnya dengan menyebutnya sebagai binatang. Nama semua binatang gak boleh terlontar darimu, meski rasanya sudah berada di ujung lidah.

Apakah kamu bakal merasa baik-baik saja seandainya disebut dengan jenis binatang tertentu? Tentu tidak karena perkataan itu tak lagi memanusiakan manusia. Bahkan, menyamakan manusia dengan hewan berarti juga merendahkan sang pencipta.

Apa pun masalah di antara kalian, menyamakan seseorang dengan hewan biasanya akan menjadi kesalahanmu yang sulit sekali untuk dimaafkan. Tetaplah memanggil orang lain dengan panggilan yang baik meski emosimu sedang memuncak. Orang gak peduli dengan alasan dirimu hanya terbawa emosi. Bukan cuma kamu yang bisa marah, dia juga pantas tidak terima dengan sebutan tersebut.

4. Merasa gagah saat berbicara kasar

Bicara kasar banyak macamnya. Menyebut orang dengan nama binatang hanya salah satunya. Kamu juga berbicara kasar apabila membodoh-bodohkan orang, menyumpahinya agar mendapat nasib buruk, atau membentak dengan nada tinggi. Apakah ada perasaan gagah atau hebat saat dirimu mengucapkannya?

Kalau ya, perasaanmu benar-benar menyesatkan. Bukannya merasa hebat, semestinya kamu malu. Kasarnya perkataanmu menandakan banyaknya ketidaktahuanmu. Seperti kamu tak tahu cara menghormati orang lain bahkan diri sendiri, tidak mengerti dampak ucapanmu pada orang lain, atau kekurangan kosakata yang lebih positif guna menyampaikan unek-unekmu.

Orang lain tidak peduli pada titel atau jabatanmu. Selama ucapanmu tak menggambarkan kedua hal tersebut saking kasarnya, mereka menilaimu sebagai orang dengan sumber daya manusia yang rendah. Bukan mereka yang merendahkanmu, tapi cara bicaramu sendiri. Bila kamu ingin lebih dihormati oleh orang lain dan bukan sekadar merasa gagah, jagalah ucapan-ucapanmu.

5. Melebih-lebihkan kesalahan

Menegur atau mengkritik kesalahan orang lain boleh-boleh saja. Terlebih bila kamu mempunyai kewenangan untuk itu. Misalnya, kesalahan yang dilakukan oleh anak buahmu. Namun, pastikan kamu cuma membicarakan kekeliruannya yang nyata dan bukan melebih-lebihkannya.

Jika dirimu melebih-lebihkan kebaikan seseorang, tentu ia merasa tersanjung. Namun, apabila kesalahannya yang kecil dibesar-besarkan, ini sama dengan fitnah. Dia pasti merasa gak terima dan perlu meluruskannya dengan segala cara. Menjadi korban fitnah yang bikin reputasinya jatuh amat menyakitkan hati.

Sekeras apa pun ia mencoba menyampaikan kebenaran, belum tentu orang lain memercayainya. Dia dapat selamanya menanggung citra negatif gara-gara kesalahanmu dalam berbicara. Apabila kamu telanjur khilaf dalam berucap dan menjadi fitnah baginya, kamu pula yang mesti mencabutnya dengan menjelaskannya ke orang-orang, supaya mereka lebih percaya.

6. Di depan baik, di belakang menjelek-jelekkan

Berbicara yang menyakiti hati orang lain tidak selalu disampaikan secara langsung di hadapannya. Kamu yang kurang bernyali dan berkarakter musuh dalam selimut, biasanya lebih suka menyerang seseorang, tanpa sepengetahuannya.

Di depannya, sikapmu baik. Kata-katamu positif, bahkan mungkin dirimu termasuk teman yang sering memujinya. Namun, di belakangnya, kamu gemar menjelek-jelekkannya di depan orang lain.

Sama seperti poin sebelumnya, ini juga dapat menjadi fitnah besar baginya. Buruknya lagi, ketidaktahuannya akan sifatmu yang bermuka dua, bikin dia gak sempat memberikan klarifikasi.

Tahu-tahu ia mendapati orang-orang menjauhinya. Dia baru mengerti, apabila ada orang yang memberitahukan semua perkataanmu tentangnya. Pada saat itu, ia merasa amat sakit hati, karena dikhianati olehmu yang selalu tampak baik di hadapannya.

Berpikir dulu sebelum berbicara akan menghindarkanmu dari perkataan yang sia-sia, bahkan merusak hubunganmu dengan orang lain. Nilai-nilai esantunan dalam berbicara maupun membicarakan orang mesti selalu dijaga. Marah yang berkelas tidak perlu menghinakan orang lain maupun diri sendiri dengan ucapan yang gak dikontrol.

                  -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase...  Turnamen Mingguan Sparta edisi  Minggu, 14 September 2025 diramaikan dengan beberapa orang Spartan yang turun gunung. Dari 20 orang yang konfirmasi, ada 1 orang yang 'misleuk' alias tidak jadi datang, padahal orangnya konfirmasi dari aplikasi AYO. Next kalo ada orang baru yang dari antah berantah wajib bayar dimuka, supaya tidak mengacaukan drawing.

Drawing yang sebelumnya sudah diundi dengan hanya terbagi menjadi 2 grup, harus diubah jadi 4 grup. Kendala ini tentu mempengaruhi waktu dimulainya turney yang jadi lebih molor. 

Dari hasil drawing, ada beberapa pasangan yang admin catat sebagai pasangan unggulan minggu ini. Mereka adalah:Fathur dan Rama Dhany, Herman dan Apin, Reza A dan Odod, Noval dan Fatoni, lalu yang terakhir adalah Rizaldi dan Hizkia Ken. Dari kelima unggulan diatas hanya 3 yang lolos ke semifinal. Herman dan Apin, juga  Rizaldi dan Hizkia Ken langkahnya terhenti di babak quarter final. Malah Herman dan Apin yang di fase grup berhasil menjadi juara grup dan bahkan satu-satunya pasangan yang berhasil mengalahkan Juara kita minggu ini, harus kandas sebelum sempat menginjakkan kakinya ke babak semifinal.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak quarter final;

Grup A, Juara grup: Aciel dan Yudi H, runner up grup: Noval dan Fatoni

Grup B, Juara grup: Fathur dan Rama Dhany, runner up grup: Rizaldi dan Hizkia Ken

Grup C, Juara grup: Herman dan Apin, runner up grup: Reza A dan Odod

Grup D, Juara grup: Alfi dan Fietka, runner up grup: Wili dan Stefanus

Hasil pengundian babak quarter final, benar-benar membolak-balikkan nasib para Spartan. Dari delapan pasangan yang melaju ke babak quarter final ada 4 pasangan yang kembali bertemu dengan sesama pesaing grupnya dan 4 pasangan lainnya bertemu secara menyilang.  

Fathur dan Rama Dhany yang kembali bertemu dengan Rizaldi dan Hizkia Ken berhasil mengulang dan menyempurnakan kemenangan mereka dengan skor 42-35. Yang patut menjadi catatan turney minggu ini, hanya Fathur dan Rama Dhany sang juara grup yang berhasil melanjutkan langkahnya ke semifinal. 3 juara grup lainnya, kandas ditangan para runner up. 

Alfi dan Fietka terpaksa harus retired pada kedudukan 23-29 dikarenakan Alfi kelelahan. Mereka kali ini harus rela menyerahkan kemenangan kepada sang runner up sesama grup D, Wili dan Stefanus. 

 Herman dan Apin yang notabene merupakan juara grup C, harus menelan pil pahit kekalahan dengan skor super tipis 41-42 dari sang runner up grup A, Noval dan Fatoni.

Pun demikian juga yang terjadi pada sang juara grup A, Aciel dan Yudi H. Mereka menderita kekalahan dari runner up grup C, Reza A dan Odod.

Bagan atas semifinal mempertemukan Fathur dan Rama Dhany  VS Wili dan Stefanus. Laga ini dimenangkan cukup mudah oleh  , dengan skor cukup jauh 42-20.

Demikian juga yang terjadi pada bagan bawah, Reza A dan Odod memenangi laga semifinal atas lawannya, Noval dan Fatoni dengan skor sangat meyakinkan, 42-27.

Sesuai prediksi admin, 2 unggulan teratas minggu ini bertemu di laga pamungkas, babak final. Fathur dan Rama Dhany VS Reza A dan Odod menjadi finalis yang sangat ideal untuk minggu ini. 

Set pertama langsung dibuka dengan rally-rally panjang. Fathur dan Rama Dhany langsung mendominasi permainan. Di 3/4 sisa set pertama mereka menciptakan jurang perbedaan skor dengan selalu leading 4 sampai 5 poin. Hingga set pertama ditutup dengan 21-17 untuk keunggulan sementara pasangan ini. Tak diragukan lagi dari hasil set pertama Fathur dan Rama Dhany memiliki kans lebih besar untuk menjadi juara minggu ini.

Set ke dua Reza A dan Odod terlihat mengubah strategi dengan mengambil inisiatif menekan dan menyerang lawannya terlebih dahulu. Dari tertinggal 17-24, mereka bangkit dan berhasil menyamakan skor 24-24, bahkan menyalipnya dengan 25-24. Namun Fathur dan Rama Dhany tak tinggal diam. Mereka berhasil menyamakan skor 25-25, lalu leading lagi 29-25. Reza A dan Odod meningkatkan tensi permainan dengan serangan bertubi-tubi. Reza A dan Odod kembali berhasil menyamakan kedudukan 29-29. Bahkan setelah menyamakan skor, mereka berbalik mempimpin perolehan poin. Sampai akhir babak final Reza A dan Odod terus-menerus leading. Odod yang termotivasi untuk meraih medali emas pertamanya di musim ini, tampil sangat baik mengerahkan seluruh kemampuannya. Babak final 2 kali terjeda istirahat untuk minum dan break adzan maghrib (diluar interval), tak bisa memulihkan stamina Fathur dan Rama Dhany yang sudah terkuras. Reza A dan Odod makin mengganas. Tak mau sedikitpun memberi ruang lawannya untuk bangkit. Sebaliknya dengan pasangan Fathur dan Rama Dhany yang tertekan, makin banyak melakukan unforced error.  Akhirnya Reza A dan Odod mengakhiri babak final dengan skor 42-37. Benar kata netizen: Lebih baik hampir kalah dibandingkan hampir menang.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 14 September 2025;

Juara 1 Reza A dan Odod

Juara 2 Fathur dan Rama Dhany

Juara 3 Wili dan Stefanus / Noval dan Fatoni 

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-31 tahun 2025;

Road to final


Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Kita memang tidak tahu apa yang orang lain hadapi, begitu juga sebaliknya. Jadi, tetaplah menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain. Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...