“One can choose to go back toward safety or forward toward growth. Growth must be chosen again and again; fear must be overcome again and again.”
Abraham Maslow
Istilah “zona nyaman” sering diartikan sebagai suatu tempat atau situasi di mana seseorang merasa aman atau tentram. Berada di zona nyaman adalah keadaan psikologis di mana hal-hal terasa ‘familiar’, membuat kita merasa berada di lingkungan yang terkendali.
Biasanya, saat di zona nyaman, hidup terasa mudah dan simpel. Mengalir begitu saja tanpa adanya hambatan berarti.
Namun, kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa zona nyaman dapat berubah menjadi jebakan tak kasat mata. Mengapa?
Karena zona nyaman adalah tempat yang stagnan.
Stagnan adalah tempat yang sangat berbahaya, namun seringkali disepelekan.
Stagnasi pada dasarnya berarti kita berhenti bergerak, berhenti berkembang dan maju. Kita hanya diam di tempat. Kalau begini, lalu apa yang membedakan kita dengan batu?
Jika masih menganggap stagnan adalah tempat yang biasa-biasa saja, coba bayangkan kamu membuat genangan air dalam ember kecil yang stagnan (tidak bergerak). Lalu biarkan sampai 24 jam. Apa yang terjadi?
Dalam kurang dari 24 jam, genangan itu akan berubah menjadi tempat favorit pembunuh terbesar di dunia yang menyebabkan 1 juta kematian tiap tahunnya; nyamuk DBD.
Tak hanya itu, 48 jam selanjutnya, jamur, bakteri dan berbagai macam parasit juga akan ikut mampir. Tak sekadar mampir, jam-jam selanjutnya mereka akan berlomba-lomba membuat rumah baru disitu. Pertumbuhan bakteri yang cepat ini akan terus berlanjut dan tidak terlihat selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan jika kita tidak segera menyingkirkan genangan air tersebut.
Genangan air ini adalah zona nyaman kita; dan itulah seberapa bahayanya tempat yang stagnan.
Dari genangan air tersebut, seluruh jamur, bakteri, nyamuk, parasit merupakan cerminan dari ‘hal-hal tak kasat mata’ dalam zona nyaman yang selama ini kita abaikan. Lalu, apakah hal-hal yang tak terlihat ini?
Jawabannya: rasa takut.
Rasa takut untuk berubah. Untuk maju. Untuk berkembang. Rasa takut akan ditolak. Akan gagal. Akan memulai hal baru. Takut atas ketidakpastian dan ketidaknyamanan.
Zona nyaman adalah ‘jebakan’ yang bersumber dari ketakutan kita.
Ketakutan adalah perasaan yang secara diam-diam dapat memakan kita dari dalam. Ia memiliki kekuatan untuk dapat mengendalikan kita dan mendorong kita untuk menjauhi perubahan. Rasa takut memenjarakan kita; namun di saat bersamaan ia juga menghindari kita dari kesakitan, kecemasan, dan kekecewaan.
Saya mengerti, siapa yang ‘suka’ rasa takut?
Banyak dari kita lebih memilih untuk menonton film romansa atau fantasi yang menyenangkan dibanding film thriller atau horor yang menegangkan. Tentu, ini juga masalah selera. Poinnya adalah: rasa takut adalah rasa yang tidak mengenakkan.
Ada kalanya, walau berada di “zona nyaman”, kita tetap merasa “tidak nyaman”. Kita tidak merasa benar-benar bahagia walaupun kita memiliki apa yang kita mau. Kita merasa cemas, gelisah, dan ‘kosong’.
Maka dari itu, sesungguhnya zona nyaman tidak selalu membuat kita ‘nyaman’; namun selalu membuat kita merasa ‘familiar’.
Hal ini karena kita sudah terlalu lama berada di tempat stagnan tersebut, membuat kita menjadi semakin takut untuk melihat maupun melangkah ke luar; bahkan jika itu ‘membunuh’ kita dari dalam. Kita tidak ingin berubah, karena dalam perubahan artinya ada ketidakpastian. Dan ketidakpastian inilah yang menghambat kita untuk maju, tanpa benar-benar menyadari bahwa ketidakpastian adalah bagian dari kehidupan.
Jika kita benar-benar memahami bahwa hidup penuh dengan ketidakpastian, tentu menjadi tidak masuk akal bagi kita untuk merasa takut. Toh, semua hal di dunia ini tidak ada yang benar-benar pasti. Selalu ada hal di luar kuasa kita yang tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan. Kita bisa merencanakan dan memperkirakan, namun hidup mampu membolak-balikkan ‘jalan’ kita hanya dengan sekejap mata.
Yang perlu diingat adalah; semua rasa takut itu hanya ada di kepala kita.
Pertanyaannya, apakah kita mau ‘melawan’ rasa takut itu atau membiarkannya ‘mengendalikan’ kita?
Pentingnya rasa takut dan penderitaan
Rasa takut dapat menghindari kita dari kesakitan dan penderitaan. Namun, apa jadinya apabila kita tidak bisa merasa sakit lagi? Bukankah rasa sakit itu juga adalah hal yang membuat kita ‘merasa hidup’? Kecuali kamu menderita Congenital insensitivity to pain (CIP) —suatu kondisi langka dimana seseorang tidak dapat merasakan (dan tidak pernah merasakan) sakit fisik — maka kesakitan adalah bagian dari kehidupan.
Coba sebutkan apakah ada 1 orang pun di dunia ini yang berhasil atau benar-benar mencapai kebahagiaan tanpa harus menghadapi rasa takut atau keluar dari zona nyaman mereka, saya yakin hasilnya nihil.
Bahkan, Matthieu Ricard, penulis dan biksu asal Prancis yang disebut sebagai orang paling bahagia pun, juga pernah mengalami rasa takut dan penderitaan. Ricard memiliki gelar PHD dalam Genetika Molekuler dari institut French Nobel Laureate. Namun, setelah lulus ia memutuskan untuk meninggalkan karir ilmiahnya dan mempelajari praktik Buddhisme Tibet. Ia keluar dari ‘zona nyaman’nya.
Tahun 1991, Ricard juga pernah kehilangan sahabatnya, Dilgo. Namun ia memilih untuk melewati masa duka tersebut, mengambil hikmah dari kejadian itu dan tetap melangkah maju menuju perubahan.
Seluruh perjalanannya, akhirnya membuat Ricard menjadi biksu yang taat dan penulis yang bijaksana hingga mendapat gelar “The Happiest Man on Earth”. Dalam salah satu karyanya, ia berujar:
"Beyond the sensation of pain, there exists a simple, peaceful and alert presence at the core of our experience." — Matthieu Ricard
Hidup memberi kita banyak peluang dan kemungkinan, tetapi kita tidak dapat benar-benar melewatinya tanpa harus menghadapi rasa takut.
Kebanyakan orang memilih untuk menetap di zona nyaman mereka. Mereka menjalani kehidupan ‘pasif’ yang aman dan tentram, seluruh kebutuhan mereka terpenuhi dan tak ada dorongan tertentu yang membuat mereka menginginkan perubahan.
Namun, jika kita tidak mencoba hal baru di luar zona nyaman kita, kita tidak akan berhasil dalam sesuatu yang baru; seluruh pencapaian, impian, prestasi, hasil, dan tujuan. Kitalah yang harus mengambil langkah menuju gerbang kesuksesan, bukan hanya diam di tempat dan menanti keajaiban.
Melepas diri dari jebakan
Untuk menghindari jebakan zona nyaman, kita harus membiasakan diri terhadap ketidaknyamanan dan belajar merasa nyaman dalam ketidaknyamanan.
Hal ini bisa dilatih dengan mulai mencoba hal-hal baru dan memberanikan diri untuk mengambil risiko.
Ketika kita menerima ketidaknyamanan, kita tidak hanya akan meningkatkan skill dan kapabilitas, namun juga meningkatkan kepercayaan diri kita. Rasa percaya diri itu pun akan menumbuhkan keberanian untuk dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Nantinya, ini akan membawa kita menuju zona pertumbuhan (growth zone).
Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Tanpa mengambil langkah pertama, tujuan tidak akan pernah kita capai.
Mungkin ‘dunia luar’ tampak menakutkan, menyeramkan, dan penuh ketidakpastian. Namun, disitulah tempat di mana kita akan benar-benar tumbuh, belajar dan berkembang meniti lika-liku kehidupan.
Normality is a paved road: It’s comfortable to walk, but no flowers grow. — Vincent van Gogh
-----oooOOOooo-----
Kembali ke reportase... Minggu terakhir di penghujung Bulan Juni menandai sebentar lagi kita memasuki paruh ke-2 tahun 2026. Waktu terasa sangat cepat berlalu. Setelah melalui hampir 9 tahun perjalanan Sparta, baru Kamis kemarin mabar diliburkan. Kadang admin bingung apa yang diinginkan member Sparta. Setelah 1 bulan mabar di GOR STT Mandala, dari hasil follow up melalui polling di grup whatsapp Sparta, ada keinginan pindah GOR dari beberapa anak Sparta. Sementara di posisi ke-dua hasil polling menyatakan ingin tetap di GOR STT Mandala. Berhubung Kamis tanggal 25 Juni 2026 sewa lapang GOR STT Mandala habis maka sesuai hasil polling kita harus pindah. Namun GOR Tridaya Cakti sebagai opsi pertama sebagai pengganti, tidak bisa disewa karena penuh. Maka dicarilah opsi GOR lain dan didapatlah Prime GOR Karapitan yang ready. Tapi pas admin tanya di forum admin merasa respon apatis alias tidak peduli) dari sebagian besar yang ada di grup, Hanya Odod dan Alwi yang bilang siap, selebihnya anyep. Berhubung harus gerak cepat, 1 jam kemudian admin tadinya mau gambling langsung booking lapang Prime GOR Karapitan. namun apa daya jadwal sudah terisi penuh.
Kepada member Sparta, tolong jangan terlalu rewel pengin begini pengen begitu, lapangnya kaya gini kaya gitu dengan lokasi tidak mau disini tidak mau disitu. Percayalah admin memilih yang terbaik yang admin bisa. Admin sangat butuh dukungan dari kalian semua untuk melanjutkan berjalannya mabar Sparta.
Dari drawing turnamen Mngguan Sparta edisi minggu ke-20 pada tanggal 28 Juni 2026, ada 3 pasangan utama yang menjadi unggulan teratas. Mereka adalah: Yudi H dan Faisal R, Redy dan Fathur, lalu yang terakhir adalah Rama Dhany dan Fatoni. Sebenatnya ada satu lagi yaitu pasangan Herman dan Fatoni, namun secara mengejutkan mereka rontok di babak penyisihan grup. Berhubung jumlah partisipan turney kali ini ganjil, Fatoni pindah (setelah melalui pengundian) ke grup B untuk 'mengubah nasib' berpasangan dengan Rama Dhany.
Dan benar saja, sesuai prediksi ketiga pasangan unggulan di atas semuanya melaju ke babak semifinal. Juara grup A di genggam oleh Yudi H dan Faisal R, didampingi oleh Noval dan Razaq sebagai runner up-nya. Sementara di grup B, Redy dan Fathur berhasil menduduki posisi juara grup. Runner up-nya ditempati oleh Rama Dhany dan Fatoni.
Grup A, Juara grup: Yudi H dan Faisal R. runner up grup: Noval dan Razaq
Grup B, Juara grup: Redy dan Fathur, runner up grup: Rama Dhany dan Fatoni
Hasil pengundian babak semifinal kali ini, mempertemukan para semifinalis secara menyilang. Pada bagan atas pertemuan antara Redy dan Fathur dengan Noval dan Razaq dimenangkan oleh Redy dan Fathur dengan skor 42-29.
Pertemuan Yudi H dan Faisal R VS Rama Dhany dan Fatoni pada bagan bawah, dimenangkan oleh pasangan Rama Dhany dan Fatoni secara dramatis dengan skor super ketat 42-40, setelah harus melalui pertarungan ketat dan sangat melelahkan dari kedua semifinalis ini.
Babak final menjadi ajang reuni dari Redy dan Fathur dengan Rama Dhany dan Fatoni sebagai sesama penghuni grup B. Rama Dhany dan Fatoni harus break panjang sebelum turun di laga final, karena fisik dan tenaganya sudah terkuras di babak semifinat saat melawanYudi H dan Faisal R. Selain kelelahan kaki Rama Dhany juga mengalami kram pada betis dan jemari kaki kanannya. Begitu juga dengan kondisi Fatoni yang sudah sangat terkuras karena harus main rangkap di 2 grup. Rehat 30 menit rupanya tidak cukup untuk memulihkan kondisi fisik mereka. Admin menyarankan untuk mengambil opsi 'walkover' kepada Rama Dhany dan Fatoni, tapi mereka menyatakan masih ingin mencoba untuk lanjut.
Set pertama dibuka oleh kedua finalis ini dengan rally-rally panjang. Tanpa basa-basil perolehan poin Redy dan Fathur langsung melesat. Meninggalkan perbedaan 3-4 poin dari perolehan poin lawannya. Sekalipun kelelahan Rama Dhany dan Fatoni masih semangat berjuang. mereka sempat menyamakan skor 14-14. Namun Redy dan Fathur kembali berhasil menjauhkan perolehan poin. Bahkan sampai set pertama berakhir dengan 21-16 untuk keunggulan sementara pasangan ini.
Pada set ke-2 kondisi fisik Rama Dhany terlihat makin memburuk. Dia sudah tak mampu lagi melompat. Kaki kanannya terlihat sedikit kaku saat bergerak. Namun lagi-lagi dia menolak opsi retired dari admin. Dia masih ingin melanjutkan pertandingan. Tercatat beberapa kali Rama Dhany dan Fatoni mendekatkan skor. Pada kedudukan 28-29, Rama Dhany mengalami kram lagi pada betis kaki kanannya. Setelah jeda beberapa saat kedua finalis melanjutkan pertandingan. Sekalipun Rama Dhany berat langkahnya, tapi penempatan bola-bola tajamnya masih merepotkan Redy dan Fathur. Begitu juga dengan placing-placing, smash dan bola kedut Fatoni masih masih berkali-kali membuahkan poin bagi pasangan ini. Kondisi fisik Redy dan Fathur nampak yang masih bugar menjadi keuntungan tersendiri untuk mereka. Redy dan Fathur akhirnya berhasil menutup laga final kali ini dengan skor 42-37. Mereka mengulang kemenangan sebelumnya di fase penyisihan grup atas lawannya Rama Dhany dan Fatoni yang mencatatkan skor 42-36.
Juara 1 Redy dan Fathur
Juara 2 Rama Dhany dan Fatoni
Juara 3 Noval dan Razaq / Yudi H dan Faisal R
Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-20 tahun 2026;
![]() |
| Road to final |
![]() |
| Bagan turnamen |
![]() |
| Update ranking Sparta |
![]() |
| Akumulasi perolehan medali Sparta |
Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya






Tidak ada komentar:
Posting Komentar