Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label perkumpulan. organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkumpulan. organisasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 27 September 2020



 "Knowledge will give you power, but character respect."

Bruce Lee

Banyak orang yakin uang dan harta benda bisa mendatangkan kebahagiaan. Katanya sih gitu. Tapi sejumlah penelitian menyatakan kalo yang sebenernya diinginkan orang adalah disegani dan disukai.Bener juga sih. Buat apa punya banyak uang tapi dicela dan dibenci sama orang-orang? Hehehe.

Oke, balik lagi ke penelitian tadi. Ketika disegani dan disukai, seseorang jadi lebih bahagia. Gak cuma itu, perasaan disegani membantu menciptakan kedekatan dengan orang-orang di sekitar kamu.

Tapi gimana tuh caranya supaya lebih disegani?

Ada nggak nih perilaku-perilaku yang bisa kita coba?


Tokoh-tokoh besar yang mendapat respek punya kebiasaan-kebiasaan kecil yang bisa kamu praktekkan segera. Ini dia!

1. Ingin lebih disegani? Baca buku.

Nggak semua orang suka baca buku. Sejumlah orang yang saya temui mengaku pusing bila melihat tulisan yang terlalu banyak. Well, itulah yang membedakan antara orang penuh respek dengan orang biasa.

Warren Buffett barangkali adalah salah satu investor dan dermawan paling disegani di jaman ini. Kalo kamu googling tentang kebiasaan-kebiasaan Warren Buffett yang bisa kamu tiru, jumlahnya berlimpah.

Tapi salah satu kebiasaan Pak Buffett yang paling mencolok adalah membaca. Bahkan dilaporkan bahwa Buffett menghabiskan hampir 80% buat membaca. Wow!


"Not all readers are leaders, but all leaders are readers".

-Harry S. Truman


Contoh orang-orang disegani yang terkenal gila membaca? Steve Jobs dan Bill Gates.

Membaca bisa membantu kamu ngembangin sejumlah skill, seperti:

Pengembangan inteligensi verbal

Pemahaman sosial yang meningkat

Meningkatkan inteligensi emosi

Skill-skill ini adalah skill para pemimpin. Dan yang pasti, membuat kamu lebih disegani dong.

Jadi kalo kamu mau disegani, perbanyaklah membaca.


2. Orang yang disegani nggak cuma jago di bidangnya…mereka juga ramah.

Banyak orang ngira kalo kamu cukup pinter, cukup berbakat, dan cukup berkompeten dalam pekerjaan kamu,

secara otomatis kamu disegani oleh orang-orang di sekitar.

Iya gak sih?

Ngomong-ngomong, berdasarkan psikolog Harvard Amy Cuddy, kemampuan adalah syarat kedua untuk jadi disegani. Syarat paling penting, ternyata… sikap ramah.

Menurut Mbak Cuddy, kalo kita kenalan sama orang baru, otak kita langsung mikir gini: “Aku bisa percaya gak ya sama orang ini?” dan “Apa aku perlu menghormati dia?” Kepercayaan datang dari sikap yang ramah.

Sementara respek datang dari kemampuan dan kecakapan.

Tapi, berdasarkan penelitiannya, kalo kamu mau disegani, harus dipercaya dulu.

Artinya, kamu perlu membuat orang percaya sama kamu sebelum mereka menghormati kamu.

Jika kamu mau disegani, ya pertama kamu harus jadi ramah dong sama orang. Tempatkan diri di posisi orang lain. Kalo ada orang cerita, dengerin. Tunjukin kalo kamu peduli. Dengan gitu, orang akan percaya kalo kamu layak disegani.


3. Orang yang disegani tau kapan harus menolak.

Orang yang tegas lebih disegani dibandingkan sama yang klemar klemer.

Ketika seseorang bersikap tegas, dia memperlihatkan aura seorang yang punya kemampuan dan berkuasa. Ini bagus untuk menciptakan rasa percaya. Menjadi tegas bisa dilihat dari banyak contoh; tapiii kamu bisa mengawalinya dari bilang “nggak”.

Heh?

Ya, kamu harus tau kapan kamu harus menolak permintaan orang. Kamu harus tau kapan harus TIDAK memaklumi orang lain.

lagian kalo terus-terusan ngalah dan menerima, kamu jadi dianggap remeh kan?

Mampu mengeluarkan pikiranmu dan mempertahankan pendapat itu penting. Ini untuk meningkatkan respek dari orang-orang di sekitarmu.


4. Orang yang disegani, menghormati orang lain.

Kalo kamu mau dihormati, ya hormati orang lain dulu.

Semua orang tahu hal ini, tapi gak semua bisa melakukan. Tapi di sini kita gak cuma menghormati orang lain… kita juga katakan sejelas-jelasnya kalo kita menghormati orang lain.

Berdasarkan prinsip-prinsip  spontaneous trait transference, orang lain cenderung menilai kita dengan nilai-nilai yang kita katakan ke orang lain.

Contoh: kalo kita ngatain yang jelek-jelek tentang orang lain, si pendengar juga menilai kalo kita jelek.

Jadinya kalo kita senang memuji orang lain, senang menghargai karya orang lain… Mereka pun akan menganggap kamu orang yang ramah dan menyenangkan.

Jadilah orang yang gampang memuji dan menghargai. Pujilah hal baik di diri orang lain — jadi orang lain menilai kamu baik. Jadi lebih dihormati deh.


5. Orang yang disegani punya rasa humor.

Tertawa memberi pengaruh positif pada kesehatan. Kamu juga pasti tau dong kalo humor bisa jadi cara yang sip untuk mempererat hubungan dan mengendurkan situasi tegang.

Tapi ketika ingin jadi disegani, seseorang seringnya berusaha bersikap keras dan kaku. Ketika kita ingin mendapatkan respek dari orang lain, kadang tanpa sadar kita jadi kaku.

Padahal, kita bisa lo menggunakan humor untuk mengurangi perbedaan sosial antara kita dengan orang lain. Humor yang santai dan ringan bisa membantu kamu terlihat lebih manusiawi, dan lebih suportif.

Tapi inget: ngejokes boleh tapi jangan keseringan. Terlalu sering melucu malah kamu dianggap remeh dan jadinya gak disegani deh.

Nah!

Itu tadi 5 hal yang harus kamu lakukan supaya kamu disegani.

Kamu gak bisa meminta atau mengharapkan supaya kamu disegani sama orang.

Kamu sendiri yang harus membentuk sikap itu.

Satu hal lagi yang tak kalah penting. Jangan berharap orang akan selalu MAKLUM dan MEMAAFKAN atas  sikap kamu yang egois, nyeleneh, menyebalkan atau menjengkelkan. Karena ada saatnya orang lain itu akan MUAK dengan perilaku kamu yang kaya gitu. 

What you give is what you get!.


Kembali ke reportase. Turnamen mingguan kali ini diikuti oleh 16 orang Spartan. Di turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-29, tamu dari Bekasi kembali menunjukkan taringnya dengan menyabet gelar juara. Setelah minggu lalu Franky yang berada di podium juara, kali ini giliran Reza R yang berpasangan dengan Hadi M, yang keluar sebagai kampiun minggu ini.

Di babak penyisihan  Reza R dan Hadi secara meyakinkan menggulingkan lawan-lawannya dengan kemenangan penuh. Bahkan saat mereka kembali bertemu lagi di Semifinal dengan kompetitornya Fatoni dan Franky. Fatoni dan Franky yang di babak penyisihan harus menelan pil pahit kekalahan dengan score yang bikin ga bisa bobok nyenyak. 41-42. Tidak mampu membalaskan kekalahan mereka.

Babak final mempertemukan Reza R dan Hadi M dengan pasangan Ari Syam dan Roganda. Ari Syam yang baru datang lagi ke Sparta (karena kesibukan aktivitas bekerja di Jakarta), tak mengalami kesulitan berarti bertandem dengan Roganda.

Reza R dan Hadi M terlihat sedikit kedodoran di awal pertandingan partai puncak. Bahkan hingga paruh set ke-dua, mereka masih selalu tertinggal 3-4 poin.  Entah faktor fisik atau hilang fokus (karena hujan turun dengan derasnya, hingga suasana di dalam GOR sangat berisik), akhirnya Ari Syam dan Roganda poinnya tertikung tanpa bisa menyusul lagi. Dan pertandingan babak final berakhir dengan 42-40.

Inilah nama-nama yang menjadi juara kita minggu ini;

Juara I Reza R dan Hadi M

Juara 2 Ari Syam dan Roganda

Juara 3 Fatoni dan Franky / Iyan dan Olsen


Dan dibawah ini adalah ikhtisar turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-29;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Keep calm and smash hard!!



.





Minggu, 20 September 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 20 September 2020

 “Look outside and you will see yourself. Look inside and you will find yourself.”

 Drew Gerald

Pada Jum'at Pagi hari, Empat orang santri sedang belajar adab-adab sholat jum'at, dan mereka mengetahui kalau sedang mendengarkan khutbah maka mereka harus diam tidak boleh bicara, lalu siangnya mereka masuk masjid untuk sholat Jum'at, yang sebelumnya tentu harus mendengarkan khutbah, pada saat awal khotib berkhutbah semuanya diam, berlangsung dengan khusyuk. Namun, tidak beberapa lama setelah itu, ada salah satu jamaah sibuk memainkan HP nya, dan ketika Hp orang itu berbunyi karena ada yang menelpon, seorang jamaah dari 4 orang itu tidak bisa menahan diri dan berseru kepada orang itu; ”Tolong matikan Hp itu!”

Santri kedua heran mendengar suara temannya. ”Kita tidak boleh berbicara,” komentarnya. Melihat hal ini Santri ketiga merasa jengkel, ”Kalian bodoh. Mengapa berbicara?” ia bertanya. ”Sayalah satu-satunya orang dari kalian berempat yang tidak berbicara,” Santri keempat menyimpulkan.


Apakah yang menarik dari cerita di atas? Ternyata melihat ke luar itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan melihat ke dalam. Ini tentu saja tidak mengherankan, melihat ke luar hanya membutuhkan mata lahir, sedangkan melihat ke dalam membutuhkan mata batin. Melihat ke luar dapat kita lakukan di tengah kesibukan, sementara melihat ke dalam hanya bisa kita lakukan dalam keheningan, manakala kita melakukan dialog yang tak terputus dengan diri kita sendiri.

Yang menarik, karena kita hanya dapat fokus pada satu hal di satu waktu, maka ketika fokus ke luar, kita akan lupa untuk melihat ke dalam. Lantas, apa yang membuat kita sulit untuk melihat ke dalam?

Ada tiga alasan yang kuat, mengapa melihat ke dalam diri sendiri itu sulit. Pertama, karena kita sering merasa sudah benar. Kita tidak sadar bahwa kebenaran hanyalah posisi kita pada saat ini, dan sama sekali tidak ada jaminan bahwa kita tetap berada di posisi ini di masa mendatang. Kita lupa bahwa posisi kita bisa berubah seperti bandul yang berayun.

Selain itu, kita kerap menganggap diri kita berada di zona aman. Kita merasa diri kita baik dan bijak. Kita merasa mempunyai kedudukan yang menjamin kita berbuat baik seperti penegak hukum, aktivis antikorupsi, ahli agama, ilmuwan dan sebagainya. Semua posisi dan label ini menciptakan perasaan aman yang pada gilirannya menghasilkan sikap kurang hati-hati, lengah dan longgar. Tanpa disadari kita mengendurkan standar kita sendiri. Inilah yang membuat banyak penegak hukum melakukan aktivitas yang melanggar hukum, aktivis antikorupsi malah melakukan tindakan korupsi, ahli agama melakukan hal-hal yang justru bertentangan dengan agama yang diyakininya.

Kedua, kita lebih mudah melihat ke luar karena kita senang menyalahkan orang lain. Kita acap kali merasa bangga bila kita dapat menunjukkan kesalahan orang lain. Seolah-olah dengan menunjukkan kesalahan orang lain itu kita menjadi lebih baik dan lebih besar. Secara diam-diam dan tanpa disadari, kita masih memiliki penyakit ini dalam diri kita. Kita ingin lebih dibandingkan dengan orang lain. Kita membangun ego kita dengan cara seperti itu.

Ada sebuah cerita inspiratif mengenai tiga orang anak yang dibawa penduduk kampung ke pengadilan dengan tuduhan mencuri buah semangka. Ketiga anak itu sangat ketakutan karena berpikir akan menerima hukuman yang berat.

Ketika sampai di hadapan hakim, hakim yang dikenal sebagai orang yang sangat keras sekaligus bijaksana itu mengatakan, “Kalau di sini ada orang yang ketika masih anak-anak belum pernah mencuri buah semangka, silakan tunjuk jari.” Ternyata tak seorang pun termasuk hakim yang mengangkat jari telunjuknya. Maka, hakim pun langsung berkata, “Perkara ditolak.”

Jadi, sebelum bicara apa-apa, lihatlah diri Anda lebih dulu. Walaupun melihat diri sendiri memang amatlah sulit. Analoginya seperti melihat telinga Anda sendiri. Telinga itu berada sangat dekat dengan diri kita, tapi bisakah kita melihatnya? Tidak bisa, Anda membutuhkan alat, yakni cermin.

Ketiga, kita sulit melihat ke dalam diri karena kita sering merasa bahwa masalah berada di luar, bukan di dalam. Padahal, bukankah semua masalah yang ada di luar itu sebenarnya bersumber dari masalah yang ada di dalam, seperti halnya orang lebih suka mengarahkan telunjuknya ke luar tetapi lupa untuk bercermin. Bukankah semua kejahatan, permusuhan, dan peperangan bersumber pada sesuatu yang ada di dalam – dan bukan di luar – diri kita?

Karena merasa bahwa masalah ada di luar bukannya di dalam, maka perilaku kita seperti perilaku orang yang membaca buku psikologi dan bukan buku kesehatan. Ketika membaca buku psikologi kita akan cenderung menganalisis perilaku orang lain yang ada di sekitar kita. Kita mengatakan, “Ya, saya tahu, rekan kerja saya memang seperti ini, begitu pula dengan pasangan hidup saya.” Ini tentu saja berbeda dari perilaku ketika membaca buku kesehatan. Bayangkan kalau Anda membaca tulisan mengenai gejala diabetes atau jantung koroner. Siapakah yang akan langsung Anda pikirkan? Tentu saja, kita akan melihat ke dalam diri kita sendiri.

Seorang bijak pernah mengatakan, “Orang yang tahu mengenai alam semesta tetapi tidak tahu apa-apa mengenai dirinya berarti belum tahu apa-apa.” Karena itu tepat sekali Ebiet G. Ade dalam sebuah lagunya yang terkenal mengatakan, ”Tengoklah ke dalam sebelum bicara. Singkirkan debu yang masih melekat...” Dalam lagu yang sama ia juga berpesan, ”Bercermin dan banyaklah bercermin. Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini. Berusahalah agar Dia tersenyum...”

Pada saat mata dan Panca indra kita terjaga, maka Perhatian Otak atau Jiwa kita berada pada luar diri kita, sehingga membuat Jiwa kita terperangkap pada panca indera, terkungkung oleh ke-diri-an. Berada pada Kesadaran inderawi, sehingga hanya menyadari lingkungannya hanya sebatas kesadaran yg bersifat fisik. Orang yg seperti ini lebih tertarik dan menyukai kehidupan dunia daripada akhirat.

Kembali ke reportase. Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-28 diikuti oleh 16 orang Spartan plus 5 orang Spartan yang hanya mabar. Minggu ini kita kedatangan 3 orang tamu dari Bekasi, 2 ikutan turnamen dan satu orang hanya jadi penonton. Keikutsertaan Franky S dan Reza R di turnamen kali ini, turut mewarnai jalannya turnamen. Skill Franky yang termasuk diatas rata-rata Spartan, berkolaborasi permainan apik Ari A, jadilah mereka sebagai kampiun minggu ini. Sebetulnya dari awal juga sudah tertebak kalau mereka yang akan keluar sebagai juara minggu ini. Perjalanan mereka sangat mulus mulai dari babak penyisihan hingga final tanpa menderita kekalahan satu kali pun. Di babak final mereka mengalahkan pasangan Fatoni dan Rama dengan score 42-32.

Fatoni dan Rama yang awalnya bermain kurang maksimal di awal babak penyisihan, sanggup menebus kekalahan mereka dari pasangan Adi Putra dan Reza R, dengan memetik 2 kemenangan di 2 partai penyisihan berikutnya. Penentuan juara dan runner up di grup A, harus diselesaikan dengan drama penghitungan selisih poin. Fatoni dan Rama berhasil membalas kekalahan mereka dengan mendepak Adi Putra dan Reza R di babak semifinal.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini;

Juara 1 Franky S dan Ari A

Juara 2 Fatoni dan Rama

Juara 3 Adi Putra dan Reza R / Iyan dan Andre

Dan dibawah ini adalah result dari turnamen mingguan Sparta tanggal 20 Sepetember 2020, disertai dengan update ranking dan Akumulasi perolehan medali Sparta;

Road to final

Bagan turnamen
Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Semoga kita menjadi insan yang bisa introspeksi atas kesalahan-kesalahan yang telah dibuat dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Tetap semangat dan Salam olahraga!!!

Minggu, 13 September 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 13 September 2020

 “Respect is a two-way street, if you want it you have to give it.”

R.G. Risch

First thing first, mengapa kita harus menghargai orang lain? We may come with a thousand different reasons for why we have to pay enough respect for others, Sobat – entah alasan sebagai makhluk sosial, kehidupan bermasyarakat, dan lain sebagainya. Namun satu hal yang pasti, sikap kita pada orang lain menunjukkan siapa kita sesungguhnya.


Kita dapat dengan mudah menanggapi sikap menyebalkan orang lain dengan perilaku yang sama menyebalkannya. Tapi bukankah dengan demikian berarti kita sama-sama menyebalkannya dengan orang tersebut? Tak ingin begitu bukan? Jadi, bagaimana sebenarnya cara-cara sederhana yang dapat kita terapkan dalam menghargai orang lain?

1. Tidak Mengabaikan Sopan Santun

Selama berabad-abad budaya kita mengajarkan sopan santun. Nilai sopan santun boleh jadi berbeda antar daerah, tapi pada dasarnya sikap sopan dan santun yang diajarkan bertujuan agar kita mampu menghargai orang lain. Contoh sederhananya adalah dengan tidak melupakan kata maaf, tolong, dan terima kasih.

Mengucap maaf tak berarti kita berada pada posisi yang lebih rendah atau menunggu sampai kita benar-benar melakukan kesalahan yang fatal. Mengucap tolong juga baik diucapkan para setiap orang, siapapun dia, yang membantu kita. Dan ucapan terima kasih merupakan cara kita menghargai sekecil apapun kontribusi yang diberikan oleh orang lain.

Selain bahasa verbal, sopan santun juga tampak pada sikap badan atau bahasa tubuh kita. Again, our native culture is very subjective in such matter. Secara umum dalam budaya ketimuran, misalnya, menunjuk-nunjuk dengan jari pada orang yang berusia lebih tua dianggap tidak sopan.

Bagaimana bila kita menghadapi orang yang bersikap tidak sopan? Haruskah kita tetap bersikap sopan? Tentu saja, iya. As it's mentioned earlier, the way we carry ourselves shows who we are – more than anything else. Jadi tetap saja tak ada ruginya bersikap sopan bagaimanapun reaksi orang yang tengah kita hadapi.

2. Terima Perbedaan pada Setiap Orang

Beda kepala, beda isi – pernah mendengarnya, kan? Adalah hal yang wajar bila masing-masing kita memiliki ide dan pendapat yang berbeda. Dalam banyak hal, yang semestinya dapat kita lakukan adalah menerima bahwa semua orang tak harus memiliki pendapat yang sama.

Perbedaan pula yang menuntun kita untuk tidak mengecilkan sesuatu. Misalnya, menganggap belajar menggambar tidak lebih penting dari belajar Matematika. Padahal, bagi orang lain mungkin memang passion-nya berada pada bidang seni dan ia dapat berbagi manfaat dengan orang lain pada bidang tersebut.

If it doesn't mean anything to you, something may mean the whole world for someone else. Therefore, it's worth every effort to always respect others' feelings and thoughts. (Jika itu tidak berarti apa-apa bagi Anda, sesuatu itu mungkin sangat berarti bagi orang lain. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk selalu menghargai perasaan dan pikiran orang lain).

3. Mau Menyimak dan Menjadi Pendengar

Berapa banyak teman yang sering menceritakan masalahnya pada kamu? Bila jumlahnya cukup banyak, besar kemungkinan kamu adalah pendengar yang baik.

Persoalan yang lebih serius memang membutuhkan bantuan profesional, misalnya melalui konseling. Akan tetapi, biasanya yang dibutuhkan teman kita hanya seseorang yang mau mendengar curahan perasaannya.

Bukan hanya teman yang sedang galau yang butuh disimak. Pada dasarnya, hampir setiap orang yang mengutarakan sesuatu berharap untuk disimak, didengarkan dengan baik. Disisi lain, sikap kita yang mau diam menyimak merupakan wujud dari respek atau penghargaan kita pada orang lain.

Bukan hanya di kelas saat menyimak guru atau dosen, sikap diam dan mau mendengarkan sebenarnya lebih dibutuhkan dalam berinteraksi dengan orang lain – khususnya mereka yang berusia lebih tua dari kita. Bila belum terbiasa, memang dibutuhkan kesabaran yang luar biasa untuk tidak memotong seseorang yang sedang berbicara – tapi itu layak diusahakan.

4. Menyadari Batasan

Manusia memang makhluk sosial, tapi kita juga memiliki ruang lingkup pribadi. Dalam ranah pribadi, setiap orang memiliki hak penuh atas dirinya sendiri. Batasan tersebut memberi panduan sejauh mana jangkauan ucapan, sikap, hingga tindakan kita.

Misalnya, ketika ada teman yang menceritakan masalah pribadinya, yang bisa kita lakukan hanya menyimak dan menyampaikan pendapat ketika diminta. Diterima atau tidaknya pendapat kita, apapun keputusan dan tindakan yang diambilnya, sepenuhnya berada dalam ranah pribadi teman tersebut.

Dengan kita menahan diri dari berkomentar tanpa diminta, memaksakan pendapat, hingga membuat seseorang melakukan sesuatu yang tak diinginkannya berarti kita mampu menghargai orang lain. Respek pada orang lain inilah yang turut memandu dan mengarahkan tindak tanduk dan tingkah laku kita.

Telah disebutkan diawal bahwa penghargaan, respek pada orang lain sebenarnya lebih menunjukkan siapa kita. Jadi, ketika tingkah laku kita baik pada orang lain, itu karena kita yang selalu berusaha untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi. Siapkah kita melakukannya, guys?

Kembali ke reportase. Turnamen minggu ini dihadiri oleh 15 orang Spartan. Sebenarnya ada 16 orang, tapi Iwan tidak mau masuk drawing karena ada keperluan.

Finalis kali ini berasal dari grup yang sama, yaitu grup A. Hadi M dan Roganda berhasil menyabet gelar juara minggu ini. Dibabak penyisihan mereka harus puas berada di posisi runner up grup. Mereka harus menelan pil pahit kekalahan dari Anton dan Olsen di babak penyisihan. Namun di babak final Hadi M dan Roganda berhasil membalas kekalahan mereka di babak penyisihan dari pasangan Anton dan Olsen, dengan score telak 42-27.

Anton dan Olsen yang bermain sangat apik di babak penyisihan hingga semifinal. Di babak final seperti kehilangan daya magisnya. Mereka bermain antiklimaks. Permainan rally-rally panjang tetap tersaji dengan apik, namun itu tak cukup untuk menjadi modal menghadapi permainan ulet dan pertahanan rapat dari  Hadi M dan Roganda.

Jujur, menurut admin pertarungan semifinal antara Hadi M dan Roganda melawan Nura Audy dan Alex jauh lebih menarik dan mendebarkan. Namun faktor keberuntungan rupanya ebih berpihak ke Hadi M dan Roganda. Setelah sebelumnya tertinggal dan hampir kalah di poin 37-41, Namun secara perlahan namun pasti mereka menambah poin dan mengunci poin 41 Nura audy dan Alex, lalu menuntaskan permainan dengan 42-41.

Inilah nama-nama juara minggu ini

Juara 1 Hadi M dan Roganda

Juara 2 Anton dan Olsen

Juara 3 Nura Audy dan Alex / Rama dan Romi

Dan dibawah ini adalah result selengkapnyan turnamen mingguan Sparta, edisi minggu ke-27;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Semoga kita selalu bisa saling menghargai. Bukan sabar namanya jika masih ada batasnya dan bukan ikhlas namanya jika masih dibicarakan, apalagi diumbar di medsos.  Let's respect each other. Sampai jumpa...


Minggu, 28 Juni 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 28 Juni 2020

“Those who don't know the value of loyalty, can never appreciate the cost of betrayal.”

Unknown

Jika terdapat sebuah pertanyaan “Hal apa yang tidak dapat dibeli dengan uang?”, mungkin beberapa orang akan menyebutkan cinta, kebahagiaan, atau waktu sebagai jawabannya. Ketiga hal tersebut memang tidak dapat dibeli dengan uang, namun ada satu hal lagi yang terkadang luput dari perhatian orang banyak, yakni loyalitas. 

Loyalitas adalah salah satu hal yang tidak dapat dibeli dengan uang. Loyalitas hanya bisa didapatkan, namun tidak bisa dibeli. Mendapatkan loyalitas dari seseorang bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Berbanding terbalik dengan kesulitan mendapatkannya, menghilangkan loyalitas seseorang justru menjadi hal yang sangat mudah untuk dilakukan. 

Ambigram kata LOYALTY

Jika Ambigram ini dibalik akan terbaca RESPECT


Loyalitas memiliki kata dasar loyal yang berasal dari bahasa Prancis kuno loial. Menurut Oxford Dictionary, pengertian loyalitas adalah the quality of being loyal dimana loyal didefinisikan sebagai giving or showing firm and constant support or allegiance to a person or institution. Jika diartikan secara bebas, pengertian loyalitas menurut Oxford Dictionary adalah mutu dari sikap setia (loyal), sedangkan loyal didefinisikan sebagai tindakan memberi atau menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang teguh dan konstan kepada seseorang atau institusi. Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia menerangkan pengertian loyalitas sebagai kepatuhan atau kesetiaan. 

Loyalitas merupakan suatu hal yang bersifat emosional. Untuk bisa mendapatkan sikap loyal seseorang, terdapat banyak faktor yang akan memengaruhinya. Sikap loyal dapat diterapkan oleh setiap orang dalam berbagai hal. 

Setiap organisasi pasti menginginkan adanya sikap loyal dari para anggotanya. Orang-orang seringkali menyangkut pautkan pengertian loyalitas dengan seberapa lama dan banyaknya waktu serta tenaga yang dicurahkan oleh seseorang bernaung dalam sebuah organisasi. Padahal kenyataannya, banyak anggota yang bertahan di suatu organisasi hanya karena benefit yang diterimanya (azas manfaat). Pengertian loyalitas identik dengan kesetiaan yang semestinya dilakukan dalam berbagai kondisi tanpa syarat dan tanpa mengharapkan adanya balasan. Loyalitas merupakan kondisi psikologis yang mengikat anggota dan organisasi yang menaunginya, karenanya pengertian loyalitas bukan hanya sekadar kesetiaan fisik yang tercermin dari seberapa lama seseorang berada di dalam organisasi, namun dapat dilihat dari seberapa besar pikiran, perhatian, gagasan, serta dedikasinya tercurah sepenuhnya kepada organisasi tersebut. 

Loyalitas bukan lagi sekadar merujuk pada kemampuan seseorang menjalankan tugas-tugas serta kewajibannya yang sesuai dengan peraturan organisasi, melainkan berbuat seoptimal mungkin untuk menghasilkan yang terbaik bagi organisasi tersebut. 

Untuk mengetahui apakah seorang anggota loyal terhadap organisasi. Terdapat beberapa aspek yang dapat digunakan untuk mengukur loyalitas seseorang dalam berorganisasi. Aspek-aspek loyalitas yang terdapat pada seorang anggota sebuah organisasi antara lain:

1. Taat pada peraturan.
Seseorang yang loyal akan selalu taat pada peraturan. Sesuai dengan pengertian loyalitas , ketaatan ini timbul dari kesadaran jika peraturan yang dibuat oleh organisasi semata-mata disusun untuk memperlancar jalannya pelaksanaan program organisasi. Kesadaran ini membuat anggota akan bersikap taat tanpa merasa terpaksa atau takut terhadap sanksi yang akan diterimanya apabila melanggar peraturan tersebut.

2. Tanggung jawab pada organisasi.
Ketika seseorang  memiliki sikap sesuai dengan pengertian loyalitas, maka secara otomatis ia akan merasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap organisasinya. Dia akan berhati-hati dalam mengerjakan tugas dan tanggungjawabnya

3. Kemauan untuk bekerja sama.
Seseorang yang memiliki  loyalitas, tidak segan untuk bekerja sama dengan anggota lain. Bekerja sama dengan orang lain dalam suatu kelompok memungkinkan seseorang mampu mewujudkan visi organisasi untuk dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh seorang anggota secara invidual.

4. Rasa memiliki
Adanya rasa ikut memiliki  terhadap organisasi akan membuat seseorang memiliki sikap untuk ikut menjaga dan bertanggung jawab terhadap organisasi sehingga pada akhirnya akan menimbulkan sikap sesuai dengan pengertian loyalitas demi tercapainya tujuan organisasi.

5. Hubungan antar pribadi
anggota yang memiliki loyalitas tinggi akan mempunyai hubungan antar pribadi yang baik terhadap anggota lain. Sesuai dengan pengertian loyalitas, hubungan antar pribadi ini meliputi hubungan sosial dalam pergaulan sehari-hari, baik yang menyangkut hubungan komunitas maupun kehidupan pribadi.

6. Kesukaan terhadap aktivitas
Sebagai manusia, anggota pasti akan mengalami masa-masa jenuh terhadap aktivitas yang dilakukannya secara rutin. Seseorang yang memiliki loyalitas akan mampu menghadapi permasalahan ini dengan bijaksana. Hal ini hanya dapat dilakukan apabila anggota tersebut mencintai aktivitas didalam organisasi yang menaunginya.

“Loyalty isn’t grey. It’s black and white. You’re either loyal completely, or not loyal at all.” 

Sharnay

 Kembali ke reportasi. Minggu ini banyak member Sparta yang berhalangan hadir. tapi tidak apa-apa. The show still and always must go on. Kendati yang hadir hanya 12 orang tapi persaingan tetap cukup sengit. Minggu ini Spartan yang patut dihargai effortnya adalah Rizaldi. Sekalipun rumahnya jauh dan dalam keadaan tangannya melepuh karena tersiram air panas, dia tetap setia datang ke Sparta. Salute!!!

Grup A yang merupakan grup neraka karena persaingannya sangat berimbang. Masing-masing pasangan saling mengalahkan. Jadi seperti permainan: batu - gunting - kertas. Penentuan yang lolos ke babak berikutnya harus diselesaikan dengan penghitungan poin. 

Minggu ini juga para juara grup, harus menyerah ditangan para runner up. Di babak final mempertemukan Andre dan Hadi dengan Ari dan Romi. Andre dan Hadi menang tipis dengan score 42-39.

Inilah nama-nama yang keluar sebagai juara minggu ini;

Juara 1 Andre dan Hadi
Juara 2 Ari A dan Romi
Juara 3 Nura Audy dan Rama / Alex dan Fatoni

Dan berikut ini adalah catatan lengkap turnamen kali ini, beserta dengan update ranking plus akumulasi perolehan medali Sparta;

Road to final


Bagan turnamen


Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-16. Semoga kita selalu dianugerahi kesehatan dan dijauhkan dari hal-hal negatif. Tetap semangat dan jaga kekompakkan. Salam olahraga!!!

Minggu, 21 Juni 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 21 Juni 2020


“Unity is strength… when there is teamwork and collaboration, wonderful things can be achieved.”

Mattie Stepanek
 

Pada sebuah kerajaan yang makmur sentosa terdapat seorang Raja yang dicintai oleh rakyatnya. Kecakapannya dalam memimpin, kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan serta tidak ragu menegakkan keadilan bahkan membuat Negara tetangga pun menaruh hormat terhadap Raja tersebut. Hingga suatu hari, Raja menyadari bahwa usianya sudah semakin menua. Hal ini berarti bahwa tampuk kekuasaan harus segera ia serahkan kepada salah satu dari 2 orang puteranya. 

Namun sayang, sedari kecil dua putra tercintanya tidak pernah akur, selalu ada saja hal yang membuat mereka berdua berselisih. Awalnya, Raja berpikir bahwa mereka akan berdamai saat beranjak dewasa, tapi perkiraan Raja keliru. Raja sangat gelisah dan tidak tenang memikirkan ketidakakuran anak-anaknya. Bila tercerai-berai karena tidak akur bagaimana jika harus bertempur melawan musuh, begitu pikir sang raja.


Berbagai upaya telah dilakukan untuk memberi pengertian kepada anak-anaknya agar jangan hanya memikirkan diri sendiri. Raja sangat menginginkan mereka akur sehingga bisa bahu-membahu jika menghadapi serangan dari luar, serta agar bisa memberi contoh rakyatnya hidup rukun di negeri sendiri. Suatu hari, saat berkumpul di meja makan, sebelum acara makan dimulai, raja memerintahkan kepada mereka: 

”Anakku, ambillah sebatang sumpit di depan kalian dan coba patahkan.”

Walaupun heran dengan perintah sang ayah, mereka segera mematuhinya dan mematahkan sumpit itu dengan mudah. Kemudian, raja meminta sumpit tambahan kepada pelayan. 

”Sekarang, patahkan sepasang sumpit di depan kalian itu.” Kembali mereka dengan senang hati memamerkan kekuatan fisik masing-masing dan segera patahlah sepasang sumpit tersebut.

Raja kemudian kembali meminta sumpit tambahan dan memerintahkan anak-anaknya mematahkan sumpit yang kali ini ada tiga batang. Dengan susah payah, ada yang berhasil mematahkan, namun ada juga yang akhirnya menyerah. Salah seorang dari mereka lantas bertanya:

”Ayah, mengapa kami harus mematahkan sumpit-sumpit ini dari satu batang hingga tiga batang. Untuk apa semua ini?”

”Pertanyaan bagus anakku. Sumpit-sumpit adalah sebuah perlambang kekuatan. Jika satu batang mudah dipatahkan, maka jika beberapa batang sumpit disatukan, tidak akan mudah untuk dipatahkan. Sama seperti kalian. Bila mau bersatu, maka tidak akan ada pihak luar atau musuh yang akan mengalahkan kita. Tapi bila kekuatan kita tercerai berai, maka musuh akan mudah mengalahkan kita. Ayah ingin kalian bersatu, bersama-sama membangun negara dan rakyat negeri ini. 
Jika kita mampu menjaga kekompakan dan memberi contoh kepada seluruh rakyat negri ini, maka kerajaan kita pasti akan tetap sejahtera dan semakin makmur. Anak-anakku, usia ayah sudah lanjut. Kini saatnya ayah titipkan kerajaan ini ke tangan kalian semua. Ayah percaya kalian akan mampu menyelesaikan masalah di negeri ini bila kalian bersatu.”

Demi membangun komunitas atau sebuah keluarga mutlak diperlukan semangat kekompakan, kebersamaan, dan persatuan. Seperti sebuah pepatah tiongkok kuno yang mengatakan, 

"Bersatu adalah kekuatan. Tanpa kekompakan akan mudah retak rapuh dan tercerai berai.”

Adanya persatuan yang dibangun berlandaskan pengertian dan kepercayaan antarpribadi, akan memunculkan kekuatan sinergi yang solid dan mantap. Dengan modal tersebut, sebuah komunitas akan bisa berkembang menuju keberhasilan yang mengagumkan. 

"Without a sense of caring, there can be no sense of community".     

Anthony J. D'Angelo


Turnamen mingguan Sparta minggu ke-15 dihadiri oleh 21 orang Spartan. Aroma persaingan tercium disetiap grup. Terutama di grup C. Ei sebagai peserta waiting list (karena ganjil) mendapatkan Rinal yang sebelumnya sudah gugur di grup B, berhasil mengubah peta kekuatan. Mereka dengan mulus berhasil menjadi juara grup C. Bahkan mereka sanggup mengkandaskan Nura Audy dan Ari A (yang notabene adalah juara minggu ini) di babak penyisihan. Namun langkah mereka terganjal oleh strategi cerdas dan permainan apik yang nyaris tanpa error dari pasangan  Olsen dan Andre di babak semifinal. Pasangan Olsen dan Andre harus puas menjadi runner up setelah takluk dari pasangan Nura Audy dan Ari A di babak final. Permainan agresif dan cantik dari Nura Audy dan Ari A, mampu meredam perlawanan Olsen dan Andre.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Nura Audy dan Ari A
Juara 2 Olsen dan Andre
Juara 3 Rama dan Peter / Ei dan Rinal

Dan berikut ini adalah data selengkapnya dari result turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-15;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kali ini. Tetap semangat persatuan, pupuk dan jaga terus kekompakkan. Masalah besar kita perkecil, masalah kecil kita anggap tidak ada. Salam olahraga!!!

Jumat, 06 Desember 2019

Profile TOP 16 Sparta 2019

TOP 16 Sparta Tour Finals 2019 masih didominasi wajah-wajah lama. Spartan yang tahun lalu menjadi TOP 16 dan bahkan menjadi juara SPARTA TOUR FINALS 2018, tapi di tahun ini tidak masuk jajaran TOP 16 adalah  adalah Ariq, Ramdan, Willy, Hasan dan Adi Putra.
Sementara wajah-wajah baru yang muncul di TOP 16 adalah: Anton, Alex, Iyan, Eko dan Rudi.
Profile Spartan kali ini sengaja dibuat dalam versi karikatur, supaya nuansanya beda.



Inilah dia profile 16 orang Spartan yang berhak melaju ke SPARTA TOUR FINALS 2019

Redy
REDY NUR AUDIENA atau lebih akrab dipanggil Redy atau Rere, adalah Spartan yang paling bersinar tahun ini. Dia berhasil memuncaki ranking Sparta, sekaligus sebagai peroleh medali terbanyak.
Tubuhnya yang kecil mungil dengan TB/BB 165Cm/55Kg membuat pergerakkannya sangat lincah bila sudah berada di lapangan. Pemuda berdarah Sunda ini membuktikan bahwa untuk menjadi sosok pemain terbaik tidak selalu harus memiliki postur yang tinggi dan atletis.
Anak sulung berbintang taurus ini, mempunyai defence yang kuat, serta pukulan drive berkecepatan tinggi dengan akurasi sangat baik dalam mengcounter shuttlecock lawan-lawannya.
Karakternya yang moody dan ambisinya yang tinggi menjadi kekuatan sekaligus kelemahan dirinya. Keceriaan dan semangat bertandingnya bisa tiba-tiba berubah total 360° bila dia down karena keinginannya tidak tercapai. Sifatnya yang rendah hati, ceria, supel dan solider dalam bergaul, tentu saja membuat dia menjadi salah satu sosok yang paling menyenangkan teman-temannya di Sparta.
Mampukah Redy melengkapi prestasinya dengan menjadi jawara SPARTA TOUR FINALS 2019? Nantikan hasilnya di tanggal 15 Desember 2019

Roganda
ROGANDA TAMBUNAN alias Ojan adalah seorang mahasiswa kelahiran Nassau, Sumatera utara 22 tahun lalu. Orang Batak biasanya gaya bicaranya keras, lugas dan tegas, namun Ojan mungkin adalah pengecualiannya. Karena dia tipe orangnya halus dan humble.
Semangat yang tinggi dan rajin berlatih membuat kepiawaiannya memainkan olahraga bulu angsa ini melesat dengan cepat. Tak heran bila tahun lalu pemuda dengan TB/BB 168Cm/55Kg ini mendapat gelar sebagai 'Pemain Paling Berkembang' di Sparta.
Permainan rally panjang adalah salah satu keahliannya. Secara teknis mungkin tidak terlalu istimewa tapi setiap pukulan dan pergerakannya di lapangan sangat efektif. Bola meluncur kemana pun hampir selalu mampu dia jangkau. Soal stamina tak perlu diragukan lagi, karena dia adalah salah satu Spartan yang ga ada capeknya.
Pemuda bershio kerbau ini adalah salah satu pemain versatile di Sparta, karena dia bisa berpasangan dengan tipe pemain apapun.
Cidera pergelangan tangan yang sempat dialaminya, sempat membuat permainannya menurun. Tapi setelah pulih, dia kembali merajai perang rally di lapangan.
Tahun lalu langkahnya terhenti di babak semifinal. Apakah tahun ini dia mampu mencatatkan namanya sebagai kampiun SPARTA TOUR FINALS? We'll see....

Fatoni
MUHAMMAD FATONI atau lebih dikenal dengan nama Fatoni, adalah salah satu Spartan berdarah Jawa, kelahiran Kota Malang.
Kelihaiannya memainkan bola- bola cantik sangat mumpuni. Akurasi pukulan-pukulan silang, dropshot dan permainan didepan net-nya tak perlu diragukan lagi. Sekalipun tidak memiliki smash menggelegar, tapi pria dengan TB/BB 169Cm/70Kg ini adalah salah satu pemain yang 'berbahaya', karena bola-bola olahannya membuat 'benci' lawan-lawannya. Tak heran bila pria berzodiak Capricorn ini menjadi salah satu play maker terbaik di Sparta.
Rankingnya tak pernah surut dari TOP 3, jadi bukan sesuatu yang mengherankan bila nanti dia mampu meraih salah satu gelar bergengsi di SPARTA TOUR FINALS tahun ini. Can't wait.


Andre
ANDREW atau lebih akrab dipanggil ANDRE, adalah salah satu nama penting di Sparta. Memiliki komunikasi dan relasi yang bagus membuat dia sangat pandai merekrut anggota baru Sparta.
Pria kelahiran Semarang dan besar di Kota Gudeg, Yogyakarta ini adalah runner up di SPARTA TOUR FINALS 2018.
Memiliki power, stamina, kemampuan menganalisa lawan dan semangat juang tinggi adalah modal dirinya meraih beberapa gelar kejuaraan di Sparta.
Serangan bertubi-tubi dan tak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk mematikan bola lawan dengan smash-smash kencang merupakan karakter dia di lapangan. Itulah ciri khasnya sebagai pemain offensif.
Andre adalah Spartan yang ekstrovert dan sangat ekspresif. Apapun suasana hatinya akan terlihat langsung di ekspresi wajahnya. Selayaknya sebagai orang berzodiak Aries, dia memiliki sifat: Agresif, Energik, Impulsif, Berjiwa Pemimpin, Tidak Sabaran, sedikit Egois, dan Cepat Emosi.
Ketegasannya mampu menjadi penyeimbang dalam menertibkan rekan-rekan juniornya di Sparta.
Akankah pria pencinta kuliner dengan TB/BB 173Cm/72Kg ini mampu mempertahankan gelarmya di tahun lalu? atau malah mampu mengupgrade-nya menjadi juara? Kita lihat saja nanti.
Rama
DHANY RAMADHAN alias RAMA, adalah sosok flamboyan di Sparta. Ketenangan, pikiran dewasa dan sifat bijaknya kerap kali mampu meredam dan menyejukkan suasana.
Pria kelahiran Kota Tahu, Sumedang ini sangat piawai memainkan bola-bola cantik didepan net. Sentuhan-sentuhan halusnya mampu menciptakan bola-bola bergulir tipis menyilang didepan net, jauh dari jangkauan lawan. Senjata lain miliknya adalah placing-placing bola yang membuat lawan-lawannya harus mengeluarkan effort lebih. Smash dan defence-nya pun cukup seimbang intensitasnya.
Pria berzodiak Gemini dengan TB/BB 172Cm/63Kg ini, tahun lalu berhasil menyabet gelar sebagai Semifinalis di SPARTA TOUR FINALS 2018. Kesempatan untuk dapat berjaya di SPARTA TOUR FINALS tahun ini nampaknya bukan sesuatu yang mustahil baginya. Agree?

Rinal
RINALDI SANJAYA adalah member Sparta yang progres permainannya sangat signifikan. Dua tahun lalu di PB sebelumnya dia masih berada dijajaran pemain level bawah. Tapi di Sparta dia bertransformasi menjadi salah satu pemain yang bisa diandalkan. Tak heran bila tahun lalu dia mendapatkan gelar 'pemain muda berbakat'.
Kelebihan pemuda dengan TB/BB 173Cm/65Kg ini, adalah keagresivannya di lapangan. Potongan-potongan bola depannya sangat berbahaya. Kemampuan mengcover area lapangan juga cukup mumpuni. Dia tak segan-segan untuk berjibaku jatuh bangun mengejar si bulu angsa. Apalagi didukung dengan usianya yang masih belia, stamina yang bagus dan kecepatan langkahnya sangat mendukung performa dia di lapangan.
Berzodiak Cancer dan bershio Kelinci dengan elemen tanah menjadikan Rinal mempunyai sifat introvert, sederhana, dan idealis, tapi memiliki integritas tinggi.
Sanggupkah dia meraih gelar terbaik di SPARTA TOUR FINALS tahun ini? Who knows?

Peter

PETER atau anak-anak Sparta lebih akrab memanggilnya Koko, merupakan Motor, konseptor, organisator dan koordinator Sparta. Dia adalah pemain paling senior di Sparta. Rentang usia yang terpaut cukup jauh dengan member lainnya, tak menjadi kendala berarti baginya dalam menjalin keakraban dengan para Spartan. Dia sanggup menjadi sosok sahabat, kakak, sekaligus ayah buat member Sparta.
Pria berzodiak Cancer ini adalah sosok yang enak untuk diajak bicara atau curhat. Seringkali dia harus mengeluarkan sikap dan keputusan-keputusan bijak dalam menyelesaikan problematika di Sparta. Dalam menegur kesalahan seseorang, dia lebih suka melakukannya secara personal dan tidak mempermalukannya didepan orang banyak.
Rutinitas olahraga yang sudah dijalaninya sejak masih muda, membuat stamina dan pergerakannya masih terjaga. Permainan bola-bola dropshot dan netting-netting cantik adalah jurus andalannya. Sesekali smash keras dan mematikan masih sanggup dia lontarkan. Service, return service, chopped dan kontra smash masih menjadi formula andalannya untuk mendulang poin. Asalkan berpasangan dengan pemain yang tepat dan bisa ngeblend, dia masih sanggup bersaing dengan pemain-pemain lainnya.
Mampukah dia bersaing dan memberi kejut nyata di SPARTA TOUR FINALS kali ini? Kita nantikan bersama.

Eko
 EKO PRIYANTORO alias Markis Kido-nya Sparta. Lahir di Kota Mendoan, Banyumas Jawa Tengah. Pemilik sifat ramah dan humble ini merupakan salah satu pemain senior di Sparta.
Pria bershio Kuda ini lebih menyukai jersey tanpa lengan alias lekbong saat berlaga di lapangan.
Posturnya yang tidak tinggi dengan TB/BB 156Cm/60Kg tak menghalanginya bergerak aktif saat memainkan si bulu angsa. Pria berbintang Aqurius ini memiliki defence yang sangat baik, bahkan cukup alot untuk ditembus lawan-lawannya. Sekalipun tahun ini dia belum mampu meraih medali emas, Tapi dia sudah mengantongi 1 medali perak dan 11 medali perunggu.
Akankah dia menjadi 'Kuda Hitam' di arena SPARTA TOUR FINALS 2019, sesuai dengam shio-nya?
Anton
ANTON KURNIAWAN adalah seorang Papa muda. Di usianya yang baru menginjak 24 tahun sudah memiliki anak batita.
Masih berstatus sebagai mahasiswa sekaligus sebagai karyawan sebuah perusahaan finance tak menghalangi aktivitasnya sebagai badminton lover.
Pria bershio babi dan berzodiak taurus ini memliliki sifat terbuka dan mudah bergaul.
Bila sudah berada di lapangan, smash-smash tajam dan bertubi-tubi jadi andalannya. Dia tipikal pemain yang tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan. Setiap kali bola naik atau diangkat lawan, pasti dia hajar. Kemampuannya untuk bertahan menerima gempuran serangan lawan juga cukup baik.
Postur tubuhnya yang slim dengan TB/BB 172Cn/58Kg sangat mendukungnya untuk bisa bergerak aktif dan cepat dalam mengcover lapangan.
Tahun lalu pria berkacamata ini belum masuk di jajaran TOP 16. Tapi tahun ini nampaknya dia bisa jadi salah satu pemain yang punya kans meraih salah satu gelar di SPARTA TOUR FINALS 2019. Sanggupkah dia mewujudkannya?


Alex
ALEX HARDIAN SAPUTRA atau lebih akrab dipanggil Alex. Dia adalah salah satu dari sedikit Spartan yang berkarakter tenang. Dia juga salah satu (dari sedikit pake banget) Spartan yang selalu datang On Time, bahkan seringkali dia datang lebih awal dari yang lain.
Dengan badan kekarnya dia mampu mendeliver smash cukup keras dan terarah ke area lapang lawan-lawannya. Dia juga memiliki keahlian menempatkan bola-bola tak terduga, yang kadang bisa membuat lawan-lawannya hanya bisa bengong melihat bola meluncur menyentuh lantai di area permainannya.
Pria bershio Monyet logam ini baru bergabung pertengahan tahun 2018, hingga dia belum berkesempatan masuk TOP 16 pada tahun lalu.
Perolehan medali pria begolongan darah O ini, di tahun 2019 cukup baik. Beberapa medali emas pun sudah dikantonginya.
Akankah tahun ini menjadi tahun kesuksesan pria kelahiran pulau Bangka, di laga SPARTA TOUR FINALS 2019? Mari kita nantikan hasilnya.
Ari
ARI ADRIMANYU adalah seorang ayah yang baru 5 bulan dikaruniai seorang bayi perempuan mungil.
Pria kelahiran Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini, adalah termasuk pemain yang 'cerdas'. Dia dapat dengan mudah menganalisa permainan lawan serta mampu merubah strategi dan pola permainan dalam waktu singkat pula untuk men-treat lawan-lawannya.
Pria berahio Naga ini termasuk pemain yang bisa menjadi playmaker maupun menjadi eksekutor. Dia kerapkali mampu mematikan bola-bola lawan tidak dengan menggunakan 'kekerasan', tapi cukup dengan menempatkan bola di area yang tepat.
Tahun lalu dia berhasil menjadi semifinalis di SPARTA TOUR FINALS 2018. Akankah pria berbintang Pisces ini mampu meraih salah satu gelar bergengsi di SPARTA TOUR FINALS tahun ini? Wait and see...

Iwan
IWAN adalah salah satu pioneer Sparta. Dia tahu betul bagaimana Sparta dirintis sampai formatnya menjadi seperti sekarang.
Pria Sunda bersuara merdu yang bernaung dibawah zodiak gemini dan memiliki shio Babi dengen elemen dasar air ini, memiliki sifat menyenangkan sehingga memiliki banyak sahabat. Dia juga tipe family man yang sangat mencintai keluarganya (terutama kedua orangtuanya).
Penyuka warna hitam ini lebih dahulu menggeluti olahraga bola volly sebelum menjadi BL, sehingga dia memiliki jumping smash yang menukik, tajam dan keras. Buat pemilik postur 176Cm/76Kg ini, gemuruh tepuk tangan dan riuhnya sorakan dari penonton bisa menjadi pendongkrak semangat serta rasa percaya dirinya bergelora di lapangan.
Penggila ramen ini beberapa kali naik podium sebagai juara di turnamen premier Sparta.
Setelah tahun lalu rontok di round 1 SPARTA TOUR FINALS, akankah tahun ini dia mampu meraih hasil terbaik? Nothing is impossible.
Iyan
Kalau menyebut nama MUHAMMAD ALFIANSYAH KAUTSAR, di Sparta mungkin tidak akan ada yang tahu. Tapi kalau memdengar nama IYAN pasti semua tahu siapa dia.
Pemuda pemilik aksen Sunda yang sangat kental ini sangat menggemari matematika.
Lahir dan besar di Bandung, pria berzodiak Libra dan bershio Kambing logam ini, memiliki karakter yang polos, tenang dan sabar.
Sejak bergabung dengan Sparta pada Bulan Maret 2019, dia langsung melesat dan kini mampu bertengger di jajaran TOP 16.
Saat di lapangan dia adalah seorang playmaker sejati. Dia mampu menghasilkan bola-bola cantik yang 'menyesakkan dada' lawan-lawan mainnya. Pukulan-pukulan variatif yang merubah tempo permainan adalah jurus andalannya.
SPARTA TOUR FINALS 2019 adalah laga perdananya. Dapatkah dia mencapai hasil terbaik? Hanya sang waktu yang tahu jawabannya.

Olsen
GIBREL OLSEN ALLO LEMBANG adalah Putera Tana Toraja, kelahiran Rantepao 24 tahun lalu. Dia sedang dalam proses akhir menyelesaikan pendidikannya di Universitas Widyatama.
Pria berzodiak Sagitarius ini aktif dalam pelayanan gereja sebagai guru sekolah minggu dan anggota paduan suara.
Don't judge a book by it's cover, mungkin peribahasa yang tepat untuk menggambarkan dirinya. Jangan menyepelekan posturnya yang kurus dan pembawaannya yang 'lembut'. Karena dia memiliki stamina yang bagus dan menggemari permainan rally-rally panjang. Memainkan bola-bola lob yang tinggi dan dalam, serta defence yang rapat adalah senjata andalannya di lapangan. 
Pemuda berkacamata dan bershio Babi kayu ini pernah meraih juara di beberapa turnamen utama Sparta tahun ini. 
Di SPARTA TOUR FINALS tahun lalu dia belum dapat meraih hasil maksimal, karena langkahnya terhenti di babak penyisihan grup. 
Bisakah dia unjuk gigi di SPARTA TOUR FINALS 2019? Selalu ada kesempatan buat orang yang mau berjuang.


Rudi
RUDI KUNAEDI lahir di Sumedang 20 tahun lalu. Cowok berzodiak Sagitarius ini pribadinya kalem dan murah senyum.
Postur badannya kecil tapi memiliki otot kaki yang kuat, sehingga saat berada di lapangan mampu bergerak dengan lincah dan cepat. Pemilik TB/BB 166Cm/55Kg ini punya power yang kuat sehingga pukulan-pukulannya sangat bertenaga dan smash-smashnya cukup keras. Agresivitasnya di lapangan menunjukkan kalau dia adalah pemain offensif sejati. Pemuda bershio Kelinci tanah ini, pantang menyia-nyiakan kesempatan. Setiap bola matang pasti akan dia habisi dengan smash bertubi-tubi.
Selama tahun 2019 ini dia menunjukkan progress yang sangat bagus. Hal itu terlihat dari peningkatan yang sangat signifikan dari teknik bermainnya dan raihan beberapa gelar juara yang diraihnya.
Bagaimana penampilan dia di SPARTA TOUR FINALS 2019? Sanggupkah dia meraih trophy palinglg bergengsi di Sparta ini? Datang dan tonton langsung hasilnya.

Reza
M. REZA SUKMANA adalah Spartan termuda di jajaran TOP 16 tahun ini. Tahun lalu dia berhasil membawa pulang trophy juara ke-3 di SPARTA TOUR FINALS 2018.
Lahir di Tasikmalaya pada tahun 2000, membuat dirinya memiliki shio Naga Emas (pada tahun 2000 banyak orangtua yang sangat mendambakan anaknya lahir di tahun Naga Emas). Shio naga adalah shio utama menurut kepercayaan orang Chinese. Sedangkan elemen logam emas yang hanya muncul 60 tahun sekali itu adalah elemen utama dari semua elemen yang ada. Sempurna!!
Cowok berzodiak Scorpio ini bergabung ke Sparta waktu dia masih duduk di bangku kelas 2 SMK tahun 2017. Dia juga merupakan squad atlit bulutangkis di kampusnya, UNIKOM.
Pergerakan dan pukulan-pukulan pemilik TB/BB 173Cm/48Kg ini sangat efektif. Dia tipikal pemain all around yang bisa ditempatkan dimana saja, karena dia memiliki pukulan yang lengkap dan seimbang antara menyerang, bertahan dan mengatur ritme permainan.
Apakah tahun ini dia bisa naik podium sebagai salah satu juara SPARTA TOUR FINALS 2019? Yuk kita pantengin hasilnya bersama-sama.

Siapakah yang akan menjadi BEST OF THE BEST tahun ini? Kita akan tahu jawabannya Minggu, 15 Desember 2019.  Let's check it out!!