Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label supreme cup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label supreme cup. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2026

Reportase Turnamen Sparta Supreme Cup, 26 Juli 2026

"Gold medals aren't really made of gold. They're made of sweat, determination, and a hard-to-find alloy called guts." 

Dan Gable

Setelah sempat tertunda 1 minggu karena alasan satu dan lain hal, akhirnya perhelatan SPARTA SUPREME CUP 2026 terselenggara pada 26 Juli 2026. Turnamen event tahunan SPARTA yang selalu digelar setiap Bulan Juli ini, merupakan salah satu turnamen yang ditunggu-tunggu.

Perjalanan tak selalu mulus, ada kerikil-kerikil yang menghambat jalannya turnamen ini. Mundurnya beberapa orang dan terlambatnya peserta yang datang turut andil membuat molornya acara ini. Mungkin lain kali admin harus lebih tegas dengan mewajibkan seluruh peserta melunasi uang pendaftaran agar peserta tidak sembarangan cancel supaya uangnya tidak hangus. Pun dengan peserta yang datang seenaknya terlambat luar biasa, harus kena sanksi W.O.

Bukan SPARTA namanya kalo dalam setiap event tidak menyediakan medali yang indah. Kali ini  SPARTA SUPREME CUP  memperebutkan medali indah terbuat dari logam dengan kaca crystal dibagian tengahnya. Dilengkapi dengan box tempat medali berwarna merah. 

Gold Medal

Silver Medal

Bronze Medal

Turnamen SPARTA SUPREME CUP 2026 diikuti oleh 22 orang. Yang terdiri dari 7 pasang memilih partnernya sendiri, dan 4 pasang lainnya ditentukan melalui undian. Dari komposisi 11 pasang tersebut admin menilai kekuatannya sangat imbang.  Boleh dibilang tak ada pasangan yang terlalu menonjol, maupun terlalu lemah. 

Pada fase penyisihan grup A, Redy dan Rizaldi sukses menjadi juara grup, yang didampingi oleh Herman dan Apin sebagai runner up-nya. Ikhwal dan Fahmi harus tersingkir dari grup neraka ini.

Persaingan di grup B memunculkan Odod dan Fathur sebagai juara grup, dan yang menjadi runner up-nya adalah Yudi H dan Dena ZM. Pada grup ini yang harus mengubur mimpinya adalah Bagas dan Fajar A. 

Peter dan Faisal R sukses menjadi juara grup C, dibayang-bayangi oleh Rama Dhany dan Erwin yang menempati posisi runner up. Sementara pasangan muda Stephen dan Stefanus  harus angkat koper setelah 2 kali mengalami kekalahan.

Pertarungan di grup D karena berisi 2 pasang, maka diambil best of three dari 3 pasang yang sudah gugur di grup A, B dan C. Pasangan yang beruntung mendapat nyawa cadangan itu adalah Fahmi dan Ikhwal. Dan rupanya mereka berhasil belajar dari kesalahan. Mereka tampil lebih solid di grup D, sehingga secara mengejutkan mereka keluar sebagai juara grup D. Pada posisi runner up diduduki oleh Jordi dan Fery. Sementara duo 'rally panjang' Dumai dan Hizkia Ken harus rela tersingkir premature dari Turnamen ini.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak quarterfinal;

Grup A, Juara grup: Redy dan Rizaldi runner up grup: Herman dan Apin

Grup B, Juara grup:  Odod dan Fathur, runner up grup: Yudi H dan Dena ZM

Grup A, Juara grup: Peter dan Faisal R, runner up grup: Rama Dhany dan Erwin

Grup B, Juara grup: Fahmi dan Ikhwal, runner up grup: Jordi dan Fery

Hasil undian babak quarterfinal mempertemukan 2 pasangan secara menyilang dan 2 pasangan lainnya kembali bertemu dengan sesama pesaing grup-nya. 

Pada bagan atas terjadi pertemuan kembali antar penghuni grup B, Odod dan Fathur VS Yudi H dan Dena ZM. Yudi H dan Dena ZM yang di fase penyisihan grup kalah 36-42, kali ini berhasil membalikkan keadaan dengan memenangi laga quarterfinal 42-29.

Pada bagan atas lainnya pertarungan Peter dan Faisal R VS Jordi dan Fery, dimenangkan oleh Peter dan Faisal R dengan skor cukup meyakinkan 42-26.

Pada bagan bawah pertama, Fahmi dan Ikhwal yang baru bangkit dari kubur, berhasil menyingkirkan Rama Dhany dan Erwin dengan skor 42-22.

Sementara pada bagan bawah yang ke-2, pertarungan sesama penghuni grup A kembali dimenangkan oleh Redy dan Rizaldi dengan skor 42-31. Skor tersebut cukup untuk memulangkan pasangan Herman dan Apin.

Pada babak semifinal keempat pasangan bermain sangat baik. Hal itu ditunjukkan dengan skor yang cukup ketat. 

Pertemuan Yudi H dan Dena ZM VS Peter dan Faisal R berjalan sangat seru. Peter dan Faisal R yang sempat memimpin cukup jauh, pada poin-poin krusial melakukan unforced error secara beruntun yang membuat poin mereka terkunci di angka 39. Sehingga skor mereka berhasil ditikung oleh Yudi H dan Dena ZM dengan skor akhir 42-39. 

Pada semifinal lainnya Fahmi dan Ikhwal bertemu dengan Redy dan Rizaldi. Fahmi dan Ikhwal bermain lebih apik. Ikhwal yang lebih banyak ditempatkan di area depan lapangan membuat  Fahmi  leluasa mengcover lapangan. Formasi itu membuat Redy dan Rizaldi tampil tertekan. Terutama Rizaldi  yang banyak sekali melakukan service sangat tanggung yang dengan mudah bisa dimatikan lawannya. Fahmi dan Ikhwal memenangi laga semifinal ini dengan 42-37.

Laga final mempertemukan Yudi H dan Dena ZM VS Fahmi dan Ikhwal. Laga final ini dimpimpin oleh Fathur sebagai wasitnya.Set pertama dibuka cukup imbang. Fahmi dan Ikhwal tercatat leading 1-2 angka. Yudi H dan Dena ZM tak tinggal diam. Mereka berhasil menyamakan kedudukan 7-7. Namun setelah itu Yudi H dan Dena ZM melakukan 5 kali kesalahan secara beruntun yang membuat lawannya kembali diatas angin. Menjelang set pertama berakhir Yudi H dan Dena ZM berhasil mempersempit jarak perolehan poin. Set pertama pun berakhir dengan 21-19 untuk keunggulan sementara  Fahmi dan Ikhwal. 

Pada set ke-2 Yudi H dan Dena ZM berhasil menyamakan skor 22-22. Namun setelah itu lagi-lagi pasangan ini melakukan 4 kesalahan secara beruntun. Dan setelah itu Fahmi dan Ikhwal konsisten leading 2-3 poin. Di penghujung set ke-2 lagi-lagi Yudi H dan Dena ZM mengulang melakukan 4 kesalahan secara beruntun. Sehingga Fahmi dan Ikhwal berhasil memenangi laga final dengan 42-34.

Inilah nama-nama yang menjadi juara Turnamen SPARTA SUPREME CUP, 26 Juli 2026;

Juara 1 Fahmi dan Ikhwal

Juara 2 Yudi H dan Dena ZM

Juara 3 Peter dan Faisal R / Redy dan Rizaldi 


Champion: Fahmi dan Ikhwal

Runner Up: Yudi H dan Dena ZM

Semifinalist:Peter dan Faisal R

Semifinalist: Rizaldi dan Redy

Para juara foto bersama

Para juara foto bersama dengan gaya bebas


Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen SPARTA SUPREME CUP 2026;


Road to final


Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...

Minggu, 20 Juli 2025

Reportase Turnamen Sparta Supreme Cup, 20 Juli 2025

"Never stop, never give up, never stop giving yourself the self-confidence you need to be a champion." 

Diego Sanchez


Ada yang sedikit lebih istimewa di Hari Minggu, 20 Juli 2025. Karena tourney minggu ke-24 ini dibuat lebih spesial dengan menggelar SPARTA SUPREME CUP 2025. Sebuah Turnamen yang merupakan agenda rutin setiap tahunnya di Sparta.

30 Orang turut andil berpartisipasi di Turnamen SPARTA SUPREME CUP 2025. Walaupun sempat ada sedikit kendala dimana ada satu orang yang mengundurkan diri pada pagi harinya. Tapi untunglah bertepatan dengan proses drawing, ada pemain pengganti yang siap mengisi slot kosong. 

Medali Juara

Medali Runner up

Medali Semifinalis
Maskot Sparta Supreme Cup 2025


Dari hasil drawing kali ini, admin sama sekali tidak punya gambaran atau prediksi pasangan mana yang akan merajai turnamen ini. Hal itu terjadi karena dilakukan prosesn leveling, hingga pasangan-pasangan yang ikutan turnamen ini terlihat sangat imbang.


Pertandingan babak penyisihan menghasilkan 8 pasang yang lolos ke babak quarterfinal.Untuk grup Fery dan Harya berhasil menduduki juara grup setelah memenangkan semua laga babak penyisihan. lalu yang menjadi runner up-nya adalah Trendy dan Denia. Untuk grup B, pasangan gendongan Aldo dan Peter lolos quarterfinal setelah menjadi juara grup. Dan yang menjadi runner up-nya adalah Reza A dan Agung. Unutk grup C penentuan juara grup dan runner up harus melalui penghitungan selisih poin, mengingat kedua posisi teratas sama-sama mengantongi 2 kali menang dan 1 kali kalah. dan hasil dari penghitungan tersebut menghasilkan Fathur dan Ajie sebagai juara grup, disusul oleh Chandra dan Rafi sebagai runner up-nya. Dan untuk grup D yang hanya dihuni 3 pasangan, Faisal R dan Marvel menempati posisi juara grup, disususl oleh Herman dan Rizal sebagai runner up-nya.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak quarterfinal;

Grup A, Juara grup: Fery dan Harya runner up grup: Trendy dan Denia

Grup B, Juara grup: Aldo dan Peter, runner up grup: Reza A dan Agung

Grup A, Juara grup: Fathur dan Ajie, runner up grup: Chandra dan Rafi 

Grup B, Juara grup: Faisal R dan Marvel, runner up grup: Herman dan Rizal 

Hasil pengundian untuk babak perdelapan final ada 4 pasang yang bertemu lawannya secara menyilang dan 4 pasang yang bertemu kembali dengan sesama pesaing grupnya. 

Pada babak quarter final Fathur dan Ajie yang notabene merupakan juara grup C, harus menelan pil pahit kekalahan dari Herman dan Rizal yang merupakan runner up grup D, dengan skor 42-35. Aldo dan Peter yang bertemu kembali dengan Reza A dan Agung, runner up grupnya. Kembali sukses mengulang kemenangan dengan skor 42-31. Pun yang sama terjadi pada pertandingan antar sesama grup Fery dan Harya VS Trendy dan Denia, untuk kedua kalinya dimenangkan oleh Fery dan Harya dengan skor 42-39. dan pada bagan paling bawah, Faisal R dan Marvel yang bertemu dengan Chandra dan Rafi, sukses melangkah ke semifinal setelah menang telak 42-23.

Bagan atas babak semifinal mempertemukan Herman dan Rizal VS Aldo dan Peter dimenangkan oleh Aldo dan Peter dengan skor 42-29. Sementara pada bagan bawah Faisal R dan Marvel berhasil mengubur asa Fery dan Harya untuk melangkah ke final. Setelah Faisal R dan Marvel  menutup laga  semifinal dengan kemenangan 42-37.

Babak final mempertemukan Aldo dan Peter dengan Faisal R dan Marvel. Set pertama dibuka dengan saling susul menyusul poin. Aldo dan Peter kerap kali terlihat memimpin peroleh poin. Namun setelah Faisal R dan Marvel menyamakan skor 12-12, mereka berhasil leading 2 hingga 3 poin. Betis kaki Peter yang sudah mulai ada tanda-tanda mau kram, membuat langkahnya semakin berat dan kerap kali melakukan kesalahan sendiri. Aldo harus extra kerja keras mengcover area lapangan yang lebih luas. Set pertama pun akhirnya ditutup dengan 21-19 untuk keunggulan sementara Faisal R dan Marvel.

Set ke-dua Aldo dan Peter tak mau menyerah begitu saja. Mereka berusaha lebih keras untuk memberi perlawanan yang sepadan kepada Faisal R dan Marvel. Tak butuh waktu lama, Aldo dan Peter berhasil membalikkan keadaan dengan langsung menyamakan dan menyalip perolehan poin lawannya. mereka berhasil leading cukup jauh. Pada saat poin mereka mencapai 40 dan lawannya 34, keinginan untuk segera menuntaskan permainan membuat Aldo dan Peter secara berturut-turut dan bergantian melakukan unforced error, yang membuahkan beberapa poin gratis untuk Faisal R dan Marvel. Untunglah momentum itu tak berlanjut. Aldo dan Peter berhasil kembali ke setelan awal dan berhasil memenangkan laga final dengan 42-38.

Inilah nama-nama yang menjadi juaraTurnamen SPARTA SUPREME CUP, 20 Juli 2025;

Juara 1 Aldo dan Peter

Juara 2  Faisal R dan Marvel

Juara 3 Herman dan Rizal / Fery dan Harya 

Champion: Peter dan Aldo

Runner up Faisal R dan Marvel

Semifinalist: Herman dan Rizal


Semifinalist: Harya dan Fery

Para juara berfoto bersama

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen SPARTA SUPREME CUP 2025;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta
Akumulasi perolehan medali 

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...









Minggu, 21 Juli 2024

Reportase Turnamen Sparta Supreme Cup, 21 Juli 2024

"A true champion is a true champion. They go fight and win or lose, give it their all."

Glover Teixeira


Bisa jadi ada masa dalam hidup kita, bahwa apa yang terjadi pada diri kita tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Kecewa? Mungkin. Sedih? Mungkin juga. Seberapa jauh perasaan itu sampai mengganggu kita, membuat kita frustasi bahkan putus asa? Mengapa seringkali kita siap jika kita berhasil mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, namun tidak siap ketika kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan? Apakah kita memiliki ekspektasi yang berlebihan? Sehingga ketika kita kalah, ketika belum berhasil, merasa frustasi?

Flyer Sparta Supreme Cup 2024

Kalau saya bertanya, sebenarnya apa sih ekspektasi itu? Seringkali orang yang saya tanyakan menjawab, bahwa ekspektasi itu harapan. Ya, cukup banyak orang yang menyamakan ekspektasi dengan harapan. Lho, apakah kemudian itu salah? Tidak sepenuhnya benar, dan tidak sepenuhnya salah.

Jika merujuk pada beberapa sumber, harapan sering diartikan sebagai pandangan umum dalam memaknai suatu hasil yang dilihat dari berbagai sudut pandang. Nah, harapan ini tidak hanya dilihat dari kepentingan diri sendiri saja, tetapi ingat, dari berbagai sudut pandang. Sementara itu, ekspektasi lebih bersifat egosentris, di mana ekspektasi ini seringkali hanya difokuskan pada keinginan pribadi saja. Misalnya, “saya itu inginnya kamu seperti begini begitu”, “saya maunya saya nanti bisa begini begitu”, dan seterusnya.

Mengapa sih manusia sering memiliki ekspektasi? Pada dasarnya, ekspektasi itu adalah sesuatu yang lumrah dimiliki individu, manusiawi. Hal itu tidak lain karena kita memiliki kecenderungan bahwa opini atau pendapatnya paling benar, dan lebih suka memercayainya. Nah, hal ini dapat memungkinkan kita memiliki ekspektasi pada berbagai hal.

Sayangnya, seringkali ekspektasi ini kemudian menjadi belenggu yang seakan menggembok cara berpikir kita. Semacam mental block begitu, blok mental yang dapat menghambat pikiran kita untuk dapat bergerak maju. Jika ekspektasi tidak sesuai realita, maka kita akan cenderung putus asa, karena situasinya tidak sesuai dengan standar yang kita bayangkan, yang pada akhirnya dapat mengungkung pikiran dan perasaan kita. Berbeda dengan harapan. Harapan mampu mengubah keputusasaan kita menjadi sebuah tekad. Nantinya hal ini dapat membuka pikiran kita untuk terus maju.

Lantas, apakah kemudian kita sama sekali tidak boleh memiliki ekspektasi? Tentunya bukan berarti kita tidak boleh memiliki ekspektasi. Hal yang penting adalah bagaimana kemudian kita perlu belajar mengelola ekspektasi. Bagaimana kemudian kita belajar untuk menyeimbangkannya dengan harapan dan pemikiran yang logis.

Tentu kita tahu, bahwa dalam hidup ini, kita akan dapat berada pada situasi yang dianggap “menang”, dan juga dapat berada pada situasi yang dianggap “kalah”. Dalam bentuk apapun. Dalam hidup ini kadang kita menang dan kadang kita kalah.  Seringkali banyak orang bersiap untuk menang, namun tidak bersiap untuk kalah. Padahal bisa jadi, ketika Allah Subhanahu wata’ala hadirkan “kemenangan”, kita justru menjadi sombong, berperilaku tidak terkendali. Sementara itu bisa saja, dengan Tuhan menghadirkan “kekalahan”, justru kita dapat semakin berkembang, berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Tentunya kita menyadari bahwa semuanya sangat mungkin terjadi dalam kehidupan kita. Kemungkinan gagal maupun berhasil. Jika Tuhan menghendaki, tentunya semua kemungkinan tersebut dapat terjadi. Bukan berarti kita menjadi pribadi yang pesimis. Namun dengan adanya kesadaran bahwa dalam hidup kita akan sangat mungkin untuk berhasil maupun gagal, hal itu akan menjadikan kita pribadi yang bersiap jika kemungkinan buruk atau gagal dapat terjadi, lalu lanjutkan dengan apa yang dapat kita lakukan. Kita tetap mengharapkan yang terbaik, namun juga menyiapkan diri jika skenario terburuk mungkin terjadi.

“Jangan berharap sesuatu terjadi seperti yang kau inginkan. Berharaplah apa yang terjadi sebagaimana mestinya. Maka itu, kau akan bahagia”

Epictetus

Lantas, bagaimana caranya kita mengelola ekspektasi? Pada dasarnya, berbicara tentang belajar mengelola ekspektasi itu berarti kita perlu belajar tentang kontrol. Kontrol? Iya, kontrol terhadap diri kita sendiri. Tentunya kita tahu, bahwa dalam hidup ini ada hal yang bisa kita kontrol dan ada hal-hal yang tidak bisa kita kontrol. Apa saja hal-hal yang bisa kita kontrol?

Kita hanya bisa mengontrol atau mengendalikan apa yang memang ada dalam kendali kita, seperti pikiran dan tindakan kita sendiri. Termasuk dalam hal yang bisa kita kontrol adalah usaha-usaha yang kita lakukan atau kerahkan. Kemudian apa saja hal-hal yang tidak dapat kita kontrol? Segala sesuatu yang berada di luar pikiran dan tindakan kita, itu tidak dapat kita kontrol. Segala hal eksternal yang itu semua berada di luar kendali kita. Hal yang bisa kita kendalikan bukanlah hal eksternal itu, namun penilaian kita terhadap hal-hal eksternal.

“It is not things that disturb us, but our opinion about them”

Henry Manampiring \

Seringkali kita marah, kesal, sedih, atau kecewa, bukan karena sesuatu hal atau peristiwa itu yang mengganggu kita, namun karena penilaian kita sendiri atas peristiwa tersebut yang menjadikan kita marah atau sedih. Semakin kita mencoba mengendalikan apa yang ada di luar kita, maka kita akan semakin frustasi, kecewa, dan sakit hati.

Sama halnya dengan tujuan yang kita buat. Jika kita membuat tujuan yang menggantungkan hasilnya pada perubahan perilaku orang lain, itu adalah tujuan yang paling rawan menimbulkan frustasi dan kekecewaan. Kita sangat bisa mengendalikan respon yang akan kita berikan terhadap peristiwa yang terjadi di luar diri kita. Bagaimana respon kita, itu tergantung dari makna yang kita buat secara internal. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, seperti pengetahuan, nilai, keyakinan, ataupun ingatan yang kita miliki.

Belajar mengelola ekspektasi, itu artinya kita belajar untuk mengendalikan pikiran kita sendiri. Kita bertanggung jawab sepenuhnya atas pikiran kita sendiri. Demikian pula pada hasil yang berbentuk perilaku kita. Oleh karena itu, penting dalam proses kita mengelola ekspektasi, untuk kita belajar dan berlatih mengelola pikiran kita. Dalam hal ini, ada dua bentuk orientasi pikiran yang sering dilakukan individu, yakni results-oriented thinking dan process/performance-oriented thinking.

Pertama, results-oriented thinking merupakan cara kita berpikir yang berorientasi hasil. Hasil ini adalah sesuatu hal yang tidak dapat kita kontrol atau kendalikan. Dengan cara berpikir seperti ini, akan cenderung membuat individu rawan frustasi, karena fokusnya hanya pada hasil. Apabila hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka individu akan mudah frustasi.

Kedua, process/performance-oriented thinking merupakan cara kita berpikir yang berorientasi pada proses atau usaha (kinerja). Proses atau usaha adalah sesuatu yang dapat kita kendalikan. Berpikir dengan orientasi pada proses akan lebih mudah dalam pengendalian ekspektasi, karena yang kita kendalikan adalah sesuatu hal yang memang bersifat controllable, yakni usaha atau kinerja kita.

Dalam melakukan sesuatu, yang bisa kita kendalikan adalah usaha kita. Hasilnya? Tidak bisa kita kendalikan. Kita hanya perlu fokus pada apa yang bisa kita kendalikan. Tetap berusaha dan bekerja sebaik mungkin, semaksimal mungkin. Jika nantinya berhasil, bersyukur. Jika belum, tidak perlu menghabiskan waktu dengan mengeluh dan menyesali apa yang terjadi.

Belajar mengelola ekspektasi, itu berarti juga kita belajar untuk berikhtiar dan bertawakal. Kita perlu memupuk sikap untuk terus berikhtiar dan bertawakal. Tawakal itu artinya menyerahkan keputusan segala sesuatunya kepada Allah subhanahu wata’ala. Sementara ikhtiar itu artinya kerja keras dan usaha maksimal yang kita kerahkan. Tawakal harus diawali dengan kerja keras dan usaha maksimal (ikhtiar).

Bukan tawakal namanya jika hanya pasrah menunggu nasib tanpa melakukan apa-apa dan sekedar berpangku tangan. 

Jika kita siap untuk menang, maka kita juga harus siap untuk bisa menerima kekalahan dengan ikhlas dan lapang dada.

Kembali ke reportase... Tanpa terasa Turnamen internal rutin tahunan Sparta Supreme Cup, sudah selesai digelar Hari Minggu, 21 Juli 2024. Banyak cerita seru dan ada juga beberapa hal yang bad stories. Mundurnya beberapa orang di hari H  (baik yang ada khabar maupun tidak ada kabar). Ada yang berkabar sesaat sebelum  proses drawing. Malah ada beberapa yang cancel padahal turnamen sudah berjalan. Hal ini tentu saja mengacaukan rundown turnamen. Yang berakibat juga pada molornya jadwal.

Ini jadi pelajaran berharga. Next turnamen mungkin harus ada uang pendaftaran biar yang suka cancel-cancel dadakan ada sisi ruginya juga (hilang uang pendaftaran). Karena selama ini yang dirugikan adalah Sparta dan orang banyak yang komit untuk datang. karena proses rombak pasang pemain terpaksa harus dilakukan.
Medali Sparta Supreme Cup 2024


Mascot Sparta Supreme Cup 2024


Hari ini juga diwarnai sedikit kericuhan yang cukup menggaanggu, dikarenakan sikap tidak dewasa dari salah satu peserta. Admin himbau: Jika mau ikut turnamen baik yang mingguan yang edisi spesial berhadiah. Harus komitmen menuiapkan mental untuk siap kalah dan siap bertaprtner dengan siapa saja. Dari pada bikin kekacaun.

Minggu siang, 21 Juli 2024 cuaca cukup bersahabat, tidak sepanas biasanya. Mungkin karena 2 minggu terakhir cuaca bandung lagi dingin-dinginnya. 

Udara adem ternyata tidak mengurangi panasnya persaingan di Turnamen Sparta Supreme Cup 2024 yang merupakan turnamen super 1000-nya Sparta. Drawing yang yang kali ini menggunakan leveling, membuat penyebaran kekuatan pemain lebih merata. Sangat-sangat fair dan berimbang. Hal itu terlihat dari 2 grup, yaitu grup C dan grup D yang penentuan juara grup dan runner up grupnya harus melalui  prosen penghitungan selisih poin. Karena ketiga pasangannya masing-masing mengantongi jumlah kemenangan dan kekalahan yang sama. 

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak quarterfinal.

Grup A, Juara grup: Apin dan Chandra,  runner up grup: Rama Putra dan Rofiq

Grup B, Juara grup: Rama Dhany dan Rizaldi, runner up grup: Redy dan Peter

Grup C, Juara grup: Desta dan Noval,  runner up grup: Rigel dan Odod

Grup D, Juara grup: Fani dan Jayus, runner up grup: Ikhsan dan Wahid

Dari undian babak quarter final semua pasangan tidak ada yang kembali bertemu dengan lawan sebelumnya di fase penyisihan grup.

Secara mengejutkan pasangan unggulan Fani dan Jayus dihentikan langkahnya oleh pasangan runner up grup B, Redy dan Peter setelah kalah dengan skor 38-42, padahal sebelumnya Fani dan Jayus sempat unggul sangat jauh. Apin dan Chandra, dengan mulus melangkah ke semifinal setelah mengalahkan Rigel dan Odod dengan 42-31. Desta dan Noval harus angkat koper lebih setelah kalah 34-42 dari pasangan runner up Grup A, Rama Putra dan Rofiq.  Rama Dhany dan Rizaldi juga harus mengalami hal yang sama yaitu menelan kekalahan dari runner up grup D, Ikhsan dan Wahid.

Boleh dibilang hari ini adalah harinya para runner up grup. Karena 3 pasangan yang berhasil melaju ke babak semifinal adalah para runner up grup.

Pada bagan atas, pasangan Apin dan Chandra, yang bertemu dengan Redy dan Peter berhasil memenangi laga semifinal dengan 42-37. Redy dan Peter staminanya sangat terkuras saat menghadapi Fani dan Jayus, jadi celah yang berhasil dimanfaatkan oleh Apin dan Chandra. 

Dan pada bagan bawah, pertarungan antara Rama Putra dan Rofiq melawan Ikhsan dan Wahid. dimenangkan oleh pasangan Ikhsan dan Wahid dengan skor 42-35.

Partai final mempertemukan pasangan Ikhsan dan Wahid dengan pasangan 'duo permainan takdir' Apin dan Chandra.  Apin yang mendadak tidak punya partner di grup A karena pasangannya yaitu, Azis tidak datang. Dan Chandra si 'permainan takdir 2 jilid' yang partnernya di babak penyisihan juga tidak datang yaitu Adi Putra. Kemudian partnernya digantikan oleh Atep yang belum punya partner (karena jumlah yang masuk drawing ganjil). Bertandem dengan Atep langkahnya terhenti diurutan ke-3 penyisihan grup. Chandra mendapat nyawa tambahan setelah dari hasil pengundian, nama dia yang keluar untuk menjadi pasangan Apin.

Set pertama Apin dan Chandra langsung 'terbang' memimpin perolehan poin. Mereka tanpa ngang ngeng ngong langsung leading 4-5 poin. Ikhsan dan Wahid yang jeda istirahatnya lebih singkat, membuat fisik mereka belum sepenuhnya bisa recovery. Set pertama pasangan ini lebih sering terlihat bertahan dibanding menyerang.  Mungkin untuk menghemat tenaga.  Set pertam ditutup dengan 21-13 untuk keunggulan pasangan Apin dan Chandra.

Set ke-dua Ikhsan J dan Wahid tidak membuat perubahan strategi. Mereka makin sering kedodoran menghadapi bola-bola silang tajam maupun smash menukik dari Apin. Pasangan ini sempat tertinggal sangat jauh hingga 15 poin, pada kedudukan 19-34. Kemudian mereka berupaya beberapa kali memperkecil selisih poin. Segala upaya mereka lakukan, termasuk Wahid yang membuka sepatunya dan menjadi pemain 'nyeker man'. Namun  mereka belum berhasil meredam gempuran  Apin dan Chandra. Apin dan Chandra akhirnya berhasil menutup laga final dengan skor gemilang 42-27.

Inilah nama-nama yang menjadi juara Sparta Supreme Cup, 21 Juli 2024;

Juara 1 Apin dan Chandra

Juara 2 Ikhsan J dan Wahid 

Juara 3 Redy dan Peter / Rama Putra dan Rofiq

Juara: Apin dan Chandra


Juara 2: Ikhsan dan Wahid

Semifinalist: Redy dan Peter

Semifinalist: Rama Putra dan Rofiq


Para juara foto bersama

Ikhsan walaupun hanya berhasil menempati posisi runner up, tapi rankingnya terdongkrak 2 anak tangga dan sekarang  dia menempati urutan teratas ranking di Sparta.

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen Sparta Supreme Cup 2024;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi medali Sparta


Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase Sparta Supreme Cup tahun depan...  




Minggu, 02 Juli 2023

Reportase Turnamen Sparta Supreme Cup 2023, Minggu 25 Juni 2023

 "Wisdom is the supreme part of happiness."

Sophocles

 

Kadang beberapa dari kita merasa lelah, suntuk, dan letih secara mendalam. Merasa putus asa dengan naik turunnya dinamika kehidupan, cobaan demi cobaan terus menghampiri. Pada fase itu kita semua pasti mencari arti kebahagiaan.


Kadang kita mendapatkan sesuatu yang membuat kita merasa senang. Seperti saat mendapatkan kekayaan, takhta, dan hal-hal lainnya. Apakah itu yang disebut dengan kebahagiaan? Kali ini kita akan sedikit mengulas lebih dalam mengenai makna kehidupan dan kebahagiaan menurut filsafat stoikisme.

Filsafat Stoa dan Definisi Kebahagiaan

Filsafat stoikisme merupakan aliran filsafat klasik yang berpengaruh besar terhadap pemikiran-pemikiran abad pertama. Zeno yang berasal dari Citium pada abad ke-3 SM datang di kota Athena, untuk mempelajari filsafat.

Kemudian dia belajar di bawah pilar yang terlukis di salah satu sudut Athena Karena kepiawainya berfilsafat, Zeno memiliki banyak murid, namun dia tidak memiliki akademi. Akhirnya dia mengajak pengikutnya untuk berfilsafat di Stoa.

Menurut kaum Stoa, salah besar jika kita menganggap kepuasan, kenikmatan, kesenangan adalah sebuah kebahagiaan yang hakiki. Mereka beranggapan bahwa semua itu merupakan faktor dari luar. 

Zeno mengatakan kebahagiaan adalah hidup berdasarkan kodrat. Artinya hidup itu dijalankan untuk menjalankan kewajiban-kewajiban kita sebagai manusia.

Stoikisme juga memberikan tawaran cara hidup bahagia berdasarkan 3 pilar kebahagiaan. 

Pertama, kenali hal di dalam dan kendali hal yang di luar kendali kita. Maksudnya kita hanya perlu untuk fokus pada diri kita sendiri, tidak perlu mempedulikan hal-hal yang di luar kemampuan kita. 

Kedua, mencintai takdir “love of fate", artinya kita tidak boleh berharap sesuatu berjalan seperti keinginan kita sendiri. Harapkan apa yang terjadi seperti apa yang terjadi, dengan itu kira akan bahagia. 

Ketiga, perbanyak mendengar daripada berbicara. Kita sebaiknya lebih banyak mendengar daripada berbicara dalam konteks. Kita tidak merasa benar dengan pendapat kita pribadi. Kita harus menerima diri kita.

Cara Hidup Bahagia

1. Fokus terhadap diri sendiri

Kita hanya perlu fokus terhadap diri kita sendiri, apa yang ingin dan akan kita lakukan. Jangan terlalu mendengarkan penilaian seseorang terhadap diri kita. Kita harus selalu menyadari bahwa banyak hal yang terjadi di luar kendali kita. Kita hanya bisa mengendalikan apa yang ada dalam kendali kita yaitu pikiran dan tindakan kita sendiri

2. Ingat, tidak ada yang abadi

Hal ini penting untuk di lakukan karena kita harus memahami dengan penuh kesadaran bahwa tidak ada sesuatu yang abadi. Harta, takhta, dan orang-orang yang kita sayangi itu semua hanya titipan dari Tuhan. Itu semua dapat pergi dan hilang kapan saja. Maka, kesadaran ini harus kita miliki, agar jika hal tersebut terjadi kita dapat menerima dengan ikhlas. Selanjutnya kita harus terus hidup dengan apa yang kita miliki sekarang.

3. Mengesampingkan ego

Kita biasanya lebih mengutamakan ego kita daripada mengutamakan prinsip moral. Prinsip moral ini merupakan tindakan menolong orang lain. Ketika kita menerapkan prinsip moral biasanya kita lebih mengutamakan etika gaya hidup yang baik dengan perilaku sederhana. Keinginan dan ego kita akan sejalan dengan apa yang kita pikirkan sebelumnya. 

Artinya kita harus mengutamakan kepentingan yang dapat memberikan manfaat untuk orang lain daripada keinginan kita yang digunakan untuk memuaskan nafsu belaka.


Kembali ke reportase.... Tanpa terasa sampai juga kita di event tahunan Turnamen Internal Sparta Supreme Cup 2023.  Turnamen Internal Sparta Supreme Cup merupakan salah satu Turnamen Internal yang cukup ditunggu para Spartan. Turnamen ini merupakan yang ke-5 (harusnya 6 kali tapi yang satu kali tidak digelar karena pandemi Covid -19).

Turnamen Internal Sparta Supreme Cup 2023 diikuti oleh 30 orang Spartan. Karena satu dan lain hal lumayan banyak peserta yang mengundurkan diri. Rata-rata masih diluar kota karena urusan mudik Idul Adha. Ada juga beberapa orang diantaranya yang masih bergulat dengan cidera.

Berhubung banyak yang cancel jadi mengubah formulasi leveling yang sudah dibuat sebelumnya. Kekosongan di level D, mau tidak mau harus diisi dari level E yang masih berlebih. jadi harus beberapa orang yang terbaik dari level E harus naik level ke level D. Mungkin keputusan ini  mengecewakan beberapa orang. Yang patut disadari soal masalah leveling adalah adanya gradasi skil dari tiap level, yaitu perbedaan skil yang sangat tipis dari orang perorangnya. But the show must go on.

Flyer Sparta Suprem Cup 2023


Medali Sparta Supreme Cup 2023

Hadiah Sparta Supreme Cup 2023

Sejauh ini hasil drawing cukup seimbang kekuatannya. Bahkan beberapa pasang diantaranya membuat kejutan  dengan menyisihkan lawan yang lebih kuat.

Babak penyisihan, mengerucutkankan 4 pasang juara grup dan 4 pasang runner up grup yang berhak lolos ke babak perdelapan besar. Dibawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil melaju ke babak quarterfinal alias babak delapan besar;

Grup A, Juara grup: Odod dan Erwinsyah runner up grup: Joni  dan Rinal

Grup B, Juara grup: Kencana dan Feby Ariel  runner up grup:  Rendi  dan Dody P

Grup C, Juara grup: Hizkia Ken dan Atep runner up grup: Syafiq dan Fatoni

Grup D, Juara grup: Arius dan Rama  runner up grup: Lucky dan Tafip W

Dari  hasil pengundian untuk babak perdelapan besar mempertemukan semua quarterfinalis secara menyilang dan tak ada satu pasangpun yang kembali bertemu dengan pasangan kompetitor sesama grupnya. 

Result babak perdelapan besar menghasilkan 2 pasang juara grup yang melaju ke semifinal setelah mengalahkan pasangan runner up . Mereka adalah: Kencana dan Feby Ariel juara grup B menang 42-29 atas Joni dan Rinal runner up grup A. Lalu ada Hizkia Ken dan Atep juara grup grup C, berhasil menyingkirkan Rendi  dan Dody P runner up grup B, dengan 42-26. Sementara di bagan lainnya ada 2 pasang runner up yang sukses mengalahkan 2 pasang juara grup. mereka adalah;  Syafiq dan Fatoni runner up grup C, menang  42-26 atas Arius dan Rama yang merupakan juara grup D. Dan ada pasangan Lucky dan Tafip W runner up grup D yang unggul 42-35 dari Odod dan Erwinsyah sang juara grup A.

Babak semifinal yang mempertemukan Syafiq dan Fatoni dengan Hizkia Ken dan Atep berlangsung sangat seru. Hizkia Ken dan Atep sukses menikung Syafiq dan Fatoni 42-38, yang sebelumnya telah leading sangat jauh dalam perolehan poinnya. Sementara di bagan bawah, Lucky dan Tafip W tanpa kesulitan yang berarti, berhasil menang 42-26 atas lawannya Lucky dan Tafip W.

Babak final mempertemukan finalis Hizkia Ken dan Atep versus Kencana dan Feby Ariel. Menurut admin kedua finalis ini memang sangat ideal, karena keduanya memiliki kekuatan yang hampir sama dan kedua finalis memiliki kans yang sama pula untuk memenangi laga final kali ini. Set pertama dibuka dengan permainan super ketat. Saling susul menyusul poin dengan selisih hanya 1 poin saja terjadi hingga set pertama hampir usai. Set pertama akhirnya dimenangkan oleh   dengan 21-18. Set ke-dua pasangan Hizkia Ken dan Atep terlihat mulai kendor, mereka banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Beberapa kali mereka tertinggal perolehan poinnya 3-5 poin. Sebetulnya Kencana pun banyak melakukan unforced error, tapi tertutup oleh cover yang baik dari Feby Ariel. 

Hizkia Ken dan Atep berhasil menyamakan skor 31-31 dengan bola drive yang bergulir di bibir net, sekaligus menghasilkan lucky ball buat mereka. Perolehan poin tertinggal lagi dan kembali berhasil kembali menyamakan skor 36-36. Namun sayang di poin-poin krusial mereka seperti kehilangan momentum. Mereka harus takluk 38-42 dari sang jawara kali ini, Kencana dan Feby Ariel

Admin dan semua yang menonton laga final, sepakat kalo performa Kencana diluar nalar he he he... Berbeda jauh dengan permainan dia biasanya. Dia bermain sangat baik, mengimbangi partnernya. Benar kata komentator: Terkadang semangat yang tinggi sanggup mengalahkan skill.

Inilah nama-nama Juara Turnamen Internal Sparta Supreme Cup 2023;

Juara 1 Kencana dan Feby Ariel

Juara 2 Hizkia Ken dan Atep

Juara 3 Syafiq dan Fatoni / Lucky dan Tafip W

Kencana Hutabarat dan Feby Ariel, Juara 1 Sparta Supreme Cup 2023

Hizkia Ken dan Atep Kusnandar, Juara 2 Sparta Supreme Cup 2023

Syafiq Hidayat dan Fatoni, Juara 3 Sparta Supreme Cup 2023

Lucky Panjaitan dan Tafip Wahyudi, Juara 3 Sparta Supreme Cup 2023

Juara Sparta Supreme Cup 2023, foto bersama

Yang patut jadi catatan penting hari ini adalah, untuk pertama kalinya Lucky Panjaitan selama bergabung dengan Sparta, berhasil menembus babak semifinal. Dan itu terjadi di Sparta Supreme Cup 2023. Congratulation, Lucky. Selamat juga buat Feby Ariel dan Tafip Wahyudi yang berjaya di Sparta Supreme Cup 2023.

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen Internal Sparta Supreme Cup 2023;

Road to final 

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa di reportase-reportase selanjutnya...  Keep Calm and Smash hard!!!