Powered By Blogger

Minggu, 16 Agustus 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 16 Agustus 2020

“Thinking too much leads to paralysis by analysis. It's important to think things through, but many use thinking as a means of avoiding action.”

 Robert Herjavek

Memikirkan suatu hal secara berlebihan dan terus menerus atau dalam istilah psikologi disebut overthinking, tentu dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental seseorang. Lebih jauh, selain mental, tak dipungkiri lambat laun juga bisa mengganggu kesehatan fisik.

Overthinking kerap kali muncul karena seseorang terus mengingat dan memikirkan hal-hal tertentu yang lahir dari berbagai keadaan. Ia bisa jadi muncul dari kenangan pilu di masa silam, kesalahan yang kita sesali hingga bayang-bayang kegagalan yang berisiko terjadi.

Dikutip dari Psychology Today, overthinking dapat berupa ruminasi, kondisi ketika seseorang berhubungan dengan ingatan terus-menerus pada masa lalu, dan khawatir berlebihan, jika ia berhubungan dengan masa depan.



Sebuah studi menemukan bahwa 52 persen dari orang-orang setengah baya berusia 45 hingga 55 tahun memikirkan suatu problem secara berlebihan atau mengalami overthinking. Demikian pula, ada sekitar 73 persen dari orang dewasa usia 25 hingga 35 tahun terjebak di masalah yang sama.

Dilansir dari The Health Site, beberapa masalah yang kerap muncul akibat overthinking antara lain bisa berupa terganggunya metabolisme tubuh, masalah pencernaan, berpotensi merusak organ jantung, hingga merusak kesehatan kulit.

Apa Itu Overthinking?

Seseorang yang overthinking  atau disebut juga dengan overthinker  selalu terganggu oleh pikiran-pikiran yang menyedihkan dan  tidak mampu untuk keluar dari pikiran tersebut serta merasakan kesedihan yang konstan akibat ketidakmampuan tersebut.

Pikiran yang konstan ini biasanya mencakup 2 pola pikir yaitu ruminating (merenungkan) dan worrying (mengkhawatirkan). Perenungan melibatkan kejadian di masa lalu, sedangkan kekhawatiran melibatkan kejadian-kejadian buruk yang mungkin terjadi di masa depan.

Overthinking  ternyata dapat menjadi kondisi yang berbahaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa overthinking dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental. Apabila kesehatan mental terganggu, kemungkinan overthinking  menjadi lebih tinggi sehingga akan lebih sulit mencari cara menghilangkan overthinking tersebut.

Overthinking juga cenderung memicu masalah tidur yang kemudian dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Bahaya lain dari kondisi ini adalah tekanan emosi serius yang membuat orang melampiaskannya ke hal negatif seperti alkohol atau gaya hidup tidak sehat lainnya.

Mengapa overthinking merugikan?

Overthinking tentu merugikan karena hanya membuang-buang waktu saja. Bukan hanya waktu, energi juga terkuras dan hal ini juga mencegah untuk melakukan banyak hal. Terlalu banyak memikirkan satu hal juga dapat membuat terlalu khawatir. Pada akhirnya, overthinking dapat menyebabkan mengalami kecemasan dan kehilangan kedamaian dalam diri.

Otak dan pikiran hanya akan dihantui dengan perasaan benar atau tidak yang sudah atau akan dilakukan. Bukannya memikirkan solusi atau pilihan apa yang terbaik hanya akan terjebak dalam pikiran dan ini akan membatasi berbuat sesuatu.

Maka dari itu, berikut ini tips untuk menghentikan overthinking :

1. Perhatikan pikiran Kesadaran adalah langkah pertama untuk mengakhiri overthinking. Ketika telah menyadari mulai banyak berpikir: melihat peristiwa dalam pikiran secara berulang, atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat dikendalikan, akui bahwa pikiran itu tidak produktif.

2. Hadapi pikiran negatif sebelum memburuk Setelah menyadari kondisi yang dialami, sekarang saatnya untuk belajar mengendalikan pikiran tersebut. Pikiran negatif dapat dengan mudah membuat seseorang terbawa. Kendalikan diri agar tidak terlarut dalam pikiran tersebut dan tanamkan dalam pikiran bahwa hal tersebut terlalu berlebihan untuk dipikirkan, sehingga sebaiknya berhenti memikirkannya.

3. Fokus pada pemecahan masalah Overthinking dapat muncul ketika kita menghadapi masalah tertentu dalam hidup. Namun, yang harus diketahui memikirkannya berlarut-larut tidak selalu dapat menyelesaikan masalah tersebut. Sebaiknya fokus pada langkah pasti yang dapat menjadi solusi masalah tersebut. Jangan terus menyesali mengapa sesuatu dapat terjadi, tapi lebih baik fokus pada apa yang dapat memperbaiki keadaan tersebut.

4. Jadwalkan waktu refleksi Jika harus memikirkan masalah-masalah kehidupan, luangkanlah waktu sekitar 20-30 menit untuk refleksi dan introspeksi diri.

5. Berlatih Mindfulness

Mindfulness mengharuskan sepenuhnya sadar dan fokus pada keberadaan saat ini.

Cara ini membutuhkan latihan dan jika berhasil melakukannya, maka akan sangat membantu dalam mengurangi overthinking.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih mindfulness adalah sebagai berikut:

  • Hindari akses pada pekerjaan di luar jam kerja Anda dan fokus pada aktivitas lain yang bisa dilakukan;
  • Nikmati makanan Anda dengan perhatian penuh, jangan melakukan hal lain ketika makan;
  • Jalan-jalan sambil memerhatikan lingkungan sekitar, bila perlu catat apa saja yang Anda temui di jalan mulai dari apa yang Anda lihat, dengar, dan hirup.

6. Mencari Distraksi. Mencari kegiatan baru dapat menjadi salah satu cara menghilangkan overthinking yang ampuh. Setiap orang dapat memiliki distraksi yang berbeda-beda. Lakukanlah kegiatan-kegiatan yang dapat membuat senang dan lupa pada apa yang dipikirkan. Kegiatan ini dapat berupa olahraga, membaca buku, mempelajari hal baru, atau banyak aktivitas lainnya. Selain cara-cara tersebut, mengapresiasi segala pencapaian diri serta melakukan meditasi juga bisa menjadi alternatif lain dalam menghentikan overthinking.

7. Latihan Pernapasan

Beberapa teknik pernapasan dapat membuat  lebih tenang dan terhindar dari overthinking. Salah satu yang paling sederhana adalah bernapas dalam-dalam.

Berikut adalah cara yang  dapat Anda praktikkan:

  • Cari tempat yang nyaman untuk duduk dan merilekskan tubuh
  • Tempatkan satu tangan di dada dan satu lainnya di bagian perut
  • Tarik napas dan buang napas melalui hidung dan rasakan udara bergerak dalam   tubuh dan Lakukan selama 5 menit dan ulangi 3 kali sehari

8. Apresiasi Diri Sendiri

Cara selanjutnya adalah dengan mengapresiasi diri sendiri dengan memulainya dari hal kecil seperti mencatat pencapaian dalam seminggu atau sebulan terakhir. Hal ini dapat membantu membangun pikiran positif sehingga tidak akan fokus memikirkan hal negatif dengan berlebihan.

9. Belajar Mencintai Diri Sendiri

Selain mengapresiasi diri sendiri, mencintai diri sendiri juga dapat menjadi cara menghilangkan overthinking. Sadari bahwa menjadikan masa lalu sebagai penyesalan akan menyakiti diri sendiri. Perhatikan setiap emosi dan respons tubuh yang muncul ketika overthinking. Ketika menyayangi diri sendiri, tentu tidak akan membiarkan diri merasakan efek negatif akibat berpikir berlebihan.

10. Membantu Orang Lain

Membantu orang lain dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain dapat membantu berpikir lebih positif, membantu orang lain juga dapat membuat menjadi lebih produktif. Ketika dapat produktif untuk hal-hal yang menyenangkan, tidak akan memiliki waktu untuk overthinking.

11. Bertindak

Dibandingkan terus berpikir, sebaiknya cobalah untuk bertindak. Hal ini berkaitan dengan fokus pada solusi dibandingkan dengan masalah yang di hadapi. Setelah mendapatkan solusi, segeralah untuk melakukan eksekusi agar masalah tersebut tidak semakin memburuk. Cobalah salurkan energi untuk bertindak dibandingkan dengan hanya berpikir saja.

 “The more you overthink the less you will understand.”

 Habeeb Akande

Kembali ke reportase. Turnamen mingguan edisi minggu ke-23 diikuti oleh 16 orang Spartan. Sesuai prediksi admin dari awal Fatoni dan Abraham menjadi penghuni puncak piramida turnamen minggu ini. Di babak final mereka mengkandaskan Anton dan Iyan. Anton dan Iyan yang melaju dengan mulus dari babak penyisihan hingga semifinal, harus menelan pil pahit kekalahan di babak final 32-42 dari Fatoni dan Abraham.

Inilah nama-nama Juara kita minggu ini;

Juara 1 Fatoni dan Abraham

Juara 2 Anton dan Iyan

Juara 3 Romi dan Roganda / Rinal dan Hadi M

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap result turnamen mingguan Sparta, edisi minggu ke-23

Road to final
Bagan turnamen


Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta


Minggu ini terjadi sedikit huru-hara. Nura Audy dan Andre mencium ada indikasi konspirasi kecurangan di grup A. Nura Audy dan Andre merasa langkah mereka dijegal. Entahlah yang sebenarnya terjadi. Wallahu a’lam bish-shawabi ( والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ ) “Dan Allah Maha tahu yang benar/yang sebenarnya”. Semoga kita dijauhkan dari sifat iri dengki, persekongkolan jahat, tipu muslihat dan kemunafikan.

Sebenarnya sudah beberapa kali tercium ada aroma kecurangan di turnamen mingguan Sparta, yang dilakukan beberapa oknum. Salah satunya adalah: sengaja mengalah dan menjadi runner up grup demi menghindar dari lawan yang dtakuti dibabak semifnal.

Untuk itu, demi menjaga Sportivitas dan tegaknya keadilan di Sparta, maka; 
  • Jika tercium gelagat ada kecurangan lagi mohon dilaporkan ke admin, supaya bisa secepatnya diambil tindakan.
  • Dilarang mendukung salah satu kubu secara terang-terangan, yang bisa mengakibatkan jatuhnya mental lawan.
  • Dilarang mengeluarkan teriakan, gestur tubuh dan perkataan yang memprovokasi lawan dan wasit. Teriak diperbolehkan selama untuk menyemangati diri-sendiri dan partner.
  • Demi menjaga Netralitas juga, mulai minggu depan wasit yang memimpin pertandingan harus berasal dari grup lain (disilang, supaya bukan berasal dari sesama teman segrup).
  • Jika masih terjadi kecurangan, maka admin akan mengambil tindakan tegas mendiskualifikasi dari turnamen dan atau membatalkan gelar juaranya.

Catatan: untuk juara kita kali ini aman karena masih bermain dengan sangat fair. salut!

Sekian reportase kita kali ini. Tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang sempurna. Tapi selalu ada jalan buat orang yang mau berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Salam olahraga dan sampai jumpa!




Minggu, 09 Agustus 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 9 Agustus 2020

 "Great achievement is usually born of great sacrifice, and is never the result of selfishness."

Napoleon Hill


Setiap orang mendefinisikan sukses dalam banyak perspektif, terlepas dari benar salahnya definisi tersebut, interpretasi dan implementasinya tidak jauh berbeda, bahwa untuk mencapai kata sukses seseorang harus berjuang dan berkorban, memilih untuk memprioritaskan yang satu diantara yang lain.

Sukses itu Pilihan

Dalam hidup, manusia, selalu dihadapkan pada kenyataan untuk memilih, dan pilihan tersebut lebih banyak membuat kita bingung, gundah gulana, atau bahasa remajanya galau. Kita sering kali berfikir dampak negatif dari pilihan, dan lebih banyak menghabiskan waktu berfikir dibandingkan bertindak, positve thinking jujur dalam memaknai pilihan akan berkolerasi positif terhadap tindakan yang akan kita lakukan, untuk mencapai sukses, yang satu ini merupakan pilihan, sangat personal. Meskipun motivasinya bisa datang dari luar, namun pada dasarnya sukses membutuhkan niat yang datangnya harus dari individu itu sendiri, dia memilih, dan pilihan ini yang kemudian menjadi motivator utama dalam pencapaiannya.

Sukses itu Perjuangan

Usaha dibutuhkan dalam upaya mencapainya, namun yang dibutuhkan bukan usaha kacang-kacangan, usaha yang dimaksud merupakan usaha yang tidak mudah berhenti karena halangan dan rintangan, usaha yang terus mencari jalan baru ketika kebuntuan ada dihadapan, usaha yang kemudian menjadi sebuah perjuangan. Dalam kehidupan, kita menemukan segelintir orang yang jumlahnya sedikit sekali, mendapatkan dirinya berada dalam posisi yang dalam konstruksi sosial sudah dapat dikatakan sukses, namun saya tidak memasukkannya dalam makna sukses, karena perjuangan itu harusnya datang dari diri sendiri, bukan suatu hal yang didapatkan dari usaha kerdil, atau merupakan warisan. Karena sukses bukan pemberian, bukan warisan, sukses itu perjuangan.

Sukses itu Pengorbanan

“Jangan pernah pikirkan pengorbanan yang pernah atau akan dilakukan, namun pikirkan hasil yang akan kita capai”

kata-kata diatas mengandung banyak makna, yang terkadang saling tumpang-tindih bahkan berlawanan, kontradiksi. Terlepas dari interpretasi yang kita dapatkan, namun yang ingin saya sampaikan adalah, bahwa seseorang selain memilih, berjuang, dalam mencapai sukses kita dihadapkan pada keharusan untuk berkorban. Pengorbanan dalam banyak bentuknya, namun sifatnya sama, ada beberapa hal dalam hidup harus kita ikhlaskan untuk dapat mencapai sukses itu sendiri. Dalam perjalanannya diusahakan pengorbanan itu tidak menimbulkan keluaran yang merugikan orang lain, sukses yang sebenarnya saya maknai dengan output sebuah kebermanfaatan yang tidak hanya dirasakan oleh pribadi, namun juga orang sekitar. Namun hal ini dikembalikan kepada pribadi masing-masing.

Kita bisa memaknai sukses sesuka hati kita, sesuai tujuan dan maksud yang ingin dicapai, tapi jauh dari itu semua, kita harus berfikir lebih kholistik, bahwa sukses baiknya tidak hanya dirasakan sendirian, budayakan berbagi, karena manusia adalah bagian dari lingkungan dimana ia berada, meskipun sukses personal sifatnya, namun dalam pencapaiannya kita juga membutuhkan orang lain, maka didalam hasil, juga terdapat hak-hak orang lain, secara moral kita bertanggung jawab atas hasil yang kita peroleh, tanggung jawab sosial. Mungkin selain pilihan, perjuangan dan pengorbanan, sukses juga erat kaitannya dengan kebermanfaatan.

Kembali ke reportase. Tourney mingguan Sparta minggu ini diikuti oleh 14 orang Spartan. Sesuai prediksi 2 posisi jawara dan runner up minggu ini berasal dari grup yang sama. Roganda dan Ari A terlibat 2 kali pertarungan sengit melawan Fatoni dan Nura Audy. Mereka berempat menampilkan permainan terbaik mereka dan menyajikan tontonan yang asyik. Di babak final, Roganda dan Ari A unggul 42-40 atas pasangan Fatoni dan Nura Audy, setelah melewati pertandingan super ketat dengan poin tipis susul menyusul. Pada moment winning poin, Ari A mengalami kram kaki. Pertandingan usai tapi Ari A harus masih berada di lapangan untuk melemaskan otot kakinya yang kram. 

Roganda dan Ari A tampil mulus tanpa mengalami kekalahan sekali pun mulai dari babak penyisihan hingga babak final. Di babak semifinal mereka hampir saja dibungkam oleh pasangan Achmad dan Hadi M yang sudah unggul jauh hingga selisih 9 poin. Tapi mereka berhasil membalikan keadaan, dari poin 36-40 menjadi 42-40.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Roganda dan Ari A

Juara 2 Fatoni dan Nura Audy

Juara 3 Andre dan Rama / Hadi M dan Achmad


Dan dibawah ini adalah result turnamen hari ini;

Road to final


Bagan turnamen


Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta


Sekian reportase kita kali ini. Jalin terus persaudaraan lewat olahraga bersama. Salam olahraga dan sampai jumpa.


Minggu, 02 Agustus 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 2 Agustus 2020

“Strength and growth come only through continuous effort and struggle.” 

Napoleon Hill

Setiap orang pasti punya mimpi. Ingin keliling dunia, bisa kuliah di luar negeri, punya bisnis sendiri; apapun itu, mimpi membuat hidup lebih layak dijalani. Mimpi pula yang menjadikan seseorang lebih berani, melewati kerasnya hidup yang sebenarnya ingin dihindari.

Berbekal tekad dan kemauan, kamu hanya harus terus berjuang – menggapai apa yang sungguh-sungguh diinginkan. Dan meski perjuangan itu tak akan mudah pun banyak yang meremehkan, jangan pernah menyerah. Tetaplah berusaha dalam diam, sampai apa yang paling kamu inginkan sampai digenggaman.


Hidup itu harus punya mimpi. Dialah yang menjadikan hari-harimu lebih bermakna untuk dijalani.

Tanpa punya mimpi, harapan, atau keinginan – hidup akan terasa hambar. Bekerja, makan, atau tidur akan terasa biasa. Tak ada yang istimewa karena kamu hanya melewatkan waktu dalam hidupmu begitu saja. Padahal dengan mimpi yang kamu miliki, hidup akan jauh lebih indah untuk dijalani.

Pikirkan tentang mimpi, harapan, atau keinginan yang saat ini ada kepalamu. Mungkin besok kamu ingin punya pekerjaan baru, menyelesaikan skripsi yang sudah tertunda beberapa waktu, atau segera meresmikan hubungan dengan pasanganmu. Apapun mimpimu, kamu berhak untuk berusaha sekuat-kuatnya demi bisa mewujudkannya.

“Keberhasilan adalah milik mereka yang mau baik-baik merawat mimpinya…”

Tak perlu banyak bicara atau berusaha terlihat istimewa. Meski orang lain meremehkan, kamu hanya harus fokus berusaha.

jangan takut diremehkan

“Sudah selesai skripsinya?”

“Sekarang kerja dimana?”

“Kapan nikah?”

Orang-orang mungkin akan saling berlomba demi terlihat hebat dan istimewa. Menampakkan pencapaian yang berhasil dimiliki agar mendapat pengakuan dan pujian dari orang-orang di sekitarnya. Tanpa disadari, ada ketakutan yang perlahan muncul dan mengganggu konsentrasi. Ketakutan lantaran enggan diremehkan atau dianggap tak berhasil membuat pencapaian.

Padahal, satu-satunya yang dibutuhkan bukanlah pengakuan dari orang lain, melainkan keberhasilan itu sendiri. Kamu hanya harus fokus pada mimpi dan harapan yang ingin kamu wujudkan. Kamu tak perlu takut disebut orang yang gagal atau dianggap tak punya kemampuan. Bagaimana pun, dirimu sendiri adalah yang paling mengerti perkara sudah seberapa keras kamu berusaha hingga hari ini.

Cukuplah berjuang dalam diam. Teruslah setia pada apa yang paling kamu inginkan.

Bekerjalah dalam diam. Alih-alih banyak mengumbar rencana, lebih baik diam dan terus berusaha. Gunakan waktumu untuk fokus pada apa yang paling ingin kamu wujudkan. Berharap punya bisnis sendiri? Maka fokuslah untuk menumpuk pengalaman di dunia usaha. Nikmati proses kerja kerasnya, rasakan sensasi di setiap kesulitan-kesulitan yang harus kamu hadapi.

Yang pasti, kamu harus setia pada apa yang paling kamu ingini. Layaknya menjalin hubungan dengan pasangan, jangan mudah berpindah ke lain hati. Jika hari ini kamu ingin segera menyelesaikan skripsi, maka fokuslah pada satu hal itu. Jangan berhenti berusaha sampai apa yang kamu inginkan tercapai. Jangan menyerah sebelum skripsimu benar-benar selesai.

Meski harus jatuh bangun dalam perjalanan, bersabarlah karena Tuhan tak akan abai pada kamu yang mau berjuang.

Tak ada yang menjanjikan bahwa perjalananmu mencapai kesuksesan akan mudah. Bahkan, satu-satunya kemungkinan adalah kamu harus gigih dan mau bersusah payah. Akan ada momen jatuh bangun yang harus dilewati. Perjuangan yang akan menempamu jadi pribadi yang jauh lebih tangguh lagi.

Namun, kamu tak perlu khawatir pada hasil akhirnya nanti. Percayalah bahwa keberhasilan adalah milik mereka yang tak malas berusaha. Kesuksesan juga akan datang pada mereka yang mau memperjuangkan mimpi-mimpinya. Dan pastinya, Tuhan akan memudahkan jalan mereka yang tak pernah putus usahanya sekaligus percaya pada kekuatan doa.

“God will make a way when there seems to be no way…”

Jangan pernah ragu karena kelak akan tiba waktumu. Saat mimpi yang semula hanya ada di kepala sudah berpindah dalam genggaman tanganmu.

Keberhasilan memang mungkin belum bisa kamu nikmati sekarang. Tapi, bukan berarti selamanya kamu hanya bisa menggantungkan harapan. Percayalah bahwa apa yang kamu inginkan kelak pasti bisa diwujudkan. Dan sekalipun banyak orang yang meremehkan atau meragukan kemampuanmu, tetaplah tenang dan fokus pada mimpimu itu.

Yakinlah bahwa sukses itu hanya perkara waktu. Selama kamu mau berusaha dan berdoa, mimpi tak hanya ada di kepalamu. Suatu hari nanti, apa yang kamu inginkan akan benar-benar sampai dalam genggaman. Di saat itu kamu akan berbangga karena bisa berjuang dalam diam tanpa mau menyerah dan dikalahkan keadaan.

Kembali ke reportase. Minggu ini turnamen mingguan Sparta dihadiri oleh 14 orang Spartan. Ketidakpuasan kepada partner, keputusan wasit dan atas ketidakjujuran lawan adalah sangat manusiawi dan wajar banget terjadi dalam sebuah kompetisi. Namun jangan sampai perasaan ketidakpuasan itu merusak silaturahmi kita sebawa kawan. Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Jadi mari selalu bermain sportif dan berjiwa besar.

Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ini, dimenangkan oleh Nura Audy dan Romi. Di babak final mereka berhasil menghentikan perlawanan pasangan Anjar dan Roganda, setelah sebelumnya terjadi drama susul menyusul poin. Di babak final juga ada sedikit insiden 'misteri bola touch oleh Romi'.
Pasangan Nura Audy dan Romi melaju dengan mulus dari babak penyisihan hingga final tanpa sekali pun mengalami kekalahan.
Minggu ini Nura Audy berhasil menyandingkan gelar ranking pertama Sparta dan gelar peringkat satu  pengumpul medali terbanyak di Sparta.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Nura Audy dan Romi
Juara 2 Anjar dan Roganda
Juara 3 Andre dan Olsen / Anton dan Alex

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap dari result turnamen minggu ini;

Road to final
Bagan turnamen


Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Selalu junjung tinggi nilai-nilai sportivitas!!! Keep calm and smash hard!! Sampai jumpa.

Minggu, 26 Juli 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 26 Juli 2020

"Old friends are Gold, New friends are Diamond, If you get a Diamond, don’t forget the Gold, Because to hold a Diamond in a ring, You always need a base of Gold". 

DR APJ Abdul Kalam


'Teman lama adalah Emas, teman baru adalah Berlian, Jika kamu mendapatkan sebuah Berlian, jangan lupakan Emas, Karena untuk mengikat sebuah Berlian menjadi cincin, kamu selalu membutuhkan dasar Emas".

Banyak ahli sepakat bahwa salah satu indikator kualitas hidup seseorang dinilai dari kualitas interaksi sosialnya. Tidak dipungkiri memang, mengingat bahwa manusia merupakan makhluk sosial. Memiliki hubungan dengan orang lain, seperti pertemanan tentu menjadi hal yang dibutuhkan oleh banyak orang. 

Hubungan pertemanan yang dimaksud merupakan hubungan antar individu yang dekat secara nyata serta terikat dengan emosional, bukan hubungan pertemanan lewat dunia maya seperti Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya. 

Amir Levine, seorang psikiater sekaligus penulis "Attached: The New Science of Adult Attachment and How It Can Help You Find and Keep Love" mengatakan hubungan pertemanan memiliki dampak yang cukup besar bagi kondisi emosional individu secara umum. 

"Koneksi sosial adalah cara paling ampuh bagi kita untuk mengatur tekanan emosi kita," kata Levine. "Jika Anda dalam kesulitan, berada dalam jarak dekat dengan seseorang yang melekat erat dengan Anda adalah cara paling efektif untuk menenangkan diri" lanjutnya seperti yang dilansir dari New York Times. 



Memiliki teman erat kaitannya dengan seberapa baik kondisi mental dan emosional seseorang. Selain itu menurut Mayo Clinic, secara tidak langsung hubungan pertemanan juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan fisik individu. 

Orang dewasa dengan dukungan sosial yang kuat memiliki pengurangan risiko banyak masalah kesehatan yang signifikan, termasuk depresi, tekanan darah tinggi, hingga indeks massa tubuh (BMI) yang tidak normal. Namun, secara umum, hubungan pertemanan memiliki manfaat sebagai berikut: 
  • Meningkatkan sense of belonging (rasa memiliki) serta tujuan hidup. 
  • Meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres. 
  • Meningkatkan kepercayaan diri individu. 
  • Membantu mengatasi trauma akibat dari berbagai tragedi seperti perceraian, penyakit serius, kehilangan pekerjaan atau kematian orang yang dicintai. 
  • Mendukung individu menjalani gaya hidup yang baik. 
Tidak ada jaminan apakah kita akan tetap hidup dikelilingi oleh banyak teman selamanya. Maka dari itu penting untuk mengembangkan dan memelihara persahabatan yang sehat. 

Miriam Kirmayer, seorang terapis spesialis hubungan pertemanan dari Universitas McGill menyatakan bahwa dalam hubungan pertemanan yang baik, kualitas harus diatas kuantitas. Pertemanan tidak dihitung seberapa banyak orang yang datang ke pesta ulang tahun seseorang. Pertemanan yang baik dilihat dari seberapa mampu untuk saling terbuka dan seberapa besar kesediaan untuk merespons secara emosional. 

Sebuah survei yang dilakukan oleh Snap Inc yang melibatkan 10.000 partisipan berusia 13 hingga 75 tahun dari sembilan negara. Survey ini menunjukkan bahwa mayoritas partisipan sepakat bahwa kejujuran merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas pertemanan. 

"Kejujuran adalah pembangun hubungan, dan sarana untuk koneksi dan kenyamanan" tulis Kirmayer dalam artikelnya. Ia menyebutkan ada beberapa langkah dalam membangun kejujuran dalam hubungan pertemanan, yakni: 
  • Mengendalikan pemikiran-pemikiran yang menyebabkan konflik antar pertemanan. 
  • Membangun kepercayaan mulai dari hal-hal kecil, seperti menjalani hobi dan rencanakan kegiatan menyenangkan di akhir pekan. 
  • Membangun pendekatan secara empati. Alih-alih memaksa sahabat untuk membuka diri, tanamkan pada sahabat bahwa kita selalu ada untuk mendengarkan mereka. 
  • Saling menghormati batas dan saling menghargai ketika teman tidak siap ataupun bersedia untuk berbagi. 
  • Mengakui kesalahan dan membuka pandangan dari perspektif masing-masing untuk menemukan 'mengapa kesalahan tersebut bisa terjadi.' Cara ini dilakukan agar dapat saling memaafkan 
  • Jika kesalahan bisa dimaafkan, buat komitmen untuk berubah agar kesalahan tersebut tidak kembali terulang.
Semakin usia bertambah, maka lingkaran pertemanan akan mengecil. Pra-kuliah, puluhan orang. Pasca kuliah, bisa dihitung dengan satu telapak tangan.

Ada beberapa penyebabnya, misalnya waktu yang sudah tidak sefleksibel dulu. “Karena di usia ini kebanyakan orang telah berkeluarga dan bekerja sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk bisa berkumpul dengan teman-teman” 
Selain waktu, dengan semakin bertambahnya umur, orang akan cenderung memilih teman berdasar tingkat ‘manfaat’ yang mereka berikan.

Memiliki dan menjalin hubungan pertemanan adalah sesuatu yang sangat penting. Dan tidak ada yang salah jika semakin dewasa, kamu semakin selektif memilih teman. Misalnya, teman yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kamu dalam memandang kehidupan. Mempunyai hobi yang sama (olahraga, memasak, jualan online, komunitas keagamaan dsb).

Sosial media berpengaruh terhadap hubungan pertemanan, produk kecanggihan teknologi ini memang bisa menimbulkan dua efek:  merenggangkan atau mempererat pertemanan.

Semua kendalinya ada pada diri kita. Sosial media bisa merenggangkan atau membuat akrab, sepenuhnya tergantung pada cara kita sebagai penggunanya. “Jika digunakan untuk menjalin silaturahmi, apalagi dengan teman yang sudah lama tidak bertemu karena terpisah jarak, tentu akan semakin merekatkan hubungan.” 

Sebaliknya, jika kita hanya fokus menggunakan sosial media untuk asyik dengan kegiatan individual, “maka bisa jadi hubungan kita dengan orang lain akan renggang.”

Selain media sosial, ada cara praktis mempererat pertemanan meski kita sama-sama super duper sibuk. “Selalu keep in touch—dalam artian tidak selalu harus setiap hari bertemu dengan teman— usahakan melakukan pertemuan rutin. Bisa mingguan atau bulanan, misalnya dengan arisan. olahraga bersama atau sekedar nongkrong bareng. Tentunya ini akan semakin merekatkan hubungan pertemanan kita". 

Minggu ini turney mingguan Sparta diramaikan oleh 14 orang Spartan. 2 Orang loyalis Spartan berhalangan hadir. Andre harus bedrest karena sakit dan Fatoni ada acara kantor harus pergi ke Garut.

Sesuai prediksi minggu lalu, kalau persaingan 3 ranking teratas sudah dimulai minggu ini. Nura Audy berhasil melaju ke posisi puncak dengan memaksa turun Roganda dan Alex masing-masing turun satu anak tangga.

Kemenangan Nura Audy dan Abraham di babak inal, membuat Nura Audy berhasil merebut kembali posisi ranking teratas Sparta setelah sekian lama lepas dari genggamannya.
rupanya hari ini adalah hari keberuntungan para runner up grup. Karena para runner up berhasil membalaskan kekalahan mereka di babak penyisihan, sekaligus menyingkirkan para juara grup di babak semifinal. Ari A dan Anton berhasil mengeliminasi Iyan dan Roganda. Sementara Nura Audy dan Abraham sukses membungkam Alex dan Hadi M.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Nura Audy dan Abraham
Juara 2 Ari A dan Anton
Juara 3 Iyan dan Roganda / Alex dan Hadi M

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap result turnamen;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Semoga kita bisa selalu menjaga persahabatan kita dengan baik. "Sahabat bukan tentang siapa yang telah lama kamu kenal, tapi tentang siapa yang menghampiri hidupmu dan tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi dan kondisi seburuk apa pun". Sampai jumpa dan salam olahraga, sahabat!


Minggu, 19 Juli 2020

Reportase Turnamen Sparta Golden Supreme Cup, 19 Juli 2020

"Champions are made from something they have deep inside of them-a desire, a dream, a vision."
 Mahatma Gandhi

Dalam hidup, setiap orang ingin menjadi sang juara. Bukan sekadar soal menjadi lebih unggul daripada orang lain, namun ini soal cara meraih tujuan yang hendak dicapai. Seorang juara selalu memiliki tujuan yang jelas.  Para juara tidak dibuat di arena. Arena hanya alat atau media untuk menjadi juara. Mahatma Gandhi, tokoh pergerakan kemerdekaan India, mengungkapkan resep menjadi juara. Ia berkata, bahwa: Para juara dibuat dari sesuatu yang ada di dalam diri mereka – sebuah hasrat, sebuah impian, sebuah visi. Mereka memiliki keterampilan dan kemauan, tetapi kemauanlah yang terbesar. Bukan hanya mengikuti pertandingan, karena akan percuma tanpa hasrat, impian, dan visi. Maka, tentukanlah tujuan hidupmu. Tentukanlah mimpi, cita-citamu dan gapailah. Terus jadikan setiap langkah hidup untuk mencapai tujuan itu.

Kita bisa belajar dari para atlet yang selalu berburu gelar juara yang berbekal semangat dan mental juara. Watak dan kepribadian atlet “sang juara” akan terlihat saat dia berjuang di medan laga. Seorang juara akan selalu memegang semangat ini: “Setiap hari, di dalam hidup, saya mau memberikan yang terbaik dari hidup saya.” Seorang juara tidak mencapai kemenangannya secara instan, melainkan melalui sebuah perjuangan dan kerja keras yang ia bentuk sejak jauh hari. Entah itu dalam bentuk belajar, menjaga pergaulan, dan menjaga doa lewat ibadah-ibadah rutin yang ia lakukan. Bahkan sering kali gelar juaranya sudah dibangun dari aktivitas-aktivitas positif yang justru terlihat tidak berhubungan dengan gelar juara yang ia raih.



Seorang juara, telah membangun gelar juaranya sedikit demi sedikit melalui apa yang telah ia lakukan dalam setiap detik yang dilaluinya dengan melakukan hal terbaik- Apapun itu. Karena seorang juara telah terbiasa melakukan hal sebaik mungkin, berhasil dalam hal-hal yang bahkan tampak remeh, justru dengan inilah menjadikannya memiliki mental pemenang yang percaya diri.

Pandanglah realitanya, lihatlah seorang yang telah berhasil menjadi juara. Mereka adalah orang-orang yang mampu bersinergi dengan sesama, belajar lebih rajin, bekerja lebih keras, dan bersikap lebih baik daripada kebanyakan orang disekitarnya. Seorang juara berani berkorban dengan membayar harga kenyamanan untuk sebuah kerja keras yang membuahkan kemajuan. 

Ada sebuah kisah tentang Houtman Zainal Arif, Vice President Citibank. Dia mengawali kariernya sebagai seorang office boy. Houtman selalu melakukan hal di luar pekerjaannya, melebihi tugasnya yang hanya mengurusi kebersihan. Sebagai seorang office boy, ia belum piawai melakukan tugas menggandakan data saat itu. Namun, dia justru mengurusi fotokopi juga di tahun 1960-an. Dia mau belajar usai menuntaskan pekerjaannya. Alhasil, dia dipercaya untuk bertugas sebagai penanggung jawab fotokopi kantor.

Usai menuntaskan pekerjaannya, dia membantu pula proses administrasi, seperti mengerjakan proses stempel dan hal-hal administrasi lainnya. Sehingga pada satu kesempatan dia diangkat menjadi staf kantor hingga kemudian merintis karier sampai puncak sebagai vice president bank kelas dunia. Untuk mendapatkan apa yang kita tidak pernah miliki, maka kita harus melakukan apa yang tidak pernah kita lakukan.

Seorang Juara Akan Menerima Kegagalan, Tetapi Tetap Optimis
Kelebihan kitalah yang membawa manfaat bagi orang lain. Tidak ada gunanya berfokus pada kelemahan diri. Seorang pemenang sejati adalah seseorang yang mengakui kekalahannya. Jangan beralasan saat kita kalah dan jangan berkomentar saat kita menang. Kita tidak akan bisa menguasai segala hal, fokuskan satu yang paling bisa. Jangan memaksakan diri jika kita memang tak mampu, terima saja diri apa adanya.

Seorang juara akan fokus pada hal-hal yang membantu pencapaian impiannya dan bukan pada hal-hal yang menghambat pencapaian impian tersebut. Untuk memiliki kupu-kupu di halaman dan rumah kita, ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, dengan membawa jaring. Tetapi sedikit yang akan terjaring. Sementara cara kedua adalah dengan membuat taman bunga, sehingga kupu-kupu akan datang sendiri menghampiri.

Setiap orang semua sama, memiliki 24 jam dalam satu hari. Kesuksesan ditentukan oleh seberapa baiknya kita memanfaatkan waktu. Janganlah berusaha untuk menjadi orang sukses, berusahalah untuk menjadi orang yang penuh dengan peluang. Dengan terus mengembangkan diri, mengembangkan hal-hal positif yang menjadi kekuatan. Sehingga memiliki skill dan kualitas yang banyak dicari oleh berbagai kalangan. Biarkan kesuksesan yang justru datang mendekat.

Ketika Tuhan mengambil sesuatu dari genggaman, Dia tidak bermaksud untuk menghukum. Dia hanya membuka tanganmu untuk menerima sesuatu yang lebih baik lagi. Jangan takut gagal, karena kegagalan membuat kita semakin kuat dan tangguh. Tidak ada orang kuat tanpa latihan yang berat. Tidak ada orang yang hebat tanpa karakter yang kuat. “Masa lalu” adalah sebuah tempat yang bagus untuk dikunjungi, tetapi buruk untuk tinggal disana. Jangan takut menghadapi masa depan. Karena kamulah yang menentukan masa depanmu.

Seorang juara tidak meminta Tuhan untuk mengabulkan semua harapannya. Ia tidak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lainnya. Tetapi, ia memohon kepada Tuhan agar diberikan kekuatan untuk menghadapi semua itu. Ia berdoa agar diberikan kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Begitulah, mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa kepadaNya, untuk mengabulkan permintaan kita, menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Padahal, yang kita butuhkan adalah bimbinganNya, tuntunanNya, dan panduanNya. Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat, kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tidak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng, dan mudah menyerah.

Selanjutnya jika sudah berhasil menjadi juara. Jangan merasa diri selalu paling benar, karena mungkin kritikan-kritikan orang itu memang benar adanya. Biasakanlah juga menghargai orang lain. Ingat, kesombongan datang dari sikap yang tidak menghargai orang lain.

Jadi, siapkah kita menjadi seorang juara? Katakan sekarang: “Aku adalah juara!”

“Champions don't give up; they get up!”
 
 Sanjo Jendayi

Flyer turnamen

Medali
 
Turnamen Sparta Golden Supreme Cup 2020 sudah usai digelar. Turnamen yang dikuti oleh 22 orang Spartan (tadinya 24 orang tapi yang 2 orang cancel) ini cukup seru dengan persaingan sangat sengit. Pasangan Achmad dan Ari A yang difavoritkan bakal menjadi salah satu kandidat juara, bernasib tragis. Mereka rontok di babak quarter final oleh Fatoni dan Iyan dengan score horror 42-41. 
Pasangan favorit lainnya yang terhenti di babak semifinal adalah Rinal dan Nura Audy yang dipaksa menyerah dari Sang Juara, Anton dan Roganda. Rinal dan Nura Audy harus berjibaku jatuh bangun dalam pertandingan yang sangat menguras tenaga dan emosi.
Yang menjadi kuda hitam di turnamen kali ini adalah pasangan Hadi M dan Agung K, mereka secara mengejutkan mampu melaju sampai final. Tidak sia-sia Agung K sengaja balik dari Cikarang demi mengikuti turnamen ini. Sebenarnya di babak penyisihan mereka mampu mengalahkan Anton dan Roganda, tapi sayang di babak final Hadi M dan Agung K seolah-olah kehabisan bahan bakar dan amunisi. Mereka harus rela menjadi runner up dengan score akhir yang sangat jomplang 19-42, dari tangan sang Juara.
Anton yang baru comeback lagi ke Sparta, menunjukkan kualitas permainannya yang mumpuni saat bertandem dengan  si minim error, Roganda.

Inilah nama-nama Juara Sparta Golden Supreme Cup 2020;

Juara 1 Anton dan Roganda
Juara 2 Hadi M dan Agung K
Juara 3 Rinal dan Nura Audy
Juara 4 Fatoni dan Iyan

Juara 1 Anton dan Roganda

Juara 2 Hadi M dan Agung K

Juara 3 Nura Audy dan Rinal

Juara 4 Iyan dan Fatoni

Para Juara foto bersama

Minggu ini terjadi perubahan urutan ranking Sparta yang cukup signifikan, usai  Sparta Golden Supreme Cup 2020 digelar. Penyebabnya adalah karena Sparta Golden Supreme Cup 2020 adalah turnamen major di Sparta, sehingga poinnya pun berbeda. Dimana sistem pembagian poinnya memakai sistem poin World Championships dan Olimpiade. Maka jumlah poin yang diperebutkan dalam turnamen ini adalah;
  • Juara pertama : 12.000
  • Juara ke-dua : 10.200 
  • Juara ke-tiga : 9.200
  • Juara ke-empat : 8400
  • Quarter final : 6.600
  • Babak penyisihan : 4.800

Alex yang sudah sekian lama memegang tahta ranking 1 Sparta, harus merelakan posisinya digeser oleh Roganda, yang melejit dari ranking 3 menjadi ranking 1. Roganda melesat dan menikung Alex dan Nura Audy. Poin ranking 3 besar terpaut sangat tipis, beberapa minggu kedepan pasti akan terjadi drama susul menyusul ranking nomor wahid Sparta.

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen Sparta Golden Supreme Cup 2020;

Road to final

Bagan Turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Kelelahan hari ini cukup terbayar dengan keseruan jalannya turnamen. Turnamen kali ini Spartan dijamu dengan berbagai macam makanan. Ada brownies kukus yang dibawa oleh Agung K, Pie buah dan Risol dari Fatoni, dan Paket nasi tumpeng untuk makan siang dari Peter.

Thanks buat partisipasi dan keseruan hari ini. Sampai jumpa lagi di turnamen-turnamen berikutnya. Salam olahraga!!!







Minggu, 12 Juli 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 12 Juli 2020

“Be thankful for what you have; you'll end up having more. If you concentrate on what you don't have, you will never, ever have enough.” 

Oprah Winfrey

Mengucap syukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada sesama membuat hidup kita lebih berarti.
Hampir semua orang mengetahui hal ini, namun tidak semua orang melakukannya.
Tahukah anda bahwa kekuatan rasa syukur itu lebih besar dari apa yang pernah kita bayangkan?
Berikut sembilan hal dari psychologytoday.com untuk kita bisa mengenali kekuatan besar di balik rasa syukur:


1. Kita menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain
Seseorang yang terbiasa bersyukur akan dengan rendah hati pula berterima kasih untuk kebaikan orang lain. Orang yang mengucapkan “terima kasih” dan menunjukkan sikap terima kasih biasanya semakin mudah dekat dan bergaul dengan orang lain.

2. Tidur lebih nyenyak
Memikirkan setiap hal yang patut disyukuri bisa meningkatkan kualitas tidur kita. Menurut Journal of Psychosomatic Research 2009, orang yang senantiasa mengucap syukur bisa tidur lebih nyenyak dan bangun lebih segar setiap harinya.

3. Kekuatan dan kesehatan mental terbangun
Banyak studi yang sudah membuktikan bahwa risiko depresi dan bunuh diri sangat rendah pada orang-orang yang senantiasa bersyukur. Sebab rasa syukur menghancurkan emosi-emosi yang meracuni pikiran dan perasaan.

4. Meningkatkan kesehatan fisik
Orang yang bersyukur memiliki tubuh yang sehat. Sebab rasa syukur berkaitan dengan tekanan darah yang stabil. Rasa syukur juga bisa mengurangi rasa sakit dan terluka. Selain itu, rasa syukur pun meningkatkan sistem imun.

5. Semakin berenergi untuk mencapai tujuan
Apa yang kita syukuri hari ini, membuat kita semakin bersemangat untuk meraih tujuan-tujuan lain. Penelitian yang dipublikasikan tahun 2003 melalui Journal of Personality and Social Psychology menyebutkan bahwa orang yang terbiasa menuliskan hal-hal yang disyukurinya cenderung lebih konsentrasi, antusias, berenergi ketimbang orang yang tidak banyak bersyukur.

6. Menjadi pemimpin yang lebih baik
Seseorang yang bersyukur cenderung mampu mengembangkan kemampuan kepemimpinannya. Ia akan lebih mampu memimpin orang lain dan menghargai pekerjaan orang lain.

7. Lebih mudah memulihkan diri dari kesedihan dan kesulitan
Rasa syukur membuat seseorang lebih mampu mengelola stres dengan baik. Kekuatan mental yang dimilikinya membuatnya lebih cepat memulihkan diri sekalipun diterpa berbagai kesulitan.

8. Lebih lega, jauh dari kekhawatiran
Studi yang dipublikasikan di Research on Aging tahun 2006 menemukan bahwa orang tua yang lebih banyak bersyukur semasa hidupnya cenderung menjalani hidup dengan perasaan yang lega tanpa khawatir. Sekalipun ia hidup dalam situasi yang sulit atau bahkan hidup dalam kemiskinan, rasa syukur membuatnya lebih lega dan bahagia.

9. Menghargai diri sendiri dengan lebih baik
Orang yang bersyukur bisa menerima dirinya sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Ia tidak menghakimi dirinya sendiri dan melakukan hal-hal yang merusak dirinya sendiri.
Ia tidak membiasakan diri untuk membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Ia sangat menghargai hidupnya sebagaimana adanya.

Kembali ke reportase. Turnamen minggu ini sekalipun yang ikutan hanya 12 orang tapi tak mengurangi sengitnya persaingan. Penentuan juara grup A diselesaikan dengan poin ketat 42-41, antara pasangan Nura Audy dan Alex melawan Rama dan Agung K. Demikian juga di grup B, terjadi kejutan dimana pasangan favorit Olsen dan Andre yang notabene Sebagai runner up di minggu ke-15, harus rontok ditangan pasangan Fatoni dan Peter. 
Di babak semifinal masing-masing semifinalis kembali bertemu dengan pesaing sesama grupnya. Rama dan Agung K tidak mampu membalaskan kekalahannya di babak penyisihan grup, demikian juga pasangan Fatoni dan Peter, kembali harus menelan pil pahit kekalahan dari pasangan Roganda dan Hadi M.
Di babak final pasangan Nura Audy dan Alex bermain makin gemilang dan meraih kemenangan atas Roganda dan Hadi M dengan poin 42-36.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Nura Audy dan Alex
Juara 2 Roganda dan Hadi M
Juara 3 Rama dan Agung K / Fatoni dan Peter

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap dari turnamen Sparta minggu ke-18;

Road to final


Bagan turnamen


Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Sampai bertemu lagi di reportase minggu depan. Jangan lupa persiapkan diri untuk berlaga di Turnamen SPARTA GOLDEN SUPREME CUP 2020, minggu depan. Salam olahraga!!!

Minggu, 05 Juli 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 5 Juli 2020

"Although difficult, change is always possible. What holds us back from making the changes we desire are our own limiting thoughts and actions".

Satsuki Shibuya

Berapa kali kita menyerah pada rencana, sasaran, atau mimpi karena kita mengatakan pada diri sendiri bahwa kita tidak bisa, itu tidak berhasil atau kita berharap terlalu tinggi? Berapa kali pikiran atau ide yang membatasi menahan kita dari mengejar jalur karir baru, gairah baru, hubungan baru, gaya hidup baru, atau petualangan baru? Apa yang terjadi adalah pikiran kita yang terbatas mulai merayap memberi kita berbagai alasan mengapa kita tidak dapat melakukan sesuatu. Nah, pikiran-pikiran berikut ini sebaiknya mulai kamu tanggalkan, karena membawa keraguan diri dan pertanyaan tanpa akhir.

1. "Saya tidak layak"
"Saya tidak layak atau layak mendapatkan cinta, kebahagiaan, uang, rasa hormat, perhatian, kehidupan yang baik, kedamaian, kebebasan, promosi, memiliki karir yang memuaskan, teman, kesehatan, pasangan yang peduli, dan lain-lain."

Pemikiran yang membatasi ini mengatakan bahwa kamu tidak pantas memiliki sesuatu yang baik dalam hidupmu. 



Ketika kamu percaya bahwa kamu tidak pantas mendapatkan kebaikan dalam hidupmu, apakah kamu pikir kamu akan mendapatkan kebaikan dalam hidupmu? Tidak. Itu karena kamu tidak percaya bahwa kamu bisa. Ketika kamu merasa bahwa kamu tidak layak, realitasmu mencerminkan keyakinan ini. Kamu perlu mengetahui bahwa dirimu layak untuk mendapatkan apa pun yang kamu inginkan. Kamu tidak akan berada di Bumi ini jika kamu tidak layak dari semua hal indah yang ditawarkan kehidupan seperti sukacita, kebahagiaan, cinta, kebebasan, kesehatan, dan kelimpahan.

2. "Saya tidak penting" atau "Saya tidak berharga"
"Tidak ada yang mau mendengar apa yang harus saya katakan, tidak ada yang suka saya, saya tidak punya apa pun untuk ditawarkan, saya Saya tidak istimewa, saya tidak penting, saya tidak punya nilai."

Tidak peduli apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu katakan, ada nilai dalam siapa dirimu karena tidak ada orang di bumi ini yang dapat melihat sesuatu melalui matamu. Kebijaksanaan dan pengetahuan yang telah kamu dapatkan, caramu mengungkapkan kebenaran, pengalaman hidup yang kamu miliki, dan perspektif dari mana kamu melihat dunia adalah nilai. Dan ada banyak hal yang dapat dipelajari orang dari versi kebenaran menurutmu.

3. "Saya tidak cukup..."
"Saya tidak cukup baik, tidak cukup pintar, tidak cukup mampu, tidak cukup kuat, tidak cukup muda, tidak cukup cantik, tidak cukup kaya, tidak cukup kreatif, tidak cukup percaya diri, dan kata sifat lain yang dapat dipikirkan."

Keyakinan ini adalah batasan utama karena ketika kamu merasa kamu tidak cukup, kamu tidak akan pernah pernah bahagia dengan siapa dirimu, dan kamu tidak akan pernah bisa memaafkan dirimu sendiri karena kekurangan dan kesalahanmu. 

Dan selanjutnya, kamu akan mendapati dirimu terus berusaha untuk menjadi lebih sempurna, dan ketika kamu gagal mencapai cita-cita sempurna ini, kamu memukul diri sendiri. Lingkaran setan ini menghancurkan harga dirimu dan akan membuatmu merasa kecil, tak berdaya, dan tidak bahagia.


4. "Saya perlu persetujuan orang atau penerimaan sebelum saya ..."
“Saya perlu persetujuan orang sebelum saya membuat perubahan besar dalam hidup ini, sebelum saya mengambil pekerjaan ini, sebelum saya mengejar mimpi ini, sebelum saya melakukan langkah ini."

Kamu tidak bisa menunggu dunia untuk menyetujui apa yang diinginkan hatimu. Kamu tidak dapat bergantung pada dunia untuk membuat dirimu merasa baik tentang sesuatu yang ingin kau kejar. Dan kamu tidak bisa membiarkan dunia mengubah rencanamu demi menghindari konflik. Bukan tugas dunia untuk memberi tahu kamu siapa yang harus dilakukan dan apa yang harus dilakukan, dan bukan tugas dunia untuk mencintaimu. Itu adalah tugas kamu. 

5. "Saya tidak seperti itu"
"Saya tidak bisa karena saya tidak seperti itu, ini adalah bagaimana saya, saya selalu seperti ini, saya tidak pernah seperti itu, saya tidak pernah pandai dalam hal itu."

Apa yang bisa kita lakukan tentang keyakinan-keyakinan buruk yang membatasi hidup kita?

Keyakinan kita adalah dasar untuk cara kita berinteraksi dengan dunia dan untuk sebagian besar dari mereka, ini terjadi pada tingkat bawah sadar; artinya kita tidak sadar akan keyakinan yang kita miliki dan kekuatan yang dimiliki atas hidup kita. Ini sangat berbahaya dengan keyakinan yang membatasi.

Tetapi beruntung bagi kita manusia, untuk apa pun yang kita pelajari, kita bisa sama-sama belajar bersama. Kerusakan apa pun yang telah dilakukan oleh keyakinan yang terbatas DAPAT dibatalkan. Apapun yang telah kita kondisikan untuk berpikir, percaya, dan lakukan, kita dapat membatalkannya. Dan kita dapat belajar kembali, dan mengubah diri kita untuk berpikir dan bertindak dengan cara yang merupakan cerminan yang lebih otentik dari siapa kita sebenarnya.

Kembali ke reportase. Tanpa terasa kita sudah memasuki paruh ke-2 tahun 2020. Turnamen mingguan Sparta edisi Minggu, 5 Juli 2020 banyak Spartan yang berhalangan hadir. Tapi untunglah ada Dena dan Eyi yang baru ikutan turney lagi, plus Idris temannya Eyi dari Jakarta.
Yang hadir minggu ini ada 13 orang ditambah dengan 3 orang yang mabar saja.

Prediksi admin kali ini sedikit ambyar... Rinal dan Nura Audy yang digadang-gadang bakal menjadi jawara minggu ini, secara mengejutkan kalah dari kompetitornya di babak penyisihan. Pasangan Fatoni dan Idris yang kalah di babak penyisihan, mampu membalas kekalahan mereka saat bertemu kembali di babak semi final dengan Rinal dan Nura Audy dengan score yang sangat meyakinkan 42-28.
Tapi berbeda dengan pasangan Andre dan Roganda, sesuai prediksi admin mereka menduduki posisi runner up. Di babak final Andre dan Roganda harus menelan kekalahan 27-42 dari Fatoni dan Idris yang bermain sangat apik.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1 Fatoni dan Idris
Juara 2 Andre dan Roganda
Juara 3 Rinal dan Nura Audy / Hadi M dan Olsen

Dan berikut ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen minggu ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Tetap sehat, tetap semangat. Sampai jumpa!!!