Powered By Blogger

Rabu, 16 Desember 2020

Reportase Sparta Tour Final 2020, 13 Desember 2020

 “Don’t just accept whatever comes your way in life. You were born to win; you were born for greatness; you were created to be a champion in life.”

― Joel Osteen

Kita mungkin bisa belajar dan mengambil hikmah dari kisah hidup Hirotada Ototake. Remaja asal Jepang ini terlahir dengan memiliki keterbatasan, yaitu anggota tubuhnya yang tidak lengkap. Semenjak lahir dia harus menerima kenyataan bahwa ada kekurangan yang dimilikinya yaitu hidup tanpa kedua tangan dan kaki. Namun hal tersebut tidak digunakannya sebagai dalih untuk menyerah dengan keadaan. Sebaliknya dalam sebuah buku “No One Perfect”, Hirotada mencurahkan isi hatinya bahwa kekurangan yang dimilikinya bukan penghalang baginya untuk berprestasi dan menikmati hidup dengan bahagia.

Berikut beberapa prestasi dan kegiatan yang diikuti oleh Hirotada. Pada waktu kelas 6 SD, ia mengikuti lomba renang yang diikuti oleh beberapa siswa dari 3 sekolah. Saat SMP, dia mendaftar dan aktif di klub basket. Saat SMU, Oto tergabung dalam jajaran pelatih tim football Toyama Green Hornets. Bahkan mendaki gunung yang menjadi aktifitas sulit, bahkan bagi orang normal sekalipun, Oto juga melakukannya! Dan yang tak kalah mengesankan, ia sejak April 1999 bekerja sebagai co-presenter di sebuah program TV.

Hirotada Ototake merupakan contoh personifikasi yang memilih untuk tidak menyesali atau malu atas kekurangannya. Dia juga tidak berusaha menyalahkan siapapun, hanya berusaha mensyukuri apa yang sudah dimiliki dan mengasah potensi yang masih sangat besar di dalam dirinya. 

Jika Hirotada Ototake dengan keadaan fisik yang serba kurang sudah mampu menciptakan prestasi luar biasa, lalu bagaimana dengan kita? “Strength is a matter of a made up mind. – Kekuatan berasal dari pola pikir,” kata John Beecker. Jadi tanamkan dalam pikiran kita bahwa manusia pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan. Jangan lagi meratapi kekurangan melainkan pikirkan bagaimana mengasah potensi lainnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari hari ke hari.

Finaly.... Sparta Tour Final 2020 usai juga digelar. Ada beberapa cerita dan fakta-fakta unik yang sayang untuk dilewatkan. Sekalipun reportasenya dibikin sangat-sangat telat, tapi masih asyik kok buat disimak, atau setidaknya untuk dijadikan arsip memorable Sparta dipenghujung tahun 2020.

Ada yang masih belum bisa move on dari keseruan Sparta Tour Final, entah senangnya entah kecewanya... Bahkan sang juaranya pun katanya masih belum percaya mereka bisa jadi juara. Hari senin, Romi wa saya; katanya dia sampai siang itu dia masih antara percaya dan ga percaya dia sudah jadi juara Sparta Tour Final 2020. Waktu pulang dari gor juga katanya dia jadi kaya orang bego, antara  halu atau nyata. 



Flyer Sparta Tour Final 2020


Pelakat Sparta Tour Final 2020

Pelakat Sparta Tour Final 2020

DinoSpartan Mascot Sparta Tour Final 2020

Sparta Tour Final memang Turnamen tahunan yang sangat ditunggu-tunggu, karena merupakan turnamen puncak Sparta dan hanya 16 orang yang boleh berpartisipasi. Tentu saja dengan syarat masuk ranking 16 besar.

Dan nama-nama yang lolos ke 16 besar tahun ini adalah;

Ranking 1-8


Ranking 9-16


1. Roganda 

2. Redy

3. Alex

4. Fatoni

5. Hadi M

6. Andre

7. Peter

8. Rama

9. Rinal

10. Iyan

11. Rizaldi

12. Romi

13. Ari

14. Olsen

15. Anton

16. Nugi

Persaingan mulai terasa di awal babak penyisihan. Kekuatan pemain cukup tersebar merata di masing-masing grup. Dari hasil drawing admin memperkirakan kalau pasangan Redy dan Roganda menjadi unggulan pertama, disusul oleh pasangan Ari dan Fatoni sebagai unggulan ke-2. Unggulan ditentukan berdasarkan kombinasi dari skill, ranking dan track record prestasi yang ditoreh selama tahun 2020.

Inilah pasangan-pasangan di Sparta Tour Final 2020 yang 'dijodohkan oleh takdir' yang bernama drawing;

GRUP A
Redy & Roganda

Romi & Nugi

Anton & Andre

Peter & Alex


GRUP B
Rama & Olsen

Rinal & Rizaldi

Ari A & Fatoni

Iyan & Hadi

Roganda dan Redy sangat diuntungkan drawing karena mereka adalah 2 pemain elit Sparta yang menempati ranking 1 dan 2. Dan kemampuan mereka memainkan si bulu angsa sudah tak diragukan lagi. Begitu juga pasangan Ari A dan fatoni. Keduanya dikenal sangat piawai bermain taktis dan memainkan bola-bola cantik. Maka tak heran kalau sebagian peserta juga memprediksikan kalau mereka akan saling bertemu di final.

Namun takdir berkata lain. Pasangan non unggulan  Nugi dan Romi justru membuat kejutan dengan menumbangkan pasangan Andre dan Anton, sekaligus menjadikan mereka menempati posisi runner up grup A. 
Di grup B persaingan ketat terjadi dimana yang lolos penyisihan grup harus ditentukan oleh penghitungan selisih poin. Karena dari ketiga pasangan mengantongi 2 kali kemenangan dan 1 kali kalah. Ari dan Fatoni keluar sebagai juara grup lalu Hadi M dan Iyan menjadi runner up-nya. Sementara Olsen dan Rama harus lapang dada dan tersisih karena berada diposisi ke-3, kalah selisih poin tipis dari runner up grup, Hadi M dan Iyan.

Semifinals Sparta Tour Final tahun 2019, berguguran dan tidak mampu unjuk gigi di babak semifinal tahun 2020. Semifinalis tahun sebelumnya yang masih bertahan hanya Roganda dan Fatoni (keduanya merupakan pasangan juara tahun lalu). Wajah-wajah baru muncul menjadi semifinalis.

Semifinal antara Ari dan Fatoni yang berhadapan Nugi dan Romi terjadi sangat epic. Pasangan  non unggulan bertemu dengan salah satu pasangan favorit juara. Sebagai pasangan underdog Nugi dan Romi bermain sangat lepas, sehingga semua kemampuan terbaik mereka, mampu mereka keluarkan. Ketenangan bermain pasangan Ari dan Fatoni sebetulnya mampu meredam gempuran-gempuran serangan dari Nugi dan Romi. Sekalipun bermain tenang tapi ketegangan dan perasaan tertekan Ari dan Fatoni tak bisa sepenuhnya mereka sembunyikan. Saling susul menyusul poin terjadi sejak awal permainan hingga score 40-40. Nugi dan Romi yang bermain agresif dan nothing to lose, membuat mereka menutup permainan dengan kemenangan 42-40 atas Ari dan Fatoni.

Di babak semifinal lainnya tak kalah seru. Pasangan Redy dan Roganda berhadapan dengan Hadi M dan Iyan. Perolehan poin demi poin sebenarnya masih cukup berimbang di awal permainan. Namun kekompakkan Redy dan Roganda  membuat mereka bisa melenggang ke final setelah mengalahkan Hadi M dan Iyan dengan 42-36. Redy dan Roganda bermain lepas, menampilkan deffence ala-ala  pertahanan benteng takeshi yang susah ditembus. Setiap serangan mampu mereka mentahkan.

Di babak final bertemu antara  Redy dan Roganda  dengan Nugi dan Romi. Yang satu pasangan langganan juara dan yang satunya lagi pasangan langganan R1 he he he... 
Diatas kertas Redy dan Roganda jauh lebih diunggulkan dari Nugi dan Romi. Namun di lapangan takdir berkata lain. Nugi dan Romi bermain sangat garang. Mereka melakukan serangan-serangan mematikan dengan tetap bisa mengontrol emosi mereka. Sementara Redy dan Roganda seperti kehilangan 'nyawa' permainan mereka. Mereka banyak sekali melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Mereka bermain under perform dan under pressure. Pertahanan benteng takeshi sama sekali tak keluar dari mereka. Dengan meyakinkan Nugi dan Romi menutup babak 1 dengan 21-10.
Kemenangan di babak pertama makin mendongkrak rasa percaya diri mereka. Dengan tanpa ampun Nugi dan Romi makin agresif melakukan gempuran-gempuran maut ke arah Redy dan Roganda. Seolah dunia terbalik babak final ditutup dengan score jomplang 42-29 untuk kemenangan Nugi dan Romi.

Dari result  Sparta Tour Final 2020, Jika ada pemilihan Player of the day tentu saja Nugi-lah orangnya. Bak peribahasa From zero to hero, begitulah Nugi. Belum pernah meraih medali emas selama tahun 2020 dan baru mampu masuk ranking 16 besar di 2 minggu terakhir deadline pengakumulasian poin.

Dan Match of the day layak disematkan saat permainan super seru dan menegangkan antara Ari dan Fatoni yang berhadapan Nugi dan Romi di babak semifinal.

Kolabosi Nugi dan Romi menampilkan permainan memukau. Nugi dengan smash-smash  dan backhand kerasnya, dan Romi dengan drive-drive secepat kilat serta potongan-potongan sadis di depan net. Menghantarkan mereka sebagai Jawara Sparta Tour Final 2020. Selamat untuk Nugi dan Romi, kalian layak dapat bintang (kaya iklan beer aja ya he he he...).

Inilah nama-nama Juara Sparta Tour Final 2020;
Juara 1 Nugi dan Romi
Juara 2 Redy dan Roganda
Juara 3 Ari A dan Fatoni / Hadi M dan Iyan

Juara 1 Romi & Nugi

Juara 2 Redy dan Roganda

Juara 3 Fatoni dan Ari A

Juara 3 Hadi M dan Iyan

Foto bersama para juara

Foto gaya bebas para juara

Berikut ini adalah result selengkapnya dari Sparta Tour Final 2020;

BABAK PENYISIHAN GRUP A







BABAK PENYISIHAN GRUP B







SEMIFINAL



FINAL



Road to final

Bagan Sparta Tour Final 2020


Dalam gelaran Sparta Tour Final 2020 ini juga dipersembahkan beberapa penghargaan khusus atau Special Awards  kepada Spartan yang telah menorehkan prestasi selama tahun 2020;

  • The Best Player 2020/Pemain terbaik 2020, diberikan kepada Roganda
  • The Most Accomplished Newcomer Player 2020/Pemain pendatang baru paling berprestasi 2020 , diberikan kepada Hadi M.
  • The Most Improved Player 2020/Pemain paling berkembang 2020, diberikan kepada Nugi

Roganda Tambunan, The Best Player 2020

Hadi Mulyadi, The Most Accomplished Newcomer Player 2020


Nugroho Tri Mukti (Nugi), The Most Improved Player 2020


Sekian reportase dari ajang Sparta Tour Final 2020, sampai jumpa lagi di Sparta Tour Final 2021. Kita akan mulai mengumpulkan poin lagi di awal Januari 2021.

Born To Win, Kita dilahirkan untuk menjadi pemenang. Karena setiap manusia pada dasarnya adalah para pemenang. 
sebuah konklusi yang bisa ditarik dari result Sparta Tour Final 2020, adalah; Siapapun mungkin dan Bisa menjadi juara. Nothing is impossible, Impossible is Nothing!! Salam Olahraga!!!


Minggu, 06 Desember 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 6 Desember 2020

“For what it’s worth, it’s never too late to be whoever you want to be. I hope you live a life you’re proud of and if you find that you’re not, I hope you have the strength to start over.”

— F. Scott Fitzgerald

Di usia dewasa, kita selalu mencoba menakar segala sesuatu dengan logika, termasuk dalam bermimpi. Ketika kita menuliskan keinginan untuk 'menjadi orang kaya atau sukses', maka logika kita langsung menyangkalnya. “Ah, mana bisa? Aku bukan keturunan pengusaha, aku nggak punya modal besar, nggak punya koneksi, sekolah pun tidak tinggi. Mustahil jadi orang kaya”.    

Tanpa disadari, logika, pengalaman hidup, dan pembelajaran dari lingkungan sering kali membatasi bahkan 'membunuh' daya imajinasi dan keberanian kita untuk bermimpi. Kita  tidak mau dibilang ambisius atau pemimpi karena punya angan-angan yang terlalu tinggi. Semakin dewasa, kita justru lebih memusingkan apa kata orang ketimbang apa yang betul-betul kita inginkan. Alhasil, kita lebih terbiasa bersikap realistis (kalau tidak mau dibilang skeptis) dalam mengangankan sesuatu. Bahkan, jika sudah berumur, kita merasa tak perlu lagi bermimpi. ”Just let it flow saja,” begitu bahasa kerennya.  


Kalau kita menengok sejarah, mana mungkin sih, manusia bisa mendarat di bulan? Mana mungkin kita bisa berinteraksi dengan masyarakat di seluruh dunia tanpa harus bertatap muka? Namun, nyatanya semua yang semula dianggap tidak mungkin, kini betul-betul terjadi. Dulu para penciptanya mungkin kerap dianggap sinting karena karena memiliki mimpi yang tidak masuk akal. Tapi para jutawan dunia, seperti Warren Buffet, Bill Gates,  Walt Disney, hingga Mark Zuckerberg membuktikan bahwa impian besar mereka ternyata justru meneguhkan tekad untuk terus berusaha, sehingga akhirnya berhasil mengantarkan mereka pada kesuksesan.

Sebuah impian besar akan melahirkan impian-impian besar lainnya. Seperti yang dialami Walt Disney. Keinginannya yang kuat untuk menghibur anak-anak tak berhenti pada kesuksesannya menciptakan film animasi Mickey Mouse dan teman-temannya. Disney masih punya mimpi-mimpi besar lainnya, antara lain membangun sebuah taman bermain anak-anak yang sekaligus menjadi tempat hiburan seluruh keluarga.    

“Kesuksesan dimulai ketika kita mulai menciptakan impian jauh ke depan. Dan saat kita berkomitmen untuk mencapai impian itu, maka selanjutnya mimpi itulah yang akan menjadi magnet serta menarik kita ke sana,” demikian pidato Disney pada pembukaan Disneyland pertama di California, Amerika Serikat, tahun 1955. Sejak itu Disneyland meraup sukses luar biasa di berbagai negara hingga kemudian berkembang menjadi Disney World.    

Jadi, sampai kapan pun jangan pernah berhenti bermimpi. Di situs pribadinya, Andrie Wongso, motivator ternama, mengatakan bahwa kekuatan mimpi mampu membangkitkan antusiasme dan optimisme seseorang untuk meraih kehidupan yang lebih berkualitas.    

Tapi, seberapa besar kita boleh bermimpi? Ellen Johnson Sirleaf, Presiden Liberia pemenang Nobel Perdamaian 2011, pernah berkata, "If your dreams do not scare you, they are not big enough." Jadi, tetapkan impian setinggi mungkin sehingga kita merasa 'merinding' saat memikirkannya. Karena, kalau kita hanya mimpi biasa-biasa saja, maka daya dorongnya pun biasa saja. Tak cukup kuat untuk memompa semangat kita sampai ke tujuan.

Kalau sekarang Anda sudah punya impian, berbahagialah karena ini berarti Anda sudah memulai langkah pertama untuk menjadi orang sukses. Tapi kalau saat ini Anda masih belum punya impian yang jelas, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan suatu keinginan kuat yang mungkin sejak kecil Anda idamkan, namun terpendam dalam hati.  

Yakinkan diri bahwa jika kita mengucapkan sebuah keinginan dengan hati terdalam, maka hukum alam akan bekerja seperti dalam teori Law of Attraction atau 'Mestakung' (Semesta Mendukung). Tanpa disadari, kita akan 'dipertemukan' dengan orang-orang atau hal-hal yang mendekatkan kita pada impian tersebut. Tapi, tentunya, kita tidak boleh puas hanya dengan menjadi pemimpi. Karena, setiap mimpi perlu diikuti dengan langkah nyata dan komitmen untuk mewujudkannya.

Kembali ke reportase.... Turnamen mingguan edisi terakhir di tahun 2020 telah usai digelar. Ada sedikit komposisi hasil drawing yang harus diubah karena beberapa orang Spartan tba di GOR ABA sangat, sangat terlambat. Keputusan itu diambil demi dapat berjalannya turnamen. Karena jika dipaksakan menunggu, maka kemungkinan besar turnamen edisi minggu ke 39 ini akan berjalan lebih lama.

Prediksi admin kali meleset, dimana pasangan unggulan pertama berdasarkan seeding, yaitu Hadi M dan Fatoni rontok di babak semifinal oleh pasangan Nura Audy dan Nugi, dengan score nyesek 41-42. Nugi yang hari ini bermain tenang dengan pukulan variatif dan bola-bola taktis, cukup sukses berkolaborasi dengan Nura Audy. Namun sayang di babak final perjuangan mereka harus berakhir dengan poin tipis 41-42, kalah dari pasangan Roganda dan Olsen. Sebetulnya Nura Audy dan Nugi awalnya sangat mendominasi permainan, bahkan di set ke 2 mereka sempat mempimpin jauh 39-33. Namun secara perlahan tapi pasti Roganda dan Olsen menyusul. Match poin milik Nura Audy dan Nugi beberapa kali dihadang, hingga kedudukan menjadi sama 41-41. Rupanya keberuntungan belum berpihak pada Nura Audy dan Nugi. Roganda dan Olsen di poin penutup bermain lebih tenang, hingga mereka berhasil merebut 1 poin terakhir. Dan 1 Poin terakhir itulah yang mentahbiskan mereka menjadi juara minggu ini. 

Babak final berakhir dengan senyuman dan pelukan dari ke-4 finalis, sambil saling mengucapkan selamat.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Roganda dan Olsen

juara 2 Nura Audy dan Nugi

Juara 3 Adi Putra dan Alex / Hadi M dan Fatoni

Dan dibawah ini adalah result selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta edisi terakhir di tahun 2020;



Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta



Akumulasi perolehan medali Sparta

Catatan turnamen mingguan Sparta tahun 2020

Akumulasi penghitungan poin dan medali

Sekian reportase kita kali ini. Buat yang namanya masuk di TOP 16, Siapkan diri kalian untuk berlaga di turnamen puncak tahun ini, yaitu SPARTA TOUR FINAL 2020.  Buat yang belum bisa berlaga di SPARTA TOUR FINAL 2020, Ayo datang, tonton dan beri dukungan. Sampai jumpa.




Minggu, 29 November 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 29 November 2020

 "When You UNDERVALUE What You DO, the WORLD Will UNDERVALUE Who You Are!" 

Oprah Winfrey 

Jangan Meremehkan Kemampuan Diri Sendiri. Apapun pekerjaan dan profesi Anda, menjadi seorang yang percaya diri adalah sesuatu yang sangat diperlukan. Pribadi yang memiliki kepercayaan diri akan selalu berusaha untuk lebih baik dengan kemampuan yang dimilikinya.

Sebaliknya, seorang yang selalu meremehkan kemampuan diri sendiri akan menjadi pribadi yang selalu pesimis dengan apapun. Sehingga, orang seperti ini akan takut mengambil kesempatan dan peluang yang ada. Maka dari itu, jangan pernah Anda meremehkan kemampuan diri sendiri.


Lalu apakah kita termasuk orang yang meremehkan kemampuan diri sendiri? Simak beberapa tanda-tanda orang yang sedang meremehkan kemampuan dirinya sendiri berikut ini:

1. Pasif Terhadap Perubahan Hidup

Perubahan yang dimaksud tentu adalah perubahan pada hal yang positif. Artinya perubahan kepada kemajuan dalam hal apapun, terutama pada karir Anda. Menjadi orang yang pasif terhadap datangnya perubahan hidup tentu bukan pilihan yang bagus.

Jangan hanya menunggu, Anda sendirilah yang bisa melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik. Mengambil inisiatif untuk maju adalah pilihan memang tidak selalu mudah, namun hal itu harus dilakukan agar Anda bisa tetap eksis dan terus maju.

Jangan hanya menunggu situasi menjadi lebih baik, atau Anda menunggu seseorang untuk perubahan dalam hidup Anda. Anda harus bisa memegang kendali hidup diri sendiri, jangan gantungkan nasib pada orang lain.

2. Takut Mengambil Resiko

Takut mengambil resiko sangat erat kaitannya dengan menjadi orang yang pasif seperti pada poin pertama. Karena orang yang pasif dan hanya menunggu perubahan, adalah orang yang takut terhadap resiko. Padahal tentu kita tahu bahwa resiko selalu ada dalam setiap langkah dalam hidup semua manusia.

Lalu untuk apa kita takut terhadap resiko itu?

Takut mengambil resiko hanya akan membuat Anda terkungkung ke dalam ketakutan yang semakin lama akan membuat Anda menjadi pribadi yang rendah diri, minder, dan merasa tidak mampu.

Akan lebih baik jika energi Anda disalurkan pada hal-hal bermanfaat, misalnya mencari cara bagaimana mengatasi jika resiko itu ada. Jangan batasi diri Anda dengan ketakutan, percayalah, masing-masing orang punya kelebihan masing-masing yang luar biasa.

3. Sering Menyimpan Rasa Tidak Bahagia

Jangan meremehkan rasa tak bahagia di tempat kerja Anda. Karena ketika kita tidak merasa bahagia ketika bekerja, maka output kinerja pun sudah pasti tidak akan maksimal.

Maka dari itu, jika Anda merasa kurang atau tidak bahagia di tempat kerja, maka sebaiknya jangan Anda sembunyikan. Ada banyak hal yang menyebabkan rasa tak bahagia di tempat kerja. Bisa karena teman kerja, situasi dan suasana kerja, atau justru dari boss sendiri yang membuat Anda merasa tidak nyaman.

Ketika Anda merasa tidak nyaman, apalagi tidak dihargai di tempat kerja, jangan takut untuk mengungkapkannya pada atasan. Jangan hanya diam dan menunggu situasi menjadi lebih baik, jadilah orang yang tegas untuk kebaikan karir Anda ke depan. Jangan takut mengambil keputusan dan jangan pernah meremehkan kemampuan diri sendiri.

4. Sering Mengesampingkan Impian

Setiap orang tentu memiliki impian di masa depannya, termasuk Anda. Masalahnya adalah, bagaimana cara untuk merealisasikan impian tersebut atau justru Anda mengesampingkannya.

Jika Anda termasuk orang yang suka mengesampingkan impian sendiri karena merasa tidak memiliki kemampuan, maka Anda termasuk orang yang tidak bisa menghargai diri sendiri. Betapa pun besar dan sulitnya impian yang Anda angankan, jangan pernah menyerah untuk meraihnya.

Lebih buruk lagi bila Anda sama sekali tidak pernah membicarakannya dengan orang lain. Alih-alih membicarakannya, Anda justru mengatakan pada diri sendiri bahwa mimpi Anda itu terlalu tinggi dan terlalu sulit untuk dicapai. Itu tidak bagus.

Percayalah dengan kemampuan yang Anda miliki, jika Anda sendiri tidak percaya pada kemampuan diri sendiri, lalu bagaimana dengan atasan Anda.

Kesimpulan :

Jangan merasa rendah diri atau meremehkan kemampuan diri sendiri. Jika perasaan itu dibiarkan, Anda akan menjadi orang yang tidak bisa berkembang sama sekali. Lebih dari itu, perasaan rendah diri tersebut akan membuat Anda semakin terintimidasi di lingkungan kerja. Dan tentu saja pada akhirnya Anda akan tergerus oleh lingkungan sekitar karena Anda takut terhadap perubahan dan kemajuan.

Beralih ke reportase.... Turnamen mingguan Sparta di sisa 2 edisi minggu terakhir, diikuti olah 12 orang Spartan. Entahlah apa yang terjadi, Para Spartan  selalu bergiliran absen mengikuti tourney mingguan. Yang ini datang, yang itu bolos. Yang satu muncul, yang lain ngilang dan seterusnya. Padahal jika para Spartan yang aktif mengikuti turnamen hadir semua, atmosfir persaingan bakal lebih seru.

Gelar juara turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-38 direbut oleh Nura Audy dan Alex. Mereka sudah sering banget berpasangan yang ditentukan oleh takdir undian. Jadi keduanya sudah sangat click dan memiliki chemistry saat berkolaborasi di lapangan.

Sebetulnya di babak penyisihan grup Nura Audy dan Alex langkahnya sempat terganjal oleh Roganda dan Andre. Di fase penyisihan grup Nura Audy dan Alex menderita kekalahan dari Roganda dan Andre dengan score 37-42. Di partai ini sempat terjadi sedikit insiden, dimana bola cop dari Alex mendarat di mata Roganda. Permainan sempat dihentikan sesaat. Untunglah shuttlecock yang mengenai mata Roganda tidak meluncur deras, tapi hanya cop  pelan di depan net. Kejadian itu tidak mengganggu fokus Roganda. Roganda dan Andre bisa tetap bermain dengan all out. Bahkan mampu membukukan kemenangan.

Persaingan di grup B memang sangat ketat, karena setiap pasangan masing-masing mengantongi 1 kemenangan dan 1 kekalangan. Hingga juara grup dan runner up grup B, harus ditentukan melalui penghitungan selisih poin. Hasil penghitungan poin, membuat pasangan Olsen dan Hadi M harus tersisih.

Di babak semifinal masing-masing semifinalis kembali bertemu dengan rivalnya di babak penyisihan. Nura Audy dan Alex yang kembali bertemu dengan Roganda dan Andre, berhasil membalaskan kekalahan mereka di babak penyisihna. Mereka melaju ke final setelah membungkan Roganda dan Andre dengan 42-35. Sementara di babak semifinal lainnya,  kembali berhasil mengalahkan Fatoni dan Nugi, dengan score meyakinkan 42-30.

Di babak final antara Nura Audy dan Alex kontra Rinal dan Rama, awalnya permainan dikuasai oleh pasangan Rinal dan Rama. Mereka bahkan sempat membuat poin berjarak 3 sampai 4 poin. Tapi di sessi  3/4 set pertama, Nura Audy dan Alex berhasil menyamakan kedudukan 16-16, bahkan mereka menutup set pertama dengan 21-18. Di set ke dua makin Nura Audy dan Alex makin 'menggila' dan memegang kendali permainan. Mereka bahkan sempat merenggangkan jarak hingga 6 poin.

Permainan apik dan menarik disajikan oleh kedua pasangan ini. Rinal dan Rama yang on fire sejak  awal babak penyisihan, di paruh kedua babak final terkuras energinya karena harus berjibaku dengan rally-rally panjang yang melelahkan. Nura Audy dan Alex menutup permainan dengan 42-35.

Inilah nama-nama Juara minggu ini;

Juara 1 Nura Audy dan Alex

Juara 2 Rinal dan Rama

Juara 3 Roganda dan Andre / Fatoni dan Nugi

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari resul turnamen mingguan Sparta kali ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta
Akumulasi perolehan medali Sparta


Catatan turnamen mingguan Sparta tahun 2020

Sekian reportase dari turnamen mingguan Sparta kali ini. Put the BAD in BADMINTON. Sampai jumpa lagi!!!