Powered By Blogger

Minggu, 21 Februari 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 21 Februari 2021

"It is better to be high-spirited even though one makes more mistakes, than to be narrow-minded and all too prudent."

Vincent Van Gogh

Memiliki pemikiran sempit tidak lantas membuat seseorang menjadi jahat. Hanya saja, orang-orang dengan pikiran sempit memiliki lingkup pemikiran yang terbatas dan terkadang membuat orang lain gemas dan lelah jika berdiskusi dengan yang memiliki pola pikir seperti ini. Pemikiran yang sempit juga bukanlah kondisi yang permanen dan masih dapat diubah melalui langkah-langkah yang tepat.


Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari bahwa sebenarnya diri mereka memiliki pikiran yang sempit. Untuk itu, perlu dilakukan analisis secara jujur terhadap diri sendiri dan evaluasi. Jika kamu memiliki tanda-tanda di bawah ini, artinya kamu memiliki kecenderungan berpikir secara sempit dan perlu segera berubah.

1. Kamu memiliki kecenderungan untuk menggeneralisasi segalanya

Misalnya, saat kamu baru pertama kali mendatangi suatu tempat, kemudian kamu mendapatkan perlakuan kurang ramah dari satu atau beberapa penduduk asli tempat tersebut, kamu lantas menggeneralisir bahwa semua penduduk di tempat tersebut memiliki sifat yang kurang ramah terhadap pengunjung.

Padahal, individu dan kelompok adalah dua hal yang berbeda, dan kamu tidak bisa menilai suatu kelompok hanya dengan melihat satu individu saja, terlebih jika kamu baru pertama kali mengunjungi tempat tersebut.

2. Kamu tidak bersikap terbuka terhadap ide-ide baru

Seseorang yang berpikiran sempit biasanya tampak konservatif, liberal, dan spiritual di permukaan. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya, orang tersebut seperti hidup di dalam cangkang yang tertutup, yang tidak mau membuka diri terhadap pendapat baru bahkan jika itu didasarkan pada fakta dan kenyataan yang jelas.

3. Kamu memutuskan untuk berhenti berinteraksi dengan orang lain begitu menemukan suatu bagian negatif dari orang tersebut, atau hanya karena satu kejadian

Untuk mengetahui apakah kamu memiliki kecenderungan ini, kamu perlu mengingat-ingat kembali, apakah ada insiden ketika temanmu melakukan suatu hal yang tidak kamu sukai, dan setelahnya hal tersebut membuat hubunganmu dan kawanmu menjadi renggang. Kalau iya, artinya kamu memiliki kecenderungan untuk fokus pada sisi negatif dari orang lain.

4. Kamu membenci siapa pun yang tidak setuju dengan apa yang kamu katakan

Jika kamu ingin semua orang setuju dengan apa yang kamu yakini, artinya kamu perlu lebih banyak bergaul dan main ke tempat yang jauh agar pengalamanmu makin banyak. Perlu kamu ketahui, mayoritas orang memiliki kecenderungan untuk bersikap egois, terlebih dalam mempertahankan pendapatnya sendiri.

Akan tetapi, hal tersebut sudah semestinya disikapi secara wajar dan tidak membuatmu membenci orang-orang yang tidak setuju dengan pendapatmu.

5. Kamu langsung menghakimi suatu hal tanpa melakukan analisis secara keseluruhan

Memiliki penilaian tentang orang, peristiwa, atau suatu hal tanpa alasan yang masuk akal adalah tanda umum dari pikiran yang sempit. Jika kamu memiliki kecenderungan untuk menilai sesuatu dengan sangat cepat, padahal kamu hanya mengetahui sebagian kecil atau permukaannya saja, artinya pikiranmu sudah memiliki kebiasan untuk menduga daripada menganalisis. Orang yang memiliki kebiasaan seperti ini umumnya terbiasa melihat apa pun dengan cara yang sama.

Gimana? Apakah ciri-ciri di atas ada pada kamu? Kalau iya, yuk segera perbaiki agar tidak membuat orang lain menjauh.

Kembali ke reportase... Hey!!! berjumpa lagi di reportase turnamen mingguan Sparta. Reportase kali ini merupakan edisi  tanggal cantik 21022021 :). 

Turnamen mingguan kali ini diikuti oleh 14 orang Spartan. Sebetulnya Hadi M sudah mendaftarkan dirinya untuk berpartisipasi di turnamen mingguan Sparta kali ini, namun beberapa saat kemudian dia cancel, katanya takut tidak keburu karena dia harus ke undangan dulu di daerah Setiabudi.

Juara kali ini sebetulnya tidak difavoritkan akan menduduki podium tertinggi. Mengingat ada beberapa pasangan yang notabene 'biasanya' lebih solid. Pasangan Iyan dan Adi Putra memberikan kejutan dengan menjadi kampiun minggu ini tanpa sekali pun menderita kekalahan. Mereka melibas habis lawan-lawannya tanpa ampun. alias No Mercy!!!

Hasil undian babak semifinal kembali mempertemukan juara dan runner up grupnya masing-masing. Iyan dan Adi Putra kembali bertemu dengan runner up grupnya Eko P dan RinalIyan dan Adi Putra kembali berhasil mengalahkan Eko P dan Rinal dengan poin sama persis 42-33. Sementara Christian dan Andre sukses membalaskan kekalahan mereka di babak penyisihan, sekaligus menghentikan perjuangan sang juara grup B, Fatoni dan Roganda.

Di babak final pasangan Iyan dan Adi Putra mendominasi permainan. Mulai dari set pertama mereka selalu unggul, bahkan unggul jauh. Set pertama ditutup dengan 21-11. Set ke-dua mereka makin 'menggila'. Sementara Christian dan Andre seperti kehilangan fokus. Berkali-kali mereka melakukan unforced error. Berkali-kali pula bola-bola mudah lewat begitu saja di depan mata, tanpa tersentuh. Di set ke-dua rentang selisih poin beberapa kali menjauh, bahkan sempat mencapai 10 poin. Set ke-dua berakhir dengan 42-34 untuk sang juara kita minggu ini Iyan dan Adi Putra. Selamat, Adi Putra!!! Yang sudah mencetak sejarah baru, emas pertama di tahun 2021. Patut diacungi jempol, karena perjuangan dia memang ga mudah.

Result turnamen minggu ini mengubah komposisi Ranking Sparta 2021. Minggu ini Andre berhasil menduduki posisi ranking pertama, menggeser posisi Nura Audy yang harus rela turun ke posisi 2. Minggu depan sepertinya akan terjadi persaingan sengit di posisi ranking elite Sparta.

Inilah nama-nama juara minggu ke-8 tahun 2021;

Juara 1 Iyan dan Adi Putra

Juara 2 Christian dan Andre 

Juara 3 Eko P dan Rinal  / Fatoni dan Roganda

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta, kali ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Semoga kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. See you!!!




Minggu, 14 Februari 2021

Reportase Turnamen Sparta Silverqueen Chocolate Party II, 14 Februari 2021

“What's done is done. What's gone is gone. One of life's lessons is always moving on. It’s okay to look back to see how far you’ve come but keep moving forward.”

Roy Bennett

Trauma masa lalu adalah bagian masa lalu. Saat ini, kita sedang berada di masa kini. Apakah ada manfaat mengingat-ingat masa lalu? Kalau ada manfaat untuk perbaikan silahkan diambil, tetapi kalau hanya untuk menyakitkan saja, buat apa dipegang terus? Segera lepaskan!! Trauma masa lalu yang belum dirasakan selesai oleh kita dan terus dibawa-bawa akan membebani jiwa kita. Kita akan merasa penuh tekanan dan hal ini yang menyebabkan kita menjadi mudah emosi hanya dengan picuan sedikit saja.

Masa lalu dan hal-hal yang terjadi di masa itu memang sering kerap sekali membayangi diri kita sampai hari ini, baik hal-hal yang baik ataupun yang buruk. Iya kan?

Itu sangat wajar karena sebagai manusia, kita mempunyai bagian otak yang menyimpan memori-memori masa lalu. Sehingga, sangat manusiawi jika bayangan-bayangan masa lalu itu tetap ada. Orang sering salah memahami ingin melepaskan atau menghilangkan masa lalu yang kelam dalam kehidupannya. Tetapi pernahkah kita menyadari bahwa dari masa lalu yang kelam itu sebenarnya ada masa-masa indah dalam kehidupan yang terkait? Karena bagaimanapun kehidupan ini saling berhubungan satu sama lain.


Seringkali memang pengalaman tidak nyaman di masa lalu mempengaruhi pandangan kita akan masa kini. Itulah mengapa orang sering menyalahkan masa lalu yang kelam yang membuatnya saat ini tidak berdaya. Tetapi sebenarnya apa yang terjadi adalah kita kadang terlalu enggan melepaskan masa lalu yang kelam itu dari ingatan kita. Dendam, benci dan sakit hati terlalu sayang untuk kita lepaskan sehingga mempengaruhi pemikiran kita. Kita memahami memang tidak terlalu mudah melepaskan rasa sakit hati, benci dan dendam itu, apalagi jika peristiwa yang dialami begitu menyakitkan. Tetapi menahan perasaan negatif itu juga tidak baik buat kesehatan jiwa dan raga. Perasaan benci yang terlalu dalam dan lama juga mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga memudahkan orang itu menderita sakit. Ini yang mungkin perlu dipahami. Seseorang akan mengalami kegoncangan jiwa (penyakit yang dapat menghancurkan kekuatan untuk hidup pada saat ini) jika selalu mengingat-ingat masa lalu serta tragedi-tragedi yang terjadi di dalamnya. 

Hari yang lalu telah berlalu dan itu sudah selesai, jangan lagi kita menganalisanya dan memutar kembali roda sejarah yang kelam, karena kita tidak mendapat manfaat apapun darinya. Malapetaka bagi kita jika kita tidak mampu berinteraksi dengan masa kini, berarti kita telah menyia-nyiakan istana yang indah, kita hanya meratapi bangunan yang telah hancur. Episode dari tragedi masa lalu kini telah berakhir, kesedihan takkan mampu untuk memperbaikinya, sikap apatis dan melankolis tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar, depresi tidak akan pernah mampu mengembalikan masa lalu ke dalam kehidupan kita sekarang, karena masa sesungguhnya sudah selesai dan setiap anak manusia pasti menghadapinya.

Lalu Bagaimanakah Menghadapi Ingatan Masa Lalu Yang Tidak Menyenangkan Itu?

Pertama, harus mampu beradaptasi. Kita harus memandang bahwa masa lalu itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita dan kita menjadi seperti sekarang karena juga andil masa lalu. Kita harus mengubah pandangan dan persepsi kita akan masa lalu itu sebagai sesuatu yang memang terjadi dan sudah selesai.

Kedua, berpikir positif. Salah satu hal yang perlu dilakukan untuk berpikir positif adalah mau belajar dan berusaha. Belajar berpikir positif tidak mudah, perlu usaha karena kecenderungan kita memang lebih banyak berpikir negatif. Setelah belajar, maka pola itu juga harus dipertahankan. Selalu mencoba mengambil sesuatu yang positif dari segala peristiwa adalah cara yang baik untuk melatih pikiran positif karena akan selalu ada makna positif di setiap peristiwa.

Ketiga, milikilah tujuan hidup yang kuat dan jelas. Jika ingin berhasil melampaui dan melupakan masa lampau, siapkan sikap mental yang prima jika tidak ingin melihat lagi cahaya masa lalu, sebab sesungguhnya masa lalu itu berada pada sisi yang paling gelap dalam relung-relung kalbu. Karena itu tutuplah rapat-rapat pintu masa lalu kita yang kelam, jangan biarkan bayangan mimpi buruk masa lalu mengganggu hidup masa kini, jangan biarkan pikiran kita dikuasai bayang-bayang kenangan pahit masa lalu yang tidak akan pernah dicapai kembali. Selamatkanlah diri kita dari bayang-bayang masa lalu yang menghantui.

Keempat, move on. Kita hidup untuk masa ini, banyak orang yang mengalami masa lalu yang buruk dan bisa memiliki masa depan yang cerah saat ini. Hal itu karena mereka mampu memandang masa lalu adalah hal yang sudah terjadi dan menjadi cambuk untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik hari ini. Kita masih muda dan perjalanan hidup masih panjang. Saat ini, pilihan ada di tangan kita, apakah akan terus memikirkan masa lalu yang sudah berlalu atau memikirkan masa kini (here and now) untuk menjadi orang yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Kelima, jangan diingat terus menerus. Jika memang masa lalu itu hanya menjadi kenangan menyakitkan, janganlah dibawa-bawa dan diingat terus.

Coba pahami lebih baik, jika tidak mampu sendiri maka mintalah bantuan orang yang dipercaya atau profesional di bidang kesehatan jiwa. Terkadang perspektif yang berbeda dari orang akan sangat membantu melihat sesuatu yang mulanya kita anggap mengganggu.

Semoga bisa segera menyongsong masa kini yang lebih baik lagi.

Kembali ke reportase... Turnamen mingguan kali ini, dibuat sedikit spesial, berupa turnamen Silver Chocolate Party II. Tanpa bertujuan merayakan Valentine Day juga sih, tapi lebih ke memanfaatkan moment dimana harga coklat lagi diskon dimana-mana he he he... Mengingat turnamen  Silverqueen Chocolate Party sebelumnya cukup disambut antusias, ga ada salahnya dong untuk dibuatkan sequel-nya :)


Turnamen kali ini diikuti oleh 20 orang Spartan. Sebetulnya yang ikutan itu 21 orang. Hal ini terjadi karena Roganda mengalami cidera  saat main di laga pertamanya di babak penyisihan grup, sehingga dia harus retired. Posisi Roganda lalu digantikan oleh Tessa sebagai rekan tandom Rizaldi

Jika dilihat dari drawing, grup A terlihat sedikit lebih berat dibandingkan dengan grup B. Grup A harus menentukan runner up grupnya  melalui penghitungan selisih poin dari 3 pasangan, yaitu Adi Putra dan Agus SP, Rizaldi danTessa, serta Iyan dan Alex. Dan akhirnya yang lolos sebagai runner up grup A adalah Adi Putra dan Agus SP. Sementara yang menjadijuara grupnya adalah Rama dan Rinal, yang berhasil menyapu bersih lawan-lawannya dengan kemenangan penuh.

Di grup B didominasi oleh 2 pasangan, yang sama-sama mengantongi 3 kali kemenangan dan 1 kali kekalahan. Penentuan juara grup dan runner di grup B pun harus ditentukan melalui penghitungan selisih poin. Aditya M dan Dany unggul selisih poin atas Christian dan Handeqi. Mereka berbagi tempat sebagai juara dan runner up grup B.

Hasil drawing semifinal kembali mempertemukan para kompetitor di masing-masing grup. Rama dan Rinal untuk kedua kalinya sukses mengalahkan Adi Putra dan Agus SP, dan melaju ke babak final. Sementara Aditya M dan Dany berhasil membalaskan kekalahan mereka di babak penyisihan grup dari Christian dan Handeqi. Dibabak penyisihan mereka kalah 39-42, namun di semifinal mereka unggul 42-34.

Di babak puncak, yaitu final turnamen minggu ini, Aditya M dan Dany secara mulus mentahbiskan diri mereka sebagai jawara turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ke-7 tahun 2021. Setelah mengalahkan Rama dan Rinal dengan 42-34. Dari babak pertama Rama dan Rinal nampak banyak melakukan unforced error. Serangan smash-smash keras dan drive-drive cepat mereka, kerap kali mampu dimentahkan oleh Aditya M dan Dany. Babak pertama ditutup dengan 21-17 untuk keunggulan Aditya M dan Dany. Dibabak kedua rupanya Rama dan Rinal masih bermain dengan pola permaianan yang sama dan tidak mengganti taktik permainan sama sekali. Sehingga mereka secara simultan tertinggal jauh, bahkan pernah tertinggal hingga 12 poin. Beberapa kali mendekat, namun kembali tertinggal lagi. Sampai final berakhir dengan 42-34 untuk kemenangan Aditya M dan Dany.

Inilah nama-nama Juara minggu ini, yang sekaligus berhak membawa hadiah Coklat Silverqueen;

Juara 1 Aditya M dan Dany

Juara 2 Rama dan Rinal

Juara 3  Adi Putra dan Agus SP / Christian dan Handeqi

Dan dibawah ini adala catatan selengkapnya dari result turnamen kali ini, disertai dengan update ranking dan akumulasi perolehan medali hingga minggu ke-7;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Pada kesempatan kali ini tak lupa admin mengucapkan terimakasih kepada Handeqi yang sudah jauh-jauh datang dari Purwokerto dan mampir ke Sparta untuk turut berlaga.

Sekian reportase kita kali ini, sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Tetap sehat, tetap semangat. Salam olahraga!!!





Minggu, 07 Februari 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 7 Februari 2021

 "If you're always looking back at what you've lost, you'll never discover the treasure that lies just up ahead."

J.E.B. Spredemann

Seorang penulis dan ahli filsafat Irlandia, Edmund Burke berkata, “Anda tidak akan pernah bisa merencanakan masa depan dari masa lalu.” Tidak peduli betapa besar kegagalan yang Anda pernah alami, tutup rapat pintu pertama masa lalu Anda, dan arahkan pandangan Anda ke masa depan. Tentu saja Anda harus mengambil pelajaran dari masa lalu. Seringkali masa lalu mengajarkan pelajaran berharga. Namun, jangan hidup dalam masa lalu Anda, karena tidak ada seorang pun yang bisa melakukan sesuatu untuk mengubah masa lalunya. Tidak peduli seberapa jauh Anda belajar dari masa lalu, itu tidak akan pernah memberitahukan kepada Anda semua yang perlu Anda ketahui di masa depan.

Dalam sebuah pertunjukkan sirkus ada seorang yang sangat ahli berjalan di atas seutas tali. Setelah pertunjukkan, seseorang bertanya kepadanya, ”Apa rahasia Anda bisa berjalan di atas tali itu?" Pemain sirkus itu menjawab, ”Salah satu rahasianya adalah menjaga mata Anda tetap fokus pada tujuan Anda. Jangan pernah melihat ke bawah. Jangan pernah melihat ke belakang. Arahkan mata dan kepala Anda ke tempat tujuan. Karena kemana mata dan kepala Anda mengarah, ke sanalah tubuh Anda mengarah juga. Jika Anda melihat ke bawah atau ke belakang, Anda tidak akan pernah sampai di tempat tujuan. karena kemungkinan besar Anda akan jatuh. Jadi Anda selalu harus melihat ke tempat dimana Anda ingin berada.”

Perhatikan! Mobil yang Anda kemudikan memiliki kaca depan yang besar untuk melihat ke depan, dan hanya memiliki kaca spion kecil untuk melihat ke belakang. Maksudnya agar, kita jangan terfokus ke belakang, tetapi terfokus ke depan. Sesungguhnya, apa yang ada di depan jauh lebih penting dari pada apa yang ada di belakang.


Pada dasarnya setiap individu adalah pemimpin, minimal pemimpin buat dirinya sendiri. Karena kita adalah pemimpin, maka kita punya otoritas untuk menentukan arah hidup kita dan membuat keputusan-keputusan penting untuk masa depan kita.

Seorang pemimpin bisa mengubah dan melakukan sesuatu untuk masa depan organisasi. Kemana organisasi pergi jauh lebih penting dari pada dimana organisasi sekarang, atau dari mana organisasi berasal. Berhentilah melihat ke belakang. Arahkan pandangan Anda ke depan. Jika Anda terus memusatkan perhatian pada masa lalu Anda, kemungkinan besar Anda akan kehilangan banyak kesempatan luar biasa di masa depan. Mantan Ibu negara Amerika, Eleanor Roosevelt berkata, “Masa depan dimiliki oleh pemimpin yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka.” Anda harus merebut kembali impian Anda. Berhenti meratapi masa lalu Anda. Jangan hanya diam! Jangan hanya bertahan! Bangkitlah! Gapai kembali semangat Anda yang berkobar-kobar. Miliki visi kepemimpinan yang baru. Pikirkan, lakukan, dan raih mimpi Anda!

Kunci agar pemimpin tetap maju adalah fokus ke tempat tujuan. John F. Kennedy pernah berujar, ”Jika pemimpin hanya terfokus melihat masa lalu dan masa kini, akan kehilangan masa depan.” Beberapa pemimpin ingin maju, tetapi sayangnya, mereka memusatkan perhatian mereka ke belakang. Anda tidak bisa maju dengan Anda melihat ke belakang. Milikilah mimpi kepemimpinan yang besar! Milikilah visi yang positif, arahkan pandangan Anda ke depan, dan lihatlah Anda sendiri sedang berjalan menuju tempat tujuan Anda. Fokuskan diri Anda ke masa depan, sampai Anda bisa berkata seperti yang pernah diucapkan oleh  mantan Presiden Amerika ketiga, yang dikenal sebagai pendiri Amerika, Thomas Jefferson, “Saya lebih suka mimpi-mimpi masa depan dari pada kenangan masa lalu.”

Apabila kita mengartikan huruf “O” adalah sebagai “opportunity” atau kesempatan, maka tidak ada opportunity di hari kemarin (yesterday), tetapi hanya ada satu kesempatan pada hari ini (today), dan ada 3 lagi kesempatan di hari esok (tomorrow).

Kembali ke reportase... Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-6 tahun 2021 diikuti oleh 20 orang Spartan. 4 pertandingan di babak penyisihan yang harus dijalani setiap pasangan cukup menguras energi. Tapi admin selalu percaya kalau anak-anak Sparta memiliki stamina yang bagus. Dan bersyukur sejauh ini selalu diberikan kesehatan.

Tak bisa dipungkiri persaingan di grup B lebih berat dibanding di grup A. Tak mengherankan jika juara grup dan runner up harus ditentukan melalui penghitungan selisih poin. Karena ada tiga pasangan yang sama-sama mengantongi 3 kali kemenangan dan 1 kali kekalahan. Yang keluar sebagai juara grup B adalah Iyan dan Rinal, dan runner up-nya Nura Audy dan Agung K. Sementara Fatoni dan Dicky tidak bisa melanjutkan perjuangannya ke semifinal karena kalah selisih poin.

Sementara di grup A yang keluar sebagai juara grup adalah Christian dan Andre. Dan runner up-nya adalah Roganda dan Hadi M. Roganda yang minggu kemarin performanya belum kembali ke seperti biasanya, minggu ini sudah mulai menampakkan taringnya.

2 partai semifinal dikuasai oleh semifinalis yang berasal dari grup B. Juara dan runner up grup B kembali bertemu di babak final.  Iyan dan Rinal di semifinal saat menghadapi Roganda dan Hadi M harus menjalani pertandingan yang relatif lebih keras dan sulit. Selalu tertinggal dalam perolehan poin, namun diakhir pertandingan saat poin-poin kristis mereka tampil gemilang menang 42-40 atas Roganda dan Hadi M.

Di babak final Iyan dan Rinal kembali berhadapan dengan rivalnya di penyisihan grup B,  Nura Audy dan Agung K. Waktu di babak penyisihan grup Iyan dan Rinal harus menelan pil pahit kekalahan 33-42 dari  Nura Audy dan Agung K. Namun di babak final mereka seolah tidak mau mengalami kekalahan untuk kedua kalinya. Kedua pasangan finalis menyuguhkan permainan yang memikat. Mereka tampil lebih  cepat, agresif, dan pertahanannya sulit untuk ditembus. Set 1 ditutup dengan 42-17 untuk keunggulan Iyan dan RinalIyan dan Rinal secara konsisten mempimpin dan menjaga jarak perolehan poin hinggal 6 poin. Beberapa kali hampir tertikung tapi kembali mereka melesat dan unggul lagi. Pasangan Nura Audy dan Agung K  sempat  berhasil menyamakan kedudukan 34-34. Namun setelah itu, pertempuran memperebutkan poin lebih banyak dimenangkan oleh Iyan dan Rinal. Akhirnya Iyan dan Rinal berhasil menutup set e 2 babak final dengan manisnya kemenangan 42-37 atas Nura Audy dan Agung K.

Inilah nama-nama juara di turnamen mingguan Sparta, 7 Februari 2021;

Juara 1  Iyan dan Rinal

Juara 2 Nura Audy dan Agung K

Juara 3 Christian dan Andre / Roganda dan Hadi M

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen mingguan Sparta kali ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta 2021

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. 

Jika kamu ingin bahagia, jangan biarkan masa lalu mengusikmu. Kamu boleh melihat ke belakang, namun jangan membawanya kembali. Karena kita menjadi bijak bukan oleh ingatan masa lalu kita, tetapi dengan tanggung jawab untuk masa depan kita. Jiayou!!! Ganbatte kudasai!!!


Minggu, 31 Januari 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 31 Januari 2021

 “You are the master of your destiny. You can influence, direct and control your own environment. You can make your life what you want it to be.”

Napoleon Hill

Jika menilik arti kata, “TAKDIR” beda (meski nyaris sama) dengan “nasib”. Apalagi jika ditinjau dari bahasa Inggris. Takdir disebut sebagai DESTINY. Dalam arti harfiah lainnya, takdir adalah sebuah tujuan yang sudah ditetapkan. Karena itu, takdir tak bisa diubah. Contohnya adalah kelahiran dan kematian.

Sementara nasib disebut FATE. Dalam pengertian lainnya, disebut juga sebagai CHANCE atau KESEMPATAN. Artinya, nasib adalah sebuah kesempatan yang bisa diusahakan maupun datang dengan sendirinya.

Karena itu, saya memandang nasib selalu bisa diubah. Nasib adalah pilihan. Kita sendirilah yang menentukan nasib. Baik atau buruk, semua di tangan kita. Dan, itu semua adalah konsekuensi dari apa yang kita pilih dan lakukan dalam hidup ini. Maka, ketika ada orang yang mengatakan nasib kita akan jelek (apalagi seorang peramal) sesungguhnya kita sendiri yang akan mewujudkannya atau tidak. Semua bergantung pada apa yang ada di pikiran kita.

Beruntung, saya selalu memilih (sekali lagi saya tegaskan, saya memilih dan sadar sepenuhnya) bahwa saya juga punya hak untuk sukses. Saya pun berhasil mengubah nasib.

Banyak ungkapan yang intinya menyebutkan, bahwa hidup sebenarnya adalah pilihan. Dan, nasib pun sebenarnya sama. Kita sendiri yang menentukan. Coba kita perhatikan pola hidup kita. Jika masih begitu-begitu saja, mungkin ada yang perlu diubah dalam “jalan yang kita pilih” saat menghadapi berbagai macam kendala atau keseharian kita. Saat bangun, pagi atau kesiangan, itu sebenarnya adalah pilihan. Saat akan bekerja, mau banyak ngobrol atau segera menyelesaikan tanggung jawab, itu juga pilihan. Saat akan belajar, mau sebentar atau berlama-lama, itu juga pilihan. Akankah kita bersantai-santai atau bekerja keras, itu juga pilihan. Intinya, kita sendiri yang menentukan, akan seperti apakah kita di masa depan.

Maka, ketika kita melihat orang yang sudah sangat sukses, patut kita pertanyakan, pilihan-pilihan hidup seperti apa yang ia lakukan dalam kesehariannya. Saya bisa memastikan, pasti banyak hal positif yang ia lakukan dalam kesehariannya.

Pertanyaannya kemudian, hidup seperti apa yang akan kita pilih agar sukses bisa diwujudkan?

Semua orang pasti punya caranya sendiri-sendiri. Ada pula yang mencontoh pola hidup orang yang sudah sukses. Tapi intinya, semua kembali pada pilihan masing-masing. Maka jangan salahkan nasib yang buruk jika kita sendiri tidak memaksimalkan pilihan positif dalam hidup. Jangan katakan diri merasa belum beruntung jika kita sendiri ternyata tidak memanfaatkan waktu secara maksimal. Baik Anda pekerja kantoran atau seorang pengusaha, pilihannya sama. Apa yang kita maksimalkan itulah yang akan “berbuah” di masa depan.

Untuk itu, mari jauhkan sikap mengeluh saat menghadapi tantangan dan halangan. Tapi, jadikan itu sebagai sebuah pengalaman hidup yang harus kita ubah jadi pembelajaran kesuksesan. Kita sendiri yang bisa memilih itu atau tidak. Begitu pula saat kita sedang menikmati masa kesuksesan dan keemasan. Apakah kita mau tetap waspada karena kegagalan sering kali terus siap menanti atau mau bersantai sejenak menikmati hidup yang sedang enak-enaknya. Itu juga pilihan kita sendiri yang akan menentukan.

Jadi, nasib seperti apa yang akan kita pilih untuk masa depan kita nanti?

Terus berjuang, terus berkarya, terus beraktivitas maksimal (jika itu pilihan kita). Sukses akan selalu menanti!

Tetap Semangat.  (•̀_•́)ง 加 æ²¹ !!!

Tetap Luar Biasa!!! 

(By Jimmy Tanrian)

Kembali ke reportase.... Turnamen mingguan Sparta edisi minggu terakhir Bulan Jauari 2021 diikuti oleh 16 orang Spartan. Sebenarnya ada beberapa Spartan yang tidak hadir. Mungkin karena kelelahan karena semalam mengikuti turnamen di tempat lain, atau entah dengan alasan lainnya. Untunglah ada 5 orang rekan dari Xavero yang turut meramaikan tourney minggu ini. Mereka adalah; Reza R, Frengki S, Fachri, Zacky dan Abi. Roganda yang telah kembali ke Bandung, dan Eko yang comeback lagi ke Sparta setelah selama tahun 2020 menghilang. Syukurlah kehadiran mereka cukup menyalakan panasnya bara persaingan turnamen kali ini.

Seperti prediksi admin yang menjadi finalis adalah Reza R dan Rinal VS Frengki S dan Abraham. Mereka adalah saingan sejak di babak penyisihan grup. Di babak penyisihan grup Reza R dan Rinal berhasil mengalahkan Frengki S dan Abraham dengan 42-34, sekaligus mengukuhkan diri mereka sebagai juara grup B. Dan Frengki S dan Abraham sebagai runner up-nya.

Hasil drawing untuk babak semifinal mempertemukan mereka dengan kompetitor mereka dari grup A. Di semi final  Reza R dan Rinal  berhasil melibas Fachri dan Fatoni dengan 42-36. Sementara Frengki S dan Abraham berhasil menyingkirkan pasangan Hadi M dan Alex dengan 42-40.

Di babak final Frengki S dan Abraham nampaknya jauh lebih siap bertempur. Kelihatan banget mereka berhasil mendominasi dan memegang kendali permainan. Set pertama mereka tutup dengan kemenangan 21-17. Di set ke-dua Reza R dan Rinal mulai keteteran dan poin mereka secara perlahan namun pasti,  mulai tertinggal menjauh. Rentang jarak selisih 6 hinggal 12 poin bisa tetap dikawal dengan baik oleh Frengki S dan Abraham. Hingga babak final berakhir dengan 42-33 untuk kemenangan pasangan Frengki S dan Abraham. Sang runner up grup sukses mencukur habis saingan terberatnya di grup B, yang pernah mengalahkan mereka sebelumnya. 

Kemenangan diakhir memang lebih terasa manis. Sebaliknya, kekalahan di akhir menyisakan rasa getir.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1  Frengki S dan Abraham

Juara 2 Reza R dan Rinal

Juara 3 Fachri dan Fatoni / Hadi M dan Alex

Dibawah ini adalah result selengkapnya dari tourney mingguan Sparta edisi minggu ke-5 tahun 2021;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Tetap sehat, tetap semangat. Be a master of your destiny. Sampai jumpa!!!


Minggu, 24 Januari 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 24 Januari 2021

 "Keep your vitality. A life without health is like a river without water" 

Maxime Lagacé

 

Hidup tanpa kesehatan seperti sungai tanpa air. kering dan tak berarti...

Kesehatan Bukan Segalanya tapi Segalanya Tak Berarti Tanpa Kesehatan. Biasanya kalimat bijak itu tidak menjadi perhatian orang yang sehat, kecuali ada salah anggota keluarganya yang sedang sakit.

Di masa-masa sekarang ini, kalimat bijak itu sangat relevan dan penting bagi kita semua, di level apa pun, kelas atau strata sosial ekonomi kita.

sebanyak apa pun harta yang kita miliki seolah tidak berdaya saat berhadapan dengan covid 19. Pejabat tinggi, selebriti dunia, keluarga kerajaan dan konglomerat pun terpapar tanpa terkecuali.

Semesta melalui covid 19 ini seolah ingin menunjukkan bahwa hidup dan kehidupan ini teramat sangat berharga. Kesehatan (lahir dan batin) adalah jalan untuk dapat mengenyam dan menikmatinya. Bukan uang, bukan kekuasaan, bukan pula agama yang selama ini ditempatkan sebagai faktor perhatian paling utama dalam hidup.

Bukankah dengan uang dan kekuasaan kita bisa mendapatkan kualitas kesehatan dan daya tahan tubuh lebih prima? Ya, begitulah asumsi di masa lalu. Melalui covid 19 ini Semesta seolah menunjukkan fakta yang berbeda.

Lihatlah kenyataan di sekitar kita. Apakah para kere, pengemis, pemulung, pengamen, dan gelandangan  terpapar covid 19 lalu mati merana? Mereka makan dan mandi pun tidak karuan, boro-boro minum vitamin dan pakai masker + sarung tangan. Apakah yang diurus oleh rumah sakit dan ditempatkan di Wisma Atlet itu adalah golongan mereka? Sama sekali bukan!

Apa yang mereka punya, kecuali sinar matahari dan keyakinan serta kepasrahan bahwa mereka mampu bertahan hidup dalam kondisi apa pun? Mereka tidak ke gereja, tidak ke vihara, tidak ke pura, tidak ke kelenteng, dan juga tidak ke mesjid yang tiap jengkal dapat mereka temui.

Mereka tidak seperti kita yang sibuk mengejar uang, kekuasaan, pencitraan, kecantikan, dan aneka bungkus religiusitas itu. Mereka kaum nobody, di pinggiran, di emperan, di kebon-kebon kosong dan gelap, yang bahkan sebagian tidak tercatat di dinas kependudukan. Mereka antara ada dan tiada, tapi keyakinan dan kepasrahan mereka merupakan praktek beriman yang teguh.

Alam telah menjungkirbalikkan semua itu. Tidak penting! Semua ritual dan gaya hidup yang kita anggap paling penting itu nyatanya sama sekali tidak penting. Nyatanya hanya kulit dan bungkus semata. Kaum kesrakat (melarat atau sengsara), kelompok paling papa itu justru survive.

Melalui covid 19 ini kita sepertinya sedang dihajar dan diajar oleh Raja Semesta Alam, supaya kita kembali ingat untuk apa sebetulnya kita ini hidup. Sopo siro sopo Ingsun, siapa kamu siapa Aku.

Semoga kesempatan heneng (diam) dan hening (kontemplatif) ini bisa membuat kita dunung (paham) bahwa kita manusia adalah citra Allah yang berwenang seperti Dia, sehingga kita dapat memenangkan pertandingan melawan kegelapan batin yang selama ini menyelubungi dan menjadi tabir bagi kesadaran kita.

Kesehatan memang bukan segala-galanya, tapi segalanya tidak berarti tanpa kesehatan. Lahir dan batin.

Kembali ke reportase... Minggu tanggal 24 Januari 2021, turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-4 digelar. Masih banyak yang absen, dengan alasan yang berbeda-beda, tetapi didominasi oleh alasan kesehatan.

14 orang Spartan hadir dan mengikuti turnamen minggu ini. Ada 3 orang pendatang baru yang cukup berbakat dan potensial menjadi pemain-pemain unggulan di Sparta. Mereka adalah Bayu, Rafa dan Dika. Welcome to the club guys!!!

Jika dilihat dari hasil drawing, grup A memang lebih berat persaingannya, ditambah dengan jumlah pasangannya lebih banyak dari grup B. Dika yang mengalami cidera lengan karena ototnya ketarik , tidak bisa melanjutkan pertandingan, alhasil pertandingan terakhir di grup A antara pasangan Dika dan Alex versus Rinal dan Rama tidak dimainkan karena Dika walkover (W.O.). Hal ini tentu bisa menjadi advantage buat Rinal dan Rama, karena tidak usah membuang tenaga untuk lolos sebagai runner up grup A.

Hasil drawing untuk babak semifinal, kembali mempertemukan kembali para juara dan runner up grupnya masing-masing. Di semifinal Fatoni dan Nura Audy kembali membukukan kemenangan atas runner up grupnya. Sementara Rinal dan Rama yang notabene sebagai runner up grup A, berhasil  mengalahkan juara grup A Andre dan Christian.

Dibabak final terjadi pertandingan yang seru dan sangat imbang antara Fatoni dan Nura Audy dengan  Rinal dan Rama. di poin-poin awal set pertama Rama dan Rinal bermain sangat apik dan unggul beberapa poin. Namun lawannya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 16-16. Dari situlah menjadi momentum bagi Fatoni dan Nura Audy mulai menambah poin demi poin sampai mereka berhasil menutup set pertama dengan 21-17. 

Di set ke-dua Fatoni dan Nura Audy masih unggul hingga pertengahan set ke-dua. Rama dan Rinal  berhasil menyamakan poin tapi kembali mereka tertinggal lagi. Sebetulnya Fatoni dan Nura Audy sudah unggul 40-36 perolehan poinnya. Namun berhasil mempersempit jarak poin. Fatoni dan Nura Audy sudah berhasil meraih poin 41 terlebih dahulu. Score 41-40 membuat permainan semakin menegangkan. Rama dan Rinal menyamakan poin 41-41. Dan smash tajam dari Rinal  mengakhiri pertarungan ini. Mereka berhasil menutup babak final kali ini dengan kemenangan tipis 42-41. 

Sungguh permainan yang sangat melelahkan karena poin demi poin harus diraih melalui rally-rally panjang dan smash bertubi-tubi dari kedua pasangan ini.

Dengan kemenangan ini, membuat Rinal bercokol di posisi puncak peroleh medali terbanyak di minggu ke-4 ini. Sementara Nura Audy tetap berada di ranking pertama Sparta.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1 Rinal dan Rama

Juara 2 Fatoni dan Nura Audy

Juara 3 Andre dan Christian / Nugroho dan Rizaldi

Dan dibawah ini adalah result selengkapnya dar turnamen mingguan Sparta edisi 24 Januari 2021;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Tetap sehat, tetap semangat. terapkan terus protokol kesehatan 3M memakai Masker, rajin Mencuci tangan dan Menjaga jarak. Sampai jumpa di reportase-reportase selanjutnya!! Keep Calm and Smash Hard!!!


Minggu, 17 Januari 2021

Reportase FRIENDSHIP CUP SPARTA - PB BULU ENTOG, 17 Januari 2021

 "No matter if you win or lose, the most important thing in life is to enjoy what you have".

Dong Dong

Kian modern dunia, kian kita memberikan banyak label dan pengertian label tersebut. Setiap kata memiliki definisi, setiap emosi memiliki interpretasi. Seperti pada kata kalah dan menang. Kita tak akan pernah tahu seperti apa rasanya menang jika tak mengerti pemahaman menang, bukan? Begitu pun sebaliknya. Namun, meski tahu arti kalah-menang, kita seringkali memberikan penerjemahan yang terlalu negatif pada kata kalah. Saat kita berada dalam sebuah kompetisi dan bukan menjadi pemenangnya kata kalah seakan-akan memberikan kita label baru: ‘pecundang’. Padahal kalau kita mau mengartikan kalah sebagai hal yang biasa saja tanpa adanya pengertian negatif berlebih kita juga tidak akan merasa diri kita kurang daripada orang lain, kan?

Perihal menjadi seseorang yang kompetitif sebenarnya sah-sah saja dan bahkan baik untuk memiliki motivasi lebih. Yang kurang baik adalah ketika kita terobsesi untuk menang dan tidak bisa melepaskan diri dari label kalah nan negatif tersebut. Kita merasa terpukul, tidak menerima kenyataan, merasa diri tidak bisa melakukan hal benar, bahkan bisa sampai meningkatkan rasa iri hati yang terlewat batas hingga melancarkan segala cara untuk terlepas dari label tersebut. Coba sekarang pikirkan kembali saat emosi meningkat kala kekalahan datang menghampiri. Banyak dari kita yang tidak bisa menerima kekalahan pasti akan sering bersungut-sungut, mencari beragam alasan mengapa bisa kalah. Kemudian bisa saja menjadi sangat manipulatif dan membuat strategi untuk mengubah keadaan demi tercapainya kemenangan. Ah, memikirkan emosi tersebut saja sebenarnya sudah tidak sehat. Apalagi benar-benar dilakukan. Rasa bersalah yang akan datang belakangan akan jauh lebih membuat diri kalah, lho.

Menjadi seseorang yang kompetitif sebenarnya sah-sah saja. Yang kurang baik adalah ketika kita terobsesi untuk menang dan tidak bisa melepaskan diri dari label kalah nan negatif.

Lalu bagaimana untuk bisa merasakan emosi yang positif saat sedang berada di kekalahan? Hal yang paling utama adalah menerima dengan ikhlas atau sering kita sebut let it go. Tidak melulu kok kita berada di bawah. Kita bisa saja ada di atas podium nomor satu suatu saat. Terus berusaha dan percaya bahwa jika waktunya tepat, kita pasti akan menang (dalam hal apapun). Ingatlah arti kata dunia fana yaitu dunia yang sementara. Ya, memang, semua hal di bumi ini sifatnya hanya sementara. Dalam satu hari saja perilaku satu pribadi bisa berubah. Tidak ada yang benar-benar dapat memastikan keesokan hari akan mengulangi kekalahan atau mengubah keadaan menjadi menang. Jadi the art of letting go menjadi langkah utama yang dapat membantu kita menerima rasa kalah tersebut. Kenyataannya, kamu tidak perlu merasa bahwa kemenangan itu bisa membawa kebahagiaan dan melengkapi hidup. Dengan berada di kondisi kalah kamu tetap bisa merasa bahagia. Semua tergantung persepsi kita dalam memberikan deskripsi pada label tersebut.

Tidak melulu kita berada di bawah. Suatu saat, kita bisa ada di atas podium nomor satu. Terus berusaha dan percaya bahwa jika waktunya tepat, kita pasti akan menang.

Yang penting lagi untuk diketahui adalah rasa kalah dapat menghantui kita dengan rasa iri hati. Kemudian perasaan itu berkembang menjadi kebencian pada orang lain karena seringnya membandingkan diri dengan orang lain. Tidak, tidak. Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain baik saat kalah atau bahkan menang. Bandingkanlah diri dengan diri kita sebelumnya. Sejauh apa progres yang sudah dijalani hingga bisa sampai di tahap tersebut. Label ‘menang’ hanyalah bonus. Jika memang kalah, ya sudah berarti belum waktunya.

Oleh karena itu, penting untuk bermonolog dengan diri sendiri ketika pikiran kita mulai membicarakan orang lain di dalam hati. Suara-suara seperti: “ah dia kan menang karena orang tuanya kaya” atau “dia hanya beruntung saja padahal tidak ada apa-apanya dibanding saya”, bisa sangat berbahaya untuk mental kita di kemudian hari. Ibarat racun, kalimat-kalimat ini bisa menggerogoti hidup kita dan menenggelamkan diri pada sumur kebencian terdalam. Akhirnya? Kita bisa terobsesi untuk mengalahkan orang lain, menjadi individu yang bukan kita lalu malah tidak fokus pada kebahagiaan yang didamba. Mulailah mengenali suara-suara negatif tersebut dan beritahu pada diri sendiri bahwa suara tersebut hanyalah rasa iri kita bukan karena orang tersebut berbuat buruk. Cobalah untuk mulai mengontrol diri sendiri dari monolog-monolog tersebut dengan mempertemukan otak dan hati. Pikiran logis dan emosi. Ketika keduanya bisa saling berdialog, maka kamu akan semakin mahir melatih diri untuk menerima keadaan sekalah apapun dan akhirnya terbebas dari rasa kalah yang berkonotasi negatif itu.

Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain baik saat kalah atau bahkan menang.

Kembali ke reportase... Minggu ini adalah hari yang spesial, karena Markas Sparta kedatangan tamu istimewa. Tamunya adalah 18 orang dari PB BULU ENTOG (beserta dengan beberapa orang supporternya). O ya, agenda minggu ini adalah turnamen bersama antara SPARTA dengan PB BULU ENTOG. Turnamen seru-seruan yang dinamai FRIENDSHIP CUP 2021. Sesuai dengan nama turnamennya, turnamen ini memang dijadikan sebagai ajang silaturahmi guna mempererat persahabatan antara SPARTA dengan PB BULU ENTOG.

Flyer Friendship Cup Sparta-PB bulu Entog 2021

Medali Friendship Cup Sparta-PB bulu Entog 2021


Cindera mata Friendship Cup Sparta-PB bulu Entog 2021

Tamu yang datang jauh lebih banyak dari tuan rumah. Tamunya 18 orang, sementara tuan rumahnya hanya 12 orang. Sedikit agak miris But it's okay because no matter what happens the show must go. Karena kita ga bisa memaksa orang yang tidak mau. 

Turnamen berjalan cukup lancar, tanpa ada kendala. karena dimulai tepat waktu sesuai jadwal. Bahkan babak final selesai digelar sebelum pukul 17.00.

Untuk menentukan pasangannya, semua peserta turnamen diundi (antar masing-masing PB). Dan pasangan-pasangan hasil undian tersebut kebali diundi lagi untuk disebar ke dalam 4 grup, supaya penyebaran masing-masing PB merata.

Result dari babak penyisihan grup cukup menggembirakan buat Sparta. Karena keenam pasang kontestan Sparta, semuanya  lolos dan melaju  ke babak quarter final. Sementara dari PB Bulu Entog menyisakan 2 pasang. Lalu di babak semifinal menyisakan all Spartan semifinal.

Prediksi admin kali ini sedikit meleset, karena beberapa unggulan justru rontok di babak quarter final dan semi final. Karindra dan Billy yang admin unggulkan dari PB Bulu Entog malah gugur di babak penyisihan grup.

Iyan dan Christian berhasil menjadi jawara Friendship Cup 2021, tanpa terkalahkan satu kali pun. Sementara Rinal dan Nura Audy harus puas menjadi runner up. Kekalahan Rinal dan Nura Audy adalah kekalahan terhormat karena mereka sudah berusaha maksimal dan berjuang optimal. 

Persaingan super ketat terjadi dari awal set pertama, saling susul menyusul poin terjadi. Hingga set pertama ditutup dengan 21-20 untuk Iyan dan Christian. Set ke-dua persaingan masih terus berlanjut, sampai di poin 31-31, mulailah Iyan dan Christian tancap gas meraih poin demi poin. Dan kemenanganpun berhasil mereka reguk dengan  poin akhir 42-39.

Inilah nama-nama juara Friendship Cup Sparta-PB bulu Entog 2021;

Juara 1 Iyan dan Christian

Juara 2 Rinal dan Nura Audy

Juara 3 Andre dan Rama / Fatoni dan Aditya M


Juara 1 Christian dan Iyan

Juara 2 Rinal dan Nura Audy

Juara 3 Rama dan Andre

Juara 3 Aditya M dan Fatoni

Para juara foto bersama

berikut ini adalah catatan selengkapnya dari turnamen, disertai dengan update ranking dan akumulasi perolehan medali Sparta.

Road to final

Bagan turnamen Friendship Cup Sparta-PB bulu Entog 2021


Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Tetap sehat, tetap semangat. Karena kita akan kehilangan segalanya saat kita kehilangan kesehatan dan kehilangan semangat. Salam olahraga!!!





Minggu, 10 Januari 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 10 Januari 2021

"No one is in control of your happiness but you; therefore, you have the power to change anything about yourself or your life that you want to change."

Barbara De Angelis

Dalam sebuah sesi coaching, seorang karyawan bercerita bahwa saat ini ia sedang menarik diri untuk beberapa saat dari rekan-rekan kerjanya. Untuk sementara waktu, dia tidak mau terlibat dalam proyek di luar pekerjaan pokoknya. Pasalnya, ia merasa tidak dihargai oleh atasannya, apapun yang dikerjakannya dianggap salah. Puncaknya ketika proposal yang ia susun dengan susah payah, diubah langsung oleh atasan tanpa melibatkan dirinya, dan ia merasa tidak dianggap.

Dalam kisah lain, seorang pengajar muda merasa malu sekali dan menganggap dirinya gagal setelah membaca hasil evaluasi training dari peserta. Dari dua puluh lima peserta, sebagian peserta menilai cara mengajarnya menarik dan bermanfaat. Ia merasa gembira dan antusias sekali. Namun tiba-tiba ada evaluasi dari seorang peserta senior yang menilai dirinya kurang pengalaman, cara mengajarnya kurang menarik dan tidak aplikatif. Dari sekian evaluasi, hanya satu evaluasi itu saja yang diingat. Mood-nya hancur sepanjang hari.

Dua kisah di atas menggambarkan bahwa perasaan kita mudah sekali dipengaruhi oleh  pendapat dan sikap orang lain. Entah itu pendapat negatif maupun positif, semuanya kita konsumsi mentah-mentah dan menjadi ‘baper’, dibawa perasaan.

Seorang guru besar psikologi dari Harvard University, Henri Nouwen mengatakan bahwa manusia seringkali mendefinisikan dirinya sebagai apa yang orang lain katakan. I am what other say about me. Apa yang dikatakan orang lain, menjadi sangat penting. “Jika orang mengatakan hal yang baik tentang diri saya, maka saya melihat dunia secara positif, sebaliknya jika orang mengatakan sesuatu yang tidak sesuai harapan saya, maka kehidupan berubah menjadi kelam.”

Disadari atau tidak, banyak orang mengalami hal ini dalam hidup sehari-hari, termasuk dalam dunia kerja. Jika atasan memuji, maka alangkah senang terasa, bersemangat dan merasa diri berharga, tempat kerja menjadi tempat yang menyenangkan. Sebaliknya, jika atasan memberikan feedback negatif atau rekan kerja mengatakan hal yang bertentangan dengan harapan, maka perasaan sedih, marah, galau, bahkan menilai diri sendiri negatif melanda.

Jika kita terus menerus baper, membiarkan diri dipengaruhi dan dikontrol orang lain, maka waktu dan perhatian akan habis untuk memikirkan pendapat orang lain dan menyesuaikan diri dengan harapan orang lain. Alhasil, kita tidak akan pernah menjadi diri sendiri, menjadi orang yang merdeka dan merasa damai dalam situasi apapun. Perasaan selalu galau dan menjadi tidak produktif.

Fokus dan energi yang harusnya bisa disalurkan untuk bekerja secara produktif dan menciptakan suatu karya yang otentik, habis untuk menyelesaikan persoalan-persoalan emosi yang tidak stabil. Emosi selalu naik turun, sikap berubah-ubah, tergantung pada pandangan orang lain. Kinerja pun menjadi tidak stabil dan tidak efektif, tergantung dari respon orang lain.

Kita memang dididik untuk terbuka pada masukan dan pendapat orang lain. Namun, kita harus mampu memfilter, membedakan pendapat mana yang merupakan realita yang harus diperhatikan, dan mana pendapat ‘sampah’ yang harusnya diabaikan. Agar mampu membedakan ini, kita perlu memiliki kesadaran diri yang tinggi dan kemampuan mengendalikan diri sendiri.

Julian B. Rotter mengungkapkan, manusia dari keyakinan kemampuan mengontrol kepribadiannya dapat di kategorikan menjadi dua jenis, yaitu lokus kontrol internal dan lokus kontrol eksternal. Orang yang meyakini bahwa ia memiliki kontrol terhadap kehidupannya, pikiran dan perasaannya, yakin terhadap kemampuan, keterampilan dan usaha, serta bertanggungjawab atas kebahagiaannya sendiri merupakan ciri orang yang memiliki lokus kontrol internal yang tinggi.

Sementara, untuk orang yang lokus kontrol eksternal tinggi cirinya, mereka yakin bahwa takdirnya dikontrol oleh faktor eksternal yakni; orang lain, keberuntungan, kesempatan. Kebahagiaan dan kedamaian orang ini ditentukan oleh orang lain. Ia cenderung merasa diri menjadi korban, tidak berdaya, menyalahkan orang lain, mencari pembenaran serta pesimis.

Banyak hasil studi membuktikan bahwa seorang karyawan dengan lokus kontrol internal yang tinggi cenderung memiliki kinerja lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan ber-lokus kontrol eksternal tinggi. Mereka cenderung lebih proaktif dan efektif dalam bekerja. Selain itu, mereka juga biasanya memilih pekerjaan di bidang yang ia sukai, sehingga tidak heran jika kepuasan kerjanya lebih tinggi dan stres kerjanya pun lebih rendah dibandingkan dengan karyawan yang lokus kontrol eksternalnya tinggi.

Kebiasaan baper dan menilai diri sebagaimana apa yang dikatakan orang lain dikarenakan orang ini cenderung meletakkan kontrol diri pada pihak eksternal. Sementara, Individu dengan lokus kontrol internal yang tinggi cenderung tidak mudah mengubah perilakunya setiap kali mendengarkan pendapat orang lain, sekalipun orang tersebut sangat persuasif.

Sejatinya Lokus kontrol internal dapat ditingkatkan dengan melatih kesadaran diri yang lebih tinggi dan pengetahuan diri yang mendalam. Beberapa tokoh mengatakan cara efektif adalah dengan meditasi atau refleksi diri secara terus menerus.

Namun, sebetulnya kita dapat melatih ini dengan cara yang mudah dalam hidup sehari-hari. Caranya dengan membiasakan diri untuk tenang dan tidak responsif terhadap pendapat orang lain, baik itu pendapat positif maupun negatif. Setiap kali mendengarkan pendapat orang lain yang tidak sesuai dengan harapan, tariklah nafas yang panjang dan bertanyalah dalam hati.

Apakah pendapat ini cukup berharga untuk saya tanggapi? Apakah pendapat ini sungguh menggambarkan realita diri saya? Atau sebetulnya hanya pandangan subjektif yang belum tentu kebenarannya, dan jika saya konsumsi akan menjadi toxic bagi jiwa dan mengacaukan emosi.

Terakhir, biasakan untuk selalu menyadari bahwa sayalah yang mengontrol kehidupan saya, bukan pihak eksternal. Dan, jika harus berhadapan dengan situasi eksternal yang tidak bisa diubah, maka saya masih bisa mengubah cara melihat, cara berpikir dan cara bersikap terhadap situasi tersebut.

Mari menjadi tuan bagi diri sendiri! 

Kembali ke reportase.... Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-2 di tahun 2021 diramaikan oleh 14 orang Spartan. Tak terlalu ramai memang, tapi cukup seru juga persaingannya. Mengingat beberapa orang Spartan yang biasanya rajin hadir seperti Roganda dan Olsen yang lagi mudik, Nugi yang lagi dinas ke luar kota, Romi yang lagi rehat dulu, dan Christian yang lagi bulan madu. Jumlah 14 orang masih cukup okay-lah ya.

Dari hasil drawing, Persaingan lebih terasa panas di grup A karena selain terdiri dari 4 pasang, juga terjadi pertarungan yang sangat ketat. Hingga penentuan juara dan runner up grup harus ditentukan dengan penghitungan selisih poin antara 3 pasang (Anton/Andre, Alex/Peter dan Adi Putra/Rama). Karena ketiga pasangan ini masing-masing mengantongin 2 kali kemenangan dan menderita 1 kali kekalahan. Dari hasil penghitungan selisih poin Adi Putra dan Rama keluar sebagai juara grup A., serta pasangan Anton dan Andre menjadi runner up-nya. Langkah  Anton dan Andre hampir saja berakhir tragis gugur di R1, namun kemenangan mereka secara meyakinkan atas Hadi M dan Syarief di pertarungan pamungkas dengan score 42-31, membuat mereka merebut posisi runner up grup dari Alex dan Peter.

Sementara di grup B persaingan cukup adem ayem. Karena sudah terprediksi 2 pasangan yang akan lolos dari penyisihan grup mereka.

Hari ini rupanya para runner up grup justru yang berjaya di babak semifinal, karena masing berhasil mengalahkan rival mereka di babak penyisihan. Rinal dan Nura Audy berhasil menyingkirkan Ari A dan Fatoni dengan 42-38 (sebelumnya mereka kalah di babak penyisihan dengan 31-42). Sementara Anton dan Andre berhasil menghalau Adi Putra dan Rama dengan kembali menang 42-34 (sebelumnya mereka menang tipis 42-41 di babak penyisihan).

Pertemuan Rinal dan Nura Audy dengan Anton dan Andre di babak final cukup seru dan menegangkan. Anton dan Andre sebenarnya sudah unggul jauh, namun insiden 2 kali serangan kram di kaki Andre cukup membuat hilang fokus. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh pasangan Rinal dan Nura Audy bermanuver melakukan 'tikungan maut' hingga pertandingan berakhir harus dengan 42-33 untuk kemenangan Rinal dan Nura Audy.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Rinal dan Nura Audy

Juara 2 Anton dan Andre 

Juara 3 Ari A dan Fatoni / Adi Putra dan Rama

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen mingguan Sparta minggu ke-2, disertai dengan update ranking-nya.

Road to final
Bagan turnamen



Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini, sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Spartan Jiayou!!!