Powered By Blogger

Minggu, 28 Maret 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 28 Maret 2021

 “When deeds and words are in accord, the whole world is transformed.”

Zhuangzi

Pada1931, Mahatma Gandhi diundang untuk berbicara dengan Parlemen Inggris.

Karena Gandhi adalah salah satu pendukung kemerdekaan India yang paling vokal, kunjungannya disambut dengan curiga dan hati-hati oleh parlemen yang sangat menentang gairah Gandhi.

Pemimpin besar itu berdiri tanpa catatan dan berbicara selama dua jam.

Dia berbicara dengan fasih dan penuh gairah, dan saat dia selesai, pendengarnya berdiri dan bertepuk tangan dalam sebuah kesatuan.


Hal yang sangat luar biasa bagi orang yang luar biasa.

Kemudian, seorang wartawan Inggris bertanya kepada salah satu asisten Gandhi bagaimana dia bisa berdiri tanpa catatan dan berbicara dengan cemerlang dalam waktu yang lama. 

Asisten tersebut tersenyum dan mengatakan, "Anda tidak mengerti Gandhi. Anda lihat, apa yang dia pikirkan adalah apa yang dia rasakan. Apa yang dia rasakan adalah apa yang dia katakan. Apa yang dia katakan adalah apa yang dia lakukan. Apa yang Gandhi rasakan, apa yang dia pikirkan, apa yang dia katakan, dan apa yang dia lakukan sama saja. Dia tidak butuh catatan."

Jika ingin menjadi pemimpin yang efektif, maka apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan, apa yang kita katakan dan apa yang perlu kita selaraskan.

Hal yang sama berlaku jika kita ingin menjadi orangtua yang hebat, komunikator yang efektif atau memiliki aspirasi untuk melakukan sesuatu yang benar-benar luar biasa dengan hidup kita.

Ketika Bill Gates mengatakan bahwa hari akan tiba ketika setiap meja memiliki komputer di dalamnya, orang tidak mempercayainya. 

Tapi kata-katanya selaras dengan keyakinannya, perasaannya dan dia melakukan tindakan besar untuk mewujudkannya.

Bagaimana dengan kita?

Jika kita bisa mendapatkan hak ini, kita sudah siap dalam perjalanan kita, dan kita tidak perlu catatan untuk mengingatkan.

Kembali ke reportase.... Turnamen minggu ini ada sedikit trouble, dimana 2 orang yang sudah konfirmasi, awalnya bilang datang telat tapi berujung tidak jadi hadir. Grup yang awalnya dibagi menjadi 4 grup, mengalami kendala karena jika diubah menjadi 2 grup akan kacau, karena turnamen sudah berjalan dan akan mengubah hasil turnamen.

Untuk itu admin mengingatkan kembali kepada Spartan: Buat yang sudah konfirmasi namun akan batal hadir, sebaiknya membatalkannya sebelum pukul 11.00 WIB. Buat yang cancel tidak dan tidak jadi datang, sementara turnamen sudah berjalan, maka akan didenda Rp 100.000,-. Mengingat datang terlambat saja kena denda, masa yang batal tiba-tiba bisa lolos begitu saja? Apalagi dengan ketidakhadirannya menghambat jalannya turnamen.

Turnamen hari ini berangsung tersendat dan terjeda cukup lama, karena menunggu kehadiran 2 orang. Grup A dan B tidak dapat bertanding lagi karena salah satu lawannya di grup A dab grup B belum datang. Begitu juga dengan grup D, mengingat Spartan yang konfirmasi diatas 20 tapi kurang dari 24 orang maka dibikin menjadi 4 grup, dan grup D masih harus menunggu peserta challange dari grup A, B dan C yang sudah gugur.

Sesuai prediksi admin juara kali ini adalah Iyan dan Reza R. Mereka dengan mulus hingga final tanpa mengalami kekalahan. Sementara kejutan terjadi untuk runner up nya, Fatoni dan Rizaldi. Mereka membuat surprise melaju ke final sebagai peserta non unggulan dengan melibas pasangan yang difavoritkan, Rama dan Rinal di babak semifinal dengan poin ketat 42-40. Hal mengejutkan lainnya adalah tersingkirnya pasangan Alex dan Nura Audy di babak penyisihan, padahal pasangan ini sering langganan menjadi juara. Pasangan Peter dan Idris juga berhasil melaju ke semifinal tanpa terprediksi sebelumnya, mereka berhasil menyingkirkan lawan beratnya di quarter final, Iwan dan Andre.

Di babak final Iyan dan Reza R menggunduli pasangan Fatoni dan Rizaldi dengan score cukup telak 42-29. 

Sedikit accident terjadi di babak quarter final lainnya saat mempertemukan Rama dan Rinal VS Hadi dan Dian. Dian mengalami keseleo kakinya saat score 35-22 untuk keunggulan Rama dan Rinal. Dian terpaksa retired karena kakinya sakit.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1 Iyan dan Reza R

Juara 2 Fatoni dan Rizaldi 

Juara 3 Rama dan Rinal / Peter dan Idris

Dan dibawah ini adalah result selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta edisi 28 Maret 2021;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Semoga kita menjadi orang bisa menyelaraskan antara perkataan dan perbuatan dalam kehidupan kita. Sampai jumpa!!!






Minggu, 21 Maret 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 21 Maret 2021

 "There is no progress or accomplishment without sacrifice." 

Idowu Koyenikan

Realita di lapangan mengatakan, bahwa tak akan ada kesuksesan dan/atau keberhasilan yang didapat oleh seseorang tanpa adanya pengorbanan. Pengorbananlah sebagai penentunya.

Tak akan ada kesuksesan yang bisa dicapai, jika hanya berdiam diri, tanpa usaha. Tak ada keberhasilan atau kesuksesan yang datang tiba-tiba. Mustahil kesuksesan menghampiri kita tanpa ada usaha dan pengorbanan untuk menggapainya. Semuanya perlu pengorbanan dan kerja keras. Bahkan, juga diperoleh dengan jalan derita yang tak mudah dan begitu pahit.

Seseorang perlu merelakan tenaganya, mengorbankan waktu, pikiran, atau pun yang lainnya bila ingin meraih atas apa yang diniatkan dan diimpikannya. Ya, di sini berlaku hukum kausalitas. Bila ada sebab, maka akan ada akibatnya. Sebab jika kita mengorbankan sesuatu, maka output atau akibatnya pun akan kita dapatkan. Percayalah!.

Contoh yang sederhana; Seorang siswa yang memperoleh prestasi yang begitu gemilang di kelasnya, ia tak bisa mendapatkannya begitu saja. Pasti ia berkerja keras. Pasti ia belajar dengan sungguh-sungguh. Meminta arahan dan bimbingan dari guru, orangtua, teman-teman, atau pun orang-orang di sekitarnya. Waktu, tenaga, pikiran, pasti ia kerahkan sehingga mendapatkan prestasi yang dimaksud.

Seorang petani padi, tak akan bisa memanen hasil yang berlimpah ruah, tanpa adanya proses atau pengorbanan yang dilakukan sebelumnya. Butuh waktu untuk merawatnya dari berbagai hama dan gulma. Memberikan pengairan dan pupuk yang cukup. Bahkan, mungkin rela tak tidur di malam hari demi menjaga padinya agar tak dimakan dan diganggu oleh hewan pengganggu, seperti babi hutan, tikus, landak, dan lain-lain.

Contoh lain, orang yang sudah mampu menelurkan karya tulis misalnya, tak mungkin langsung jadi begitu saja. Pasti dan pasti ia mengorbankan sesuatu. Waktu, sudah tentu ia korbankan. Tenaga dan pikiran, juga demikian, pasti ikut andil. Bahkan, uang pun ikut ambil bagian demi melahirkan karya tulis tersebut.

Misalnya saja dari segi waktu. Untuk bisa menulis dan menghasilkan sebuah buku, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Ini baru dari segi penulisan dan pengumpulan literatur atau rujukan. Belum lagi kalau naskah tulisan tersebut ditolak kiri-kanan oleh penerbit. Pastinya waktu akan semakin banyak dan bertambah, baru bukunya tampak nyata.

Hematnya, apa pun bentuk kesuksesan yang telah digapai oleh seseorang yang kita saksikan sekarang, pasti melewati seabrek pengorbanan yang berliku. Percayalah. Itu semua berkat pengorbanan, kerja keras, dan izin Tuhan.

Jadi, tak usah heran apalagi sampai kaget dengan kesuksesan yang diraih oleh orang-orang di kiri-kanan kita. Mereka mendapatkannya karena mereka telah berusaha dan mengorbankan sesuatu.

Oleh karena itu, mari kita berusaha dan berkorban jika ingin sukses dan meraih atas apa yang diniatkan atau diimpikan. Kerahkan tenaga, waktu, pikiran kita untuk itu. Sembari tetap bermohon dan berdoa kepada Sang Ilahi, kiranya kita mampu menggapai atas apa yang menjadi kebutuhan, harapan, atau pun keinginan kita. Yakinlah, bahwa tak ada kesuksesan tanpa pengorbanan.

Kembali ke reportase... Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-12 tahun 2021 diikuti oleh 16 orang Spartan. Minggu ini adalah minggu combacknya Fatoni ke lapangan bulutangkis, setelah beberapa minggu dia istirahat total karena luka di telapak kakinya akibat terpeleset di kamar mandi. Minggu ini pula kita kedatangan 2 penantang baru di bursa perebutan gelar juara turnamen mingguan  Sparta. Mereka adalah Rudi Mahesa (direkrut oleh Andre) dan Ronny (direkrut oleh Christian). Welcome to the club guys!!!

Dari hasil drawing dan melihat first impress saat Ronny melakukan pemanasan di lapangan, admin sudah memprediksi kalau pasangan Ari A dan Ronny akan melenggang ke babak final tanpa hambatan berarti. Tipe permainan  Ari A dan Ronny kompak dan bisa saling mengisi, jadi bukan hal yang mengagetkan jika mereka yang keluar sebagai juara minggu ini.

Persaingan di grup B memang sedikit lebih sulit jika dibandingkan dengan persaingan di grup A. Karena boleh dibilang di grup B nyaris tidak ada gendongan. Sementara di grup A secara kasat mata nampak lebih ringan karena ada; sepasang pemain unggulan (Iyan dan Fatoni), 2 pasang gendongan (Christian / Eyi dan  Andre / Rudi M) dan sepasang pemain non unggulan alias pemain underdog (Rizaldi dan Peter). 

Ari A dan Ronny seperti prediksi admin, mereka berhasil menjadi juara grup B. Sementara Rinal dan Alex sebagai runner up-nya. Dan apa yang terjadi di grup A? Iyan dan Fatoni memang tak terbendung membabat habis semua kompetitornya di grup A dengan hanya memberi poin dibawah 30 saja. Jelas mereka yang keluar sebagai juara grup A. Bagaimana dengan runner up-nya? Secara mengejutkan pasangan underdog Rizaldi dan Peter, bermain cukup apik dan mengubah stigma negatif serta mengacaukan perkiraan semua orang, bahwa mereka akan menjadi pasangan pertama yang akan angkat koper. Mereka bermain tanpa beban dan berhasil muncul sebagai runner up grup A. Amazing!!!

Babak final mempertemukan pasangan Ari A dan Ronny dengan pasangan Iyan dan Fatoni. Tak bisa dipungkiri Ari A dan Ronny tampil lebih solid. Mereka bermain sangat ciamik dan menyajikan tontonan yang enak untuk dilihat. Dari set pertama mereka sudah tancap gas. Mereka selalu mempimpin perolehan poin secara konsisten. Set pertama ditutup dengan 21-11 untuk keunggulan Ari A dan Ronny. Di set ke-dua penampilan mereka masih sama baiknya dari set pertama. Mereka makin solid bahu-membahu mengcover area lapangan. Gelar juara minggu ini memang sangat layak diraih oleh pasangan ini. Mereka secara gemilang mengalahkan  Iyan dan Fatoni dengan 42-29.

Inilah nama-nama Juara kita kali ini;

Juara 1 Ari A dan Ronny 

Juara 2 Iyan dan Fatoni

Juara 3 Rizaldi dan Peter / Rinal dan Alex 

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen minggua Sparta kali ini, disertai dengan update ranking Sparta dan Akumulasi perolehan medali Sparta;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. See you next week!!!


Minggu, 14 Maret 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 14 Maret 2021

"A great storm is like a sunny day to a person of great faith. A gentle wind is like a great storm to a person of great fear."

Matshona Dhliwayo

Seseorang dengan pribadi solutif dan inovatif cenderung memiliki cara pandang berbeda dengan kebanyakan orang. Seperti kata motivator Mario Teguh, "Pribadi yang menarik, melihat hal-hal biasa dari sudut pandang yang tidak biasa baiknya". 

Boleh jadi, ketika terbentur masalah, ada orang yang memilih melihat dari sudut negatifnya saja. Padahal, pikiran negatif malah menghalangi Anda melihat sisi lain dari sebuah permasalahan, yaitu kesempatan. Orang positif akan melihat masalah sebagai tantangan, bukan halangan. 


"Pikiran negatif bisa menandai pikiran Anda dan membuat perbedaan tentang cara Anda menggunakan otak untuk berpikir dan berusaha," ucap Richard Petty, salah satu peneliti dari Ohio State University. 

Ubah perspektif, cari solusi 

Banyak permasalahan bisa selesai atau setidaknya berkurang dengan mengubah sudut pandang. Anggaplah tantangan ini sebagai sebuah benda tiga dimensi. Jika ingin melihat sisi lain, Anda harus memutar, membalikkan, atau mengintip sudut tertentu.

Contoh nyatanya seperti yang dilakukan oleh Wanitarti. Ketika jengah melihat sendiri sampah yang menumpuk dan berbau busuk di tempat tingganya di Depok, Jawa Barat, ia malah tergerak melakukan perubahan. Ibu dua anak ini lalu mendirikan Bank Sampah.  

Bersama beberapa warga lain, Wanitarti mulai melakukan pengolahan sampah sederhana. Ia memilah sampah-sampah dalam kategori organik dan non-organik. Sampah organik dijadikan pupuk kompos, sedangkan sebagian sampah non-organik diolahnya secara kreatif menjadi kerajinan tangan yang bisa dijual. 

Berpikir berbeda 

Realita hidup bisa jadi hal yang sama bagi semua orang. Tapi, tiap individu memiliki kebebasan untuk memilih dari sudut mana mereka akan menerimanya. 

Banyak inovasi lahir justru dari hasil pemikiran ulang hal-hal sehari-hari. Namun, di tangan orang kreatif, hal biasa itu bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Seperti kisah keberhasilan Howard Schultz, salah satu pendiri Starbucks berikut ini.  

Sebelum Starbucks berdiri, tiap pagi masyarakat AS terbiasa mengunjungi kedai-kedai langganannya, tempat mereka akan menuang sendiri kopi pekat ke dalam cangkir. Lalu, agar tak terlalu pahit, mereka manaburkan sedikit krim dan gula. Tak lupa, racikan itu kemudian diaduk menggunakan sedotan plastik tipis berwarna merah. 

Namun begitu, Howard bersikeras membawa keromantisan dan keindahan kedai-kedai kopi Eropa. Awalnya, banyak yang menilai idenya terlalu ambisius dan tidak mungkin. Orang berpandangan, bagaimana mungkin Howard bisa mengubah kebiasaan masyarakat AS yang telah tertanam turun termurun selama berabad-abad lamanya itu? 

Nyatanya, ketika diluncurkan, Starbucks malah mampu mendobrak pasar kopi AS walau berkali lipat lebih mahal karena ditambah racikan kopi eksotis ala Eropa. Masyarakat ketika itu mulai menggandrungi kopi kaya rasa ketimbang kopi "biasa". 

Hal itu segera menjadi gaya hidup baru orang Amerika. Howard akhirnya mampu mengubah tradisi meminum kopi warga AS yang menurutnya "membosankan" itu menjadi lebih berwarna. 

Mengubah kebiasaan dari hal kecil 

Mengubah sudut pandang memang tak mudah, namun bukan tidak mungkin. Hal itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana, dari urusan-urusan kecil yang bahkan kerap dianggap sepele. 

Misalnya, jika sebelumnya Anda terbiasa terlelap sepanjang perjalanan menuju atau pulang dari tempat beraktivitas, gantilah dengan hal baru. Anda bisa membaca buku atau sekedar berita online lewat telepon genggam. Hal ini tentu merupakan kebiasaan baru yang lebih produktif.

Kembali ke reportase... Minggu ini hampir-hampir emosi mimin naik lagi melihat sikap apatis beberapa Spartan. Yang seolah-olah masa bodo dengan keberlangsungan Sparta. Konfirmasi harus menunggu di detik-detik terakhir alias deadline. Kalo bisa cepat mengapa harus dilambat-lambatin? Bisakah sedikit berempati dengan apa yang sudah diperjuangkan admin demi berlangsungnya Sparta? Karena kalian bukan sebagai orang yang hanya numpang mabar di Sparta, tapi kalian adalah pemilik Sparta.

12 orang yang ikutan turnamen mingguan Sparta hari ini, dicapai dengan cara seperti ngemis-ngemis ngajak dan mengkonfirmasi ulang, padahal broadcast juga rasanya sudah lebih cukup. Makanya untuk menghargai loyalitas Spartan yang datang hari ini, kami sepakat untuk kembali menggelar turnamen single setelah turnamen double selesai. Hal ini dilakukan supaya yang lain tidak merasa nyantai-nyantai aja berada di zona nyaman. Dengan digelarnya 2 turnamen sekaligus dalam 1 hari, komposisi ranking bisa berubah naik turun secepat roller coaster.

Turnamen double minggu ini, seperti perkiraan admin dimenangkan oleh unggulan teratas; Christian dan Rinal. Mereka keluar sebagai juara grup A. Di semifinal mereka kembali bertemu dengan rivalnya di grup A, Peter dan Andre. Sebenarnya pasangan Peter dan Andre berkesempatan melaju ke final, karena dari set 1 hinggal pertengahan set ke-2 mereka mampu memimpin perolehan poin secara konstan. Bahkan beberapa kali sempat merenggangkan jarak hingga 5-6 poin. Namun di poin-poin krusial Christian dan Rinal secara ajaib dan tak terkendali mampu menikung perolehan poin Peter dan Andre sekaligus menutup semifinal dengan 42-39.

Hadi M dan Adi Putra bermain dengan baik, mengalahkan lawan-lawannya. Mereka keluar sebagai juara grup B, sementara Joshua dan Iwan  sebagai runner up-nya. Kedua pasangan ini pun kembali bertemu di semifinal. Namun kondisinya berbeda dengan semifinals lainnya. Hadi M dan Adi Putra menang telak 42-24 atas Joshua dan Iwan.

Pertemuan Christian dan Rinal dengan Hadi M dan Adi Putra menyajikan tontonan yang apik dan asyik untuk dilihat. Teknik menyerang, bertahan, pukulan atraktif dan menarik disuguhkan oleh kedua finalis ini. Namun permainan harus berakhur untuk keunggulan pasangan Christian dan Rinal dengan 42-36.

Usai turnamen double, Turnamen single langsung digelar secara estafet. Beberapa kejutan terjadi turnamen single kali ini. Yang keluar sebagai juara kali ini adalah Sardin, yang merupakan pendatang baru di Sparta . Di turnamen double dia seperti tidak bisa berkutik dan harus gugur di penyisihan grup. Tapi di permainan single, dia berjaya dengan mengalahkan beberapa unggulan. Perawakannya yang tidak tinggi tidak menghalangi performanya di lapangan. Stamina dan kakinya yang kuat sangat menunjang kelincahan pergerakan footwork dia di lapangan.

Kejutan lainnya adalah yang menjadi runner up turnamen single kali ini adalah secara ajaib diraih oleh Adi Putra. Dia yang dari R1 bilang sangat lelah dan akan main hanya demi untuk meraih poin R1, yaitu 3600 saja. Tapi pada kenyataannya dia malah merangsek naik babak demi babak dan menyingkirkan lawan-lawannya. 

Jika melihat bagan turnamen single kali ini, tidak bisa dipungkiri pool atas persaingannya memang jauh lebih berat. Beberapa unggulan malah rontok di babak penyisihan, seperti Rinal, Christian dan Hadi M. Dan  di semifinal Andre yang merupakan juara single minggu lalu harus takluk 28-30 di tangan sang juara, Sardin.

Pertemuan Sardin dan Adi Putra di babak final, diluar dugaan tidak menyuguhkan pertandingan antiklimaks. Karena Adi Putra sanggup meladenin permainan Sardin. Adi Putra bermain dengan cerdas,  taktis dan cantik. Sementara Sardin bermain dengan power dan kecepatan. Sardin menutup babak final sekaligus memastikan kemenangannya dengan 30-23. Admin salut kepada Adi Putra, yang dengan segala keterbatasan fisiknya tapi masih mampu bermain ciamik. Bahkan dia berhasil menyandingkan gelar runner up single dan double di turnamen mingguan Sparta kali ini (di hari yang sama). Congratulations Adi Putra!!! Sehat selalu ya!!!

Inilah nama-nama yang berhasil menjadi juara kita kali ini;

JUARA DOUBLE

Juara 1 Christian dan Rinal

Juara 2 Hadi M dan Adi Putra

Juara 3 Peter dan Andre / Joshua dan Iwan


JUARA SINGLE

Juara 1 Sardin

Juara 2 Adi Putra

Juara 3 Andre dan Rizaldi


Dan dibawah ini adalah catatan selengkapanya dari  turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-11 tahun 2021, disertai dengan update ranking dan catatan akumulasi perolehan medali Sparta;

Road to final double

Bagan turnamen double

Road to final single

Bagan turnamen single

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase Sparta kali ini. Tak ada kata terlambat untuk berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Mengubah sudut pandang dalam melihat masalah, dapat menampakkan hal-hal yang lebih indah dalam hidup. Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang bijak, punya empati dan bisa saling menghargai. Sampai jumpa dan Salam olahraga!!!


Minggu, 07 Maret 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 7 Maret 2021

 “The saddest things about betrayal is that is never comes from your enemies, it comes from those you trust the most.”

Unknown

Pengkhianatan bagi setiap orang adalah hal kejam yang tidak pernah mereka inginkan. Terlebih jika pengkhianatan tersebut dilakukan oleh orang kepercayaan, seperti pasangan atau sahabat sendiri.

Namun karena kamu juga tidak bisa mengatur kehidupan orang lain, pengkhianatan menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Dan ketika pengkhianatan tersebut kamu alami, tentunya beragam perasaan negatif perlahan menguasai hati. Imbasnya muncul keinginan untuk membalas perbuatan orang yang mengkhianatimu.


Kalau sudah mulai menyimpan dendam pada mereka yang berkhianat padamu, segera hilangkan perasaan tersebut. Karena dendam hanya akan mengotori hatimu. Kamu bisa melakukan hal lain yang membuat mereka menyesal telah mengkhianatimu. Berikut ini enam cara keren menghadapi penghianatan tanpa mendendam.

1. Bersikap profesional. Minta penjelasan darinya secara baik-baik

Marah boleh saja, itu hak kamu sebagai korban pengkhianatan. Tapi kamu harus tahu kapan waktunya melampiaskan emosi kamu.

Jangan permalukan dirimu sendiri dengan meluapkan semua kekesalanmu pada orang yang berkhianat. Apalagi kalau kamu melakukannya di depan umum. Kontrol emosimu. Ajak orang yang berkhianat itu untuk berbicara baik-baik secara empat mata.

Minta penjelasan darinya atas perbuatan yang telah ia lakukan padamu. Melakukan hal tersebut membuatmu terlihat lebih keren dan profesional.

2. Jaga jarak dengannya tapi jangan buru-buru memutuskan hubunganmu

Kalau usahamu untuk menyelesaikan permasalahan justru tidak disambut baik olehnya, kamu perlu memberinya hukuman. Untuk sementara jangan menjalin komunikasi dengannya, tapi jangan buru-buru memutuskan hubunganmu.

Lihat, apakah dia punya kesadaran untuk menghubungimu dan mengakui kesalahannya atau tidak. Kalau dia tetap bersikukuh tidak memiliki inisiatif untuk menghubungimu lebih dulu, jaga jarak dengannya.

3. Alihkan fokusmu dan berprestasilah

Cara paling kejam membalas pengkhianatan orang lain padamu adalah menjadikanmu lebih baik darinya. Maka dari itu ketika kamu merasa terpuruk dan kepalamu hanya terisi oleh memori tentang pengkhianatan orang lain terhadapmu.

Alihkan konsentrasimu, capailah prestasi. Dengan kamu berprestasi bukankah akan membuat banyak orang bangga padamu?

4. Jalin hubungan dengan lebih banyak orang

Perasaanmu mungkin kacau, kamu merasa kesepian setelah orang kepercayaanmu berkhianat. Untuk mengobati kesepian itu, carilah relasi dan bangun hubungan baru dengan lebih banyak orang.

Jangan biarkan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang kepercayaan, membuatmu takut untuk menjalin hubungan baru dengan orang lain. Hati-hati memang perlu. Tapi bukan berarti kamu harus menutup diri dan menarik diri dari pergaulan.

5. Lakukan hal-hal yang bermanfaat buat dirimu sendiri dan orang banyak

Setelah dikhianati oleh seseorang, yang ada dalam kepalamu mungkin hanya beragam pikiran negatif. Hal tersebut wajar adanya. Tapi jangan biarkan pikiran negatif tersebut menguasai dirimu, yang ada kamu hanya akan melukai hatimu sendiri.

Nah, untuk melawan berbagai emosi negatif yang mengisi hatimu, lakukan hal positif untuk dirimu sendiri dan orang lain. Ikutilah kegiatan sosial seperti menjadi relawan korban bencana alam, atau mengunjungi rumah singgah pengidap kanker. Kamu akan bertemu dengan banyak orang yang lebih menderita darimu.

Dengan begitu beragam emosi negatif yang mengisi jiwamu perlahan akan menghilang. Diganti oleh rasa empati dan simpati setelah kamu melakukan kegiatan sosial. Bukankah melakukan hal yang bermanfaat untukmu dan orang lain akan membuatmu lebih bahagia?

6. Jangan menyimpan dendam. Besarkan hatimu untuk memaafkannya

Kalau dia sudah menyadari kesalahannya dan menyesali perbuatannya, tidak ada salahnya kamu membesarkan hatimu untuk memaafkannya. Walaupun sulit, tapi cobalah untuk mengabaikan kesalahannya yang lalu.

Manusia tempatnya salah dan khilaf. Beri kesempatan pada temanmu untuk berubah dan bantu dia untuk senantiasa membenahi diri.

Pada hakikatnya sebuah pengkhianatan mengajarkan bahwa betapa mahalnya nilai sebuah kesetiaan. Dan ketika kamu dikhianati bukankah kamu merasakan betapa sakit dan pedihnya mengalami hal tersebut.

Untuk itu jangan pernah memiliki niat membalas pengkhianatan dengan pengkhianatan apalagi melampiaskan pada orang lain. Ketika kamu memiliki niat untuk membalas perbuatan orang lain padamu dan kamu menjalankan niatan tersebut, bukankah sama saja kamu menyetujui pernyataan perang batin yang orang lain tujukan padamu.

Sekarang kamu sudah tahu kan, cara keren menghadapi pengkhianatan tanpa mendendam. Jadi, cepatlah ambil tindakan. Jangan biarkan dendam menguasai dirimu ya guys.

“Betrayal doesn’t only break your heart but also darkens your soul. You’ll never forget the pain like a fog that forever lingers in the depths of your mind.”

“Pengkhianatan tidak hanya menghancurkan hati Anda, tetapi juga menggelapkan jiwa Anda. Anda tidak akan pernah melupakan rasa sakit seperti kabut yang selamanya bertahan di kedalaman pikiran Anda."

Dan hal terpenting adalah: JANGAN BIARKAN DIRIMU MENJADI SEORANG PENGKHIANAT. Karena itu menunjukkan kualitas siapa dirimu.

Kembali ke reportase... Turnamen mingguan Sparta edisi Minggu ke-10 tahun 2021 sungguh sangat-sangat memprihatinkan. Bukan hanya karena sedikitnya yang datang, tapi ada beberapa hal yang membuat admin kecewa. sangat-sangat kecewa! 

Tapi bagaimana pun, schedule harus tetap berjalan. Awalnya admin mengusulkan agar turnamen minggu ini ditiadakan saja. Tapi beberapa member setia Sparta bilang: jangan. Sebaiknya turnamen harus tetap berjalan. Bahkan karena waktu masih tersisa banyak, ga ada salahnya digelar 2 turnamen sekaligus: double dan single. Hal ini dilakukan sebagai penghargaan kepada Spartan yang sudah hadir hari ini. Dapat 2 poin berbeda dalam satu hari.

Penentuan juara double hanya melalui pertandingan saling bertemu, siapa yang mendapatkan kemenangan terbanyak dialah yang jadi juaranya. Untuk double kali ini hanya membagikan poin juara dan runner up saja, sisanya mendapatkan poin R1.

Sementara untuk single, turnamennya memakai sistem gugur dengan rally poin 30.

Digelarnya 2 kali turnamen sekaligus dalam satu hari, tentu saja merubah urutan ranking dan perolehan medali Sparta secara signifikan. 

Untuk double, hanya diikuti oleh 4 pasang 

1. Enthus dan Adi Putra

2. Eko P dan Peter

3. Iyan dan Andre

4. Joshua dan Alex

Sebenarnya yang konfirmasi ada 9 orang, namun karena sulitnya mencari pemain penggenap, dan tidak memungkinkannya digelar peserta challange, maka Pak Iha sebagai orang yang terakhir konfirmasi, dengan berat hati  tidak bisa diikutsertakan turnamen.

Secara tak terduga pasangan Enthus dan Adi Putra keluar sebagai juara, menyisihkan unggulan pertama Iyan dan Andre dan unggulan ke-dua Joshua dan Alex. Enthus dan Adi Putra bermain cukup apik dan solid. 

Sementara untuk turnamen single, sesuai dengan prediksi admin. Dimana Andre dan Iyan bertemu dibabak final. Andre berhasil mengumpulkan poin penuh tanpa mengalami satu kali pun kekalahan. Di final dia memupus harapan Iyan menjadi juara single dengan 30-23.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

JUARA DOUBLE

Juara 1 Enthus dan Adi Putra

Juara 2 Iyan dan Andre


JUARA SINGLE

Juara  1 Andre

Juara 2 Iyan

Juara 3 Alex /  Adi Putra

Dan dibawah ini adalah catatan rangkaian turnamen minggu ini;

Result turnamen double

Road to final single


Bagan turnamen single

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Selama hidup masalah memang akan selalu ada. Terkadang bikin kesal, kecewa dan marah. Anggaplah masalah itu seperti riak-riak kecil di samudera luas. Jadilah batu karang yang teguh yang tetap berdiri tegak sekalipun selalu didera ombak dan gelombang. Sekian reportase turnamen mingguan Sparta kali ini. Sampai jumpa!!


Minggu, 28 Februari 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 28 Februari 2021

 "The way to develop self-confidence is to do the thing you fear and get a record of successful experiences behind you." 

William Jennings Bryan

Seseorang bisa dikatakan percaya diri ketika memiliki keyakinan atas kemampuannya sendiri. Namun meningkatkan percaya diri bukanlah kemampuan yang datang dengan sendirinya, melainkan harus dilatih.

Keyakinan pada diri sendiri ini penting untuk kesehatan mental seseorang, lho. Sebab kalau tidak percaya diri, susah meraih kesuksesan dan kebahagiaan personal maupun profesional.

Ketika seseorang percaya atas kemampuan dirinya, akan mudah untuk melakukan sesuatu hal yang baru dan menaruh semua energinya untuk hal tersebut. Misalnya, ketika mendaftar pekerjaan, seseorang akan yakin bahwa dirinya mampu atas semua tanggung jawab yang dibebankan pada posisi yang dilamarnya.

Atau ketika merasa percaya diri akan melakukan presentasi maka akan fokus untuk menyampaikan seluruh materinya kepada audiens dan menampilkan yang terbaik, bukannya malah sibuk mencemaskan keterbatasan dirinya.

Mengacu pada situs Forbes, keterbatasan kerap menjadi pengekang seseorang untuk maju dan ragu mencoba hal baru. Perasaan takut gagal karena merasa kurang mampu diakibatkan tidak adanya percaya diri.

Riset yang dilakukan William James menyebut tidak berkembangnya potensi bukan hanya disebabkan minim kecerdasan dan kesempatan, melainkan karena pesimisme.


Nyatanya, kepercayaan diri tidak didapat begitu saja, melainkan dibangun. Berbekal kepercayaan diri, memperbesar peluang untuk membuka harapan-harapan baru, seperti diterima pekerjaan, terealisasinya keinginan yang belum tercapai, maupun meningkatkan produktivitas.

Berikut 5 hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dilansir dari beberapa sumber.

1) Berpikir positif

Kunci utama dari segala peluang adalah mengenali potensi diri. Dengan mengenali kelebihan yang dimiliki menjadikan tahu tujuan hidup dan sadar potensi lain yang perlu dikembangkan.

Melansir Forbes, langkah utama meningkatkan kepercayaan diri adalah dengan berfokus pada potensi, bukan keterbatasan. Dengan kata lain, kita tahu apa yang penting untuk kita fokus dan kembangkan sehingga tidak terkekang oleh keterbatasan dan kondisi yang tidak mendukung.

Sekalipun menghadapi masa-masa sulit, ingatlah bahwa diri ini merupakan pribadi yang unik, spesial, berharga, dan kamu pantas untuk meraih kebahagiaan atau keberhasilan.

2) Mengenal diri sendiri sebagai langkah awal meningkatkan kepercayaan diri

Sebagaimana mengenali potensi, penting juga mengetahui hal-hal yang menjadi keterbatasan, baik yang berasal dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Mengacu pada situs Inc.com, mengetahui dan mengakui keterbatasan diri adalah bagian penting dari pendewasaan. Dengan mengenali kekurangan diri, kita tahu tempat mana yang sekiranya tak tepat menjadi wadah kita berkarier. Atau justru bisa jadi pemacu untuk mengatasi kekurangan diri.

3) Bayangkan pencapaian dan keberhasilan

Pernah dengar kalimat 'fake it until you make it'? Nah, ini momen tepat bagi Anda menerapkan 'kebohongan' tersebut.

Mengacu pada penelitian Self-confidence and Personal Motivation oleh Roland Bénabou dan Jean Tirole, self-deception atau menipu diri sendiri adalah bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan diri.

Dengan 'tipuan' yang sengaja diimajinasikan itu, seseorang menciptakan gambaran baru pada memorinya, seolah-olah dirinya mampu melakukan hal sebaliknya.

Dengan membayangkan dan yakin atas keberhasilan--meski itu belum terjadi, seseorang bisa menjadi terbiasa sehingga membawa kebiasaan baru. Kebiasaan untuk membangun optimisme bisa melakukan sesuatu.

Turut menekankan pentingnya kepercayaan diri, Roland Bénabou dan Jean Tirole memaknainya sebagai dorongan fundamental manusia. Kepercayaan diri tersebut memengaruhi segala keputusan hidup, bahkan berpengaruh pada kondisi ekonomi.

Contohnya dengan 'berpose', yakni berdiri tegak, mengangkat dagu, dan tersenyum maka akan terlihat percaya diri. Walau awalnya hanya terlihat, lama-lama terbiasa dengan keyakinan semu itu bahwa Anda percaya diri.

Profesor dari Harvard Amy Cuddy menjelaskan keberhasilan pose tersebut meningkatkan kepercayaan diri. Gestur dan struktur fisik atau disebutnya 'Power Pose' mempengaruhi kondisi fisiologis, ditandai dengan pelepasan testosteron yang meningkatkan rasa berani.

4) Lakukan hobi

Cari dan lakukan hobi yang sekiranya bisa membuat tenang dan membantu mengekspresikan emosi. Misalnya ikut kelas yoga, les musik, atau kegiatan seni lainnya. Dengan begitu bisa melepas stres, bahkan meningkatkan kepuasan terhadap diri sendiri ketika bisa melakukan sesuatu hal baru.

5) Jadilah berani

Kesadaran seseorang akan rendahnya kepercayaan diri berpotensi semakin menurunkan kepercayaan diri. Mengatasi itu, Anda tak perlu ragu ambil tindakan proaktif. Kalau merasa sulit untuk percaya diri, jadilah berani. Sebab menjadi berani dan tak malu-malu adalah solusi meningkatkan kepercayaan diri. 

Kembali ke reportase... Turnamen edisi minggu pamungkas di Bulan Februari diikuti oleh 25 orang Spartan. Babak penyisihan grup dibagi menjadi 4 grup. Alex yang sudah gugur di grup A, mendapat 'nyawa tambahan', dia kembali berlaga di grup D bertandem dengan Iyan. Keberuntungan rupanya berpihak kepada Alex, karena dia bisa mengupgrade poin R1 menjadi poin quarterfinal.

Semua pasangan yang lolos sebagai juara grup kali ini, semuanya sukses melaju ke babak semifinal.Sesuai prediksi admin, 3 pasangan unggulan; Rama dan Reza R, Ari A dan Nura Audy, serta Fatoni dan Anton bertengger di bagan semifinal. Satu pasang semifinalis lainnya diisi oleh Christian dan Joshua. Selamat kepada Bang Joshua yang untuk pertama kalinya masuk ke jajaran semifinalis, semoga minggu-minggu berikutnya dapat melaju lebih jauh.

Di babak semifinal Rama dan Reza R membungkam Fatoni dan Anton dengan 42-32. Sementara Ari A dan Nura Audy harus mengarungi pertarungan berdurasi lama dan meguras energi saat melawan Christian dan Joshua. Sekalipun Christian dan Joshua kalah telak 17-42 tapi mereka tidak memberikan poin demi poin dengan mudah. Ari A dan Nura Audy harus beradu rally-rally panjang yang melelahkan, sampai mereka harus beberapa kali break karena kelelahan.

Di babak final rupanya Ari A dan Nura Audy masih merasakan efek pertandingan di babak semifinal yang menguras tenaga, ditambah lagi mereka harus menjalani 3 kali laga di babak penyisihan, plus waktu istirahat yang lebih singkat dari finalis lainnya. Tak heran bila di babak final performa Ari A dan Nura Audy menurun cukup signifikan. Lob-lob mereka banyak tanggung, smash-smash kurang ber-power, dan placing-placing kurang akurat. Dan kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Rama dan Reza R, mulai pertengahan set pertama mereka melesat meninggalkan poin Ari A dan Nura Audy. Set 1 ditutup dengan 21-15. Di set ke-dua Rama dan Reza R, makin solid dan menunjukkan kelasnya. Mereka sempat merenggangkan jarak  hingga 10 poin. Namun Ari A dan Nura Audy tidak tinggal diam, mereka berhasil mengunci poin milik Rama dan Reza R di angka 39. Bahkan mampu menyusul ketertinggalan. Namun perjuangan harus Ari A dan Nura Audy terhenti di poin 38. Rama dan Reza R menutup babak final dengan kemenangan 42-38.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1 Rama dan Reza R

Juara 2 Ari A dan Nura Audy 

Juara 3 Fatoni dan Anton  / Christian dan Joshua

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-9 tahun 2021;

Road to final

Bagan turnamen


Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sampai disini reportase kita. Jika kita tidak percaya sama potensi dan kekuatan diri kita sendiri, apalagi orang lain? So... tetaplah percaya pada diri sendiri, karena itulah kekuatan kita! See you next week!!!





Minggu, 21 Februari 2021

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 21 Februari 2021

"It is better to be high-spirited even though one makes more mistakes, than to be narrow-minded and all too prudent."

Vincent Van Gogh

Memiliki pemikiran sempit tidak lantas membuat seseorang menjadi jahat. Hanya saja, orang-orang dengan pikiran sempit memiliki lingkup pemikiran yang terbatas dan terkadang membuat orang lain gemas dan lelah jika berdiskusi dengan yang memiliki pola pikir seperti ini. Pemikiran yang sempit juga bukanlah kondisi yang permanen dan masih dapat diubah melalui langkah-langkah yang tepat.


Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari bahwa sebenarnya diri mereka memiliki pikiran yang sempit. Untuk itu, perlu dilakukan analisis secara jujur terhadap diri sendiri dan evaluasi. Jika kamu memiliki tanda-tanda di bawah ini, artinya kamu memiliki kecenderungan berpikir secara sempit dan perlu segera berubah.

1. Kamu memiliki kecenderungan untuk menggeneralisasi segalanya

Misalnya, saat kamu baru pertama kali mendatangi suatu tempat, kemudian kamu mendapatkan perlakuan kurang ramah dari satu atau beberapa penduduk asli tempat tersebut, kamu lantas menggeneralisir bahwa semua penduduk di tempat tersebut memiliki sifat yang kurang ramah terhadap pengunjung.

Padahal, individu dan kelompok adalah dua hal yang berbeda, dan kamu tidak bisa menilai suatu kelompok hanya dengan melihat satu individu saja, terlebih jika kamu baru pertama kali mengunjungi tempat tersebut.

2. Kamu tidak bersikap terbuka terhadap ide-ide baru

Seseorang yang berpikiran sempit biasanya tampak konservatif, liberal, dan spiritual di permukaan. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya, orang tersebut seperti hidup di dalam cangkang yang tertutup, yang tidak mau membuka diri terhadap pendapat baru bahkan jika itu didasarkan pada fakta dan kenyataan yang jelas.

3. Kamu memutuskan untuk berhenti berinteraksi dengan orang lain begitu menemukan suatu bagian negatif dari orang tersebut, atau hanya karena satu kejadian

Untuk mengetahui apakah kamu memiliki kecenderungan ini, kamu perlu mengingat-ingat kembali, apakah ada insiden ketika temanmu melakukan suatu hal yang tidak kamu sukai, dan setelahnya hal tersebut membuat hubunganmu dan kawanmu menjadi renggang. Kalau iya, artinya kamu memiliki kecenderungan untuk fokus pada sisi negatif dari orang lain.

4. Kamu membenci siapa pun yang tidak setuju dengan apa yang kamu katakan

Jika kamu ingin semua orang setuju dengan apa yang kamu yakini, artinya kamu perlu lebih banyak bergaul dan main ke tempat yang jauh agar pengalamanmu makin banyak. Perlu kamu ketahui, mayoritas orang memiliki kecenderungan untuk bersikap egois, terlebih dalam mempertahankan pendapatnya sendiri.

Akan tetapi, hal tersebut sudah semestinya disikapi secara wajar dan tidak membuatmu membenci orang-orang yang tidak setuju dengan pendapatmu.

5. Kamu langsung menghakimi suatu hal tanpa melakukan analisis secara keseluruhan

Memiliki penilaian tentang orang, peristiwa, atau suatu hal tanpa alasan yang masuk akal adalah tanda umum dari pikiran yang sempit. Jika kamu memiliki kecenderungan untuk menilai sesuatu dengan sangat cepat, padahal kamu hanya mengetahui sebagian kecil atau permukaannya saja, artinya pikiranmu sudah memiliki kebiasan untuk menduga daripada menganalisis. Orang yang memiliki kebiasaan seperti ini umumnya terbiasa melihat apa pun dengan cara yang sama.

Gimana? Apakah ciri-ciri di atas ada pada kamu? Kalau iya, yuk segera perbaiki agar tidak membuat orang lain menjauh.

Kembali ke reportase... Hey!!! berjumpa lagi di reportase turnamen mingguan Sparta. Reportase kali ini merupakan edisi  tanggal cantik 21022021 :). 

Turnamen mingguan kali ini diikuti oleh 14 orang Spartan. Sebetulnya Hadi M sudah mendaftarkan dirinya untuk berpartisipasi di turnamen mingguan Sparta kali ini, namun beberapa saat kemudian dia cancel, katanya takut tidak keburu karena dia harus ke undangan dulu di daerah Setiabudi.

Juara kali ini sebetulnya tidak difavoritkan akan menduduki podium tertinggi. Mengingat ada beberapa pasangan yang notabene 'biasanya' lebih solid. Pasangan Iyan dan Adi Putra memberikan kejutan dengan menjadi kampiun minggu ini tanpa sekali pun menderita kekalahan. Mereka melibas habis lawan-lawannya tanpa ampun. alias No Mercy!!!

Hasil undian babak semifinal kembali mempertemukan juara dan runner up grupnya masing-masing. Iyan dan Adi Putra kembali bertemu dengan runner up grupnya Eko P dan Rinal. Iyan dan Adi Putra kembali berhasil mengalahkan Eko P dan Rinal dengan poin sama persis 42-33. Sementara Christian dan Andre sukses membalaskan kekalahan mereka di babak penyisihan, sekaligus menghentikan perjuangan sang juara grup B, Fatoni dan Roganda.

Di babak final pasangan Iyan dan Adi Putra mendominasi permainan. Mulai dari set pertama mereka selalu unggul, bahkan unggul jauh. Set pertama ditutup dengan 21-11. Set ke-dua mereka makin 'menggila'. Sementara Christian dan Andre seperti kehilangan fokus. Berkali-kali mereka melakukan unforced error. Berkali-kali pula bola-bola mudah lewat begitu saja di depan mata, tanpa tersentuh. Di set ke-dua rentang selisih poin beberapa kali menjauh, bahkan sempat mencapai 10 poin. Set ke-dua berakhir dengan 42-34 untuk sang juara kita minggu ini Iyan dan Adi Putra. Selamat, Adi Putra!!! Yang sudah mencetak sejarah baru, emas pertama di tahun 2021. Patut diacungi jempol, karena perjuangan dia memang ga mudah.

Result turnamen minggu ini mengubah komposisi Ranking Sparta 2021. Minggu ini Andre berhasil menduduki posisi ranking pertama, menggeser posisi Nura Audy yang harus rela turun ke posisi 2. Minggu depan sepertinya akan terjadi persaingan sengit di posisi ranking elite Sparta.

Inilah nama-nama juara minggu ke-8 tahun 2021;

Juara 1 Iyan dan Adi Putra

Juara 2 Christian dan Andre 

Juara 3 Eko P dan Rinal  / Fatoni dan Roganda

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta, kali ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Semoga kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. See you!!!




Minggu, 14 Februari 2021

Reportase Turnamen Sparta Silverqueen Chocolate Party II, 14 Februari 2021

“What's done is done. What's gone is gone. One of life's lessons is always moving on. It’s okay to look back to see how far you’ve come but keep moving forward.”

Roy Bennett

Trauma masa lalu adalah bagian masa lalu. Saat ini, kita sedang berada di masa kini. Apakah ada manfaat mengingat-ingat masa lalu? Kalau ada manfaat untuk perbaikan silahkan diambil, tetapi kalau hanya untuk menyakitkan saja, buat apa dipegang terus? Segera lepaskan!! Trauma masa lalu yang belum dirasakan selesai oleh kita dan terus dibawa-bawa akan membebani jiwa kita. Kita akan merasa penuh tekanan dan hal ini yang menyebabkan kita menjadi mudah emosi hanya dengan picuan sedikit saja.

Masa lalu dan hal-hal yang terjadi di masa itu memang sering kerap sekali membayangi diri kita sampai hari ini, baik hal-hal yang baik ataupun yang buruk. Iya kan?

Itu sangat wajar karena sebagai manusia, kita mempunyai bagian otak yang menyimpan memori-memori masa lalu. Sehingga, sangat manusiawi jika bayangan-bayangan masa lalu itu tetap ada. Orang sering salah memahami ingin melepaskan atau menghilangkan masa lalu yang kelam dalam kehidupannya. Tetapi pernahkah kita menyadari bahwa dari masa lalu yang kelam itu sebenarnya ada masa-masa indah dalam kehidupan yang terkait? Karena bagaimanapun kehidupan ini saling berhubungan satu sama lain.


Seringkali memang pengalaman tidak nyaman di masa lalu mempengaruhi pandangan kita akan masa kini. Itulah mengapa orang sering menyalahkan masa lalu yang kelam yang membuatnya saat ini tidak berdaya. Tetapi sebenarnya apa yang terjadi adalah kita kadang terlalu enggan melepaskan masa lalu yang kelam itu dari ingatan kita. Dendam, benci dan sakit hati terlalu sayang untuk kita lepaskan sehingga mempengaruhi pemikiran kita. Kita memahami memang tidak terlalu mudah melepaskan rasa sakit hati, benci dan dendam itu, apalagi jika peristiwa yang dialami begitu menyakitkan. Tetapi menahan perasaan negatif itu juga tidak baik buat kesehatan jiwa dan raga. Perasaan benci yang terlalu dalam dan lama juga mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga memudahkan orang itu menderita sakit. Ini yang mungkin perlu dipahami. Seseorang akan mengalami kegoncangan jiwa (penyakit yang dapat menghancurkan kekuatan untuk hidup pada saat ini) jika selalu mengingat-ingat masa lalu serta tragedi-tragedi yang terjadi di dalamnya. 

Hari yang lalu telah berlalu dan itu sudah selesai, jangan lagi kita menganalisanya dan memutar kembali roda sejarah yang kelam, karena kita tidak mendapat manfaat apapun darinya. Malapetaka bagi kita jika kita tidak mampu berinteraksi dengan masa kini, berarti kita telah menyia-nyiakan istana yang indah, kita hanya meratapi bangunan yang telah hancur. Episode dari tragedi masa lalu kini telah berakhir, kesedihan takkan mampu untuk memperbaikinya, sikap apatis dan melankolis tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar, depresi tidak akan pernah mampu mengembalikan masa lalu ke dalam kehidupan kita sekarang, karena masa sesungguhnya sudah selesai dan setiap anak manusia pasti menghadapinya.

Lalu Bagaimanakah Menghadapi Ingatan Masa Lalu Yang Tidak Menyenangkan Itu?

Pertama, harus mampu beradaptasi. Kita harus memandang bahwa masa lalu itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita dan kita menjadi seperti sekarang karena juga andil masa lalu. Kita harus mengubah pandangan dan persepsi kita akan masa lalu itu sebagai sesuatu yang memang terjadi dan sudah selesai.

Kedua, berpikir positif. Salah satu hal yang perlu dilakukan untuk berpikir positif adalah mau belajar dan berusaha. Belajar berpikir positif tidak mudah, perlu usaha karena kecenderungan kita memang lebih banyak berpikir negatif. Setelah belajar, maka pola itu juga harus dipertahankan. Selalu mencoba mengambil sesuatu yang positif dari segala peristiwa adalah cara yang baik untuk melatih pikiran positif karena akan selalu ada makna positif di setiap peristiwa.

Ketiga, milikilah tujuan hidup yang kuat dan jelas. Jika ingin berhasil melampaui dan melupakan masa lampau, siapkan sikap mental yang prima jika tidak ingin melihat lagi cahaya masa lalu, sebab sesungguhnya masa lalu itu berada pada sisi yang paling gelap dalam relung-relung kalbu. Karena itu tutuplah rapat-rapat pintu masa lalu kita yang kelam, jangan biarkan bayangan mimpi buruk masa lalu mengganggu hidup masa kini, jangan biarkan pikiran kita dikuasai bayang-bayang kenangan pahit masa lalu yang tidak akan pernah dicapai kembali. Selamatkanlah diri kita dari bayang-bayang masa lalu yang menghantui.

Keempat, move on. Kita hidup untuk masa ini, banyak orang yang mengalami masa lalu yang buruk dan bisa memiliki masa depan yang cerah saat ini. Hal itu karena mereka mampu memandang masa lalu adalah hal yang sudah terjadi dan menjadi cambuk untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik hari ini. Kita masih muda dan perjalanan hidup masih panjang. Saat ini, pilihan ada di tangan kita, apakah akan terus memikirkan masa lalu yang sudah berlalu atau memikirkan masa kini (here and now) untuk menjadi orang yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Kelima, jangan diingat terus menerus. Jika memang masa lalu itu hanya menjadi kenangan menyakitkan, janganlah dibawa-bawa dan diingat terus.

Coba pahami lebih baik, jika tidak mampu sendiri maka mintalah bantuan orang yang dipercaya atau profesional di bidang kesehatan jiwa. Terkadang perspektif yang berbeda dari orang akan sangat membantu melihat sesuatu yang mulanya kita anggap mengganggu.

Semoga bisa segera menyongsong masa kini yang lebih baik lagi.

Kembali ke reportase... Turnamen mingguan kali ini, dibuat sedikit spesial, berupa turnamen Silver Chocolate Party II. Tanpa bertujuan merayakan Valentine Day juga sih, tapi lebih ke memanfaatkan moment dimana harga coklat lagi diskon dimana-mana he he he... Mengingat turnamen  Silverqueen Chocolate Party sebelumnya cukup disambut antusias, ga ada salahnya dong untuk dibuatkan sequel-nya :)


Turnamen kali ini diikuti oleh 20 orang Spartan. Sebetulnya yang ikutan itu 21 orang. Hal ini terjadi karena Roganda mengalami cidera  saat main di laga pertamanya di babak penyisihan grup, sehingga dia harus retired. Posisi Roganda lalu digantikan oleh Tessa sebagai rekan tandom Rizaldi. 

Jika dilihat dari drawing, grup A terlihat sedikit lebih berat dibandingkan dengan grup B. Grup A harus menentukan runner up grupnya  melalui penghitungan selisih poin dari 3 pasangan, yaitu Adi Putra dan Agus SP, Rizaldi danTessa, serta Iyan dan Alex. Dan akhirnya yang lolos sebagai runner up grup A adalah Adi Putra dan Agus SP. Sementara yang menjadijuara grupnya adalah Rama dan Rinal, yang berhasil menyapu bersih lawan-lawannya dengan kemenangan penuh.

Di grup B didominasi oleh 2 pasangan, yang sama-sama mengantongi 3 kali kemenangan dan 1 kali kekalahan. Penentuan juara grup dan runner di grup B pun harus ditentukan melalui penghitungan selisih poin. Aditya M dan Dany unggul selisih poin atas Christian dan Handeqi. Mereka berbagi tempat sebagai juara dan runner up grup B.

Hasil drawing semifinal kembali mempertemukan para kompetitor di masing-masing grup. Rama dan Rinal untuk kedua kalinya sukses mengalahkan Adi Putra dan Agus SP, dan melaju ke babak final. Sementara Aditya M dan Dany berhasil membalaskan kekalahan mereka di babak penyisihan grup dari Christian dan Handeqi. Dibabak penyisihan mereka kalah 39-42, namun di semifinal mereka unggul 42-34.

Di babak puncak, yaitu final turnamen minggu ini, Aditya M dan Dany secara mulus mentahbiskan diri mereka sebagai jawara turnamen Mingguan Sparta edisi minggu ke-7 tahun 2021. Setelah mengalahkan Rama dan Rinal dengan 42-34. Dari babak pertama Rama dan Rinal nampak banyak melakukan unforced error. Serangan smash-smash keras dan drive-drive cepat mereka, kerap kali mampu dimentahkan oleh Aditya M dan Dany. Babak pertama ditutup dengan 21-17 untuk keunggulan Aditya M dan Dany. Dibabak kedua rupanya Rama dan Rinal masih bermain dengan pola permaianan yang sama dan tidak mengganti taktik permainan sama sekali. Sehingga mereka secara simultan tertinggal jauh, bahkan pernah tertinggal hingga 12 poin. Beberapa kali mendekat, namun kembali tertinggal lagi. Sampai final berakhir dengan 42-34 untuk kemenangan Aditya M dan Dany.

Inilah nama-nama Juara minggu ini, yang sekaligus berhak membawa hadiah Coklat Silverqueen;

Juara 1 Aditya M dan Dany

Juara 2 Rama dan Rinal

Juara 3  Adi Putra dan Agus SP / Christian dan Handeqi

Dan dibawah ini adala catatan selengkapnya dari result turnamen kali ini, disertai dengan update ranking dan akumulasi perolehan medali hingga minggu ke-7;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Pada kesempatan kali ini tak lupa admin mengucapkan terimakasih kepada Handeqi yang sudah jauh-jauh datang dari Purwokerto dan mampir ke Sparta untuk turut berlaga.

Sekian reportase kita kali ini, sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Tetap sehat, tetap semangat. Salam olahraga!!!