Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label bersama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bersama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2025

Reportase Friendly Match Sparta VS Bintang Harapan Bekasi Minggu, 14 Desember 2025

“Friendship is the hardest thing in the world to explain. It's not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything.”

Muhammad Ali


Minggu siang, 14 Desember 2025 SPARTA kedatangan teman-teman SUDIRMAN BADMINTON SQUAD dari Garut, yang lebih familiar disebut SBS. Seperti biasa, kedatangan tamu dengan agenda Friendly Match. SPARTA VS SBS merupakan friendly Match jilid ke-3. Yup!! SBS dalam 3 tahun terakhir setiap Bulan Desember bertandang ke Markas SPARTA.

Saat admin tiba di GOR, sudah ada Pak Heri yang tiba paling duluan di GOR ABA. Dia datang seorang diri karena dia tinggal di Soreang. Dari team Sparta sudah ada Peter, Faisal, Hizkia Ken, Fathur, Odod, Rahmat, Fatoni, Noval, Jefin dan Fery saat rombongan mobil pertama team SBS tiba di GOR ABA. Untuk menghemat waktu acara Friendly Match pun dimulai, tanpa harus menunggu seluruh squad dari kedua team lengkap. Benar saja, untung Friendly Match dimulai dengan orang-orang yang sudah tiba duluan. Sebuah keputusan yang tepat karena 3 mobil lainnya, rombongan dari SBS Garut terjebak macet. Mereka baru tiba di GOR ABA pada pukul 14.30!.

Dalam acara Friendly Match kali ini, banyak Spartan yang absen. Bahkan beberapa orang yang sudah konfirmasi akan hadir, cancel mendadak. Jadilah squad SPARTA dengan materi pemain 14 orang saja. Sementara dari team SBS Garut memboyong 16 orang plus membawa official dan team horenya.

Mengingat schedule acara Friendly Match. SPARTA VS SBS waktunya diperhitungkan akan sangat molor, karena Team SBS terkendala macet. Maka diputuskan kalo minggu ini, TUrnamen Mingguan Sparta edisi minggu terakhir ditiadakan. Dengan pertimbangan sudah tidak akan mengubah komposisi TOP 16 lagi. Berbeda bila  Aciel hadir, karena dia membayang-bayangi posisi Dena ZM yang belum benar-benar aman di TOP 16. Dena ZM sendiri berhalangan hadir karena dia harus mewakili kampusnya berlaga di turnamen yang digelar di Kota Malang.

Setiap Spartan rata-rata turun 3-4 kali bertanding. Hari yang sangat melelahkan. Untunglah tidak dilanjut dengan Turnamen Mingguan Sparta. Karena fisik para Sparta sudah terkuras habis

Sebanyak 22 partai selesai dimainkan. Materi pemain dari team SBS kali ini, relatif lebih baik daripada saat Fiendly Match tahun 2023 dan 2024. Sekalipun Sparta menang telak 17-5, tapi banyak partai yang harus diselesaikan dengan sangat menguras tenaga. banyak pertandingan berjalan super ketat dan berakhir dengan skor menang tipis. Berikut adalah catatan singkat dari result Friendly Match. SPARTA VS SBS jilid ke-3;







Tak lupa acara Friendly Match kali ini diabadikan dengan foto bersama,


Buat para TOP 16, siapkan fisik dan mental untuk berlaga di Turnamen Best of The Best Sparta tahun 2025. Rebut gelarnya dan adilah yang terbaik.

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya..


Minggu, 26 Oktober 2025

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 26 Oktober 2025

 “Life's trials will test you, and shape you, but don’t let them change who you are.”

Aaron Lauritsen


Cobaan hidup memang tak pernah mudah, tapi tak jarang justru membentuk karakter seseorang menjadi lebih kuat. Ada orang yang luluh lantak karena ujian, tapi tak sedikit pula yang justru bangkit lebih tegar. Proses ini tak instan dan seringkali menyakitkan, namun di balik rasa sakitnya tersimpan pelajaran berharga.

Mental yang kuat biasanya lahir dari tantangan yang berat. Jika kamu merasa hidupmu penuh cobaan akhir-akhir ini, bisa jadi kamu sedang dibentuk jadi pribadi yang tangguh. Cek tujuh tanda berikut ini, bisa jadi kamu termasuk orang yang makin kuat karena ujian hidup.

1. Kamu tidak panik saat menghadapi masalah

Seseorang yang terbiasa menghadapi ujian hidup cenderung lebih tenang dalam bertindak. Mereka tahu bahwa kepanikan hanya akan memperkeruh keadaan dan memperbesar masalah. Ketenangan adalah hasil dari latihan mental dan pengalaman menghadapi situasi sulit.

Kamu tidak langsung bereaksi emosional atau membuat keputusan gegabah. Sebaliknya, kamu akan mengambil waktu sejenak untuk menganalisis dan memahami situasi sebelum bertindak. Ini adalah tanda bahwa mentalmu sudah terbentuk dengan baik.

2. Kamu belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya

Orang yang kuat mentalnya tahu bahwa setiap kegagalan adalah kesempatan untuk tumbuh. Mereka tak larut dalam penyesalan, melainkan menjadikannya bahan evaluasi diri. Proses ini menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi hidup.

Kamu tak lagi menyalahkan keadaan atau orang lain atas kegagalanmu. Sebaliknya, kamu mencari apa yang bisa diperbaiki dari dirimu sendiri. Sikap ini menandakan bahwa cobaan hidup telah menjadikanmu lebih bijak.

3. Kamu lebih bisa mengendalikan emosi

Emosi negatif seperti marah, sedih, atau kecewa memang manusiawi. Namun, kemampuan mengelolanya adalah ciri khas dari mental yang kuat. Kamu tidak mudah terbawa perasaan dan tetap rasional dalam bertindak.

Cobaan hidup membuatmu paham bahwa meluapkan emosi tidak selalu menyelesaikan masalah. Justru dengan bersikap tenang dan objektif, solusi akan lebih mudah ditemukan. Ini membuktikan bahwa kamu tidak lagi dikuasai oleh emosimu sendiri.

4. Kamu punya empati yang tinggi terhadap orang lain

Setelah merasakan sendiri bagaimana beratnya hidup, kamu jadi lebih peka terhadap kesulitan orang lain. Kamu tak mudah menghakimi karena tahu setiap orang punya perjuangan masing-masing. Pengalaman pahit membuatmu lebih manusiawi.

Empati ini bukan sekadar rasa kasihan, tapi mendorongmu untuk bertindak nyata membantu. Entah dengan mendengarkan curhat teman atau memberi dukungan kecil, kamu ingin meringankan beban orang lain. Ini menunjukkan bahwa mentalmu telah tumbuh menjadi lebih matang dan peduli.

5. Kamu lebih tangguh ketika dihujat atau dikritik

Dulu mungkin kamu mudah sakit hati jika mendapat komentar negatif. Tapi sekarang, kamu bisa menyaring mana kritik yang membangun dan mana yang tak perlu ditanggapi. Ujian hidup membuatmu kebal terhadap omongan orang yang tidak penting.

Kamu tak lagi sibuk membuktikan diri kepada semua orang. Fokusmu adalah pada pengembangan diri, bukan mencari validasi. Kemampuan ini hanya bisa dimiliki oleh orang yang mentalnya sudah terlatih oleh cobaan.

6. Kamu mampu melihat sisi positif dari situasi sulit

Alih-alih meratapi nasib, kamu justru mencoba mengambil hikmah dari setiap kejadian. Ini bukan berarti kamu menolak realita, tapi kamu memilih untuk tidak terpuruk. Cara pandang ini membuatmu tetap optimistis meski situasi tak ideal.

Kamu percaya bahwa segala sesuatu terjadi bukan tanpa alasan. Bahkan rasa sakit sekalipun bisa mengajarkan makna hidup yang mendalam. Sikap ini membuktikan bahwa kamu sudah melalui banyak proses pendewasaan.

7. Kamu tahu bahwa bertahan juga bentuk keberanian

Tidak semua perjuangan harus terlihat heroik. Kadang, cukup dengan tetap hidup dan berfungsi di tengah luka pun sudah luar biasa. Kamu sadar bahwa bertahan di saat sulit adalah bentuk keberanian yang layak diapresiasi.

Ketika orang lain menyerah, kamu tetap melangkah meski tertatih. Kamu tak perlu menjadi sempurna, yang penting tidak berhenti mencoba. Ini adalah salah satu ciri paling kuat dari mental yang terlatih oleh ujian hidup.

yang kuat bukan sesuatu yang lahir begitu saja, tapi hasil dari proses panjang menghadapi berbagai cobaan. Setiap tantangan yang kamu lalui meninggalkan jejak, membentukmu menjadi sosok yang lebih tahan banting. Jadi, kalau hidupmu terasa berat belakangan ini, mungkin itu pertanda kamu sedang tumbuh lebih kuat dari sebelumnya.

                  -----oooOOOooo-----


Life was indeed unpredictable, Hidup memang sulit ditebak. Sama seperti hari ini, Minggu, 26 Oktober 2025. Di penghujung Bulan Oktober ini, hingga pukul 10.00 WIB, list yang konfirmasi akan datang baru hanya beberapa orang saja. Tapi setelah admin mandi dan siap berangkat, bahkan di tengah perjalanan menuju GOR ABA, admin masih menerima rentetan Spartan yang menyatakan akan bergabung di Tourney kali ini.

Dari hasil drawing tourney kali ini, admin memprediksi ada 4 pasangan sebagai unggulan terata minggu ini. Mereka adalah: Odod dan Fatoni, Herman dan Faisal R, Rigel dan Sidik, lalu yang terakhir ada Fathur dan Soca. 

Sesuai dengan prediksi admin keempat pasangan di atas, semuanya lolos ke babak quarterfinal dan bahkan keempat-empatnya mengisi bagan semifinal. 

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak quarterfinal;

Grup A, Juara grup: Odod dan Fatoni, runner up grup: Jaja dan Yudi H

Grup B, Juara grup: Rigel dan Sidik, runner up grup: Herman dan Faisal R 

Grup C, Juara grup: Peter dan Rama Dhany, runner up grup: Imong dan Noval

Grup D Juara grup: Fathur dan Soca, runner up grup: Dumai dan Rizaldi 

Hasil pengundian untuk babak quarterfinal, tak ada yang saling bertemu dengan sesama pesaing grupnya. Rigel dan Sidik yang bertemu dengan Dumai dan Rizaldi berhasil memenangi laga quarterfinal dengan skor 42-33. Peter dan Rama Dhany yang merupakan juara grup C, bertemu dengan Herman dan Faisal R, berhasil dihentikan langkahnya oleh lawannya dengan skor telak 42-23.  Odod dan Fatoni yang berhadapan dengan Imong dan Noval, menang tipis 42-40 atas lawannya. Pada bagan paling bawah ada laga Fathur dan Soca VS Jaja dan Yudi H. Laga ini dimenangkan oleh Fathur dan Soca dengan 42-36.

Pada bagan atas babak semifinal, Rigel dan Sidik kembali bertemu dengan runner up grupnya Herman dan Faisal R. Namun hasil yang berbeda terjadi. Herman dan Faisal R yang dibabak penyisihan kalah 39-42 dari Rigel dan Sidik. Di babak semifinal sukses membalaskan kekalahan di babak penyisihan. Laga semifinal dimenangkan oleh Herman dan Faisal R dengan skor 42-32

Pada bagan bawah, pertemuan Odod dan Fatoni VS Fathur dan Soca, Pertarungan sengit tak terelakan. Namun saat kedudukan sama kuat 36-36, Betis kaki kanan Soca mengalami kram. Kondisi ini menyebabkan langkah pasangan Fathur dan Soca harus terhenti dan dinyatakan retired. Dengan demikian Odod dan Fatoni yang berhak melaju ke babak final.

Yang menjadi finalis di tourney mingguan Sparta edisi minggu ke-37 saling berhadapan Herman dan Faisal R VS Odod dan Fatoni. Set pertama dibuka dengan soft. Namun selanjutnya Odod dan Fatoni.mendiminasi permainan. Odod dan Fatoni yang keduanya sama-sama merupakan playmaker bermain sangat padu. Buangan bola-bola mereka sering menyulitkan lawannya. Odod dan Fatoni leading, bahkan hingga set pertama berakhir mereka masih mempimpin dengan 21-13.

Pada awal set ke-2 tak ada perubahan strategi yang signifikan dari kedua finalis. Odod dan Fatoni  masih cukup solid menjaga rentang skor yang cukup jauh. Beberapa kali unforced error dari Herman dan Faisal R turut menyumbang banyak perolehan poin Odod dan Fatoni. Di pertengahan set ke-2, Herman dan Faisal R nampak tancap gas. mereka berhasil memperoleh poin beruntun. Namun perolehan poin itu hanya berhasil sedikit mempersempit jarak skor tapi tak cukup untuk menyamakan kedudukan. Odod dan Fatoni akhirnya berhasil menutup final minggu ini dengan skor 42-37.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 26 Oktober 2025;

Juara 1 Odod dan Fatoni

Juara 2 Herman dan Faisal R

Juara 3 Rigel dan Sidik / Fathur dan Soca

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-37 tahun 2025;

Road to final


Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Frasa "terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk" adalah kutipan terkenal dari Tan Malaka, yang bermakna bahwa setiap rintangan, kegagalan, atau kesulitan adalah proses yang membentuk dan memperkuat karakter seseorang, membuatnya menjadi lebih tangguh dan kuat. Kutipan ini mengajarkan bahwa perubahan dan pertumbuhan sering kali membutuhkan ketahanan dan pengalaman melalui berbagai tantangan dalam hidup. 

Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya..









Minggu, 10 Agustus 2025

Reportase Friendly Match SPARTA VS CAIRO BADMINTON CLUB Jakarta dan Turnamen Mingguan Sparta, 10 Agustus 2025

"That’s what learning is, after all; not whether we lose the game, but how we lose and how we’ve changed because of it, and what we take away from it that we never had before, to apply to other games. Losing, in a curious way is winning."

Richard Bach


Minggu siang 10 Agustus 2025, SPARTA kedatangan tamu CAIRO BADMINTON CLUB dari Jakarta. Mereka berkunjung ke markas SPARTA dalam rangka pertandingan persahabatan. Acara ini diinisiasi oleh Mahmud admin CAIRO BADMINTON CLUB. Sebenarnya ide acara ini sudah tercetus beberapa bulan lalu, namun baru terwudud di minggu ke-2 bulan Agustus 2025 ini.


Hari minggu yang cerah dan terik. Pada pukul 13.00 Teman-teman dari CAIRO BADMINTON CLUB baru tiba di GOR ABA. Cukup telat memang, hingga menyebabkan 4 laga yang seharusnya bisa digelar di 60 menit pertama, tidak bisa dipertandingkan. Jarak yang jauh dari penginapan mereka di Bukit Dago, ditambah dengan kemacetan lalulintas, membuat team CAIRO BADMINTON CLUB tidak bisa datang tepat waktu. Tapi kami cukup respek karena CAIRO BADMINTON CLUB skip acara makan siang mereka demi bisa tiba di GOR ABA dengan lebih cepat. 


10 partai laga persahabatan akhirnya bisa dituntaskan dengan skor 2-8 untuk keunggulan team CAIRO BADMINTON CLUB.  Harus diakui secara skill dan materi perorangan CAIRO BADMINTON CLUB masih diatas rata-rata squad SPARTA. Malah 4 orang diantaranya memiliki skill yang jauh diatas rata-rata, termasuk coach-nya yang ikut bertanding, tampil sangat impresif. Secara keseluruhan level D/E CAIRO BADMINTON CLUB diatas level D/E  standar Bandung pada umumnya. Berbeda dengan leveling Jakarta yang biasanya 1 level dibawah Bandung, Leveling pemain CAIRO BADMINTON CLUB kebalikannya,  yaitu 1 level diatas standar Bandung.  

SPARTA yang tidak tampil full team karena beberapa pemain terbaik dan merupakan andalah Sparta absen di acara Friendly Match kali ini, turut berpengaruh dengan hasil akhir acara pertandingan persahabatan kali ini. Kemenangan memang bukanlah tujuan utama dari sebuah Friendly Match, melainkan terjalinnya tali silaturahmi dan persaudaraan dengan sesama komunitas badminton. 

Setelah 10 partai pertandingan persahabatan di gelar, dilanjutkan dengan laga 4 pasangan best of the best dari kedua belah pihak, yang lagi-lagi dimenangkan oleh CAIRO BADMINTON CLUB.


Berikut ini adalah dokumentasi dari 10 laga Friendly Match, SPARTA VS CAIRO BADMINTON CLUB;











Demikian sekilas tentang acara Friendly Matc SPARTA VS CAIRO BADMINTON CLUB Jakarta, 10 Agustus 2025.

                  -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase.... Acara Friendly Match diakhiri pada pukul 15.30 dan beralih ke  agenda Turnamen Mingguan Sparta. Setelah minggu lalu Turnamen Mingguan Sparta tidak digelar alias diliburkan, karena adminnya sedang ada keperluan dan tidak ada yang bersedia menghandel.  Jadi minggu lalu acaranya hanya mabar biasa.

Mengingat waktu yang terbatas, maka turney kali ini dibuat lebih simple dengan menggunakan sistem gugur. Deiikuti oleh 20 orang peserta.

Dari hasil drawing, ada 4 pasang yang admin unggulkan. Mereka adalah; Desta dan Faisal R,  Reza A dan Rama Dhany, Odod  dan Atep, lalu yang terakhir ada Herman dan Edo. Tapi yang terjadi sungguh diluar perkiraan. Dari 4 pasang unggulan diatas, 2 pasangnya justru rontok di laga awal mereka. Pasangan unggulan yang gagal melangkah ke babak berikutnya ada Odod  dan Atep disusul oleh Herman dan Edo. Sementara 2 pasangan lainnya yang berhasil melaju ke babak berikutnya adalah Desta dan Faisal R, didampingi oleh Reza A dan Rama Dhany.

Langkah Desta dan Faisal R sangat mulus, Mengalahkan semua lawannya di R1 hingga semifinal dengan skor telak. Berbeda dengan Reza A dan Rama Dhany yang harus melalui pertandingan yang ketat dan melelahkan, sebelum sampai di babak final.

Sesuai dengan perkiraan admin. Babak final mempertemukan  Desta dan Faisal R VS Reza A dan Rama Dhany. set pertama dibuka dengan laga ketat saling susul menyusul poin. Pertandingan sungguh sangat imbang, tapi hanya berlangsung hingga 2/3 set pertama. karena  setelah  menyamakan skor 14-14, pasangan ini melesatkan perolehan poinnya dan leading. Set pertama ditutup dengn 21-17 untuk keunggulan sementara pasangan Desta dan Faisal R.

Pada awal set ke-2 terlihat ada perubahan cukup signifikan pola permainan Reza A dan Rama Dhany. Dengan cepatnya mereka berhasil menyamakan kedudukan 24-24. Tapi lagi-lagi permainan solid dan rapi dari Desta dan Faisal R berhasil meredam perlawanan Reza A dan Rama Dhany. Setelah itu Desta dan Faisal R makin mendominasi permainan. Perolehan poin Reza A dan Rama Dhany terkunci di angka 31. Hingga babak final berakhir dengan skor 42-31 untuk kemenangan Desta dan Faisal R.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 10 Agustus 2025;

Juara 1 Desta dan Faisal R

Juara 2 Reza A dan Rama Dhany.

Juara 3 Sidik dan Hizkia Ken / Noval dan Rizaldi

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-26 tahun 2025;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta


Quotes dari John C. Maxwell, Sometimes You Win--Sometimes You Learn: Life's Greatest Lessons Are Gained from Our Losses. Sekian reportase kali ini, Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...







Minggu, 11 Mei 2025

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 11 Mei 2025

“All good is hard. All evil is easy. Dying, losing, cheating, and mediocrity are easy. Stay away from easy.”

Scott Alexander


Di sebuah perusahaan, sekelompok orang tengah berbangga hati karena proposal proyek yang mereka garap memenangkan tender. Menurut mereka, proposal yang dikerjakan sangat bagus dan menarik. Dalam kondisi seperti ini, siapa sih yang tidak ingin dipuji oleh atasan? 

Ketika secara antusias melaporkan kesuksesan mereka kepada pimpinan, sang pimpinan hanya berkomentar bahwa kualitas proposal dan perencanaan yang mereka buat memang telah memenuhi kriteria pelanggan dan kebutuhan pasar. Namun, Pak Direktur lebih lanjut mengatakan bahwa proposal itu tidak istimewa dan belum memenuhi standar dirinya. Tim pembuat proposal lemas. Seketika muncul gerutuan di antara mereka, “Mengapa sih kerja kita tidak dihargai pimpinan?”, “Mengapa pimpinan kita tidak ada puas-puasnya?”. 

Dalam situasi ini, seorang manajer berkomentar, menyetujui pendapat pimpinan perusahaan: ”Rasanya kita memang tidak boleh cepat puas dengan standar kerja yang biasa-biasa saja. Standard of excellence kita harus lebih tinggi dari tuntutan perusahaan, atasan, dan pelanggan. Hanya dengan mencanangkan standar tinggi dan mendera diri untuk berkinerja sangat-sangat baik, kita bisa kompetitif.” 

Kalau direnungkan lagi, kita semua pasti setuju bahwa memang sulit untuk bersaing bila kinerja kita biasa-biasa saja. Kita segera akan dilindas oleh orang yang berkinerja sedikit lebih baik saja. Hanya dengan lari jauh di depan dan berkinerja sangat baik, kita bisa menarik pelanggan tanpa harus “berdarah-darah” berkompetisi dengan yang lain. Dengan berprestasi sedang-sedang saja, bagaimana mungkin kita bisa menciptakan bahasa programming yang canggih? Tanpa standard of excellence yang tinggi, mana mungkin tercipta teknologi I-Mac atau VW Beetle yang bisa bertahan puluhan tahun? 

Jika kita tidak memasang standar tinggi dan mendera diri untuk melampaui standar yang ada, bagaimana bisa kita membuat terobosan dalam produk, servis, dan prestasi yang bisa mengharumkan nama bangsa? 

Anti "biasa-biasa saja"      

Seorang teman berkomentar, tentu saja semua orang ingin berprestasi prima. Tidak sedikit orang yang berupaya keras untuk mencapai prestasi terbaik. Tantangan kita sebenarnya adalah kinerja yang tidak stabil, alias turun-naik. Disadari ataupun tidak, kita sering kali menoleransi kesalahan, membiarkan kesalahan terjadi berulang kali, dan menganggap bahwa kesalahan adalah hal yang “manusiawi”. Padahal, suatu produk atau jasa baru bisa disebut excellent bila ia sempurna 100 persen. Bagaimana kalau kita menoleransi ada 1 persen saja kejadian malapraktik dalam operasi bedah di rumah sakit? Jika setiap pekan terjadi 500.000 operasi di seluruh dunia, berarti kita menoleransi 5.000 kejadian malapraktik. Bukankah hal ini sangat membahayakan? Itu sebabnya, kita tidak bisa menoleransi kinerja yang tidak konsisten, tidak stabil atau on-off.

Saya merasa surprised saat seorang dokter yang saya kunjungi minggu lalu menelepon dan menanyakan apakah obat yang ia berikan mempan atau tidak? Sikap terkejut dengan standard of excellence orang lain sebetulnya sama dengan sikap kita yang longgar dan cenderung memaafkan diri sendiri terhadap mutu kinerja kita yang tidak sempurna. Bila kita benar-benar ingin menonjol, excellence harus menjadi gaya hidup dan sikap dalam semua aspek hidup kita. Bagaimana kita bisa mencapai ambisi untuk berprestasi prima di bidang olahraga, jika kita tidak merasa bersalah bila menunda waktu latihan? Saat sudah mencapai suatu keberhasilan, bukankah banyak orang yang merasa marah atau kesal bila ia dikritik oleh orang lain? Padahal, excellence adalah mindset dan sikap proaktif, di mana kita tidak cepat puas dengan keberhasilan kita, senantiasa berusaha melakukan kritik diri sebelum dikritik orang lain, dan selalu waspada terhadap berkurangnya mutu kinerja kita. Kita lihat bahwa kesulitan untuk mempertahankan sikap tersebut terutama berada di dalam diri kita sendiri.

Berbeda secara signifikan 

Ratusan, bahkan ribuan orang, mengikuti kontes putri kecantikan atau ajang pencarian bakat yang sedang menjamur. Apa yang membuat seorang kontestan terpilih dan mengalahkan kontestan yang lain? Jawabannya hanya satu: excellence! Seorang putri kecantikan sudah pasti tidak bisa sedikit gendut, atau sedikit pendek, atau sedikit bodoh ataupun sedikit tidak berkepribadian. Dia harus memiliki semua komponen dengan ciamik dan dramatik. Barulah ia bisa menonjol dan dibedakan dari pesaingnya. 

Secara personal maupun profesional, bila kita sudah terbukti berbeda dan memiliki tingkat excellence yang tidak bisa “digoyang”, kita tentu tidak lagi perlu lelah-lelah memasarkan diri. Itulah sebabnya, setiap individu maupun organisasi perlu berpikir dua kali bila di dalam misinya tidak tercantum keinginan untuk mencapai tingkat kinerja yang sangat-sangat baik. Kita perlu memerangi sikap toleransi terhadap kondisi sedang, biasa-biasa, atau mediocre. Tom Peters, seorang ahli manajemen yang sangat berobsesi pada sikap dan keyakinan mengenai excellence, dalam buku terbarunya berjudul The Little BIG Things, mengemukakan, “Excellence is sooo….cool! Let’s punish mediocre success”.

Bagaimana memerangi mediocre? Langkah pertama adalah mengidentifikasi kondisi yang baik, tetapi belum bisa diacungi dua jempol. Misalnya, dalam sebuah restoran, pengunjung berkomentar, ”Yah..., lumayan. Makanannya segar, tapi rasanya tidak bisa dibilang spesial.” 

Kondisi inilah yang perlu kita anggap sebagai titik awal upaya perbaikan kita. Kita tidak boleh ragu untuk menggeser standar kualitas ke tingkat terbaik, tanpa kompromi. Standar memang diciptakan untuk digeser-geser. Standar memang digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan tingkat konsistensi kita. Pribadi atau lembaga yang mengejar standard of excellence biasanya lebih action oriented, dekat dengan pelanggan, tidak birokratis, berjiwa muda, penuh rasa ingin tahu, dan ceria. Jadi, standard of excellence menjadi bagian dari keseharian dan tidak menciptakan stres.

                   -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase.... Minggu 11 Mei 2025 dengan cuaca panas terik, tak menghalangi semangat para Spartan untuk meramaikan tourney Mingguan Sparta edisi minggu ke-14. Acara Tourney lumayan agak molor beresnya, dikarenakan banyak yang datang terlambat.

Dari hasil proses pengundian, admin dengann yakin memasukkan pasangan Iwan dan Fani sebagai pasangan terkuat minggu ini. Dan punya kans yang paling tinggi untuk menjadi jawara minggu ini. Untuk pasangan-pasangan lainnya, admin menilai sangat rata. Jadi semua pasangan minggu ini mempunyai kesempatan yang sama untuk bisa melaju ke babak berikutnya.

Penentuan juara dan runner up grup A, harus diakhiri dengan melakukan penghitungan selisih poin antara pasangan Hizkia Ken dan Dumai dengan Fathur dan Peter, karena kedua pasangan ini sama-sama mengantngi 2 kali menang dan 1 kali kalah. Dari hasil penghitungan selisih poin,  Hizkia Ken dan Dumai yang memiliki selisih poin +4, berhak menjadi juara grup. Sementara Fathur dan Peter harus puas menjadi runner up grup dikarenakan hanya mengantongi selisi poin -1. Begitu pula untuk menentukan posisi ke-3 dan ke-4 di grup B harus dituntaskan dengan menghitung selisih poin, dikarenakan kedua pasangan mengantongi 1 kali menang dan 2 kali kalah.

Pada grup B, pasangan Iwan dan Fani berhasil menjadi juara grup setelah menyapu bersih kemenangan. Dan untuk posisi runner up ditempati oleh Nugi dan Apin.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup:   Hizkia Ken dan Dumai, runner up grup: Fathur dan Peter

Grup B, Juara grup: Iwan dan Fani, runner up grup: Nugi dan Apin

Berbeda dari minggu-minggu sebelumnya, hasil drawing babak semifinal mentakdirkan pertemuan juara grup dan runner up grup secara menyilang, jadi setiap semifinalis akan bertemu dengan lawan baru diluar grupnya.

Pada bagan atas Hizkia Ken dan Dumai setelah menjalani pertandingan super ketat, akhirnya berhasil menyingkirkan Nugi dan Apin dengan skor tipis 42-40. Dan untuk bagan bawah Fathur dan Peter yang fisiknya sudah terkuras (karena main 3 kali), tanpa kesulitan berarti, bisa disingkirkan oleh lawannya;  Iwan dan Fani dengan skor telak 42-32.

Bertemunya Hizkia Ken dan Dumai dengan Iwan dan Fani pada babak final, merupakan final yang sangat ideal. Karena kedua finalis merupakan juara grup dari masing-masing grup A dan grup B. 

Set pertama dibuka dengan permainan agresif  Hizkia Ken dan Dumai. Mereka menerapkan pola bermain rally-rally panjang yang dikombinasikan dengan permainan bertempo cepat dan smash yang kencang. Pasangan ini langsung unggul 7-1 dalam satu kali kesempatan service. Iwan dan Fani tak tinggal diam. Mereka berhasil menyamakan skor 8-8 dan 10-10. Namun setelah itu lagi-lagi Hizkia Ken dan Dumai perolehan poinnya melesat dan langsung unggul 17-13. Set pertama ditutup dengan skor 21-19, untuk keunggulan sementara pasangan Hizkia Ken dan Dumai.

Pada awal set ke-2 sempat terjadi skor kembar 23-23, Dan lagi-lagi Hizkia Ken dan Dumai leading 28-24. Pada pertengahan set ke-2, terjadi lagi dua kali skor kembar 29-29 dan 31-31. Namun setelah itu, pasangan Iwan dan Fani bermain lebih agresif dengan serangan-serangan mematikan. Mereka mengunci skor lawannya di angka 31 dan sepertinya tidak mau memberi kesempatan lawannya untuk berkembang. Hizkia Ken dan Dumai dipaksa mengikuti pola permainan Iwan dan Fani. Luar biasa!! perolehan poin Iwan dan Fani langsung melesat. Mereka membalikkan keadaan dan leading 41-33. Hizkia Ken dan Dumai hanya berkesempatan menambah 1 poin saja, karena babak final harus berakhir karena service dari Hizkia Ken tidak berhasil menyeberangi net. Laga final berakhir dengan skor 42-34, untuk kemenangan pasangan Iwan dan Fani.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 11 Mei 2025;

Juara 1 Iwan dan Fani

Juara 2  Hizkia Ken dan Dumai

Juara 3 Nugi dan Apin / Fathur dan Peter

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-14 tahun 2025;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta


Jangan jadi biasa-biasa saja, jadilah excellence sebab dunia terlalu kejam untuk orang yang hidupnya rata-rata. Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...



Minggu, 17 November 2024

Reportase Turnamen HUT Sparta Yang Ke-7 (perorangan), 17 November 2024

If you believe in yourself and have dedication and pride - and never quit, you'll be a winner. The price of victory is high but so are the rewards.

Bear Bryant


Tanpa terasa Sparta sudah memasuki usia yang ke-7 tahun. Dan seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, tahun ini juga peringatan HUT Sparta dirayakan dalam bentuk turnamen. Aada yang berbeda untuk tahun ini, karena turnamennya 2 kali. Turnamen perorangan dan Turnamen beregu. Untuk turnamen perorangan dilaksanakan pada tanggal 17 November 2024, dan untuk beregu akan dilaksanakan minggu depan, 24 November 2024.

Flyer turnamen

Hujan yang mengguyur Kota Bandung siang hari, 17 November 2024 tidak merata. Beberapa wilayah mengalami hujan deras dan sebagian lainnya tidak hujan. Termasuk di kawasan GOR ABA yang tidak tersentuh oleh hujan. Dan hujan membuat beberapa orang datang terlambat.

Drawing Turnamen HUT Sparta yang ke-7 dilakukan dengan terlebih dahulu melalui proses leveling. Yang tentu saja akan membuat persaingan jadi lebih terbuka lebar. 

Medali juara 1

Medali juara 2

Medali juara 3

ARCHIE (sangat pemberani) Mascot HUT Sparta

Dari hasil pengundian, admin mengunggulkan 2 nama pasangan sebagai kandidat juara kali ini.  Yang pertama adalah Faisal R dan Wahid, lalu yang ke-dua adalah Fani dan Fietka. Sementara sisanya admin memperkirakan masih berimbang kans-nya. 

Namun prediksi tinggal prediksi. Karena prediksi admin kali ini ambyar. Kedua pasangan unggulan teratas tersebut harus gugur secara prematur. Mereka hanya berhasil menempati urutan ke-3 dan ke-4 di fase penyisihan grup.

Tak bisa dipungkiri, kalau grup B merupakan grup neraka karena berisi nama-nama langganan juara di Sparta. Seementara untuk grup A, masih terbilang sangat berimbang.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Atep dan Aciel, runner up grup: Rama Dhany dan Odod

Grup B, Juara grup: Redy dan Dadan, runner up grup: Dumai dan Vicky

Undian babak semifinal mempertemukan keempat semifinalis ini secara menyilang. Pada bagan atas, Juara grup A, Atep dan Aciel bertemu dengan runner up grup B, Dumai dan Vicky. Laga semifinal pada bagan atas dimenangkan oleh Dumai dan Vicky dengan skor sangat meyakinkan 42-21. Sementara pada bagan bawah yang mempertemukan Redy dan Dadan VS Rama Dhany dan Odod. Berbeda dengan yang terjadi di bagan atas, dimana laga semifinal dimenangkan oleh runner up grup. Pada bagan bawah Redy dan Dadan berhasil mejaga kehormatannya dengan mengalahkan Rama Dhany dan Odod dengan skor 42-26.

Babak final kali ini tak seperti biasanya, tak ada nama-nama Faisal R dan Fani,yang biasanya langganan menjadi finalis. Babak final mempertemukan Dumai dan Vicky VS Redy dan Dadan. Set pertama langsung dibuka dengan permainan keras dan ngotot dari kedua finalis. Dumai dan Vicky langsung leading beberapa poin. Redy dan Dadan yang sempat tertinggal lumayan jauh, berhasil menyamakan skor 11-11 dan 14-14. Namun setelah itu perolehan poin mereka seperti terkunci. Mereka hanya berhasil menambah 3 poin saja hingga set pertama berakhir dengan 21-17 untuk keunggulan sementara Dumai dan Vicky. 

Pada set ke-2 Dumai dan Vicky makin mendominasi permainan. Mereka tampil apik dan jarang membuat kesalahan. Berbeda dengan Redy dan Dadan yang kerap kali melakukan unforced error, termasuk service yang gagal. Mis komunikasi terjadi berkali-kali, berebutan bola dan membuka area lapangan menjadi kosong lalu jadi sasaran empuk untuk diserang lawan, menjadi salah satu faktor yang membuat kekalahan dari pasangan ini. Padahal di fase penyisihan grup, Redy dan Dadan berhasil mengalahkan Dumai dan Vicky dengan skor cukup telak 42-29. Pada babak final Dumai dan Vicky berhasil revenge, dan mengalahkan Redy dan Dadan dengan skor 42-30.

Inilah nama-nama yang menjadi juara Turnamen perorangan HUT Sparta yang ke-7, 17 November 2024;

Juara 1 Dumai dan Vicky

Juara 2 Redy dan Dadan

Juara 3 Atep dan Aciel / Rama Dhany dan Odod

Dumai dan Vicky, Juara ke-1

Redy dan Dadan, Juara ke-2

Atep dan Aciel, Juara ke-3

Odod dan Rama, Juara ke-3

Para juara foto bersama

Para juara foto bersama

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen perorangan HUT Sparta yang ke-7, yang sekaligus merupakan turney edisi minggu ke-41 tahun 2024;

Road to final

Bagan  turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

 "Kemenangan selalu mungkin bagi orang yang menolak untuk berhenti berjuang." - Napoleon Hill. Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...