Powered By Blogger

Minggu, 19 Juli 2020

Reportase Turnamen Sparta Golden Supreme Cup, 19 Juli 2020

"Champions are made from something they have deep inside of them-a desire, a dream, a vision."
 Mahatma Gandhi

Dalam hidup, setiap orang ingin menjadi sang juara. Bukan sekadar soal menjadi lebih unggul daripada orang lain, namun ini soal cara meraih tujuan yang hendak dicapai. Seorang juara selalu memiliki tujuan yang jelas.  Para juara tidak dibuat di arena. Arena hanya alat atau media untuk menjadi juara. Mahatma Gandhi, tokoh pergerakan kemerdekaan India, mengungkapkan resep menjadi juara. Ia berkata, bahwa: Para juara dibuat dari sesuatu yang ada di dalam diri mereka – sebuah hasrat, sebuah impian, sebuah visi. Mereka memiliki keterampilan dan kemauan, tetapi kemauanlah yang terbesar. Bukan hanya mengikuti pertandingan, karena akan percuma tanpa hasrat, impian, dan visi. Maka, tentukanlah tujuan hidupmu. Tentukanlah mimpi, cita-citamu dan gapailah. Terus jadikan setiap langkah hidup untuk mencapai tujuan itu.

Kita bisa belajar dari para atlet yang selalu berburu gelar juara yang berbekal semangat dan mental juara. Watak dan kepribadian atlet “sang juara” akan terlihat saat dia berjuang di medan laga. Seorang juara akan selalu memegang semangat ini: “Setiap hari, di dalam hidup, saya mau memberikan yang terbaik dari hidup saya.” Seorang juara tidak mencapai kemenangannya secara instan, melainkan melalui sebuah perjuangan dan kerja keras yang ia bentuk sejak jauh hari. Entah itu dalam bentuk belajar, menjaga pergaulan, dan menjaga doa lewat ibadah-ibadah rutin yang ia lakukan. Bahkan sering kali gelar juaranya sudah dibangun dari aktivitas-aktivitas positif yang justru terlihat tidak berhubungan dengan gelar juara yang ia raih.



Seorang juara, telah membangun gelar juaranya sedikit demi sedikit melalui apa yang telah ia lakukan dalam setiap detik yang dilaluinya dengan melakukan hal terbaik- Apapun itu. Karena seorang juara telah terbiasa melakukan hal sebaik mungkin, berhasil dalam hal-hal yang bahkan tampak remeh, justru dengan inilah menjadikannya memiliki mental pemenang yang percaya diri.

Pandanglah realitanya, lihatlah seorang yang telah berhasil menjadi juara. Mereka adalah orang-orang yang mampu bersinergi dengan sesama, belajar lebih rajin, bekerja lebih keras, dan bersikap lebih baik daripada kebanyakan orang disekitarnya. Seorang juara berani berkorban dengan membayar harga kenyamanan untuk sebuah kerja keras yang membuahkan kemajuan. 

Ada sebuah kisah tentang Houtman Zainal Arif, Vice President Citibank. Dia mengawali kariernya sebagai seorang office boy. Houtman selalu melakukan hal di luar pekerjaannya, melebihi tugasnya yang hanya mengurusi kebersihan. Sebagai seorang office boy, ia belum piawai melakukan tugas menggandakan data saat itu. Namun, dia justru mengurusi fotokopi juga di tahun 1960-an. Dia mau belajar usai menuntaskan pekerjaannya. Alhasil, dia dipercaya untuk bertugas sebagai penanggung jawab fotokopi kantor.

Usai menuntaskan pekerjaannya, dia membantu pula proses administrasi, seperti mengerjakan proses stempel dan hal-hal administrasi lainnya. Sehingga pada satu kesempatan dia diangkat menjadi staf kantor hingga kemudian merintis karier sampai puncak sebagai vice president bank kelas dunia. Untuk mendapatkan apa yang kita tidak pernah miliki, maka kita harus melakukan apa yang tidak pernah kita lakukan.

Seorang Juara Akan Menerima Kegagalan, Tetapi Tetap Optimis
Kelebihan kitalah yang membawa manfaat bagi orang lain. Tidak ada gunanya berfokus pada kelemahan diri. Seorang pemenang sejati adalah seseorang yang mengakui kekalahannya. Jangan beralasan saat kita kalah dan jangan berkomentar saat kita menang. Kita tidak akan bisa menguasai segala hal, fokuskan satu yang paling bisa. Jangan memaksakan diri jika kita memang tak mampu, terima saja diri apa adanya.

Seorang juara akan fokus pada hal-hal yang membantu pencapaian impiannya dan bukan pada hal-hal yang menghambat pencapaian impian tersebut. Untuk memiliki kupu-kupu di halaman dan rumah kita, ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, dengan membawa jaring. Tetapi sedikit yang akan terjaring. Sementara cara kedua adalah dengan membuat taman bunga, sehingga kupu-kupu akan datang sendiri menghampiri.

Setiap orang semua sama, memiliki 24 jam dalam satu hari. Kesuksesan ditentukan oleh seberapa baiknya kita memanfaatkan waktu. Janganlah berusaha untuk menjadi orang sukses, berusahalah untuk menjadi orang yang penuh dengan peluang. Dengan terus mengembangkan diri, mengembangkan hal-hal positif yang menjadi kekuatan. Sehingga memiliki skill dan kualitas yang banyak dicari oleh berbagai kalangan. Biarkan kesuksesan yang justru datang mendekat.

Ketika Tuhan mengambil sesuatu dari genggaman, Dia tidak bermaksud untuk menghukum. Dia hanya membuka tanganmu untuk menerima sesuatu yang lebih baik lagi. Jangan takut gagal, karena kegagalan membuat kita semakin kuat dan tangguh. Tidak ada orang kuat tanpa latihan yang berat. Tidak ada orang yang hebat tanpa karakter yang kuat. “Masa lalu” adalah sebuah tempat yang bagus untuk dikunjungi, tetapi buruk untuk tinggal disana. Jangan takut menghadapi masa depan. Karena kamulah yang menentukan masa depanmu.

Seorang juara tidak meminta Tuhan untuk mengabulkan semua harapannya. Ia tidak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lainnya. Tetapi, ia memohon kepada Tuhan agar diberikan kekuatan untuk menghadapi semua itu. Ia berdoa agar diberikan kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Begitulah, mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa kepadaNya, untuk mengabulkan permintaan kita, menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Padahal, yang kita butuhkan adalah bimbinganNya, tuntunanNya, dan panduanNya. Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat, kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tidak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng, dan mudah menyerah.

Selanjutnya jika sudah berhasil menjadi juara. Jangan merasa diri selalu paling benar, karena mungkin kritikan-kritikan orang itu memang benar adanya. Biasakanlah juga menghargai orang lain. Ingat, kesombongan datang dari sikap yang tidak menghargai orang lain.

Jadi, siapkah kita menjadi seorang juara? Katakan sekarang: “Aku adalah juara!”

“Champions don't give up; they get up!”
 
 Sanjo Jendayi

Flyer turnamen

Medali
 
Turnamen Sparta Golden Supreme Cup 2020 sudah usai digelar. Turnamen yang dikuti oleh 22 orang Spartan (tadinya 24 orang tapi yang 2 orang cancel) ini cukup seru dengan persaingan sangat sengit. Pasangan Achmad dan Ari A yang difavoritkan bakal menjadi salah satu kandidat juara, bernasib tragis. Mereka rontok di babak quarter final oleh Fatoni dan Iyan dengan score horror 42-41. 
Pasangan favorit lainnya yang terhenti di babak semifinal adalah Rinal dan Nura Audy yang dipaksa menyerah dari Sang Juara, Anton dan Roganda. Rinal dan Nura Audy harus berjibaku jatuh bangun dalam pertandingan yang sangat menguras tenaga dan emosi.
Yang menjadi kuda hitam di turnamen kali ini adalah pasangan Hadi M dan Agung K, mereka secara mengejutkan mampu melaju sampai final. Tidak sia-sia Agung K sengaja balik dari Cikarang demi mengikuti turnamen ini. Sebenarnya di babak penyisihan mereka mampu mengalahkan Anton dan Roganda, tapi sayang di babak final Hadi M dan Agung K seolah-olah kehabisan bahan bakar dan amunisi. Mereka harus rela menjadi runner up dengan score akhir yang sangat jomplang 19-42, dari tangan sang Juara.
Anton yang baru comeback lagi ke Sparta, menunjukkan kualitas permainannya yang mumpuni saat bertandem dengan  si minim error, Roganda.

Inilah nama-nama Juara Sparta Golden Supreme Cup 2020;

Juara 1 Anton dan Roganda
Juara 2 Hadi M dan Agung K
Juara 3 Rinal dan Nura Audy
Juara 4 Fatoni dan Iyan

Juara 1 Anton dan Roganda

Juara 2 Hadi M dan Agung K

Juara 3 Nura Audy dan Rinal

Juara 4 Iyan dan Fatoni

Para Juara foto bersama

Minggu ini terjadi perubahan urutan ranking Sparta yang cukup signifikan, usai  Sparta Golden Supreme Cup 2020 digelar. Penyebabnya adalah karena Sparta Golden Supreme Cup 2020 adalah turnamen major di Sparta, sehingga poinnya pun berbeda. Dimana sistem pembagian poinnya memakai sistem poin World Championships dan Olimpiade. Maka jumlah poin yang diperebutkan dalam turnamen ini adalah;
  • Juara pertama : 12.000
  • Juara ke-dua : 10.200 
  • Juara ke-tiga : 9.200
  • Juara ke-empat : 8400
  • Quarter final : 6.600
  • Babak penyisihan : 4.800

Alex yang sudah sekian lama memegang tahta ranking 1 Sparta, harus merelakan posisinya digeser oleh Roganda, yang melejit dari ranking 3 menjadi ranking 1. Roganda melesat dan menikung Alex dan Nura Audy. Poin ranking 3 besar terpaut sangat tipis, beberapa minggu kedepan pasti akan terjadi drama susul menyusul ranking nomor wahid Sparta.

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen Sparta Golden Supreme Cup 2020;

Road to final

Bagan Turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Kelelahan hari ini cukup terbayar dengan keseruan jalannya turnamen. Turnamen kali ini Spartan dijamu dengan berbagai macam makanan. Ada brownies kukus yang dibawa oleh Agung K, Pie buah dan Risol dari Fatoni, dan Paket nasi tumpeng untuk makan siang dari Peter.

Thanks buat partisipasi dan keseruan hari ini. Sampai jumpa lagi di turnamen-turnamen berikutnya. Salam olahraga!!!







Minggu, 12 Juli 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 12 Juli 2020

“Be thankful for what you have; you'll end up having more. If you concentrate on what you don't have, you will never, ever have enough.” 

Oprah Winfrey

Mengucap syukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada sesama membuat hidup kita lebih berarti.
Hampir semua orang mengetahui hal ini, namun tidak semua orang melakukannya.
Tahukah anda bahwa kekuatan rasa syukur itu lebih besar dari apa yang pernah kita bayangkan?
Berikut sembilan hal dari psychologytoday.com untuk kita bisa mengenali kekuatan besar di balik rasa syukur:


1. Kita menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain
Seseorang yang terbiasa bersyukur akan dengan rendah hati pula berterima kasih untuk kebaikan orang lain. Orang yang mengucapkan “terima kasih” dan menunjukkan sikap terima kasih biasanya semakin mudah dekat dan bergaul dengan orang lain.

2. Tidur lebih nyenyak
Memikirkan setiap hal yang patut disyukuri bisa meningkatkan kualitas tidur kita. Menurut Journal of Psychosomatic Research 2009, orang yang senantiasa mengucap syukur bisa tidur lebih nyenyak dan bangun lebih segar setiap harinya.

3. Kekuatan dan kesehatan mental terbangun
Banyak studi yang sudah membuktikan bahwa risiko depresi dan bunuh diri sangat rendah pada orang-orang yang senantiasa bersyukur. Sebab rasa syukur menghancurkan emosi-emosi yang meracuni pikiran dan perasaan.

4. Meningkatkan kesehatan fisik
Orang yang bersyukur memiliki tubuh yang sehat. Sebab rasa syukur berkaitan dengan tekanan darah yang stabil. Rasa syukur juga bisa mengurangi rasa sakit dan terluka. Selain itu, rasa syukur pun meningkatkan sistem imun.

5. Semakin berenergi untuk mencapai tujuan
Apa yang kita syukuri hari ini, membuat kita semakin bersemangat untuk meraih tujuan-tujuan lain. Penelitian yang dipublikasikan tahun 2003 melalui Journal of Personality and Social Psychology menyebutkan bahwa orang yang terbiasa menuliskan hal-hal yang disyukurinya cenderung lebih konsentrasi, antusias, berenergi ketimbang orang yang tidak banyak bersyukur.

6. Menjadi pemimpin yang lebih baik
Seseorang yang bersyukur cenderung mampu mengembangkan kemampuan kepemimpinannya. Ia akan lebih mampu memimpin orang lain dan menghargai pekerjaan orang lain.

7. Lebih mudah memulihkan diri dari kesedihan dan kesulitan
Rasa syukur membuat seseorang lebih mampu mengelola stres dengan baik. Kekuatan mental yang dimilikinya membuatnya lebih cepat memulihkan diri sekalipun diterpa berbagai kesulitan.

8. Lebih lega, jauh dari kekhawatiran
Studi yang dipublikasikan di Research on Aging tahun 2006 menemukan bahwa orang tua yang lebih banyak bersyukur semasa hidupnya cenderung menjalani hidup dengan perasaan yang lega tanpa khawatir. Sekalipun ia hidup dalam situasi yang sulit atau bahkan hidup dalam kemiskinan, rasa syukur membuatnya lebih lega dan bahagia.

9. Menghargai diri sendiri dengan lebih baik
Orang yang bersyukur bisa menerima dirinya sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Ia tidak menghakimi dirinya sendiri dan melakukan hal-hal yang merusak dirinya sendiri.
Ia tidak membiasakan diri untuk membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Ia sangat menghargai hidupnya sebagaimana adanya.

Kembali ke reportase. Turnamen minggu ini sekalipun yang ikutan hanya 12 orang tapi tak mengurangi sengitnya persaingan. Penentuan juara grup A diselesaikan dengan poin ketat 42-41, antara pasangan Nura Audy dan Alex melawan Rama dan Agung K. Demikian juga di grup B, terjadi kejutan dimana pasangan favorit Olsen dan Andre yang notabene Sebagai runner up di minggu ke-15, harus rontok ditangan pasangan Fatoni dan Peter. 
Di babak semifinal masing-masing semifinalis kembali bertemu dengan pesaing sesama grupnya. Rama dan Agung K tidak mampu membalaskan kekalahannya di babak penyisihan grup, demikian juga pasangan Fatoni dan Peter, kembali harus menelan pil pahit kekalahan dari pasangan Roganda dan Hadi M.
Di babak final pasangan Nura Audy dan Alex bermain makin gemilang dan meraih kemenangan atas Roganda dan Hadi M dengan poin 42-36.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Nura Audy dan Alex
Juara 2 Roganda dan Hadi M
Juara 3 Rama dan Agung K / Fatoni dan Peter

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap dari turnamen Sparta minggu ke-18;

Road to final


Bagan turnamen


Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Sampai bertemu lagi di reportase minggu depan. Jangan lupa persiapkan diri untuk berlaga di Turnamen SPARTA GOLDEN SUPREME CUP 2020, minggu depan. Salam olahraga!!!

Minggu, 05 Juli 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 5 Juli 2020

"Although difficult, change is always possible. What holds us back from making the changes we desire are our own limiting thoughts and actions".

Satsuki Shibuya

Berapa kali kita menyerah pada rencana, sasaran, atau mimpi karena kita mengatakan pada diri sendiri bahwa kita tidak bisa, itu tidak berhasil atau kita berharap terlalu tinggi? Berapa kali pikiran atau ide yang membatasi menahan kita dari mengejar jalur karir baru, gairah baru, hubungan baru, gaya hidup baru, atau petualangan baru? Apa yang terjadi adalah pikiran kita yang terbatas mulai merayap memberi kita berbagai alasan mengapa kita tidak dapat melakukan sesuatu. Nah, pikiran-pikiran berikut ini sebaiknya mulai kamu tanggalkan, karena membawa keraguan diri dan pertanyaan tanpa akhir.

1. "Saya tidak layak"
"Saya tidak layak atau layak mendapatkan cinta, kebahagiaan, uang, rasa hormat, perhatian, kehidupan yang baik, kedamaian, kebebasan, promosi, memiliki karir yang memuaskan, teman, kesehatan, pasangan yang peduli, dan lain-lain."

Pemikiran yang membatasi ini mengatakan bahwa kamu tidak pantas memiliki sesuatu yang baik dalam hidupmu. 



Ketika kamu percaya bahwa kamu tidak pantas mendapatkan kebaikan dalam hidupmu, apakah kamu pikir kamu akan mendapatkan kebaikan dalam hidupmu? Tidak. Itu karena kamu tidak percaya bahwa kamu bisa. Ketika kamu merasa bahwa kamu tidak layak, realitasmu mencerminkan keyakinan ini. Kamu perlu mengetahui bahwa dirimu layak untuk mendapatkan apa pun yang kamu inginkan. Kamu tidak akan berada di Bumi ini jika kamu tidak layak dari semua hal indah yang ditawarkan kehidupan seperti sukacita, kebahagiaan, cinta, kebebasan, kesehatan, dan kelimpahan.

2. "Saya tidak penting" atau "Saya tidak berharga"
"Tidak ada yang mau mendengar apa yang harus saya katakan, tidak ada yang suka saya, saya tidak punya apa pun untuk ditawarkan, saya Saya tidak istimewa, saya tidak penting, saya tidak punya nilai."

Tidak peduli apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu katakan, ada nilai dalam siapa dirimu karena tidak ada orang di bumi ini yang dapat melihat sesuatu melalui matamu. Kebijaksanaan dan pengetahuan yang telah kamu dapatkan, caramu mengungkapkan kebenaran, pengalaman hidup yang kamu miliki, dan perspektif dari mana kamu melihat dunia adalah nilai. Dan ada banyak hal yang dapat dipelajari orang dari versi kebenaran menurutmu.

3. "Saya tidak cukup..."
"Saya tidak cukup baik, tidak cukup pintar, tidak cukup mampu, tidak cukup kuat, tidak cukup muda, tidak cukup cantik, tidak cukup kaya, tidak cukup kreatif, tidak cukup percaya diri, dan kata sifat lain yang dapat dipikirkan."

Keyakinan ini adalah batasan utama karena ketika kamu merasa kamu tidak cukup, kamu tidak akan pernah pernah bahagia dengan siapa dirimu, dan kamu tidak akan pernah bisa memaafkan dirimu sendiri karena kekurangan dan kesalahanmu. 

Dan selanjutnya, kamu akan mendapati dirimu terus berusaha untuk menjadi lebih sempurna, dan ketika kamu gagal mencapai cita-cita sempurna ini, kamu memukul diri sendiri. Lingkaran setan ini menghancurkan harga dirimu dan akan membuatmu merasa kecil, tak berdaya, dan tidak bahagia.


4. "Saya perlu persetujuan orang atau penerimaan sebelum saya ..."
“Saya perlu persetujuan orang sebelum saya membuat perubahan besar dalam hidup ini, sebelum saya mengambil pekerjaan ini, sebelum saya mengejar mimpi ini, sebelum saya melakukan langkah ini."

Kamu tidak bisa menunggu dunia untuk menyetujui apa yang diinginkan hatimu. Kamu tidak dapat bergantung pada dunia untuk membuat dirimu merasa baik tentang sesuatu yang ingin kau kejar. Dan kamu tidak bisa membiarkan dunia mengubah rencanamu demi menghindari konflik. Bukan tugas dunia untuk memberi tahu kamu siapa yang harus dilakukan dan apa yang harus dilakukan, dan bukan tugas dunia untuk mencintaimu. Itu adalah tugas kamu. 

5. "Saya tidak seperti itu"
"Saya tidak bisa karena saya tidak seperti itu, ini adalah bagaimana saya, saya selalu seperti ini, saya tidak pernah seperti itu, saya tidak pernah pandai dalam hal itu."

Apa yang bisa kita lakukan tentang keyakinan-keyakinan buruk yang membatasi hidup kita?

Keyakinan kita adalah dasar untuk cara kita berinteraksi dengan dunia dan untuk sebagian besar dari mereka, ini terjadi pada tingkat bawah sadar; artinya kita tidak sadar akan keyakinan yang kita miliki dan kekuatan yang dimiliki atas hidup kita. Ini sangat berbahaya dengan keyakinan yang membatasi.

Tetapi beruntung bagi kita manusia, untuk apa pun yang kita pelajari, kita bisa sama-sama belajar bersama. Kerusakan apa pun yang telah dilakukan oleh keyakinan yang terbatas DAPAT dibatalkan. Apapun yang telah kita kondisikan untuk berpikir, percaya, dan lakukan, kita dapat membatalkannya. Dan kita dapat belajar kembali, dan mengubah diri kita untuk berpikir dan bertindak dengan cara yang merupakan cerminan yang lebih otentik dari siapa kita sebenarnya.

Kembali ke reportase. Tanpa terasa kita sudah memasuki paruh ke-2 tahun 2020. Turnamen mingguan Sparta edisi Minggu, 5 Juli 2020 banyak Spartan yang berhalangan hadir. Tapi untunglah ada Dena dan Eyi yang baru ikutan turney lagi, plus Idris temannya Eyi dari Jakarta.
Yang hadir minggu ini ada 13 orang ditambah dengan 3 orang yang mabar saja.

Prediksi admin kali ini sedikit ambyar... Rinal dan Nura Audy yang digadang-gadang bakal menjadi jawara minggu ini, secara mengejutkan kalah dari kompetitornya di babak penyisihan. Pasangan Fatoni dan Idris yang kalah di babak penyisihan, mampu membalas kekalahan mereka saat bertemu kembali di babak semi final dengan Rinal dan Nura Audy dengan score yang sangat meyakinkan 42-28.
Tapi berbeda dengan pasangan Andre dan Roganda, sesuai prediksi admin mereka menduduki posisi runner up. Di babak final Andre dan Roganda harus menelan kekalahan 27-42 dari Fatoni dan Idris yang bermain sangat apik.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1 Fatoni dan Idris
Juara 2 Andre dan Roganda
Juara 3 Rinal dan Nura Audy / Hadi M dan Olsen

Dan berikut ini adalah catatan selengkapnya dari result turnamen minggu ini;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Tetap sehat, tetap semangat. Sampai jumpa!!!

Minggu, 28 Juni 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 28 Juni 2020

“Those who don't know the value of loyalty, can never appreciate the cost of betrayal.”

Unknown

Jika terdapat sebuah pertanyaan “Hal apa yang tidak dapat dibeli dengan uang?”, mungkin beberapa orang akan menyebutkan cinta, kebahagiaan, atau waktu sebagai jawabannya. Ketiga hal tersebut memang tidak dapat dibeli dengan uang, namun ada satu hal lagi yang terkadang luput dari perhatian orang banyak, yakni loyalitas. 

Loyalitas adalah salah satu hal yang tidak dapat dibeli dengan uang. Loyalitas hanya bisa didapatkan, namun tidak bisa dibeli. Mendapatkan loyalitas dari seseorang bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Berbanding terbalik dengan kesulitan mendapatkannya, menghilangkan loyalitas seseorang justru menjadi hal yang sangat mudah untuk dilakukan. 

Ambigram kata LOYALTY

Jika Ambigram ini dibalik akan terbaca RESPECT


Loyalitas memiliki kata dasar loyal yang berasal dari bahasa Prancis kuno loial. Menurut Oxford Dictionary, pengertian loyalitas adalah the quality of being loyal dimana loyal didefinisikan sebagai giving or showing firm and constant support or allegiance to a person or institution. Jika diartikan secara bebas, pengertian loyalitas menurut Oxford Dictionary adalah mutu dari sikap setia (loyal), sedangkan loyal didefinisikan sebagai tindakan memberi atau menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang teguh dan konstan kepada seseorang atau institusi. Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia menerangkan pengertian loyalitas sebagai kepatuhan atau kesetiaan. 

Loyalitas merupakan suatu hal yang bersifat emosional. Untuk bisa mendapatkan sikap loyal seseorang, terdapat banyak faktor yang akan memengaruhinya. Sikap loyal dapat diterapkan oleh setiap orang dalam berbagai hal. 

Setiap organisasi pasti menginginkan adanya sikap loyal dari para anggotanya. Orang-orang seringkali menyangkut pautkan pengertian loyalitas dengan seberapa lama dan banyaknya waktu serta tenaga yang dicurahkan oleh seseorang bernaung dalam sebuah organisasi. Padahal kenyataannya, banyak anggota yang bertahan di suatu organisasi hanya karena benefit yang diterimanya (azas manfaat). Pengertian loyalitas identik dengan kesetiaan yang semestinya dilakukan dalam berbagai kondisi tanpa syarat dan tanpa mengharapkan adanya balasan. Loyalitas merupakan kondisi psikologis yang mengikat anggota dan organisasi yang menaunginya, karenanya pengertian loyalitas bukan hanya sekadar kesetiaan fisik yang tercermin dari seberapa lama seseorang berada di dalam organisasi, namun dapat dilihat dari seberapa besar pikiran, perhatian, gagasan, serta dedikasinya tercurah sepenuhnya kepada organisasi tersebut. 

Loyalitas bukan lagi sekadar merujuk pada kemampuan seseorang menjalankan tugas-tugas serta kewajibannya yang sesuai dengan peraturan organisasi, melainkan berbuat seoptimal mungkin untuk menghasilkan yang terbaik bagi organisasi tersebut. 

Untuk mengetahui apakah seorang anggota loyal terhadap organisasi. Terdapat beberapa aspek yang dapat digunakan untuk mengukur loyalitas seseorang dalam berorganisasi. Aspek-aspek loyalitas yang terdapat pada seorang anggota sebuah organisasi antara lain:

1. Taat pada peraturan.
Seseorang yang loyal akan selalu taat pada peraturan. Sesuai dengan pengertian loyalitas , ketaatan ini timbul dari kesadaran jika peraturan yang dibuat oleh organisasi semata-mata disusun untuk memperlancar jalannya pelaksanaan program organisasi. Kesadaran ini membuat anggota akan bersikap taat tanpa merasa terpaksa atau takut terhadap sanksi yang akan diterimanya apabila melanggar peraturan tersebut.

2. Tanggung jawab pada organisasi.
Ketika seseorang  memiliki sikap sesuai dengan pengertian loyalitas, maka secara otomatis ia akan merasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap organisasinya. Dia akan berhati-hati dalam mengerjakan tugas dan tanggungjawabnya

3. Kemauan untuk bekerja sama.
Seseorang yang memiliki  loyalitas, tidak segan untuk bekerja sama dengan anggota lain. Bekerja sama dengan orang lain dalam suatu kelompok memungkinkan seseorang mampu mewujudkan visi organisasi untuk dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh seorang anggota secara invidual.

4. Rasa memiliki
Adanya rasa ikut memiliki  terhadap organisasi akan membuat seseorang memiliki sikap untuk ikut menjaga dan bertanggung jawab terhadap organisasi sehingga pada akhirnya akan menimbulkan sikap sesuai dengan pengertian loyalitas demi tercapainya tujuan organisasi.

5. Hubungan antar pribadi
anggota yang memiliki loyalitas tinggi akan mempunyai hubungan antar pribadi yang baik terhadap anggota lain. Sesuai dengan pengertian loyalitas, hubungan antar pribadi ini meliputi hubungan sosial dalam pergaulan sehari-hari, baik yang menyangkut hubungan komunitas maupun kehidupan pribadi.

6. Kesukaan terhadap aktivitas
Sebagai manusia, anggota pasti akan mengalami masa-masa jenuh terhadap aktivitas yang dilakukannya secara rutin. Seseorang yang memiliki loyalitas akan mampu menghadapi permasalahan ini dengan bijaksana. Hal ini hanya dapat dilakukan apabila anggota tersebut mencintai aktivitas didalam organisasi yang menaunginya.

“Loyalty isn’t grey. It’s black and white. You’re either loyal completely, or not loyal at all.” 

Sharnay

 Kembali ke reportasi. Minggu ini banyak member Sparta yang berhalangan hadir. tapi tidak apa-apa. The show still and always must go on. Kendati yang hadir hanya 12 orang tapi persaingan tetap cukup sengit. Minggu ini Spartan yang patut dihargai effortnya adalah Rizaldi. Sekalipun rumahnya jauh dan dalam keadaan tangannya melepuh karena tersiram air panas, dia tetap setia datang ke Sparta. Salute!!!

Grup A yang merupakan grup neraka karena persaingannya sangat berimbang. Masing-masing pasangan saling mengalahkan. Jadi seperti permainan: batu - gunting - kertas. Penentuan yang lolos ke babak berikutnya harus diselesaikan dengan penghitungan poin. 

Minggu ini juga para juara grup, harus menyerah ditangan para runner up. Di babak final mempertemukan Andre dan Hadi dengan Ari dan Romi. Andre dan Hadi menang tipis dengan score 42-39.

Inilah nama-nama yang keluar sebagai juara minggu ini;

Juara 1 Andre dan Hadi
Juara 2 Ari A dan Romi
Juara 3 Nura Audy dan Rama / Alex dan Fatoni

Dan berikut ini adalah catatan lengkap turnamen kali ini, beserta dengan update ranking plus akumulasi perolehan medali Sparta;

Road to final


Bagan turnamen


Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-16. Semoga kita selalu dianugerahi kesehatan dan dijauhkan dari hal-hal negatif. Tetap semangat dan jaga kekompakkan. Salam olahraga!!!

Minggu, 21 Juni 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 21 Juni 2020


“Unity is strength… when there is teamwork and collaboration, wonderful things can be achieved.”

Mattie Stepanek
 

Pada sebuah kerajaan yang makmur sentosa terdapat seorang Raja yang dicintai oleh rakyatnya. Kecakapannya dalam memimpin, kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan serta tidak ragu menegakkan keadilan bahkan membuat Negara tetangga pun menaruh hormat terhadap Raja tersebut. Hingga suatu hari, Raja menyadari bahwa usianya sudah semakin menua. Hal ini berarti bahwa tampuk kekuasaan harus segera ia serahkan kepada salah satu dari 2 orang puteranya. 

Namun sayang, sedari kecil dua putra tercintanya tidak pernah akur, selalu ada saja hal yang membuat mereka berdua berselisih. Awalnya, Raja berpikir bahwa mereka akan berdamai saat beranjak dewasa, tapi perkiraan Raja keliru. Raja sangat gelisah dan tidak tenang memikirkan ketidakakuran anak-anaknya. Bila tercerai-berai karena tidak akur bagaimana jika harus bertempur melawan musuh, begitu pikir sang raja.


Berbagai upaya telah dilakukan untuk memberi pengertian kepada anak-anaknya agar jangan hanya memikirkan diri sendiri. Raja sangat menginginkan mereka akur sehingga bisa bahu-membahu jika menghadapi serangan dari luar, serta agar bisa memberi contoh rakyatnya hidup rukun di negeri sendiri. Suatu hari, saat berkumpul di meja makan, sebelum acara makan dimulai, raja memerintahkan kepada mereka: 

”Anakku, ambillah sebatang sumpit di depan kalian dan coba patahkan.”

Walaupun heran dengan perintah sang ayah, mereka segera mematuhinya dan mematahkan sumpit itu dengan mudah. Kemudian, raja meminta sumpit tambahan kepada pelayan. 

”Sekarang, patahkan sepasang sumpit di depan kalian itu.” Kembali mereka dengan senang hati memamerkan kekuatan fisik masing-masing dan segera patahlah sepasang sumpit tersebut.

Raja kemudian kembali meminta sumpit tambahan dan memerintahkan anak-anaknya mematahkan sumpit yang kali ini ada tiga batang. Dengan susah payah, ada yang berhasil mematahkan, namun ada juga yang akhirnya menyerah. Salah seorang dari mereka lantas bertanya:

”Ayah, mengapa kami harus mematahkan sumpit-sumpit ini dari satu batang hingga tiga batang. Untuk apa semua ini?”

”Pertanyaan bagus anakku. Sumpit-sumpit adalah sebuah perlambang kekuatan. Jika satu batang mudah dipatahkan, maka jika beberapa batang sumpit disatukan, tidak akan mudah untuk dipatahkan. Sama seperti kalian. Bila mau bersatu, maka tidak akan ada pihak luar atau musuh yang akan mengalahkan kita. Tapi bila kekuatan kita tercerai berai, maka musuh akan mudah mengalahkan kita. Ayah ingin kalian bersatu, bersama-sama membangun negara dan rakyat negeri ini. 
Jika kita mampu menjaga kekompakan dan memberi contoh kepada seluruh rakyat negri ini, maka kerajaan kita pasti akan tetap sejahtera dan semakin makmur. Anak-anakku, usia ayah sudah lanjut. Kini saatnya ayah titipkan kerajaan ini ke tangan kalian semua. Ayah percaya kalian akan mampu menyelesaikan masalah di negeri ini bila kalian bersatu.”

Demi membangun komunitas atau sebuah keluarga mutlak diperlukan semangat kekompakan, kebersamaan, dan persatuan. Seperti sebuah pepatah tiongkok kuno yang mengatakan, 

"Bersatu adalah kekuatan. Tanpa kekompakan akan mudah retak rapuh dan tercerai berai.”

Adanya persatuan yang dibangun berlandaskan pengertian dan kepercayaan antarpribadi, akan memunculkan kekuatan sinergi yang solid dan mantap. Dengan modal tersebut, sebuah komunitas akan bisa berkembang menuju keberhasilan yang mengagumkan. 

"Without a sense of caring, there can be no sense of community".     

Anthony J. D'Angelo


Turnamen mingguan Sparta minggu ke-15 dihadiri oleh 21 orang Spartan. Aroma persaingan tercium disetiap grup. Terutama di grup C. Ei sebagai peserta waiting list (karena ganjil) mendapatkan Rinal yang sebelumnya sudah gugur di grup B, berhasil mengubah peta kekuatan. Mereka dengan mulus berhasil menjadi juara grup C. Bahkan mereka sanggup mengkandaskan Nura Audy dan Ari A (yang notabene adalah juara minggu ini) di babak penyisihan. Namun langkah mereka terganjal oleh strategi cerdas dan permainan apik yang nyaris tanpa error dari pasangan  Olsen dan Andre di babak semifinal. Pasangan Olsen dan Andre harus puas menjadi runner up setelah takluk dari pasangan Nura Audy dan Ari A di babak final. Permainan agresif dan cantik dari Nura Audy dan Ari A, mampu meredam perlawanan Olsen dan Andre.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Nura Audy dan Ari A
Juara 2 Olsen dan Andre
Juara 3 Rama dan Peter / Ei dan Rinal

Dan berikut ini adalah data selengkapnya dari result turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-15;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kali ini. Tetap semangat persatuan, pupuk dan jaga terus kekompakkan. Masalah besar kita perkecil, masalah kecil kita anggap tidak ada. Salam olahraga!!!

Minggu, 14 Juni 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 14 Juni 2020

 “Success isn’t always about greatness. It’s about consistency. Consistent hard work gains success. Greatness will come.”

Dwayne "The Rock" Johnson

Konsistensi telah lama diagungkan sebagai faktor strategis terpenting dalam mencapai kesuksesan jangka panjang. Apa pun bidangnya, baik itu kesehatan fisik, bisnis, seni, relasi, hingga kesehatan mental dan spiritual, semua membutuhkan konsistensi. Masalahnya, meski semua orang ingin sukses, tidak semua dari kita mampu menerapkan konsistensi.

Suka atau tidak, konsistensi adalah hal esensial bila kamu ingin menciptakan perubahan dalam hidup. Begitu juga bila kamu ingin menjadi profesional kelas dunia yang dapat diandalkan. Saya sendiri pun tidak sempurna, tapi saya berhasil menerapkan konsistensi di beberapa hal, dan hasilnya benar-benar terasa.



Jika kamu ingin meningkatkan kualitas hidupmu (di bidang apa pun), berikut ini lima kunci yang bisa membantumu untuk terus hidup dan bekerja secara konsisten. Perhatikan baik-baik tip nomor empat karena mungkin saya tidak akan pernah mengatakan hal tersebut kecuali saat ini.

1. Berpegangan pada tujuan

Agar kamu bisa konsisten menjalankan sesuatu dalam jangka panjang, kamu harus punya visi jelas tentang apa yang ingin kamu capai, dan tahu mengapa kamu menginginkannya. Sebagai contoh, kamu akan lebih mudah menabung bila tabungan itu akan kamu gunakan untuk sesuatu yang penting, misalnya pembelian rumah atau liburan sekali seumur hidup.

Acara saya sendiri, MarieTV, adalah komitmen yang besar. Kini kami berada di season kelima, dan menjalankannya rutin setiap minggu itu bukan hal mudah. Tapi saya berkomitmen karena saya punya tujuan jelas. MarieTV adalah jiwa dari brand saya, sekaligus cara utama saya menciptakan perubahan bagi banyak orang di seluruh dunia. Ini hal yang sangat penting bagi saya, dan selalu saya jadikan pegangan.

2. Pilih hal yang perlu diperjuangkan

Saya ingin kamu memilih satu hal saja dan fokus pada hal tersebut. Mengapa? Karena sebagai manusia, kita memiliki kapasitas kekuatan tekad dan kedisiplinan yang terbatas. Beberapa studi menunjukkan bahwa bila kamu berusaha untuk, misalnya, berhenti merokok sambil diet bersamaan, kamu justru akan gagal di keduanya.

Pilih satu hal saja, jadikan hal tersebut sebagai kebiasaan, dan perjuangkan hingga berhasil. Bila kamu sudah bisa melakukannya dengan konsisten, baru kamu bisa menambahkan hal lain.

3. Jadwalkan prioritas

Almarhum Stephen Covey, penulis buku laris The 7 Habits of Highly Effective People, mengatakan bahwa inilah rahasia terbesar dari konsistensi. Bila kamu ingin melakukan sesuatu secara konsisten, kamu harus membangun kehidupanmu di sekitarnya, bukan menjejalkannya di sela-sela kegiatan lain. Kamu perlu menjadwalkan prioritasmu, bukan menyelipkan prioritas ke dalam jadwal. Perbedaan kecil, tapi signifikan.

Belajar dari MarieTV lagi, acara ini bisa berjalan konsisten karena kami menjadwalkannya, dan kami menjalankan semua kegiatan sepanjang tahun mengikuti jadwal tersebut. Semua orang yang bekerja di sini memiliki kalender kerja yang sakral, tak bisa ditawar, dan harus selesai tanpa memandang alasan apa pun.


4. Abaikan perasaan

Biasanya saya tidak pernah memberi saran begini. Tapi dalam soal mengembangkan konsistensi, kamu harus bisa mengabaikan kata-kata, “Aduh, saya malas,” yang mungkin muncul di kepalamu. Ketika kamu mencoba konsisten dalam sesuatu yang penting—misalnya berolahraga, berkarya seni, meditasi, atau apa pun itu—kamu dijamin akan merasakan hal seperti ini. Saya pun mengalaminya, setiap waktu!

Kadang ada hari di mana saya merasa tidak ingin bekerja, terlepas dari betapa cintanya saya akan pekerjaan ini. Jangankan bekerja, saya bahkan merasa tidak ingin melakukan apa pun. Tapi saya melatih diri untuk mengabaikan kata-kata di kepala saya itu, karena saya sadar akan kekuatan dan pentingnya perilaku konsisten.

Bila kamu sudah konsisten akan sesuatu dalam waktu lama, atau kamu merasa bahwa apa pun yang kamu lakukan itu sudah waktunya untuk diakhiri, kamu boleh meninggalkannya. Kamu boleh menuruti perasaan, membuka lembaran baru, dan move on. Tapi bila kamu masih dalam proses mengembangkan konsistensi, dan dalam hati kamu tahu bahwa kamu harus terus maju, abaikanlah perasaanmu.

5. Kejar ketertinggalan

Jangan merasa bahwa bila kamu lupa pergi ke gym sekali, atau sehari tidak sempat melukis, artinya kamu gagal total. Tidak sama sekali. Ibarat menunggang kuda, jatuh sesekali itu tidak mengapa, dan kemungkinan besar kamu akan mengalaminya. Semua orang mengalaminya. Tapi bila kamu menghabiskan waktu untuk menyalahkan diri sendiri, kudamu akan pergi jauh dan kamu tidak akan bisa menungganginya lagi.

Ketika kamu terjatuh, pastikan kamu segera bangun dan mengejar “kuda” milikmu. Ingatlah bahwa sukses tidak datang dari apa yang kamu lakukan sesekali, tapi dari apa yang kamu lakukan secara konsisten.

 “Success doesn’t come from what you do occasionally, it comes from what you do consistently” 

Marie Forleo

Itulah lima resep rahasia agar kamu bisa hidup konsisten secara konsisten. Sekarang saatnya kamu yang berbagi. Apa satu ide atau strategi yang telah membantumu untuk menjadi lebih konsisten? Apa yang berhasil, dan apa yang gagal? Ceritakanlah dalam kolom komentar di bawah. (Sumber: Marie Forleo).

Beralih ke reportase. Turnamen minggu ke-14 diikuti oleh 16 orang Spartan, masih sama dengan 2 minggu sebelumnya. Minggu ini yang menjadi kampiun adalah pasangan Agus SP dan Iyan. Mereka  melaju tanpa hambatan menyingkirkan lawan-lawannya, mulai dari babak penyisihan hingga babak final tanpa menderita kekalahan satu kali pun. Di babak final mereka berhadapan dengan pasangan Andre dan Roganda, yang harus puas menjadi runner up dengan score akhir 42-34.
Dibabak semifinal sebenarnya Andre dan Roganda hampir saja bisa dikalahkan oleh Romi dan Hadi M. Namun takdir berkata lain, karena di poin-poin krusial dan kritis, Andre dan Roganda berhasil menyalip dan menutup permainan dengan 42-40.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Agus SP dan Iyan
Juara 2 Andre dan Roganda
Juara 3 Romi dan Hadi M / Nura Audy dan Agung

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap result turnamen kita minggu ini;

Road to final


Bagan Turnamen
Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Tetap sehat, tetap semangat, jalin terus tali silaturahmi. Sampai jumpa minggu depan!!

Minggu, 07 Juni 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 7 Juni 2020

“I can do things you cannot, you can do things I cannot; together we can do great things.”

Mother Teresa

Manusia sebagai makhluk sosial tentunya memerlukan orang lain. Semakin banyak dan semakin sering interaksi seseorang dengan orang lain itu juga memupuk nilai-nilai tersendiri. Seringkali kita dengar mengenai kebersamaan, solidaritas dan kekeluargaan. Namun apa sebenenarnya arti dari ketiga hal tersebut?

Together we are stronger


Kebersamaan

Dalam keadaan bersama, belum tentu ada rasa kebersamaan. Namun rasa kebersamaan itu dapat muncul dan diawali dari keadaan bersama. Rasa kebersamaan tersebut akan muncul ketika kita bersama-sama dalam suatu kondisi, dalam kegiatan yang sama, menanggung beban yang sama. Tentunya dalam periode tertentu, rasa kebersamaan ini dapat disudahi, tentunya saat keadaan sudah menuntut untuk tidak bersama lagi. Meskipun tiap kebersamaan akan berakhir, namun kebersamaan itu indah untuk dijalani dan akan indah pula kenangannya saat diingat.

Solidaritas
Beranjak dari rasa kebersamaan, kini mengenai solidaritas. Berdasarkan definisi dari KBBI, dijelaskan bahwa solidaritas itu sendiri merupakan sifat (perasaan) solider; sifat satu rasa (senasib dsb); perasaan setia kawan. Menurut pendapat beberapa orang, solidaritas berarti rasa kebersamaan, rasa kesatuan kepentingan, sebagai salah satu individu dari sebuah ikatan yang mengikat sekelompok individu tersebut, baik ikatan organisasi maupun yang sejenisnya. Dapat dikatakan bahwa ungkapan solidaritas ini merupakan dampak dari rasa kebersamaan itu sendiri, misal berada dalam suatu kondisi , tujuan dan beban yang ditanggung bersama dan dalam rentang waktu yang cukup lama pula. Maka akan timbul perasaan solid, sudah saling satu antar individu dalam perkumpulan tersebut.

Kekeluargaan
Kekeluargaan merupakan asas penting yang banyak diterapkan di berbagai tempat, aspek, organisasi dan sebagainya. Kekeluargaan merupakan satuan mendasar dari kekerabatan. Rasa kekeluargaan tidak hanya ada pada kelompok dengan hubungan darah. Apabila suatu perkumpulan masyarakat memiliki rasa solidaritas yang cukup tinggi dan terus dipupuk, maka akan muncul istilah rasa kekeluargaan. Satu keluarga saling memahami dan mengenal anggota keluarganya, merasa terikat dengannya, sehingga hal apapun yang terjadi dengan salah satu anggotanya berarti mengusik satu kesatuan keluarga itu. Karena keluarga berarti tidak ada yang ditinggalkan atau dilupakan.

Setelah penjabaran poin-poin diatas maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa dengan diawali rasa kebersamaan, maka timbulah rasa solidaritas yang dalam jangka waktu tertentu akan menimbulkan rasa kekeluargaan.

Ada sebuah pepatah dari Afrika yang mengatangan; "Jika kamu ingin pergi dengan cepat, pergilah seorang diri. Jika kamu ingin pergi jauh, pergilah bersama-sama. "

“If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.”

Turnamen mingguan edisi minggu ke-13 diramaikan oleh 16 orang Spartan. Sebenarnya ada 17 orang yang konfirmasi, namun Yunus yang tidak mendapatkan pasangan batal mengikuti turnamen. Minggu ini juga ada pendatang baru, yaitu Agus SP. Agus SP adalah pendatang baru yang langsung melesat merebut posisi juara minggu ini bersama Alex. Pasangan Alex dan Agus SP tampil gemilang dengan menyapu bersih merebut kemenangan di semua laga yang mereka mainkan. Di babak final mereka bertemu kembali dengan kompetitornya di babak penyisihan, yaitu Ari A dan Andre. Di babak final Ari A dan Andre dibuat tidak berdaya dengan hanya mampu mengumpulkan 18 poin saja.

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1 Alex dan Agus SP
Juara 2 Ari A dan Andre
Juara 3 Fatoni dan Nura Audy / Rinal dan Rizaldi

Dan dibawah ini adalah hasil selengkapnya dari turnamen Sparta minggu ke-13;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Tetap sehat, tetap semangat dan jaga terus kekompakkan. Salam olahraga dan sampai jumpa!!!