Powered By Blogger

Minggu, 18 Oktober 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 18 Oktober 2020

 "I have to pick myself up every day and say, 'The show must go on,' meaning life as I know it must go on, whatever the obstacle is, I know I can handle it, and I can get through it."

Jennie Garth

Apa sih yang menentukan sejauh mana seseorang akan menjalani kehidupannya? Bagimana ia dapat bertahan dan mampu mengatasi segala permasalahan hidup?

Kita semua tentu paham betul bahwa menjalani hidup dengan baik dan selaras dengan apa yang kita inginkan, bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan banyak usaha dan kerja keras, bahkan mungkin lebih dari itu.

Kamu pernah dengar eksperimen Marshmallow?

Pada tahun 1960an, profesor Stanford Walter Mischel melakukan eksperimen Marshmallow yang sekarang dikenal oleh banyak orang di dunia. Aturan main dalam eksperimen ini sangat sederhana. Seorang anak pra-sekolah diberi sepotong marshmallow. Anak ini dijanjikan akan diberikan sepotong lagi asal dia mau menunggu selama 15 menit, lamanya waktu tidak disampaikan ke anak. Si anak boleh memilih, apa akan memakannya langsung atau menunggu.

Tapi jelas saja tidak semua anak mau menunggu. Sebagian lain langsung memutuskan memakan marshmallow begitu diberikan, atau ada pula yang mencoba untuk berusaha menunggu, namun tak kuat, dan…nyam-nyam si marshmallow tinggal bungkusnya saja sebelum 15 menit.

Nah ada yang tahu gak sih fungsi dari eksperimen ini? Menurut Mischel, tes ini erat hubungannya dengan kemampuan anak dalam menunda kesenangan sekarang demi sesuatu yang berjangka lebih panjang. Kemampuan ini juga menjadi perwujudan dari kemampuan kontrol diri serta ketangguhan diri untuk terus semangat menjalani hidup dalam mencapai tujuan.

Ternyata, hasil eksperimen telah mengkonfirmasi setelah belasan tahun kemudian. Anak-anak yang mampu menahan diri pada eksperimen itu, ternyata hidupnya lebih sukses, mendapatkan skor akademik lebih tinggi, dan berhasil dalam lingkungan pertemanan. Contohnya ialah taruna West Point yang mencetak nilai tertinggi pada Uji Grit. Kemudian seorang mahasiswa bernama Ivy League, yang memiliki memiliki IPK yang lebih tinggi daripada rekan-rekannya.


Menggabungkan semua penelitian di atas, mencerminkan ketekunan dan pengendalian diri yang dapat diidentifikasi sebagai kunci kesuksesan. Secara umum, kita bisa mengkategorikan hal ini sebagai ketangguhan mental.

Nah jika kamu ingin tahan banting dalam menjalani hidup, tetap tegar dan tangguh saat menghadapi berbagai rintangan,  maka perhatikan beberapa hal di bawah ini ya!

1. Dekonstruksi Masalahmu

Ketangguhan mental dimulai dengan tidak terintimidasi oleh berbagai tantangan dan masalah yang akan kamu temui. Karena seringkali, kita lumpuh oleh berbagai rintangan yang mungkin akan sedikit menghambat jalan kita untuk menggapai tujuan yang telah direncanakan.

Maka, kamu tak boleh gentar ! Cara untuk melanjutkan ketika menghadapi rintangan seperti itu adalah mendekonstruksi masalahmu. Kamu harus memecahnya menjadi langkah-langkah kecil yang dapat ditindaklanjuti, yang memungkinkanmu untuk dapat mengatasi masalah ini.

Bila kamu mencegah diri sendiri untuk terus merasa terbebani, niscaya kamu akan bisa selalu rasional dan tenang, sehingga kamu pun bisa menilai situasi dengan logis dan bijak. Itulah rahasia orang sukses kebanyakan, dimana saat mereka tampil dalam situasi tekanan yang tinggi, layaknya saat mreka sedang mendaki gunung yang tinggi, mereka tidak akan menyerah saat mendaki gunung tersebut, karena mereka tahu persis seberapa jauh dan cepat mereka harus mendaki. Mereka selalu fokus pada langkahnya, dan melihat-lihat kemungkinan halangan di depan. Karena mereka paham betul, kapan mereka akan tiba di puncak.

2. Ubah Pandangan Negatif

“Orang-orang terganggu bukan oleh hal-hal disekeliling mereka, tapi pandangan yang mereka ambil dari hal tersebut.”Epictetus

Hidup pasti akan meninju wajahmu pada suatu saat dalam hidup. Namun, hal terpenting ialah bagaimana kamu bereaksi terhadapnya.

Orang yang kuat secara mental tidak melihat kegagalan sebagai pukulan dan menghentikan jalan untuk meraih tujuan. Sebaliknya, mereka menyikatnya sebagai memar, dan terus maju. Mereka tahu bahwa kegagalan adalah umpan balik, untuk memacu diri menjadi lebih semangat meraih tujuan dan belajar dari kesalahan.

Seperti yang pernah dikatakan Thomas Alfa Edison, “Saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak akan berhasil “. Itulah pandangan dunia yang perlu kamu adopsi jika kamu ingin meraih banyak hal dalam hidup. Semakin banyak kamu mau mencoba, semakin banyak kesalahan yang akan kamu buat. Orang-orang yang kuat secara mental tidak membiarkan diri terbebani oleh kejadian-kejadian negatif . Tentu kamu juga tidak !

3. Hadapi  Tantangan

Selalu optimis dan realistis. Ya, kamu harus tanamkan kedua hal itu dalam meraih impian. Kamu harus sadar akan berbagai kesulitan yang akan kamu jumpai di depan, dan bersedia membayar harganya dengan kerja keras dan sikap optimismu. Seringkali, orang hancur karena penilaian mereka terhadap situasi yang tidak sesuai dengan ekspektasi dan harapan mereka. Akibatnya, mereka terbebani dan dihadapkan pada rasa tidak berdaya atau sulit move on .

Maka tetap tangguh dan optimis dalam menghadapi segala tantangan yang hadir. Ujian ini akan membuatmu lebih kuat dan cermat.

4. Temukan Tujuanmu

Sebuah tujuan pasti akan memberimu motivasi intrinsik yang sangat kuat untuk mencapainya. Ini membantumu untuk terus mendorong semangatmu, dan bahkan saat kamu menghadapi rasa sakit yang menyiksa karena suatu kegagalan.

Orang-orang yang kuat secara mental dapat mengatasi berbagai cobaan dan kesengsaraan, karena mereka memiliki kekuatan pendorong intrinsik dari diri sendiri. Akibatnya, mereka mampu bertahan dan terus melewati masa-masa sulit itu. Karena mereka yakin, suatu tujuan yang ditetapkan, akan terasa manis jika didapat dengan perjuangan.

5. Recharge and Recover Diri

Dalam artikel Harvard Business Review, Shawn Achor dan Michelle Gielan berpendapat tentang bagaimana kita harus mengisi ulang dan bukan bagaimana harus bertahan, yang dimaksud adalah ketangguhan tubuh kita, energy kita dan kesiapan fisik. Mereka menulis, “Kunci ketahanan adalah berusaha sangat keras, lalu berhenti, pulih, dan kemudian mencoba lagi.” Hanya dengan istirahat dan pemulihan yang cukup, kita bisa tampil pada kinerja puncak.

Jangan biarkan pekerjaan mengganggumu dan bahkan ketika kamu sedang berada di luar kantor. Biarkan diri kita mengisi ulang energi dan benar-benar tenggelam dalam momen ini. Individu yang tangguh mental memastikan mereka cukup istirahat. Dengan begitu, mereka memiliki cukup daya tahan serta mental untuk bertahan hingga hari terberat sekalipun. Maka, kamu harus melakukan hal yang sama jika ingin tetap menjadi pribadi yang tangguh.

6. Tetap Tangguh

Agar berhasil dalam menjalankan hidup, maka kamu membutuhkan ketangguhan mental untuk mengatasi rintangan dan pulih dari keterpurukan. Begitu kamu melakukannya, kamu akan menyadari bahwa tidak ada gunung yang terlalu tinggi atau sungai yang terlalu lebar dan deras, apapun akan bisa kamu lewati. Karena kamu, tangguh!


Kembali ke reportase. Minggu ini adalah minggu yang cukup berat buat admin. Karena beberapa Spartan yang biasanya aktif datang di turnamen mingguan Sparta. Memutuskan absen dan mengikuti turnamen di GOR tetangga. Awalnya admin pesimis dan memperkirakan yang akan hadir di turnamen mingguan edisi tanggal 18 Oktober 2020, hanya 8 orang saja, atau maksimal 10 orang. Sedikitnya jumlah yang hadir, cukup membuat ketar-ketir admin, karena bisa saja membuat Spartan yang lain kehilangan semangat untuk datang juga. 

Segala cara admin lakukan agar minggu ini tidak sepi, salah satunya dengan cara mengontak Spartan yang sudah jarang hadir tapi nihil. Diluar dugaan, pada jam-jam deadline, yang konfirmasi bertambah menjadi 14 orang Spartan. Jauh melampaui target admin.

Yang keluar sebagai juara kali ini adalah pasangan Alex dan Nura Audy. Pada awalnya di fase penyisihan grup, langkah mereka harus menempuh jalan terjal. Mereka secara mengejutkan kalah dari Romi dan Dena, dengan poin menyesakkan 41-42. Alex dan Nura Audy hanya berhasil menjadi runner up grup A. Romi dan Dena hari ini memang tampil luar biasa. Mereka melibas semua lawan-lawan dan mengantongi kemenangan penuh atas lawan-lawannya di grup A. Mereka muncul seperti kuda hitam. Tapi sayang, di semifinal saat bertemu lagi dengan pasangan Alex dan Nura Audy, mereka tampil antiklimaks dan menderita kekalahan dengan poin 19-42.

Sementara di partai semifinal lainnya mempertemukan kembali juara dan runner up grup B, antara Olsen dan Christian dengan pasangan Andre dan Peter. Di partai semifinal ini terjadi pertarungan sengit dan alot. Partai semifinal ini berakhir dengan 42-39 untuk kemenangan Olsen dan Christian.

Di partai puncak Alex dan Nura Audy  tampil makin solid dan onfire. Mereka memupus harapan Olsen dan Christian untuk menjadi juara minggu ini. Alex dan Nura Audy menutup partai final dengan kemenangan 42-35 atas Olsen dan Christian.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Alex dan Nura Audy

Juara 2 Olsen dan Christian

Juara 3 Romi dan Dena / Andre dan Peter.

Dan dibawah ini adalah result turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-32;

Road to final

Bagan turnamen


Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Tetap sehat, tetap semangat. Tetap optimis dan buang pesimis. Sampai jumpa!!!

Minggu, 11 Oktober 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 11 Oktober 2020

 “When there is no enemy within, the enemies outside cannot hurt you.” 

African Proverb

Musuh terbesar yang harus dikalahkan adalah diri sendiri. Seorang pemenang adalah orang yang sanggup mengalahkan diri sendiri, sebelum mengalahkan orang lain.

Seruannya adalah: 'Kalahkanlah dirimu sedemikian rupa sampai orang lain tidak sanggup mengalahkanmu'.


Bila seseorang tidak mau berubah menjadi lebih baik, sampai kapan pun ia akan terus begitu meski orang-orang di sekitarnya sudah berusaha mendorongnya untuk berubah.

Jangan memaksakan pendapat bila bertentangan dengan kebenaran. Jangan pertahankan pendapat bila bertentangan dengan kepentingan bersama. Baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain. Bukalah diri untuk menerima masukan dari orang lain.

Ego sering membuat seseorang memilih untuk tetap pada pendiriannya, meskipun pendiriannya keliru. Bahkan tak sedikit orang yang menyerah dengan dirinya sendiri karena tak kuasa melawan dirinya.

Kita bukanlah aktor tunggal dalam panggung kehidupan ini. Sadarilah bahwa ada orang lain disekitar kita.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bukalah dirimu untuk orang lain, bukalah telingamu untuk mendengar masukan dari orang lain.

Hal kedua adalah kalahkanlah dirimu sebelum anda mengalahkan orang lain. Berjuanglah untuk mengalahkan diri sendiri sampai orang lain tak mampu mengalahkanmu.

Hal tersulit dalam hidup bukanlah melampaui orang lain tetapi melampaui ego dan diri kita sendiri.

Kembali ke reportase. Turnamen minggusan Sparta edisi minggu ke-31 diramaikan oleh 15 orang Spartan.Jumlah yang ganjil membuat salah satu peserta di grup B, yaitu Hilmi harus rela menunggu pasangannya yang mengikuti challenge yang berasal dari peserta yang gagal masuk semifinal dari grup A.

Roganda yang menjadi salah satu kandidat di bursa challenge, berdasarkan undian terpilih menjadi pasangan Hilmi. Munculnya pasangan Hilmi dan Roganda merubah peta kekuatan pemain unggulan. Mulai dari persaingan di grup mereka merebut posisi juara grup dari pasangan dari Hadi dan Andre, dan melemparkan pasangan Fatoni dan Olsen keluar dari posisi runner up. 

Begitu juga di persaingan elite posisi 4 besar dengan mulus mengalahkan kembali runner up grupnya Hadi M dan Andre. Secara mengejutkan pula mereka menumbangkan pasangan unggulan Reza R dan Franky di babak final. Sekalipun mereka harus berjibaku jatuh bangun dan poinnya sempat tertinggal  dari Reza R dan Franky. Dengan gemilang Hilmi dan Rogandan merebut kemenangan dengan 42-39. Partai final sempat diwarnai insiden Hilmi terkapar di lapangan karena pelipisnya luka dan bengkak terkena sabetan raket parternya sendiri, Roganda.

Gelar player of the day layak diberikan kepada Roganda, karena dia sanggup mengubah keadaan. Dari yang terbantai menjadi yang membantai. Dari yang redup menjadi yang bersinar. Dari yang tersisih menjadi sang juara.

Yang tak kalah menarik di partai semifinal lainnya yang mempertemukan Reza R dan Franky dengan Nura Audy dan Peter. Pasangan Nura Audy dan Peter sanggup memberikan perlawanan sengit, bahkan sempat memimpin poin. Di atas kertas Reza R dan Franky memang jauh lebih diunggulkan, tapi Nura Audy dan Peter bermain cukup ciamik dan sempat membuat Reza R dan Franky kerepotan. Namun pada akhirnya Nura Audy harus menyerah dengan 32-42. Faktor skill dan stamina dari Peter yang sudah berumur, menjadi salah satu penyebab menurunnya performa mereka di pertengahan babak ke-2. Tapi bagaimana pun mereka sudah menampilkan permainan terbaiknya.

Inilah nama-nama yang keluar sebagai juara minggu ini;

Juara 1 Hilmi dan Roganda

Juara 2 Reza R dan Franky

Juara 3 Nura Audy dan Peter / Hadi M dan Andre

Dan dibawah ini adalah catatan lengkap dari result turnamen mingguan Sparta edisi Minggu, 11 Oktober 2020;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Semoga kita semua menjadi para pemenang. Pemenang atas diri kita sendiri. Sampai jumpa lagi...  Jiayou!!


Minggu, 04 Oktober 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 4 Oktober 2020

 “If you hate a person, you hate something in him that is part of yourself. What isn't part of ourselves doesn't disturb us.” 

Hermann Hesse

Adakah orang yang Anda benci? Siapakah gerangan dia yang kamu benci? Apa yang menyebabkan Anda membencinya? bila ada segeralah singkirkan rasa benci tersebut, mengapa? Karena sesungguhnya sifat membenci orang lain adalah sifat yang sangat merugikan diri sendiri.

Berdasarkan situs Merriam Webster, "benci adalah permusuhan dan kebencian intens yang biasanya berasal dari rasa takut, marah, atau rasa terluka." Seringkali rasa benci tersebut berlanjut dengan munculnya hal-hal buruk kepada orang yang dibenci. Jika diperhatikan kembali, kebencian merupakan sesuatu yang normal dan manusiawi walaupun sebenarnya hal tersebut merupakan sikap negatif.

Dikutip dari akun youtube content creator Gita Savitri, dikatakan bahwa "perbedaan kebencian dengan sikap negatif lainnya dapat diidentifikasi dari tujuan emosionalnya." Kebencian memiliki tujuan emosional lebih kompleks dibandingkan dengan yang lainnya. Seperti misalnya rasa marah.

Rasa benci dan rasa marah memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda. Rasa marah mempunyai tujuan emosional untuk menyampaikan segala perasaan mengganjal di hati yang terkait dengan sikap buruk seseorang melalui verbal dengan cara mengkritik, sementara rasa benci lebih kepada perasaan tidak suka, permusuhan, dan antipati kepada orang lain. Biasanya rasa benci lebih sering dipendam, tetapi akibat yang ditimbulkan kedepannya bisa menjadi lebih fatal.

Ketika seseorang yang kita benci sudah melakukan hal-hal yang baik kepada kita, namun rasa benci yang ada tidak semerta-merta bisa hilang. Mengapa? Karena pada hakikatnya, rasa benci yang telah lama bersemayam di dalam diri kita mempengaruhi kita sehingga apapun yang dilakukan orang tersebut akan selalu salah dimata kita.

Adanya kebencian yang mendalam menyebabkan kita menginginkan agar hal-hal buruk terjadi kepada seseorang yang kita benci. Bisa jadi kita ingin melihat dia yang dibenci merasakan hancur, gagal, merusak reputasinya, mempermalukan dia dan bahkan yang lebih ekstrem adalah membunuhnya.

Dalam hidup, tak bisa dipungkiri bahwa kita akan bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Terkait dengan kebencian, tentu bukan satu atau dua orang yang menyimpan rasa tersebut. Hal ini menjadi menarik jika kita tidak suka dengan orang lain, kemudian bertemu dengan orang yang memiliki rasa benci yang sama kepada dia yang kita benci, maka akan terbentuk sebuah ikatan yang kuat dan biasanya akan muncul sebuah kerja sama.

Bahaya dari hal tersebut ialah munculnya bentuk mempengaruhi orang lain untuk membenci seseorang. Hal-hal yang berkaitan dengan hate atau kebencian itu tidak bisa dianggap sepele, sebab efek yang ditimbulkan dari rasa kebencian bisa bermacam-macam.

Berdasarkan piramida kebencian, ada lima level kebencian dan macam-macam aksi yang bisa dilakukan.

Contoh kasus yang saat ini sedang ramai diperbincangkan yaitu kasus Sulli (personil girl grup f(x) dari korea) meninggal dunia karena bunuh diri. Jika dilihat dari piramida kebencian, maka kasus Sulli termasuk pada tingkat "tindakan bias". Seperti yang kita ketahui tindakan bias adalah tindakan perundungan, penghindaran secara sosial, dan bentuk candaan yang meremehkan.


Kasus Sulli termasuk pada tindakan bias, karena Sulli sering mendapatkan perlakuan candaan yang meremehkan dirinya. Dari berita-berita yang penulis ketahui bahwa Sulli mengalami depresi sebab beban yang ia tanggung sangat berat.

Sulli menjadi korban cyber bullying atau candaan meremehkan yang menyebabkan kesehatan mentalnya terganggu. Jika membahas permasalahan cyber bullying atau hate speech di media sosial, hal tersebut merupakan salah satu bentuk dari penyampaian kebencian, sehingga si korban mengalami gangguan mental dan nekat melakukan aksi bunuh diri.

Dari kasus diatas, timbul pertayaaan mengapa orang membenci orang lain hingga melakukan bullying di media sosial dan berakibat fatal. Dikutip dari akun youtube konten creator Gita Savitri, berikut beberapa faktornya.

  1. Korban sudah sering mengalami perlakuan yang tidak baik, korban merasa tidak berdaya, dan dipermalukan atau diacuhkan.
  2. Hal yang paling umum adalah karena kita membenci orang yang berbeda dari kita. Perbedaan itulah yang menyebabkan munculnya rasa takut, rasa tidak aman dan akhirnya muncul prasangka dan sikap sentiment terhadap orang lain.
  3. Tidak menerima diri sendiri. Ketika kita melihat seseorang membenci tanpa alasan, biasanya dia adalah orang yang penuh kecemasan dalam dirinya. Adanya rasa cemas tersebut menyebabkan pelaku kebencian menunjukkan amarahnya ke orang lain. Di zaman media sosial sekarang ini sangat mudah untuk menjadikan orang lain sebagai kambing hitam dari masalah personal. 
  4. Kehidupan seseorang yang terlihat sempurna di media sosial membuat pelaku berpikir bahwa korban adalah kambing hitam yang tepat untuk masalah personalnya. Jadi, membenci seseorang dijadikan sebagai mekanisme lain atas ketidaksempurnaan diri.
  5. Suatu kelompok membenci kelompok lain karena mereka merasa identitas mereka terancam. Baik dari segi agama atau hal lain yang menurut mereka berseberangan atau berbeda dengan mereka.

Dari kasus tersebut juga muncul pertanyaan, bagaimana cara agar kita bisa menetralisir sedikit rasa benci terhadap seseorang atau suatu kelompok dan bagaimana caranya agar kita dapat berpikir rasional?

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut;

  1. Belajar mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri dapat menjadikan kita nyaman dengan diri kita sendiri, nyaman dengan keadaan kita bahkan bisa membuat kita lebih mudah ber-husnudzon kepada orang lain.
  2. Mencoba mengenal orang lain lebih dekat. Mengenali orang lain lebih dekat dapat menciptakan rasa saling menghargai dan menghormati satu sama lain,
  3. Hal yang paling penting adalah mencoba untuk berpikir lebih jernih, bertanya pada diri sendiri mengapa kita bisa tidak menyukai orang lain? mengapa kita bisa membenci orang lain? Sebesar apa kadar benci kita ke orang tersebut? Apa yang telah ia perbuat ke kita? dan apa yang harus kita lakukan untuk merespon rasa benci yang kita punya?

Mencoba bertanya kepada diri sendiri dan mencoba berpikir jernih, menjadikan kita lebih mengetahui apa yang terjadi dengan emosi kita, dengan pemikiran kita, dengan hati kita dan hal tersebut dapat membuat kita menjadi lebih tenang dan paling tidak kita bisa sedikit lebih rasional.

Kembali ke reportase. Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-30 diikuti oleh 18 orang Spartan. sebetulnya yang sudah konformasi ikutan ada 16 orang, tapi ada peserta dadakan sebagai peserta percobaan yaitu Filbert, yang dipasangkan dengan Adi Putra (karena proses drawing sudah selesai). 2 2 peserta yang baru bergabung di turnamen mingguan Sparta, yaitu Fauzan dan Hilmi, secara kebetulan lewat undian mereka berpartner. Sebagai mahasiswa FPOK UPI permainan mereka sudah pasti bagus. Skill, fisik, tekhnik dan mental mereka cukup mumpuni. Sehingga tidak mengejutkan kalo mereka keluar sebagai juara minggu ini.

Di babak penyisihan Fauzan dan Hilmi hanya menempati posisi runner up, kalah tipis dari kompetitornya Agung K dan Hadi M, yang menjadi juara grup.  Di babak semifinal kedua pasangan ini bertemu lagi. Dan pasangan Agung K dan Hadi M kali ini harus bertekuk lutut, kalah dari Fauzan dan Hilmi.

Di babak final Fauzan dan Hilmi bertemu dengan juara grup A, yaitu Anton dan Roganda. Anton dan Roganda yang bermain cukup apik di babak penyisihan, hinggal semi final (bahkan menang 2 kali atas kompetitornya Andre dan Ari A, di babak penyisihan dan semifinal). Saat bertemu sang juara, mereka seperti kehilangan daya magisnya. Mereka bermain monoton dan tidak berkembang. Dari kacamata admin terlihat mereka bermain seperti tertekan dan hilang fokus. Bahkan poin mereka sempat tertinggal jauh hingga tertinggal 12 poin. Akhirnya Fauzan dan Hilmi mentahbiskan kemenangan mereka di babak puncak dengan 42-35 atas Anton dan Roganda.

Inilah nama-nama yang keluar sebagai juara minggu ini;

Juara 1 Fauzan dan Hilmi

Juara 2 Anton dan Roganda

Juara 3 Andre dan Ari A / Agung K dan Hadi M

Dan dibawah ini adalah result dari turnamen ini kali ini, disertai dengan update ranking dan akumulasi perolehan medali Sparta;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Hari ini Minggu, tanggal 4 Oktober  2020, bertepatan pula dengan digelarnya Final Gentleman Of Indonesia Provinsi Jawa Barat. Acara ini disiarkan secara langsung di TVRI Jabar-Banten.

Salah seorang finalisnya adalah Wardana, yang merupakan Spartan juga. Secara membanggakan dia meraih gelar 1st runner up di ajang ini. Congratulation Wardana. We proud of you!!

Wardana, 1st Runner Up Gentleman Of Indonesia Provinsi Jawa barat

Sekian reportase kita kali ini. Comebacknya Nura Audy dan Dena, di turnamen mingguan Sparta, semoga makin mempererat tali silaturahmi kita dan menambah seru jalannya turnamen mingguan Sparta di minggu-minggu yang akan datang. Salam olah raga dan sampai jumpa!!!



Minggu, 27 September 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 27 September 2020



 "Knowledge will give you power, but character respect."

Bruce Lee

Banyak orang yakin uang dan harta benda bisa mendatangkan kebahagiaan. Katanya sih gitu. Tapi sejumlah penelitian menyatakan kalo yang sebenernya diinginkan orang adalah disegani dan disukai.Bener juga sih. Buat apa punya banyak uang tapi dicela dan dibenci sama orang-orang? Hehehe.

Oke, balik lagi ke penelitian tadi. Ketika disegani dan disukai, seseorang jadi lebih bahagia. Gak cuma itu, perasaan disegani membantu menciptakan kedekatan dengan orang-orang di sekitar kamu.

Tapi gimana tuh caranya supaya lebih disegani?

Ada nggak nih perilaku-perilaku yang bisa kita coba?


Tokoh-tokoh besar yang mendapat respek punya kebiasaan-kebiasaan kecil yang bisa kamu praktekkan segera. Ini dia!

1. Ingin lebih disegani? Baca buku.

Nggak semua orang suka baca buku. Sejumlah orang yang saya temui mengaku pusing bila melihat tulisan yang terlalu banyak. Well, itulah yang membedakan antara orang penuh respek dengan orang biasa.

Warren Buffett barangkali adalah salah satu investor dan dermawan paling disegani di jaman ini. Kalo kamu googling tentang kebiasaan-kebiasaan Warren Buffett yang bisa kamu tiru, jumlahnya berlimpah.

Tapi salah satu kebiasaan Pak Buffett yang paling mencolok adalah membaca. Bahkan dilaporkan bahwa Buffett menghabiskan hampir 80% buat membaca. Wow!


"Not all readers are leaders, but all leaders are readers".

-Harry S. Truman


Contoh orang-orang disegani yang terkenal gila membaca? Steve Jobs dan Bill Gates.

Membaca bisa membantu kamu ngembangin sejumlah skill, seperti:

Pengembangan inteligensi verbal

Pemahaman sosial yang meningkat

Meningkatkan inteligensi emosi

Skill-skill ini adalah skill para pemimpin. Dan yang pasti, membuat kamu lebih disegani dong.

Jadi kalo kamu mau disegani, perbanyaklah membaca.


2. Orang yang disegani nggak cuma jago di bidangnya…mereka juga ramah.

Banyak orang ngira kalo kamu cukup pinter, cukup berbakat, dan cukup berkompeten dalam pekerjaan kamu,

secara otomatis kamu disegani oleh orang-orang di sekitar.

Iya gak sih?

Ngomong-ngomong, berdasarkan psikolog Harvard Amy Cuddy, kemampuan adalah syarat kedua untuk jadi disegani. Syarat paling penting, ternyata… sikap ramah.

Menurut Mbak Cuddy, kalo kita kenalan sama orang baru, otak kita langsung mikir gini: “Aku bisa percaya gak ya sama orang ini?” dan “Apa aku perlu menghormati dia?” Kepercayaan datang dari sikap yang ramah.

Sementara respek datang dari kemampuan dan kecakapan.

Tapi, berdasarkan penelitiannya, kalo kamu mau disegani, harus dipercaya dulu.

Artinya, kamu perlu membuat orang percaya sama kamu sebelum mereka menghormati kamu.

Jika kamu mau disegani, ya pertama kamu harus jadi ramah dong sama orang. Tempatkan diri di posisi orang lain. Kalo ada orang cerita, dengerin. Tunjukin kalo kamu peduli. Dengan gitu, orang akan percaya kalo kamu layak disegani.


3. Orang yang disegani tau kapan harus menolak.

Orang yang tegas lebih disegani dibandingkan sama yang klemar klemer.

Ketika seseorang bersikap tegas, dia memperlihatkan aura seorang yang punya kemampuan dan berkuasa. Ini bagus untuk menciptakan rasa percaya. Menjadi tegas bisa dilihat dari banyak contoh; tapiii kamu bisa mengawalinya dari bilang “nggak”.

Heh?

Ya, kamu harus tau kapan kamu harus menolak permintaan orang. Kamu harus tau kapan harus TIDAK memaklumi orang lain.

lagian kalo terus-terusan ngalah dan menerima, kamu jadi dianggap remeh kan?

Mampu mengeluarkan pikiranmu dan mempertahankan pendapat itu penting. Ini untuk meningkatkan respek dari orang-orang di sekitarmu.


4. Orang yang disegani, menghormati orang lain.

Kalo kamu mau dihormati, ya hormati orang lain dulu.

Semua orang tahu hal ini, tapi gak semua bisa melakukan. Tapi di sini kita gak cuma menghormati orang lain… kita juga katakan sejelas-jelasnya kalo kita menghormati orang lain.

Berdasarkan prinsip-prinsip  spontaneous trait transference, orang lain cenderung menilai kita dengan nilai-nilai yang kita katakan ke orang lain.

Contoh: kalo kita ngatain yang jelek-jelek tentang orang lain, si pendengar juga menilai kalo kita jelek.

Jadinya kalo kita senang memuji orang lain, senang menghargai karya orang lain… Mereka pun akan menganggap kamu orang yang ramah dan menyenangkan.

Jadilah orang yang gampang memuji dan menghargai. Pujilah hal baik di diri orang lain — jadi orang lain menilai kamu baik. Jadi lebih dihormati deh.


5. Orang yang disegani punya rasa humor.

Tertawa memberi pengaruh positif pada kesehatan. Kamu juga pasti tau dong kalo humor bisa jadi cara yang sip untuk mempererat hubungan dan mengendurkan situasi tegang.

Tapi ketika ingin jadi disegani, seseorang seringnya berusaha bersikap keras dan kaku. Ketika kita ingin mendapatkan respek dari orang lain, kadang tanpa sadar kita jadi kaku.

Padahal, kita bisa lo menggunakan humor untuk mengurangi perbedaan sosial antara kita dengan orang lain. Humor yang santai dan ringan bisa membantu kamu terlihat lebih manusiawi, dan lebih suportif.

Tapi inget: ngejokes boleh tapi jangan keseringan. Terlalu sering melucu malah kamu dianggap remeh dan jadinya gak disegani deh.

Nah!

Itu tadi 5 hal yang harus kamu lakukan supaya kamu disegani.

Kamu gak bisa meminta atau mengharapkan supaya kamu disegani sama orang.

Kamu sendiri yang harus membentuk sikap itu.

Satu hal lagi yang tak kalah penting. Jangan berharap orang akan selalu MAKLUM dan MEMAAFKAN atas  sikap kamu yang egois, nyeleneh, menyebalkan atau menjengkelkan. Karena ada saatnya orang lain itu akan MUAK dengan perilaku kamu yang kaya gitu. 

What you give is what you get!.


Kembali ke reportase. Turnamen mingguan kali ini diikuti oleh 16 orang Spartan. Di turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-29, tamu dari Bekasi kembali menunjukkan taringnya dengan menyabet gelar juara. Setelah minggu lalu Franky yang berada di podium juara, kali ini giliran Reza R yang berpasangan dengan Hadi M, yang keluar sebagai kampiun minggu ini.

Di babak penyisihan  Reza R dan Hadi secara meyakinkan menggulingkan lawan-lawannya dengan kemenangan penuh. Bahkan saat mereka kembali bertemu lagi di Semifinal dengan kompetitornya Fatoni dan Franky. Fatoni dan Franky yang di babak penyisihan harus menelan pil pahit kekalahan dengan score yang bikin ga bisa bobok nyenyak. 41-42. Tidak mampu membalaskan kekalahan mereka.

Babak final mempertemukan Reza R dan Hadi M dengan pasangan Ari Syam dan Roganda. Ari Syam yang baru datang lagi ke Sparta (karena kesibukan aktivitas bekerja di Jakarta), tak mengalami kesulitan berarti bertandem dengan Roganda.

Reza R dan Hadi M terlihat sedikit kedodoran di awal pertandingan partai puncak. Bahkan hingga paruh set ke-dua, mereka masih selalu tertinggal 3-4 poin.  Entah faktor fisik atau hilang fokus (karena hujan turun dengan derasnya, hingga suasana di dalam GOR sangat berisik), akhirnya Ari Syam dan Roganda poinnya tertikung tanpa bisa menyusul lagi. Dan pertandingan babak final berakhir dengan 42-40.

Inilah nama-nama yang menjadi juara kita minggu ini;

Juara I Reza R dan Hadi M

Juara 2 Ari Syam dan Roganda

Juara 3 Fatoni dan Franky / Iyan dan Olsen


Dan dibawah ini adalah ikhtisar turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-29;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Keep calm and smash hard!!



.





Minggu, 20 September 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 20 September 2020

 “Look outside and you will see yourself. Look inside and you will find yourself.”

 Drew Gerald

Pada Jum'at Pagi hari, Empat orang santri sedang belajar adab-adab sholat jum'at, dan mereka mengetahui kalau sedang mendengarkan khutbah maka mereka harus diam tidak boleh bicara, lalu siangnya mereka masuk masjid untuk sholat Jum'at, yang sebelumnya tentu harus mendengarkan khutbah, pada saat awal khotib berkhutbah semuanya diam, berlangsung dengan khusyuk. Namun, tidak beberapa lama setelah itu, ada salah satu jamaah sibuk memainkan HP nya, dan ketika Hp orang itu berbunyi karena ada yang menelpon, seorang jamaah dari 4 orang itu tidak bisa menahan diri dan berseru kepada orang itu; ”Tolong matikan Hp itu!”

Santri kedua heran mendengar suara temannya. ”Kita tidak boleh berbicara,” komentarnya. Melihat hal ini Santri ketiga merasa jengkel, ”Kalian bodoh. Mengapa berbicara?” ia bertanya. ”Sayalah satu-satunya orang dari kalian berempat yang tidak berbicara,” Santri keempat menyimpulkan.


Apakah yang menarik dari cerita di atas? Ternyata melihat ke luar itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan melihat ke dalam. Ini tentu saja tidak mengherankan, melihat ke luar hanya membutuhkan mata lahir, sedangkan melihat ke dalam membutuhkan mata batin. Melihat ke luar dapat kita lakukan di tengah kesibukan, sementara melihat ke dalam hanya bisa kita lakukan dalam keheningan, manakala kita melakukan dialog yang tak terputus dengan diri kita sendiri.

Yang menarik, karena kita hanya dapat fokus pada satu hal di satu waktu, maka ketika fokus ke luar, kita akan lupa untuk melihat ke dalam. Lantas, apa yang membuat kita sulit untuk melihat ke dalam?

Ada tiga alasan yang kuat, mengapa melihat ke dalam diri sendiri itu sulit. Pertama, karena kita sering merasa sudah benar. Kita tidak sadar bahwa kebenaran hanyalah posisi kita pada saat ini, dan sama sekali tidak ada jaminan bahwa kita tetap berada di posisi ini di masa mendatang. Kita lupa bahwa posisi kita bisa berubah seperti bandul yang berayun.

Selain itu, kita kerap menganggap diri kita berada di zona aman. Kita merasa diri kita baik dan bijak. Kita merasa mempunyai kedudukan yang menjamin kita berbuat baik seperti penegak hukum, aktivis antikorupsi, ahli agama, ilmuwan dan sebagainya. Semua posisi dan label ini menciptakan perasaan aman yang pada gilirannya menghasilkan sikap kurang hati-hati, lengah dan longgar. Tanpa disadari kita mengendurkan standar kita sendiri. Inilah yang membuat banyak penegak hukum melakukan aktivitas yang melanggar hukum, aktivis antikorupsi malah melakukan tindakan korupsi, ahli agama melakukan hal-hal yang justru bertentangan dengan agama yang diyakininya.

Kedua, kita lebih mudah melihat ke luar karena kita senang menyalahkan orang lain. Kita acap kali merasa bangga bila kita dapat menunjukkan kesalahan orang lain. Seolah-olah dengan menunjukkan kesalahan orang lain itu kita menjadi lebih baik dan lebih besar. Secara diam-diam dan tanpa disadari, kita masih memiliki penyakit ini dalam diri kita. Kita ingin lebih dibandingkan dengan orang lain. Kita membangun ego kita dengan cara seperti itu.

Ada sebuah cerita inspiratif mengenai tiga orang anak yang dibawa penduduk kampung ke pengadilan dengan tuduhan mencuri buah semangka. Ketiga anak itu sangat ketakutan karena berpikir akan menerima hukuman yang berat.

Ketika sampai di hadapan hakim, hakim yang dikenal sebagai orang yang sangat keras sekaligus bijaksana itu mengatakan, “Kalau di sini ada orang yang ketika masih anak-anak belum pernah mencuri buah semangka, silakan tunjuk jari.” Ternyata tak seorang pun termasuk hakim yang mengangkat jari telunjuknya. Maka, hakim pun langsung berkata, “Perkara ditolak.”

Jadi, sebelum bicara apa-apa, lihatlah diri Anda lebih dulu. Walaupun melihat diri sendiri memang amatlah sulit. Analoginya seperti melihat telinga Anda sendiri. Telinga itu berada sangat dekat dengan diri kita, tapi bisakah kita melihatnya? Tidak bisa, Anda membutuhkan alat, yakni cermin.

Ketiga, kita sulit melihat ke dalam diri karena kita sering merasa bahwa masalah berada di luar, bukan di dalam. Padahal, bukankah semua masalah yang ada di luar itu sebenarnya bersumber dari masalah yang ada di dalam, seperti halnya orang lebih suka mengarahkan telunjuknya ke luar tetapi lupa untuk bercermin. Bukankah semua kejahatan, permusuhan, dan peperangan bersumber pada sesuatu yang ada di dalam – dan bukan di luar – diri kita?

Karena merasa bahwa masalah ada di luar bukannya di dalam, maka perilaku kita seperti perilaku orang yang membaca buku psikologi dan bukan buku kesehatan. Ketika membaca buku psikologi kita akan cenderung menganalisis perilaku orang lain yang ada di sekitar kita. Kita mengatakan, “Ya, saya tahu, rekan kerja saya memang seperti ini, begitu pula dengan pasangan hidup saya.” Ini tentu saja berbeda dari perilaku ketika membaca buku kesehatan. Bayangkan kalau Anda membaca tulisan mengenai gejala diabetes atau jantung koroner. Siapakah yang akan langsung Anda pikirkan? Tentu saja, kita akan melihat ke dalam diri kita sendiri.

Seorang bijak pernah mengatakan, “Orang yang tahu mengenai alam semesta tetapi tidak tahu apa-apa mengenai dirinya berarti belum tahu apa-apa.” Karena itu tepat sekali Ebiet G. Ade dalam sebuah lagunya yang terkenal mengatakan, ”Tengoklah ke dalam sebelum bicara. Singkirkan debu yang masih melekat...” Dalam lagu yang sama ia juga berpesan, ”Bercermin dan banyaklah bercermin. Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini. Berusahalah agar Dia tersenyum...”

Pada saat mata dan Panca indra kita terjaga, maka Perhatian Otak atau Jiwa kita berada pada luar diri kita, sehingga membuat Jiwa kita terperangkap pada panca indera, terkungkung oleh ke-diri-an. Berada pada Kesadaran inderawi, sehingga hanya menyadari lingkungannya hanya sebatas kesadaran yg bersifat fisik. Orang yg seperti ini lebih tertarik dan menyukai kehidupan dunia daripada akhirat.

Kembali ke reportase. Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-28 diikuti oleh 16 orang Spartan plus 5 orang Spartan yang hanya mabar. Minggu ini kita kedatangan 3 orang tamu dari Bekasi, 2 ikutan turnamen dan satu orang hanya jadi penonton. Keikutsertaan Franky S dan Reza R di turnamen kali ini, turut mewarnai jalannya turnamen. Skill Franky yang termasuk diatas rata-rata Spartan, berkolaborasi permainan apik Ari A, jadilah mereka sebagai kampiun minggu ini. Sebetulnya dari awal juga sudah tertebak kalau mereka yang akan keluar sebagai juara minggu ini. Perjalanan mereka sangat mulus mulai dari babak penyisihan hingga final tanpa menderita kekalahan satu kali pun. Di babak final mereka mengalahkan pasangan Fatoni dan Rama dengan score 42-32.

Fatoni dan Rama yang awalnya bermain kurang maksimal di awal babak penyisihan, sanggup menebus kekalahan mereka dari pasangan Adi Putra dan Reza R, dengan memetik 2 kemenangan di 2 partai penyisihan berikutnya. Penentuan juara dan runner up di grup A, harus diselesaikan dengan drama penghitungan selisih poin. Fatoni dan Rama berhasil membalas kekalahan mereka dengan mendepak Adi Putra dan Reza R di babak semifinal.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini;

Juara 1 Franky S dan Ari A

Juara 2 Fatoni dan Rama

Juara 3 Adi Putra dan Reza R / Iyan dan Andre

Dan dibawah ini adalah result dari turnamen mingguan Sparta tanggal 20 Sepetember 2020, disertai dengan update ranking dan Akumulasi perolehan medali Sparta;

Road to final

Bagan turnamen
Update ranking Sparta


Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Semoga kita menjadi insan yang bisa introspeksi atas kesalahan-kesalahan yang telah dibuat dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Tetap semangat dan Salam olahraga!!!

Minggu, 13 September 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 13 September 2020

 “Respect is a two-way street, if you want it you have to give it.”

R.G. Risch

First thing first, mengapa kita harus menghargai orang lain? We may come with a thousand different reasons for why we have to pay enough respect for others, Sobat – entah alasan sebagai makhluk sosial, kehidupan bermasyarakat, dan lain sebagainya. Namun satu hal yang pasti, sikap kita pada orang lain menunjukkan siapa kita sesungguhnya.


Kita dapat dengan mudah menanggapi sikap menyebalkan orang lain dengan perilaku yang sama menyebalkannya. Tapi bukankah dengan demikian berarti kita sama-sama menyebalkannya dengan orang tersebut? Tak ingin begitu bukan? Jadi, bagaimana sebenarnya cara-cara sederhana yang dapat kita terapkan dalam menghargai orang lain?

1. Tidak Mengabaikan Sopan Santun

Selama berabad-abad budaya kita mengajarkan sopan santun. Nilai sopan santun boleh jadi berbeda antar daerah, tapi pada dasarnya sikap sopan dan santun yang diajarkan bertujuan agar kita mampu menghargai orang lain. Contoh sederhananya adalah dengan tidak melupakan kata maaf, tolong, dan terima kasih.

Mengucap maaf tak berarti kita berada pada posisi yang lebih rendah atau menunggu sampai kita benar-benar melakukan kesalahan yang fatal. Mengucap tolong juga baik diucapkan para setiap orang, siapapun dia, yang membantu kita. Dan ucapan terima kasih merupakan cara kita menghargai sekecil apapun kontribusi yang diberikan oleh orang lain.

Selain bahasa verbal, sopan santun juga tampak pada sikap badan atau bahasa tubuh kita. Again, our native culture is very subjective in such matter. Secara umum dalam budaya ketimuran, misalnya, menunjuk-nunjuk dengan jari pada orang yang berusia lebih tua dianggap tidak sopan.

Bagaimana bila kita menghadapi orang yang bersikap tidak sopan? Haruskah kita tetap bersikap sopan? Tentu saja, iya. As it's mentioned earlier, the way we carry ourselves shows who we are – more than anything else. Jadi tetap saja tak ada ruginya bersikap sopan bagaimanapun reaksi orang yang tengah kita hadapi.

2. Terima Perbedaan pada Setiap Orang

Beda kepala, beda isi – pernah mendengarnya, kan? Adalah hal yang wajar bila masing-masing kita memiliki ide dan pendapat yang berbeda. Dalam banyak hal, yang semestinya dapat kita lakukan adalah menerima bahwa semua orang tak harus memiliki pendapat yang sama.

Perbedaan pula yang menuntun kita untuk tidak mengecilkan sesuatu. Misalnya, menganggap belajar menggambar tidak lebih penting dari belajar Matematika. Padahal, bagi orang lain mungkin memang passion-nya berada pada bidang seni dan ia dapat berbagi manfaat dengan orang lain pada bidang tersebut.

If it doesn't mean anything to you, something may mean the whole world for someone else. Therefore, it's worth every effort to always respect others' feelings and thoughts. (Jika itu tidak berarti apa-apa bagi Anda, sesuatu itu mungkin sangat berarti bagi orang lain. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk selalu menghargai perasaan dan pikiran orang lain).

3. Mau Menyimak dan Menjadi Pendengar

Berapa banyak teman yang sering menceritakan masalahnya pada kamu? Bila jumlahnya cukup banyak, besar kemungkinan kamu adalah pendengar yang baik.

Persoalan yang lebih serius memang membutuhkan bantuan profesional, misalnya melalui konseling. Akan tetapi, biasanya yang dibutuhkan teman kita hanya seseorang yang mau mendengar curahan perasaannya.

Bukan hanya teman yang sedang galau yang butuh disimak. Pada dasarnya, hampir setiap orang yang mengutarakan sesuatu berharap untuk disimak, didengarkan dengan baik. Disisi lain, sikap kita yang mau diam menyimak merupakan wujud dari respek atau penghargaan kita pada orang lain.

Bukan hanya di kelas saat menyimak guru atau dosen, sikap diam dan mau mendengarkan sebenarnya lebih dibutuhkan dalam berinteraksi dengan orang lain – khususnya mereka yang berusia lebih tua dari kita. Bila belum terbiasa, memang dibutuhkan kesabaran yang luar biasa untuk tidak memotong seseorang yang sedang berbicara – tapi itu layak diusahakan.

4. Menyadari Batasan

Manusia memang makhluk sosial, tapi kita juga memiliki ruang lingkup pribadi. Dalam ranah pribadi, setiap orang memiliki hak penuh atas dirinya sendiri. Batasan tersebut memberi panduan sejauh mana jangkauan ucapan, sikap, hingga tindakan kita.

Misalnya, ketika ada teman yang menceritakan masalah pribadinya, yang bisa kita lakukan hanya menyimak dan menyampaikan pendapat ketika diminta. Diterima atau tidaknya pendapat kita, apapun keputusan dan tindakan yang diambilnya, sepenuhnya berada dalam ranah pribadi teman tersebut.

Dengan kita menahan diri dari berkomentar tanpa diminta, memaksakan pendapat, hingga membuat seseorang melakukan sesuatu yang tak diinginkannya berarti kita mampu menghargai orang lain. Respek pada orang lain inilah yang turut memandu dan mengarahkan tindak tanduk dan tingkah laku kita.

Telah disebutkan diawal bahwa penghargaan, respek pada orang lain sebenarnya lebih menunjukkan siapa kita. Jadi, ketika tingkah laku kita baik pada orang lain, itu karena kita yang selalu berusaha untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi. Siapkah kita melakukannya, guys?

Kembali ke reportase. Turnamen minggu ini dihadiri oleh 15 orang Spartan. Sebenarnya ada 16 orang, tapi Iwan tidak mau masuk drawing karena ada keperluan.

Finalis kali ini berasal dari grup yang sama, yaitu grup A. Hadi M dan Roganda berhasil menyabet gelar juara minggu ini. Dibabak penyisihan mereka harus puas berada di posisi runner up grup. Mereka harus menelan pil pahit kekalahan dari Anton dan Olsen di babak penyisihan. Namun di babak final Hadi M dan Roganda berhasil membalas kekalahan mereka di babak penyisihan dari pasangan Anton dan Olsen, dengan score telak 42-27.

Anton dan Olsen yang bermain sangat apik di babak penyisihan hingga semifinal. Di babak final seperti kehilangan daya magisnya. Mereka bermain antiklimaks. Permainan rally-rally panjang tetap tersaji dengan apik, namun itu tak cukup untuk menjadi modal menghadapi permainan ulet dan pertahanan rapat dari  Hadi M dan Roganda.

Jujur, menurut admin pertarungan semifinal antara Hadi M dan Roganda melawan Nura Audy dan Alex jauh lebih menarik dan mendebarkan. Namun faktor keberuntungan rupanya ebih berpihak ke Hadi M dan Roganda. Setelah sebelumnya tertinggal dan hampir kalah di poin 37-41, Namun secara perlahan namun pasti mereka menambah poin dan mengunci poin 41 Nura audy dan Alex, lalu menuntaskan permainan dengan 42-41.

Inilah nama-nama juara minggu ini

Juara 1 Hadi M dan Roganda

Juara 2 Anton dan Olsen

Juara 3 Nura Audy dan Alex / Rama dan Romi

Dan dibawah ini adalah result selengkapnyan turnamen mingguan Sparta, edisi minggu ke-27;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Semoga kita selalu bisa saling menghargai. Bukan sabar namanya jika masih ada batasnya dan bukan ikhlas namanya jika masih dibicarakan, apalagi diumbar di medsos.  Let's respect each other. Sampai jumpa...


Minggu, 06 September 2020

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 6 September 2020

 “Do something today that your future self will thank you for.”

Sean Patrick Flanery

Hidup memang hanya satu kali, tapi bukan berarti kamu boleh hanya memikirkan saat ini saja. Hidupmu di masa depan juga bisa dipengaruhi oleh apa yang kamu lakukan sekarang. Banyak kebiasaan-kebiasaan kecil yang barangkali kamu abaikan sekarang, tapi sebenarnya sangat berpengaruh untuk masa depanmu kelak.

Karena masa depan yang secerah bintang tidak datang begitu saja, kamu harus mulai menyiapkannya dari sekarang. Lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, dirimu akan berterima kasih karena sekarang kamu melakukan hal-hal ini.


1. Orang sukses selalu bangun pagi, tak peduli weekdays ataupun weekend. Yuk ubah kebiasaanmu bangun siang!

Kalau kamu ingin menjadi orang sukses, jauh-jauhlah dari kebiasaan bangun siang, meski di akhir pekan sekalipun. Ada yang bilang bahwa apa yang kamu lakukan di pagi hari akan berpengaruh pada pekerjaanmu sampai sore nanti. Tetapi yang pasti, dengan bangun lebih pagi, kamu punya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan pekerjaanmu. Kamu juga punya waktu lebih untuk melakukan aktivitas-aktivitas refleksi sebelum berkutat dengan pekerjaan seharian nanti.

Bangun lebih pagi juga mempengaruhi mood-mu lho, karena kamu tidak harus terburu-buru bersiap-siap. Santai, karena waktumu masih cukup luang.

2. Kamu malas olahraga? Sekarang sih tidak terasa apa-apa, tapi sepuluh tahun dari sekarang kamu akan menyesalinya

Kamu pasti tahu bahwa penyebab dari penyakit-penyakit berbahaya di usia tua seperti jantung, stroke, hipertensi, diabetes, dan obesitas, dipengaruhi oleh pola hidup yang buruk. Mulai dari makanan yang tidak sehat sampai malas olahraga sejak masih muda. Sekarang mungkin kamu belum merasakan masalahnya kalau kamu malas olahraga. Kamu merasa sehat-sehat saja, dan tubuhmu juga tetap ramping.

Tapi sepuluh tahun dari sekarang, kamu akan sangat berterima kasih pada dirimu saat ini, bila kamu mulai menghilangkan kebiasaan malas olahraga itu. Tidak perlu berat-berat kok. Cukup joging ringan minimal seminggu 3x sudah cukup mengurangi risiko-risiko seram di masa depan.

3. Mulai sekarang kurangi kebiasaanmu bergadang. Itu ‘kan yang membuatmu sulit bangun pagi dan kurang produktif di siang hari?

Begadang adalah penyakit sekaligus hobi anak muda kita. Mulai dari mahasiswa yang beralasan mengerjakan tugas, sampai pekerja yang beralasan melembur pekerjaan. Tapi ada juga sih yang begadang untuk sekadar nonton film. Akibatnya, esok hari menjadi kurang produktif karena waktu istirahat yang kurang. Belum lagi kalau ingat efek-efek negatif begadang untuk kesehatan.

Mulai sekarang biasakan untuk mendisiplinkan dirimu sendiri. Tidur tepat waktu akan membuatmu mudah bangun tepat waktu juga. Sehingga hidupmu lebih teratur dan produktivitasmu bisa meningkat.

4. Mumpung masih muda, biasakan baca buku minimal 1 buku per bulan. Selain menambah pengetahuan, membaca juga bisa mencegah kepikunan

Bila sudah memasuki dunia kerja, berangkat pagi dan pulang malam, membaca buku adalah hal yang paling menyulitkan sedunia.  Tapi meskipun sulit, membaca adalah salah satu hal yang harus kamu lakukan demi masa depanmu kelak.  Kamu tentu masih ingat nasihat guru SD-mu dulu bahwa buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, kamu akan mendapat pengetahuan baru yang selalu kamu perlukan untuk kehidupan.

Selain itu, membaca juga bisa membawa dampak baik untuk kesehatan, yaitu mencegah penyakit alzheimers atau pikun. Kalau memang kamu tidak bisa membaca buku, kamu bisa membaca surat kabar setiap pagi.

5. Berhenti menunda-nunda pekerjaan, karena apa yang kamu dapat di depan sana bergantung kepada apa yang kamu lakukan sekarang

Menunda-nunda pekerjaan juga salah satu hal yang bisa menghambat kesuksesan. Menunda pekerjaan memang menyenangkan, karena hidupmu akan terasa lebih santai. Tapi kita nggak tahu apa yang terjadi di depan. Kita menunda itu sekarang dengan berbagai alasan. Kalau bisa dikerjakan nanti kenapa harus buru-buru, ya ‘kan?

Tapi kita nggak pernah tahu apakah nanti akan benar datang atau tidak. Kesempatan seringnya nggak datang dua kali, ingat? Toh lebih baik kamu mengerjakan itu sekarang dan bersantai setelahnya. Jadi mulai sekarang, ganti prinsipmu menjadi:

Kalau bisa dikerjakan sekarang, kenapa harus nanti-nanti?

6. Selalu takut mengambil risiko nggak akan membawamu ke mana-mana, padahal dunia ini demikian luasnya. Beranilah mencoba!

Apa yang membedakan kenapa satu orang bisa sukses sementara yang lain tidak, bisa dipengaruhi oleh keberanian untuk mengambil risiko. Seseorang yang takut mengambil risiko dan terus bertahan di zona nyaman, selamanya hanya akan berada di posisi yang sama. Tidak naik dan tidak turun. Padahal dunia ini sedemikian luasnya, dan banyak hal menarik yang bisa kamu coba. Kamu takut akan gagal? Tapi bagaimana kamu tahu kamu akan gagal bila kamu terlalu takut bahkan untuk mencoba? Selagi masih muda, akrabilah kegagalan. Karena tanpa kegagalan, kamu tidak akan pernah belajar bukan?

7. Tentukan prinsipmu dan jadikan itu pedoman sehari-hari. Tanpa prinsip yang pasti, hidupmu akan kacau dan tak terarah

Untuk mencapai golmu di masa mendatang, kamu perlu seperangkat prinsip yang kamu jadikan pedoman hidup sehari-hari. Prinsip-prinsip pribadi ini akan menjadi pemandumu dalam setiap langkah yang kamu ambil, untuk membedakan mana yang harus kamu lakukan dan tidak boleh kamu lakukan. Tidak harus mengikuti apa yang orang lain percayai, tapi tentukan sendiri prinsip-prinsipmu karena setiap orang pasti memiliki perbedaan visi dan misi. Tanpa prinsip-prinsip pribadi, hidupmu sulit terarah. Kamu akan mudah terpengaruh oleh orang lain, dan demikian life goal-mu juga sulit untuk dikejar.

8. Biasakan membuat schedule-mu sendiri, dan berusahalah mati-matian untuk menepatinya!

Terkadang musuh yang paling sulit dilawan adalah diri sendiri. Itu juga yang membuat rencana yang sudah kamu susun untuk dirimu sendiri, buyar begitu saja tanpa pernah kamu lakukan karena ini dan itu. Self-dicipline jadi mutlak perlu. Buatlah jadwal untuk dirimu sendiri. Buatlah deadline untuk kamu patuhi sendiri. Tapi jangan hanya sekadar membuat saja lalu dengan tanpa beban mengingkarinya dengan segudang alasan yang kamu buat sendiri. Siksa dirimu untuk mematuhi jadwal yang kamu buat sendiri, agar kelak 5 tahun lagi, kamu sudah terbiasa hidup disiplin bukan untuk mematuhi aturan, tapi untuk dirimu sendiri.

9. Mulai menabung dan berinvestasi. Agar kamu nggak hanya mengandalkan gaji seumur hidupmu nanti

Masa muda adalah masa yang tepat untuk membuat perencanaan keuangan yang matang. Kenapa? Toh duitnya masih untuk diri sendiri ini? Justru karena itulah kamu harus mulai mengatur keuanganmu, karena bila nanti kamu sudah berkeluarga, mengatur keuangan akan jauh lebih sulit. Selagi kamu masih muda, mumpung kebutuhannya belum seberapa, jangan dulu berfoya-foya. Mulai menabung sedikit demi sedikit dan cobalah melirik peluang investasi. Karena gajimu saat ini belum tentu bisa menjamin hidupmu sampai sepuluh tahun lagi.

Kesuksesan nggak pernah jatuh dari langit. Orang-orang yang kamu lihat sukses sekarang, barangkali sudah memulai perjuangannya sejak lima sampai sepuluh tahun yang lalu. Nah, biar dirimu sepuluh tahun lagi nggak menyesal, pertama-tama, yuk melakukan kebiasaan-kebiasaan sederhana di atas!

Kembali ke reportase. Akhir-akhir ini jumlah Spartan yang hadir di turnamen mingguan Sparta hampir selalu sama, yaitu sekitar 14 orang. Demikian juga turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-26 ini, diikuti oleh 14 orang Spartan. Sebenarnya jumlah segini sangat menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semoga Spartan kembali semangat mengikuti turnamen mingguan. Dan datangnya tidak bergiliran. Yang ini hadir yang lain hilang, karena kalo serentak datang semua pasti akan makin seru.

Juara kali ini Hadi M dan Alex muncul sebagai kuda hitam. Karena 2 unggulan teratas (Iyan dan Nura Audy + Fatoni dan Ari A) harus puas di posisi runner up dan semifinalis. Hadi M dan Alex sukses melibas lawan-lawannya tanpa ampun, mulai dari babak penyisihan hingga final.  Dibabak final saat melawan pasangan Iyan dan Nura Audy, Hadi M dan Alex menang dengan score telah 42-28.

Mungkin karena faktor kelelahan, pasangan Iyan dan Nura Audy gagal mengimbangi permainan lawan. Faktor kelelahan ini sangat mungkin terjadi, karena mereka harus bertanding lebih banyak dibandingkan dengan Hadi M dan Alex, karena mereka berada di grup yang dihuni oleh 4 pasang Spartan. Kelelahan bisa mengakibatkan; hilang fokus, gerakan melambat, akurasi pukulan memburuk, mood menurun dll.

Meskipun hanya menjadi runner up, Namun Nura Audy berhasil merebut kembali posisi ranking pertama Sparta, yang sebelumnya dipegang oleh Roganda selama beberapa minggu.

Inilah nama-nama juara kita minggu ini;

Juara 1 Hadi M dan Alex

Juara 2 Iyan dan Nura Audy

Juara 3 Fatoni dan Ari A / Rizaldi dan Regan

Dan dibawah ini adalah result selengkapnya dari turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-26;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta


Sekian reportase kita kali ini, sampai berjumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya. Adios, Amigos, Parantos :) See you next week!!!