Powered By Blogger

Minggu, 26 Februari 2023

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 26 Februari 2023

"Don't settle for average. Bring your best to the moment. Then, whether it fails or succeeds, at least you know you gave all you had. We need to live the best that's in us."

Angela Bassett

Kita sering terjebak dalam rutinitas hidup dan pekerjaan, sehingga apa yang kita lakukan dan apa yang kita upayakan, kerap tidak sempat kita evaluasi. Saat mendengar berita kecelakaan pesawat, di mana mungkin ada teman atau sahabat kita di dalamnya, atau menerima kabar duka yang memberitakan salah satu sahabat atau kerabat tutup usia, tak jarang kita shock dan baru merasa punya waktu untuk berhenti sejenak, mendapatkan insights dan merefleksikan betapa berharganya kehidupan yang kita jalani.


 Kita sesungguhnya sangat sadar bahwa hidup kita memang sudah ada takarannya dan suatu saat memang akan berhenti. Pertanyaannya, seberapa sering kita memikirkan pentingnya kualitas hidup yang ingin kita jalani? Apakah kita sungguh-sungguh menjalani hidup dan pekerjaan yang meaningful? Apakah kita sempat mengecek bahwa kita tidak sekadar mengejar karier dan uang, tetapi juga mengisi aspek kehidupan lain, baik itu emosional, membangun hubungan antar manusia dengan baik, serta mengembangkan aspek spiritual dalam hidup? 

Beberapa teman, bila sedang berdiskusi seputar masalah kualitas kehidupan, kadang berkomentar: “Kalau sudah sibuk ‘cari makan’ mana sempat memikirkan kualitas hidup lagi?” Ya, kita semua bisa merasakan betapa kehidupan makin kompleks, krisis datang silih berganti, tantangan untuk mencapai target kerja terus ada di depan mata, sehingga seolah kita tidak punya waktu atau energi untuk melakukan hal-hal lain yang ingin kita lakukan. 

Namun, apakah semua situasi itu akan menghalangi kita bersikeras untuk menjadi “a better person”? Mungkinkah kita membiarkan diri kita melepas standar kualitas hidup dan menjalani kehidupan kita dengan “pasrah” atau biasa-biasa saja? Pada akhirnya, kita akan bertanya pada diri sendiri: “Apakah sebagai manusia kita sudah berbuat optimal, mendalam, otentik, dan berenergi? Apakah kita punya kemauan kuat untuk “jadi  yang terbaik” dalam kehidupan kita yang hanya satu-satunya ini? 

Melihat gaya hidup teman atau kerabat yang tutup usia secara tiba-tiba, kita bisa belajar bahwa hidup memang perlu didesain. Hidup seperti apa yang ingin kita jalani? Bagaimana kita ingin dikenang oleh orang saat kita tiada? “Warisan” apa yang ingin kita tinggalkan? Legenda macam apa yang akan tinggalkan? 

Olah pribadi 

Kita sering melihat banyak orang mengambil posisi “tengah” alias posisi “aman”. Mereka tidak berusaha memperjuangkan ide dan pendapatnya kuat-kuat, namun lebih memilih untuk menyenangkan semua pihak. Dalam berprestasi, ada orang yang puas dengan menjadi “rata-rata”, berorientasi pada penilaian pihak eksternal, sehingga tidak menuntut dirinya untuk selalu mencapai titik terbaik. Padahal, seorang ahli mengatakan: “Mediocrity isn't a quest to be pursued “. Kita tidak akan "jadi apa-apa" atau menciptakan apa-apa, bila selalu berada di posisi “so-so” atau merasa diri “sekadar” pegawai, “sekadar” manager, atau “sekadar” orang kecil. 

Kita tentu kagum bila mendengar ada petani di kampung yang bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga betul-betul sukses. Orang seperti ini, tidak melihat dirinya “sekadar” petani, namun ia bisa melihat masa depan sampai ke titik yang paling optimal. 

Apapun posisi kita dalam organisasi, kita sesungguhnya punya peran penting dan perlu bangga dengan peran yang kita jalankan. Seorang arsitek, planner, desainer, sekretaris, dan trainer, punya peran untuk menghasilkan ciptaan-ciptaan yang lebih efisien, baik itu ide, buku, atau sistem yang bisa mempermudah hidup dan pekerjaannya. Menjalankan peran dengan bangga dan “all out”-lah yang akan menciptakan happiness dan sekaligus meningkatkan kualitas hidup kita. Ada individu yang kerap merasa bahwa ia sudah mengembangkan diri dan tinggal menjalankan hidup saja. Padahal, pribadi itu ibarat pensil. Pensil yang baik akan bisa digunakan untuk menulis, namun sebentar-sebentar perlu diasah. Pensil yang tumpul tidak bisa menulis dengan baik, dan menjadi usang dan ditinggalkan bila tidak dipertajam. 

Kita pun, ibarat pensil, senantiasa perlu belajar mengasah ketrampilan dalam hubungan sosial, menebalkan keyakinan, dan tidak boleh puas dengan keadaan yang sudah dicapai. Individu yang mudah merasa puas, akan cepat menunjukkan sikap dirinya selalu benar, “sok tahu” tanpa rasa ingin memperbaiki diri.

Sebaliknya, orang yang berorientasi pada kualitas hidup yang lebih baik, akan berusaha memperbaiki tutur katanya, senantiasa mawas diri untuk memperbaiki hubungan baik, dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi dengan rendah hati tetapi progresif. Kualitas hidup tidak bisa berhenti pada satu tingkat tertentu, namun perlu terus diupayakan dari waktu ke waktu, sampai akhir hayat kita. 

Good living = good work 

Kita tidak akan bisa meningkatkan kualitas hidup tanpa meluangkan waktu untuk melakukan evaluasi. Saringan evaluasi pertama adalah mengecek: "Apakah hal yang kita kerjakan ini bisa meninggalkan value di masa depan?" Saringan kedua adalah menguji: “Apakah apa yang kita lakukan saat ini sudah optimal kualitasnya dan bisa dites ‘excellence’-nya?” Saringan ketiga adalah memahami: “Apakah hal yang kita jalani ini memang  berasal dari diri kita dan mengangkat harkat kita sebagai manusia?” 

Bila kita menyaring tindakan kita dengan ketiga saringan tadi, maka dengan sendirinya integritas yang sekarang didengung-dengungkan orang pun akan terjaga. 

Sebagai manusia yang diberkahi akal budi, sangat terbuka kesempatan bagi kita untuk mengoptimalkan kualitas diri sebagai mahluk hidup. Kita tidak perlu mengakhiri hidup ini dengan penyesalan, kalau saja kita tidak henti-hentinya mendera diri kita untuk selalu lebih baik, lebih cepat, lebih hemat, lebih berintegritas, dan lebih bermartabat. 

Kitalah yang memilih untuk melakukan hal yang benar-benar kita minati. Kita bisa memilih hobi dan passion kita, sekaligus membuat prioritas. Kitalah yang menentukannya, bukan orang lain. Seperti yang dikatakan penyair Antonio Machado: "Walker, there is no path; the path is made by walking." 

Dengan menjalankan good living kita pasti akan melakukan good work juga.


Kembali ke reportase.... Di minggu terakhir Februari 2023, persaingan di Turnamen mingguan Sparta sudah mulai memanas. Kehadiran beberapa orang contender baru dan kembalinya beberapa  anak Telkom University membuat turnamen semakin  seru dan ketat. Ada 2 hal yang jadi catatan penting minggu ini. pertama adalah comebacknya Dumai, setelah hampir 5 tahun melipir dan lebih aktif badminton di Majalaya, setelah dia menikah. Ga main-main dia comeback dan menyabet gelar runner up turnamen mingguan  edisi minggu ke- 8, 26 Februari 2023, bersama dengan Apin. Yang ke-dua adalah, bergabungnya pemain muda berbakat Andika Setia,  Yang langsung mercuat meraih gelar juara di turnamen mingguan Sparta pertamanya. Dia yang tadi siang bertandem dengan Faisal R, yang memiliki kematangan skill bermain badminton dan mental bertandingnya. Ga mengherankan bila mereka menjadi jawara kali ini.

Dari hasil babak penyisihan grup, beberapa pasang tidak terprediksi akan gugur dan beberapa pasang malah memberi kejutan dengan lolos ke babak perdelapan besar. Dibawah ini adalah yang lolos menjadi quarterfinalis;

Grup A, Juara grup: Soca dan Zaki R, runner up grup: Amed Q dan Atep

Grup B, Juara grup: Apin dan Dumai, runner up grup:  Ardhi dan Peter

Grup C, Juara grup: Andika S dan Faisal R, runner up grup: Rofi dan Ken

Grup D, Juara grup: Arif dan Reza  Ahmad, runner up grup: Fatoni dan Ismail

Untuk grup D, pasangan Adi Putra dan Safiq sebetulnya yang paling berpeluang untuk menempati posisi runner up. Namun karena Safiq mengalami kram, sehinggal tidak dapat melanjutkan pertandingan (retired) pada kedudukan 41-39. Pasangan ini pun akhirnya harus rela tersingkir di babak penyisihan, karena perolehan poin mereka rontok. 

Drwaing babak quarter final, 2 grup yaitu grup B dan grup D kembali saling berhadapan antara juara grup dengan runner  up sesama grupnya. Sementara untuk grup A dan C, bertemu secara menyilang.  Di pertandingan babak quarterfinal, semua juara grup sukses menyingkirkan para runner up. 

Pada bagan atas semifinal berhadapan antara  Apin dan Dumai dengan  Soca dan Zaki R yang dimenangkan oleh pasangan Apin dan Dumai, dengan 42-36.  Sementara pada bagan bawah mempertemukan antara: Andika S dan Faisal R dengan Arif dan Reza  Ahmad. Andika S dan Faisal R sukses memulangkan Arif dan Reza  Ahmad dengan skor sangat meyakinkan 42-26. 

Pertemuan antara pasangan Apin dan Dumai versus Andika S dan Faisal R di babak final, sangat ideal. mengingat kedua pasangan ini melaju ke final tanpa mengalami kekalahan satu kali pun. Awal set pertama Apin dan Dumai, membuka pertandingan dengan sangat meyakinkan. Mereka langsung mendominasi permainan. Perolehan poin mereka pun langsung memimpin. 6-2, berlanjut menjadi 12-6.  Pada pertengahan set pertama, Andika S dan Faisal R merubah strategi permainan. Tempo permainkan mereka tunrunkan hingga terjadi rally-rally panjang yang seru. Andika S dan Faisal R berhasil menyamakan kedudukan 12-12. Mereka memanfaatkan momentum ini dengan bersaing ketat mengumpulkan poin. Beberapak kali terjadi skor sama dan saling susul menyusul. Set pertama ditutup dengan 21-18, untuk keunggulan Andika S dan Faisal R. Pada set kedua, pasangan Apin dan Dumai, secara kasat mata mereka terlihat mengalami tanda-tanda penurunan stamina. begitupun dengan akurasi pukulan mereka, sangat menurun dan banyak melakukan unforced error. Kondisi ini sangat dimanfaatkan oleh lawannya. Perolehan poin Andika S dan Faisal R pun makin melejit. Meninggalkan jauh didepan dengan selisih poin muali 6 poin, 10 poin, 12 poin, dan titutup dengan selisih 17 poin. Babak final disegel dengan 42-25 untuk kemenangan Andika S dan Faisal R. 

Yang layak menjadi highlight dari pasangan Andika S dan Faisal R, sang juara kali ini adalah: 5 laga yang mereka mainkan, 4 diantaranya dimenangkan dengan hanya meberi poin dibawah 27 untuk lawannya. Hanya pasangan Amed Q dan Atep yang sanggup memberikan perlawanan sengit, 36-42 dari Andika S dan Faisal R, pasangan kampiun minggu ini.

Inilah nama-nama juara Turnamen mingguan Sparta edisi Minggu, 26 Februari 2023;

Juara 1 Andika S dan Faisal R

Juara 2 Apin dan Dumai

Juara 3 Soca dan Zaki R / Arif dan Reza  Ahmad

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-8 tahun 2023;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa di reportase-reportase selanjutnya. Salam tepok bulu!!!


Minggu, 19 Februari 2023

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 19 Februari 2023

 “Keep away from people who try to belittle your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great.”

Mark Twain

Beberapa individu secara sadar maupun tidak sadar sering kali memiliki sikap yang dapat menyakiti orang lain. Perilaku itu seperti ucapan yang menghina dan mengkritik terus-menerus.

Mereka biasanya memberikan komentar negatif hingga mengubah panggilan nama yang membuat tersinggung tanpa persetujuan. Mungkin ada yang mengira bahwa itu hanya guyonan antar teman. Tanpa disadari seseorang mungkin tidak setuju dengan guyonan tersebut.

Perilaku itu sangat berdampak negatif bagi seseorang dan dapat memengaruhi hidupnya. Pada beberapa orang, tindakan ini sulit dicegah karena berlindung dari kata 'bercanda' maupun bawa perasaan (baper).

Berikut beberapa sikap yang bisa dilakukan untuk menghadapi orang yang meremehkan Anda tanpa menimbulkan konflik

1. Tahan Amarah

Bagi sebagian individu, reaksi pertama setelah menghadapi orang yang meremehkannya yakni muncul perasaan ingin marah. Itu adalah reaksi paling umum karena hal itu dianggap sebagai suatu ancaman.

Tapi, menunjukkan reaksi marah seharusnya bukan menjadi pilihan yang tepat. Pertama, kemarahan membuat diri berada dalam kondisi rentan. Itu karena mereka menunjukkan bahwa orang lain telah berhasil meremehkannya.

Kedua, kemarahan juga menimbulkan lebih banyak konflik. Saat bertindak karena marah, seseorang tidak benar-benar berpikir jernih. Pada akhirnya, itu dapat menjadi hal yang membuat diri merasa buruk.

2. Jaga Jarak dari Situasi

Terkadang orang lain tidak menyadari bahwa perilaku itu dapat menyinggung perasaan seseorang. Sehingga orang itu mungkin membuat komentar negatif yang dapat mengubah sikap positif seseorang. 

Faktanya, orang itu hanya memproyeksikan ketakutan dan prasangkanya kepada seseorang. Jika diperlakukan dengan diremehkan, cara untuk pergi dalam situasi itu yakni dengan hanya menerima apa yang dikatakan mereka dan mulai menjauhinya.

3. Memberi Respons

Ketika diri merasa bahwa komentar atau perilaku orang lain telah menyinggung perasaan. Cara terbaik yang harus dilakukan yaitu dengan menarik napas, dan membiarkan waktu berlalu sejenak sebelum memberi respons.

Setelah cukup, Anda dapat sedikit menanggapi komentar atau perilaku negatif itu secara positif. Hal ini dapat memberi Anda lebih banyak perspektif tentang apa yang baru saja terjadi. Selain itu, Anda juga belajar untuk membuat keputusan yang baik.

4. Minta Penjelasan

Anda harus meminta penjelasan mengapa orang tersebut mengatakan hal yang menurut Anda tidak pantas. Anda harus mengetahui apa maksud di balik komentar atau perilaku yang orang tersebut berikan.

Meminta penjelasan untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi. Namun, jika itu benar-benar penghinaan, Anda harus berbicara dengannya secara ramah untuk menghindari konflik, serta meminta mereka untuk lebih berhati-hati dalam berbicara maupun bertindak.


Kembali ke reportase... Turnamen mingguan Sparta kali ini, banyak dihadiri oleh new comer.  Mereka rata-rata masih muda dan mempunyai skill badminton yang cukup mumpuni. kehadiran mereka menjadi kan turnamen kali ini lebih seru dan banyak kejutan. 

Jujurly, admin sedikit mengalami kesulitan memprediksikan siapa yang akan menjadi juara kali ini. Admin hanya punya dua pasangan unggulan. Mereka adalah: Alex dan Daeng H, lalu Ardhi dan Reza Ahmad. Namun sayangnya pencapaian tertinggi mereka hanya sampai semifinal untuk Alex dan Daeng H, dan pasangan Ardhi dan Reza Ahmad malah langkahnya terhenti di quarterfinal.

Dari laga penyisihan di 4 grup menghasilkan: 

Untuk Grup A: Juara grupnya: Alex dan Daeng H, runner up Agun dan Rofi

Untuk Grup B: Juara grupnya: Roganda dan Tito H, runner up: Safiq dan Decky

Untuk Grup C: Juara grupnya: Peter dan Fahim, runner up: Ardhi dan Reza Ahmad

Untuk Grup D: Juara grupnya: Fatoni dan Amed Q, runner up: Ken dan Soca

Hasil drawing babak quarterfinal, 6 quarterfinals bertemu secara menyilang, sementara 2 quarter finalis yang berasal dari grup A, kembali berhadapan pesaing sesama grupnya lagi.

Semua juara grup di babak penyisihan, pada laga perempat final semuanya erhasil menyingkirkan para runner up. Kemenangan ini membuat 4 pasangan ini melaju ke babak semifinal.

Pada bagan atas babak semifinal, berhadapan antara Peter dan Fahim dengan Fatoni dan Amed Q.  Tapi laga semifinal ini harus terhenti pada skor 34-30, karena Amed Q  retired. Kaki Amed Q mengalami kram saat bermain, bahkan kramnya terulang sampai 4 kali.  Amed Q yang bermain rangkap di 2 grup C dan D, sepertinya mengalami kelelahan. Dia bermain rangkap karena dari hasil undian, beruntung menjadi peserta chalanger bertandem dengan Fatoni.

Pada bagan bawah terjadi pertarungan yang cukup sengit antara Alex dan Daeng H dengan Roganda dan Tito H.  Alex dan Daeng H  langkahnya dihentikan oleh Roganda dan Tito H dengan skor 42-37. Kemenangan ini sekaligus menjadi tiket ke babak final untuk Roganda dan Tito H.

Set pertama babak Final, dibuka dengan meyakinkan oleh pasangan Peter dan Fahim, yang tanpa basa basi langsung unggul 6-2. Awal permainan final sebenarnya tersaji cukup menarik Namun setelah paruh ke-dua set pertama, saat poin mencapai 10, keadaan berbalik. Roganda dan Tito H melakukan serangan bertubi-tubi sehingga Peter dan Fahim kewalahan. Banyak faktor yang membuat pasangan ini tidak bisa mengimbangi lawannya. Pertama karena jeda istirahat dari semifiinal ke final terlalu singkat, Kedua karena faktor U Peter, ketiga karena Fahim juga kelelahan harus mengcover partnernya, Peter. set pertama berakhir dengan 21-11. Pada set ke-2 tak ada perubahan yang signifikan. Peter dan Fahim masih tertekan dan tidak bisa mengembangkan permainannya. Sebaliknya dengan pasangan  Roganda dan Tito H, mereka tampil makin percaya diri. Jarak perolehan poin makin melebar jauh. Dan final kali ini ditutup dengan 42-22 untuk kemenangan Roganda dan Tito H.

Inilah nama-nama juara Turnamen mingguan Sparta edisi Minggu, 19 Februari 2023;

Juara 1 Roganda dan Tito H

juara 2 Peter dan Fahim

Juara 3 Alex dan Daeng H / Fatoni dan Amed Q

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-7 tahun 2023;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Jika ada orang yang suka menganggap remeh semua aspek hidup kita, tak ada pilihan lain selain menjauh dari orang tersebut. Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa di reportase-reportase selanjutnya.  Keep Calm and Smash Hard!!!

Minggu, 12 Februari 2023

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 12 Februari 2023

"Sincerity makes the very least person to be of more value than the most talented hypocrite."

Charles Spurgeon


Salah satu unsur yang penting dalam kehidupan  untuk dilatih dan dikembangkan adalah Ketulusan. Ketulusan adalah milik semua orang dan semua orang memiliki potensi ketulusan. 

Ketulusan adalah kesungguhan, kejujuran, bersih hati dan benar-benar keluar dari hati sanubari.  Perbuatan tulus, baik melalui pikiran, ucapan, maupun tindakan niscahya mendatangkan pengaruh positif bagi diri sendiri secara khususnya dan memberikan rasa senang bagi orang lain secara umumnya. 


Teng Hui, Motivator sekaligus penulis buku Kunci Kebahagiaan, mengatakan sering kita beranggapan keliru, bahwa ketulusan itu harus berasal dari penilaian atau pengakuan orang lain. Ketulusan tidak tergantung penilaian ataupun pengakuan orang lain, tetapi ada atau tidak adanya ketulusan itu, diri kita sendirilah yang mengetahui dengan jelas dan pasti jenjang ketulusan kita.

Di sisi lain, kita juga perlu menerima dan menghargai ketulusan orang lain.  Poin ini pun mampu mendatangkan pengaruh sangat positif bagi diri kita. Ketulusan itu berlaku untuk diri sendiri, untuk orang lain dan untuk lingkungan. 

Kita tulus kepada diri sendiri, di antaranya:

1. Tulus dalam mengakui dan menerima kekurangan diri sendiri, dengan berpikir bahwa umumnya setiap orang memiliki kekurangannya masing-masing, punya jenjangnya sendiri-sendiri.

2. Tulus dalam memuji diri sendiri di saat telah melakukan suatu hal yang terpuji atau di saat sedang melakukan perbuatan kebajikan yang mendatangkan pahala untuk diri sendiri. 

3. Tulus dalam menunaikan tugas-tugas pribadi, baik dalam hal duniawi, berupa mencari kebutuhan hidup dan bermasyarakat, maupun hal spiritual yaitu meminimalkan sisi-sisi buruk diri sendiri dan mengembangkan nilai-nilai kebajikan. 

4. Tulus dalam bersikap, bertutur kata, ataupun memberi barang materi, jasa, pengetahuan, dan nasihat kepada orang lain. 

5. Tulus dalam menerima dan menyikapi realita hidup. 

Kita tulus kepada orang lain, di antaranya:

1. Tulus menerima sikap, tutur kata, ataupun barang materi, jasa, pengetahuan, nasihat dan sebagainya dari orang lain. 

2.Tulus dalam mengakui dan menerima keterbatasan dan kekurangan orang lain.

3. Tulus dalam memuji sisi positif ataupun keberhasilan orang lain. 

Kita harus tulus kepada lingkungan, di antaranya tulus menghargai keberadaan satwa, tanaman, dan segenap alam semesta.  

Orang bijak menjunjung tinggi ketulusan kepada diri sendiri, kepada orang lain, dan kepada lingkungan, baik sebagai pihak yang memberi maupun menerima. 

Ketulusan orang bijak tidak tergoyahkan oleh apapun, apalagi sekadar oleh perolehan materi, kekuasaan, ketenaran, kenikmatan duniawi. 

Teng Hui mengatakan, mata batin kita senantiasa melihat, mendengar, merasakan, dan menyadari ketulusan kita.  Mata batin bertindak untuk menilai, mengakui, menghargai, dan menghormati ketulusan kita sendiri. 

Ketulusan itu mempunyai kekuatan yang luar biasa, karena bisa menciptakan perjuangan menjadi konsisten dan terbebas dari keluhan.  Mulianya ketulusan memiliki kekuatan melebihi kekayaan harta menteri, kekuasaan, dan ketenaran.


Kembali ke reportase... Hujan yang tak kunjung berhenti, rupanya membuat banyak Spartan mager alias malas gerak. Udara dingin memang membuat kita merasa lebih nyaman selimutan di kamar ketimbang pergi berolahraga. Hal itu terlihat dari jumlah Spartan yang konfirmasi datang ke Turnamen Mingguan Sparta kali ini. 

Dari hasil drawing turnamen mingguan Sparta kali ini, sejujrnya admin ngeblank, karena setengah dari peserta turnamen mingguan Sparta kali ini adalah pendatang baru. Babak penyisihan grup menghasilkan Peter dan Leonardo sebagai juara grup A, disusul oleh Roganda dan Ismail sebagai runner up-nya. Sementara yang menjadi juara grup B adalah Fatoni dan Rei, lalu runner up grupnya adalah Reza Ahmad dan Fahim. 

Undian babak semifinal rupanya kembali mempertemukan sesama kompetitor grupnya masing-masing. Pada bagan atas Fatoni dan Rei kembali sukses mengalahkan pesaingnya Reza Ahmad dan Fahim dengan 42-29. Reza Ahmad dan Fahim hanya mampu meng-upgrade 4 poin saja dari hasil pertandingan babak penyisihan, yang kalah dengan 42-25. Dan pada bagan bawah Peter dan Leonardo juga berhasil mengalahkan Roganda dan Ismail untuk kedua kalinya. Peter dan Leonardo menang 42-38 atas lawannya. Sebetulnya pada babak semifinal pasangan Roganda dan Ismail tampil lebih baik daripada saat babak penyisihan, tapi mereka belum berhasil membalas kekalahan mereka ,42-26 dari Peter dan Leonardo di babak penyisihan. 

Pada babak final saling berhadapan antara Fatoni dan Rei dengan Peter dan Leonardo. Tanpa diduga-duga Fatoni dan Rei tampil under perform. Penampilan gemilang mereka di babak penyisihan dan semifinal seperti hilang begitu saja. Sebaliknya dengan pasangan Peter dan Leonardo tampil lebih solid. Sejak set pertama mereka langsung mendominasi permainan, perolehan poin langsung melesat meninggalkan lawannya. Set pertama berlangsung cukup singkat, dan berakhir dengan skor 21-8 untuk keunggulan pasangan Peter dan Leonardo. Pada set ke-2 tak ada perubahan signifikan dari pasangan Fatoni dan Rei. Mereka tidak bisa mengembangkan permainannya.  Sementara lawannya bermain lebih semangat. Mereka melakukan serangan-serangan smash keras dan tajam, dikombinasikan dengan lob serang dan placing-placing yang menyulitkan Fatoni dan Rei. Pada set ke-2 Fatoni dan Rei hanya mampu menampah 8 poin saja. Babak final ditutup dengan 42-16 untuk kemenangan Peter dan Leonardo. kemenangan yang sangat telak.

Tak bisa dipungkiri penampilan prima dari Leonardo sangat besar sumbangsihnya untuk kemenangan pasangan ini.  Karena dia mampu mencover  partnernya, Peter. Fakta lainnya yang turut memuluskan kemenangan pasangan ini adalah karena kaki Fatoni sedikit mengalami cidera (ketarik) di babak semifinal. Hal itu  terlihat dari footwork dan akurasi pukulannya yang banyak mis. Jadi untuk kali ini 'tangan setan' dia not work.

Inilah nama-nama juara Turnamen mingguan Sparta edisi Minggu, 12 Februari 2023;

Juara 1 Peter dan Leonardo

Juara 2 Fatoni dan Rei 

Juara 3 Reza Ahmad dan Fahim / Roganda dan Ismail

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-6 tahun 2023;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Orang munafik akan menutupi kemunafikannya dengan kebohongan dalam perkataan dan perbuatannya. Semoga kita dijauhkan dari sifat minafik. Dan kita dianugerahi hati yang tulus. Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa di reportase-reportase selanjutnya. 

Minggu, 05 Februari 2023

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 5 Februari 2023

 “He that can have patience can have what he will.”

Benjamin Franklin

Berbicara soal kesabaran, tentu kita tidak bisa melupakan bagaimana caranya menghadapi ujian hidup dengan tenang. Ya, berusaha menjadi penyabar memang banyak tantangannya karena kita tidak pernah tahu kapan, di mana, dan seberapa lama harus menahan emosi. 

Sabar adalah kemampuan untuk tahan menghadapi cobaan, tabah, tenang, tidak tergesa-gesa, dan tidak terburu nafsu. 

Walau mudah diucapkan, pada kenyataannya kesabaran perlu latihan ekstra keras supaya emosi tidak mudah meledak-ledak. 

Tapi, apa sih manfaat bersabar untuk diri sendiri? Menjadi sabar tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, kalau kita bisa mempraktikkan "ilmu tingkat tinggi" ini, ada berbagai manfaat yang dirasakan.

1. Meningkatkan kesejahteraan mental 

Hal pertama yang didapat dari kesabaran adalah meningkatnya kesejahteraan mental dan emosional. Di sini, kitalah pihak yang paling diuntungkan ketika mampu bersabar ketimbang marah-marah, frustasi, dan stres. Manfaat ini pernah diungkap oleh sekelompok peneliti dalam studi yang dipublikasikan di National Library of Medicine tahun 2015. Studi yang menjaring mahasiswa asal Iran sebagai responden itu mendapati temuan bahwa sabar ada hubungannya dengan kepuasan hidup. Temuan didapat setelah peneliti memberikan alat untuk mengukur paradigma tentang kesabaran. Hasilnya, kesabaran menjadi prediktor dari kesehatan mental terutama pada responden yang mendapat skor tinggi di skala depresi. Sementara studi yang diunggah di Research Gate tahun 2012 menemukan fakta kalau sabar bisa mengurangi depresi.

2. Lebih bijaksana 

Bersabar membantu kita untuk mengambil keputusan dengan masuk akal dan lebih berhati-hati menilai situasi. Manfaat ini membantu kita supaya tidak membuat keputusan yang terburu-buru. Ketika mampu bersabar, kita tahu apa yang diinginkan dan pantas didapatkan. Sehingga kita belajar untuk menunggu. 

3. Membuat hubungan langgeng 

Kesabaran berkaitan dengan cara kita memperlakukan orang-orang di sekitar, termasuk pasangan. Hal tersebut membantu kita untuk melihat masalah dari perspektif yang luas ketika muncul konflik dalam hubungan. Baca juga: Kesabaran Itu Menyehatkan Dengan cara itu, kita juga lebih mungkin untuk empati, memahami orang lain, dan menghindari ketegangan dalam hubungan. 

4. Berpikir panjang 

Menjadi sabar benar-benar membantu untuk memandang masa depan, ketimbang berambisi pada tujuan jangka pendek. Sabar mengajari kita bahwa hal-hal baik yang diinginkan dalam hidup membutuhkan waktu. Hal tersebut tentunya menuntun kita untuk menghargai perjalanan hidup untuk mencapai tujuan yang lebih besar. 

5. Kedamaian batin 

Belakangan ini, sebagian orang merasakan ketidaktenteraman dalam batinnya. Mungkin mereka punya masalah dengan diri sendiri atau orang lain. Perasaan seperti itu ternyata bisa diatasi dengan kesabaran karena hal ini mencegah kita dari stres. Seolah-olah membiarkan Semesta bekerja, sabar memberikan pelajaran bahwa kita harus melepaskan hal-hal yang tidak bermanfaat. Juga, penting untuk mengambil waktu sejenak, tidak terburu-buru, dan menerima kondisi saat ini apa adanya. 

6. Menjadi baik 

Saat bersabar, kita lebih mungkin untuk menjadi baik meski kondisi di sekitar membuat gelisah dan tidak mempedulikan. Di sini, kesabaran memberikan pesan bahwa kita harus bersikap lembut dan toleran, termasuk memaafkan orang lain yang membuat kesal. Kesabaran juga membantu kita untuk belajar dari kesalahan, mengambil hikmahnya, dan mengambil waktu untuk tumbuh.

7. Membantu mencapai tujuan 

Dikutip dari Forbes, menjadi sabar memiliki manfaat lain untuk membantu kita mencapai tujuan. Terlebih, jalan menuju kesuksesan masih panjang dan bukan sesuatu yang bisa diraih dalam semalam. Kesuksesan juga memerlukan proses untuk bertumbuh dan ketekunan yang akhirnya berbuah manis. 

8. Menjadi pemimpin 

Pemimpin perlu bekerja sama dengan orang lain untuk membantu mengembangkan keterampilan terbaik mereka.

Beberapa orang yang bekerja dengan kita akan menjadi pembelajar yang mudah berkembang. Namun, beberapa dari mereka mungkin membutuhkan waktu lebih untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Tidak jarang, mereka juga bisa melakukan kesalahan. Jika ingin menjadi pemimpin yang baik, kita harus sabar menghadapi mereka. Kita harus mau menunggu orang lain berkembang seiring waktu. Kita harus sadar untuk menjadi pemimpin lebih sabar dan memahami bahwa hal-hal yang baik membutuhkan waktu.


Kembali ke reportase...

Turnamen mingguan Sparta  di awal bulan ini, yaitu tanggal 5 Februari 2023,  merupakan Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-5 di tahun ini. Yang jadi catatan penting dan harus jadi perhatian khusus buat semua member Sparta adalah: Datanglah tepat waktu supaya tidak menghambat jalannya turnamen. Seperti tadi siang, turnamen belum bisa dimulai karena pasangannya tidak lengkap alias pincang. Ingat jadwal kita yang sebenarnya adalah pukul 11.00 bukan pukul 12.00, ya.

Dari hasil drawing, sejujurnya admin hanya menjagokan 3 pasangan, yaitu: Ardhi F dan Nugi, Adi Putra dan Teddy H lalu, Atep dan Rizaldi. Mengingat hanya tiga pasangan  ini yang bukan pasangan gendongan.

Babakn penyisihan grup A, pasangan Atep dan Rizaldi  menempati posisi juara grup, diiringi oleh  Aditya FR dan Faisal sebagai runner up-nya.  Sementara di grup B, pasangan Ardhi F dan Nugi sukses menduduki posisi puncak grup B, dan yang menjadi runner up grup B adalah pasangan Adi Putra dan Teddy H.

Drawing semifinal mempertemukan lawan-lawannya secara menyilang. Dimana Ardhi F dan Nugi bertemu dengan Aditya FR dan Faisal. Dan pada bagan bawah Atep dan Rizaldi bertemu dengan Adi Putra dan Teddy H.

Ardhi F dan Nugi berhasil mengalahkan  Aditya FR dan Faisal dengan 42-32. Dan pada bagan bawah secara mengejutkan Atep dan Rizaldi, yang notabene merupakan juara grup A, harus mengakui keunggulan lawannya,  Adi Putra dan Teddy H. Babak semifinal untuk bagan pawah ditutup dengan poin 42-37 untuk kemenangan Adi Putra dan Teddy H.

Babak inal hampir tidak akan digelar, berhubung Adi Putra kecapean, setelah  menjalani pertandingan sengit melawan  di semifinal, Bahkan dia sempat 'Jackpot' alias muntah, sesaat setelah selesai laga semifinal. Gpp, ya... Kan nanti dapat Burger King dari Atep he he he...

Setelah di-announce kalau laga final tidak akan digelar, karena pasangan Adi Putra dan Teddy H  walkover alias W.O. Adi Putra  malah menyatakan siap untuk berlaga di babak final. Yo wess... Babak final pun  jadi dilanjutkan. O ya dua pasang finalis kali ini berasal dari grup yang sama, yaitu grup B.

Pada awal set pertama Adi Putra dan Teddy H bermain  agresif. Tanpa basa-basi perolehan poin mereka langsung melesat dan memimpin 6-1.  Ardhi F dan Nugi  berusaha mengimbangi permainan bola-bola sambaran Adi Putra yang cepat dan tajam, dengan counter attack berupa smash-smash menggelegar dari Nugi, yang terlebih dahulu diawali dengan bola-bola pancingan yang dilakukan oleh Ardhi F. Hingga pertengahan set pertama, sekalipun perolehan poin mendekat tapi Ardhi F dan Nugi belum berhasil menyalip poin Adi Putra dan Teddy H. Namun setelah berhasil menyamakan skor 16-16, Ardhi F dan Nugi tampil makin percaya diri. Mereka mulai meninggalkan  perolehan poin lawannya, dan menutup set pertama dengan 21-18. Pada set ke-2, keganasan Ardhi F dan Nugi makin tak terbentung. Sementara pasangan Adi Putra dan Teddy H permainannya terlihat kurang berkembang.  Ardhi F dan Nugi mengakhiri babak final dengan 42-32, sekaligus menyegel gelar juara minggu ini untuk mereka.

Inilah nama-nama Turnamen mingguan Sparta edisi Minggu, 5 Februari 2023;

Juara 1 Ardhi F dan Nugi

Juara 2 Adi Putra dan Teddy H 

Juara 3 Aditya FR dan Faisal  /  Atep dan Rizaldi 

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-5 tahun 2023;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

 “Sabar itu ilmu tingkat tinggi. Belajarnya setiap hari, latihannya setiap saat, ujiannya sering mendadak, sekolahnya seumur hidup.” 

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa di reportase-reportase selanjutnya. 



Minggu, 29 Januari 2023

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 29 Januari 2023

 “People will try and put limitations on you but the only person who can truly limit you is YOU.”

Megan Street

Banyak orang yang tidak berkembang, karena mereka membatasi diri sendiri.

Mungkin mereka itu memiliki potensi hebat.

Ada bakat terpendam.

Hanya saja semuanya tidak keluar untuk kebaikan diri sendiri atau orang lain.

Sayang, bukan karena tidak ada kemampuan, tetapi kebanyakan orang menutupnya.

Bagaimana cara agar kita tidak membatasi diri dan bisa melepaskan potensi diri kita?

Tidak Membatasi Diri Meski Memiliki Keterbatasan


Saya sangat suka membaca cerita-cerita yang memberikan inspirasi dalam hidup. Cerita-cerita yang cukup melekat dalam benak saya ialah saat membaca cerita seseorang yang cacat tetapi memiliki keterampilan luar biasa. Seorang yang cacat tetapi mencapai prestasi yang mengagumkan.

Salah satunya ini: Nick Vujivic

Kunci sukses mereka ialah mereka tidak menganggap cacat mereka sebagai hambatan meraih sukses. Mereka beranggapan bahwa mereka adalah sama dengan orang pada umumnya (dan memang benar).

Mereka tidak beranggapan kekurangan pada dirinya sebagai alasan mereka untuk bersantai ria dan mengandalkan belas kasih orang lain.

Keterbatasan itu tidak harus membatasi diri. Setiap kita memiliki keterbatasan, adalah pilihan kita apakah keterbatasan itu menjadikan kita membatasi diri atau tidak.

Saya menjadi sedih saat melihat orang yang justru orang yang segar bugar tetapi telah memvonis dirinya tidak mampu sejak awal. Ketidak mampuan mungkin ada, saya memang melihat ada faktor bakat pada kesuksesan manusia. Tetapi faktor bakat memberikan kontribusi yang sedikit.

Bakat tanpa usaha keras akan percuma saja. Para atlet piala Uber dan Thomas memang kumpulan orang berbakat tetapi mereka berlatih seharian dan hampir tiap hari, dan masih kalah.

Cacat atau kekurangan lainnya memang akan membatasi kebebasan kita di suatu sisi. Namun kebebasan itu banyak dan bermacam- macam, jika salah satu kebebasan kita terpenjara, kita masih bisa mencari kebebasan yang lainnya.

Sebagai contoh beberapa orang cacat yang tidak memiliki tangan kemudian bisa menulis dan melukis dengan mulutnya. Kebebasan tangan memiliki batasan tetapi dia masih memiliki kebebasan di mulutnya.

Apakah Anda tidak memiliki kebebasan di semua tubuh dan potensi Anda? Ya, Tuhan telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita, bahkan tidak terhitung. Tetapi mengapa saat sebagian nikmat tidak ada harus mengeluh dan dijadikan alasan untuk tidak berbuat apa-apa? Bukankah itu sama dengan mendustakan nikmat Tuhan?

Jangan Pernah Membatasi Diri Sendiri Untuk Hal Positif

Yang dimaksud membatasi diri adalah membatasi kemampuan dan potensi diri sendiri. Tidak ada yang membatasi diri Anda kecuali Anda sendiri. Pikiran Andalah yang membatasi diri, bukan orang lain, bukan kondisi, bukan politik.

Contoh orang yang membatasi diri sendiri adalah mereka yang selalu mengatakan saya tidak bisa, saya tidak akan mampu, atau saya tidak akan berhasil. Dia sudah memvonis diri bahwa dia tidak mampu.

Membatasi diri juga cirinya adalah selalu melakukan hal-hal yang mudah saja, tindakan yang bisa dan biasa dilakukan. Padahal, tidak akan mendapatkan kemajuan jika kita tidak mau melakukan hal baru yang diluar jangkauan kita.

Ya … membatasi diri sama dengan membatasi kemajuan, membatasi pencapaian. Kita menyia-nyiakan potensi yang sebenarnya sangat besar dalam diri kita.

Jadi arti membatasi diri disini adalah berkaitan dengan kemampuan dan potensi kita. Anda hanya melakukan dibatas kemampuan Anda, padahal jika Anda mau membukan batas itu, kemampuan yang Anda miliki jauh lebih baik dibandingkan apa yang Anda pikirkan saat ini.

Keyakinan Yang Membatasi Diri Sendiri

Kenapa kita bisa membatasi diri sendiri untuk meraih pencapaian yang belum pernah kita capai sebelumnya? Karena ada keyakinan yang membatasi. Keyakinan yang membuahkan asumsi bahwa kita tidak bisa, tidak mampu, atau tidak mungkin mencapai apa yang kita inginkan.

Berikut adalah beberapa contoh keyakinan yang membatasi diri:

  • Merasa tidak bisa
  • Merasa tidak pantas atau layak
  • Merasa tidak perlu lebih baik
  • Takut gagal
  • Takut komentar atau penilaian orang lain
  • Merasa lebih rendah dibanding orang lain
  • Merasa tidak berbakat
  • Tidak punya waktu
  • Sudah nasib, nasib tidak bisa berubah
  • Dan sebagainya yang membuat kita tertahan.

Cara Menghilangkan Keyakinan Yang Membatasi

Lalu bagaimana caranya untuk menghapus keyakinan-keyakinan itu?

  1. Langkah pertama adalah pemahaman, bahwa apa yang ada dalam pikiran itu tidak benar. Misalnya saat Anda merasakan tidak layak, kata siapa? Siapa yang memutuskan layak atau tidak? Yang benar adalah semua orang layak untuk sukses, termasuk Anda. Carilah berbagai referensi bahwa keyakinan-keyakinan Anda itu salah. Banyak baca buku-buku orang sukses yang bisa dijadikan pelajaran untuk kita.
  2. Langkah kedua memahami keyakinan-keyakinan yang memberdayakan. Dengan belajar Anda akan menemukan berbagai keyakinan yang justru memberdayakan potensi diri.
  3. Langkah ketiga resapkan keyakinan-keyakinan baru dalam hati kita atau dalam pikiran bawah sadar dengan cara afirmasi dan visualisasi.
  4. Langkah keempat mulai melakukan apa yang selama ini Anda anggap tidak bisa. Perlebar jangkauan Anda secara bertahap.

Jika Anda sudah berhasil menghilangkan berbagai keyakinan yang membatasi, maka potensi Anda akan lebih terbuka dan teroptimalkan. Saat potensi sudah optimal dan tergali, Anda akan lebih banyak menemukan peluang yang terbuka.

Bahkan, yang sebelumnya Anda pikir tidak mungkin menjadi mungkin. Yang sebelumnya Anda tidak percaya diri melakukan sesuatu menjadi lebih percaya diri.


Kembali ke reportase...  Minggu ini adalah minggu terakhir di Bulan Januari 2023. tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-4 tahun 2023, tanggal 29 Januari 2023 diikuti oleh 14 orang Spartan. Sebenarnya yang konfirmasi ada 16 orang, Tapi yang 2 orang cancel.

Dari hasil drawing, admin mejagokan pasangan Alex dan Atep yang akan menjadi jawara minggu ini. Selain Alex dan Atep, ada 2 pasangan yang merupakan unggulan minggu ini. Mereka adalah Adi N dan Iyan, lalu Fatoni dan Ardhi. Tapi diluar dugaan Fatoni dan Ardhi malah rontok di babak penyisihan. Yang memberi kejutan justru ada pasangan yang tidak diunggulkan tapi malah lolos ke babak semifinal Mereka adalah pasangan Iko dan Peter (yang terlebih dahulu harus bertarung sengit melawan Fajrin dan Farhan, dan menang tipis 42-41).  Pasangan lainnya adalah  Tommy dan Apin. 

Babak penyisihan grup A memunculkan Adi N dan Iyan sebagai juara grup, disusul oleh Iko dan Peter sebagai runner up-nya. Sementara di grup  B, Alex dan Atep tanpa hambatan menjadi juara grup, diikuti oleh Tommy dan Apin sebagai runner up-nya.

Drawing semifinal mempertemukan semifinalis secara menyilang. Alex dan Atep tanpa ampun membantai Iko dan Peter dengan skor sadis 42-11. Mereka sangat memanfaatkan titik lemah lawannya. Adi N dan Iyan gagal melaju ke babak final, setelah ditundukkan  pasangan Tommy dan Apin. Tommy dan Apin menang 42-37 atas lawannya.

Lanjut ke babak final... Pasangan Alex dan Atep rupanya masih terlalu tangguh buat Tommy dan Apin. Mulai set pertama pasangan ini langsung tancap gas, hingga mereka langsung unggul dalam perolehan poin. Semakin mendekati set pertama berakhir jarak perolehan poin makin menjaduh. Tak bisa dipungkiri faktor kelelahan Tommy dan Apin membuat performa mereka menurun secara drastis. Hal itu terjadi karena mereka bermain nyaris tanpa jeda mulai babak penyisihan hingga final. Set pertama ditutup dengan 21-11 untuk keunggulan Alex dan Atep. Pada set ke-dua tak ada perubahan yang signifikan.  Pasangan Alex dan Atep makin ganas membantai lawannya. Pada set ini Tommy dan Apin hanya berhasil menambah 9 poin saja. Hingga partai final ini berakhir dengan 42-20 untuk kemenangan Alex dan Atep .

Inilah nama-nama juara minggu ini;

Juara 1 Alex dan Atep 

Juara 2 Tommy dan Apin

Juara 3 Adi N dan Iyan /  Iko dan Peter

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-4 tahun 2023;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Pada babak semifinal ada kejadian yang kurang elok. Dimana salah seorang semifinalis ada yang tidak puas dengan keputusan wasit. Awalnya masing-masing pemain ngotot yakin bolanya masuk dan out. Sementara wasit kurang jelas melihat jatuhnya bola, sehingga diputuskan untuk mengulang permainan (itu juga atas saran admin dan beberapa orang lainnya biar lebih adil). Beberapa kali admin mendengar salah satu semifinalis mengumpat dengan bahasa yang kasar dan tidak pantas: "Wasit Anj*#*!!!" bahkan sampai laga semifinal itu berakhir. Admin sampai harus tegas dan menaikkan nada bicara/membentak untuk menghentikkannya: "CUKUP!!!"

Seharusnya kita kembali mengingat, bahwa tujuan mabar SPARTA adalah untuk menambah saudara dan menjalin silaturahmi. jangan sampai emosi yang meledak sesaat merusak tujuan sebenarnya dari mabar SPARTA. Marah boleh, tapi tetap harus beradab dan menjaga attitude. Karena pada akhirnya yang dipandang dan dihargai orang bukanlah kepintaran, kekayaan ataupun skill, melainkan adab cara memperlakukan orang lain. Jika kita ingin dihargai, maka hargailah orang lain. Itu adalah nasehat dari admin buat kita semua. Admin bersyukur, masalah tidak merembet dan membesar.

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa di reportase-reportase selanjutnya. Junjung terus sportivitas.


Minggu, 22 Januari 2023

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 22 Januari 2023

 "Optimism is the faith that leads to achievement. Nothing can be done without hope and confidence."

Helen Keller


Helen Keller lahir di Alabama, Amerika Serikat pada tanggal 27 Juni 1880. Saat berusia 19 bulan ia menderita penyakit yang sangat serius dan merenggut kemampuan pendengaran sekaligus penglihatannya, hingga hanya tertinggal penglihatan yang sangat-sangat lemah. Setelah itu Keller hanya bisa berkomunikasi dengan keluarganya melalui tanda-tanda sederhana. Masalah kesulitan komunikasi ini juga membuat Keller kecil sering bertingkah buruk dan cenderung tidak memiliki etika.

Helen Keller

Pada usia 6 tahun Keller dibawa ke Baltimore untuk mendapatkan perawatan dari ahli yang berkompeten. Hingga ia bertemu dengan Alexander Graham Bell, yang kebetulan saat itu juga sedang melakukan penelitian mendalam seputar ketulian dan bunyi-bunyian. Untuk masalah kebutaan, Mr. Bell membawa Keller ke Perkins Institute, sebuah institut yang berkecimpung di bidang kesehatan mata. Di institut ini Keller bertemu dengan pelatihnya yang bernama Anne Sullivan, yang kemudian diketahui menjadi sahabat Keller hingga 49 tahun kemudian.

Usaha Sullivan untuk melatih Keller sering kali menemui jalan buntu yang nyaris membuat frustasi. Namun dengan kesabaran yang luar biasa pada akhirnya Sullivan mampu membuat perkembangan.

Tercatat dalam sejarah kata pertama yang dipelajari Keller adalah “air” atau water. Pada saat itu caranya adalah Sullivan mengalirkan air ke tangan kiri Keller, dan dengan tangan kanan Sullivan membimbing Keller untuk membuat simbol air. Demikian seterusnya Keller mempelajari kata demi kata dasar. Dan sejak saat itu Keller belajar dengan cepat dan membuat perkembangan yang baik.

Rupanya Keller berkembang dengan sangat baik dan belajar membaca Braille dengan cepat. Keller tergolong anak yang berotak cerdas hingga sanggup menyelesaikan pendidikan di sekolah untuk para penyandang kebutuhan khusus dan juga belajar menulis dengan Braille.

Sungguh beruntung bagi Keller, saat masuk usia kuliah ia bertemu dengan Henry Rogers seorang pengusaha minyak yang kaya raya. Karena tersentuh dengan kisah hidup dan semangat Keller yang besar, Rogers akhirnya bersedia membiayai kuliah Keller di Radcliffe College. Proses kuliah ini tentunya menjadi perjuangan yang sangat sulit bagi penyandang disabilitas seperti Keller. Namun dengan semangat yang besar dan dukungan dari orang-orang terdekatnya pada 1904 Keller berhasil meraih gelar sarjana pada bidang seni. Pada saat kuliah ini Keller juga mendalami kemampuan membaca gerak bibir dan menajamkan indera sentuhnya.

Keller kemudian dikenal sebagai pembicara di berbagai seminar dan juga menulis buku. Buku pertama Keller yang berisi kisah hidupnya berjuang melawan disabilitas berjudul “The Story of My Life” diterbitkan pada tahun 1903. Buku ini menjadi fenomenal dan menyedot perhatian banyak orang hingga kini.

Keller juga sangat vokal menyuarakan hak-hak kaum penyandang disabilitas yang pada masa itu hidup terlantar, tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak bahkan diasingkan ke rumah sakit jiwa. Ia juga rajin melakukan acara penggalangan dana untuk kesejahteraan orang-orang berkebutuhan khusus seperti dirinya. Kisah hidupnya telah menjadi contoh dan inspirasi bagi banyak orang tentang bagaimana seharusnya menyikapi kondisi dengan banyak keterbatasan tersebut.

Selain The Story of My Life, beberapa buku karya Keller yang tercetak antara lain Out of The Dark (1913), My Religion (1927) dan Three Days to See (1933)

Helen Keller meninggal dunia karena penyakit stroke pada 1 Juni 1968, dan meraih beberapa penghargaan salama hidupnya. Salah satu penghargaan paling bergengsi adalah the Predential medal of Freedom pada 1964 oleh presiden Amerika Serikat ke-36, Lyndon B. Johnson.

Dari kisah hidup tentang Helen Keller diatas, kita bisa menarik pelajaran; Bahwa segala keterbatasan yang kita miliki, tak akan menjadi hambatan dan bisa kita lalui dengan baik jika kita memiliki optimisme. Optimisme yang akan lengkap jika dibarengi dengan harapan dan percaya diri.


Kembali ke reportase... Awalnya admin pesimis , Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-3, tanggal 22 Januari 2023, akan sepi. Mental admin yang sudah terbiasa menghadapi pasang surut di Sparta, emnghadapinya dengan santai saja. Dan diluar perkiraan, ternyata yang hadir kali ini melebihi minggu pertama dan kedua.  Sekali pun sedikit agak memaksa Alex yang lagi ada kegiatan kerja untuk hadir melengkapi peserta Turnamen Mingguan Sparta yang masih ganjil. Karena jika dipaksakan melalui pemain chalenge, akan memakan waktu yang jauh lebih lama dan akan sangat melelahkan buat yang bermain rangkap.

Babak penyisihan grup megerucutkan beberapa pasangan yang melaju sebagai simifinalis. pada grup A meloloskan Iyan dan Ardhi F sebagai juara grup, disusul oleh Kevin dan Atep sebagai runne up-nya. Sementara di gup B pasangan Cecep C dan Redy berhasil menjadi juara grup, didampingi oleh Richard dan Alex, yang merupakan pasangan kuda hitam sebagai runner up grup B

Yang patut menjadi hightlight dari Turnamen Mingguan Sparta kali ini adalah 2 orang pendatang baru, yaitu Ardhi Firmansyah dan Chepz Alghifari yang sukses menjadi Juara grup bertandem dengan pasangannya masing-masing. Bahkan  Ardhi menyempurnakan prestasinya dengan menjadi juara minggu ini bersama dengan Iyan.  Hightlight ke-2 adalah comeback-nya Roganda Tambunan, setelah sekian lama pulang kampung. Hightlight ke-3 adalah, Minggu 22 Januari 2023, lapangan GOR ABA sudah selesai dicat ulang, dan Sparta yang diberi kehormatan menjajal untuk pertama kalinya. Hasil cat masih berasa agak licin, semoga setelah dipakai minggu ini akan berkurang licinnya. Paling tidak kita harus menyiasatinya dengan memberi sedikit air  atau madu di sepatu kita.

Drawing babak  semifinal mempertemukan lawan-lawannya secara menyilang. Pada bagan atas Chepz A dan Redy yang merupakan juara grup B harus takluk di tangan pasangan Kevin dan Atep yang merupakan runner up grup A. Pertarungan kedua pasangan ini sangat sengit dengan perolehan poin sangat ketat dan saling susul menyusul. Boleh dibilang laga ini: laga semifinal rasa final. Kevin dan Atep melaju ke final setelah mengantongi kemenangan 42-39 atas pasangan  Chepz A dan Redy. Berbeda dengan bagan atas, pada bagan bawah pertandingan tampak kurang berimbang. Iyan dan Ardhi F sangat dominan memegang kendali permainan. Sang juara grup A ini, menang dengan skor cukup jauh 42-23  atas lawannya, Richard dan Alex, yang notabene merupakan runner up grup B.

babak final mempertemukan Iyan dan Ardhi F dengan Kevin dan Atep. Kevin yang sudah absen sekitar 2 bulan, tak mengalami kendala yang cukup berarti saat berpasangan dengan Atep. Sejujunya kedua pasangan finalis ini merupakan finalis yang sangat ideal dan pantas berada di partai puncak. Pada set pertama pasangan Kevin dan Atep cukup mendominasi permainan. Mereka secara melesat langsung unggul 8-3. Secara konsisten mereka leading 2-3 poin atas lawannya. Pada paruh ke tiga set pertama Iyan dan Ardhi F mulai bisa mendekati. perolehan poin Kevin dan Atep. Set pertama ditutup dengan skor tipis 21-20, untuk keunggulan Kevin dan Atep, Pada set ke-2 pertarungan lebih seru dipertontonkan kedua finalis ini. Mereka sama-sama bermain ngotot dan ga mau kalah. Saling susul menyusul poin pun terjadi berkali-kali. Pasangan Iyan dan Ardhi F mengubah strategi permainan mereka di pertengahan set ke-2. Mereka bermain lebih agresif dan banyak menekan lawannya, terutama Kevin. Strategi mereka rupanya sangat berhasil, hingga mencapai poin 37-37, dan setelah itu mereka tampil makin percaya diri saat mendekati poin kemenangan 40-37. Kevin dan Atep masih sanggup menambah perolehan mereka, namun sayang poin mereka terhenti di poin 39. Babak final berakhir dengan 42-39 untuk kemenangan  Iyan dan Ardhi F  

Inilah nama-nama yang berhasil mencatatkan dirinya sebagai juara minggu ini;

Juara 1  Iyan dan Ardhi F

Juara 2 Kevin dan Atep

Juara 3 Chepz A dan Redy / Richard dan Alex

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-3 tahun 2023;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta


Tetaplah optimis disaat situasi membuatmu pesimis. Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa di reportase-reportase selanjutnya. Salam Olahraga!!!

Minggu, 15 Januari 2023

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 15 januari 2023

 “True wisdom is like an ocean; the deeper you go the greater the treasures you'll find.”

Matshona Dhliwayo


Socrates (470 – 399 SM) adalah filsuf Yunani klasik (Athena) yang dianggap sebagai salah seorang pendiri filsafat Barat, dan sebagai filsuf moral pertama dari tradisi pemikiran etis Barat.

Bukan dari keluarga bangsawan, dia kemungkinan besar menerima pendidikan dasar dan belajar kerajinan dari ayahnya di usia muda sebelum mengabdikan hidupnya untuk filsafat.

Socrates

Socrates menikahi Xanthippe dan memiliki tiga putra – Lamprocles, Sophroniscus, dan Menexenus.

Sosok yang penuh teka-teki, dia tidak meninggalkan tulisan, dan dikenal terutama melalui kisah-kisah penulis klasik yang ditulis setelah masa hidupnya, terutama murid-muridnya Plato dan Xenophon.

Dialog Plato adalah salah satu tulisan paling komprehensif tentang Socrates yang membuat Socrates dikenal karena kontribusinya pada bidang etika dan epistemologi.

Socrates percaya bahwa filsafat memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan di masyarakat.

Dia berusaha membangun sistem etis berdasarkan akal manusia dengan menunjukkan bahwa pilihan manusia dimotivasi oleh keinginan untuk kebahagiaan, dan bahwa kebijaksanaan berasal dari introspeksi.

Sementara sebagian orang Athena mengagumi pandangan kritis Socrates terhadap kebijaksanaan Yunani konvensional, banyak yang merasa terancam dengan kehadirannya.

Ketika iklim politik Yunani berubah, Socrates dijatuhi hukuman mati dengan racun hemlock pada 399 SM.

Penggambaran Socrates dalam seni, sastra, dan budaya populer telah menjadikannya salah satu tokoh paling dikenal dalam tradisi filsafat Barat.

Menurut Socrates orang yang bijak adalah orang yang tidak mengetahui semakin kita tahu, maka semakin kita tidak tahu.

Aku Tahu kalau aku tidak tahu.

Ucapan itu merupakan akhir pengetahuan dan awal kebijaksanaan. Biasanya terujar dari orang yang sudah mencapai tahap mental dan kepribadian begawan yang sudah tak lagi punya ego penonjolan diri atas semua yang ia miliki termasuk pengetahuannya, ilmu bahkan imannya.

Namun pada saat yang sama ucapan itu merupakan cerminan metode Socrates itu sendiri yang mencapai pengetahuan bahkan kebijaksanaan dari ketidaktahuan dengan mengajukan pertanyaan terus hingga akhir jawaban dimana menyisa tak ada lagi pertanyaan.

Metode ini nantinya ditangan Aristoteles menjadi metode induktif dari bawah ke atas. Dinamakan dialektika. Meskipun sesungguhnya semua jawaban telah tergambar samar dari intuisi yang loncat tiba-tiba mencari gambar dengan rasio.

Perkataan ini mirip dengan perkataan Imam Syafii, ahli hukum, ahli hadist, dan penyair yang mengatakan :

Ada yang tahu dalam tahunya

Ada yang tidak tahu dalam tahunya

Ada yang tahu dalam tidak tahunya

Ada yang tidak tahu dalam tidak tahunya

Makanan enak, baju indah dan segala kemewahan. itulah yang kau sebut kebahagiaan, namun aku percaya suatu keadaan dimana orang tidak mengharapkan apa pun adalah kebahagiaan tertinggi.

Socrates

Apa kata-kata terakhir saat ajal jemput Socrates?  Ia berkata pada Crito, “aku berutang ayam kepada Aesculaap, jangan lupa membayarnya kembali”  Sambil menangis Crito jawab, “Utang itu akan dibayar”

  1. Ia dihukum mati karena tuduhan: Meniadakan Dewa dan dianggap provokator buat kaum muda. Tegas Socrates tidak terima. Ia tidak merasa bersalah, bahkan berjasa pada pemuda dan masyarakat Athena. Bukan hukuman, melainkan upah yang harus di terimanya. Ia sindir kaum Sophis!
  2. Socrates pakai metode bertanya. Mulai dengan pertanyaan biasa, tahap demi tahap, perlahan. Sampai akhirnya orang yang ditanya kewalahan, seolah dituntut tanggung jawab atas pengetahuannya. Lalu ia kunci tanya-jawab  berkata “Demikianlah adanya, kita sama-sama tak tahu".
  3. Mungkin dari sini, ada ungkapan “orang cerdas dilihat dari caranya bertanya, bukan dari cara menjawab” Socrates memang tidak pernah menulis apa pun, kerjanya cuma bertanya. Ia tidak pernah menggurui, ia tidak pernah menceramahi. Cuma mengantar orang menemukan jawaban.
  4. Mungkin Socrates terinspirasi dari ibunya yang  Bidan. Ia sendiri yang bilang ilmunya itu seperti ilmu bidan. Socrates merasa tugasnya membantu orang-orang “melahirkan” wawasan yang benar, sebab pemahaman sejati harus timbul dari dalam diri sendiri. Lantas dimana ia belajar?
  5. Socrates belajar di pasar dan alun-alun. “Pohon-pohon di daerah perdesaan tidak mengajarkan apa-apa padaku” Buatnya manusia lah sumber pengetahuan. Catatan ia bertanya melahirkan dialektika (dialegesthai), yang artinya berdialog. Sebutan lain adalah mientika atau seni kebidanan.
  6. Cicero dengan pas menyimpulkan Socrates, dia yang menurunkan filsafat dari langit, mengantarkan ke kota kota, memperkenalkan ke rumah rumah memaksa orang menelaah tentang kehidupan, etika, kebaikan dan kejahatan. Dan, berani berpegang pada kebenaran walau nyawa taruhannya.
  7. Secara fisik, ia jelek. Perutnya gendut, matanya gede menonjol dan hidungnya besar. Orang seperti ini mungkin kita bisa menemukannya dimana-mana, tapi kita tidak akan pernah menemukan padanannya.

Socrates seolah menasehati, jangan nilai manusia dari fisiknya.

Pengetahuan ini didapat dari utas dan sumber dari diskusi di medsos pecinta filsafat.

"Kebijaksanaan yang sejati adalah mengetahui bahwa kamu tidak tahu apa –apa".                                                                      

Socrates 

1305 SDM


Kembali ke reportase.... Setelah sedikit drama terjadi, dimana ada Spartan yang cancel dan sebaliknya ada beberapa yang datang dan konfirmasi mendadak, sebelum proses drawing.  Turnamen mingguan Sparta kali ini, dimulai dengan sangat-sangat telat. hal itu dikarenakan ada beberapa orang yang datang terlambat. Turnamen tidak bisasegera dimulai karena partnernya pincang alias tidak lengkap. Semoga kedepannya Turnamen Mingguan Sparta akan berjalan lagi seperti dulu, dimulai tepat waktu (dengan atau tanpa pemberlakuan denda kembali).

Dari hasil drawing, admin mengunggulkan beberapa pasangan favorit. Mereka adalah: Ismail dan Atep, Apin dan Asep, Richard dan Faisal R, lalu Yusril dan Redy. Tapi apa yang terjadi? Ada pasangan yang admin unggulkan, malah gugur di babak penyisihan grup Persaingan di grup A rupanya sangat ketat. Dimana setiap pasangan bisa saling mengalahkan. Saking ketatnya, bahkan hingga partai terakhir dipertandingkan, belum diketahui pasangan mana yang akan lolos ke semifinal.

Babak penyisihan menghasilkan Adi Putra dan Peter sebagai juara grup A, sementara runner up-nya adalah pasangan Richard dan Faisal R. Dan pada grup B, yang persaingannya relatif lebih santuy, Pasangan  Apin dan Asep berhasil memuncaki grup B dan keluar sebagai juara grup B. Disusul oleh Ismail dan Atep seb agai runner up-nya.

Dari hasil drawing babak semifinal, takdir kembali mempertemukan sesama pesaing grup. Namun dengan result yang berbeda dari babak penyisihan.  Ismail dan Atep tampil gemilang dengan mengalahkan sang juara grup B, Apin dan Asep. Sekaligus berhasil membalaskan kekalahan mereka di babak penyisihan atas rivalnya tersebut.  Ismail dan Atep menang tipis 42-39 atas Apin dan Asep.  Pada bagan bawah, Sang runner up grup A, Richard dan Faisal R menang 42-32 atas lawannya Adi Putra dan Peter. Mereka juga sukses membalas kekalahan mereka di babak penyisihan.

Pada babak final, mempertemukan Ismail dan Atep versus Richard dan Faisal R. Jumlah pertandingan yang lebih sedikit dan istirahat yang cukup panjang, membuat Ismail dan Atep terlihat lebih bugar dan lebih siap bertanding. Faktor kelelahan dan unforced error dari  pasangan Richard dan Faisal R, dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Ismail dan Atep. Sebenarnya set pertama diawali dengan persaingan cukup imbang, dimana susul menyusul poin terjadi dengan cukup ketat. Namun setelah poin 5-5, perolehan poin Ismail dan Atep mulai melesat. Mereka secara konsisten bisa menjaga jarak leading 3-4 poin. Set pertama berakhir dengan 21-17 untuk kunggulan Ismail dan Atep. Pada set ke-2, Ismail dan Atep makin ganas dan tanpa ragu menghajar lawannya dengan smash-smash kencang, lob-lob serang, drive-drive cepat dan placing-placing yang jauh dari jangkauan Richard dan Faisal R. Mereka makin menancapkan kuku tajamnya dan dengan percaya diri tinggi, mereka bermain sangat lepas. Hingga poin merek leading cukup jauh, bahkan hingga 10 poin!. babak final ditutup dengan 42-32 untuk kemenangan Ismail dan Atep. Kemenangan ini sekaligu menghantarkan mereka sebagai juara minggu ini, plus mengantongi medali emas pertama mereka di tahun 2023.

Inilah nama-nama juara Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-2, 15 Januari 2023;

Juara 1 Ismail dan Atep

Juara 2 Richard dan Faisal R

Juara 3 Apin dan Asep /  Adi Putra dan Peter

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result  Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-2, 15 Januari 2023, dosertai dengan update ranking dan perolehan medali Sparta;

Road to final

Bagan Turnamen


Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Jadilah bijak tanpa merasa lebih bijak dari orang lain. Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa di reportase-reportase selanjutnya. Keep calm and smash hard!!