Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label quality time. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label quality time. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2025

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 20 April 2025

 "Make no mistake about it. Bad habits are called 'bad' for a reason. They kill our productivity and creativity. They slow us down. They hold us back from achieving our goals. And they're detrimental to our health."

John Rampton


Menghilangkan kebiasaan buruk lebih mudah untuk diungkapkan daripada dilakukan. Banyak orang tahu mereka perlu berubah, namun tak kunjung melakukan perubahan. Menurut psikolog Scott Bea, PsyD kepada Cleveland Clinic, manusia pada dasarnya adalah makhluk yang mendambakan kenyamanan. Hal itu membuat kebanyakan dari kita tergiring ke beberapa kebiasaan buruk yang kompulsif. Namun, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan sebagai cara menghilangkan kebiasaan buruk secara bertahap demi masa depan yang lebih baik. Strategi tersebut bisa tercapai dengan melakukan perencanaan, usaha, dan fokus.


Cara menghilangkan kebiasaan buruk 

Berikut sejumlah cara menghilangkan kebiasaan buruk yang dapat kita bangun secara rutin hingga pada akhirnya dapat menggantikannya dengan kebiasaan yang lebih positif: 

1. Siap menghadapi ketidaknyamanan

Salah satu cara menghilangkan kebiasaan buruk adalah dengan mempersiapkan diri kita untuk menghadapi ketidaknyamanan.

Meski mudah untuk diucapkan, hal ini sulit untuk direalisasikan. Kenyataannya, keengganan untuk menerima ketidaknyamanan dari perubahan dapat menjauhkan kita dari tempat yang seharusnya kita tuju.

2. Mengidentifikasi pemicu kebiasaan buruk

Sebagai bagian dari cara menghilangkan kebiasaan buruk, usahakan mengidentifikasi pemicunya terlebih dahulu. Luangkan waktu beberapa hari untuk mengamati kebiasaan kita dan melihat apakah ada pola tertentu. Misalnya, cobalah menanyakan pertanyaan seperti "di mana kebiasaan buruk itu biasanya dilakukan?", "pada jam berapa saja kebiasaan itu dilakukan?", dan "bagaimana perasaan kita ketika hal itu dilakukan?". Misalnya, kita ingin berhenti begadang. Setelah mengamati kebiasaan selama beberapa hari, kita sadar bahwa yang membuat kita begadang adalah menonton televisi atau berkirim pesan dengan teman setelah jam makan malam. Jadi, untuk mengurangi kebiasaan begadang, hindari pemicu tersebut.

3. Fokus memikirkan apa yang mau diubah

Apa yang membuat kita mau mengubah sebuah kebiasaan buruk? Riset pada 2012 menemukan bahwa mengubah kebiasaan buruk akan lebih mudah jika kita perubahan baru itu membawa nilai atau manfaat bagi kita. Sebagai bagian dari cara menghilangkan kebiasaan buruk, luangkan waktu untuk menemukan alasan mengapa kita ingin menghentikan suatu kebiasaan dan apa manfaat yang akan kita peroleh dari perubahan itu. Kemudian, buatlah daftarnya. Fokuslah untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan tersebut setiap harinya secara perlahan. Setiap kali kita kehilangan fokus, lihat kembali daftar tersebut untuk membuat kita tetap dalam jalurnya.

4. Membuat perencanaan

Setelah mempersiapkan diri, hal berikutnya yang menjadi bagian dari cara menghilangkan kebiasaan buruk adalah membuat perencanaan. Ini termasuk tanggal kapan akan mulai melakukan perubahan dan bagaimana mengamati perkembangannya. Usahakan sebisa mungkin menghindari kebiasaan menunda. Sebab, secara alami kita selalu menghadapi godaan untuk menunda adanya perubahan. 

5. Atur target yang realistis

Ketika bertekad mencari cara menghilangkan kebiasaan buruk, sering kali kita membuat target yang terlalu tinggi daripada yang bisa kita atasi saat itu. Padahal, untuk membuat suatu target bisa tercapai, sebaiknya kita menetapkan target yang lebih realistis. Misalnya, alih-alih menetapkan target lari di atas treadmill 30 menit setiap harinya, usahakan untuk memulai rutinitas dengan lari 20 menit terlebih dahulu, lalu meningkatkan intensitas dan frekuensinya secara bertahap. Mengatur target kebugaran yang terlalu tinggi tak hanya dapat menyebabkan cedera fisik, tetapi juga bisa membuat seseorang malah menghentikan kebiasaan itu karena tidak menikmatinya.

6. Mencari dukungan orang terdekat

Mendapatkan dukungan orang terdekat, seperti teman, pasangan, dan keluarga, bisa menjadi cara menghilangkan kebiasaan buruk yang cukup ampuh. Apalagi jika kita memiliki teman atau pasangan yang sama-sana ingin menghilangkan kebiasaan buruk tertentu. Cobalah melakukannya bersama. Misalnya, kita ingin berhenti merokok. Berjuang menahannya sendiri akan sangat sulit daripada bersama teman. Menetapkan target bersama juga bisa membuat kita dan teman saling menyemangati untuk mengubah kebiasaan buruk bersama. 

7. Mengganti satu kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik

Menghilangkan semua kebiasaan buruk sekaligus sangatlah sulit. Jadi, sebagai cara menghilangkan kebiasaan buruk, cobalah mengganti satu per satu dengan kebiasaan yang lebih positif. Misalnya, jika target utama adalah menurunkan berat badan, cobalah mengganti kebiasaan ngemil kue dengan makan buah potong. Seiring waktu, dengan mengulangi kebiasaan baru itu terus-menerus, kebiasaan baru akan terbentuk dan kita pada akhirnya dapat menghilangkan kebiasaan lama.

8. Buat pengingat

Menggunakan pengingat, seperti stiker atau sticky notes bisa menjadi cara menghilangkan kebiasaan buruk yang cukup efektif. Jadi, setiap kita akan melakukan kebiasaan buruk, kita akan mengingatnya dan berupaya menghindarinya. Misalnya, jika ingin berhenti minum soda. Tulislah dalam selembar kertas stiker dan tempel di kulkas, sehingga kita akan melihatnya setiap akan membuka kulkas. Kita juga bisa memanfaatkan ponsel untuk membuat pengingat. Atur alarm dan buat catatan seperti: "jangan lupa mematikan televisi" atau "jangan lupa jalan kaki setelah makan malam". Melakukannya secara berulang akan membuat kita mampu menjalani kebiasaan baru tersebut secara otomatis seiring waktu. 

9. Memberi "hadiah" untuk diri sendiri

Insentif dapat memotivasi diri kita untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya terasa tidak nyaman. Ini dapat menjadi salah satu cara menghilangkan kebiasaan buruk yang cukup efektif. Misalnya, kita bisa memasukkan selembar uang ke dalam wadah setiap kali berhasil melakukan kebiasaan positif baru. 

10. Memahami bahwa semuanya adalah proses

Setelah mencoba melakukan berbagai cara menghilangkan kebiasaan buruk, sadarilah bahwa semua ini adalah proses. Dalam perjalanannya, kita akan melakukan sebuah perubahan besar. Selanjutnya, pastikan kita menjaga semua rencana agar berjalan dengan baik sehingga tidak kembali terjebak pada kebiasaan lama.

                  -----oooOOOooo-----


Kembali ke reportase.... Hari Minggu, 20 April 2025 merupakan long weekend karena bertepatan dengan Hai Raya Paskah, yang liburnya diawali pada Hari Jumat, dalam rangka memperingati Jumat Agung. 

Awalnya admin pesimis, yang datang akan sedikit. Karena yang konfirmasi hingga Minggu pagi hanya beberapa orang saja. Ditambah ada beberapa orang loyalis Spartan yang 'ijin' tidak bisa hadir minggu ini. Tapi menjelang pukul 10.00 WIB, satu persatu mulai bermunculan pesan whatsapp dari para Spartan yang menyatakan siap meramaikan weekly tourney kali ini. Bahkan saat admin sedang dalam perjalanan menuju GOR ABA, ada beberapa tambahan orang lagi yang konfirmasi. Minggu ini kita juga kedatangan Ismail yang sekarang sudah pindah kerja ke Jakarta. Dia turut meramaikan tourney edisi minggu ke-11 ini.

Berbeda dengan 2 kali Hari Minggu sebelumnya, yang cukup teduh. Siang ini panas menyengat sangat terasa di dalam GOR ABA. Matahari di luar bersinar sangat terik, tak terhalang awan.

Dari hasil pengundian 'roda nasib' minggu ini, ada beberapa pasangan yang masuk menjadi pasangan unggulan. Dari Grup A ada Yudi H dan Fani, juga ada Fathur dan Ismail. Sementara dari Grup B, yang menjadi unggulannya adalah: Atep dan Peter, lalu ada Dumai dan Noval. 

Dan sesuai prediksi admin, keempat pasangan ini melaju ke babak berikutnya secara mulus. Dari grup A: Yudi H dan Fani bertengger di puncak klasemen, disusul oleh pasangan Fathur dan Ismail sebagai runner up-nya.  Di grup B: pasangan Atep dan Peter sukses menjadi juara grup setelah menyapu bersih semua lawan-lawannya. Sementara Dumai dan Noval harus puas menempati posisi runner up.

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Yudi H dan Fani, runner up grup: Fathur dan Ismail

Grup B, Juara grup: Atep dan Peter, runner up grup: Dumai dan Noval

Hasil pengundian babak semifinal, sama seperti minggu-minggu sebelumnya, kembali mempertemukan sesama pesaing grup. Pada bagan atas Yudi H dan Fani bertemu kembali dengan.  rivalnya, Fathur dan Ismail. Fathur dan Ismail awalnya bermain sangat gemilang, hingga mereka sempat memimpin perolehan poin. beberpa orang yang menonton laga semifinal mereka, sempat berpikir Fathur dan Ismail akan memberi kejutan dengan menumbangkan sang juara grup A. Namun apa daya. Permainan 'bersih' dan konsistensi kedisiplinan Yudi H dan Fani dalam menjaga pola permainan, membuat pasangan ini sukses untuk kedua kalinya mengalahkan lawannya. Bahkan kali ini dengan skor 42-32. Hasil yang lebih lebih bagus saat menang di babak penyisihan, 42-39.

Pada bagan bawah Atep dan Peter sama seperti di babak penyisihan, kembali mendominasi laga semifinal atas lawannya, Dumai dan Noval. Perolehan poin mereka langsung melesat meninggalkan lawannya.  Ada sedikit insiden saat pasangan ini mempimpin 13-7.  Mungkin karena faktor kelelahan dan dehidrasi, mata Peter mengalami ketidaksinkronan penglihatan (penglihatan mata kiri dan kanan tidak menyatu).  Karena Peter memaksakan bermain saat melihat titik fikus shuttlecock terlihat berantakan, membuatnya tidak bisa memukul shuttlecock secara tepat (bahkan bolanya lewat).  Keadaan ini membuat Dumai dan Noval berhasil menambah 3 poin. Dan saat skor 13-10, Peter meminta ijin beberapa saat menghentikan permainan, agar bisa sejenak mengistirahatkan matanya.  Permainan pun bisa dilanjutkan kembali. Atep dan Peter berhasil memenangkan laga semifinal dengan skor cukup telak 42-26.  Kemenangan ini sekaligus menyempurnakan kemenangan sebelumnya di babak penyisihan atas Dumai dan Noval. Yang pada fase grup berakhir dengan skor 42-36.

Bertemunya Yudi H dan Fani dengan Atep dan Peter di babak final sudah terprediksi, saat melihat hasil pengundian babak semifinal. Set pertama Yudi H dan Fani  yang bermain lebih rapih dibandingkan lawannya, membuka permainan dengan unggul tipis. Kondisi stamina Peter yang sudah menrurn ditambah dengan penglihatan yang belum 100%, membuat Atep harus berjuang lebih keras untuk menutup setiap celah di area lapangan mereka. Atep berjibaku mati-matian menyelamatkan bola. Yudi H dan Fani bermain cerdik dengan tidak banyak melayani permainan netting Peter. Hal itu menyebabkan Peter tidak banyak memiliki peluang untuk memotong dan mematikan bola. Set pertama ditutup dengan 21-15 untuk keunggulan sementara Yudi H dan Fani.

Pada set ke-dua Atep dan Peter main lebih taktis dengan formula tidak banyak mengangkat bola, dan beberapa kali pancingan Peter didepan net berhasil dieksekusi oleh Atep dengan sangat baik. Lob-lob backhand di area baseline berkali-kali menyulitkan Yudi H, dan berbuah menjadi poin untuk pasangan Atep dan Peter. Hal itu membuat mereka beberapa kali berkesempatan mendekati perolehan poin lawannya hingga hanya berselisih 1-2 poin saja. Namun setelah memasuki pertengahan set ke-dua, perolehan poin Yudi H dan Fani melesat dan tak dapat terbendung lagi. Mereka berhasil menuntaskan babak final dan membukukan kemenangan 42-32 atas lawannya, Atep dan Peter.

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 20 April 2025;

Juara 1 Yudi H dan Fani

Juara 2 Atep dan Peter

Juara 3 Fathur dan Ismail / Dumai dan Noval

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-11 tahun 2025;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta

Hentikan kebiasaan buruk sebelum kebiasaan buruk itu menyebabkan masalah serius dalam kehidupanmu. Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya... 







Senin, 13 Januari 2025

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 12 Januari 2025

 “The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong.”

Mahatma Gandhi


 Memaafkan orang lain adalah tindakan yang dianggap kebanyakan orang sebagai tanda kelemahan. Namun, Anda seharusnya menyadari bahwa memaafkan orang lain adalah kekuatan, bukan kelemahan.


Anda seharusnya belajar dari orang-orang terhebat dalam sejarah manusia, seperti Nabi Muhammad, Yesus dan Buddha, yang mampu memaafkan kesalahan dan kejahatan yang dilakukan orang lain kepada mereka.

Dalam memaafkan orang lain, Anda dapat menaklukan ego dan gengsi, bahkan melupakan rasa sakit yang pernah mereka alami di masa lalu.

Namun, memaafkan bukan berarti membiarkan orang tersebut menyakiti Anda lagi. Anda tetap memiliki hak untuk menjaga jarak dan membatasi komunikasi dengan orang yang pernah menyakiti, merendahkan, atau meremehkan mereka.

Dengan memaafkan orang lain, Anda dapat merasa lebih lapang dan dapat fokus untuk melakukan hal terbaik untuk diri Anda sendiri.

Memaafkan orang lain memang bukan hal yang mudah, terutama jika luka yang diakibatkan cukup dalam dan traumatis.

Namun, sebagai manusia yang kuat dan berjiwa besar, Anda dapat memaafkan orang lain dengan tulus dan ikhlas.

Jadi, ada tiga tips yang bisa Anda dilakukan untuk memaafkan orang lain.

Pertama, sadari bahwa memaafkan orang lain adalah sebuah kekuatan, bukan kelemahan. Memaafkan orang lain bukan berarti kita lemah atau kalah, tetapi justru menunjukkan kekuatan kita sebagai manusia yang mampu mengendalikan ego dan gengsi.

Memaafkan juga dapat membantu kita untuk melepaskan dendam dan ketidakmampuan untuk memaafkan akan membuat kita selalu merasa terbebani oleh kekesalan dan kebencian di hati.

Kedua, memaafkan bukan berarti kita harus membiarkan orang lain menyakiti kita lagi. Jika seseorang pernah menipu kita, memaafkan bukan berarti kita harus menjalin hubungan bisnis lagi dengan mereka.

Kita tetap memiliki hak untuk menjaga jarak dan membatasi komunikasi dengan mereka. Namun, dengan memaafkan orang tersebut, kita juga melepaskan diri dari beban emosional yang selama ini kita pikul.

Kita menjadi lebih fokus dan dapat melakukan hal terbaik untuk diri sendiri, bukan terus terluka dan terbawa-bawa emosi negatif dalam kehidupan.

Memaafkan dapat membuat hati menjadi lebih lapang dan pikiran menjadi lebih jernih, sehingga kita dapat menjalani hidup dengan lebih baik.

Ketiga, dengan memaafkan duluan, sebenarnya kita sudah menjadi seorang pemenang. Kita tidak lagi menyimpan rasa sakit dan kekesalan di hati, dan dapat fokus pada hal-hal yang lebih positif.

Memaafkan juga dapat membantu kita untuk mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup.

Namun, memaafkan bukanlah hal yang mudah. Namun, jika kita memiliki semangat dan kekuatan untuk memaafkan, maka kita dapat menjadi pria sejati yang berjiwa besar.

Dengan memaafkan, kita juga menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain.


Kembali ke reportase... Turnamen Mingguan Sparta officially sebenanrnya sudah dimulai minggu lalu, 5 Januari 2025. Tapi berhubung banyak yang berhalangan, maka yang hadir minggu lalu tetap diberikan poin. Untuk juara 5040 dan selebihnya mendapat poin 3600.

Dari hasil drawing minggu ini, sejujurnya boleh dibilang semua mempunyai kans yang sama. Karena komposisi pasangannya cukup merata. Dan terbukti dari result babak penyisihan grup. Peluang juara ada di pasangan Fani dan Herman. Karena meskipun pendatang baru, menurut Hizkia Ken yang sudah lama bermain bersama Herman menilai Herman akan mampu menjadi partner yang baik untuk Fani. 


Yang namanya permainan “tepok bulu”memang “cocok-cocokan”. Terbukti pada grup A semua kontestan mengantongi jumlah kemenangan dan kekalahan yang sama, yaitu 1 kali menang dan 1 kali kalah. Pasangan Hizkia Ken dan Aciel yang di”ayam-ayamin” oleh pasangan Peter dan Atep di laga pembuka, justru mampu menekuk pasangan Rama Dhany dan Odod. Sedangkan di laga penutup grup A, Odod dan Rama Dhany yang nyaris selalu tertinggal sampai paruh game ke dua, malah menemukan momentum untuk mengalahkan pasangan Peter dan Atep. Jadi untuk menentukan juara dan runner up grup A harus melalui penghitungan selisih poin. Pasangan Peter dan Atep keluar sebagai juara grup karena memiliki selisih poin 12. Sementara Hizkia Ken dan Aciel, juga Rama Dhany dan Odod, keduanya mempunyai selisih poin yang sama, yaitu -4.  Sehingan untuk penentuan siapa yang jadi runner up grup harus ditentukan dari hasil Head to Head. Hizkia Ken dan Aciel lolos sebagai runner up grup karena pada babak penyisihan mereka menang atas Rama Dhany dan Odod.

Pada grup B Fani dan Herman yang mengantongi 3 kali kemenangan, berhasil menjadi Juara grup B. Dan lagi-lagi... posisi runner up harus ditentukan dengan cara menghitung selisih poin. Karena ketiga pasangan sama-sama mengantongi 1 menang dan 2 kali kalah. Yudi dan Noval yang di atas kertas terlihat akan menjadi menjadi runner up malah kecolongan kalah dari Fathur dan Adi MK. Dari hasil penghitungan selisih poin: Yudi dan Noval berhak menempati posisi runner up grup B karena mengantongi selisih poin 3. Sementara Fathur dan Adi MK mengantongi selisih poin -11, disusul oleh pasangan Nurfaizi dan M. Faisal yang mengantongi selisih poin-18. Sebagai catatan, penampilan M. Faisal cukup mencuri perhatian karena beberapa Spartan menilai skill individu yang dimiliki M. Faisal bisa akan mampu bersaing ke depannya. Terbukti saat menghadapi Fani dan Herman, M. Faisal mampu mengangkat permainan Nurfaizi dan memberikan perlawanan yang baik walaupun akhirnya kalah. 

Di bawah ini adalah pasangan-pasangan yang berhasil maju ke babak semifinal;

Grup A, Juara grup: Peter dan Atep runner up grup: Hizkia Ken dan Aciel

Grup B, Juara grup: Fani dan Herman, runner up grup: Yudi dan Noval

Drawing babak semifinal mentakdirkan pertemuan kembali dengan sesama pesaing grup. Pada bagan atas  Fani dan Herman kembali mengalahkan Yudi dan Noval, dengan 42-35. Sepertinya pasangan Fani dan Herman sejauh ini belum begitu padu karena semua perolehan skor yang dilalui dari babak penyisihan sampai semifinal cukup ketat. 

Sementara pada bagan bawah Hizkia Ken dan Aciel berhasil membalas kekalahan mereka pada babak penyisihan dari Peter dan Atep. Hizkia Ken dan Aciel yang pada babak penyisihan tidak tahu harus bermain seperti apa, mengubah strategi mereka di babak semifinal. Instruksi Hizkia Ken yang meminta Aciel untuk mengikuti gaya bermainnya yaitu rally panjang dan tempo lambat ternyata berhasil. Mereka meredam Atep dan Peter untuk cepat menyerang. Sebenernya permainan Peter dan  Atep tetap berjalan sesuai rencana di mana Atep menyerang di area belakang dan Peter memancing serta siap memotong di depan net. Hanya saja Atep mulai kehabisan bensin dan Hizkia Ken serta Aciel memerangkap Peter untuk mundur ke belakang. 42-36 menjadi skor pada babak semifinal ini.

Babak final mempertemukan Fani dan Herman VS Hizkia Ken dan Aciel. Sempat diprediksi akan berjalan biasa saja ternyata final kali ini menyuguhkan permainan yang seru. Permainan kontras tapi menarik disajikan kedua pasangan. Fani dan Herman yang bermain powerful dan offensive bertemu secara kontras dengan permainan rally Hizkia Ken dan Aciel. Set pertama dibuka dengan drama susul menyusul poin. Beberapa kali terjadi skor kembar 1-1, 2-2, 3-3, 4- 4, 7-7, dan 8-8. memasuki paruh ke dua babak pertama, terjadi 2 kali skor kembar 12-12 dan 14-14. Secara mengejutkan perolehan poin Hizkia Ken dan Aciel mulai menjauh. Hingga set pertama ditutup dengan 21-17 untuk keunggulan sementara pasangan tersebut. 

Set ke-2 kembali terjadi pertarungan sengit dari kedua finalis ini. Lagi-lagi terjadi drama susul menyusul poin, di mana margin skor hanya selisih satu dan bergantian memimpin. Kedua pasangan ini  sama-sama ngotot dan tak ada yang mu menyerah begitu saja. Setiap ada kesempatan menyerang pasti dimanfaatkan oleh pasangan Fani dan Herman. Pun, Hizkia Ken dan Aciel tetap bermain sabar dengan memancing dan menunggu celah untuk melakukan serangan balik. Menjelang akhir set ke dua Herman terlihat sudah lelah dan beberapa kali akurasi pukulan dan pertahanan nya menurun sehingga Fani terlihat tidak tenang seperti biasanya dan harus mengambil kesempatan untuk menyerang. Di sisi lain ketidaksabaran Aciel mengeksekusi bola yang berujung unforced errors membuat Hizkia Ken memperlihatkan bombastic side eyes. Skor ketat terjadi hingga 40-40 sama. Fani dan Herman yang pada poin kritis lebih berani menyerang akhirnya menutup babak pamungkas ini dengan menang 42-40. 

Para finalis sepertinya sangat enjoy menikmati babak final ini dengan memberikan testimoni “pertarungan ketat yang tidak menegangkan”. Bisa jadi karena pembawaan Aciel yang acap kali mengundang tawa dan mencairkan suasana di tengah-tengah pertandingan. 

Selamat kepada para finalis yang telah menyuguhkan final menarik di awal musim 2025 ini!

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 12 Januari 2025;

Juara 1 Fani dan Herman

Juara 2 Hizkia Ken dan Aciel

Juara 3 Yudi dan Noval / Peter dan Atep

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-2 tahun 2025;

Road to final

Bagan turnamen

Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta


Memaafkan bukan berarti lemah, justru kekuatan sejati ada pada mereka yang mampu memberi maaf dengan tulus.Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...  

Minggu, 08 Desember 2024

Reportase Turnamen Mingguan Sparta, 8 Desember 2024

"I think a hero is an ordinary individual who finds strength to persevere and endure in spite of overwhelming obstacles."

Christopher Reeve

World Health Organization (WHO)  mencatat tiap tahun 726.000 orang melakukan bunuh diri. Angka orang yang mencoba bunuh diri jauh lebih besar dari itu. 73% dari angka bunuh diri global ini terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Badan ini juga mencatat bahwa bunuh diri adalah penyebab ketiga kematian bagi orang berusia 15-29 tahun.

Statistik ini menggambarkan tingkat kekhawatiran yang serius terkait kesejahteraan mental dan kesehatan jiwa di kalangan populasi muda.

Masalah kesehatan mental, termasuk risiko bunuh diri, adalah masalah yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti stres, tekanan sosial, isolasi, gangguan kesehatan mental, akses terbatas terhadap layanan kesehatan mental, dan stigma terkait dengan masalah kesehatan mental.

Dalam kehidupan ini, kita seringkali dihadapkan pada berbagai masalah, tantangan, kesulitan, dan rintangan yang menguji kekuatan dan ketahanan kita. Di situasi seperti ini, bunuh diri terlihat sebagai pilihan terakhir saat seseorang sudah merasa buntu.

Namun yang membedakan kita dengan manusia lainnya adalah kemampuan untuk tetap bertahan dan melanjutkan perjalanan meskipun dalam situasi yang sulit. Terbukti dengan kamu yang masih menyempatkan diri untuk membaca artikel ini.

Kita adalah manusia kuat yang tidak menyerah begitu saja saat menghadapi kesulitan. Kita memiliki tekad yang kuat dan motivasi yang mendalam untuk melampaui batas-batas yang ada. Mungkin terkadang terasa lelah, putus asa, atau terluka, tetapi kita pasti bisa menemukan kekuatan untuk bangkit kembali.

Bertahan bukan berarti tidak pernah jatuh atau merasa lemah. Sebaliknya, bertahan adalah tentang kemampuan untuk bangkit kembali setelah jatuh, belajar dari kegagalan, dan terus melangkah maju. Kita harus menerima fakta bahwa kehidupan memang tidak selalu mudah, tetapi jangan biarkan kesulitan itu menghentikan langkah kita

Hari esok adalah sumber harapan. Yakinlah bahwa ada potensi baik dan kebahagiaan di masa depan. Kamu mungkin memiliki impian, tujuan, dan aspirasi yang mendorongmu untuk terus berjuang. Meskipun ada ketidakpastian dan tantangan, tetaplah percaya bahwa ada cahaya di ujung terowongan.

Jadilah manusia yang kuat, yang tak gentar menghadapi cobaan hidup. Teruslah bertahan dan jangan pernah kehilangan harapan. Ingatlah bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk tumbuh dan berkembang. 

Meskipun perjalanan tidak selalu mudah, tetapi dengan ketekunan dan keberanian, kita akan menghadapi hari esok dengan kekuatan dan tekad yang tak tergoyahkan.

Tetaplah bertahan hidup demi hal-hal kecil yang kamu sukai. Dalam kehidupan yang seringkali penuh dengan kesibukan, tekanan, dan tantangan, hal-hal kecil yang memberi kamu kegembiraan dan kepuasan dapat menjadi sumber kekuatan yang luar biasa.

Hal-hal kecil tersebut mungkin adalah momen saat kamu melihat matahari terbit yang indah di pagi hari, mendengarkan musik favoritmu, menikmati secangkir kopi hangat, melihat senyuman di wajah orang yang kamu sayangi, atau menikmati waktu untuk melakukan hobi yang kamu sukai.

Memang terkadang dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup, menyerah terlihat sebagai pilihan yang mudah. Namun, perlu diingat bahwa menyerah tidak selalu merupakan solusi terbaik atau jalan keluar yang sebenarnya. 

"Kamu seharusnya tidak menyerah terhadap apapun yang terjadi padamu. Maksudku, kamu seharusnya menggunakan apapun yang terjadi padamu sebagai alat untuk naik, bukan turun,"  Bob Marley.

Ketika kita menyerah, kita akan kehilangan kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan mencapai potensi penuh kita. Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada hambatan dan kegagalan, tetapi justru itulah yang membentuk kita menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. 

"Belajarlah dari hari kemarin, hiduplah untuk hari ini, dan berharaplah untuk hari esok. Yang terpenting jangan pernah berhenti bertanya," Albert Einstein.

Maka dari itu, tetaplah bertahan untuk hari esok dan seterusnya, ya!


Kembali ke reportase...  Tak banyak yang bisa ad,in ceritakan karena yang hadir di turney mingguan edisi minggu terakhir di tahun 2024 ini menurun drastis. Hanya 10 orang saja yang hadir. Yang lainnya pada absen mungkin berpikir karena posisinya sudah aman di lingkaran ranking 16 besar. Itu hanya opini admin, kenyataannya mah ga tau he he he...

Karena yang hadir hanya 10 orang, maka drawing hanya dibuat satu grup saja. Jadi semua pasangan peserta turnamen mingguan Sparta kali ini akan saling bertemu. Lalu diambil pasangan terbaik sebagai juara, runner up dan semifinalis.

Dari hasi;l drawing, admin menjagokan pasangan Fathur dan Dena ZM karena mereka satu-satunya pasangan yang kemampuannya setara alias bukan gendongan. Pasangan unggulan lainnya ada: Peter dan Fani, berikutnya ada Yudi H dan Atep.

Fathur dan Dena ZM,  Peter dan Fani mengantongi jumlah kemenangan dan kekalahan yang sama dengan Yudi H dan Atep. Ketiga pasangan ini sama-sama mendulang 3 kali menang dan 1 kali kalah. Namun dari hasil penghitungan selisih poin Peter dan Fani unggul telak 42 dibanding  2 pasangan lainnya. Yudi H dan Atep, meraih selisih poin 18 dan berhak menjadi runner up. Sementara Fathur dan Dena ZM harus kalah secara tragis, karena selisih poinnya 15. Kalah tipis dari Yudi H dan Atep. 

Dari hasil diatas sudah bisa ditentukan  Peter dan Fani yang keluar sebagai juara kita minggu ini. Sedangkan Yudi H dan Atep sebagai runner up-nya/

Inilah nama-nama yang menjadi juara minggu ini, 10 November 2024;

Juara 1 Peter dan Fani

Juara 2 Yudi H dan Atep

Juara 3 Fathur dan Dena ZM

Dan dibawah ini adalah catatan selengkapnya dari result Turnamen mingguan Sparta edisi minggu ke-44 tahun 2024;

Matches racap


Update ranking Sparta

Akumulasi perolehan medali Sparta
Akumulasi poin dan medali Sparta


Catatan peraih medali Sparta terbanyak 2018-2024

Sebagai catatan akhir; Setelah tahun lalu rekor peraih medali dipecahkan oleh Faisal Rahman, tahun ini dipecahkan oleh Fani, dengan 16 emas, 4 perak, dan 2 Perunggu. Dan baru pertama kali terjadi peraih medali terbanyak bukan merupakan yang menduduki ranking pertama di Sparta.

Sekian reportase kita kali ini. Sampai jumpa lagi di reportase-reportase selanjutnya...  






Minggu, 06 Mei 2018

Sparta Photoshoot 2018 & Behind The Scene

Setelah Jersey Sparta edisi perdana kelar, tak perlu nunggu berlama-lama langsung kami abadikan dengan acara foto bareng Spartan di Jonas Photo Studio Buahbatu Bandung, buat dokumentasi dan kenang-kenangan.

Awalnya pemotretannya di jadwalkan tanggal 27 April 2018 dengan alternatif Photo Studio Jonas Banda atau Papyrus Bengawan. Tapi setelah dipertimbangkan karena jarak dan ada beberapa Spartan yang berhalangan. Maka pemotretan direschedule ke tanggal 1 Mei 2018 di Jonas Photo Buahbatu Bandung.

Butuh perjuangan untuk sampai ke TKP, karena di jalan kita diguyur hujan yang cukup deras. Sesuai janjian kami mulai berdatangan pada pukul 16.00 WIB. Dari 36 orang yang menyatakan siap datang. Ada 3 orang yang batal ikutan pemotretan (Ariq, Tyo dan Agus S.).

Karena peraturan Jonas Photo mengharuskan semua anggota harus datang komplit barus bisa mengambil nomor antrian. Menyebabkan kami harus menunggu lumayan lama, berhubung 2 orang Spartan datang terlambat (pake banget) kaya polisi India he he he... mereka adalah Olsen dan Dhea. Jadi kami baru masuk ke studio 3 pada pukul 18.10 WIB.

Nunggu 2 jam, sementara pemotretan kurang dari 30 menit. Tapi terbayar dengan kegembiraan yang kami dapat saat itu. Kami bisa tertawa lepas dengan fotografer yang orangnya cukup asyik.

Ini adalah hasil foto studio. Hasilnya ga istimewa sih tapi not bad. Apalagi admin suka ala-ala perfeksionis sih, jadi tar pasti diedit ulang he he he....

Versi cetak hasil deitan
Ekspresi lepas

Jaim

Spartan dan raketnya


So cool...

Spartans and rackets

Gaya bebas, ga pake jaim

Versi original

Selama menunggu giliran pemotretan. Anak-anak Sparta pada asyik foto-foto di  area Jonas Photo. Ah nampaknya Photo behind the scene nampak lebih asyik dan lebih buanyaaaaaak he he he.... Dan inilah foto-foto dibalik layarnya.....







































































































 Last but not least...  inilah yang menurut admin paling berkesan....


Benar kata orang bijak; Satu gambar berbicara lebih baik dari seribu kata-kata.... Apalagi seratus lebih gambar ya hahaha... Selamat menikmati....